Anda di halaman 1dari 2

Pendekatan Regulasi

1. Undang-undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.


2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
(SPAM).
3. PP Nomor 23 thn 2005 ttg Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
4. Permen PU Nomor 20 tahun 2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum.
5. Permen PU nomor 18 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM.
6. Permendagri Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah (PPK BLUD).
7. Tabel 2.1 Satandar Kebutuhan Air Domestik dan Non Domestik
8.
Perkotaan
Kebutuhan air domestic 125 – 150 Lt/kapita/hari
Kebutuhan air non domestic 15 - 20 %
Kehilangan 20 % dari kebutuhan air
domestik
dan non domestik
Cakuan pelayanan 70 – 90 %
Pedesaan
Kebutuhan air domestic 100 - 125 Lt/kapita/hari
KU : 30 Lt/kapita/hari
Kebutuhan air non domestic 15 - 20 %
Kehilangan 5 % dari kebutuhan air domestik
dan non domestik
Cakuan pelayanan 75 %
9. Sumber : Petunjuk Teknis Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan
10.
11.

Bab 1. Pendahuluan

Berisi uraian tentang latar belakang kegiatan, maksud, tujuan dan sasaran serta ruang lingkup kegiatan.

Bab 2. Tinjauan Pustaka

Berisi landasan filosofis, sosiologis dan yuridis yang berhubungan analisis kebutuhan pegawai serta konsep
yang berhubungan desentralisasi, dan pembagian kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan

Bab 3. Metode Pekerjaan

Berisi uraian tentang pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam penyelesaian kegiatan.

Bab 4. Gambaran Umum Lokasi

Hlm. 1
Dalam bab ini akan diuraikan secara umum mengenai karakteristik wilayah dan institusi lokasi kajian.

Hlm. 2