Anda di halaman 1dari 13

ANWAR DELI (KTPA BARU)

Definisi pelingkupan

1. Merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan dan
mengidentifikasi dampak penting (hipotesis) yang terkait dengan suatu rencana usaha
dan / atau kegiatan.
2. Pelingkupan adalah proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan
mengidentifikasi dampak penting hipotetis terkait dengan rencana usaha/ kegiatan.
3. Pelingkupan dapat mempunyai pengertian sebagai suatu proses pemusatan studi pada
hal-hal yang penting yang terkait dengan dampak penting (scooping is the process of
focusing the environmental study on the key aspects related to significant impacts).

Tujuan pelingkupan
Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi, mengidentifikasi dampak
penting terhadap Iingkungan, menetapkan tingkat kedalaman studi, menetapkan lingkup
studi, menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. Hasil akhir
dan proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL. Saran dan masukan masyarakat
harus menjadi bahan pertimbangan dalam proses pelingkupan.

Proses pelingkupan

1. Identifikasi dampak potensial


Mengidentifikasi segenap dampak lingkungan hidup: primer, skunder, tersier dst yang
secara potensial akan timbul. Proses identifikasi komponen lingkungan yang potensial
terkena dampak dan hasilnya berupa daftar potensi dampak lingkungan terlepas apakah
dampak tersebut berukuran besar atau kecil, positif atau negatif, penting atau tidak.
Dampak potensial digali dan kembangkan melalui berbagai sumber, seperti: pemrakarsa,
masyarakat, pakar, instansi pemerintah, pustaka, tinjauan proyek serupa dll.

Beberapa metode yang dapat dilakukan dalam identifikasi dampak potensial :

a. Telaah Pustaka
b. Interaksi Kelompok
c. Daftar Uji (checklist)
d. Overlay (tumpang tindih)
e. Bagan Alir (flow diagram)
f. Matrik Interaksi (Sederhana, Leopold, Battelle).
g. Analisis Isi/kuesioner
h. Metoda ad hoc

2. Evaluasi dampak potensial

Setelah identifikasi dampak potensial selanjutnya dilakukan evaluasi dampak Potensial.


Evaluasi Dampak Potensial esensinya adalah memisahkan dampak-dampak yang perlu
kajian mendalam untuk membuktikan dugaan (hipotesa) dampak (dari dampak yang
tidak lagi perlu dikaji). Dalam proses ini, harus dijelaskan dasar penentuan bagaimana
suatu dampak potensial dapat disimpulkan menjadi dampak penting hipotetik (DPH) atau
tidak.

Dasar penentuan bagaimana suatu dampak potensial dapat disimpulkan

a. Apakah beban terhadap komponen lingkungan tertentu sudah tinggi?. Hal ini dapat
dilihat dari hasil analisis data sekunder dan kunjungan lapangan.
b. Apakah komponen lingkungan tsb memegang peranan penting dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat sekitar (nilai sosial dan ekonomi) dan terhadap komponen
lingkungan lainnya (nilai ekologis) (sehingga perubahan besar pada kondisi komponen
lingkungan tsb akan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat dan keutuhan
ekosistem ?. Hal ini dapat dilihat dari hasil kunjungan lapangan.
c. Apakah ada kekhawatiran masyarakat yang tinggi tentang komponen lingkungan
tersebut ?. Hal ini dapat dilihat dari terjemahan hasil konsultasi masyarakat.
d. Apakah ada aturan atau kebijakan yang akan dilanggar atau dilampaui oleh dampak
tersebut?. Hal ini dapat dijawab dengan mempelajari peraturan-peraturan yang
menetapkan baku mutu lingkungan, baku mutu emisi/limbah, tata ruang dan
sebagainya.

Langkah ini pada akhirnya menghasilkan daftar kesimpulan ‘dampak penting hipotetik
(DPH)’.Dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal diharapkan menyampaikan
keluaran berupa uraian proses evaluasi dampak potensial menjadi DPH. Setelah itu
seluruh DPH yang telah dirumuskan ditabulasikan dalam bentuk daftar kesimpulan DPH
akibat rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dikaji dalam ANDAL sesuai hasil
pelingkupan. Dampak-dampak potensial yang tidak dikaji lebih lanjut, juga harus
dijelaskan alasan-alasannya dengan dasar argumentasi yang kuat kenapa dampak
potensial tersebut tidak dikaji lebih lanjut.

Tabel 2.19
Matriks Interaksi Dampak Potensial Kegiatan Penambangan Batubara PT NCN
Prakonstruksi Konstruksi Operasi Pasca
Operasi
Tahap/Jenis

9. Penerimaan tenaga kerja operasi


3. Pengadaan dan Pembebasan lahan

5. Mobilisasi tenaga kerja dan peralatan

14. Pengolahan batubara

15.Pengangkutan & Pemasaran batubara

16. Reklamasi Lahan

18. Penyerahan Fasilitas Perusahaan


12. Penggalian dan pengankutan hasil tambang
4. Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi

17. Penghentian Tenaga Kerja Operasi


1. Survei, pengukurandan perencanaan

2. Sosialisasi penambangan batubara

13. Penirisan hasilpenambangan


Tambang6. Pembangunan Infrastruktur dalam

Tambang 7. Pembangunan Infrastruktur di Luar

10. Pembersihan lahan

pucuk11. Pengupasan dan pemindahan tanah


8. Pemberhentian tenaga kerja konstruksi
Kegiatan

Komponen
Lingkungan

A. Geo-Fisik-Kimia
1. Udara
a. Iklim Mikro X X X X X
b. Kualitas Udara X X X X X X X
c. Kebisingan dan getaran X X X X X X X
2. Erosi & Sedimentasi X X X
3. Hidrologi
a. Debit sungai/alur X X X X
b. Kualitas Air Sungai/alur X X X X X
4. Transportasi/Jalan X X X
B. Biologi
1. Komunitas Flora X X X X X
2. Komunitas Fauna X X X X X
3. Biota Perairan X X X X
C. Sosial Ekonomi-Budaya
1. Kesempatan Kerja X X X X X X X X X X
2. Pendapatan Keluarga X X X X X X X X X X X
3. Potensi Konflik sosial X x X X X X X X X X X X
4. Respon Masyarakat X X X X X X X X X X X X X X X X
5. Pendapatan Daerah X X X
6. Pemilikan lahan X
D. Kesehatan Masyarakat
1. Sanitasi Lingkungan
2. Gizi masyarakat
2. Penyakit dominan X X X X X X
A. KEGIATAN DI SEKITAR
1.Kegiatan Kios X X X X X X X X X X X X
2.Kegiatan Pertanian X
3. Kegiatan Perkebunan X
4. Kegiatan Pertambangan X

Deskripsi Rencana Dampak Dampak Penting


Kegiatan: Potensial Hipotetik

1. Pra Iklim mikro


konstruksi Iklim mikro Kualitas udara
2. Kontruksi Kualitas udara Kebisingan & getaran
3. Operasi Kebisingan dan getaran Erosi & sedimentasi
Erosi dan sedimentasi Debit sungai /alur
Debit sungai/alur Kulitas air sungai / alur
Kualitas air sungai/alur Transportasi / jalan
Transportasi/jalan
Komunitas fauna Biota perairan
Biota perairan
Kesempatan kerja
Kesempatan kerja Pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga Potensi konflik social
Potensi konflik social Respon masyarakat
Respon masyarakat Pemilikan lahan
Pemilikan lahan Pendapatan daerah
Pendapatan daerah
Penyakit dominan
Penyakit dominan
Rona Lingkungan
Kegiatan kios
Hidup: Kegiatan kios Kegiatan pertanian
Kegiatan pertanian Kegiatan perkebunan
1. Fisik-Kimia Kegiatan perkebunan Evaluasi Kegiatan pertambangan
Identifikasi Kegiatan pertambangan
2. Biologi Dampak
Potensial:
Dampak
Kep.Ka
Saran, Pendapat Potensial:
BAPEDAL No.
dan Tanggapan Matrik
56/1994,
Masyarakat interaksi,
Diskusi Tim,
Diskusi Tim
Profesional
Profesional
judgment

Gambar 2.18 Bagan Alir Proses Pelingkupan Penambangan Batubara

TABEL 2.22
RINGKASAN PROSES PELINGKUPAN
Pengelolaa
n Pelingkupan
Deskripsi Lingkunga
Rencana n yang
Kegiatan sudah Komponen Damp
ak Batas
yang Direncanak Lingkunga Wilaya
Tahap Evaluasi Pentin Waktu
Berpotensi an Sejak n Terkena Dampak h Studi
Dampak g Kajian
Menimbulka Awal Dampak Potensial
n Dampak Sebagai Potensial Hipote
Lingkungan Bagian dari -tik
Rencana (DPH)
Kegiatan

PRA-
KONSTRU
KSI
Survai, Respon Keresahan Lokasi desa P Desa SOSIAL
pengukuran masyarakat masyarakat sekitar lokasi (3):
dan meningkat, lokasi kegiatan Kumpul
perencanaan dapat kegiatan, dan data: 2
berlanjut ke sebagian sekitarn minggu
tahap dari ya Analisis
berikutnya masyarakat, data: 1
berlangsung minggu
pada tahap Prakiraan
prakonstruk &
si dan Evaluasi:
konstruksi 3 minggu
Sosialisasi Respon Keresahan Lokasi desa P SDA Menyatu
penambangan masyarakat masyarakat sekitar dengan
batubara meningkat, lokasi SOSIAL
dapat kegiatan, (3)
berlanjut ke sebagian
tahap dari
berikutnya masyarakat,
berlangsung
pada tahap
prakonstruk
si dan
konstruksi

2. Prakiraan Dampak penting pada Tahap Kontruksi dan Kontruksi

Prakiraan  “estimasi” atau “peramalan”: Pendugaan dampak suatu rencana kegiatan


terhadap komponen lingkungan hidup, dilakukan melalui cara prakiraan atau peramalan.

Analisis prakiraan dampak penting pada dasarnya menghasilkan informasi mengenai


besaran dan sifat penting dampak untuk setiap dampak penting hipotetik (DPH) yang dikaji.
Karena itu dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal menguraikan hasil prakiraan secara
cermat mengenai besaran dan sifat penting dampak untuk setiap dampak penting hipotetik
(DPH) yang dikaji. Perhitungan dan analisis prakiraan dampak penting hipotetik tersebut
menggunakan metode prakiraan dampak yang tercantum dalam kerangka acuan.Metode
prakiraan dampak penting menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara
nasional dan/atau internasional di berbagai literatur yang sesuai dengan kaidah ilmiah
metode prakiraan dampak penting dalam Amdal.

Tujuan Prakiraan Dampak

• Mencari besar dampak terhadap setiap komponen lingkungan

• Memberi gambaran kuantitatif tentang dampak terhadap parameter lingkungan

• Melihat seberapa besar perubahan yang timbul terhadap keadaan lingkungan


sebagai akibat dari aktivitas pembangunan

• Membandingkan rona lingkunagan setelah dan sebelum di adakan pebangunan

• Cara melakukan prediksi (Soemarwoto,1989):


Prediksi kondisi lingkungan saat tdengan proyek = Qdp
Prediksi kondisi lingkungan saat ttanpa proyek = Qtp
• maka dampak yang diprediksi: Qdp - Qtp.

Metode Prakiraan Dampak yang dipakai antara lain :

Pendekatan Non Formal


• Ad Hoc, Interaksi Kelompok.
• Studi Pustaka
• Professional Judgement
• Analogi
• Pengalaman/instuisi
• dll
Pendekatan Formal
• Daftar Uji dengan. Bobot
• Matriks Sederhana
• Matriks Leopold
• Matriks Battelle
• Matriks Moore
• Model experimental
• Dll
Metode prakiraan dampak sosekbud

(Sudharto P.Hadi, 2005)

 Tersedia banyak metode: analogi, studi lapangan masyarakat sejenis


(field visit), penelitian lapangan, delphi, FGD, diagram alir, checklist,
dll
 Dalam praktiknya, dan memang sebaiknya, beberapa metode
dikombinasikan, misalnya:
 Kombinasi dari penelitian lapangan, analogi, dan professional
judgement
 Kombinasi dari teknik checklist dan diagram alir
 Kombinasi dari model skenario, kunjungan lapangan, dan penilaian
para ahli (professional judgement).

Tabel Prakiraan Dampak

Metode Prakiraan Dampak


Dampak Penting
Keterangan Sifat
Hipotetik Besaran
Penting
Sosial

1. Perubahan Perbandingan penggunaan Hasil overlay peta penggunaan lahan


penggunaan lahan pada periode tertentu secara time series
lahan/tata guna lahan

2. Penurunan estetika Di tapak proyek dan Proyeksi dengan professional


wilayah sekitarnya judgement oleh Dr. XYZ ahli
penataan kota
Dampak penting adalah perubahan lingkungan yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh
suatu usaha atau kegiatan; Pasal 16 UU Nomor 4 Tahun 1982, menyatakan bahwa setiap
rencana kegiatan yang diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan
wajib dilengkapi dengan AMDAL. Kriteria dampak penting berikut:

KRITERIA DAMPAK PENTING


( PP No. 27 th 2012, ps.3, ayat 1 )

1. Jumlah manusia yang akan terkena dampak


2. Luas wilayah persebaran dampak
3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. Banyaknya komponen lain yang terkena dampak
5. Sifat kumulatif dampak
6. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
7. Kriteria lain sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi

Metode Penetapan Dampak Penting


Dampak Dampak Jumlah Luas wilayah Intensi- Banyak nya Sifat Ko- Berbalik/Tida
Ling Positif atau Manusia perseba-ran tas Dam- Kpn Lingk mulatif k berbalik
Kungan Negatif yang dampak pak terkena Dampak Dampak
terkena Dampk
dampak

Kesempatan + P P TP P TP TP
kerja

Kesehatan - P TP

Pelayanan P P
Umum

3. Evaluasi secara Holistik

Pengertian Evaluasi Dampak

1. Telaahan secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting pada
lingkungan hidup, dengan sumber usaha atau kegiatan penyebab dampak.

2. Tahap akhir rangkaian ANDAL yang bertujuan mengevaluasi secara holistik


(komprehensif) berbagai komponen lingkungan yang terkena dampak penting;
sebagai dasar untuk menilai kelayakan lingkungan (alternatif) rencana
kegiatan/usaha.

3. Dalam evaluasi dampak lingkungan, aspek sosial dianalisis sebagai bagian yang
integral dengan aspek fisik-kimia dan biologi
Tujuan

Mengevaluasi dampak berbagai kegiatan secara komprehensif dan holistic. Mengambil


keputusan dampak penting yang harus dikelola dan dipantau (untuk dokumen RKL dan
RPL). Mengambil keputusan terhadap kelayakan atau ketidaklayakan suatu proyek

Evaluasi Dampak Holistik

Evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan pada dasarnya penyusun dokumen
Amdal menguraikan hasil evaluasi atau telaahan keterkaitan dan interaksi seluruh dampak
penting hipotetik (DPH) dalam rangka penentuan karakteristik dampak rencana usaha
dan/atau kegiatan secara total terhadap lingkungan hidup. Dalam melakukan evaluasi secara
holistik terhadap DPH tersebut, penyusun dokumen Amdal menggunakan metode evaluasi
dampak yang tercantum dalam kerangka acuan. Metode evaluasi dampak tersebut
menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau internasional di
berbagai literatur yang sesuai dengan kaidah ilmiah metode evaluasi dampak penting dalam
Amdal. Dalam hal rencana usaha dan/atau kegiatan masih berada pada pemilihan alternatif,
maka evaluasi atau telaahan tersebut dilakukan untuk masing-masing alternatif.

Dalam hal kajian Andal memberikan beberapa alternatif komponen rencana usaha dan/atau
kegiatan (misal: alternatif lokasi, penggunaan alat-alat produksi, kapasitas, spesifikasi
teknik, sarana usaha dan/atau kegiatan, tata letak bangunan, waktu dan durasi operasi), maka
dalam bagian ini, penyusun dokumen Amdal sudah dapat menguraikan dan memberikan
rekomendasi pilihan alternatif terbaik serta dasar pertimbangan pemilihan alternatif terbaik
tersebut. Dalam melakukan pemilihan alternatif tersebut, penyusun dokumen amdal dapat
menggunakan metode-metode ilmiah yang berlaku secara nasional dan/atau internasional di
berbagai literatur.

Kom
Kualitas Lingkungan Setelah Kegiatan Besaran Dampak Lingkungan
ponen
Lingku Kua
N ngan litas Tahap
Tahap
o Terken RL pra
praKonstru Tahap Konstruksi Tahap Operasi Tahap Konstruksi Tahap Operasi
a A Konstruk
ksi
Dampa si
k
  Kesemp 2 3       4 4   4                 -   -                    
1 atan 0 3 3
   
kerja    
                                                                 
                                                                 

Metode evaluasi dampak


1. Metode penampalan (overlays) McHarg
2. Daftar uji berskala, Adkins & Burke
3. Metode matrik
1. Matrik interaksi Leopold
2. Matrik Fisher & Davies
3. Matrik Adiwibowo
4. Metode bagan alir
5. Kombinasi metode matrik dan bagan alir
6. Ad Hoc
7. Overlays (MacHarg, 1968)
8. Network (Sorenson, 1971)
9. Checklist
10. Matrik

Tabel Contoh Keputusan Hasil Evaluasi Dampak Penting Khusus Aspek Sosial Tahap
Prakontruksi dan Kontruksi.

6 Kriteria Penentu Dampak


Rencna kegiatan dan Komponen Besaran Hasil
Penting ΣP Keterangan
Lingkungan Terkena Dampak Dampak evaluasi
1 2 3 4 5 6
A. TAHAP PRAKONSTRUKSI                    
1. Pengadaan lahan                    
a. Pola kepemilikan lahan -1 TP TP TP P TP P 2 DTP  
b. Pola pemanfaatan lahan -1 TP TP TP P TP P 2 DTP  
c. Pendapatan masyarakat 1 TP TP TP P TP P 2 DTP  
d. Sikap dan persepsi 1 P TP TP P P TP 3 DP Dikelola
B. TAHAP KONSTRUKSI                    
1. Pengadaan tenaga kerja                    
a. Kepadatan penduduk -1 TP P TP TP TP TP 1 DTP  
b. Kesempatan kerja/berusaha 1 TP TP TP P TP P 2 DTP
 
c. Sikap dan persepsi 2 P P P P TP P 5 DP Dikelola
Kriteria Evaluasi Dampak Penting :
Dilakukan dengan menginteraksikan antara besaran dampak (M=magnitude) dengan derajat kepentingan dampak (I=
important) seperti berikut:
 Apabila jumlah bobot P ≥ 2 dan P tersebut adalah kriteria no. 1 (jumlah manusia terkena dampak), maka untuk
semua besaran dampak baik positif (+) maupun negatif (-), kesimpulan dampaknya ditetapkan sebagai kategori
dampak penting (DP)
 Apabila P  2 dan angka prakiraan besaran dampak  (+/-) 2, maka kesimpulan dampaknya masuk kedalam
kategori dampak penting (DP)
 Diluar kedua kriteria di atas, kesimpulan dampaknya masuk kategori dampak tidak besar dan penting (DTP)
(Sumber: PSLH-UGM, 1998 dengan perbaikan)