Anda di halaman 1dari 7

4.

3 DATA DAN PERHITUNGAN


4.3.1 Data
a) Depth BHT = 6564,24 ft
b) Depth yang dianalisa = 3160 ft
o
c) Ts = 75 F
d) Hole Diameter = 12,25 inch
e) Invantion Diameter = 30 inch
f) Bed Thickness = 10 ft
g) ESSP = -30,6 mV
o
h) BHT = 219,6 F
i) Faktor Koreksi = 0,54
4.3.2 Prosedur Perhitungan
4.3.2.1 Penentuan Rw
1. Menentukan ketebalan lapisan yang akan dianalisa.
2. Menghitung temperatur formasi (Tf) :
BHT −Ts
Tf =Ts+ ( Depth BHT
xkedalaman analisa )

219,6−75
=75 + ( x 3160)
6564,24
= 144.61 oF
3. Menentukan harga Rm,Rmf, dari log resistivity (ILM) kemudian
mengoreksi harga Rmf tersebut dengan formasinya :
Rchart x Ts
Rmf =
Tf
75
= 45.5 x
144.61
= 0.234

Rmf corr =¿ 0,75 x Rmf


= 0,75 x 0.234
= 0.175
4. Menentukan harga Kc :
Kc = 61 + (0,1333 x Tf)
= 61 + (0,1333 x 144.61)
= 80.3
5. Menentukan Rweq :
Rmfc
Rweq= ESSP

10
[ Kc ]
= 0.174/10(-30.6/80.3)
= 0.073
6. Menentukan Rw dengan grafik SP 2.
Dari grafik SP-2 diperoleh Rw = 0.09 ohm
4.3.2.2 Penentuan Sw
1. Menentukan Ri : R (ILD)
Rt = Ri (ILD) x Faktor Koreksi
=0.5 x 0.54
=0.27 ohm

2. Menentukan Rclay = 0.1 ohm-m


3. Menentukan Sw
1
Sw=
√ Rt ¿¿

= 0.5
Tabel IV-1
Tabulasi Data Saturasi
No. Depth (ft) Sw So+Sg
1. 3160 0.5 0.5
2. 3162 0.506 0.494
3. 3164 0.535 0.465
4. 3166 0.402 0.598
5. 3168 0.407 0.593
6. 3170 0.391 0.609
7. 3172 0.388 0.612
8. 3174 0.362 0.638
9. 3176 0.322 0.678
4.4 Analisa Data
1. Pada kedalaman 3160 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,5 sehingga
(So+Sg) = 0,5. Jadi pada kedalaman ini dikatakan kurang prospek.
2. Pada kedalaman 3162 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,506 sehingga
(So+Sg) = 0,494. Jadi pada kedalaman ini dikatakan kurang prospek.
3. Pada kedalaman 3164 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,535 sehingga
(So+Sg) = 0,465. Jadi pada kedalaman ini dikatakan kurang prospek.
4. Pada kedalaman 3166 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,402 sehingga
(So+Sg) = 0,5971. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
5. Pada kedalaman 3168 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,407 sehingga
(So+Sg) = 0,5924. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
6. Pada kedalaman 3170 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,391 sehingga
(So+Sg) = 0,609. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
7. Pada kedalaman 3172 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,388 sehingga
(So+Sg) = 0,653. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
8. Pada kedalaman 3174 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,362 sehingga
(So+Sg) = 0,653. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
9. Pada kedalaman 3176 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,322 sehingga
(So+Sg) = 0,678. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
10. Pada kedalaman 3178 feet didapatkan nilai Sw sebesar 0,347 sehingga
(So+Sg) = 0,653. Jadi pada kedalaman ini dikatakan prospek.
4.6. PEMBAHASAN

Praktikum minggu kedua ini membahas pada acara kedua tentang


Penentuan Saturasi Air. Dalam praktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah
masing-masing fluida dari saturasi masing-masing fluida sehingga didapat volume
fluida tertentu pada suatu formasi. Selain itu, juga berguna menentukan batas
lapisan formasi mengandung minyak atau water oil contact yang akhirnya sebagai
langkah kita untuk menentukan perforasi pada formasi tersebut.
Saturasi merupakan perbandingan volume fluida terhadap jumlah volume
pori-pori. Data saturasi didapatkan dari hasil resistivitas yang berperan besar
dalam penentuannya. Jarak dalam penentuannya dibagi menjadi tiga zona berupa
uninvaded zone, transition zone, dan uninvaded zone. Dalam penentuan saturasi
air terdapat metode berupa Automatic Composated Method, Simandoux Method,
dan Dispersed Clay Method. Untuk Automatic Composed Method menggunakan
data sonic porosity dan induction resistivitylangsung ke dalam rumus Archie.
Metode ini cocok digunakan untuk dispersed shale dan batuan dengan porositas
tinggi, dimana harga menggunakan data log resistivitas dan log sonic untuk
menentukan saturasi airnya. Apabila terdapat shale maka Rt menjadi kecil.
Simandoux Method merupakan persamaan saturasi dari log resistivitas, log
densitas dan log neutron sehingga didapat porositas. Metode ini baik digunakan
dalam formasi pasir yang mengandung dispersed dan laminated shale.
Keuntungan metode ini, shale mulai diperhitungkan. Dispersed Clay Method
merupakan persamaan menggunakan log densitas dan log sonic untuk
mendapatkan data porositas. Metode ini mengganti porositas yang ada, sehingga
nilai maksimum Vdis sama dengan nilai porositas asli, namun nilai dari volume-
volume batu pasir bernilai tetap. Kelebihan metode ini adalah baik digunakan
pada shaly sand formation, cara persebaran shale diperhitungkan, dan
menunjukkan hasil cukup baik untuk kasus laminated shale. Metode
terakhir adalah Indonesia Equation Method, yaitu dikembangkan berdasarkan
karakteristik tipikal fresh water yang berada pada suatu formasi dengan
kendungan shale berkisar antara 50% - 70% yang sering dijumpai di Indonesia.
Kelebihan metode ini sudah memperhitungkan shale, dan sangat baik dalam
melakukan perhitungan saturasi air dengan low sanity water atau fresh water.
Pada praktikum kali ini didapatkan hasil saturasi air dari kedalaman 3160,
3162, 3164, 3166, dan 3168. Sw berturut-turut menurut kedalaman yang didapat
adalah 0,5, 0,506, 0,535, 0,4029, dan 0,4076. Harga tersebut diperoleh dari
metode Indonesia Water Saturation Method. Dikarenakan Rt dari hasil
perhitungan didapatkan 0,27 maka lapangan tersebut dikatakan tidak prospek,
sehingga batuan formasi kebanyakan berisi oleh air formasi.
Aplikasi lapangan dengan mengetahui saturasi air adalah untuk
menentukan cadangan minyak net tanpa dipengaruhi volume air untuk
mendapatkan hasil yang akurat dengan menggunakan log gamma ray dan log
spontaneous potential.
4.7. KESIMPULAN

1. Saturasi merupakan perbandingan Vp(fluida) dengan Vp(total)


2. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah masing-masing fluida
sehingga didapat volume fluida tertentu pada formasi.
3. Hasil saturasi air pada tiap kedalaman yang dianalisa:
a. 3160 : 0,5
b. 3162 : 0,506
c. 3164 : 0,535
d. 3166 : 0,4029
e. 3168 : 0,4076
4. Dikarenakan Rt dari hasil perhitungan didapatkan 0,27 maka lapangan
tersebut dikatakan tidak prospek, sehingga batuan formasi kebanyakan berisi
oleh air formasi.
5. Aplikasi lapangannya adalah untuk menentukan cadangan minyak net tanpa
dipengaruhi oleh volumasdasdasdasdasde air untuk mendapatkan hasil yang
akurat.