Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MANDIRI ASPK

Syaiful Rizal F34170084


Dosen: Prof Dr. Ir. Marimin, M.Sc
Buku: Analisis Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok

BAB 6
PROSES HIERARKI ANALITIK

PILHAN GANDA
1. Alternatif maupun kriteria pada AHP dapat dinilai dengan menggunakan skala penilaian :
(C) 1 sampai 9.
2. Jumlah elemen yang perlu dinilai oleh expert pada setiap matriks perbandingan n-
alternatif faktor pada AHP adalah :
(C) ((n x n) - n) / 2.
3. Kelebihan kajian dengan AHP salah satu di antaranya adalah kemampuan teknik tersebut
untuk mendeteksi:
(A) Konsistensi dan konsensus.
4. Penilaian dengan AHP dianggap konsisten apabila konsistensi rasio penilaian adalah :
(A) Lebih kecil 0.1.
5. Penyelesaian AHP relatif kompleks apabila dihitung secara manual. Di pasar banyak
dijumpai perangkat lunak komputer untuk penyelesaian AHP, di antaranya adalah :
(B) Criterium Decision Plus dan Expert Choice.
URAIAN
1. Perbedaan penilaian alternatif berdasarkan setiap kriteria pada AHP (Anaytical Hierarcy
Process) dengan pada MPE (Metode Perbandingan Eksponensial) :
 Penilaian Alternatif AHP Penilaian setiap level hierarki dinilai melalui
perbandingan berpasangan dengan menggunakan skala 1-9. Perbandingan
berpasangan ini dilakukan dalam sebuah matriks. Penentuan prioritas untuk
setiap level hierarki perlu dilakukan perbandingan berpasangan untuk menentukan
prioritas. Sepasang elemen dibandingkan berdasarkan kriteria tertentu dan
menimbang intensitas preferensi antar elemen. Hubungan antar elemen dari setiap
tingkatan hierarki ditetapkan dengan membandingkan elemen tersebut dalam
pasangan. Hubungannya menggambarkan pengaruh relatif elemen pada tingkat
hierarki terhadap setiap elemen pada tingkat yang lebih tinggi.
 Penilaian Alternatif MPE Penentuan tingkat kepentingan kriteria dilakukan
dengan cara wawancara dengan pakar atau melalui kesepakatan curah pendapat,
sedangkan penentuan skor alternatif pada kriteria tertentu dilakukan dengan
memberi nilai setiap alternatif berdasarkan nilai kriterianya. Semakin besar nilai
alternatif, semakin besar pula skor alternatif tersebut. Total skor masing-masing
alternatif keputusan akan relatif berbeda secara nyata karena adanya fungsi
eksponensial.
2. Pengambilan keputusan dengan AHP banyak digunakan pada persoalan keputusan yang
berjenjang dan bersifat :
Berjenjang struktural dan fungsional dan bersifat multi kriteria, strategik, dan dinamis.
3. Siapa yang dapat dijadikan responden pada kajian yang menggunakan AHP :
Pemilihan responden dilakukan dengan cara purposive sampling yang dipilih secara
sengaja untuk para ahli pakar dan stakeholder.
4. Hierarki dasar AHP paling tidak terdiri dari: fokus, faktor/kriteria dan alternatif. Apa
yang dapat ditambahkan pada hierarki tersebut agar analisis lebih komprehensif :
Menambahkan tujuan pada hierarki. Semakin rendah dalam menjabarkan suatu tujuan,
semakin mudah pula penentuan ukuran objektif dan kriteriakriterianya.
5. Nilai akhir dari AHP adalah bobot masing-masing komponen pada masingmasing
jenjang, berapakah total bobot pada setiap jenjang :
Total bobot pada setiap jenjang adalah satu, sesuai dengan prinsip utama AHP:
decomposite, comparative judgement, dan logical consistency.