Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Primary

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 169
PEKANBARU

DISUSUN OLEH :

NAMA :
NIM :
DOSEN PENGAMPU :
MATA KULIAH : Pendidikan IPS kelas rendah

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan tugas Critical jurnal Report
ini dengan tepat waktu. Dan penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu
KHAIRUNNISA, S.Pd., M.Pd selaku Dosen mata kuliah Pendidikan IPS kelas
rendah telah memberikan tugas ini kepada penulis. Penulis sangat
berharap,makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita tentang “Ilmu Sosial”. Penulis menyadari bahwa di dalam
makalah ini terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu,penulis berharap adanya saran dan kritik yang membangun demi perbaikan
makalah yang telah disusun,mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun. Semoga Critical jurnal Report sederhana yang telah
disusun ini dapat berguna bagi pembaca maupun penulis. Akhir kata penulis
mengucapkan sekian dan terimakasih.

Medan September 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review


Mengkritik Jurnal (Critical Journal Review) merupakan kegiatan mengulas
suatu jurnal agar dapat mengetahui dan memahami apa yang disajikan dalam
suatu jurnal. Pada dasarnya review jurnal menitik beratkan pada evaluasi
(penjelasan, interpretasi dan analisis) mengenai keunggulan dan kelemahan, apa
yang menarik, dan bagaimana jurnal tersebut bisa merubah persepsi dan cara
berpikir serta menjadi pertimbangan apakah dari pengetahuan yang didapat
mampu menambah pemahaman terhadap suatu bidang kajian tertentu. Selain itu
mengkritik jurnal juga dapat melatih kemampuan kita dalam menganalisis dan
mengevaluasi pembahasan yang disajikan penulis. Sehingga menjadi masukan
berharga bagi proses kreatif kepenulisan lainnya.

Mengkritik jurnal tidak dapat dilakukan apabila pengkritik tidak membaca


keseluruhan jurnal tersebut. Dengan melakukan review tersebut pembaca dapat
mengetahui kualitas jurnal dengan membandingkan terhadap karya dari penulis
yang sama atau penulis lainnya serta dapat memberikan masukan kepada penulis
jurnal berupa kritik dan saran terhadap sistematika penulisan, isi, dan subtansi
jurnal.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan Critical Journal Review, yaitu :

1. Memenuhi salah satu tugas wajib yang diberikan oleh dosen pengampu pada
mata kuliah Pembelajaran Konsep Dasar IPS
2. Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai identitas jurnal, ringkasan
jurnal, kelebihan dan kelemahan jurnal baik dari segi sistematika penulisan,
maupun kepaduan keseluruhan isi jurnal serta implikasinya dari berbagai
aspek.
3. Menambah wawasan para pengkritik karena didalam jurnal disajikan masalah
serta solusi yang akan menambah ilmu pengetahuan kita.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dalam pembuatan Critical Journal Review, yaitu :

1. Sebagai mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar jurnal-jurnal ini perlu


untuk dikritik sebab dapat meningkatkan keterampilan mahasiwa/i dalam
membuat laporan penelitian yang baik dan benar.
2. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa/i dari teori dan aplikasi hasil gagasan
peneliti sehingga dengan pengetahuan tersebut dapat menjadi inspirasi baru
bagi mahasiswa sebagai calon guru dalam menyusun atau mendesaian
pembelajaran yang efektif.
3. Meningkatkan hasil analisa pada setiap jurnal yang akan dikritik.

1.4 Identitas Journal yang direview


1. Jurnal utama

No Identitas Artikel Jurnal


1 Judul IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN
BERDASARKAN MASALAH UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA
KELAS IV SDN 169 PEKANBARU
2 Jurnal Jurnal Primary
3 Volume Dan Volume 4 Nomor 2
Halaman 11 Halaman
4 Penulis Jurnal Erlisnawati, Hendri Marhadi
5 Penerbit Universitas Riau
6 Kota terbit Riau, Pekanbaru
7 Nomor ISSN 2303-1514
8 Download https://media.neliti.com/media/publications/258293-
implementasi-model-pembelajaran-berdasar-
e9794320.pdf
BAB II
RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 Pendahuluan
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang
diberikan di SD yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan
generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial. Melalui pelajaran IPS siswa
diarahkan untuk menjadi warga negara yang demokratis, bertanggungjawab, dan
menjadi warga dunia yang cinta damai. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah
bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganalisis gejala dan masalah sosial
di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan. Mata pelajaran
IPS di sekolah dasar bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsepkonsep IPS yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan tersebut
dapat tercapai manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasi
secara baik (Depdiknas, 2006).
Tujuan pembelajaran IPS bagi peserta didik itu sendiri yaitu untuk (1)
mengenal kosep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkunganya; (2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis, rasa ingin
tahu, inkuiri, dan keterampilan dalam kehidupa sosial; (3) memiliki komitmen dan
kesadaran terhadap nilai sosial dan kemanusian; dan (4) memiliki kemampuan
berkomunikasi, bekerja sama dan berkopitisi dalam masyarakat yang menjemuk,
di tingkat nasional dan global (Depdiknas, 2006).

2.2 Deskripsi Isi


Penelitian ini dilakukan di SDN 169 Pekanbaru kelas IV semester Genap
Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 169 Pekanbaru yang berjumlah
40 orang yang terdiri dari 22 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.
Untuk menganalisis data hasil penelitian dengan menerapkan model
pembelajaran berbasis masalah, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif,
yaitu: Aktivitas Guru dan Siswa. Aktivitas guru dan aktivitas siswa selama
kegiatan belajar mengajar dibukukan pada observasi dengan rumus: NR =𝐽𝑆 𝑆𝑀
X 100% Sumber: (KTSP, 2006), Analisis Hasil Belajar Untuk menentukan hasil
Keterampilan berpikir siswa dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut: 𝑆
= 𝑅 𝑁 × 100% (Purwanto, 2008) Keterangan: S = Nilai yang diharapkan/dicari R
= Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar N = Skor maksimum dari
tes tersebut
2.3 Hasil
Aktivitas guru pada setiap pertemuan dengan implementasi model
pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan setiap pertemuan. Pada
siklus I, pertemuan pertama dengan persentase 70% (kategori baik) meningkat
pada pertemuan kedua sebesar 10 poin menjadi 80% (kategori baik). Siklus II
pertemuan pertama meningkat sebesar 10 poin menjadi 90% (kategori sangat
baik) meningkat lagi pada pertemuan kedua sebesar 5 poin menjadi 95% (kateogri
sangat baik). Peningkatan aktivitas guru terjadi karena adanya perbaikan dalam
proses pembelajaran setiap pertemuan dari Siklus I ke Siklus II.
Aktivitas siswa pada setiap pertemuan dengan implementasi model
pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan setiap pertemuan. Pada
siklus I, pertemuan pertama dengan persentase 65% (kategori baik) meningkat
pada pertemuan kedua sebesar 10 poin menjadi 75 % (kategori baik). Siklus II
pertemuan pertama meningkat sebesar 5 poin menjadi 80% (kategori baik)
meningkat lagi pada pertemuan kedua sebesar 5 poin menjadi 85% (kateogri
sangat baik).
BAB III
PEMBAHASAN/ ANALISIS
1.1 Pembahasan Isi Jurnal
ASPEK Jurnal
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar
IPS siswa kelas IV SDN 169 melalui implementasi Model
Pembelajaran Berbasis Masalah
Subjek Penelitian Siswa Kelas IV SDN 169 Pekanbaru.
Assasmen data data hasil penelitian dengan menerapkan model
pembelajaran berbasis masalah, peneliti menggunakan
teknik analisis deskriptif,
Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus
dan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan dua kali
untuk membahas materi dan satu kali pertemuan ulangan
harian, dengan tahapan: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan;
(3) pengamatan; dan (4) refleksi
Langkah Penelitian (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; dan (4)
refleksi
Hasil Penelitian Hasil belajar siswa kelas IV SDN 169 Pekanbaru dengan
implementasi model pembelajaran berbasis masalah
mengalami peningkatan dari sebelum tindakan.
Setelah dilakukan tindakan dengan implementasi model
pembelajaran berbasis masalah pada data UH I dan UH II
hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pembelajaran
dengan model pembelajaran berbasis masalah siswa belajar
lebih aktif, saling berbagi satu sama lain, dengan guru
sebagai fasilitator dan mediator, sehingga siswa lebih
mudah dalam memahami materi pelajaran karena
mengalami sendiri pembelajaran yang berlangsung. Hal ini
berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa.
Kesimpulan 1. Implementasi model pembelajaran berdasarkan masalah
dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV SDN
169 Pekanbaru. Peningkatan terjadi dari nilai rata-rata awal
sebesar 63,88 meningkat pada siklus I dengan rata-rata
71,55 (11,54%) dan pada siklus II dengan rata-rata 80,38
(25,83%)
2. Implementasi model pembelajaran berdasarkan masalah
dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Peningkatan terjadi pada aktivitas guru dari siklus I rata-
rata 75% meningkat pada siklus II dengan rata-rata 92,5%.
Sedangkan pada aktivitas siswa dari siklus I rata-rata 70%
meningkat pada siklus II dengan rata-rata 82,5%.

1.1 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL

Aspek Jurnal
Isi / Content Jurnal ini membahas Tujuan implementasi model pembelajaran
berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa dan proses
kegiatannya dan isi dari jurnal ini mendukung atau berkaitan dengan
tujuannya.
Jurnal ini terlalu banyak memberikan teori
Tata bahasa Jurnal utama ini menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar sehingga sangat mudah untuk dimengerti,
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Implementasi Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah sangat dianjurkan
sebagai model pembelanjaran yang pantas untuk diterapkan di SD demi
Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Selain itu juga melalui model pembelajaran
berdasarkan masalah dapat meningkatkan rasa social dan toleransi anak seperti
yang telah dijabarkan dalam artikel tersebut.

4.2 REKOMENDASI
1. Model pembelajaran berdasarkan masalah dapat dijadikan sebagai salah satu
model bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar IPS terutama dengan bahasan
yang memerlukan kemampuan analisis siswa.

2. Perlu pengelolaan waktu secara efektif dan efisien untuk hasil yang lebih
optimal, sebab model ini mengharuskan siswa untuk lebih teliti dan harus banyak
menggunakan waktu membaca bahan sehingga waktu yang diperlukan lebih lama
DAFTAR PUSTAKA
https://media.neliti.com/media/publications/258293-implementasi-model-pembelajaran-berdasar-
e9794320.pdf