Anda di halaman 1dari 17

UNIT KEGIATAN BELAJAR

MENGENAL TATA TEHNIK PENTAS

1. Identitas
a. Nama Mata Pelajaran : Seni Budaya
b. Semester :4
c. Kompetensi Dasar :

3.3. Mengevaluasi gerak tari kreasi berdasarkan tehnik tata pentas


4.3. Menyajikan hasil pengembangan gerak tari berdasarkan tata tehnik pentas

d. Materi Pokok : Tata Tehnik Pentas


e. Alokasi Waktu : 6 x 45 menit
f. Tujuan Pembelajaran :

Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model


pembelajaran berbasis proyek serta pendekatan saintifik, peserta didik
dapat menjelaskan tentang konsep, unsur, dan prinsip tata tehnik pentas
seni tari serta merancang dan membuat karya seni tari sesuai dengan
tata tehnik pentas dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin
selama proses pembelajaran dan bersikap jujur, percaya diri serta
pantang menyerah.

g. Materi Pembelajaran
1. Unsur-unsur pendukung pertunjukan tari
2. Tehnik tata pentas tari kreasi
3. Mendiskripsikan karya tari kreasi baru berdasarkan teknik tata pentas.
4. Merancang dan membuat karya seni tari sesuai tata teknik pentas

2. Peta Konsep

14
Mendiskripsikan
teknik tata pentas

Mengidentifikasi
teknik tata pentas

Mengasosiasi teknik
EVALUASI KARYA
tata pentas
TARI KREASI

Mengomunikasikan
teknik tata pentas

Proses Berkarya

3. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan
Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian cermati pertanyaan dibawah
ini!

Pertanyaan:
a. Apa definisi teknik tata pentas?
b. Bagaimana cara merancang teknik tata pentas pertunjukan tari ?
c. Apa saja yang dibutuhkan untuk sebuah pertunjukan tari?

Untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut, silahkan kalian lanjutkan ke


kegiatan belajar berikut dan ikuti petunjuk yang ada dalam UKB ini.

b. Kegiatan Inti
1) Petunjuk Umum UKBM
a) Baca dan pahami materi konsep, teknik, dan prosedur dalam
berkarya tari kreasi pada Buku Teks Pelajaran mata pelajaran Seni
Budaya kelas XI
b) Setelah memahami isi materi dalam bacaan berlatihlah untuk
berfikir tinggi melalui tugas-tugas yang terdapat pada UKBM ini baik
bekerja sendiri maupun bersama teman sebangku atau teman
lainnya.
c) Kerjakan UKBM ini dibuku kerja atau langsung mengisikan pada
bagian yang telah disediakan.
d) Kalian dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo
berlatih, apabila kalian yakin sudah paham dan mampu
menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar

15
kalian boleh sendiri atau mengajak teman lain yang sudah siap untuk
mengikuti tes formatif agar kalian dapat belajar ke UKBM
berikutnya.

2) Kegiatan Belajar
Ayo……ikuti kegiatan belajar berikut dengan semangat, sabar dan
konsentrasi !!!

Kegiatan Belajar 1

Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh


konsentrasi !

Dalam berkarya seni tari kita harus memahami konsep, teknik, dan prosedur
dalam berkarya seni tari.

A. Unsur- unsur seni tari:

1) Gerak
Gerak merupakan unsur utama pada seni tari. Gerak pada tari berbeda dengan
gerak yang dilakukan sehari-hari. Gerak tari disusun melalui proses yang
disesuaikan dengan konsep dan teknik dalam tari untuk mendapatkan gerak yang
memiliki nilai estetis yang diinginkan oleh koreografer dan disampaikan kepada
penonton dengan penuh penjiwaan.

2) Musik
Tari akan lebih hidup bila ada iringan musik, begitu pula musik akan terlihat lebih
menarik apabila dibarengi gerakan yang mendukung penampilannya. Dalam hal
musik sebagai pengiring tari musik dapat dikreasikan dengan berbagai cara dan
berbagai jenis musik yang disesuaikan dengan bentuk irama tari dalam gerak dan
tema dalam tari. Walau musik hanya berfungsi sebagai pengiring atau membantu
dalam menguatkan ekspresi dalam karya tari, tidak berarti keberadaannya tidak
penting. Karena dalam prakteknya perpaduan antara musik dan tari adalah satu
kesatuan yang utuh dan akan memberi dampak terhadap pertunjukannya.
Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan
internal dan eksternal.
 Iringan internal memiliki arti iringan tersebut dilakukan sekaligus oleh
penari.
 Iringan eksternal memiliki arti iringan yang berasal dari luar penari.
Iringan ini dapat berupa iringan dengan menggunakan alat musik yang
dimainkan atau berupa rekaman.

Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain:

16
 Sebagai iringan gerakan. Memiliki arti bahwa ritme musik sesuai dengan
ritme gerakan tidak sama. Musik dapat ditabuh secara menghentak tetapi
gerakan yang dilakukan dapat mengalir dan mengalun.
 Sebagai ilustrasi. Musik iringan tari sebagai ilustrasi mengandung arti
bahwa musik dapat menggambarkan suasana yang sedang terjadi dalam
sebuah tarian.
 Sebagai pembangun suasana. Musik iringan sebagai pembangun suasana
sering dilakukan pada tarian yang memiliki desain dramatik agar suasana
yang ditampilkan sesuai dengan tujuan cerita.
Selain itu musik iringan juga memiliki beberapa fungsi yang lain seperti:
 Mengatur dan memberi tanda efektif gerak tari
 Pengendali dan pemberi tanda perubahan bentuk gerakan
 Sebagai rangsangan bagi penari
 Mendukung jalannya pertunjukan
 Penuntun dan pemberi tanda awal dan akhir tarian
 Membantu mempertegas ekspresi gerak.
Iringan atau karawitan merupakan teman yang tidak dapat dipisahkan dengan tari,
sebab tari dan musik merupakan perpaduan yang harmonis. Musik atau iringan
selain sebagai pengiring tari juga berfungsi sebagai pemberi suasana tari yang
ditampilkan. Demikian juga warna bunyi untuk iringan tari, tentu disesuaikan
dengan gerak tarinya. Apabila gerak tarinya dinamis, cepat, ddan semangat, maka
warna bunyinya juga yang berirama cepat, bersemangat dan keras. Sebaliknya
gerak tari yang lemah gemulai, lembut, tenang, maka iringan musik tarinya juga
dipilih yang tenang, syahdu dan lembut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam memilih iringan ytari antara lain:
 Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari
 Iringan disesuaikan dengan penari. Maksudnya yang menari anak-anak
atau dewasa.
 Iringan disesuaikan dengan kemampuan berkreasi para siswa
 Iringan disesuaikan dengan musik yang ada

3) Properti
Properti tari dapat didefinisikan sebagai suatu alat yang digunakan dalam satu
tarian untuk tujuan menaikan nilai estetika tarian tersebut, sekaligus sebagai
media penyampaian pesan atau makna.
Bentuk, ragam dan jenis properti tari ada sangat banyak sekali. Masing-masing
tari tradisional di Indonesia memiliki propertinya sendiri-sendiri. Namun yang
perlu diketahui adalah penggunaan properti tari haruslah mempertimbangkan
fungsi, jenis, dan asas pakainya secara baik dan benar. Alasannya adalah karena
proporsi penggunaan properti umumnya secara mendasar akan menentukan
tingkat penguasaan ketrampilan penari terhadap suatu jenis tarian tersebut.

17
4) Tata Rias
Tata rias untuk kebutuhan koreografi merupakan kelengkapan penampilan yang
bersifat mutlak. Seorang penari yang akan tampil di depan publiknya selalu
mempersiapkan diri merias wajahnya. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya
pandangan mata sesorang dalam menjangkau obyek yang jauh, yang berkisar
antara 5-7m, bahkan ada yang mencapai kurang lebih 20m. Dengan
demikian,seseorang yang akan tampil dalam jarak tersebut perlu mendapat
bantuan dari peralatan kosmetik agar wajahnya tetap dapat terlihat dengan jelas.Di
samping itu tata rias juga bertujuan untuk membuat penampilan penari berbeda
dengan kondisi sehari-hari, terlebih jika tarian yang dibawakan menghendaki
penampilan wajah yang berbeda. Dengan demikian tata rias untuk koreografi
mempunyai perbedaan tertentu dengan tata rias sehari-hari. Perbedaan tersebut
bisa terletak pada aspek bentuk, bahan, atau tekniknya. Semuanya sangat
tergantung pada konsep koreografinya.
Fungsi tata rias dalam tari adalah:
 Menyempurnakan penampilan wajah.
Penyempurnaan wajah dilakukan pada penari yang tidak sesuai dengan
karakter tari yang dibawakan.
 Membantu menunjukan perwatakan atau karakter penari
Tata rias berfungsi melukiskan watak tarian dengan mengubah tampilan
wajah penari menyangkut aspek usia, ras, dan bentuk wajah.
 Memberi efek gerak pada ekspresi wajah seorang penari diatas panggung,
karena penampilan tari tampak datar ketika tertimpa cahaya lampu. Oleh
karen itu dibutuhkan tata rias untuk menampilkan dimensi wajah penari.
 Memperjelas garis-garis wajah penari untuk mengekspresikan gerak-gerak
tari. Fungsi garis tidak sekedar menegaskan, tetapi juga menambahkan
sehingga terbentuk tampilan yang berbeda dengan wajah asli penari.

18
 Memberi nilai tambah keindahan karya tari. Dengan tata rias yang baik
tentunya akan menambah keindahan karya tari yang ditampilkan.
Tata rias merupakan aspek dekorasi, mempunyai berbagai macam kekhususan
yang masing-masing memiliki keistimewaan dan ciri sendiri. Dari fungsinya rias
dibedakan menjadi delapan macam rias, yaitu:
 Rias Aksen
Memberikan tekanan pada pemain yang sudah mendekati peranan yang
akan dimainkan.
 Rias Jenis
Memberikan perubahan wajah penari berjenis kelamin laki-laki ke
perempuan demikian pula dengan sebaliknya
 Rias Bangsa
Memberikan aksen dan riasan pada penari yang memerankan bangsa lain.
 Rias Usia
Merupakan riasan yang mengubah seorang muda menjadi orang tua atau
kebalikan.
 Rias Tokoh
Diperlukan untuk memberikan penjelasan pada tokoh yang diperankan.
 Rias Watak
Merupakan ris yang difungsikan sebagai penjelas karakter/watak dari
tokoh yang diperankan.
 Rias Temporal
Riasan berdasarkan waktu ketika penari melakukan peranannya.
 Rias Lokal
Merupakan rias yang dibutuhkan untuk memperjelas keberadaan tempat
penari.

Rias wajah " Cakil "

5) Tata Busana
Busana (Pakaian) tari merupakan segala sandang dan perlengkapan yang
dikenakan penari diatas panggung. Tata busana terdiri dari beberapa bagian:
 Pakaian Dasar

19
Sebagai dasar sebelum mengenakan pakaian pokoknya. Misalnya stagen,
korset, legging, strapless
 Pakaian Kaki
Pakaian yang dikenakan pada bagian kaki. Misalnya binggel, gongseng,
kaos kaki, stoking, sepatu,sandal
 Pakaian Tubuh
Pakaian yang digunakan penari mulai dari dada sampai pinggul. Misalnya
mekak, rompi, kaos, kace, simbar dada, dll
 Pakaian Kepala
Pakain yang dikenakan pada bagian kepala. Misalnya berbagai jenis tata
rambut (hairdo) dan hiasan bentuk rambut (gelung/wig)
 Perlengkapan/accesories
Adalah perlengkapan yang melengkapi keempat pakaian tersebut di atas
untuk memberikan efek dekoratif pada karakter yang dibawakan. Misalnya
gelang, kalung, anting, sabuk, kaos tangan dll.
Busana tari tentu harus memberikan kesan yang sangat kuat dalam memberikan
dukungan pada penyajian karya koreografi.
Dalam pembuatan busana tari warna menjadi syarat utama karena begitu dilihat
warnalah yang mendapat kenikmatan utama. Warna dapat juga digunakan untuk
mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan keindahannya saja dalam
memadukan antara warna yang satu dengan warna yang lain.
Sisi lain yang harus dipertimbangkan adalah perubahan warna busana ketika
mendapat pencahayaan di atas panggung.

Kostum tokoh " Arjuna "

20
6) Tata Suara (Sound System)
Tata Suara adlah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu
acara pertunjukan, pertemuan, rapat dll. Tata suara memainkan peranan penting
dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari
tata panggung atau bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata suara erat kaitannya
dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa
mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut
meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dsn efek suara,
pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga audio power amplifier dan
speaker-speakernya.

7) Tata Cahaya (Lighting)


Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk
menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab tanpa adanya
cahaya pementasan tidak akan terlihat.
Dalam seni pertunjukan lighting terbagi menjadi dua yaitu:
 Lighting sebagai penerangan, yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas
menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat
terlihat.
 Lighting sebagai pencahayaan, yaitu fungsi lighting sebagai unsur artistik
pementasan. Fungsi ini bermanfaat untuk membentuk dan mendukung
suasana sesuai dengan tuntutan koreografinya.
Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara
lain:
 Tersedianya peralatan dan perlengkapan
Yaitu tersedianya cukup lampu,kabel,holder dan peralatan yang
berhubungan dengan lighting dan listrik.
 Tata letak dan titik fokus
Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah
jatuhnya cahaya. Pada umumnya penempatan lampu dalam pementasan
adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat
berada di daerah panggung.
 Keseimbangan warna
Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan.
 Penguasaan alat dan perlengkapan
Artinya Lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter
cahaya dari perlengkapan tata cahaya.
 Pemahaman naskah/konsep koreografi
Artinya lightingman harus paham mengenai konsep koreografi tari yang
akan dipentaskan. Selain itu juga harus memahami maksud dan jalan
pikiran koreografer sebagai penguasa pertunjukan.

21
Istilah-istilah dalam tata cahaya:
 Lampu adalah sumber cahaya
 Holder adalah dudukan lampu
 Kabel adalah penghantar listrik
 Dimmer adalah piranti untuk mengatur intensitas cahaya
 Mainlight adalah cahaya yang berfungsi untuk menerangi panggung secara
keseluruhan
 Foot light adalah lampu untuk menerangi bagian bawah panggung
 Wing light adalah lampu untuk menerangi bagian sisi panggung
 Front light adalah lampu untuk menerangi panggung dari depan
 Back light adalah lampu untuk menerangi bagian belakang panggung
 Silouet light adalah lampu untuk membentuk siluet pada backdrop
 Upper light adalah lampu untuk menerangi bagian tengah panggung
 Seri light adalah lampu yang diinstalasi secara seri atau sendiri-sendiri
 Paralel light adalah lampu yang diinstalasi secara paralel

8) Panggung (Stage)
Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan dimana interaksi
antara seluruh pendukung pertunjukan ditampilkan di hadapan penonton. Untuk
menyampaikan maksud tersebut panggung ditata dan diolah sedemikian rupa
untuk mencapai maksud yang diinginkan.
Banyak sekali jenis panggung namun pada umumnya yang sering dipakai untuk
sebuah pertunjukan adalah:
 Panggung Arena
Panggung arena adalah panggung yang penontonnya melingkar atau duduk
mengelilingi panggung. Karena bentuknya yang dikelilingi oleh penonton,
maka penata panggung dituntut kreatifitasnya untuk mewujudkan set
dekor.
 Panggung Proscenium
Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena
penonton menyaksikan aksi penari dari sebuah bingkai atau lengkung
proscenium.
Panggung seni pertunjukan modern memiliki bagian atau ruang yang secara
mendasar dibagi menjadi 3 yaitu panggung, auditorium dan ruang depan (loby).
Bagian yang paling kompleks dan memiliki fungsi artistik pendukung pertunjukan
adalah panggung.
Bagian-bagian panggung sebagai berikut:
 Border, pembatas yang terbuat dari kain yang dapat dinaikan dan
diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permainan yang
digunakan.

22
 Backdrop, layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau diturun
naikan dan membentuk latar belakang panggung.
 Batten, disebut juga kakuan yaitu perlengkapan panggung yang dapat
digunakan untuk meletakan atau menggantung benda dan dapat
dipindahkan secara fleksibel
 Penutup/flies, bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk
menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya.
 Stage house/Rumah panggung, seluruh ruang pangguang yang meliputi
latar dan area untuk tampil.
 Catwalk (jalan sempit), permukaan, papan atau jembatan yang dibuat
diatas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain sehingga
memudahkan pekerja dalam memasang dan menata peralatan.
 Tirai besi, suatu tirai khusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan
bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan jika terjadi kebakaran di
atas panggung.
 Latar panggung atas, bagian latar paling belakang yang biasanya
digunakan untuk memperluas area pementasan dengan meletakan gambar
perspektif.
 Side wing/sayap, bagian kanan dn kiri panggung yang tersembunyi dari
penonton, biasanya digunakan para pemeran menunggu giliran sesaat
sebelum tampil.
 Layar panggung, tirai kain yang memisahkan panggung dan ruang
penonton. Digunakan untuk menandai dimulainya pertunjukan dan ditutup
untuk mengakhiri pertunjukan.
 Trap jungkit, area permainan atau panggung yang biasanya dpat dibuka
dan ditutup untuk keluar masuk pemain dari bawah panggung.
 Tangga, digunakan untuk naik/turun panggung secara cepat.
 Apron, daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan penonton.
 Bawah panggung, digunakan untuk menyimpan peralatan set.
 Panggung, tempat pertunjukan dilangsungkan.
 Orchestra pit, tempat para musisi orkestra bermain.
 Front of house bar, baris lampu yang dipasang diatas penonton digunakan
untuk lampu spot.
 Langit-langit akustik, dibuat dari bahan yang dapat memproyeksikan suara
dan tidak menghasilkan gema.
 Bar, tempat menjual makanan dan minuman untuk penonton.
 Foyer, ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat
istirahat.
 Auditorium, ruang tempat duduk penonton di panggung proscenium.
 Ruang ganti pemain, ruang untuk rias dan ganti kostum.

23
B. Teknik pembuatan tata teknik pentas pada pertunjukan tari kreasi

Unsur tata pentas dalam suatu sajian tari baik karya tari bertema dan nontematik sangat
penting dimunculkan. Karena keberadaannya memberikan dimensi ruang pertunjukan yang
mampu mencerdaskan para penonton. Dimensi ruang yang dimaksud adalah memberikan
kesan imajinasi peristiwa yang dibangun pada penyajian tari berdasarkan konsep
penyajiannya.

Perencanaan adalah suatu proses untuk memantapkan apa yang akan dicapai dan
bagaimana cara mencapainya. Kegiatan utama dalam merencanakan suatu pergelaran tari
adalah menyiapkan tata pentas tari lalu kegiatan berikutnya adalah merancang dan
mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan dalam pergelaran seni tari.

24
Berikut adalah contoh setting panggung pada sebuah pertunjukan tari:

Setting panggung " Matah Ati "

Setting panggung " Mahakarya Borobudur"

Agar lebih memahami, ayo berlatih berikut.


Ayoo berlatih!
Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan contoh di atas, maka:
Buatlah perencanaan/konsep tata pentas sebuah pertunjukan tari kreasi pada panggung
proscenium untuk pertunjukan tari bertema!!

Apabila kalian telah mampu menyelesaikan latihan dengan baik, dan telah memahami,
maka kalian bisa melanjutkan pada kegiatan belajar 2 berikut.

25
Kegiatan Belajar 2

Setelah kalian belajar tentang unsur seni tari pada contoh kegiatan belajar 1, sekarang
perhatikan materi berikut!

Pengertian Tata Teknik Pentas

A. Definisi

Tata teknik pentas adalah pelaksanaan tata cara aturan serta penguasaan cara kerja benda-
benda di luar manusia/pemeran yang berada di dalam ruang dan waktu yang berlaku di
tempat pertunjukan kesenian. Menata pentas dilaksanakan berdasar pada sebuah
perencanaan yang matang, sejak merumuskan konsep pertunjukan sampai pentasnya. Tata
teknik pentas berfungsi sebagai unsur atau komponen yang penting bagi sebuah
pertunjukan, tanpa pengetahuan atau menguasai hal tersebut maka hasil secara totalitas
nilai artistik kurang baik.

B. Tata Pentas

Tata pentas dalam pengertian luas yaitu suasana seputar gerak laku di atas pentas dan
seluruh elemen-elemen visual atau yang tampak oleh mata yang mengitari pemeran dalam
pementasan. Tata pentas dalam pengertian terbatas merupakan benda yang mencetak
sebuah latar belakang fisik dan berikan batas lingkungan gerak laku. Mengacu pada
definisi di atas dapat ditarik sebuah pengertian bahwa tata pentas merupakan seluruh latar
belakang dan benda-benda yang ada di panggung guna memenuhi kebutuhan sebuah
pertunjukan. Pentas adalah sebuah lokasi dimana para penari/pemeran menampilkan seni
pertunjukan di hadapan penonton.

C. Pokok-pokok Persyaratan Tata Pentas.

Dalam mendesain sebuah pementasan mesti memperhatikan aspek-aspek ruang gerak laku.
Oleh karena seorang perancang pentas hendaknya merencanakan set-nya sedemikian rupa
sehingga:

1. Dapat memberi ruang pada gerak laku


2. Dapat memberi pernyataan suasana lakon
3. Dapat memberi pandangan yang menarik
4. Dapat dilihat dan dimengerti oleh penonton
5. Merupakan rancangan yang sederhana
6. Dapat bermanfaat terus menerus bagi penari/pemeran
7. Dapat secara efisien dibuat, disusun dan dibawa
8. Dapat membuat rancangan yang menunjukan bahwa setiap elemen yang terdapat
dalam penampilan visual pentasnya memiliki hubungan satu sama lainnya.

26
Oleh karena itu secara singkat seorang perancang pentas yang membuat set harus memiliki
tujuan yaitu:

 Lokatif yaitu penataan pentas harus dapat memberi tempat kepada gerak laku
penari/pemeran pertunjukan
 Ekspresif yaitu penataan pentas harus dapat memperkuat gerak laku dengan
memberi penjelasan, menggambarkan keadaan sekitar dan menciptakan suasana
bagi gerak laku tersebut
 Atraktif yaitu penataan pentas harus dapat memberi pandangan yang menarik bagi
penonton.
 Jelas yaitu penataan pentas harus merupakan rancangan yang dapat dilihat dan
dimengerti oleh penonton dari suatu jarak tertentu.
 Sederhana yaitu penataan pentas harus sederhana, tidak ruwet dan penonton dapat
melihat dan menarik maknanya tanpa memeras pemikiran dan perasaan.
 Bermanfaat yaitu penataan pentas harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat
bermanfaat bagi para pemeran dengan efektif dan seefisien mungkin.
 Praktis yaitu penataan pentas harus dapat secara efisien dibuat, disusun dan dibawa
serta dapat memenuhi kebutuhan teknis pembuatan tata pentas.
 Organis yaitu penataan pentas harus dapat menunjukan setiap elemen yang terdapat
di dalam penampilan visual penataannya dan memiliki hubungan satu sama
lainnya.

D. Tujuan Tata Teknik Pentas


Secara umum tujuan dan maksud tata teknik pentas adalah sebagai media mengolah
kreatifitas siswa dalam berkarya seni tari. Dalam materi gerak tari kreasi
berdasarkan tata teknik pentas kreativitas seorang siswa dapat dikembangkan sesuai
dengan kreativitas dan imajinasinya. Menurut Primadi S Tabrani , kreatifitas adalah
kemampuan manusia yang dapat membantunya untuk dapat berbuat lebih dari
kemungkinan rasional dari data dan pengetahuan yang dimilikinya. Dan, kreativitas
adalah satu kemampuan manusia yang dapat membantu kemampuan yang lain,
hingga sebagai keseluruhan dapat mengintegrasikan stimuli luar (rangsangan yang
keluar dari luar-pen) dengan stimuli dalam (yang telah dimiliki sebelumnya-
memori) hingga tercipta suatu kebulatan baru.
Menurut Jalaludin Rahmat, untuk menjadi orang yang kreatif, berikut adalah
syarat-syarat yang harus dipenuhi :
 Kreatifitas menghasilkan gagasan baru
 Kreatifitas dapat memecahkan persoalan secara realistis
 Kreatifitas merupakan usaha untuk memperoleh insight yang orisinil,
menilai dan mengembangkan sebanyak mungkin gagasan.
Intinya, kita harus bebas dari batasan-batasan yang sifatnya baku. Menurut De
Bono pencetus tentang berpikir lateral atau berpikir 2 arah, bahwa kreatifitas
terkadang terhambat oleh diri sendiri, melakukan pembatasan pada hal-hal yang
tidak diperlukan dan dilakukan secara sadar atau tidak.

27
Coleman dan Hammen menguraikan bahwa ciri-ciri orang kreatif adalah sebagai
berikut :
 Kemampuan kognitif,termasuk kecerdasan diatas rata-rata,kemampuan
melahirkan gagasan baru, gagasan yang lain dan fleksibilitas kognitif.
 Sikap terbuka, orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima aneka
stimuli, dan memiliki minat yang beragam dan berimajinasi luas.

E. Mengomunikasikan Karya Tari Kreasi Berdasarkan Tata Teknik Pentas


Setiap karya seni, pada umumnya akan disajikan kepada masyarakat atau audiens.
Ketika karya seni itu hadir di dalam masyarakat, maka disitulah terjadi interaksi
antara audiens dan karya seni tersebut. Disitu karya seni dinikmati, diamati,
diapresiasi, sehingga timbullah proses komunikasi. Dalam mengamati sebuah karya
seni tari, apresiator dapat dengan bebas menilai, mencari, dan menggali makna
visual dari sebuah karya seni tari tersebut. Fungsi seni dalam masyarakat dibagi
menjadi dua bagian yaitu fungsi rekreasi dan fungsi komunikasi. Fungsi seni di
masyarakat yang berhubungan dengan rekreasi atau wisata, apabila karya seni itu
dikonsep atau diprogram untuk menarik wisatawan. Dalam hal ini para apresiator
dapat menikmati sebuah karya seni secara langsung dan tidak langsung.
Pengamatan secara langsung ini dapat kita jumpai misalkan pada pementasan atau
pertunjukan tari. Sedangkan apresiasi karya seni yang tidak  langsung, mempunyai
pengertian apabila karya seni tersebut tidak dijadikan konsep utama. Artinya
sebuah karya seni tersebut hanya sebagai pelengkap dalam suatu acara atau
bangunan. Ini dapat dijumpai misalkan tari untuk penyambutan tamu dan pengisi
acara pada kegiatan-kegiatan tertentu.

Mengomunikasikan karya seni tari yang telah dibuat oleh peserta didik dapat
dilakukan melalui presentasi karya di kelas atau melalui pementasan di lingkungan
sekolah.
Fungsi seni dalam pengertian komunikasi adalah sebuah karya seni itu mempunyai
pesan visual yang akan disampaikan kepada masyarakat. Dalam konteks ini karya
seni menjadi mediator antara sang seniman dengan audiens. Karya seni tari dapat
dikatakan berhasil menyampaikan pesan, apabila makna dari sebuah karya tersebut
dapat dicerna dan dipahami oleh audiens atau apresiator.

Jika sudah memahami, lanjutkan pada kegiatan ayo berlatih berikut.

Ayo berlatih!!

Setelah memahami contoh di atas, buatlah sebuah pementasan karya tari


kreasi baru dengan membuat konsep tata pentas sesuai dengan tema tari yang
akan ditampilkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada pada
lingkungan sekitar, cari inspirasi dari berbagai sumber.

28
c. Penutup

Bagaimana kalian sekarang?


Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar
mengenal tata teknik pentas, berikut diberikan Tabel untuk mengukur diri
kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait
dengan penguasaan materi pada UKB ini di tabel berikut.

Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi


No Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah kalian telah memahami unsur-unsur seni
tari?
2. Dapatkah kalian menyusun komposisi unsur seni
tari menjadi komposisi yang harmonis dalam
sebuah pertunjukan tari?
3. Dapatkah kalian membuat rancangan tata teknik
pentas sesuai dengan tema tari yang akan
dipentaskan?
4. Dapatkah kalian mengkomunikasikan karya tari
kreasi baru berdasarkan tata teknik pentas?

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dalam Buku Teks Pelajaran (BTP) dan pelajari ulang
kegiatan belajar seni rupa dua dimensi yang sekiranya perlu kalian ulang
dengan bimbingan Guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk
mengulang lagi!. Dan apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan,
maka lanjutkan berikut.

Dimana posisimu?
Ukurlah diri kalian dalam menguasai materi gerak tari kreasi berdasarkan
teknik tata pentas dalam rentang 0 – 100, tuliskan ke dalam kotak yang
tersedia.

Setelah kalian menuliskan penguasaanmu terhadap materi seni tari kreasi


berdasarkan teknik tata pentas, lanjutkan kegiatan berikut untuk
mengevaluasi penguasaan kalian!.

29
Yuk...!! Cek Penguasaanmu terhadap materi seni
tari Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Teknik Tata
Pentas!!

Agar dapat dipastikan bahwa kalian telah menguasi materi seni tari gerak tari
kreasi berdasarkan teknik tata pentas, maka kerjakan soal berikut secara
mandiri di buku kerja kalian masing-masing.

1. Buat definisi atau pengertian teknik tata pentas yang kamu pahami !
2. Mengapa dalam sebuah pertunjukan tari diperlukan teknik tata pentas?
3. Bagaimanakah teknik tata pentas dapat berfungsi maksimal untuk mengolah
kepekaan estetik siswa dalam berkarya seni tari !
4. Apa kegunaan teknik tata pentas pada tari kreasi baru?
5. Jelaskan perbedaan tata teknik pentas pada panggung in door dan pnggung out
door!

Setelah menyelesaikan latihan di atas dan mengikuti kegiatan belajar seni tari
kreasi berdasarkan teknik tata pentas, bagaimana penyelesaian
permasalahan pada bagian awal pembelajaran tadi? Silahkan kalian berdiskusi
dengan teman sebangku atau teman lain. Kemudian tuliskan penyelesaian
tersebut di buku kerja masing-masing!.
Ini adalah bagian akhir dari UKB materi mengenal tata teknik pentas, mintalah
tes formatif kepada Guru kalian sebelum belajar ke UKB berikutnya.

Sukses untuk kalian!!!

30