Anda di halaman 1dari 7

DESA PURWOSEKAR

KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG

Oleh Kelompok : 05

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

SEMESTER GANJIL PERIODE 2

TAHUN AKADEMIK 2019/2020


Sejarah Desa
Desa Purwosekar tidak lepas dari sejarah yang telah berkembang dalam
kehidupan masyarakat Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.Desa ini
dari awal bernama Desa Purwosekar. Secara etimologis kata Puwosekar berasal dari
Bahasa Jawa Kawi yang berarti : Purwo artinya pertama, sedangkan Sekar artinya
Berkembang “. Sebuah nama memiliki makna dan tujuan begitu pula dengan Purwosekar
diharapkan mencapai kesejahteraan rakyatnya meskipun tidak ada bukti / sejarah tertulis
tentang nama tersebut namun nama Desa Purwosekar diyakini sebagai pemberian para
leluhur pendahulu di Desa Purwosekar.

Struktur Organisasi Desa


Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Purwosekar tidak
bisa lepas dari struktur administrative pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat
dilihat dalam bagan berikut ini :

Tabel 1.4 Nama Pejabat Pemerintah Desa Purwosekar

No Nama Jabatan
1 Linda Ernaningtiyas, S.E. Kepala Desa
2 Suntono Sekretaris Desa
3 Juwita Kusumawati Kaur Umum
4 Sugiono Kaur Keungan
5 Sunardi Kebayan
6 Sutadi Kepetengan
7 H.Imam Ma’sum, S.Pd Modin
8 Soleh Kumowo
9 Ida Yulistika Kamituwo Tubo Sukosari
10 Dadang Ludiansyah Kamituwo Tubo Imansari
11 Edi Widodo Kamituwo Purboyo Ledok
12 Afif Zainuddin Kamituwo Purboyo Meduran
13 Sofiyah Staf Administrasi
Sumber: Profil Desa 2018

Secara umum pelayanan Pemerintahan Desa Purwosekar kepada masyarakat sangat


memuaskan. Beberapa warga menyatakan bahwa pelayanan umum seperti pengurusan surat –
suarat penting lainnya seperti surat kelahiran dan surat kematian, sehingga secara umum
masyarakat merasa terlayani secara baik.

Kondisi Geografis
Secara geografis Desa Purwosekar terletak pada posisi 7 o21’-7o31’ Lintang
Selatan dan 110o10’-111o40’ Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa
daratan sedang yaitu sekitar 156 m diatas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS
Kabupaten Malang tahun 2004 curah hujan di Purwosekar rata rata mencapai 2400 mm.
curah hujan di Desa Purwosekar rata rata mencapai 405,04 mm yang merupakan curah
hujan tertinggi selama kurun waktu 2013-2019.

Luas wilayah Desa Purwosekar adalah 403 Ha.Luas lahan yang ada terbagi
kedalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan seperti untuk fasilitas umum,
pemukiman, pertanian, perkebunan dan lainnya. Luas lahan yang diperuntukkan untuk
pemukiman adalah 22 Ha, pekarangan 35,644.Luas lahan yang diperuntukkan untuk
lahan pertanian adalah 130,120 Ha. Luas lahan untuk fasilitas umum musholla, masjid
dan lain lain 7,38 Ha, untuk perkantoran 0.250 M2, Gedung untuk sekolahan 0.7 M2,
tempat pemakaman umum 4000 M2 dan lain-lainnya 16,4 Ha.

Secara administrartif, Desa Purwosekar terletak di wilayah Kecamatan Tajinan,


Kabupaten Malang dengan posisi yang dibatasi oleh wilayah desa desa tetangga.
Disebelah utara berbatasan dengan desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan, disebelah
barat berbatasan dengan Desa Tajinan dan Desa Jatisari Kecamatan Tajinan, disebalah
selatan berbatasan dengan desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan, disebelah Timur
berbatasan dengan Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan.

Desa Purwosekar semula terdiri dari 3 ( tiga ) Pedukuhan / Dusun, yaitu Dusun
Tubo dan Dusun Purboyo Ledok dan Purboyo Meduran. Namun secara administratif
semula dikelompokkan menjadi dua Dusun yaitu Dusun Tubo dan Dusun Purboyo. Oleh
karena adanya perkembangan Penduduk di Desa Purwosekar, maka pada tahun 2009
Desa Purwosekar dipecah menjadi 4 (empat ) Dusun / Pendukuhan yaitu :
1. Dusun Tubo Sukosari RT 01 s/d RT 07
2. Dusun Tubo Imansari RT 08 s/d RT 14
3. Dusun Purboyo Ledok RT 15 s/d RT 23
4. Dusun Purboyo Meduran RT 24 s/d RT 30
Jarak tempuh desa Purwosekar ke ibu kota kecamatan kurang lebih 2 km, yang
dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota
kabupaten kurang lebih 20 km, yang dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 40
menit.
Kondisi Demografis
Desa Purwosekar terletak pada ketinggian 350-450 meter dpl dengan kemiringan 0-
80, suhu rata-rata Desa Purwosekar antara 25-27 ̊ C suhu terendah terjadi pada pergantian
musim dari musim kering ke musim basah (Agustus - September), sedangkan suhu tertinggi
terjadi pada. musim basah ke musim kering (bulan Mei-Juni). Curah hujan. yang cukup tinggi
menyebabkan banjir di sebagian jalan desa maupun sepanjang jalan raya hal ini disebabkan
oleh saluran air yang rusak berat.

Penyebaran penduduk Desa Purwosekar terfokus di. sepanjang jalan raya dan jalan
kampung atau bisa dikatakan dominan untuk mengumpul, lokasinya relatif dekat dan saling
berhubungan. Ada sebagian wilayah RT kawasan padat penduduk, sedangkan untuk
penduduk miskin pada umumnya tersebar disemua wilayah. Kependudukan Berdasarkan data
Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2018, jumlah penduduk Desa Purwosekar adalah
4.643 jiwa, dengan rincian 2.330 laki-laki dan 2.313 perempuan. Jumlah penduduk demikian
ini tergabung dalam 1.480 KK. Agar dapat mendeskripsikan dengan lebih lengkap tentang
informasi keadaan kependudukan di Desa Purwosekar maka perlu didentifikasi jumliah .
penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia. Berikut merupakan informasi
jumlah penduduk berdasarkan usia :

No. Usia (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)


1. 0-12 Bulan 921 19,8
2. 1-5 409 8,8
3. 6-7 152 3,3
4. 8-18 752 16,2
5. 19-56 1.717 39,3
6. 57-75 616 13,3
7. 76-94 76 1,6
Jumlah Total 4.643 100%
Sumber : Profil Desa 2018

Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 19-56 tahun Desa
Purwosekar sekitar 1.717 atau hampir 37%. Hal ini merupakan modal berharga bagi
pengadaan tenaga produktif dan SDM. Tingkat kemiskinan di Desa Purwosekar termasuk
tinggi. Dari jumlah 1.480 KK di atas, sejumlah 287 KKK tercatat sebagai Pra Sejahtera, 316
KK tercatat Keluarga Sejahtera, 342 KK tercatat Keluarga sejahtera IL,437 KK tercatat
sebagai Keluarga Sejahtera III, 98 KK tercatat Keluarga Sejahtera III+. Golongan Pra-
Sejahtera dan Golongan Sejahtera I digolongan miskin, maka lebih 40% KK Desa
Purwosekar miskin.

Kondisi Sosial Budaya


Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih
demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme
politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Purwosekar, hal
ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan–pemilihan lain (pilleg, pilpres,
pilkada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Purwosekar, sebagaimana tradisi kepala desa
pada umumnya yang mana para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trag dan
secara administratif tercatat sebagai penduduk asli Desa Purwosekar. Hal ini tidak telepas
dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan
yang harus diemban oleh penduduk asli Desa Purwosekar mulai dari nenek moyangnya
merupakan asli Desa Purwosekar fenomena inilah yang diyakini dapat Hemengku Pulung
dalam tradisi Jawa – bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan
kepada anak cucu. Mereka dipilih karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya
dengan warga desa. Kepala desa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar
peraturan, maupun norma norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan
tetap.

Meskipun demikian dalam perkembangan jaman saat ini, setiap orang yang memiliki
dan memenuhi syart-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang
berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat Kepala Desa. Dan pada
tahun 2013, pilihan kepala desa dilaksanakan secara demokratis dengan tingkat kehadiran
mencapai 90% dari jumlah hak pilih yang ada di Desa Purwosekar. Tercatat ada 4 kandidat
kepala desa pada waktu itu yang menjadi kandidat kepala desa. Pada tanggal 09 Desember
2015 Kemarin masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Malang
secara langsung.Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala desa
yakni 74% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Demikian pula pada pemilihan
presiden dan wakil presiden tahun 2014 kemarin dimana tingkat kehadiran mencapai 74%
dari daftar pemilih tetap ini adalah progress demokrasi yang cukup signifikan di Desa
Purwosekar.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal.Hiruk


pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan
sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat–sekat
kelompok pilihannya.Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong
mauapun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di kepala desa namun mekanisme pengambilan


keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan
Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung.Dengan demikian terlihat bahwa pola
kepemimpinan di wilayah Desa Purwosekar mengedepankan pola kepemimpinan yang
demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Purwosekar
mrmpunyai dinamika politik lokal yang bagus.Hal ini terlihat baik dari segi pola
kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat
dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal.Tetap terhadap
minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti
dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa
Purwosekar dirasa masih kurang mempunyai daya tarik tersendiri, hal tersebut disebabkan
oleh dampak dari pemilihan tersebut yang belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat
terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara
langsung.

Berkaitan dengan kehidupan sosial sehari–hari, suasana budaya masyarakat Jawa


sangat terasa di Purwosekar.Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat
dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa.Hal ini tergambar dari dipakainya kalender
Jawa/Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithonidan lainnya, yang
semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa. Dengan semakin
terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal – hal lama ini mulai mendapat respon
tafsir balik dari masyarakat.

Sarana dan Prasarana


Tempat ibadah :

1. Tiga masjid besar : Baitul Muttaqien, Nurul Karim, dan Sabilil Muttaqin
2. 28 musholah.

Sarana pndidikan :
1. Pendidikan anak usia dini : 1 lembaga
2. Taman kanak-kanak : 2 lembaga
3. Sekolah dasar : 2 lembaga
4. Madrasah ibtidaiyah : 2 lembaga

Di samping kerangnya sarana pendidikan tersebut, masalah ekonomi dan pandangan hidup
masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Purwosekar baru tersedia di level pendidikan dasar
(SD), sementara akses ke pendidikan menengah keatas berada di tempat lain yang relatif
jauh. Sebenarya ada solusi yang bisa menjadi alternative bagi persoalan pelatihan dan kursus.
Namun sarana atau lembaga ini juga belum tersedia dengan baik di Desa Purwosekar.
Mungkin dorongan dari pemerintah dan masyarakat leah inilah yang menjadi pekerjaan dasar
pemerintah Desa Purwosekar sekarang ini.

Potensi Desa
Wilayah Desa Purwosekar secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah
abu-abu yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Secara persentase
kesuburan tanah Purwosekar terpetakan sebagai berikut : Sangat subur 130,120 Ha, subur 120
Ha, sedang 221 Ha, hal ini memungkinkan tanaman padi untuk dapat panen dengan
menghasilkan 6,5 ton/Ha. Tanaman jenis palawija juga cocok ditanam disini.

Berdasarkan data yang masuk tanaman palawija seperti kedelai, kacang tanah,
kacang panjang, jagung, dan ubi kayu, ubi jalar, serta tenaman seperti pepaya, dan pisang
juga mampu menjadi sumber pemasukan yang cukup memuaskan bagi penduduk desa ini.
Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman tebu merupakan tanaman hasil tahunan untuk
Desa Purwosekar kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.

Pengelolaan pertanian di Desa Purwosekar masih cenderung tradisional (pengolahan


lahan, pola tanam mapun pemilihan komoditas produk pertaniannya). Produk pertanian desa
Purwosekar untuk lahan basah (sawah) di tanami padi bila musim penghujan dan tebu bila
musim kemarau. Penanaman padi di Desa Purwosekar dilakukan hanya sekali dalam satu
tahun yaitu pada musim penghujan (mulai bulan Oktober-Februari) dimaksudkan adalah
salah satu cara untuk penanggulangan hama Tikus dan lainya, hal lain terkait dengan debit air
pada musim kemarau sangat kecil seningga perlu adanya pembagian yang sangat hati-hati,
dan untuk menghindari dampak lainnya. Sedangkan untuk lahan kering (tegal) bila musim
hujan ditanami Padi Gogo dan Palawija, serta tanaman tebu.

Jadwal (Bergliran) dan persoalan mendasar lainnya adalah saluran irigasi banyak yang
rusak dan timbul kebocoran-kebocoran sehingga berdampak adanya kekurangan air pada saat
musim kemarau. Oleh karenanya, harus ada langkah strategis dalam mengatasi persoalan
pertanian dengan melakukan berbagal upaya-upaya. Perbaikan saluran irgasi/pengairan,
pengunaan teknologi tepat guna, perbaikan pola tanam, dan pemilihan komoditas alternatif
dengan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait (dinas pengairan dan dinas
pertanian). Masih banyak kelemahan-kelemahan dalam sistim pertanian untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat. Langkah alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal
tersebut adalah melakukan penyuluhan-penyuluhan serta pengadaan bibit-bibit tanaman
produktif dengan melibatkan instasi terkait (dinas pertanian) untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas hasil pertanian

Penutup