Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANDIRI

Nama : Syaiful Rizal


NIM : F34170084
Materi : PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN PEMUNGUTAN SUARA (VOTING)
Tujuan : Membandingan hasil pemilihan umum legislatif (sistem perwakilan) data ektual dengan
teori meliputi data teori dan evaluasi (kelebihan dan kekurangan).

Data Aktual dan Informasi:

Sumber : https://pemilu2019.kpu.go.id/#/dprdkab/penetapan-calon/

Dari data diatas, dapat diperoleh informasi bahwa dipilih 20 partai untuk menduduki 9
kursi DPRD Kota Cilegon 1. Hasil perolehan kursi yang didapatkan yaitu, sbb:
Partai
Gerindra PDIP Golkar NasDem Berkarya PKS PPP PAN
Terpilih
Kursi 1 1 2 1 1 1 1 1
Perhitungan Teori:
[Terlampir]

Data Teori:
1. SISTEM LIST (rata-rata tertinggi)

No.
Uru Partai Suara Kursi
t
1 Gerindra 6.869 1
2 PDIP 3.791 1
3 Golkar 10.373 2
4 NasDem 4.485 1
5 Berkarya 7.236 2
6 PKS 7.147 1
7 PAN 6.236 1
TOTAL KURSI 9

Berdasarkan sistem rata-rata suara teritinggi, terdapat perbedaan jumlah yang


mendapatkan kursi serta hasil alokasi kursi terhadap data aktual. Partai Berkarya mendapatkan 2
kursi dan PPP tidak mendapatkan kursi. Artinya, kemungkinan, data aktual tidak menggunakan
sistem rata-rata suara tertinggi melainkan menggunkan sistem lain dalam menentukan alokasi
kursi untukm calon DPRD Kota Cilegona Dapil 1.

2. SISTEM SUARA TERBANYAK (pembagi sama besar)

No.
Uru Partai Suara Kursi
t
1 Gerindra 6.869 1
2 PDIP 3.791 1
3 Golkar 10.373 2
4 NasDem 4.485 1
5 Berkarya 7.236 1
6 PKS 7.147 1
7 PPP 3.503 1
8 PAN 6.236 1
TOTAL KURSI 9
Berdasarkan sistem sisa suara terbanyak, menunjukan persamaan hasil alokasi kursi
dengan data aktual. Hal ini berarti, kemungkinan, data aktual menggunakan sistem sisa suara
terbanyak dalam menentukan alokasi kursi untukm calon DPRD Kota Cilegona Dapil 1.
Evaluasi:
Berdasarkan perbandingan kedua sistem yang diterapkan diatas, memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing, sbb:
SISTEM KELEBIHAN KEKURANGAN
 Bilangan pembagi bergerak  Partai lebih sedikit
pada partai-partai yang  Membutuhkan banyak
memiliki suara terbanyak Iterasi
Rata-Rata Tertinggi
sehingga dirasa cukup adil
dalam alokasi kursi

 Partai yang terpilih dapat  Angka pembagi dirasa


lebih banyak artinya kurang adil bagi partai yang
semakin mewakil aspirasi mendapatkan suara kurang
Sisa Suara Terbanyak
rakyat dari angka pembagi
 Tidak memerlukan banyak
iterasi