Anda di halaman 1dari 8

MODUL

PRA PROFESI

Topik
DIAGNOSIS DALAM KEPERAWATAN

Disusun Oleh
Ns. Abdurrasyid, M.Kep.,Sp.Kep.Kom.

Universitas Esa Unggul


2019
TOPIK
DIAGNOSIS KEPERAWATAN

A. Pengantar
Modul ini akan memberikan ulasan mengenai konsep diagnosis keperawatan dalam
aktivitas pembelajaran pra profesi.

B. Kemampuan Akhir yang Diharapkan


Mahasiswa mampu menjelaskan konsep diagnosis keperawatan.

C. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan, mahasiswa mampu memahami:
1. Diagnosis dan Tipe diagnosis
2. Komponen diagnosis
3. Taksonomi diagnosis

D. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembelajaran diselenggarakan untuk memahami topik terkait dengan pendekatan,
contextual instruction dan blended learning.
2. Mahasiswa mempelajari penjelasandengan cara melakukan telaah terhadap materi
pemicu terkait topik yang dibahas secara konteksual dan visual.
3. Kegiatan dilanjutkan dengan pendekatan contextual instruction yaitu mahasiswa
melakukan pengisian tugas sesuai dengan instruksi di dalam soal yang dimuat dan
dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

E. Materi Belajar
1. Definisi dan Tipe Diagnosis
Istilah diagnosis cenderung erat kaitannya dengan keperawatan. Berbeda halnya
dengan istilah Diagnosa yang cenderung digunakan untuk penarikan kesimpulan
terhadap kondisi medik pada pasien, contoh diagnosa adalah hipertensi, diabetes
melitus, dan sebagainya. Diagnosis keperawatan adalah penilaian klinis tentang
respo manusia terhadap gangguan kesehatan atau proses kehudupan, atau
ketentanan respon dari seorang individu, keluarga, kelompok, atau komunitas.
Fokus diagnosis keperawatan dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu diagnosis aktual,
diagnosis risiko, dan diagnosis promosi kesehatan.

Diagnosis aktual adalah kesimpulan kondisi dimana kondisi tersebut adalah


mengalami masalah kesehatan. Penegakan diagnosis aktual dilakukan dengan
adanya informasi penunjang berupa Batasan karakteristik (manifestasi, tanda, dan
gejala) dan adanya faktor yang berhubungan (etiologi). Diagnosis keperawatan
risiko adalah kesimpulan kondisi dimana kondisi tersebut adalah berisiko
mengalami masalah kesehatan. Penegakan diagnosis keperawatan risiko harus
didukung oleh faktor risiko yang berkontribusi pada peningkatan kerentanan yang
terjadi. Sedangkan diagnosis potensial adalah kesimpulan kondisi dimana kondisi
tersebut memiliki potensi untuk ditingkatkan derajat kesehatannya, artinya adnya
respon yang ditunjukkan dengan suatu kesiapan untuk meningkatkan perilaku
kesehatan spesifik dan dapat digunakan pada semua status kesehatan.

2. Komponen diagnosis
Diagnosis dalam keperawatan memiliki berbagai komponen yang perlu
diperhatikan, dimana komonen yang dimaksud dibagi menjadi dua yaitu komponen
istilah dan komponen perumusan.
1) Istilah dalam diagnosis
Ada beberapa istilah penting yang harus diperhatikan terkait diagnosis
keperawatan. Jika merujuk pada North AmericanNursing Diagnosis
Association (NANDA), istilah tersebut yaitu sebagai berikut:
- Istilah Diagnosis Keperawatan adalah masalah, kekuatan, atau risiko yang
diidentifikasi pada klien, keluarga, kelompok, dan komunitas.
- Batasan karakteristik adalah tanda dan gejala yang merupakan isyarat objektif
atau subjektif)
- Faktor yang berhubungan adalah penyebab atau foktor yang berkontribusi atau
disebut juga sebagai etiologi.
- Faktor risiko adalah faktor yang menentukan atau determinan terhadap
peningkatan risiko terjadinya masalah kesehatan.
2) Komponen diagnosis
Jika merujuk pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI),
komponen diagnosis dalam keperawatan terdiri dari dua komponen utama yaitu
maslah (Problem) atau disebut juga Label Diagnosis dan Indikator Diagnosisn.
Masalah (Problem) merupakan laal diagnosis keperawatan yang
menggambarkan inti dari respon klien terhadap kondisi kesehatan atau proses
kehidupannya. Label diagnosis terdiri atas Deskriptor atau penjelasan dan
Fokus diagnosis. Berikut adalah penjelasan tetang label diagnosis pada table 1.

Tabel. 1. Contoh Deskriptor dan Fokus Diagnostik pada Diagnosis


Keperawatan menurut SDKI
No Deskriptor Fokus Diagnosistik
1 Tidak Efektif Bersihan Jalan Napas
2 Gangguan Pertukaran Gas
3 Penurunan Curah Jantung
4 Intoleransi Aktivitas
5 Defisit Pengetahuan
Deskriptor merupakan penyataan yang menjelaskan bagaiman suatu fokus
diagnosis terjadi. Berikut adalah beberapa descriptor yang digunakan dalam
diagnosis keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia
(SDKI):
Tabel 2. Deskriptor dan penjelasan
No Deskriptor Penjelasan
1 Defisit Tidak cukup, tidak adekuat
2 Disfungsi Tidak berfungsi secara normal
3 Penurunan Berkurang baik dalam ukuran, jumlah maupun
derajat
4 Gangguan Mengalami hambatan atau kerusakan
5 Tidak efektif Tidak menimbulkan efek yang diinginkan
6 Rendah Berada di bawah nilai noramal atau yang diperlukan
7 Lebih Berada di atas nilai normal atau yang diperlukan
8 Efektif Menimbulkan efek yang diinginkan

Berikutnya adalah Imdikator Diagnosis, terdiri atas penyebab, tanda/gejala, dan


faktor risiko dengan uraian sebagai berikut:
- Penyebab (etiologi)
Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status kesehatan.
etiologi dapat mencakup empat kategori yaitu kategori sosiologi, biologis sysu
psikologis, efek terapi atau tindakan, situasional atau kondisi lingkungan atau
personal, dan saturasional.
- Tanda (Sign) dan Gejala (Sympton)
Tanda merupakan data objektif yang diperoleh dari hasil pengukuran berupa
pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan prosedur diagnosistik,
sendangkan gejala adalah data subjektif yang diperoleh dari hasil anamnesis.
Tanda atau gejala dikelompokkan menjadi dua kategori, pertama adalah
Mayor, merupakan tanda/gejala yang ditemukan sekitar 80%-100% untuk
validasi diagnosis. Kedua adalah Minor, merupakan tanda/gejala tidak harus
ditemukan, namun jika ditemukan dapat mendukung penegakkan diagnosis.
- Faktor risiko
Faktor risiko merupakan kondisi atau situasi yang dapat meningkatkan
kerentanan klien mengalami masalah kesehatan.
3) Komponen perumusan
Komponen perumusan atau penulisan diagnosis dalam keperawatan memeliki
ketentuan standar baku. Jika merujuk pada standar penulisan diagnosis
keperawatan berdarkan NANDA, maka penulisan dilakukan dengan metode
Single Diagnosis. Contohnya, ketika inginmenegakkan diagnosis Nyeri maka
cukup dituliskan diagnosisnya berupa “Nyeri Akut” atau “Nyeri Kronis” sesuai
daftar diagnosis yang tertera di dalam NANDA.
Jika merujuk pada standar penulisan diagnosis keperawatan berdasarkan SDKI,
amaka penulisan diagnosis disesuaikan dengan jenis diagnosis keperawatan.
Terdapat 2 metode penulisan berdasarkan standar SDKi, yaitu
- Penulisan tiga bagian (three part)
Metode penulisan three part terdiri dari Masalah, penyebab dan tanda/gejala.
Metode penulisan ini hanya dilakukan pada diagnosis akutal dengan formulasi
“Masalah berhubungan dengan Penyebab dibuktikan dengan Tanda/Gejala”
atau dapat disingkat dengan “Masalah b.d Penyebab d.d Tanda/Gejala”.
- Penulisan dua bagian (two part)
Metode penulisan two part dilakukan untuk diagnosis risiko dan diagnosis
promosi kesehatan. Formulasi penulisan yaitu “Maslah dibuktikan dengan
Faktor Risiko” atau dapat disingkat menjadi “Masalah d.d Faktor Risiko”
3. Taksonomi diagnosis
Taksonomi didefinisikan sebagai suatu sistem penamaan dan pengoraniasisan
ssusatu ke kelompok yang memiliki kualitas serupa. Taksonomi juga merupakan
Bahasa professional yang perlu diketahui dan dipahami oleh seorang perawat dalam
membuat skema penegakan diagnosis keperawatan. Taksonomi juga dapat
dikatakan sebgai sistem klasifikasi yang disusun untuk mengharmonisasikan
teminologi keperawatan yang dipakai di berbagai negara. Taksonomi diagnosis
dalam keperawatan memuat kategori atau disebut domain dan sub kategori atau
disebut dengan kelas diagnosis.
1) Domain diagnosis
Kategori atau Domain diagnosia adalah kelompok sifat masalah kesehatan
dalam keperaatan. Jika merujuk pada International Classifitation for Nursing
Practice (ICNP), kategori/domain diagnosis dibagi menjadi lima yaitu
fisiologis, psikologis, perilaku, relasional., dan lingkungan. Jika merujuk pada
North American Nursing Diagnosis Accociation (NANDA), Domain diagnosis
dibagi menjadi dua belas yaitu promosi kesehatan, nutrisi, eliminasi/pertukaran,
aktivitas/istirahat, persepsi/kognisi, persepsi diri, hubungan peran, seksualitas,
prinsip hidup, keamanan/perlindungan, kenyamanan, dan pertumbuhan
perkembangan.
2) Kelas diagnosis
Kelas atau sub kategori dari diagnosis adalah tutunan dari pengelompokan
berdasarkan domain atau kategori. Setiap domain memiliki kelas diagnosis. Di
dalam kelas ini, nantinya terdapat daftar diagnosis-diagnosi keperawatan yang
dapat digunakan dalam menyimpulkan suatu kondisi kesehatan. berikut adalah
domain dan kelas diagnosis berdasarkan ICNP.
Tabel 3. Taksonomi Diagnosis ICNP

Taksonomin diagnosis
keperawatan

Fisiologis Psikologis Perilaku Relasional Lingkungan

Respirasi Nyeri dan Kebersihan diri Interaksi sosial Keamanan dan


Kenyamanan proteksi

Sirkulasi Integritas Ego Penyuluhan dan


pembelajaran

Nutrisi & Pertumbuhan &


Cairan Perkembangan

Eliminasi

F. Soal Latihan
1. Apa yang dimaksud dengan diagnosis keperawatan?
2. Bagamana cara penulisan diagnosis keperawatan berdasarkan SDKI?
3. Apa yang dimaksud denga taksonomi diagnosis?

G. Kunci Jawaban
1. Diagnosis keperawatan adalah penilaian klinis tentang respon manusia terhadap
gangguan kesehatan atau proses kehudupan, atau ketentanan respon dari seorang
individu, keluarga, kelompok, atau komunitas.
2. Terdapat 2 metode penulisan berdasarkan standar SDKi, yaitu Penulisan tiga bagian
(three part) terdiri dari Masalah, penyebab dan tanda/gejala. Metode penulisan ini
hanya dilakukan pada diagnosis akutal dengan formulasi “Masalah berhubungan
dengan Penyebab dibuktikan dengan Tanda/Gejala” atau dapat disingkat dengan
“Masalah b.d Penyebab d.d Tanda/Gejala” dan penulisan dua bagian (two part)
dilakukan untuk diagnosis risiko dan diagnosis promosi kesehatan. Formulasi
penulisan yaitu “Maslah dibuktikan dengan Faktor Risiko” atau dapat disingkat
menjadi “Masalah d.d Faktor Risiko”.
3. Taksonomi didefinisikan sebagai suatu sistem penamaan dan pengoraniasisan
ssusatu ke kelompok yang memiliki kualitas serupa. Taksonomi juga merupakan
Bahasa professional yang perlu diketahui dan dipahami oleh seorang perawat dalam
membuat skema penegakan diagnosis keperawatan.

H. Referensi
Riasmini, M.N., Permatasari, H., Chairani, R., Astuti, N.P., Ria, R.T.T.M., dan
Handayani, T.W. (2017). Panduan Asuhah Keperawatan Individu, Keluarga,
Kelompok, dan Komunitas dengan Modifikasi NANDA, ICNP, NOC, dan NIC di
Puskesmas dan Masyarakat. Jakarta: Universitas Indonesia.
NANDA International, Inc. (2018). Nursing Diagnoses definition and Classification
2018-2020. 7th editon. Edited by Hardman and Kamitsuru. Theme: New York,
Stuttgart, delhi, Rio de Janeiro
Tim Pkja SDKI DPP PPNI. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan
Indikator Diagnosis. (2017) Cetakan 2. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan
Perawat Nasional Indonesia.
Wiley, J., and Sons. (2014). Nursing Diagnosis – Definition and Clasification 2015-
2017. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.