Anda di halaman 1dari 27

MUSIK REGGAE

ANGGOTA KELOMPOK:
Adela Devarini
Debby Devira
Dimas Arya Seta
Farida Doa Valentina
Ilman Aflaha
Zion Febrito

1
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan nikmat, taufik serta hidayah-Nya yang
sangat besar sehingga kelompok kami pada akhirnya bisa
menyelesaikan makalah musik reggae.
Rasa terima kasih juga kami ucapkan kepada Guru Pembimbing
yang selalu memberikan dukungan serta bimbingannya sehingga
makalah musik reggae ini dapat disusun dengan baik.
Semoga makalah musik reggae yang telah kami susun ini turut
memperkaya ilmu serta bisa menambah pengetahuan dan
pengalaman para pembaca.
Selayaknya kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu
yang sempurna. Kami juga menyadari bahwa makalah music
reggae ini juga masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari
itu kami mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca
sekalian demi penyusunan makalah musik reggae kami agar
dapat lebih baik lagi kedepannya.

2
DAFTAR ISI

Judul……………………………………...……………….……....……...……………..1
Kata Pengantar…………………………………..……………...…………………..2
Daftar Isi……………………….………….………………………………….………….3

BAB 1: MATERI

Definisi Musik Reggae…………………………………………………………..…4


Sejarah Musik Reggae Secara Umum……………………….………….….4
Sejarah Musik Reggae Di Indonesia……….…………………………….….9
Tokoh-Tokoh Musik Reggae Indonesia…………………………………..11
Tokoh-Tokoh Musik Reggae Dunia……..………………………………….18
Lagu-Lagu Reggae Indonesia…………………….……………………………22
Lagu-Lagu Reggae Dunia………………………………………………………..25

BAB 2: PENUTUP

Daftar Pustaka……………………………………………………………………….26

3
BAB 1

DEFINISI MUSIK REGGAE

Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya dikembangkan di Jamaika pada


akhir era 60-an. Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk menyebut hampir
segala jenis musik Jamaika, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik
khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat
atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo
lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat
aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm
juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan
kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya "ketukan ketiga" tersebut,
selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae
dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut
secara terpisah.

SEJARAH MUSIK REGGAE SECARA UMUM

Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya dikembangkan di Jamaika pada
akhir era 60-an. Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk menyebut hampir
segala jenis musik Jamaika, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik
khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.

Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau
sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo
lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat
aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm
juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan
kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya “ketukan ketiga” tersebut,
selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae
dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut
secara terpisah.

4
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya
tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali
peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat
populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama
musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan
tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan
ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata
“ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan
iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen
musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean
(Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento,
yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi
pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B
yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika.
Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska,
diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan
nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang
kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak
ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan
dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat
dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan,
cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada
saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan
tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers
dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae
di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan
dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton,
Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian
mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian
reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

5
Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat
ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang
dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata
Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan
Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan
oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut
dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah
kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari
dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula
dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara
keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka
mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian
(drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa
pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli
Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur
identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih
merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.

Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum
rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut
gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan
muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta
gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia
yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan
aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut
gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi
publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop,
menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik
pop.

Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di
negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan
dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman
menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana
para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan
kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi

6
mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak
identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para
penghisap ganja.

Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The
Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan
dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat
ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.

Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru”
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara)
yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika,
Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik)
dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos
pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa
sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya,
Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari
Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang – orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana
dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau
kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan
bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini
Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40
– 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh
Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian
dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an.
Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk
pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska
yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan
“Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles
dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

“Reggae & Rasta”


Bob Marley tentunya adalah bintang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae
lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai
peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi
dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah

7
dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa
kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis
Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat
keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang
dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia.
Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American
R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk
music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara – upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang
sering dimainkan pada saat pertemuan – pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum
tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari).
Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto
dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan
kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan
pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong
bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan
ini.

“Apa sih Reggae”


Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan
keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus – putus tersendiri, strumming
gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi
religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari
reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi
gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari
anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol.
Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie
(pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan
lebih kuat pengaruh musik Afrika – Amerika-nya walaupun permainan gitarnya
juga mengisi ‘lubang – lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di
Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang
cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik
berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

“Tidak asli Jamaika”


Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New

8
Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat
radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas – pasan dan
putus – putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di
tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan
kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah
Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik
Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik
itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam
semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri.
Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa
pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan
ketegangan.

“It’s Influences”
Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa
banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits – hits Reggae
bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones
hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi
pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap
dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae
lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih
luas lagi.

SEJARAH MUSIK REGGAE DI INDONESIA


Indonesia merupakan negara kepualuan yang memiliki berbagi suku ras dan
agama. Indonesia juga memiliki berbagai genre yang di sukai setiap orang, dari
Rock, Pop, Jazz, Keroncong, dan lain lain, dan termasuk musik yang bakal kami
ulas yaitu musik Reggae.
Di indonesia musik reggae merupakan musik yang lagi banyak di gandrungi anak
muda. Beberapa kota besar sudah banyak sekali yang mencitai musik yang satu ini.
Karena musik ini memiliki tempo santei lirik damai dan lirik cinta alam, ada
beberapa soal cinta.

Band reggae bermunculan, Tony Q, Steven n coconut trezz, Gangstarasta, Souljah,


Ras Muhammad, Marapu, Burger Time, dan masih banyak lagi.

9
Semakin banyaknya event reggae membuat panitia semakin repot untuk mengatasi
para antusias pecinta musik Reggae.

Perkembangan Musik Reggae di Indonesia


Sekitar tahun 1986, musik reggae mulai dikumandangkan di Indonesia. Band yang
mengawali adalah Black Company, sebuah band dengan genre reggae. Kemudian
beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band
sebelumnya. Lantas ada pula Asian Force, Abresso dan Jamming. Keberadaan
musik reggae di Indonesia terkesan terpinggirkan. Apalagi kesan yang diperoleh
ketika seseorang melihat penampilan para musisi reggae yang terkesan urakan.

Bahkan, ada idiom yang hingga kini membuatnya yaitu reggae identik dengan
narkoba. Apakah reggae identik dengan narkoba? Inil salah penafsiran sahaja.
Sebut saja nama Tony Q yang dengan tegas bahwa reggae-nya adalah
menitikberatkan pada cinta damai. Bila ditilik dari sejarahnya memang demikian
yaitu identik dengan ‘ital’ –Ganja—sebut saja lagu Petertosh Let Jah Be praised,
Mystic man, Legalized it dll. Yang begitu mengagungkan ganja sebagai alat
seorang rastaman bersatu dengan Jah atau tuhan mereka. Memang tidak bisa
dipungkiri pandangan negatif tentang musik ini. Sebenarnya tidak demikian
gerakan rastafari adalah sebuah gerakan besar yang terdiri banyak sekte bahkan
tidak mengikat, artinya seseorang bebas menentukan jalan hidupnya tetapi tetap
mengakui Rastafari Makonnen sebagai Messias baru.

Bahkan di Jamaika seorang Rastafarian adalah seorang vegetarian tulen. Jika


seorang Peter Tosh atau Bob Marley dengan lirik-liriknya yang berbau ganja hanya
disebabkan mereka menemukan bahwa itulah suatu jalan menuju kedamaian
batinnya saja, disamping makanan ital dan ganja adalah budaya Africa yang
menurut mereka sebagai sesuatu yang harus dirangkul kembali. Dalam ajaran rasta
tidak ada yang mengharuskan meng-ganja. Atau meng-gimbal, itu hanyalah
pemikiran tentang perangkulan budaya Africa yang dianggap rendah oleh kulit
putih, dan pengikut ajaran ini ingin membuktikan bahwa budaya ini tidaklah
rendah. Tinggal sekarang adalah bagaimana mengikuti Budaya sendiri di
Indonesia, namun untuk selera musik reggae tetap di hati.

Semakin banyaknya pecinta musik reggae, maka buatlah reggae itu musik yang
modern yang nyentrik. Bob marley memang menjadi kiblat di musik reggae.
Namun musisi harus lebih berkarya dan jangan kalah dengan sang legenedaris.

10
Kabar 2013-2014
Ini merupakan informasi yang mengejutkan. Bahwa Indonesia ternyata memiliki
pecinta musik reggae terbanyak. Karena sempat situs musik jamaika terbesar.
JamaicanSound. Sempat datang di Indonesia untuk melihat Indonesia dan
membuat dokumentari tentang perkembangan di Indonesia. Dan mereka sadar
bahwa Indonesia lebih banyak peminat musik Reggae dari pada kelahirannya,
Jamaika.

TOKOH TOKOH MUSIK REGGAE INDONESIA

1.Tony Q Rastafara ( Semarang ) 

Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara
lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 50 tahun) adalah seorang
penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun
1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara memopulerkan istilah "rambut
gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama
pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia
dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung
di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik
reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke
musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya.

Bersama Rastafara, Tony Q memulai karier musik reggaenya sejak tahun 1989
dengan grup musik Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau
acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah tergabung dengan banyak band
reggae seperti Exodus dan Rastaman, akhirnya pada tahun 1994 dia membentuk
grup musik Rastafara yang menjadi cukup terkenal sebagai pengusung aliran
musik reggae di Indonesia saat itu. Bersama Rastafara dia sempat merilis dua
album, yaitu "Rambut Gimbal" (1996) dan "Gue Falling In Love" (1997).
Hampir semua lagu dalam album tersebut diciptakan Tony Q, dengan lirik lagu
yang banyak bertema sosial, kemanusiaan, cinta, dan kehidupan masyarakat sehari-
hari. Salah satu lagunya yang populer adalah "Rambut Gimbal", sebuah istilah
untuk gaya rambut dreadlock yang kerap digunakan oleh pengikut Gerakan
Rastafari, yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa
Indonesia yang menjadi populer karena lagu tersebut.

11
Rastafara saat itu dinilai berbeda dengan grup musik reggae lainnya karena mereka
berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik dan instrumen tradisional
khas Indonesia ke dalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala
Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae negara lain seperti
Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional
seperti Kendang Sunda atau Gamelan Jawa ikut menambah warna musik dalam
lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-
unsur musik Melayu, musik khas daerah Sumatera Utara, atau Sumatera Barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam musik karena
kurangnya pasar musik reggae di Indonesia. Tony Q kemudian melanjutkan
kariernya dengan membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara.
Tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band mendapat
pemain tambahan. Tetapi kemudian tahun 2000 Tony Q memutuskan untuk
memulai karier solo dengan tetap membawa nama grup musik yang telah
membuatnya dikenal oleh para penggemarnya, yaitu Tony Q Rastafara.  

2. Ras Muhammad ( Jakarta ) 

Ras Muhamad yang lahir di Jakarta hijrah mengikuti keluarganya ke New York
City dan tinggal di sana dari tahun 1993 sampai Juli 2005. Perjalanan musikalnya
sebagai seorang pemusik, penyanyi dan pengarang lagu yang menjadikannya
sebagai solo-ist Reggae berawal sejak ia menjelang remaja, saat ia tinggal di
daerah Queens, di kota dunia tersebut. Ras Muhamad pernah membentuk sebuah
band rock pada saat di SLA, kemudian membentuk kelompok duet Rap/Hip Hop
Duo bernama “Ronin” pada tahun pertama dia di Kolese.
Bagi Ras Muhammad musik Reggae membawa misi yang mulia,jiwa reggae
adalah hembusan nafas perdamaian dan persatuan, kesetaraan umat manusia.
Reggae menebarkan vibe positif/getaran -getaran positif dan menghindari yang
negatif. Reggae adalah perjuangan dan juga bentuk ungkapan atau jeritan kaum
papa terhadap ketimpangan sosial dan ketidak adilan.

Inspirasi lagu-lagu Ras Muhammad banyak mengambil dari kejadian-kejadian


sehari-hari,lingkungan,keadaan sosial masyarakat kita dan juga pandangan dari
berbagai tokoh/pemimpin dunia seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr,
King Selassie I, Bung Karno dan negarawan lainya.

12
Ras Muhammad sampai sejauh ini telah mengeluarkan dua buah album, album
yang pertama berjudul "declaration of trurh",pada awal tahun 2005 sebanyak 10
lagu dan beredar di New York, (di Indonesia pernah ditawar Aksara Record untuk
dicetak ulang,tetapi Ras Muhammad masih menahanya dulu). Dan album yang
kedua berjudul "Reggae Ambasador" sebanyak 15 lagu pada bulan Januari
2007,secara indie dan diedarkan oleh Aksara Record. 

3. Steven And Coconut treezz 


 
Steven and Coconuttreez adalah sebuah konsep solo beraliran musik Reggae asal
Indonesia. Band ini ada karena obsesi Steven, yang juga kakak Micky AFI untuk
berkarya. Dengan dukungan banyak musisi, Steven and Coconuttreez berhasil
menghasilkan karya-karya yang diangkat dari tema keseharian, baik itu sosial
maupun cinta.  Walaupun musik Reggae cenderung minoritas di Indonesia, namun
Steven and Coconuttreez dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,
terbukti dengan banyaknya fans mereka.

Band ini dibentuk pada 2005 oleh 5 orang pria, yaitu Steven (vokal), A Ray (gitar),
Teguh (gitar), Rival (bass), Iwan (keyboard), Teddy (perkusi), dan Aci (drum).
Mereka sudah menelurkan 3 buah album yang rata-rata bertema sosial, seperti
layaknya kebanyakan musik Reggae. Sejak berdiri tahun 2005, album mereka
adalah The Other Side (2005), Easy Going (2006), dan Good Atmosphere (2008).
Pada 18 Desember 2007, Steven and Coconuttreez harus kehilangan salah satu
personilnya, Teddy (perkusi)yang tutup usia karena menderita sakit paru-paru
kronis. Teddy sempat dirawat di rumah sakit dan koma, namun sempat sembuh. 
Gaya hidup Teddy yang sangat tergantung dengan rokok dan kopi membuatnya
harus meninggalkan teman-temannya setelah cukup lama sakit paru-paru.

4. Joni Agung & Double T ( Bali ) 

Joni agung & Double T adalah sebuah Band yang beraliran REGGAE tetapi
dengan format tradisioanal BALI atau REGGAE Berbahasa BALI. Joni Agung &
DoubleT bernaung di bawah bendera PREGINA production. Berawal dari

13
keiinginan membesar kan Gendre musik Reggae di tanah air khusus nya bali , yang
semakin agak di jauhi oleh penggemar musik reggae , Reggae dulu berkembang di
indonesia era tahun 80 an sampai era 90an, maka kami berkumpul dari komunitas
yang sama membentuk kembali atau me refresh Double T band yang dulu pernah
exsist pada saat itu,dan terbentuklah JONI AGUNG & DOUBLE T 

5. Mbah Surip ( Mojokerto)  

Urip Achmad Rijanto, atau lebih dikenal dengan Mbah Surip, lahir di Mojokerto,
Jawa Timur 6 Mei 1957, meninggal di Jakarta 4 Agustus 2009. Mbah Surip adalah
seniman sejati, dia hidup di manapun dan bagaimana pun, tetap jiwa seni melekat
di hatinya. Mbah Surip adalah anak keempat dari 7 bersaudara dari Sukotjo (alm.)
dan Rasminah (alm.) yang beserta keluarga besarnya tinggal di Jl.Magersari Gang
Buntu, kelurahan Magersari Mojokerto, Jawa Timur. Oleh kerabatnya Mbah Surip
dikenal sebagai orang yang bersahaja, baik sebelum maupun sesudah populer. Dia
sering menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Mojokerto
untuk nyekar (menabur bunga) di makam kedua orang tuanya di TPU Losari, Desa
Losari, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. 

Mbah Surip meninggal dunia akibat gagal jantung dalam perjalanan menuju
Rumah Sakit di Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut berita,
serangan jantung tersebut disebabkan kebiasaan minum kopi dan merokok Mbah
Surip yang berat. Album rekaman Mbah Surip yang kemudian dikenal 
Meninggalnya Mbah Surip 
Siapa yang tak kenal dengan pelantun lagu bernuansa ragge “Tak Gendong” Mbah
Surip (1949-2009) telah tutup usia tadi pagi sekitar pukul 10.30 wib di rumah sakit
PUSDIKKES Jakarta Timur. Mbah Surip bernama asli Urip Ariyanto ini
meninggal karena serangan jantung. Pada malam nya , Mbah Surip menginap di
salah satu kerabatnya bernama Mamik Prakoso. Pada saat di rumah Mamik, Mbah
surip sudah merasakan sakit, akhirny Mamik memanggilkan dokter dan kemudian
di beri obat dan istirahat. Berikut adalah sedikit perbincangan antara Mbah Surip
dengan Mamik Prakoso.

Malam hari bersama anaknya datang ke rumah mamik prakoso,karena mengakui


kalau dirinya kelelahan,selalu di kejar-kejar orang (fans) jika tinggal di rumahnya.
Pagi harinya sempat makan bubur ayam,kemudian mbah surip bilang kalau dirinya

14
tidak enak badan,saat mau dibawa ke RS, mbah surip menolak dengan alasan
“nggak,nanti kalau ke RS malah dikejar -kejar orang lagi”, lalu diputuskan untuk
memanggil dokter ke rumah Mamik,kemudian mbah surip pun diperiksa dan diberi
obat.setelah minum obat pun,mbah Surip kembali istirahat, pamit untuk tidur lagi
dan mamik prakoso pamit mandi, kemudian tak lama mamik yg baru selesai mandi
di beri kabar oleh kerabat bahwa mbah surip mengeluarkan lendir dari
mulutnya,kemudian dibawa ke rumah sakit. Mbah Surip kini telah tiada, tentunya
menyisakan kesedihan yang mendalam bagi pra Fans Mbah Surip.

6. Shaggy Dog ( Yogyakarta )

Shaggydog adalah sebuah band Indonesia yang dibentuk pada 1 Juni 1997 di
Jogjakarta. Band ini beranggotakan Heru (vokal), Richard (gitaris), Reymond (lead
gitar), Bandizt (bass), Lilik (keyboard), dan Yoyok (drum). Yang unik adalah ke-
enam personilnya berprofesi sebagai bartender.

Aliran musik yang mereka usung adalah perpaduan beberapa unsur, seperti ska,
reggae, jazz, swing, dan rock and roll. Beberapa band yang mempengaruhi gaya
bermusik mereka adalah Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, Song Beach
Dub Allstars, dan beberapa band lainnya.
Mereka memulai karirnya dengan melakukan beberapa show sebelum akhirnya
menelurkan album yang berjudul Shaggydod secara indie. Secara mengejutkan
penjualan album ini ini mencapai 20.000 kopi. 
Album kedua mereka pun masih dirilis secara indie pada 2001, yang bertitel
Bersama. Album kedua ini benar-benar dihasilkan dengan susah payah, namun
menghasilkan kesuksesan yang cukup tinggi. 

Karena ketenaran mereka di dunia rekaman indie, akhirnya pada album ketiga
yang berjudul Hot Dogz dirilis di bawah naungan EMI Indonesia pada 2003. 
Tidak hanya di Indonesia, Shaggydog juga sempat diminta oleh perusahaan
rekaman di Jepang untuk mengisi kompilasi album Asian Ska Foundation yang
digawangi oleh band-band ska se-Asia. Album ini beredar di Jepang, dan
Shaggydog mengisi kompilasi ini dengan lagu Second Girl. 

7 . Coconut Head ( Medan )


 

15
Coconut Head Band (The 1st Reeggae in Medan) adalah band pertama di kota
Medan yang mengusung genre reggae. Coconut Head (CH) dibentuk tanggal 23
April 2005.

Sampai saat ini CH sudah menghasilkan 2 lagu, Hello Brother dan Berdansa (Last
Night), yang bisa didengarkan di radio-radio di Kota Medan, Aceh dan beberapa
daerah di Pulau Jawa. Dan sekarang ini CH sedang bersiap-siap untuk
menyelesaikan full album perdana yang mudah-mudahan bisa diterima oleh
pecinta musik Kota Medan dan Indonesia, khususnya para pecinta reggae di Kota
Medan dan seluruh Nusantara.
Saat ini personil COCONUT HEAD terdiri dari :
BT : vocal
Imam : gutar
Ndhoi : bass
Aldie : percussions
Kiky : drums

8 . Souljah  

Nama Souljah diambil dari kata Soldier yang berarti "pejuang", namun diucapkan
dengan logat Jamaica. Tahun 2005 Renhat, Bayu, Dimas, Ari dan Danar bertemu
dan membentuk Arigatoo. Arigatoo merekrut Shanty (trumpet) dan Ocha (trumpet)
juga Vino (alto saxophone). Namun tak lama Shanty hengkang. Formasi Arigatoo
yang terakhir ini bertahan cukup lama sepanjang 1999-2001. Kami menambah satu
orang personil lagi yaitu David (trumpet). Renhat memutuskan untuk melanjutkan
studi ke Hawaii. Ocha, Ari, dan Dimas juga memilih konsentrasi pada
pekerjaannya dan melepaskan atribut anak band mereka. 2002, Renhat dan Dimas
kembali bergabung. Kami bertemu Sa'id (toasting/rap), yang menambahkan nuansa
lain dalam lagu kami. Album pertama Arigatoo,"Kami Bukan Perawan Lagi" rilis
di pasaran pada tahun 2003.Tak lami kami melepaskan Arigatoo dan melahirkan
Souljah. Tak hanya ska yang kita mainkan. Tapi juga dance hall, dub, reggae, dan
perkimpoian dengan musik lain, seperti heavy metal, drum n bass, dan hip hop.
Semua lagu ini dapat dinikmati di album perdana Souljah, BREAKING THE
ROOTS. 

16
9 . Asian Roots 

 
Grace & Anis : Vocal
Ade: Bass
Hensel: Gitar
Robby Maste; Keyboard
Iye: Perkusi
Dave: Drum
Hendro: Terompet

Asian Root diandaikan sebuah pohon besar, yang tumbuh dan besar dari benua
Asia yang merupakan simbol akar genre reggae dari Asia. Kenapa milih aliran
musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini? Bagi kami reggae
merupakan panggilan musik, karena reggae adalah musik yang mempunyai roh dan
keistimewaan dalam memainkannya..

Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?


The King of Reggae Bob Marley. UB 40, Aswad, 311, dll.

Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?


Tahun 1990 ada album "Reggae Top Pop". Rencana tahun kami akan merilis
album baru dengan sentuhan reggae soul sesuai era saat ini.

10 . Cozy Republic

 
Meski grup band beraliran reggae masih jarang di Indonesia, namun hal itu tidak
bisa dijadikan barometer untuk menentukan prestasi sebuah band reggae misalnya,
karena berangkat dari musik yang segmented, tentunya hal tersebut menjadikan
tantangan tersendiri bagi penganut musik yang bukan aliran mainstream untuk
merebut hati masyarakat musik tanah air.

Mengikut sukses beberapa band reggae terdahulu, Cozy Republic pun mencoba
berbagai inovasi untuk menebarkan virus reggae keluar komunitas. Hal ini bisa

17
dilihat ketika band yang diawaki Cozy Bastian (vokal/gitar), Penyot (gitar/backing
vocal), Uv (drums), Rival (bass/backing vocal), Indha (keyboard/backing vocal)
melakukan kolaborasi untuk hits single terbaru Kalau Jodoh Tak Lari Kemana dari
album keduanya dengan salah satu perusahaan produsen handphone (HP) asal
negeri tirai bambu, China.

TOKOH-TOKOH MUSIK REGGAE DUNIA

1. Bob Marley

Bob Marley memiliki nama asli sebagai Robert Nesta Marley. Nama vital di balik
music reggae ini lahir di St. Ann Jamaica’s Nine Mile. Ayahnya merupakan sosok
berkulit putih bernama Norval Marley, sementara ibunya yang asli Jamaika
bernama Cedella Booker. Diketahui bahwa sang ayah tidak pernah hadir di
kehidupan Bob Marley. Meski demikian, ia tetap bertanggung-jawab soal
finansialnya. Sampai kemudian Bob mesti menjadi anak yatim di usianya yang ke-
10.
Waktu itu Bob Marley keluar dari sekolah. Dia memilih mengejar kariernya
di dunia musik. Bersama teman-temannya, mereka membentuk grup yang diberi
nama The Wailers. Dua membernya keluar, tapi Bob Marley memilih untuk
mempertahankan nama band-nya. Sampai kemudian dia merilis album bertajuk
“Natty Dread”. Di dalam album juga terdapat single yang meledak dan gaungnya
masih terdengar sampai sekarang, “No Woman No Cry”.

2. Peter Tosh

Nama asli dari Peter Tosh ini yaitu Winston Hubert McIntosh. Dia termasuk teman
Bob Marley di grup The Wailers, sampai kemudian memutuskan untuk keluar. Hal
itu disebabkan karena Peter Tosh kurang puas. Peranannya di grup terasa begitu
sedikit. Bisa dibilang, Peter Tosh ini termasuk yang paling militan dan
kontroversial. Suara reggae versinya dirinya terdengar lain. Dia pun memilih karier
solo dan ternyata sukses. Salah-satu kekhasannya yaitu dengan memberi pidato
membakar yang ditujukan pada para politisi serta sistem pada umumnya. Beberapa
single tak terlupakan darinya yaitu”Equal Rights”, “No Nuclear War”, “You Gotta
Walk and Don’t Look Back” (featuring Mick Jagger) dsb.

18
3. Gregory Isaacs
Gregory ‘Anthony’ Isaacs lebih akrab dipanggil Gregory Isaacs atau “Cool Ruler”.
Musisi reggae yang satu ini juga masih kelahiran Jamaika. Dia menjadi salah-satu
vokalis reggae dengan suara paling indah. Cerita kehidupannya memang sedikit
bergemuruh, namun ia memiliki keunikan suara dan tenor yang begitu lembut.
Keunggulan itu sangat mendukung vocal dan penyampaian lagunya. Beberapa
lagunya ada yang menceritakan kisah percintaan, ratapan mereka yang
menghabiskan waktu di pengapnya bui, peringatan akan bahaya obat-obatan
terlarang, dsb. Track-nya yang selalu dikenang orang yaitu “Out Deh”, “Mr Cop”,
“My Number One”, dsb.
4. Jimmy Cliff
Panggilan sebagai ‘Jimmy Cliff’ memang lebih familiar ketimbang nama aslinya,
James Chambers. Dia juga termasuk musisi reggae kelahiran Jamaika. Dia menjadi
musisi reggae satu-satunya yang dianugerahi OM (Order of Merit) Jamaika. Merit
ini sendiri merupakan penghargaan khusus dari pemerintah Jamaika, khususnya
pada mereka yang dianggap unggul dalam bidang seni dan ilmu pengetahuian.
Track perdananya yang sangat booming berjudul “Hurricane Hattie”. Waktu itu dia
masih berusia 14 ketika merekam track tersebut. Leslie Kong yang menjadi
produser bagi mayoritas lagunya. Tak heran kalau Jimmy Cliff sempat terpukul
ketika Leslie Kong meninggal. Bagaimanapun, mereka berdua sudah mengarungi
datar dan terjalnya perjalanan. Adapun beberapa album yang sudah ia telurkan
yaitu “Hard Road to Travel”, “Special”, “Give the People what they Want”, dsb.

5. Burning Spear
Nama panggung “Burning Spear” memang lebih popular ketimbang nama aslinya,
Winston Rodney. Dia berasal dari wilayah yang sama dengan Bob Marley. Mereka
juga bertemu di tahun 1969. Dari pertemuan itulah, jalan kesuksesan Burning
Spear mulai nampak. Bersama Rupert Willington, dia membentuk grup duet
dengan nama “Burning Spear”. Konon nama tersebut terinspirasi dari presiden
pertama Kenya. Sayang sekali, grup tersebut bubar. Meski demikian, Winston
Rodney tetap mempertahankan namanya. Di tahun 1995, 2000 dan 2009, Burning
Spear memenangkan Grammy Award untuk tracknya yang berjudul “Rasta
Business”, “Calling Rastafari” dan “Jah is Real”.
6. Toots
Toots memiliki nama asli Frederick Nathaniel Hibbert. Dia
merupakan pemusik reggae asal May Pen – Jamaika yang cukup tenar. Dia dikenal
sebagai sosok yang funky, sedikit keras, energik dan memiliki vocal yang khas.
19
Namanya menjadi salah-satu yang paling berpengaruh dalam perkembangan music
reggae dan ska. Bersama Henry “Raleigh” Gordon dan Nathaniel “Jerry” Mathias,
dia mendirikan grup bernama “Maytals” di usia remaja. Kini umurnya sudah
mencapai 64 tahun, namun ia masih aktif menelurkan album serta melakukan
kolaborasi dengan musisi lain.

7. Bunny Waile

Neville O’Riley Livingston aka Bunny Waile aka Jah B bukan hanya seorang
penyanyi reggae biasa. Dia juga merupakan penulis lagu dan seorang pemain
perkusi. Bunny Waile ini merupakan member dari “The Wailers” bersama Bob
Marley. Keputusannya untuk melakoni karier solo terbilang bijak dan tepat, sebab
dia mampu meraih kesuksesan. Album solo debutnya diberi judul “Blackheart
Man”. Begitu meluncur, track lain menyusul menjadi hits di industry music. Di
tahun 1981, dia juga merilis album gebrakan bertajuk “Rock N Groove”. Kariernya
berjalan naik-turun. Namun yang pasti, namanya akan selalu tercatat sebagai salah-
satu pengaruh di ranah music reggae.

8. Black Uhuru
Di tahun 1972, grup music Black Uhuru lahir di Jamaika. Dulu mereka lebih
dikenal sebagai “Uhuru” saja. Namanya sendiri berasal dari Bahasa Swahili, yang
bermakna “kebebasan”. Waktu itu anggotanya ada Don Carlos, Garth Dennis dan
Derrick “Duckie” Simpson. Seiring berjalannya waktu, personil grup musik ini
datang dan pergi. Member aslinya hanya Derrick “Duckie” Simpson. Mereka
merilis album perdana yang berjudul “Anthem”. Debut tersebut langsung menyita
perhatian, apalagi pasca memenangkan Grammy Award untuk kategori “Album
Reggae Terbaik”.
9. Culture
Empat tahun pasca pembentukan “Black Uhuru”, grup “Culture” pun lahir.
Awalnya mereka memiliki julukan sebagai “African Disciples”. Para personilnya
yaitu Roy “Kenneth” Dayes, Albert “Ralph” Walker serta Joseph Hill. Tapi kini,
member yang masih bertahan hanya Joseph Hill. Salah-satu album mereka yang
paling sukses dan nge-hits yaitu “Two Seven Clash”. Sayang sekali di tahun 1981,
grup memutuskan untuk bubar. Meski demikian, Joseph Hill bersikukuh untuk
mempertahankan namanya.
20
10. Tanya Stephens
Vivienne Tanya Stephenson, seorang musisi reggae perempuan asal Jamaika yang
mulai berkarier di tahun 90-an. Selain bernyanyi, ia juga sangat lihat dalam
menciptakan lagu. Di tangannya, tema yang cukup kompleks bisa diolah dalam
bait kata yang begitu tertata. Beberapa karyanya yang terkenal yaitu “No Means
No”, “Warn Dem”, “Way Back”, dsb.
Eksistensi musik masih terasa geliatnya sampai sekarang. Meski ada beberapa
perubahan, namun bicara sejarah dan perkembangan suatu musik, tentu kita akan
kembali teringat akan orang-orang berpengaruh di dalamnya.

LAGU REGGAE INDONESIA

21
 Another Project - A What is a Revolution
 Another Project - Just a Friend
 Athena - For Real
 Bakscherrys - I Love You
 Bakscherrys - Morning Rasta
 Bamburasta - Hidup ini indah
 Bamburasta - Sudah
 Banana Steady Beat - Dance With Me
 Banana Steady Beat - Tembang Sederhana
 Begog & Friends - Damai terasa
 Begog & Friends - Jalanan
 Boys N Roots - Get Up
 Boys N Roots - Happy Day
 Bravesboy - Aku Harus Jahat
 Bravesboy - Like This
 Bravesboy - Scooter Boy
 Bubble Smile - Mimpi Semu
 Bubble Smile - Takut Sendiri
 Burger Time - Berjemur
 Burger Time - Kaum Buruh
 Counter Rasta - Berdikari
 Counter Rasta - Mencoba Bernyanyi
 Cozy Republic - Bidadari
 Cozy Republic - Hitam Putih
 Cozy Republic - Jangan Malu-Malu
 Cozy Republic - Kalau Jodoh Tak Lari Kemana
 Cozy Republic - Kucing Rasta
 Dhyo Haw - Ada Aku Disini
 Dhyo Haw - Cepu
 Dhyo Haw - Jarak Dan Kita
 Dhyo Haw - Kecewa
22
 Fredy Marley - Satu Vespa Sejuta Saudara
 Gangstarasta - Fly Away
 Gangstarasta - Hilang
 Gangstarasta feat. Tony Q Rastafara - Langkah
 Gangstarasta - Lepas
 Gangstarasta - Selebritis
 Gangstarasta - Unity
 Imanez - Anak Pantai
 Jahmekya - Malam Itu
 Jamaican Soul - Bagi Bagi Cinta
 Jamlofree - Jamaiza Cinta Damai
 Joe De Wine - Sim Salabim
 Marapu - Keraguan
 Marapu - Pantai
 Marapu - Why
 Mbah Surip - Jus Melon
 Mbah Surip - Tak Gendong
 Momonon - Go green
 Momonon - Kopi hitam
 Pasukan Lima Jari - Diet rasta
 Pasukan Lima Jari - Republik Rakyat Reggae
 Ras Muhamad - Awas
 Ras Muhamad - Intro
 Ras Muhamad - Kenapa Mesti Dipikirkan
 Ras Muhamad - Make Way
 Ras Muhamad - Musik Reggae Ini
 Ras Muhamad - Reggae Ambassador
 Ras Muhamad - Runaway
 Ras Muhamad - Sesungguhnya
 Rastamaniez - Speak Iblis
 Richard n The Gillis - Black n White
23
 Richard n The Gillis - Kulit Kacang
 Richard n The Gillis - Pariss Hillton
 Richard n The Gillis - Santai Saja
 Shaggy Dog - Cobalah mengerti
 Shaggy Dog - Hey cantik
 Shaggy Dog - Honey
 Shaggy Dog - kembali berdansa
 Shaggy Dog - Lagu Rindu
 Shaggy Dog - Pesta
 Souljah - All the people in the world
 Souljah - Bersamamu
 Souljah - Cintailah Aku
 Souljah - Hanya ingin pulang
 Souljah - Jagoanku
 Souljah - Kuingin kau mati saja
 Souljah - On the radio
 Souljah - Patah hati
 Souljah - Tak selalu
 Steven & Coconut Treez – Bebas Merdeka
 Steven & Coconut Treez – Burning With My Fire
 Steven & Coconut Treez – Cinta Damai
 Steven & Coconut Treez – Enggan
 Steven & Coconut Treez – Hingga Ku Jenuh
 Steven & Coconut Treez – Lagu Santai
 Steven & Coconut Treez – Money
 Steven & Coconut Treez – Pesta Pora
 Steven & Coconut Treez – Selamat Jalan Kawan
 Steven & Coconut Treez – Sunset
 Steven & Coconut Treez – Welcome To My Paradise
 Sunset - And I Hope
 Sunset - Perbedaan
24
 The Paps - Cinta Mulia
 The Produk Gagal - Marijuana
 Tony Q & Rastafara - Bla_bla_bla
 Tony Q & Rastafara - Bunglon
 Tony Q & Rastafara - Get up stand up
 Tony Q & Rastafara - Kangen
 Tony Q & Rastafara - Minggu malas
 Tony Q & Rastafara - Paris van Java
 Tony Q & Rastafara - Pesta Pantai
 Tony Q & Rastafara - Salam damai
 Tony Q & Rastafara - This is my way

LAGU REGGAE DUNIA

1. Bob Marley - No Woman, No Cry


2. Jimmy Cliff - The Harder They Come
3. Bob Marley & the Wailers - Redemption Song
4. Peter Tosh - Johnny B. Goode
5. Bob Marley & the Wailers - One Love
6. Damian Marley - Welcome to Jamrock
7. UB40 - Red, Red Wine
8. Ziggy Marley & the Melody Makers - Give a Little Love
9. Bob Marley & the Wailers - Three Little Birds
10. Johnny Nash - I Can See Clearly
11. Shaggy - Bombastic
12. Toots & the Maytals - 54-46 That's My Number
13. Bob Marley & the Wailers - Buffalo Soldier
14. Sublime - Santeria
15. Ken Boothe - Everything I Own
16. Gregory Isaacs - Night Nurse
17. Jimmy Cliff - Many Rivers
18. Bob Marley - Get Up, Stand Up
19. Lee 'Scratch' Perry - I Am the Upsetter

25
20. Peter Tosh - Mama Africa
21. Johnny Nash - Hold Me Tight
22. UB40 - (I Can't Help) Falling in Love with You
23. Sean Paul - Get Busy
24. Toots Hibbert - Monkey Man
25. Michael Rose - Shoot Out

26. Dennis Brown - Here I Come


27. Ziggy Marley - Love Is My Religion
28. Burning Spear - African Teacher
29. Jimmy Cliff - Wonderful World, Beautiful People
30. Lenny - Could You Be Loved
31. Bob Marley & the Wailers - Stir It Up
32. The Paragons - The Tide Is High
33. Shaggy - Angel
34. Bob Marley & the Wailers - I Shot the Sheriff
35. Desmond Dekker - King of Ska
36. Alton Ellis - Dance Crashers
37. Culture - Two Sevens Clash
38. Yellowman - Zungguzungguguzungguzeng
39. Toots Hibbert - Pressure Drop
40. UB40 - Kingston Town
41. Gregory Isaacs - My Number One
42. Jimmy Cliff - Reggae Night
43. Bob Marley & the Wailers - Jamming
44. The Jamaicans - Ba Ba Boom
45. Dennis Brown - Revolution
46. Junior Reid - One Blood
47. Peter Tosh - Equal Rights
48. Desmond Dekker - Rude Boy Train
49. Michael Rose - Illegal
50. The Techniques - You Don't Care

26
BAB 2: PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA
https://www.musikpopuler.com/2015/06/lagu-reggae-barat-terpopuler.html
http://madanismi13.blogspot.com/2013/03/munculnya-musik-reggae-di-indonesia.html
http://indoreggae.com/id/sejarah-musik-reggae/
https://penikmatperjalananblog.wordpress.com/musik/sejarah-musik-reggae-di-indonesia/
http://zonangalong.blogspot.com/2017/04/lagu-reggae-indonesia.html

27