Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : DIARE


Waktu : 30 menit
Sasaran : Keluarga An. Walada
Hari/Tanggal : Jumat, 12 April 2019
Tempat : Ruang Nakula 1 RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang
Penyaji : Mega Ayu Maharani
A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan anggota keluarga mampu mencegah diare
berulang pada An. A
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan anggota keluarga mampu :
a. Menjelaskan pengertian diare.
b. Menjelaskan penyebab diare
c. Menjelaskan gejala klinis diare
d. Menjelaskan pengobatan di rumah/penatalaksanaan di rumah
e. Menjelaskan kapan dibawa ke sarana kesehatan
f. Menjelaskan pencegahan terhadap diare
g. Menjelaskan cara menbuat larutan oralit
3. Pokok Bahasan
Diare
4. Sub Pokok Bahasan:
a. Menjelaskan pengertian diare.
b. Menjelaskan penyebab diare
c. Menjelaskan gejala klinis diare
d. Menjelaskan pengobatan di rumah/penatalaksanaan di rumah
e. Menjelaskan pencegahan terhadap diare
f. Menjelaskan cara menbuat larutan oralit
5. Metode
a. Diskusi
b. Ceramah
6. Media
Lembar balik
7. Pelaksanaan Kegiatan
NO. DURASI KEGIATAN RESPON
Pembuka 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
5 menit 2. Memperkenalkan 2. Memperhatikan dan
nama pada audien mendengarkan
3. Kontrak waktu 3. Memperhatikan dan
mendengarkan
4. Menjelaskan tujuan 4. Memperhatikan dan
penyuluhan. medengarkan
Isi 1. Menjelaskan Memperhatikan dan
20 menit pengertian diare. mendengarkan
2. Menjelaskan Memperhatikan dan
penyebab diare mendengarkan
3. Menjelaskan gejala Memperhatikan dan
klinis diare mendengarkan
4. Menjelaskan Memperhatikan dan
pengobatan di rumah/ mendengarkan
penatalaksanaan di Memperhatikan dan
rumah mendengarkan
5 Menjelaskan Memperhatikan dan
pence.gahan terhadap mendengarkan
diare
6. Menjelaskan cara
menbuat larutan oralit
Penutup 1. Mengajukan 3 Menjawab
5 menit pertanyaan tentang
materi penyuluhan
2. Memberikan Memperhatikan dan
kesimpulan tentang mendengarkan
penyuluhan
3. Salam penutup Menjawab salam

Liflet, lembar balik

8. Evaluasi
Struktur : menyiapkan materi penyuluhan, meminta ijin dengan sasaran yang akan
diberikan penyuluhan, melakukan kontrak waktu dan tempat untuk melakukan
penyuluhan
Proses : saat penyuluh mulai memberikan penyuluhan, sasaran mendengarkan, bersikap
kooperatif, terdapat timbal balik
9. Lampiran
Materi
Evaluasi

DAFTAR PUSTAKA
Ball Jane dan Bindler Ruth. 2005. Pediatric Nursing, Appleton and Lange.
Donna L. Wong. 2006. Clinical Manual of Pediatric Nursing. Mosby Company.
Barnard Scipien Chard Howe. 2003. Pediatric Nursing Care. The C.V. Mosby Company.
Sunoto dan kawan-kawan. 2010. Pendidikan Medik Pemberantasan Diare. Departemen
Kesehatan RI Ditjen PPM & PLP.
Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. Penerbit
Ramaiah,safitri. 2007. All You Wanted To Know About Diare. Jakarta: PT.Bhuana Ilmu Popular
Suryadi,dkk, 2006. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta: Percetakan Penebar Swadaya
Widjaja. 2007. Penyakit Trop. Epidemiologi, Penularan, Pencegahan Dan Pemberantasannya.
Jakarta: Erlangga

LAMPIRAN
MATERI
1. Pengertian
Buang air besar dalam sehari lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3x pada anak dengan
kondisi berak cair / encer.
Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari
dengan jenis tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir.

2. Penyebab Diare
Penyebab diare banyak disebabkan oleh kuman dan keracunan makanan
a. Faktor infeksi
Infeksi saluran pencernaan.
Infeksi diluar saluran pencernaan.
b. Faktor gangguan proses penyerapan makanan diusus terhadap:
Karbohidrat / hidrat arang seperti beras, roti.
Lemak, seperti daging, minyak, dll.
Protein seperti daging, kacang-kacangan, dll.
c. Faktor makanan
Makanan basi, keracunan, alergi.
d. Sebab lain, seperti:
Faktor psikologis: rasa takut & cemas serta stress.
Menurunnya kekebalan / daya tahan tubuh.

3. Tanda dan Gejala Diare


Mula-mula anak menjadi rewel, suhu badan meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak
ada kemudian timbul diare. Tinja cair, dapat disertai lendir atau darah. Warna tinja semakin
lama berubah kehijauan karena tercampur empedu, karena seringnya defekasi, anus dan
sekitarnya lecet karena tinja semakin lama menjadi asam akibat banyaknya asam laktat yang
berasal dari laktosa yang tidak diabsorbsi oleh usus selama diare. Gejala muntah dapat terjadi
sebelum dan sesudah diare (Ngastiyah, 2007, Mansjoer dkk, 2006, Asnil dkk 2003)
a. Gejala Klinis
Berak lembek / cair, sehari lebih dari 3 kali.
Kadang bercampur lendir atau darah.
b. Tanda – tanda lainya:
Dehidrasi/kekurangan cairan.
c. Bahayanya:
Panas tinggi, kejang – kejang / step.
Kurang gizi /gangguan gizi.
Gangguan kesadaran / tidak sadar.

4. Pengobatan di rumah/penatalaksanaan di rumah:


Penanganan diare di rumah/tanpa dehidrasi:
a. Beri minum lebih banyak dari biasanya.
b. Berikan makanan, teruskan ASI;
- bayi kurang dari 6 bulan yang diberikan susu formula (beli) dapat diteruskan dengan
mengencerkan duakali lipat lebih encer.
- anak lebih dari 6 bulan, makanan diteruskan yang bergizi, lunak, mudah dicerna &
tidak merangsang.
c. Bawa ke petugas kesehatan bila diare bertambah sering & banyak, sering muntah, sangat
haus, malas minum/makan, demam atau tinja berdarah atau tidak membaik dalam 3 hari
serta menunjukkan gejala yang serius.
5. Kapan dibawa ke sarana kesehatan?
a. Bila berak cair dengan jumlah lebih dari normal, rasa haus bertambah, air kencing sedikit,
muntah berulang (Dehidrasi ringan)
b. Tegangan kulit menurun/ kulit jadi kendur, demam, ubun-ubun cekung, mata cowong,
tidak dapat makan & minum seperti biasanya (Dehidrasi sedang).
c. Kesadaran menurun, kejang, terdapat darah pada kotoran (Dehidrasi berat).
6. Jenis Cairan yang tepat diberikan:
a. Cairan rumah tangga: air tajin, kuah sayur, air kecap, dll.
b. LGG (Larutan Gula Garam)
c. Oralit.

7. Pencegahan
Bayi hanya diberikan ASI saja sampai dengan umur 6 bulan.
a. Hindari penggunaan susu botol.
b. Memperbaiki cara menyiapkan & menyimpan makanan pendamping ASI.
c. Menggunakan air bersih dan matang untuk minum.
d. Mencuci tangan setelah buang air besar, sebelum & sesudah menyiapkan makanan &
minuman.
e. Membuang tinja, termasuk tinja bayi secara benar (menggunakan jamban / WC).
f. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara :
1) Memberikan ASI minimal 2 tahun pertama.
2) Meningkatkan status gizi.
8. Oralit
Berikan oralit dosis pemeliharaan sesuai umur.
Umur Setiap Mencret Dalam Waktu 4 Jam
< 1 tahun ½ gelas 400 ml (2 bungkus)
1 - 4 tahun 1 gelas 600-800 ml (3-4 bungkus)
5 - 12
11/2 gelas 800-1000 ml (4-5 bungkus)
tahun
Dewasa 3 gelas 1200-2000 ml (6-10 bungkus)

Catatan: 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200 ml.  Perkiraan oralit untuk kebutuhan 2 hari.
Cara membuat oralit:
1 bungkus oralit 200 ml dilarutkan dalam 1 gelas berisi air matang 200 ml, kemudian diaduk
sampai merata.
Cara memberikan oralit:
Berikan pada anak kurang dari 2 tahun dengan sendok setiap 1-2 menit, pada anak yang besar
dapat dengan gelas. Bila anak muntah, tunggu sebentar kemudian berikan lagi lambat-lambat.
Bila diare terus berlangsung (tanpa dehidrasi) teruskan dengan cairan rumah tangga / oralit .
Oralit bisa didapatkan di:
a. Puskesmas atau rumah sakit.
b. Posyandu.
c. Toko obat, apotik.
d. Warung atau toko tertentu.
Larutan gula garam dapat di buat dengan cara sebagai berikut:
Air matang sebanyak 5 gelas di campur dengan 8 sendok teh gula dan ½ sendok teh garam.
EVALUASI HASIL
1. Pasien dapat menjelaskan pengertian diare
2. Pasien dapat menjelaskan penyebab diare
3. Pasien dapat menjelaskan gejala klinis diare
4. Pasien dapat menjelaskan pengobatan di rumah/penatalaksanaan di rumah
5. Pasien dapat menjelaskan pencegahan terhadap diare
6. Pasien dapat menjelaskan cara menbuat larutan oralit