Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK KECIL

BLOK 1 MODUL 5

KOMUNIKASI

KELOMPOK 6

DIPO TRI HARTO NUSANTARA O. NIM. 1510015075

ANISA AL KHOIRI NIM. 1910016052

ANNIDA SABRINA NIM. 1910016011

DEWA MADE RAMA NOVA NIM. 1910016016

GITA WAHYUNI BAHAR NIM. 1910016036

JEANE TRIAMIN MANENG MANGALLO NIM. 1910016025

MARCELIONARD ABISHA BHAKTI SWAHYUDI NIM. 1910016038

NUR WINA FATTAH NIM. 1910016059

RADIFAN AHMAD SADLINA NIM. 1910016076

REHUELLAH ZIVORA TANDIROGANG NIM. 1910016073

RIFQI ARIEF KURNIAWAN NIM. 1910016024

DIPO TRY HARTO N. NIM. 1510015075

Tutor :
dr. Riries Choiru P.Y, M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa oleh
karena berkat dan penyertaanNya kami dapat menyelesaikan laporan diskusi
kelompok tentang “ Komunikasi”

Laporan ini dibuat sebagai pertanggungjawaban terhadap hasil diskusi


kelompok kecil kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada dr. Riries Choiru
P. Y, M.Kes selaku pembimbing diskusi kami dan juga semua pihak yang terlibat
dalam proses belajar kami sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa terdapat kekurangan dalam laporan ini. Oleh


karena itu, kami mengharapkan pembaca dapat memberikan saran dan kritik
kepada kami. Akhir kata, kami berharap semoga laporan ini dapat memberikan
manfaat bagi setiap pembaca. Terima kasih.

Samarinda, 19 September 2019

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………….…………………………………………....………….i


Daftar Isi ………………………………………………………..……………..…ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....……………………………………………………….1
1.2 Rumusan Masalah …...………………………………………………….2
1.3 Tujuan Penulisan ..…………………………………………..…………..2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Skenario ..……………………………………………..…………………3
2.2 Klarifikasi Istilah.....……………………………………………………..3
2.3 Identifikasi Masalah…………………..…………………………...….....4
2.4 Analisis Masalah……………………………………….……………...4-5
2.5 Strukturisasi Konsep…………………………………………………….5
2.6 Identifikasi Tujuan Belajar.……...………………………………...….....6
2.7 Belajar Mandiri…………………………………………….…………….6
2.8 Sintesis………..………………………………………………….…..6-11

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………12
3.2 Saran …………………………………………………….......................12

Daftar Pustaka………………………………………………………….............13
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting.


Komunikasi merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kita semua
berinteraksi dengan sesama dengan cara melakukan komunikasi. Komunikasi
dapat dilakukan dengan cara yang sederhana sampai yang kompleks.
Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan
bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang membenarkan
hati, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yang sama.
Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalam
komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama, maka
yang terjadi adalah “dialog  antara orang satu”.

Peristiwa komunikasi tidak mengenal tempat, dimana saja kita bisa


melakukan aktivitas komunikasi dan aktivitas komunikasi dapat terjadi pada
siapa saja, seperti komunikasi yang terjadi antara dokter dengan pasien.
Seorang dokter memegang pengaruh penting bagi kesehatan seorang pasien,
karena seorang dokter lebih memahami mengenai ilmu kedokteran
dibandingkan dengan orang awam yang tidak belajar mengenai dunia
kedokteran. Di dalam profesi dunia kedokteran, komunikasi antara dokter
dengan pasien merupakan sebuah kompetensi yang harus dikuasai oleh
seorang dokter, kompetensi inilah yang menentukan keberhasilan seorang
dokter dalam membantu masalah kesehatan pasien. Seorang dokter harus
benar-benar memahami betul apa yang menjadi keluhan dari pasien tersebut,
oleh sebab itu komunikasi antara dokter dengan pasien sangat diperlukan
dalam hal ini. Komunikasi antara dokter dengan tenaga medis lainnya juga hal
yang penting. Karena dokter tidak akan bekerja sendiri butuh bantuan dari
tenaga medis lainnya. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi kami berdiskusi
dan penulisan laporan ini.

1
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari diskusi kelompok yang telah kami lakukan antara lain :

1. Bagaimana cara mengatasi masalah ketika menjalin komunikasi dengan


pasien yang menggunakan bahasa daerah ?
2. Apa saja jenis- jenis komunikasi ?
3. Apa saja syarat- syarat terjadinya komunikasi?
4. Apa tujuan dan manfaat dari komunikasi efektif di bidang kedokteran?
5. Apa saja hambatan dalam komunikasi ?
6. Bagaimana solusi atas hambatan dalam berkomunikasi?
7. Bagaimana cara menjadi pendengar aktif?

1.3 Tujuan
Tujuan dari diskusi kelompok yang telah kami lakukan antara lain :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari komunikasi dan komunikasi


efektif.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis- jenis komunikasi.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan syarat- syarat dan hambatan dalam
berkomunikasi.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan cara mengatasi hambatan dalam
berkomunikasi.
5. Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup komunikasi ( efektif,
interprofesional, dan terapetik)
6. Mahasiswa mampu menjelaskan proses dalam berkomunikasi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Skenario
Dilema Tempat Tugas
Sebagai pendatang di daerah ini, dr Y harus banyak belajar hal baru.
Keinginannya untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada
masyarakat membutuhkan perjuangan. Dari berbagai jenis komunikasi,
interpersonal menjadi tantangan tersendiri. Sekali kesempatan seorang
pasien menjelaskan gejala penyakitnya dalam bahasa daerah, dan dr Y
memahami apa yang disampaikan dalam arti yang sangat berbeda. Hal
tersebut menjadi salah satu hambatan yang ditemui. Sejak saat itu, disetiap
kesempatan anamnesis, dr Y selalu berusaha menjadi pendengar aktif
dengan mempraktekkan setiap langkahnya. Ternyata hal tersebut dapat
menjadi salah satu solusi dari hambatan yang dihadapi. Supaya tujuannya
tercapai, dr Y berusaha mencoba berbagai macam cara dalam
berkomunikasi dengan masyarakat. Walaupun gangguan dalam proses
komunikasi selalu ada, dr Y selalu berusaha supaya setiap komunikasi
yang dilakukannya menjadi efektif.

2.2 Klarifikasi Istilah

1. Komunikasi : Proses penyampaian pikiran/informasi dari seseorang


kepada orang lain melalui cara tertentu sehingga orang tersebut dapat
mengert apa yang telah disampaikan.
2. Anamnesis : Proses penggalian informasi dari pasien oleh dokter.
3. Interpersonal : Berkaitan dengan hubungan antarpribadi.
4. Pendengar Aktif : Pendengar yang benar-benar fokus menerima pesan
sehingga pesan yang disampaikan diterima secara utuh dan menyeluruh.
5. Pasien : Orang yang sakit

3
6. Komunikasi Efektif: Komunikasi yang dapat membuahkan hasil yang
dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak membutuhkan waktu yang
lama.

2.3 Identifikasi Masalah


Sesuai kasus yang disajikan pada skenario, kami dapat mengidentifikasi
beberapa masalah yang timbul dalam kasus tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana cara mengatasi masalah ketika menjalin komunikasi dengan


pasien yang menggunakan bahasa daerah?
2. Apa saja hambatan dalam berkomunikasi?
3. Bagaimana cara mengatasi hambatan dalam berkomunikasi?
4. Apa saja jenis-jenis komunikasi?
5. Apa saja syarat-syarat dalam berkomunikasi?
6. Bagaimana cara menjadi pendengar yang efektif?
7. Apa saja tujuan dan manfaat dalam berkomunikasi yang efektif dibidang
kedokteran?

2.4 Analisis Masalah

1. - Bantuan dari orang lain untuk menerjemahkan

- Belajar bahasa daerah tersebut.

2. Hambatan dalam berkomunikasi:


- Informasi yang kurang jelas.
- Pengaruh bias diri (Subjektifitasan).
- Perbedaan persepsi.
- Media yang tidak mendukung.
- Perbedaan Bahasa.
3. Cara mengatasi hambatan:
- Teknologi informasi yang semakin berkembang.
- Adanya klarifikasi.
4. Jenis-jenis komunikasi

4
Berdasarkan jumlah yang terlibat:
- Intrapersonal.
- Interpersonal.

Berdasarkan media:

- Langsung.
- Tidak langsung.
5. Syarat-syarat dalam berkomunikasi:
- Adanya Komunikator/Encoder/Sender.
- Adanya Message/Content/Encoding.
- Adanya Media.
- Adanya Komunikan/Decoder/Receiver
6. Cara menjadi pendengar aktif
- Fokus pada topik yang akan dibahas.
- Memahami informasi yang diberikan.
- Memberikan repon terhadap informasi yang didapatkan
7. Tujuan dan Manfaat:
- Mendapatkan keterangan/informasi yang cukup untuk tindak lanjut.
- Dapat melakukan anamnesis dengan baik.
- Memberi edukasi kepada pasien.
- Membangun kerjasama antar dokter-pasien.
- Membangun kepercayaan pasien terhadap dokter.
- Memberikan penjelasan yang baik sesuai penyakit yang diderita
pasien.

2.5 Strukturisasi Konsep

5
2.6 Identifikasi Tujuan Belajar

1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi komunikasi dan komunikasi.


2. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis komunikasi.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan syarat dan hambatan dalam
berkomunikasi.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan cara mengatasi hambatan dalam
berkomunikasi.
5. Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup komunikasi (Efektif,
Interprofessional dan Teraupetik)
6. Mahasiswa mampu menjelaskan proses dalam berkomunikasi.

2.7 Belajar Mandiri


Mahasiswa melakukan belajar mandiri secara individu atau kelompok
berdasarkan learning objectives yang telah disepakati bersama.

2.8 Sintesis
2.8.1 Definisi Komunikasi dan Komunikasi Efektif
a. Komunikasi merupakan proses dimana dua orang atau lebih yang
melakukan pertukaran informasi satu sama lain melalui tingkah laku,
tanda-tanda atau lambang, sehingga orang yang terlibat memiliki
pemahaman yang sama mengenai informasi tersebut.
(https://repository.unpas.ac.id)
b. Komunikasi efektif merupakan komunikasi yang dapat membuahkan
hasil dan dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak membutuhkan
waktu yang lama.

2.8.2 Jenis-Jenis Komunikasi

6
Berdasarkan cara penyampaiannya :

- Verbal artinya komunikasi dinyatakan dalam bentuk tulisan


- Non verbal artinya komunikasi dinyatakan dalam bentuk tindakan

Berdasarkan jumlah orang yang terlibat :

- Intrapersonal merupakan komunikasi yang dilakukan dalam diri


seseorang itu sendiri, misalnya berkhayal.
- Interpersonal merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap
muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi
oranglain secara langsung, baik verbal maupun nonverbal (Mulyana,
2005).
Interpersonal dibagi menjadi 2 yaitu :
 Diadik yang artinya 2 orang yang terlibat
 Tria yang artinya 3 orang yang terlibat
- Komunikasi massa

Berdasarkan tujuannya :

- Komunikasi kelompok.
- Komunikasi organisasi.
- Komunikasi publik.
- Menyelesaikan masalah contohnya dokter dengan pasien.
- Menyampaikan pesan.
- Mobilisasi.
- Mengekspresikan perasaan melalui hubungan sosial.

Berdasarkan keintiman :

- Biasa
- Intim

Berdasarkan jangka waktu :

- Panjang

7
- Pendek

2.8.3 Syarat dan Hambatan dalam berkomunikasi


Syarat : REACH

Respect atau menghargai

Empati atau menempatkan diri pada org yang diajak bicara

Audiable atau dapat didengar secara jelas

Clarity atau kejelasan, mudah dimengerti, dan keterbukaan

Humble atau rendah hati terhadap lawan bicara

Hambatan :

- Etika yang tidak baik dalam berkomunikasi

- Gangguan (mekanik dan semantik)

- Kepentingan

- Perbedaan sudut pandang

- Perasaan

*Dihari itu : badmood, sedih, senang

*Terhadap pengirim : mantan, musuh, sahabat

- Ekologis

- Prasangka

- Motivasi

2.8.4 Cara Mengatasi Hambatan dalam berkomunikasi


Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan-
hambatan yang dapat terjadi selama proses komunikasi berlangsung
salah satunya adalah :
a. Memperhatikan tone atau nada bicara

8
Tone atau nada bicara berpengaruh setidaknya sekitar 30-45%
terhadap pesan yang di kirim oleh komunikatir, sehingga jika kita
mengerti betul makna pesan yang tersirat melalui nada bicara
seorang komunikator, kita tidak akan salah menafsirkan pesan yang
diberikan (Effective Communication Skills, 2010).
b. Menggunakan bahasa tubuh
Sebagian besar pesan yang kita kirim ke orang lain adalah dalm
bentuk non-verbal. Bahasa tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi
non-verbal, semua yang dilakukan seorang komunikator selain berbicara
adalah bahasa tubuh, mengerti dengan baik maksud dibalik bahasa tubuh
yang dilakukan atau disampaikan komunikator dapat membuat kita lebih
mengerti makna atau maksud pesan yang disampaikan (Effective
Communication Skills, 2010)..
2.8.5 Ruang Lingkup Komunikasi
Ruang lingkup komunikasi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. Terapetik
Komunikasi Terapetik adalah komunikasi yang dilakukan antara
dokter dengan pasien yang bertujuan untuk memulihkan kondisi
pasien, mengidentifikasi kebutuhan pasien, serta menulai dan
menyamakan presepsi. Komunikasi terapetik memiliki komponen
esensial yaitu :
- Kerahasiaan
- Pembukaan diri (self-disclosure)
- Mendengar aktif
- Privacy
- Sentuhan
- Melakukan Pengamatan
b. Interprofesional
Interprofesional artinya komunikasi yang dilakukan dengan sejawat
atau rekan kerja (dokter dan perawat, dokter umum dan dokter
spesialis) Komunikasi Interprofesional yang baik :

9
- Memahami cara pandang
- Menghargai dan menghormati
- Mengagendakan komunikasi dengan baik

Macam Komunikasi Interprofesional berdasarkan jenisnya :

- Verbal : Rekam medis dan resep dokter


- Non verbal : Intonasi, bahasa tubuh
c. Efektif
Komunikasi efektif sendiri memiliki arti komunikasi yang dapat
membuahkan hasil, dan dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak
membutuhkan waktu yang lama. Indikator suatu komunikasi dikatakan
efektif juga jika adanya respon atau aksi dari penerima pesan (Effective
Communication Skills, 2010).
2.8.6 Proses Komunikasi
Proses komunikasi terbagi menjadi 2 tahap yaitu secara primer dan
sekunder.
a. Primer : proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan lambang atau simbol sebagai media (Effendy, 2011).
b. Sekunder : proses penyampaian pesan atau informasi kepada orang lain dengan
menggunakan alat sebagai media kedua setelah menggunakan lambang sebagai
media pertama (Effendy, 2011)

Dalam proses komunikasi, terdapat pula unsur-unsur yang


berpengaruh antara lain sebagai berikut :

- Idea, Munculnya ide atau gagasan dari komunikator.


- Encoding, ide di proses di otak dan keluar dalam bentuk suatu
tulisan atau kode tertentu.
- Message, Ide tersebut kemudian disampaikan dalam bentuk
pesan.
- Media, Informasi tersebut kemudian disampaikan komunikator
melalui media.

10
- Receiver, penerima pesan yang telah disampaikan oleh
komunikator.
- Decoding, Komunikan atau sang penerima pesan menetapkan
makna dari pesan yang diterimanya.
- Understanding, komunikan memahami pesan yang ia terima.
- Response, Komunikan memberikan respon setelah menerima
pesan, seperti perasaan terhibur atau berubahnya keyakinan.
- Feedback, Komunikan kemudian memberikan tanggapan atas
pesan yang ia terima (Effendy, Ilmu Komunikasi (2005:18),
Anjaswarni, S. (2016), Devito (1997)
-
Sumber: Anjaswarni, S. (2016)

11
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari hasil diskusi yang telah kelompok kami lakukan, dapat disimpulkan
bahwa belajar efektif adalah cara belajar yang memungkinkan seseorang untuk
dapat mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara optimal
(terjadwal dengan baik, tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga) untuk
mendapatkan hasil yang telah direncanakan.
Belajar efektif memiliki banyak fungsi diantaranya yaitu dapat membantu
dalam mengelola informasi , mencegah lupa, serta meningkatkan prestasi belajar.
Akan tetapi, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi belajar efektif,
seperti motivasi yang merupakan faktor internal serta kondisi lingkungan yang
merupakan faktor eksternal. Sistem dan teknik belajar efektif juga sangat beragam
seperti SQ5R, MURDER, dan Covey.

3.2. Saran
Belajar efektif sangat bermanfaat bagi mahasiswa, apalagi mahasiswa
Fakultas Kedokteran seperti kita ini. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk
menerapkan sistem belajar efektif ini dalam pembelajaran sehari-hari agar materi
yang diberikan serta materi yang dipelajari dapat dengan mudah dipahami serta
tidak mudah untuk dilupakan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anjaswarni, S. (2016). Komunikasi dalam Keperawatan. Jakarta: Pusdik SDM


Kesehatan.
Effective Communication Skills. MTD Training & Ventus Publishing ApS, 2010.
Downloaded
from gen.lib.rus.ec
Rakhmat, Jalaludin. (2005). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda
Karya
Effendy, Onong Uchana. 2011. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek edisi 23.
Bandung:Remaja Rosda Karya
Paramitha, D. (2016). Fenomena Perilaku Remaja Broken Home di SMA BPI
Kota Bandung (Universitas Pasundan).
Rogers, Everett M., D. Lawrence Kincaid. (1981) disitasi oleh Cangara, Hafied.
Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998
Wasisto B, dkk. Komunikasi Efektif Dokter Pasien. Jakarta: Konsil Kedokteran
Indonesia, 2006.
Devito, Joseph. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Akarta : Professional Books.

13