Anda di halaman 1dari 5

NAMA : NANDA YUDI PRATAMA

KELAS :C

MATKUL : HUKUM PERBANKAN

1. Pengertian Hukum Perbankan ?

Secara umum dapat dikatakan bahwa hukum perbankan adalah hukum yang mengatur segala
sesuatu yang berhubungan dengan perbankan. Tentu untuk memperoleh pengertian yang lebih
mendalam mengenai pengertian hukum perbankan tidaklah cukup dengan memberikan
rumusan yang demikian. Maka diperlukan pendapat para ahli hukuim perbankan.

Munir Fuady mendefinisikan hukum perbankan adalah seperangkat kaidah hukum dalam
bentuk peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, doktrin dan lain-lain yang mengatur
masalah perbankan sebagai lembaga, dan aspek kegiatannya sehari-hari, rambu-rambu yang
harus dipenuhi oleh suatu bank, perilaku petugas-petugasnya, hak, kewajiban, tugas dan
tanggungjawabpara pihak yang tersangkutn dengan bisnis perbankan, apa yang boleh dan tidak
boleh dilakukan oleh bank, dan lain-lain yang berkenan dengan dunia perbankan,

Dalam kacamata sistem hukum nasional, hukum perbankan telah berkembang menjadi hukum
sektoral dan fungsional, oleh karena itu hukum perbankan dalam kajiannya meniadakan
pembedaan antara hukum publik dan hukum privat, sehingga bentang ruang lingkupnya sangat
luas. Kalau mau dirinci hukum perbankan itu mencakup bidang hukum administrasi, hukum
perdata, hukum dagang, hukum pidana dan hukum internasional.

2. Sumber-Sumber Hukum Perbankan ?

Sumber hukum perbankan dapat dibedakan atas sumber hukum dalam arti formal dan
sumber hukum dalam arti materil. Sumber hukum dalam arti materil adalah sumber hukum
yang menentukan isi hukum itu sendiri dan itu tergantung dari sudut mana dilakukan
peninjauannya, apakah dari sudut pandang ekonomi, sejarah, teknologi, filsafat, dan lain
sebagainya.Ahli-ahli perbankan cenderung menyatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan
terhadap lembaga perbankan dalam suatu masyarakat itulah yang menimbulkan isi hukum
yang bersangkutan. Sumber hukum material baru dapat diperhatikan jika dianggap perlu
untuk diketahui asal-usul hukum.
Sedangkan sumber hukum formil adalah tempat ditemukannya ketentuan hukum dan
perundang-undangan baik tertulis maupun tidak tertulis.

Sumber hukum tertulis :


1. Undang-undang No.7 Tahun 1992 Jo undang-undang No.10 Tahun 1998 Tentang
Perbankan
2. Undang-undang No.23 tahun 1999 JoUndang-undang No.3 Tahun 2004 Tentang
Bank indonesia
3. Undang-undang No.24 Tahun 1999 Tentang Lalulintas Devisa dan sistem Nili Tukar
4. KUHPerdata (B.W) Buku II dan Buku Ke III
5. KUHDagang (W.V.K)Khususnya Buku I tentang Surat-surat berharga
6. Undang-undang No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Membayar Utang
7. Undang-undang No. 5 Tahun 1962 Tentang Perusahaan Daerah
8. Undang-Undang No. 25 tahun 1992 Tentang Perkoperasian
9. Undang-undang No. 7 Tahun 1994 Tentang Pengesahan Agreement Establishing
World Trade Organization
10. Undang-undang No. 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas
11. Undang-undang No. 8 Tentang Pasar Modal
12. Undang-undang No.9 Tentang Usaha Kecil
13. Undang-undang No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Besreta
benda-benda yang Berkaitan dengan tanah
Sumber Hukum Tidak Tertulis
1. Yurisprudensi
2. Konvensi (Kebiasaan)
3. Doktrin (ilmu Pengetahuan)
4. Perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh para pihak dalam kegiatan perbankan.

3. ASAS-ASAS HUKUM PERBANKAN ?

a. Asas demokrasi ekonomi

Asas demokrasi ekonomi ditegaskan dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992
setelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Bahwa
perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian. Ini berarti fungsi dan usaha perbankan diarahkan untuk
melaksanakan prinsip-prinsip yang terkandung dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

b. Asas kepercayaan (fiduciary principle)

Adalah suatu asas yang menyatakan bahwa usaha Bank dilandasi oleh hubungan
ke.percayaan antara Bank dan nasabahnya. Bank terutama bekerja dengan dana dari
masyarakat yang disimpan padanya atas dasar kepercayaan, sehingga setiap bank perlu terus
menjaga kesehatannya dengan tetapp mempertahankan kepercayaannya

c. Asas kerahasiaan (Confidential Principle)

Asas yang mengharuskan atau mewajibkan merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan dan lain-lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan
wajib dirahasiakan. Dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang
Perbankan menyatakan bahwa bank wajib merahasiakan informasi mengenai nasabah
penyimpan dan simpanannya.

d. Asas kehati-hatian (Prudential Principle)

Adalah suatu asas yang menyatakan bahwa bank dalam menjalankan fungsi dan kegiatan
usahanya wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dalam rangka melindungi dana masyarakat
yang dipercayakan padanya. Hal ini disebutkan dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1992 tentang Perbankan bahwa perbankan Indoneia dalam melaksanakan usahanya
berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan asas kehati-hatian. Tujuan
diberlakukannya prinsip kehati-hatian tidak lain adalah agar bank selalu dalam keadaan
sehat.

4. PENGERTIAN DAN FUNGSI BANK


- Pengertian Bank

Bank adalah lembaga intermediasi keuangan yang bertugas menghimpun dan menyalurkan
dana di masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Sedangkan pengertian perbankan
adalah segala sesuatu yang berhubungan tentang bank. Penghimpunan dana dari masyarakat
dilakukan bank melalui simpanan atau tabungan dan penyaluran dana dilakukan melalui kredit
atau pinjaman kepada masyarakat.
Selain dari kedua tugas itu, menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 1998, bank juga memberikan jasa bank lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman,
industri perbankan mengalami perubahan besar karena deregulasi peraturan. Sehingga
mengakibatkan bank lebih kompetitif dalam menyediakan jasa bank lainnya. Jasa tersebut di
antaranya termasuk transfer dana antar rekening, pembayaran tagihan, sarana investasi,
penukaran mata uang asing dan banyak lagi.

- Fungsi Bank

Sebagai lembaga intermediasi keuangan, bank memiliki fungsi utama dan fungsi
sampingan.

Fungsi Utama :

1. Menghimpun dana dari masyarakat

Bank menghimpun dana dari masyarakat melalui tabungan, deposito berjangka, giro
ataupun bentuk simpanan lainnya. Dengan penghimpunan dana ini, bank menjamin
keamanan uang masyarakat tersebut sekaligus memberikan bunga untuk dana tersebut.
Setiap produk simpanan bank menawarkan bunga yang berbeda-beda seperti contohnya
deposito memiliki bunga lebih tinggi dari tabungan, karena nasabah harus menyimpan
uangnya untuk jangka waktu tertentu agar dapat menikmati bunga lebih tinggi. Sedangkan
tabungan dapat ditarik kapanpun nasabah memerlukan uang.

2. Menyalurkan dana kepada masyarakat

Setelah menghimpun dana dari masyarakat, bank akan menyalurkan dana ini kepada pihak-
pihak yang membutuhkan melalui sistem kredit atau pinjaman. Kredit yang ditawarkan
bank akan mengenakan bunga kepada peminjam. Produk kredit ini pun memiliki beberapa
jenis seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Mobil,
ataupun jenis pinjaman lainnya.

Dengan penyaluran dana tersebut maka tujuan bank dalam pelaksanaan pembangunan
nasional dapat terpenuhi. Masyarakat yang membutuhkan dana dapat menyejahterakan
kehidupannya dan menghasilan usaha yang mendukung pembangunan nasional.
Fungsi sampingan bank :

Sedangkan fungsi sampingan dari bank termasuk layanan-layanan jasa bank lainnya seperti:

1) Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran

Selain menyalurkan dana, sebagai intermediasi bank juga berfungsi sebagai pendukung
kelancaran mekanisme transaksi di masyarakat. Jasa yang ditawarkan untuk menunjang
fungsi ini termasuk transfer dana antar rekening dalam negeri, penyediaan fasilitas
pembayaran secara kredit seperti kartu kredit, jasa pembayaran tagihan, sistem pembayaran
elektronik, sarana penyaluran gaji karyawan ataupun penghasilan lainnya.

2) Mendukung kelancaran transaksi internasional

Bank juga dibutuhkan untuk memperlancar transaksi internasional. Kesulitan bertransaksi


karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter antara dua pihak yang
berbeda negara akan selalu hadir. Kehadiran bank akan memudahkan penyelesaian
transaksi-transaksi tersebut dengan lebih mudah, cepat, dan murah. Bank memastikan
kelancarannya melalui jasa penukaran mata uang asing ataupun transfer dana luar negeri
untuk transaksi internasional.

3) Penciptaan Uang

Uang yang diciptakan oleh bank ini merupakan uang giral yang berarti alat pembayaran
lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Proses penciptaan uang diregulasi oleh bank
sentral untuk pengaturan jumlah uang yang beredar karena dapat mempengaruhi ekonomi.

4) Sarana Investasi

Kini bank juga dapat berfungsi sebagai sarana investasi melalui jasa reksa dana atau produk
investasi yang ditawarkan bank sendiri seperti derivatif, emas, mata uang asing, saham.

5) Penyimpanan Barang Berharga

Fungsi bank yang telah tersedia dari dahulu kala adalah penyimpanan barang berharga.
Nasabah dapat menyimpan barang berharganya seperti perhiasan, emas, surat-surat
berharga, ataupun barang berharga lainnya. Bank juga dapat menyewakan safe deposit box.

Kedua fungsi utama dan fungsi sampingan bank saling mendukung dan berperan penting
dalam mewujudkan pembangunan nasional yang merata.