Anda di halaman 1dari 61

Edisi Ke 4 - 13 Rajab 1441 H / 8 Maret 2020 M

MENGGAPAI KETAQWAAN MELALUI AWAS MENYESAL!: SEBUAH


TUNTUNAN IMAM AL-MUTTAQIN REFLEKSI SPIRITUAL BULAN RAJAB

PEDOMAN MANAJERIAL IMAM ALI MENGENAL GERAKAN


AS DALAM SURATNYA KEPADA NAHDHAH NAHJUL BALAGHAH
MALIK ASYTAR AN-NAKHAI
Mukaddimah
Alhamdulillah, segala puji hanya miliki Allah SWT. Tuhan yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang. Yang karena taufiq dan ‘inayahNya kita masih mendapa-
tkan nikmat kehidupan, kesehatan dan ketenangan. Shalawat dan salam selalu
tercurahlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Agung, Nabi Muhammad SAW
beserta Ahlulbaitnya yang suci dan juga para sahabatnya yang terpilih. Yang
menuntun kita ke jalan kebenaran dan menyinari jalan kita dengan cahaya ilahi.

Pertama, lagi-lagi kita mesti berucap syukur kepada Allah SWT atas segala cura-
han nikmat yang tak pernah henti kepada kita, termasuk nikmat yang luar bia-
sa agung, yaitu kesempatan berharga kita berjumpa dengan bulan yang penuh
dengan keberkahan dan ampunan ini, yaitu bulan Rajab. Di mana bulan ini ada-
lah bulan yang dikenal sebagai bulannya Allah, sebagaimana sabda Nabi dalam
hadisnya yang masyhur itu: “Bulan Rajab adalah bulannya Allah, bulan Sya’ban
adalah bulanku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Keberkahan bulan Rajab semakin bertambah atas kelahiran manusia mulia,


satu-satunya anak Adam yang terlahir di dalam Ka’bah. Pribadi paling utama
setelah Nabi SAW. Sahabat setia Nabi SAW dalam suka dan duka. Singa yang
ditakuti para musuh di medan laga. Abid yang melalui setiap malamnya di dalam
mihrab, bersimpuh di hadapan Si Empunya jagat raya. Kader Nubuwwah, Washi
Risalah, pemegang mandat hidayah, Amirul Mukminin dan Imamul Muttaqin. Ialah
Ali bin Abi Thalib as.

Selama hidupnya, Imam Ali as dikenal sebagai pribadi yang mewakafkan dirinya
di jalan Allah. Tak ada upah yang ia harapkan, tak ada pula pujian yang dicarinya.
Setiap apa yang ia lakukan, semata-mata itu murni karena Allah Swt. Ia hanya
mengharap dari Ridho Allah. Boleh dikata, ia adalah jelmaan dari salah satu fir-
man Allah yang berbunyi, “Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya
karena mencari keridhaan Allah; dan Allah maha Penyantun kepada hamba-ham-
ba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207).

Kedua, alhamdulillah, bertepatan dengan hari kelahirannya, kami tim redaksi


Buletin Digital HPI Iran hendak menyuguhkan karya sederhana ini dengan ta-
juk ‘Imam Ali Simbol Kepemimpinan Islam’. Dalam buletin edisi 4 ini, kami be-
rupaya menyajikan prinsip-prinsip hidup yang bersumber dari makrifah Qurani
dan Alawi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami berharap usaha sederhana ini kelak berbuah syafaatnya di hari akhir untuk
kita semua. Kami percaya, apa yang tertulis di dalam buletin ini hanya ‘secuil’
dari khazanah makrifah dan keutamaannya yang tak bertepi itu. Oleh karenanya,
kami juga mendorong pembaca sekalian untuk tidak mencukupkan diri hanya
dengan karya ini, tapi terus menggali warisan keilmuan ini dimanapun ia berada.

Singkat kata, tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
para kontributor dan orang-orang yang telah berjasa selama proses pembuatan
buletin ini, dan juga kepada para pembaca budiman yang telah menyempatkan
untuk membaca karya sederhana ini, serta mereka yang telah menyebarluas-
kan buletin ini ke pihak-pihak lain. Kami menyadari, bahwa karya ini masih jauh
dari kata sempurna. Karenanya, kami selalu terbuka menerima kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca demi karya-karya kami berikutnya yang
lebih bekualitas.

Selamat membaca!

Salam Redaksi.
PROFIL REDAKSI
PENANGGUNG JAWAB:
________________ DIV. MEDIA HPI IRAN

PEMIMPIN REDAKSI:
________________ MUHAMMAD BAGIR

EDITOR:
________________ ALI RIDHO

LAYOUT DESIGNER:
________________ ANWAR

PUBLIC RELATIONS:
________________ NAQI FATHONI

Daftar Isi
01 Menggapai Ketaqwaan Melalui Tuntunan Imam Al-Muttaqin

2 a. Faktor-faktor seorang hamba beramal buruk


3 b. Taat pada utusan Allah adalah taat pada-Nya
4 c. Putra Ka’bah, penghubung pintu langit pasca wafatnya Sang Nabi
6 d. Nahjul Balaghah, kumpulan mutiara-mutiara makrifah Ali bin Abi Thalib as
7 e. Khotbah Muttaqin (Khotbah Hammam)

7 f. Imam Ali as Sebagai Figur Ahli Taqwa Dalam Khotbah Muttaqin

10 g. Menggenggam tuntunan Maula, Merawat ketaqwaan kita, Menuju puncak!

13 Ingat Nak, Tolong Mereka yang Ditindas dan Ganyang Opresor!

19 Ali Manifestasi Keikhlasan: Menyoroti Sikap Imam Ali dalam


Peristiwa Perang Khandaq

23 AWAS MENYESAL!: Sebuah Refleksi Spiritual


Bulan Rajab

27 Pedoman Manajerial Imam Ali as dalam Suratnya kepada Malik


Asytar An-Nakhai

34 Memotret Prinsip-prinsip Pemimpin Ideal: Perspektif Al-Farabi:


Analisis terhadap Sikap Kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib As

41 Tokoh: Mengenal Penulis Al-Ghadir, Antologi Riwayat Penjelas


Suksesor Nabi

45 Mengenal Gerakan Nahdhah Nahjul Balaghah

51 Puisi

54 Selayang Pandang HPI Iran


Keluarga Besar Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran
turut berbahagia dan mengucapkan selamat atas

KELAHIRAN
IMAM ALI BIN ABI THALIB As.
SANG PUTRA KA’BAH
13 Rajab 1441 H
_01
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

Oleh: Lbrc

MENGGAPAI
KETAQWAAN
Melalui Tuntunan Imam Al-Muttaqin

Pengantar: Tulisan ini adalah studi semi komprehensif mema-


hami hirearki Imamah sebagai suksesi Nubuwwah dalam kon-
stitusi ilahi. Tulisan ini digarap dengan orientasi konsep taqwa
yang dibeberkan dalam Khotbah ke-192 Nahjul Balaghah. Tu-
lisan ini tersaji dalam bentuk seri yang berupaya mengurai 3
poin utama: Imamah, Nahjul Balaghah dan Khotbah ke-192
yang juga dikenal dengan Khotbah Muttaqin. Sekian, selamat
membaca dan selamat menyelami samudera makrifah Alawi!
_02
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

Wahai anak Adam! Tidak seharipun yang datang padamu kecuali telah disertai dengan rezeki untukmu dan ti-
dak satupun malam yang engkau lewati kecuali para malaikatKu datang membawa amal burukmu kepada-Ku.
Engkau selalu makan dari rezeki yang Aku berikan sementara perintahKu kau abaikan. Lalu dengan semua itu
engkau tetap dan selalu meminta hajat- hajatmu kepadaKu dan Akupun mengabulkannya. KebaikanKu selalu
tercurahkan kepadamu. Namun di sisi lain, hanyalah amal burukMu yang selalu datang kepadaKu. Maka lihat-
lah! betapa Pengasihnya Aku sebagai Tuhan dan betapa buruknya engkau sebagai hamba.”

(Akhlaq- e Asemani dar Ahadith-e Qodsi va Sokhanan- e Ma’shumin as, hal.16)


Apa yang terlintas dalam pikiran lah yang paling bertaqwa di antara caya diri hamba yang berlebihan,
anda saat membaca hadis qudsi kalian” (QS. Al-Hujurat: 13). Namun sehingga ia beribadah ria dengan
seperti di atas? Sekilas ketika me- kasih sayang Tuhan ini tragisnya keinginan sendiri tanpa memper-
lihat hadis tersebut, bisa jadi kita justru dikhianati hambanya dengan hatikan dan merujuk pada batasan-
akan menemukan betapa angkuh amal-amal buruk yang tidak selay- batasan yang diberikan oleh Tuhan
dan tidak bersyukurnya manusia aknya dilakukan sebagai seorang sampai ia merasa sudah banyak
karena telah mengabaikan dan hamba. beribadah dan bertaqwa padahal
‘menzalimi’ Tuhannya. a. Faktor-Faktor Seorang nyatanya yang sampai ke Tuhan
Allah Ta’ala yang begitu penuh Hamba Beramal Buruk hanyalah catatan-catatan amal bu-
kasih sayang dan bijaksana mer- ruknya, maka sungguh merugi dan
Jika diperhatikan, ada banyak fak- celakanya hamba tersebut.
awat manusia dengan mencurah- tor yang mendorong seorang ham-
kan hidayah serta karuniaNya agar ba melakukan hal tersebut. Bisa Hal terakhir ini mungkin sering kita
manusia senantiasa menapaki jadi sebab utamanya adalah keti- temukan dalam kehidupan sehari-
tangga kesempurnaan dan ber- daktahuannya akan perintah Tu- hari. Salah satunya saat seorang
lomba menjadi hamba yang paling hannya atau kesalahannya dalam hamba berkata dengan yakin, “San-
bertaqwa di sisiNya. Dengan begitu, memilih teladan yang akan men- tai saja, Tuhan Maha Memaafkan
mereka dapat menjadi yang paling gantarkannya kepada Tuhannya. dan Maha Mengetahui niat ma-
mulia disisiNya sebagaimana fir- nusia. Jadi asal niat kita baik, mau
manNya: “Sesungguhnya (orang) Namun jika sebab utamanya ada- bagaimanapun penampilan dan
yang paling mulia di sisi Allah ada- lah kesombongan dan rasa per- tindakan kita, Insyaallah akan diter-
_03
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

ima di sisiNya.” para hambaNya untuk beribadah jadi manifestasi dan penghubung
Jika anda menemukan ria dengan cara semaunya ses- antara Tuhan dengan hamba-ham-
orang yang berkata demiki- uai tafsiran pribadi atas teks-teks baNya.
an atau yang menggunakan agama dengan memberi batasan Allah Ta’ala menegaskan alasan
kata lain namun senada kepada siapa mereka harus meru- mengapa setiap hamba harus
dengan ucapan tersebut. juk untuk beribadah dan menjadi menjadikan Rasulullah sebagai te-
Maka ketahuilah 99,99% ia seorang yang bertaqwa. Demi ter- ladan dan idola dengan berfirman:
keliru mengenal Tuhan dan capainya tujuan itu, Ia mengutus
para Rasul untuk menyampaikan “Dan tidaklah ia (Muhammad)
para utusanNya. Mengapa? berbicara menurut keinginannya.
Sederhananya jika Tuhan hanya tata cara beribadah dan bertaqwa
kepadaNya. Tidak lain (ucapannya itu) ada-
menghukumi hamba berdasarkan lah wahyu yang diwahyukan” (QS.
niat saja tanpa memperdulikan apa b. Taat Pada Utusan Allah An-Najm: 3-4)
yang tampak secara lahiriah baik Adalah Taat Pada-Nya
itu penampilan fisik maupun gera- “Dan sesungguhnya engkau ber-
Tuhan berfirman dalam Qur`an budi pekerti luhur.” (QS. Al-Qalam:
kan serta tindakan seorang hamba,
maka untuk apa Tuhan memerin- “Sesungguhnya telah ada pada 4)
tahkan hambaNya shalat dengan (diri) Rasûlullâh itu suri teladan Dari sekian banyak ayat yang
menghadap kiblat dan jika melen- yang baik bagimu (yaitu) bagi menunjukkan bahwa Rasulullah
ceng beberapa derajat hingga tidak orang yang mengharap (rahmat) SAW adalah manifestasi kesem-
menghadap qiblat, maka shalatnya Allâh dan (kedatangan) hari kia- purnaan Allah Ta’ala di seluruh
tidak sah? mat dan Dia banyak menyebut alam, dapat disimpulkan bahwa
Allâh Allah Ta’ala sengaja memilih Nabi
Apakah boleh dan dihitung sah
shalat seorang hamba yang su- (QS. Al-Ahzâb: 2) Muhammad SAW yang merupakan
dah niat menghadap qiblat tetapi “Apa yang diberikan Rasul kepada- seorang manusia sempurna se-
ternyata justru membelakangin- mu maka terimalah. Dan apa yang bagai utusanNya dan menjadikan-
ya baik itu sengaja maupun tidak? dilarangnya bagimu maka tinggal- nya sebagai penghubung bagi para
Apakah dibenarkan bagi seorang kanlah…” (QS. Al-Hasyr: 7) hambaNya dalam menyampaikan
hamba merampas dan menzalimi kehendak Tuhan mereka.
Dalam 2 ayat ini Allah Ta’ala mem-
orang tak bersalah dengan niat un- berikan batasan dalam beribadah Karena tidak semua hamba memi-
tuk menyelamat- agar para hamba hanya mengiku- liki kapasitas untuk menerima
kan keluarga atau ti utusanNya saja, yaitu Rasulullah wahyu dan mengetahui kehen-
orang lain? Tentu SAW sebagai penafsir kalam-ka- dak Tuhan secara langsung. Oleh
tidak. lam Ilahi dan pribadi yang dituntun karena itu tidaklah salah ketika ada
Oleh karena itu Tu- langsung oleh Allah Ta’ala. Ber- yang mengatakan bahwa Rasulul-
han semesta alam dasarkan kualitas spiritual, beliau lah SAW merupakan satu-satunya
menutup semua SAW menempati derajat tertinggi g e r - bang untuk menuju Allah
kemungkinan bagi sehingga beliau SAW layak men- Ta’ala dan tidaklah sampai seo-
_04
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

rang hamba kepada Tuhannya jika kelanjutan nasib umat Islam yang (QS. Al-Ma’idah: 55). Seluruh
tidak melalui Rasulullah SAW. telah ia perjuangkan dengan tete- ahli tafsir satu suara dalam men-
c. Putra Ka’bah, Penghubung san keringat dan darah. Terlebih gatakan bahwa yang dimaksud
Pintu Langit Pasca Wafatnya lagi Allah Ta’ala dengan segala ayat tersebut (orang yang menun-
Sang Nabi kesempurnaanNya tidak akan me- aikan zakat dalam keadaan rukuk)
nelantarkan para makhluk ibarat adalah Ali bin Abi thalib as. Oleh
Setelah 23 tahun berada di tengah- kawanan domba tanpa gembala. karena ialah yang mendapat man-
tengah ummat sebagai gerbang
Sosok itu adalah seorang manusia dat Ilahi untuk menjadi Wali bagi
rahmat Allah dan mengantarkan
yang sejak kecil dirawat oleh Ra- para hamba Allah.
Islam pada puncak kejayaannya,
Rasul Allah yang termulia Muham- sulullah SAW. Ia adalah seseorang Di ayat lain Allah Ta’ala menegas-
mad SAW meninggalkan dunia yang masa kecilnya disuapi oleh kan bahwa ada manusia suci dari
dan melanjutkan perjalanannya tangan lembut penuh kasih Nabi dosa selain Rasulullah SAW. Mere-
menuju Sang Pencipta. Lantas sep- Allah hingga tumbuh besar hanya ka adalah Ahlulbait as. Dalam hal
eninggal Rasulullah SAW apakah dengan makanan halal dan penuh ini, Ia berfirman, “Sesungguhnya
gerbang langit akan tertutup? Apa- berkah. Ia adalah pribadi yang se- Allah bermaksud hendak meng-
kah tidak ada lagi manusia yang jak kecilnya diajarkan untuk bera- hilangkan dosa dari kamu wahai
akan menjadi perantara Tuhan dan khlak mulia layaknya utusan Tu- Ahlulbait dan membersihkanmu
hambaNya? Dimana tugas sosok han. Ia adalah pemuda yang sejak wahai ahlul bait dan membersih-
tersebut adalah menjelaskan apa kecil hingga akhir hayat Rasulullah kanmu sebersih- bersihnya” (QS.
yang telah diturunkan oleh Allah SAW selalu diajarkan segala pen- Al-Ahzab: 33). Pada ayat ini juga
Ta’ala kepada NabiNya secara te- getahuan langsung dari gerbang para ahli tafsir tidak ada yang ber-
pat tanpa ada kekeliruan, apalagi Ilmu Tuhan. Dialah sosok yang tentangan bahwa Ali bin Abi Thalib,
sampai bertentangan dengan apa dikader oleh Kekasih Tuhan untuk Fatimah Azzahra` beserta kedua
yang disampaikan dan dilakukan melanjutkan misi hidayah, taklim putra mereka Al-Hasan dan Al-Hu-
NabiNya. dan tarbiyah selepas dirinya. Ya, dia sain adalah Ahlulbait yang telah
adalah Ali bin abi Thalib as, Sang disucikan oleh Allah Ta’ala dalam
Ya, tentunya kita tak perlu risau! Putra Ka’bah. ayat tersebut.
Karena selayaknya manusia sem-
purna yang diutus oleh dzat yang Allah Ta’ala telah menjelaskan sia- Sebagaimana yang telah dise-
Maha Sempurna lagi Maha Bijak- pa saja yang akan menjadi penga- butkan sebelumnya bahwa Allah
sana, tentu suh, penolong dan pemimpin (Wali) Ta’ala dan Rasulnya tidak akan me-
saja Rasulul- bagi hamba- hambaNya dengan nelantarkan para hamba dan para
lah SAW berfirman: “Sesungguhnya pesuluk di jalan Tuhan kebingun-
tidak akan penolongmu hanyalah Al- gan tanpa seorang pemimpin yang
meninggal- lah, rasulNya dan orang- menunjukkan arah menuju ger-
kan dunia orang yang beriman yang bang langit. Maka yang akan men-
tanpa me- melaksanakan shalat dan jadi penafsir kalam-kalam Ilahi dan
mikirkan menunaikan zakat dalam menjadi penghubung antara langit
keadaan tunduk (rukuk)” dan bumi haruslah orang terpilih
_05
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

serta mendapat legitimasi dari Allah Musa as meminta kepada Allah un- Inilah sosok Ali bin abi Thalib as yang
Ta’ala selaku Sang pemilik agama tuk menjadikan Harun as sebagai dibesarkan oleh manusia paling sem-
dan Rasulullah SAW selaku penyam- penolong dan washinya. Permintaan purna, perantara langit dan bumi.
pai agamaNya. itupun dikabulkan oleh Allah. Nabi Figur yang pelantikannya sebagai
Orang tersebut harus terjamin suci Harun as kemudian mengemban tu- suksesor Nubuwwah digelar di lan-
dari segala kelalaian supaya keaslian gasnya sebagai penolong sepanjang git dan disampaikan di bumi melalui
ajaran agama yang dibawa oleh Ra- hidup dan washi serta pelanjut risalah lisan Nabi yang suci dari luput dan
sulullah SAW tetap terjaga. Karena kenabian sepeninggal Musa as. Nah, dusta. Sehingga patutlah ia menjadi
jika tidak demikian, sangatlah besar sebagaimana kedudukan dan peran Imam orang-orang bertaqwa secara
kemungkinan akan terjadi penyele- Nabi Harun adalah washi serta peno- khusus, Imam ummat muslim se-
wengan ajaran agama oleh penyam- long bagi Nabi Musa, kedudukan dan cara semi-universal dan Imam bagi
bung risalah Nabi. Entah itu karena peran Ali bin Abi Thalib as di sisi Ra- segenap manusia secara umum sep-
kesalahan ‘ijtihad’ atau didasari unsur sulullah juga sebagai washi serta pe- eninggal Rasulullah SAW. Dan sudah
kesengajaan. nolong setianya. sepatutnya pula setiap insan yang
Pada kesempatan lain, dengan tegas mengesakan Dzat Allah Ta’ala serta
Demi mencegah segala macam menerima RasulNya sebagai utusan
penyelewengan dalam agama, Nabi Rasulullah SAW mengumumkan bah-
wa Ali bin Abi Thalib as adalah pintu yang haq untuk mengikuti tuntunan
sudah mempersiapkan sejak awal kader terbaiknya yang memegang
siapa yang akan menjadi pewaris gerbang ilmu Nubuwwah. Ia bersabda:
“Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah mandat ilahi, Sang
ilmu kenabian dan menjadi gerbang Putra Ka’bah,
ilmu Nabi sepeninggalnya supaya pintunya. Barangsiapa yang hendak
memasukinya, maka ia harus mema- Ali bin Abi
nantinya umat tidak akan disesatkan Thalib as.
oleh orang-orang yang akan menga- sukinya melalui pintu tersebut!”.
ku sebagai penerus risalah tanpa le- Dalam hadis tersebut, Rasulullah
gitimasi darinya. SAW menekankan bahkan mewajib-
Rasulullah SAW dalam banyak kes- kan siapapun yang ingin mengetahui
empatan senantiasa mengulangi dan ilmu kenabian dan hal-hal yang ber-
menegaskan bahwa Ali bin Abi Thal- kaitan dengan agama baik itu aqidah,
ib adalah penjaga risalah dan washi fiqih maupun akhlaq untuk merujuk
setelahnya. Rasulullah SAW bersab- kepada Ali bin Abi Thalib as selaku
da, “Wahai Ali! kedudukanmu di sisiku gerbang kota ilmunya. Karena jika
sama seperti kedudukan (Nabi) Ha- seseorang mencari ilmu nabi tanpa
run as di sisi (Nabi) Musa as. Hanya melewati pintu ilmu kenabian maka
saja tidak akan a d a sudah pasti ia takkan sampai kesana.
nabi lagi setelah- ku”. E n - tah karena salah jalan atau
hanya menerka-nerka
Kita sama-sama men- secara buta.
getahui bahwa Nabi
_06
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

d. Nahjul Balaghah, Kumpu- Beliau adalah pribadi yang gagah Kitab ini menjadi sangat bernilai
lan Mutiara-Mutiara Makrifah berani layaknya datuknya Imam Ali karena riwayat- riwayatnya juga
Imam Ali bin Abi Thalib as as dalam melawan kezaliman dan memiliki sanad-sanad yang kuat
Sosok Ali bin Abi Thalib as sangat di saat yang bersamaan mencintai dan bisa dirujuk pada kitab Ma-
terkenal baik di dunia Islam mau- khazanah- khazanah ilmu penge- shadiru Nahj al-Balaghah wa
pun agama- agama lain dengan tahuan serta menekuninya. Asaniiduhu karya Sayyid Abduz-
sikapnya yang tegas, gagah bera- Nahjul Balaghah merupakan buku zahra` Al-Husaini yang merupakan
ni, adil, zuhud, bertaqwa dan yang yang sangat berharga, dimana di seorang ulama tersohor pada abad
paling utama adalah kedalaman dalamnya tersimpan berbagai ma- 14 hijriah. Beliaulah yang telah
ilmunya. Ucapan serta nasehatnya cam pelajaran bagi manusia dalam mengumpulkan sanad- sanad dari
selalu jadi rujukan dan pusat per- menjalani kehidupannya. Baik da- semua riwayat dalam kitab Nahjul
hatian umat manusia setelah sab- lam konteks sosial, politik dan ag- Balaghah.
da-sabda Nabi SAW. Oleh sebab ama. Isi buku ini terbagi mnjadi 3 Menelaah khotbah, surat dan hik-
itu, ada banyak buku-buku yang bagian: mah yang terdapat dalam Nahjul
ditulis dengan mengumpulkan per- Balaghah akan mengantarkan kita
Pertama, kumpulan khotbah- khot-
kataan serta riwayat- riwayat yang menyelami dalamnya ilmu peng-
bah amirulmukminin Ali bin abi
menjelaskan tentang kepribadian etahuan Sang pintu ilmu Rasulul-
thalib.
Ali bin Abi Thalib as. lah SAW dan sedikit menjelaskan
Kedua, kumpulan surat- surat yang betapa agungnya sosok Rasulul-
Salah satunya yang paling men-
ditulis oleh Ali bin Abi Thalib. lah yang telah mendidik Ali bin abi
colok adalah kitab Nahjul Balaghah
yang disusun oleh Sayyid Radhi ra. Ketiga, kumpulan hikmah dan Thalib as sebagai penerus perjuan-
Beliau adalah seorang alim ulama nasehat- nasehat pendek dari Ali gan risalah setelahnya.
yang terkemuka di abad ke 4 Hijriah. bin Abi Thalib as.
_07
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

e. Khotbah Muttaqin (Khotbah Hammam) jelma sebagai sosok orang yang berilmu, bijaksana, se-
Sekarang kita akan mencoba sedikit mengenal sosok lalu berbuat kebajikan dan selalu mempertimbangkan
Imam Ali as melalui salah satu khotbah beliau yaitu ridha serta murka Tuhan dalam setiap tindakannya.
khotbah Muttaqin atau dikenal juga dengan sebutan Sementara di malam hari, mereka menyibukkan hati
khotbah Hammam. Khotbah ini merupakan khotbah dalam mengingat sang pencipta dengan menegak-
ke-193 Nahjul Balaghah. kan shalat malam dan melantunkan ayat- ayat Ilahi
Dalam khotbah ini digambarkan bahwa sebagai pemi- dengan khusyuk penuh khidmat. Sehingga setiap kata
mpin orang-orang yang beriman dan Imam bagi dari deret-deret kalam Ilahi itu benar-benar mereka
orang-orang yang bertaqwa (selanjutnya akan dise- rasakan dan merasuk ke dalam diri mereka.
but dengan ahli taqwa), Imam Ali as diminta untuk Oleh karenanya, ketika mereka mendapati ayat-ayat
menjelaskan karakteristik ahli taqwa oleh sahabatnya yang menggambarkan kenikmatan surga, mereka
Hammam bin Syuraih. akan merasakan seolah berada di dalamnya dan se-
Mulanya, Imam Ali as enggan menjelaskan secara dang menikmati segala kenikmatan yang digambar-
detil. Imam hanya bertutur pada Hammam dengan kan sehingga merekapun tergerak serta berusaha
mengatakan “Wahai Hammam! Bertaqwalah kepada menggapainya.
Allah dan berbuatlah kebajikan, karena sesungguhn- Kemudian ketika mereka sampai pada ayat-ayat yang
ya Allah Ta’ala bersama para ahli taqwa dan orang- menjelaskan tentang kepedihan siksa neraka, mereka
orang yang berbuat kebajikan.” Akan tetapi Hammam pun bergetar seolah sedang merasakan panas serta
tidak merasa cukup dengan nasehat tersebut dan me- pedihnya siksa api neraka sehingga mereka bertekad
minta beliau untuk menjelaskan ahli taqwa dengan se- untuk tidak akan bermaksiat supaya tidak mencicipi
jelas-jelasnya hingga Hammam seolah bisa melihatn- pedihnya siksa api neraka.
ya dengan mata lahiriah. Atas permintaan Hammam,
Kemudian di tahap selanjutnya Imam as kembali
Imam akhirnya menjelaskan padanya siapa ahli taqwa
menyebutkan puluhan ciri-ciri para ahli taqwa dian-
sebenarnya.
taranya: selalu bersabar, berperawakan lemah-lem-
Disini kita akan coba mengurai penjelasan Imam ten- but, sangat tekun dalam menuntut ilmu, tetap bijak-
tang taqwa dalam 3 tahapan: Tahap awal yakni sifat sana dan cerdas, khusyuk dalam beribadah, lembut
ahli taqwa, tahap kedua terkait aktivitas keseharian dan sopan dalam bertutur kata, tidak menzalimi orang
ahli taqwa dan ketiga membahas ciri-ciri yang dimi- yang dibencinya dan tidak terjerumus dalam dosa
liki oleh ahli taqwa. demi orang yang dicintainya.
Perlu diperhatikan bahwa ada perbedaan mendasar Hammam menyimak setiap kata demi kata penjela-
antara ciri dan sifat. Sifat dapat dipahami sebagai san Sang Imam dengan seksama seolah dia bisa
karakter internal yang dimiliki oleh seseorang. Sedang-
melihat sendiri dan merasakan pengaruh dari keda-
kan ciri adalah kriteria yang nampak secara eksternal.laman maknanya terhadap dirinya. Hammam terus
Lebih jelasnya akan diurai sebagaimana berikut: menyimak dan menguatkan dirinya hingga pada akh-
Pada tahap awal Imam menjelaskan sifat-sifat ahli irnya tubuhnya tak kuasa lagi menahan beban dasyat
taqwa. Mereka adalah pribadi yang jujur dalam be- dari setiap kata yang diucapkan Imam Ali as. Ia pun
rucap, berjalan dengan kerendahan hati (tawadhu’), meninggal dunia karenanya.
yang menggunakan pendengarannya hanya untuk Melihat sahabatnya pulang menuju haribaan Rabbn-
mendengarkan ilmu yang bermanfaat. Mereka ada- ya, Imam Ali as berkata “Demi Allah, inilah yang ku-
lah orang-orang yang seandainya bukan karena ajal takutkan! Inilah mengapa aku enggan menjelaskanya
yang telah ditetapkan bagi setiap manusia, maka tidak (pada Hammam).”
sedetikpun arwah mereka akan betah berada dalam
f. Imam Ali as Sebagai Figur Ahli Taqwa Dalam
jasad-jasadnya karena tak kuasa menahan rindu ber-
Khotbah Muttaqin
jumpa Tuhan dan takut terhadap siksa neraka.
Jika kita telaah lebih dalam makna yang terkandung
Pada tahap selanjutnya dalam khotbahnya, Imam Ali
di setiap kata dari khotbah Muttaqin, kita akan mema-
as menjelaskan amalan-amalan yang dilakukan para
hami apa yang menyebabkan Hammam tak sanggup
ahli taqwa mulai dari siang hingga malam hari. Beliau
lagi mendengarkan penjelasan Imam as tentang para
menjelaskan bahwa para ahli taqwa di siang hari men-
_08
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

ahli taqwa hingga ia menghembuskan napas terakh- Allah Ta’ala untuk memasuki surgaNya, lantas menga-
irnya. Disini kita berupaya sedikit menguak makna dari pa engkau begitu banyak beribadah? Rasulullah SAW
beberapa penggalan khotbah Muttaqin lebih luas lagi menjawab, “Apakah aku tidak boleh menjadi seorang
dengan tujuan supaya kita bisa memahami makna hamba yang tahu berterimakasih?”
ketaqwaan dan juga melihat bahwa setiap sifat dan Di sini seorang hamba dituntut setiap kali ingin ber-
ciri ahli taqwa yang telah dipaparkan dalam khotbah tindak harus dengan penuh kesadaran bahwa akan
tersebut sejatinya tercermin dalam diri Imam Ali as, selalu ada ganjaran yang akan kembali kepadanya
seorang yang perkataannya adalah perwujudan dari dalam setiap perbuatannya, baik itu maksiat maupun
dirinya. ketaatan. Jadi ia tidak akan sombong dan angkuh ke-
Pada pembukaan khotbah, setelah memuji Allah tika beribadah apalagi mengancam Tuhannya dengan
Ta’ala, Imam as memulai khotbahnya dengan menga- melakukan maksiat jika hajatnya belum dikabulkan.
takan, “Sesungguhnya Allah Ta’ala ketika menciptakan Setelah ini kita akan melihat ketaqwaan dan ketaatan
makhluk, Ia tidak butuh ketaatan dan tidak terpen- Imam Ali as terhadap Allah dan RasulNya.
garuh terhadap maksiat mereka. Karena maksiat para a. Muamalah Imam Ali as dengan Tuhannya
hamba tidak akan membahayakanNya sedikitpun
dan begitu pula ketaatan mereka tidak akan memberi Imam Ali as berkata dalam penggalan khotbahnya,
manfaat apapun padaNya.” “Para ahli taqwa adalah orang-orang yang sabar da-
lam menjalani kehidupan dunia yang singkat ini demi
Di sini Imam Ali as menegaskan bahwa apapun yang mendapatkan ketenangan abadi. Ini merupakan se-
dilakukan oleh para hamba tidak akan mempengaruhi buah tijarah (perdagangan) yang sangat mengun-
keagungan Allah Ta’ala. Dengan kata lain Allah Ta’ala tungkan yang telah disiapkan oleh Allah Ta’ala bagi
akan tetap menjadi Tuhan dan berbuat selayaknya mereka”
Tuhan meskipun hambaNya bermaksiat padaNya. Ia
akan tetap berbuat adil dan memberi rezeki kepada Berdasarkan sebuah riwayat disebutkan bahwa sa-
seluruh hambaNya. bar itu terbagi menjadi 3 bagian: (1) Sabar untuk tidak
bermaksiat. (2) Sabar dalam ketaatan kepada Allah
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Musa as Ta’ala. (3) Sabar kala menghadapi musibah.
bertanya kepada Allah Ta’ala, “Wahai Tuhanku! Apa-
kah engkau akan tetap memberi rezeki kepada Fir’aun Allah Ta’ala berfirman:
sementara ia mengaku sebagai tuhan? Allah Ta’ala “Wahai orang- orang yang beriman! Maukah kamu
menjawab, “Meskipun Fir’aun tidak menghamba pada- Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat
Ku, aku tidak akan berhenti menjadi Tuhan baginya.” menyelamatkan kamu dari dari azab yang pedih?
Begitu juga ketika hamba taat padaNya, hal itu tidak Yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan
akan menambah keagungan dan kesempurnaan Al- berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itu-
lah Ta’ala. Setiap kebajikan dan ketaatan yang dilaku- lah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.
kan akan kembali kepada hamba itu sendiri. Niscaya Allah akan mengampuni dosa- dosamu dan
memasukkan kamu kedalan surga yang mengalir di
Karena itu apabila seorang hamba melakukan keta- bawahnyasungai- sungai, dan tempat- tempat ting-
atan, hendaknya ia tidak menjadikan amalnya sebagai gal yang baik di dalam surga ’Adn itulah kemenangan
legitimasi untuk menyombongkan diri dihadapan Tu- yang agung. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu
han dan makhlukNya! Toh perbuatan baiknya juga sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenan-
kembali untuk dirinya sendiri dan dibalas oleh Tuhan gan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita
dengan berbagai bentuk. Yang harus dilakukan keti- gembira kepada orang- orang mukmin.” (QS. Ash-
ka berbuat kebaikan adalah bersyukur kepada Allah Shaff: 10-13)
dan makhlukNya, karena telah memberi kesempatan
padanya untuk berbuat baik dan bertaqwa. Dalam penggalan khotbah ini, Imam Ali as men-
gibaratkan kesabaran layaknya sebuah barang da-
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah gangan yang mana harga dan nilainya adalah sebuah
SAW ditanya oleh salah satu istri beliau setelah meli- ketenangan abadi sementara pembelinya adalah Allah
hat betapa Rasulullah SAW begitu giat dan suka berib- Ta’ala. Di sisi lain, Allah Ta’ala menyebutkan dalam ki-
adah kepada Tuhannya hingga kakinya membengkak, tabNya bahwa salah satu bentuk dagangan-dagangan
“Wahai Rasulullah! Sungguh engkau telah dijamin oleh yang ditawarkan dan layak dibeli adalah iman kepa-
_09
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

da Allah dan RasulNya serta jihad di jalanNya dengan Imam Ali as yang memerankan sosok yang sabar da-
harta atau jiwa. Selanjutnya kita akan menyaksikan lam ketaatannya terhadap perintah Allah tanpa terje-
bagaimana Imam Ali as telah melakukan transaksi rumus dalam hawa nafsunya tatkala ia dihinakan dan
dengan Sang Pencipta dengan keimanan dan jiwanya tidak membalasnya, akan tetapi ia menunggu sampai
sebagai komoditas dagangannya. “Allah Ta’ala yang membalasnya”
Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa tatkala Ra- Salah satu perang yang terjadi dalam sejarah Islam
sulullah SAW hendak meninggalkan Mekkah dan ber- adalah perang Khandaq. Perang ini juga sering dise-
hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW meminta Imam but sebagai perang Ahzab. Perang ini terjadi karena
Ali as untuk menggantikan posisinya tidur di tempat dendam kesumat orang-orang Yahudi Madinah pada
tidur Rasulullah guna mengelabuhi kaum musyrikin Rasulullah dan kaum muslimin. Mereka menghasut
yang pada malam itu sudah mengepung rumah beliau kaum kafir Qurays untuk beraliansi dengan mereka
SAW. Mereka yang telah siap dengan pedang terhunus dan menyerang kaum muslimin yang saat itu berada
berniat membunuh Rasulullah pada malam itu juga di di Madinah.
atas tempat tidurnya. Setelah mendengar kabar bahwa kaum muslimin
Saat itu Imam Ali as hanya bertanya kepada junjun- akan diserang oleh berbagai kelompok dari musuh,
gannya, “Apakah engkau akan selamat wahai Rasu- Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat
lullah jika aku menggantikanmu berbaring di tempat tentang cara menghadapi serangan tersebut. Para sa-
tidurmu?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya, aku akan habatpun mengemukakan pendapat mereka. Salman
selamat.” Mendengar jawaban junjungannya Imam Ali Al-Farisi ra mengusulkan untuk menggali parit di se-
as bersyukur. Ia rela menaati perintah Allah dan Ra- keliling kota Madinah agar pasukan musuh tidak dapat
sulNya dengan hati yang tulus. Ia menjalankan perin- masuk ke Madinah dengan mudah. Usulan ini diterima
tah ini sebagai jihad serta menjadikan jiwanya sebagai sebagai strategi yang akan diambil kaum muslimin.
barang ‘dagangan’ di altar Tuhan, berharap Allah Ta’ala Adalah Amr bin Abdi Wudd, jawara terkuat Qurays
berkenan bertransaksi dengannya. satu-satunya orang yang berhasil melewati parit
Pada malam itu pula Allah Ta’ala berkata kepada Jibril dengan kudanya dan masuk ke Madinah. Ia lantas
as dan Mikail, “Saat ini Ali (as) telah siap mengorbank- menantang kaum muslimin yang tepat berada di ha-
an jiwanya untuk Rasulullah SAW, turunlah kalian ke dapannya. “Adakah pejuang (di antara kalian) yang be-
bumi dan jadilah penjaga baginya.” rani berduel denganku?” katanya. Ia kemudian meng-
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang gertak dan menghina aqidah kaum muslimin dengan
melakukan transaksi dengan Imam Ali as dan meng- berkata, “Kemana Surga yang kalian yakin akan masuk
ganjarnya dengan kemuliaan di sisiNya serta ke- kesana setelah mati? Apakah tidak ada lelaki pejuang
menangan, tanpa langsung mengambil barang da- di antara kalian yang mau berduel denganku?
gangannya. Peristiwa ini diabadikan oleh Allah Ta’ala Setiap kali Amr bin Abdi Wudd menantang kaum
dalam kitab suciNya dalam Surah Al-Baqarah ayat muslimin, Imam Ali as selalu berdiri dan memohon
207 yang berbunyi, “Dan di antara manusia ada yang izin dari Rasulullah untuk menjawab tantangan musuh
mengorbankan diriNya untuk mencari keridhaan Al- Allah tersebut. Namun Rasulullah memerintahkannya
lah. Allah Maha penyantun kepada hamba- hambaN- untuk tetap duduk sambil melihat apakah ada di an-
ya.” Para ahli tafsir sependapat bahwa ayat ini turun tara kaum muslimin yang akan menjawab tantangan
untuk menjelaskan keutamaan Imam Ali as. itu. Akan tetapi tidak satupun dari mereka yang ber-
b. Balasan Allah bagi kaum yang berbuat zalim sedia selain Imam Ali as. Akhirnya untuk kali ketiga
melalui Imam Ali as Imam Ali as memohon izin untuk bertempur. Rasu-
lullah SAW mengizinkannya dan mengiringi kepergi-
Penggalan lain dari khotbah Muttaqin ini berbunyi: “Ciri annya dengan doa, “Ya Allah! Ia (Ali) adalah saudaraku
orang bertaqwa adalah orang yang ketika dizalimi, ia dan anak dari pamanku, janganlah Kau biarkan aku
akan bersabar hingga Allah yang akan membalasnya” seorang diri (karena kehilangannya)!”
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya Imam Ali as pun dengan gagah berani memba-
bahwa ada tiga pembagian sabar di antaranya adalah wa nama Islam beranjak menuju medan laga untuk
sabar dalam taat kepada Allah Ta’ala dan sabar un- bertempur dengan Amr bin Abdi Wudd, petarung
tuk tidak bermaksiat, saat ini kita akan melihat sosok
_10
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

terkuat pasukan musuh yang tel- la-mula ia meminta izin terlebih ridha Allah. Kenapa? karena hal itu
ah menggetarkan hati mayoritas dahulu kepada Rasulullah SAW dilakukan atas izin Rasulullah SAW.
kaum muslimin. Sebelum memulai selaku Nabi pembawa Syari’at Is- Artinya yang sedang ia jalankan tak
pertempuran Imam Ali as masih lam sebelum bertempur. Meskipun lain dan tak bukan adalah perintah
menyempatkan diri untuk berdak- dalam dadanya telah berkobar se- Allah Ta’ala.
wah dan mengajak Amr bin Abdi mangat untuk menumpas kecong- Dengan kata lain Allah Ta’ala-lah
Wudd untuk memeluk agama Is- kakan musuh Islam. yang membalas penghinaan Amr
lam. Namun ajakan tersebut dito- Kesabaran Imam Ali as dalam bin Abdi Wudd terhadap kaum
lak oleh Amr dan ia lebih memilih ketaatan juga tergambar saat ia muslimin (khususnya Imam Ali
bertempur. Selang beberapa saat maju dengan hati yang bergejolak as yang diludahi) melalui pedang
terjadi duel sengit yang berakhir namun ia masih sempat mendak- Sang Imam. Bagaimana bisa?
dengan robohnya Amr di tangan wahkan Islam kepada musuh Al- Karena Imam telah bersabar saat
Imam Ali as. Robohnya Amr sontak lah. Dan puncak kesabaran Imam dizalimi dan ia tidak menebas Amr
disambut gema takbir kaum mus- Ali as terlihat saat wajah sucinya di- demi harga dirinya. Dengan begitu,
limin. ludahi oleh musuh Islam tersebut. Imam as telah menjadi kehendakn-
Ketika Imam Ali as hendak meng- Saat itu Imam Ali as mundur se- ya Allah Ta’ala saat menebas Amr.
habisi nyawa orang yang telah jenak guna memastikan dengan Sekiranya Imam Ali as mem-
menghina saudara-saudara sei- benar bahwa ketika ia akan mem- bunuhnya saat amarahnya sedang
mannya tersebut, Amr bin Abdi bunuh Amr bin Abdi Wudd, hamba bergejolak dan mengotori niat
Wudd meludahi wajah mulia Imam Allah yang ingkar dan kafir yang sucinya, maka ia telah gagal dalam
Ali as, Sang penolong Nabi SAW. juga merupakan seorang manu- bersabar dalam ketaatan men-
Pada saat itu Imam Ali as mun- sia, akankah ia bunuh atas dasar jalankan perintah Allah dan terje-
dur sejenak menenangkan hatinya keridhaan Allah Ta’ala? Atau atas rumus ke dalam maksiat terhadap
kemudian maju dan melancarkan dasar amarahnya saat diludahi? Allah karena telah menuruti hawa
pukulan terakhirnya yang mene-
waskan Amr bin Abdi Wudd dan Di sinilah kita akan menemukan nafsunya.
membawa kemenangan bagi pa- salah satu makna ‘bersabar tat- Peristiwa ini juga merupakan prin-
sukan Islam. kala dizalimi hingga Allah yang sip kunci yang hendak diajarkan
akan membalasnya’. Apa itu? Yaitu oleh sang Imam. Yakni selama kita
Dalam kisah heroik ini kita bisa tebasan yang Imam Ali as laku- mampu membalas ketika dizalimi
menyaksikan bagaimana kesaba- kan untuk menamatkan riwayat -dengan syarat masih tetap berada
ran Imam Ali as dalam ketaatan- Amr bin Abdi Wudd berdasarkan dalam koridor ketaatan terhadap
nya terhadap perintah Allah. Mu-

_11
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Menggapai Ketaqwaan Melalui Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Tuntunan Imam Al-Muttaqin ifty w

perintah Tuhan dan tidak melaku- sama saat bekerja penuh peluh di ke-
kannya karena hawa nafsu- maka bun. Jika kita mau memahami tindak
balaslah! Karena itu artinya Tuhan se- tanduknya pada satu sektor, mustahil
dang membalaskannya melalui tan- kita berlepas dari tindak tanduknya di
gan kita sendiri. sektor lain.
g. Menggenggam Tuntunan Sayyid Radhi ra dalam pengantar
Maula, Merawat Ketaqwaan Nahjul Balaghah dengan baik meng-
Kita, Menuju Puncak gambarkan integritas ini:
“Siapapun yang membaca dan meng-
Dari tulisan berseri ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa seorang hamba kaji ucapan-ucapan Imam Ali as, ia
yang ingin menjadi orang bertaqwa, iatidak akan ragu mengatakan bahwa
berkewajiban untuk memahami dan hikmah-hikmah tersebut keluar dari
mengikuti kehendak Tuhannya. lisan orang yang seumur hidupnya
Dan untuk mengetahui apa kehen- menghabiskan waktunya dalam men- Persona Imam Ali as
dak Tuhannya, ia harus merujuk pada gamalkan hikmah yang ia ucapkan. adalah satu persona
manusia-manusia pilihan yang telah multidimensional yang
ditentukan oleh Allah dan RasulNya. Ketika seseorang mengkaji perihal
Agar ia tidak salah dalam bertindak kezuhudan melalui hikmah-hikmah
integral. Ia adalah pan-
dan merasa sudah bertaqwa -entah Imam Ali as mengenai zuhud, ia akan glima perang dan di saat
apakah itu dengan caranya sendiri yakin bahwa yang mengucapkannya yang sama ayah bagi
atau dengan mengikuti petunjuk yang pasti telah menghabiskan seluruh anak-anak yatim. Ia
salah dari orang-orang yang keliru- usianya dalam kezuhudan dan sen-
padahal di saat yang sama ternya- antiasa beribadah di sudut rumahnya.
yang mengangkat wa-
ta ia justru senantiasa mengirimkan Ia juga (pengkaji itu) tidak akan per- jah penuh keberanian di
catatan amal buruknya kepada Tuhan nah menyangka bahwa orang yang hadapan musuh dan di
Pencipta alam. mengucapkan kata-kata penuh hik- saat yang sama ham-
Dengan mengkaji kandungan khot- mah dan begitu fasih nan indah terse- ba yang menelungkup-
bah Muttaqin kita dapat merasakan but disaat yang sama adalah seorang kan wajahnya di hada-
bagaimana keagungan Imam Ali as panglima perang pemegang panji Is-
sebagai pemimpin para ahli taqwa. lam dalam setiap perang di barisan pan Tuhan. Ali as yang
Kita juga dapat memahami keluasan terdepan sebagai tameng Rasulullah duduk di kursi pemer-
ilmu beliau Imam Ali as yang notabe- SAW” intahan adalah Ali as
ne merupakan satu-satunya manusia Sebagai penutup, mari kita akhiri den- yang sama saat bekerja
yang menjadi penghubung antara gan sebuah pesan abadi yang sey-
langit dan bumi sepeninggal Rasulul- ogyanya dijadikan bahan renungan penuh peluh di kebun.
lah SAW. setiap ahli taqwa kala melalui siang
dan malamnya. Yaitu ketika kita dipu-
Persona Imam Ali as adalah satu per-
ji, jangan senang dulu. Kembali in-
Jika kita mau mema-
sona multidimensional yang integral. hami tindak tanduknya
Ia adalah sebaik-baik guru dan di saat trospeksi diri lalu katakan pada diri
yang sama sebaik-baik murid. Ia ada- sendiri “Sungguh aku lebih mengeta- pada satu sektor, mus-
lah panglima perang dan di saat yang hui diriku sendiri dibanding orang lain tahil kita berlepas dari
sedangkan Tuhanku lebih mengeta-
sama ayah bagi anak-anak yatim. Ia
hui apa yang ada pada diriku (diband-
tindak tanduknya di
yang mengangkat wajah penuh ke- sektor lain.
beranian di hadapan musuh dan di ing diriku sendiri). Ya Allah! Jangan-
saat yang sama hamba yang senan- lah engkau hukum aku berdasarkan
tiasa menelungkupkan wajahnya di perkataan mereka. Jadikanlah diriku
hadapan Tuhan. Ali as yang duduk di lebih baik dari apa yang mereka kira
kursi pemerintahan adalah Ali as yang dan ampunilah aku atas dosa-dosaku
yang tidak mereka ketahui!”

_12
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Dosa yang terbesar


adalah (dosa) yang
diremehkan oleh
pelakunya.

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 348


_13
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ingat Nak, Tolong Mereka yang
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
Ditindas dan Ganyang Opresor!

Ingat Nak,
TOLONG MEREKA
yang Ditindas dan Ganyang Opresor!
Oleh: MMA

S
etelah Ibnu Muljam menebas kepa-
la suci beliau dengan pedang beracun,
Imam Ali as terbaring lemah selama dua
hari sebelum mereguk kesyahidan. Menjelang
kematian, seorang manusia biasanya akan
memberikan wasiat yang menurutnya paling
penting. Begitupula Imam Ali as. Berikut ini
adalah salah satu penggalan wasiat yang dis-
ampaikan Imam Ali as dalam saat-saat gen-
ting itu kepada kedua putranya;

‫كوان للظامل خصام و للمظلوم عوان‬


“Jadilah musuh bagi orang zalim dan peno-
long bagi orang yang dizalimi” (Surat ke-47
Nahj al-Balaghah)

Sedemikian penting kedudukan perlawanan


terhadap kezaliman dan pembelaan terha-
dap orang-orang yang dizalimi dalam Islam
sehingga Imam Ali as ketika mendekati kes-
yahidannya masih sempat-sempatnya meng-
ingatkan kedua putranya untuk tetap berada
di garis ini. Meskipun wasiat ini disampaikan
kepada Imam Hasan dan Imam Husain as,
bukan berarti hanya beliau berdua yang harus
memegang prinsip ini. Ini adalah pesan pent-
ing seorang pemimpin yang telah dipilih oleh
Allah, yang ucapannya adalah hukum dan ke-
wajiban bagi seluruh muslim. Oleh karenanya,
_14
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ingat Nak, Tolong Mereka yang Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Ditindas dan Ganyang Opresor!
ifty w

kita yang mengaku sebagai pengi- Amtsal menjelaskan bahwa ‫ خصم‬Di ayat lain juga disebutkan:
kut Imam Ali as. sudah seharusnya adalah pertentangan. Dalam kon- ‫َما َك َن ِ َل ِم ْن ِع ْلٍۢ ِبلْ َم َ ِل ْ َال ْع ٰ ٓل ِا ْذ َ ْي َت ِص ُم ْو َن‬
kita juga memegang prinsip ini. teks pengadilan, kedua pihak yang “Aku tidak mempunyai pengeta-
bertikai disebut dengan ‫خصم‬. huan sedikit pun tentang Al-Ma-
Resistensi Penindasan dan la’ul A’la itu ketika mereka saling
Menolong Kaum Tertindas Se- Turunan kata yang masih satu rum- berdebat” (QS. Shad: 69)
bagai Prinsip pun kata ‫ خصم‬disebutkan beberapa
kali di dalam Al-Quran. Allah SWT Kita bisa mengambil kesimpulan
Kata ‫ خصم‬dalam Al-Quran mun- berfirman: bahwa di dalam Al-Quran kata ‫خصم‬
cul pada Surat Shad ayat 21. Sy- ‫ِا ْذ َد َخلُ ْوا عَ ٰل د َٗاو َد فَ َف ِز َع ِمنْ ُ ْم قَالُ ْوا َل َت ْ َۚف خ َْص ٰم ِن‬ memiliki dua unsur. Unsur pertama
ekh Thabarsi dalam Tafsir Majma’ “Ketika mereka masuk menemui adalah perbuatan sebagaimana
Al-Bayan menjelaskan kata ‫خصم‬ Dawud lalu dia terkejut karena (ke- disebutkan pada ayat pertama, dan
sebagai seseorang yang memili- datangan) mereka. Mereka berka- unsur kedua adalah ucapan se-
ki klaim tertentu terhadap orang ta, Janganlah takut! (Kami) berdua bagaimana disebutkan dalam ayat
lain atau memiliki hak yang ingin sedang bertengkar” (QS. Shad: 22) kedua. Berdasarkan uraian di atas,
dituntut atas seseorang. Ayatullah dapat dipahami bahwa kita diperin-
Makarim Shirazi dalam Tafsir Al- tahkan untuk melawan kezaliman
_15
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ingat Nak, Tolong Mereka yang
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran I : +98 905 915 6293
w
Ditindas dan Ganyang Opresor!

baik dengan perbuatan maupun kami, keluarkanlah kami dari neg- Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi
ucapan. eri ini (Mekah) yang penduduknya orang yang melakukan kezali-
zalim. Berilah kami pelindung dari man.” (QS. Thaha: 111)
Kata ‫ عون‬dalam wasiat Imam Ali di sisi-Mu, dan berilah kami penolong
atas memiliki makna pemberi per- dari sisi-Mu.” (QS. An-Nisa’: 75) Ayat di atas menyebutkan bahwa
tolongan atau penolong. Salah satu orang zalim telah merugi. Dengan
kata yang memiliki akar kata ‫عون‬ Penulis kitab tafsir Athyab al-Bayan melakukan kezaliman, dia telah
dalam Al-Quran kita baca setiap Sayyid Abdul Husein Thayyib saat mengurangi kemuliaannya di ha-
hari dalam shalat, yaitu ayat keli- menjelaskan ayat ini berkata “da- dapan Allah swt dan makhlukNya.
ma dari Surat al-Fatihah (‫اايك نعبد و اايك‬ lam ayat ini bisa dikatakan bahwa Orang lain akan melihatnya den-
‫ )ن�ستعني‬yang berarti “Hanya kepada- seorang muslim wajib membantu gan pandangan buruk atas apa
mulah kami menyembah dan han- dengan daya dan kekuatan yang yang telah dia perbuat. Hal ini, se-
ya kepadamu pula kami meminta dimiliki ketika melihat kaum mus- dikit banyak akan mempengaruhi
pertolongan”. Dengan begitu, maka limin sedang dianiaya”. mentalnya dalam menjalani ke-
‫ و للمظلوم عوان‬secara gamblang berar- hidupan dan berinteraksi dengan
ti menolong orang yang tertindas Definisi Keadilan dan orang lain. Ini adalah salah satu
atau yang teraniaya. Kezaliman bentuk kerugian yang akan diala-
mi orang zalim. Selain itu, dia tel-
Menolong orang yang teraniaya Kezaliman (‫ )ظمل‬adalah lawan kata ah menzalimi Allah swt dengan ti-
atau yang dirampas haknya ada- dari keadilan (‫)عدل‬. Kita sering men- dak menaatiNya, karena Allah swt
lah kewajiban kita sebagai seorang definisikan keadilan dengan ‘mele- memiliki hak mutlak untuk ditaati.
muslim. Berkenaan dengan hal ini takkan sesuatu pada tempatnya’.
Allah SWT dalam Al-Quran berfir- Artinya, ketika kita melakukan se- Allah SWT mengancam orang
man: suatu yang tidak seharusnya kita zalim dengan berfirman:
ِ ّ ٰ ِ‫َو َما لَ ُ ْك َل تُ َقا ِتلُ ْو َن ِ ْف َس ِب ْيل‬
ِ‫الل َوالْ ُم� ْس َتضْ َع ِف ْ َي ِم َن ّ ِالر َجال‬ lakukan, maka kita telah melaku-
َّ ‫ َوال ِن ّ َس ۤا ِء َوالْ ِو ْ َل ِان َّ ِال ْي َن ي َ ُق ْولُ ْو َن َربَّنَا ٓ َا ْخ ِر ْجنَا ِم ْن ٰه ِذ ِه الْ َق ْري َ ِة‬kan sesuatu yang bertentangan ‫الس ِب ْي ُل عَ َل َّ ِال ْي َن ي َ ْظ ِل ُم ْو َن النَّ َاس َوي َ ْبغ ُْو َن ِف ْ َال ْر ِض ِبغ ْ َِي‬
ِ‫الظال ِم‬ َّ ‫ِان َّ َما‬
‫َا ْهلُهَاۚ َوا ْج َع ْل لَّنَا ِم ْن َّ ُلن َْك َو ِل ًّياۚ َوا ْج َع ْل لَّنَا ِم ْن َّ ُلن َْك ن َِص ْ ًيا‬ dengan keadilan, yaitu kezaliman. ۤ
‫الْ َح ّ ِۗق ُاو ٰلى َك لَه ُْم عَ َذابٌ َا ِل ْ ٌي‬
ِٕ
“Sesungguhnya kesalahan hanya
“Dan mengapa kamu tidak mau Allah SWT. berfirman:
ada pada orang-orang yang ber-
berperang di jalan Allah dan َ ‫َو َعنَ ِت الْ ُو ُج ْو ُه ِللْ َح ّ ِي الْ َقيُّ ْو ِۗم َوقَدْ خ‬
‫َاب َم ْن َ َح َل ُظلْ ًما‬ buat zalim kepada manusia dan
(membela) orang yang lemah,
“Dan semua wajah tertunduk di melampaui batas di bumi tanpa
baik laki-laki, perempuan maupun
hadapan (Allah) Yang Hidup dan (mengindahkan) kebenaran. Mere-
anak-anak yang berdoa, “Ya Tuhan

_16
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ingat Nak, Tolong Mereka yang Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Ditindas dan Ganyang Opresor!
ifty w

ka itu mendapat siksa yang pedih”. longan.’” yang biasa bagi orang-orang yang
(QS. Asy-Syu’ara: 42) berakal. Bahkan, hewan pun ketika
Jika kita menghubungkan ayat ini disakiti akan membela diri. Akan
Siapa Mazlum? Bagaimana dengan ayat ke-75 Surat An-Nisa, tetapi, pada dua ayat setelahnya
Kita Melawan Zalim? Al-Quran menjelaskan bahwa seo- Allah SWT berfirman:
rang muslim ketika dizalimi tidak
Mazlum (‫ )مظلوم‬adalah orang yang boleh menyerah kepada kezaliman ‫َول َ َم ْن َص َ َب َوغَ َف َر ِا َّن ٰذ ِ َل ل َ ِم ْن ع َْز ِم ْ ُال ُم ْو ِر‬
menjadi objek kezaliman. Ia ada- itu. Dan jika tidak mampu mela- “Dan barangsiapa yang bersabar
lah pihak yang ditindas, dianiaya wan kezaliman tersebut sendirian dan memaafkan, Sesungguhnya
dan dirampas haknya. Contohn- maka ia wajib meminta pertolon- itu adalah bagian dari kehendak
ya jika seseorang mencuri barang gan kepada saudaranya. Sedang- yang kuat.” (QS. Asy-Syu’ara: 43)
orang lain, maka pemilik asli ba- kan seorang muslim yang men-
rang tersebut adalah pihak yang dengar saudara seagamanya yang Di sini Allah memberi kita pilihan
mazlum. Begitu pula korban dari teraniaya meminta pertolongan, ia lain selain membalas, yaitu bers-
kejahatan lain. Di dalam Al-Quran wajib menjawab permintaan tolong abar dan memaafkan. Opsi kedua
banyak disebutkan kata yang satu tersebut dan membantunya. ini memiliki posisi yang lebih mulia
arti dengan mazlum. Dalam meng- di sisi Allah. Bersabar dan me-
hadapi orang zalim, Allah memberi Mengenai sikap yang harus dilaku- maafkan adalah satu cara untuk
petunjuk kepada orang-orang ma- kan oleh orang yang teraniaya, Al- melawan kezaliman. Dengan bers-
zlum dengan berfirman: lah SWT juga berfirman: abar dan memaafkan tali dendam
yang berkepanjangan akan terpu-
ُ ِ َ‫َو َّ ِال ْي َن ِا َذا ٓ َا َصابَ ُ ُم الْ َبغ ُْي ُ ْه يَنْت‬
‫ص ْو َن‬ ‫ص ب َ ْعدَ ُظلْ ِم ٖه فَ ُاو ٰلۤى َك َما عَلَيْ ِ ْم ِ ّم ْن َس ِب ْي ٍ ۗل‬
َ َ ‫َول َ َم ِن انْ َت‬ tus dan akan memperbaiki hubun-
ِٕ
“Dan orang-orang yang ketika “Dan sesungguhnya orang yang gan antarmanusia.
dizalimi mereka meminta perto- membela diri sesudah teraniaya,
longan” (QS. Asy-Syu’ara: 39) tidak ada satu dosa pun untuk Selain itu, ini juga merupakan satu
mereka.” (QS. Asy-Syu’ara: 41) cara untuk menyadarkan orang
Raghib Isfahani dalam menjelas- zalim. Dalam Ghurar al-Hikam
kan ayat ini berkata “Kata ‫ انتصار‬be- Dalam ayat ini kata ‫ انتصار‬memili- hadis 213 disebutkan bahwa “Kesa-
rarti meminta pertolongan, jadi ter- ki arti membela diri. Allah SWT baran adalah kemenangan”. Imam
jemahan dari ayat ini adalah ‘dan mengizinkan orang yang teraniaya Shadiq as juga dalam satu riwayat
orang-orang yang ketika dizalimi untuk membela diri dan mem- berkata “Berapa banyak kesaba-
(mereka tidak menyerah pada balas ketika dizalimi. Dia tidak akan ran sesaat yang menyebabkan ke-
kezaliman itu) dan meminta perto- mendapat dosa dalam pembelaan bahagiaan yang panjang.” (Bihar
dirinya. Tentunya, ini adalah hal

_17
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ingat Nak, Tolong Mereka yang
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
Ditindas dan Ganyang Opresor!

al-Anwar, jilid 68: hadist ke-45) menerima pemerintahan pada zaman


itu, yaitu membela orang-orang lemah
Acapkali memaafkan bisa mengubah dan teraniaya serta melawan kezali-
orang yang memusuhi kita menja- man.
di teman akrab. Apalagi jika kita tetap
berbuat baik dan menjaga hubungan Dalam khotbah lainnya, Imam Ali as.
dengannya. Allah SWT berfirman: berkata “Aku akan membalaskan den-
dam orang yang terzalimi dari yang
‫ه َا ْح َس ُن فَ ِا َذا َّ ِال ْي بَيْنَ َك‬ َِ ‫الس ِي ّئَ ُة ۗ ِا ْدفَ ْع ِبل َّ ِ ْت‬ ‫ل‬
َّ َ َ َ ‫و‬ ُ
‫ة‬ َ ‫ن‬‫س‬ � ‫ح‬
َ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ى‬‫و‬ِ ‫ت‬
َ ْ َ menzaliminya dan akan aku ikat hi-
‫س‬ �َ ‫ت‬ ‫ل‬َ ‫و‬
ِ‫َوبَيْنَ ٗه عَدَ َاو ٌة َكَن َّ ٗه َو ِ ٌّل َح ْ ٌي‬ dung mereka serta menyeret mereka
“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kepada muara kebenaran meskipun
kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) mereka membencinya”. Artinya, tidak
dengan cara yang lebih baik, sehingga hanya berhenti di pembelaan kepada
seseorang yang memiliki permusu- orang-orang teraniaya dan perlawa-
han denganmu seakan berubah men- nan terhadap kezaliman, Imam Ali as
jadi seperti teman yang setia.” (QS. juga memaksa orang-orang zalim un-
tuk kembali ke jalan kebenaran. Hal
“Berapa banyak Fusshilat: 34)
ini dilakukannya semata-mata demi
kesabaran Lebih Dari Sekedar Melawan tercapainya tujuan luhur risalah Rasu-
sesaat yang Kezaliman lullah Muhammad SAW dan para Nabi
terdahulu as yang termaktub dalam fir-
menyebabkan
kebahagiaan Yang dilakukan Imam Ali selain men- man Allah:
gambil hak orang-orang yang teraniaya
yang panjang.” adalah membawa orang-orang zalim ‫لَقَدْ َا ْر َسلْنَا ُر ُسلَنَا ِبلْ َب ِ ّينٰ ِت َو َا ْن َزلْنَا َم َعهُ ُم ْال ِك ٰت َب َوالْ ِم ْ َي َان ِل َي ُق ْو َم النَّ ُاس‬
untuk kembali ke jalan kebenaran. Ini ِۚ‫ِبلْ ِق ْسط‬
- Imam Ja’far As-Shadiq as.
adalah sebuah dasar Islam yang sangat Dan Kami telah mengutus rasul-rasul
penting dan ditekankan oleh Al-Quran Kami dengan bukti-bukti yang nyata
dalam Surat An-Nisa ayat 75 di atas. dan kami turunkan bersama mereka
kitab dan neraca agar manusia dapat
Ya, falsafah asli dalam pembentukan berlaku adil. (QS. Al-Hadid: 25)
pemerintahan dan hukum-hukum Is-
lam adalah untuk menjaga hak orang- Tentunya, dalam melaksanakan pesan
orang teraniaya dan melindungi mereka. Imam Ali as ini kita harus memperha-
Orang-orang zalim dengan menggu- tikan hukum-hukum prinsipil dalam
nakan kekuatan yang mereka miliki amar ma’ruf nahi munkar dan difa’. Se-
telah bertindak sewenang-wenang ke- belum melakukan perlawanan terha-
pada orang lemah dan mengambil har- dap kezaliman, kita harus menentukan
ta bahkan nyawa mereka. Oleh karena dengan apa kita melawan. Apakah den-
itu, jika Imam Ali as sebagai pemimpin gan perkataan ataukah perbuatan. Ini
orang-orang mukmin tidak melakukan semua bisa kita ketahui dengan mem-
perlawanan terhadap terhadap kese- perhatikan hukum-hukum tersebut.
wenang-wenangan ini, maka Islam tel-
ah kehilangan dasarnya. Imam Ali as telah menjadi figur yang
paling anti terhadap kezaliman dan ter-
Atas dasar ini pula Imam Ali as meng- depan dalam membela orang-orang
utarakan kerelaannya menerima pe- teraniaya. Berapa banyak kezaliman di
merintahan orang-orang yang duduk di dunia pada saat ini dan berapa banyak
tahta kepemimpinan umat Islam pada orang-orang teraniaya yang berteriak
zaman itu. Sebagaimana yang beliau meminta bantuan kepada saudaranya.
sampaikan dalam khotbah Syiqsyiqi- Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk
yah. Beliau as mengatakan alasannya mengikuti sosok agung yang menjadi
panutan kita ini?

_18
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Barangsiapa yang meman-


dang buruk aib-aib yang dimi-
liki seseorang sedangkan ia
sendiri melakukannya, maka
sesungguhnya ia adalah seo-
rang yang dungu.

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 348


ALI

KEIKHLASAN:
MANIFESTASI
Menyoroti Sikap Imam Ali di Perang Khandaq
Oleh: Zaky Askariy

Amir al-Mu’minin Ali bin Abi Thalib lainnya. Maka dari itu, dapat kita dengan pembahasan utama dalam
as adalah teladan abadi bagi seluruh ketahui bahwa salah satu cara un- tulisan sederhana ini.
umat manusia. Betapa tidak? Semua tuk mencapai kesempurnaan adalah Perang Khandaq
sifat kesempurnaan yang bisa di- dengan meneladani manusia-manu-
capai oleh seorang manusia dapat Perang Khandaq (parit) atau sering
sia yang telah sampai pada puncak
ditemukan dalam dirinya. Imam Ali juga disebut perang Ahzab terjadi
kesempurnaan tersebut.
as adalah perwujudan dari nilai-nilai pada bulan Syawal tahun ke-5 Hi-
Tentunya untuk meneladani seseo- jriyah antara kaum Muslimin yang
luhur kemanusiaan dan Islam. Beliau
rang, mula-mula kita harus men- dipimpin Nabi Muhammad SAW
as adalah seorang manusia yang tel-
genal pribadi tersebut dengan dengan kelompok yang terdiri dari
ah sampai pada puncak keimanan, membaca dan mempelajari sejarah beberapa kabilah Arab.
ibadah, akhlak, dan pada saat yangkehidupannya.
sama adalah seorang politisi yang Dalam sejarah kita dapati bahwa
membangun sebuah komunitas. Banyak sekali pelajaran yang dapat alasan terjadinya perang ini adalah
kita ambil dari sejarah Imam Ali as,
Manusia diciptakan untuk menca- salah satunya adalah kisah beliau karena kaum Yahudi dari bani Nadir
pai kesempurnaan. Kita memahami as pada peperangan Khandaq. Disi- melanggar perjanjian damai den-
bahwa Imam Ali as merupakan satu ni penulis akan menjelaskan secara gan Rasulullah SAW dan berusaha
figur yang berada pada puncak ke- singkat terkait perang ini dan men- membunuh beliau SAW. Akibat pe-
sempurnaan bersama para ma’sum yoroti satu peristiwa yang terkait langgaran perjanjian ini, Nabi saw

_19
Ali Manifestasi Keikhlasan:
Menyoroti Sikap Imam Ali dalam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Peristiwa Perang Khandaq Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
memutuskan untuk mengepung mer- keadaan tenang dan hanya karena Al-
eka. Tidak terima dengan perlakuan lah SWT.”
Nabi SAW tersebut, mereka menghasut Imam ali as tidak mau memenggal
“Wahai Ali, kabilah-kabilah Arab untuk menyerang kepala Amr karena dilandasi kemar-
kota Madinah.
mengapa tadi ahannya, ia hanya akan memenggal
Kaum muslimin menggali parit se- kepalanya karena mengharap ridho
engkau mundur bagai strategi perang untuk melindun- Allah SWT. Melalui peristiwa ini, beliau
kemudian gi serangan langsung pasukan musuh mengajarkan kepada kita agar setiap
dan menghalangi mereka memasuki perbuatan kita harus dilandasi dengan
kembali lagi?,” kota Madinah. Melihat parit tersebut, ikhlas dan hanya mengharap ridho Al-
Imam as pasukan musuh merasa pesimis dan lah SWT. Beliau as tidak mau memeng-
tidak ada di antara mereka yang dapat gal kepala Amr karena egonya sendiri.
menjawab, “Saat melewati parit tersebut. Keadaan terse- Ikhlas Syarat Diterimanya Amal
engkau sempat but berubah saat jawara Qurays, Amr
bin Abdi Wud dengan kudanya melom- Ikhlas adalah menyucikan dan men-
meludahi wajah- pat ke seberang parit dan menantang gosongkan niat dari selain Allah SWT.
pasukan muslim untuk berduel den- Jadi jika seseorang melakukan sebuah
ku, aku sempat gannya. perbuatan dengan niat bukan karena
marah, dan aku Allah SWT, ataupun niat karena Allah
Imam Ali as dan Amr bin Abdi Wud SWT tapi juga ada niat lain selain kare-
tidak akan Dalam kronologi perang ini, ada satu na Allah SWT, tidak bisa disebut ikhlas.
membunuhmu peristiwa yang sangat menarik yaitu Ikhlas merupakan syarat ditermanya
duel satu lawan satu Imam Ali as den- amal seorang hamba. Allah SWT ber-
dalam keadaan gan Amr bin Abdi Wud. Amr bin Abdi firman,
demikian, Wud adalah salah satu petarung terbaik
suku Quraisy yang kekuatannya setara َ َّ ‫َو َما أ� ِم ُروا َّل ِل َي ْع ُبدُ وا‬
‫الل ُم ْخ ِل ِص َني َ ُل ّ ِادل َين ُحنَ َف َاء‬
aku akan dengan seribu prajurit. Tantangan duel- “Padahal mereka tidak diperintahkan
‫�إ‬
nya setelah berhasil masuk ke wilayah kecuali supaya menyembah Allah
membunuhmu pertahanan kaum muslimin diterima dengan memurnikan ketaatan kepa-
dalam keadaan oleh Imam Ali as. da-Nya dalam (menjalankan) agama
tenang dan Setelah beradu ketangkasan pedang yang lurus.” (QS: Al-Bayyinah - 5)
selama beberapa saat, Imam Ali as Allah SWT hanya memerintahkan ham-
hanya karena berhasil menjatuhkan Amr bin Abdi ba-Nya untuk beribadah secara ikhlas.
Allah swt.” Wud. Kemudian ketika beliau as hen- Lalu, jika seorang hamba melakukan
dak memenggal kepalanya, Amr bin ibadah tidak dengan ikhlas, berarti ia
Abdi Wud tiba-tiba meludahi wajah melakukan hal yang tidak diperintah-
Imam Ali as. Seketika Imam Ali as ban- kan Allah SWT. Karenanya, tidak mun-
gun dari dada Amr dan mundur. Beliau gkin ibadahnya tersebut diterima di si-
berjalan beberapa saat menenangkan si-Nya.
diri sebelum kemudian beliau as kem-
bali lagi menuju Amr dan bersiap untuk Mengenal dan memahami siapa Allah
memenggal kepalanya. SWT adalah langkah awal untuk dapat
meraih keikhlasan. Mengenal dan me-
Melihat sikap Imam as, Amr bingung mahami Allah SWT tentu harus diin-
dan bertanya, “Wahai Ali, mengapa trepretasikan sebagaimana Allah SWT
tadi engkau mundur kemudian kem- sendiri sampaikan kepada manusia.
bali lagi?” Imam as menjawab, “Saat Karena walau bagaimanapun kesem-
engkau tadi meludahi wajahku, aku purnaan Allah SWT tidak akan dapat
sempat marah, dan aku tidak akan dipahami secara sempurna oleh ket-
membunuhmu dalam keadaan de- erbatasan yang dimiliki manusia. Ma-
mikian, aku akan membunuhmu dalam nusia hanya mampu memahami se-

_20
Ali Manifestasi Keikhlasan:
Menyoroti Sikap Imam Ali dalam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Peristiwa Perang Khandaq Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
batas apa yang dapat ditangkapnya ini sebagaimana yang dicatat oleh man-Nya dalam Surah Al-Baqarah
dan diinfromasikan oleh Allah SWT Al-Bahrani dalam Madinah Al-Ma’ajiz
ُ َّ ‫َل يُ َ ِكّ ُف‬
‫الل ن َ ْف ًسا َّل ُو ْس َعهَا‬
melalui ayat-ayatnya, baik melalui jilid 2 halaman 69. Diriwayatkan dari ‫�إ‬
wahyu ataupun sunnah yang diajar- Rasulullah SAW, “Wahai Ali!, tidak ada “Allah tidak membebani seseorang
kan Rasulullah saw dan para Imam yang mengenal Allah SWT (dengan melainkan sesuai dengan kemam-
yang suci. sebenar-benarnya) kecuali aku dan puannya.” (QS:Al-Baqarah – 286)
Mengenal dan memahami Allah engkau.” Memang keikhlasan merupakan
berarti mengenali sifat-sifatnya, Kita sebagai manusia yang ingin syarat diterimanya amal perbuatan
kedudukannya, hukum-hukum, dan mencapai kesempurnaan hendaknya kita. Namun, meskipun begitu jangan
sampai kita beranggapan bahwa iba-
aturan kehidupan yang telah ditetap- selalu berusaha untuk meraih keikh-
kan-Nya kepada manusia. Dengan lasan dalam setiap amal perbuatan dah yang kita lakukan selama ini sia-
mengenal dan memahami siapa kita. Memang untuk mencapai keikh- sia karena kita masih belum sampai
Allah SWT maka manusia akan pa- lasan membutuhkan proses. Namun, pada tingkat keikhlasan. Sebab Al-
ham dan merasakan betul bahwa jangan sampai kita putus asa dan lah SWT yang Maha Bijaksana juga
hidupnya sangat bergantung kepa- berhenti berjuang menumbuhkan si- menghitung usaha dan proses kita
da-Nya dan tidak ada sesuatupun fat yang menjamin diterimanya amal untuk menuju keikhlasan tersebut.
yang dapat diharap selain-Nya. Den- perbuatan kita ini. Oleh karena itu, marilah kita bersa-
gan demikian, keikhlasan pun akan Ya, keikhlasan adalah syarat diteri-ma-sama membina jiwa supaya kita
muncul dengan sendirinya. dapat menumbuhkan keikhlasan di
manya amal perbuatan kita. Allah hati dan merawatnya sehingga kita
Imam Ali as mengenal betul sia- SWT sendiri yang memerintahkann- kelak kita dapat kembali ke sisi-Nya
pa Allah SWT sehingga beliau as ya. Dan Ia SWT tidak akan memer- dengan wajah berseri-seri.
mampu meniadakan sesuatu se- intahkan sesuatu yang berada diluar
lain-Nya, bahkan egonya sendiri. Hal kemampuan kita. Sebagaimana fir-

_21
Ali Manifestasi Keikhlasan:
Menyoroti Sikap Imam Ali dalam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Peristiwa Perang Khandaq Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

_22
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Barangsiapa yang banyak bicaranya,


banyak pula salahnya. Barangsiapa yang
banyak salahnya, tipis rasa malunya. Ba-
rangsiapa yang tipis rasa malunya, tipis
pula wara’nya. Barangsiapa yang tipis
wara’nya, mati hatinya. Barangsiapa yang
mati hatinya kelak akan masuk neraka.

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 349


_23
AWAS MENYESAL!: Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Sebuah Refleksi Spiritual Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Bulan Rajab
ifty w

Merenungi Keagungan
BULAN RAJAB Oleh: Pak Lurah

S
eseorang baru akan merasa menyesal, saat apa yang
ia sukai atau yang ia anggap berharga itu hilang dan
pergi. Jarang ada yang menghargai apa yang sudah ia
punya. Allah Swt. sudah menjelaskan hal ini di dalam surat
Saba’ ayat 13 dengan berkata, “Sedikit dari para hamba-Ku
yang benar-benar bersyukur.” Itulah salah satu kebiasaan
buruk manusia, tidak menghargai apa yang ia miliki dengan
bersyukur dan menggunakannya dengan benar.
_24
AWAS MENYESAL!:
Sebuah Refleksi Spiritual Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Bulan Rajab Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Contoh sederhana yang sering terjadi, misalnya ke- Saudaraku, disadari atau tidak, kebiasaan buruk pada
hilangan pena. Ini sering sekali terjadi pada sebagian hal-hal kecil seperti tadi, itu bisa merembet pada hal-
orang. Karena menyepelekan dan lalai, ia kebingun- hal lain yang lebih besar. Jika kebiasaan tadi sudah
gan saat penanya hilang. Pasti Anda pernah menga- mendarah daging, kita akan mulai membuang-buang
takan, “Saat nggak dibutuhin, ada. Saat dibutuhin, ng- waktu dan tak menghargainya. Persis saat Anda tak
gak ada.” Iya, itu benar. Seringkali terjadi karena kita peduli dengan barang-barang sepele. Sebenarnya
kurang peduli dan mawas diri. Sedikit menghargai ada beberapa sebab mengapa orang tidak menghar-
dan banyak meremehkan. gai dan menyepelekan sesuatu, di antaranya:
• Sesuatu itu berupa hal sederhana
yang bisa ia dapat kapan saja.
• Sesuatu itu bukan hal yang penting.
• Sesuatu itu berupa hal penting, tapi
ada hal lain yang lebih penting dari itu. Seh-
ingga fokus dan perhatiannya lebih ia curah-
kan untuk hal yang lebih penting tersebut.
• Sesuatu itu berupa hal penting, tapi ia
tinggalkan akibat lalai, mengikuti bujuk rayu
setan serta godaan hawa nafsu.
Sekarang kita sedang berada di sebuah pin-
tu gerbang keagungan-Nya. Pintu gerbang
pertama yang sudah Allah Swt. buka un-
tuk semua hamba-Nya untuk menuju pa-
da-Nya. Ya, kita sudah masuk dan sedang
berjalan menuju rumah-Nya. Rumah itu
berada di bulan Ramadhan. Di sana, Tuhan
Yang Maha Kaya akan menjamu kita den-
gan berbagai limpahan pahala, berkah, dan
rahmat. Pintu gerbang pertama ini kita ke-
nal dengan sebutan Rajab. Ya, bulan Rajab.
Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah.
Bulan Rajab adalah bulan yang sangat
mulia. Banyak sekali hadis dan riwayat dari
para Ma’shumin as. menjelaskan tentang
kemuliaan bulan ini. Dalam kitab Mafatih
al-Jinan, Syaikh Abbas al-Qummi menukil
hadis dari Rasulullah Saw. yang berbunyi,
“Sesungguhnya Rajab adalah bulannya Al-
lah yang mulia.”
Masih dalam kitab yang sama, Syaikh Ab-
bas al-Qummi juga menukil hadis dari
Imam Musa al-Kadzim as. yang berbunyi,
“Rajab adalah nama sebuah sungai di surga.
Warna airnya lebih putih dari susu. Rasanya
lebih manis dari madu.” Dalam hadis lain
yang juga dinukil dalam kitab ini, Rasulullah
Saw. bersabda, “Dinamakan Rajab al-Ash-
abb karena rahmat Allah mengucur deras
untuk umatku kala itu…”
Dengan merenungi baik-baik sebagian had-
_25
AWAS MENYESAL!:
Sebuah Refleksi Spiritual Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Bulan Rajab Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

is ini, takkan bisa dipungkiri bahwa hakan dan rahmat-Nya. Jangan ke dalam kubur, dan pelindung dari
bulan Rajab adalah bulan yang san- sampai kita menyesali setiap detik azab kubur. Siapa yang berpua-
gat agung dan mulia. Ia memiliki yang berlalu di bulan ini karena taksa di dua hari akhir bulan ini, itu
keistimewaan tersendiri di sisi Al- memanfaatkannya dengan iba- akan memudahkannya melewati
lah Swt. Malam dan siangnya ibarat dah, istighfar, puasa, dan zikir. Atau,
jembatan Shirat. Dan siapa yang
tempat pemberhentian seorang na’udzu billah, kita justru melumuriberpuasa di tiga hari akhir bulan
musafir. Di situ, ia bisa mengum- diri kita dengan maksiat. Bukannya ini, ia akan selamat dari rasa takut
pulkan bekal sebanyak-banyaknya memenuhi bekal dengan pahala, dan dahsyatnya hari kiamat, dan
dan semua persiapan yang diperlu- tapi malah mengisinya dengan do- dijauhkan dari neraka.” Riwayat
kan untuk melanjutkan perjalanan sa-dosa yang busuk aromanya, ko- ini, juga dinukil oleh Syaikh Abbas
menuju bulan Ramadhan. tor, dan menjijikkan. al-Qummi dalam kitab Mafatihul
Kita semua adalah musafir itu. Kita Lihat apa yang Imam Ja’far Jinan pada bab “Amalan-amalan
sedang berjalan di taman surgawi ash-Shadiq as. katakan kepada dan Keutamaan Bulan Rajab.”
yang penuh dengan buah-buahan salah seorang sahabatnya yang Sekarang jelas sekali, betapa
segar lagi menyegarkan. Ini ada- benama Salim. “Aku mendatangi mulianya kedudukan bulan Rajab
lah kesempatan yang berharga Imam Ja’far ash-Shadiq as. di suatu di sisi Allah Swt. Tentu tak pantas
untuk dimanfaatkan dengan baik. hari saat bulan Rajab. Waktu itu jika kita abaikan semua kemuliaan
Kita harus kumpulkan berkah dan tersisa beberapa hari lagi sampai dan amal ibadah di bulan ini begi-
rahmat sebanyak-banyaknya di bu- bulan Rajab berakhir.” Saat Imam tu saja, seolah-olah tak butuh am-
lan ini. Ambil semua buah itu dan melihatku, beliau bertanya, “Wahai punan dan rahmat-Nya.
penuhi bekal kita. Karena setiap Salim, apakah kau berpuasa di bu- Maka, sudah sepatutnya kita gu-
detik dan menit di bulan ini begitu lan ini? Aku menjawab, “Tidak wa- nakan setiap menit dan detik pada
berharga. Ambil semuanya, kum- hai putra Rasulullah.” Kemudian be- bulan Rajab ini dengan baik. Untuk
pulkan semuanya. liau berkata padaku, “Sungguh kau berzikir, istighfar, berbuat baik, me-
Tapi ingat dan waspadalah, iblis telah kehilangan pahala yang tidak nolong sesama, bersedekah, puasa,
beserta pasukannya tak akan diam diketahui berapa banyak jumlahn- dan mengerjakan ibadah-ibadah
melihat kita bersemangat meme- ya kecuali oleh Allah Swt. Sungguh lainnya. Serta menjauhkan diri dari
tik setiap rahmat Allah Swt. yang ini adalah bulan yang Ia muliakan berbuat dosa dan maksiat. Kare-
turun di bulan ini. Mereka tak akan dan agungkan. Ia wajibkan ganja- na orang yang beruntung, adalah
membiarkan kita membersihkan ran-Nya untuk orang-orang yang mereka yang memanfaatkan wak-
dosa-dosa dengan air jernih am- berpuasa di bulan ini.” tu dengan baik sesuai yang Allah
punan-Nya, yang mengalir deras Aku berkata padanya, “Wahai putra Swt inginkan. Ingat.. manfaatkan
di setiap detiknya pada bulan ini. Rasulullah, jika aku berpuasa di hari waktu-waktu yang penuh berkah
Dengan tipu muslihat liciknya, mer- akhir bulan ini, apakah aku akan ini semampu yang kita bisa. Awas
eka akan merayu, menggoda, dan mendapat pahala seperti mereka menyesal!
mengarahkan kita untuk bersantai yang berpuasa?”
“Demi masa. Sungguh manu-
ria dan duduk-duduk santai. Beliau menjawab, “Wahai Salim, sia itu dalam kerugian, Kecuali
Agar kita tidak memanfaatkan barang siapa yang berpuasa orang-orang yang beriman dan
waktu yang berharga ini dengan meskipun di hari akhir bulan ini, itu melakukan amal shalih, dan saling
baik. Supaya kita keluar dari bu- akan melindunginya dari pedihnya menasehati akan kebenaran dan
lan Rajab dengan tangan kosong sakaratul maut, menjadi penenang kesabaran.” (QS.Al-Ashr:1-3).
tak membawa apapun dari keber- rasa takut saat pertama kali masuk
_26 Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Doa yang diajarkan Imam Ali as ketika


mendengar pujian dari orang lain. “Ya
Alah sesungguhnya engkau lebih tahu
keadaanku daripada diriku sendiri se-
dang aku lebih mengetahui keadaanku
daripada mereka. Ya Allah jadikanlah
aku lebih baik daripada yang mereka
kira. Dan ampunilah (dosa-dosaku)
yang mereka tidak ketahui.
Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 100
PEDOMAN
MANAJERIAL
IMAM ALI AS
dalam Surat 53 Nahjul Balaghah
Oleh: Asrar QS

O
rang besar adalah mereka yang meninggalkan
karya-karya yang besar. Peninggalan mere-
ka mewakili diri mereka untuk terus hidup dan
menginspirasi orang-orang yang hidup setelahnya. Mer-
eka dengan catatan monumentalnya menorehkan den-
gan tinta emas warisan keadaan orang-orang terdahulu,
hikmah dan kebijaksanaan, teladan dan pelajaran, ke-
baikan dan kebenaran, agar menjadi lentera bagi para
pencari mutiara-mutiara kearifan. Nama mereka menja-
di spirit bagi generasi hari ini untuk mewujudkan cita-cita
suci mereka.
Demikianlah gambaran yang melintas di benak tatkala
kita membaca surat sakti Imam Ali bin Abi Thalib ke-
pada gubernurnya Malik Asytar An-Nakhai. Sebuah pe-
san monumental yang perlu menjadi bacaan wajib un-
tuk pendidikan karakter individu bahkan patut menjadi
himne bagi para pemimpin dunia.
Malik Asytar adalah gubernur Mesir yang menggantikan
gubernur sebelumnya, Muhammad bin Abu Bakar pada
tahun 38 H. Saat itu situasi dunia Islam sedang memanas
karena perseteruan politik. Di saat-saat genting seperti
itu, Malik bagaikan tangan kanan bagi Ali as, sebagaima-
na yang pernah diungkapkan oleh Amirul Mukminin as
sendiri bahwa “Ia bagiku seperti aku bagi Rasulullah.”
Sedemikian dekatnya persaudaraan mereka. Dia ada-
lah jawara di zamannya yang di medan perang bagaikan
singa yang memporak-porandakan musuhnya dan yang
pada waktu malam bagaikan anak kecil menangis ber-
munajat kepada Tuhannya.

_27
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepada
Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
Sang Imam memulai pesannya atasan dan penghormatan penuh as lebih dekat, namun karena ket-
dengan kalimat “Dengan menyebut kepada orang yang dipimpinnya. erbatasan waktu dan tempat kami
Asma Allah yang Maha pemurah hanya akan meneropong secuil dari
Maha penyayang, inilah yang diper- “Dia (Ali as) juga memerintahkannya surat itu.
intahkan oleh Hamba Allah Amirul (Malik Asytar) untuk membersihkan
Mukminin Ali as kepada Malik bin jiwa dari hawa nafsu, untuk men- Dalam suratnya, ia menyebutkan
al-Harits al- Asytar.” Ada getaran gendalikannya ketika (jiwa) sedang beberapa pioner penting yang ada
beraroma ilahi dari mukaddimah ini, bergejolak. Karena sesungguhnya dalam masyarakat zaman itu dan
memberikan pesan yang bersifat hawa nafsu selalu mengantarkan ke- yang perlu mendapat perhatian da-
vertikal sebagai hamba Allah dan in- pada keburukan kecuali bagi mereka lam menajerial sebuah pemerintah-
struksi horizontal seorang pemimpin yang mendapat rahmat oleh Allah.” an. “Ketahuilah bahwa rakyat terdiri
kepada pejabatnya. Sebuah pesan awal yang menjadi dari berbagai golongan, yang mas-
penentu tugas-tugas selanjutnya, pe- ing-masing hanya dapat mencapai
“Dia (Ali as) memerintahkannya san untuk membersihkan diri sendi- kemakmurannya dengan bantuan
(Malik Asytar) untuk bertaqwa ke- ri sebelum membersihkan orang yang lain, dan mereka tidak terle-
pada Allah, mengikuti apa yang tel- lain dan lingkungan. Nasehat moral pas satu sama lain. Mereka adalah
ah diperintahkan-Nya: yang wajib sekaligus instruksi keorganisasian. para tentara, para pegawai negeri
dan yang Sunnah. Yang tidak ada Perintah resmi untuk berperang mel- dan swasta, pejabat peradilan, aparat
kebaikan apabila seseorang tidak awan hawa nafsu. Dan bukan hanya keamanan dan ketertiban, para pem-
menaati-Nya dan tidak menjadi ja- pada petikan surat ini saja, bahkan di bayar pajak negara dan bea cukai
hat seseorang kecuali dengan me- semua surat dan catatan beliau sela- baik dari golongan muslim maupun
nentang-Nya. Hendaknya ia (Malik lu menyertakan Allah di setiap untai non-muslim. Diantara mereka ada
Asytar) menolong agama Allah den- katanya. yang bergerak di bidang perdagan-
gan tangan, hati dan lisan. Karena gan dan industri serta diantara mer-
Allah berjanji akan menolong orang Secara umum surat ke 53 dalam eka ada pula kaum miskin kota dan
yang menolong (agama)-Nya dan kitab Nahjul Balaghah itu adalah in- lapisan bawah masyarakat.”
memuliakan orang yang memuliakan struksi untuk mengumpulkan pajak,
(agama)-Nya.” menghalau para perusuh di daerah Amirul mukminin Ali as sangat
itu, mendidik masyarakat yang baru mengerti kaumnya. Ia menganggap
Sebuah kalimat pembuka yang berisi saja memeluk agama Islam serta mereka bagaikan anak kandungnya
anjuran taqwa yang tidak menggu- memakmurkan wilayah Mesir. Di sisi sendiri. Untuk itu perlu seorang yang
rui tetapi sarat akan muatan visi dan lain surat inipun berisi untaian-un- kapabel dan terpercaya untuk men-
misi spiritual yang disampaikan den- taian hikmah agar pembaca lebih gelola suatu pemerintahan sehingga
gan bahasa kerendahan hati seorang mengenal sosok Ali bin Abi Thalib hak-hak mereka tidak terabaikan.

_28
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepada
Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
“Adapun para tentara (militer), dengan izin Allah, prasangka baik padamu. Bantuan yang sekecil apap-
mereka bagaikan benteng bagi rakyat, perhiasan bagi un itu sangat berarti bagi mereka.”
penguasa, kekuatan bagi tegaknya agama dan perda-
maian. Rakyat tidak dapat hidup damai tanpa mereka. Terkait pejabat peradilan dan pejabat administrasi
Sementara tentara hanya dapat langgeng dari dana negara Imam as berkata, “Tentara dan rakyat tidak
yang ditentukan Allah dari subsidi pajak negara yang mungkin eksis tanpa adanya golongan yang ketiga:
dengannya mereka mendapat dukungan untuk mem- yakni para hakim peradilan, aparatur sipil negara dan
erangi musuh dan mereka mampu memenuhi kebu- pejabat administrasi yang mengurus dokumentasi
tuhan keluarganya.” transaksi, pemasukan kas negara serta urusan-uru-
san internal dan eksternal kenegaraan.”
Kemudian sang Imam Ali as, berpesan kepada Malik
mengenai kriteria memilih pemimpin diantara mere- Dan menentukan kriteria dalam memilih para pejabat
ka, yang secara tidak langsung juga sedang mendidik peradilan agar tidak terjebak oleh bisnis para mafia
kita (para pembaca) bagaimana memilih pemimpin peradilan yang dahulu lagi marak di Mesir:
yang baik: “Wahai Malik, untuk menduduki jabatan sebagai
“Jadikanlah pemimpin tentara kalian, orang-orang hakim, pilihlah orang-orang yang terbaik (reputa-
yang menurut pendapat kalian paling tulus kepada sinya) dari kalangan rakyatmu. Orang-orang yang
Allah dan Rasul-Nya serta taat kepada Imam kalian. tidak panik dengan urusan-urusan yang berat. Yang
Yang paling mulia hatinya, yang paling penyayang, tidak goncang dengan perdebatan orang-orang yang
yang sabar dalam mengendalikan emosinya, yang bersengketa. Yang tidak segan kembali kepada ke-
pemaaf, welas-asih kepada orang-orang yang lemah benaran bila mengetahuinya. Yang tidak tergiur oleh
dan tegas terhadap mereka yang merasa dirinya kuat, ketamakan (dunia). Yang tidak cepat puas dengan
yang tidak mudah goyah dengan kekerasan dan tidak secuil informasi tanpa meneliti permasalahan sede-
mudah luluh dengan kelemahan.” tail-detailnya. Pilihlah orang yang sangat berhati-hati
dalam hal yang meragukan. Yang bersedia menerima
“Angkatlah pemimpin tentaramu dari orang-orang argumentasi yang benar. Yang tekun dalam meny-
yang selalu memperhatikan kebutuhan anak buahn- ingkap kasus, yang paling tegas dalam memutuskan
ya. Yang dengan demikian, keluarga-keluarga ten- perkara. Yang tidak mudah tersanjung dengan pujian
taramu yang ditinggalkan bertugas dapat hidup da- dan tidak mudah tergoda dengan bujukan. Sementara
lam keadaan sejahtera dan tidak terlantar. Sehingga orang-orang yang demikian itu sangatlah langka.”
pikiran tentaramu hanya terfokus pada bagaimana
menghadapi musuh”. Amirul Mukminin Ali as memberikan saran demi
membantu kinerja peradilan yang bersih:
Serta beliau berpesan kepada para pemimpin tentara
yang terpilih tentang bagaimana membentuk karakter “Sering-seringlah menengok hasil keputusan hukum-
dan bersikap kepada anak buahnya: nya dan lapangkanlah kebutuhannya sehingga tidak
ada sebab yang menyulitkan hidupnya serta tidak
“Bergaullah dengan orang-orang yang menjaga wiba- meminta kebutuhannya kepada orang lain. Berikanlah
wa dan kehormatannya, dengan orang yang baik-baik kedudukan istimewa di sampingmu sehingga mence-
yang memiliki reputasi gemilang. Kemudian dengan gah orang lain berbuat tidak wajar padanya dan dia
orang-orang yang berjiwa ksatria, pemberani, der- merasa aman dari fitnah orang lain di hadapanmu.
mawan dan mereka yang murah hatinya. Karena Perhatikanlah perkara ini dengan seksama. Karena
kepada merekalah berkumpulnya kemuliaan dan agama ini pernah disalahgunakan oleh tangan-tan-
kebaikan. Perhatikan dengan serius kebutuhan mer- gan jahat dan diperalat untuk kepuasan dunia dalam
eka (anak buah) ibarat orang tua memperhatikan jangka waktu yang lama.”
kebutuhan anak-anaknya. Jangan menganggapnya
(bantuanmu itu) besar hanya karena engkau mem- Kemudian dia berbicara mengenai para pegawai
berikan kekuatan kepada mereka dan jangan enggan aparatur sipil negara:
mencurahkan kasih sayang kepada mereka walau- “Perhatikan para pegawaimu! Jangan percayakan
pun sedikit, karena itu mendorong mereka untuk ber- suatu pekerjaan sebelum engkau mengujinya. Jan-

_29
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepada
Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
ganlah mempekerjakan mere- jaran perbuatannya, kemudian tuk memajukan pertanian lebih
ka dikarenakan nepotisme dan tempatkan dia di tempat yang besar dari usahamu menaik-
kepentingan pribadi. Karena hina dan sebutlah dia sebagai kan pajak. Karena pajak tidak
kedua hal itu adalah bagian dari seorang pengkhianat serta akan didapatkan kecuali den-
kezaliman dan pengkhianatan. kalungkanlah dia dengan cap gan memperbaiki urusan per-
Pilihlah diantara mereka orang tersangka.” tanian. Barangsiapa yang ingin
yang paling berpengalaman, menaikkan pajak
memiliki rasa malu dan dari kel- Demikianlah sekelumit strate- tanpa memper-
uarga yang baik-baik serta pal- gi manajemen karyawan dan baiki pertanian
ing terdahulu menganut ajaran pegawai yang diajarkan oleh maka sama
Islam. Karena mereka memiliki Imam Ali as sejak 14 abad yang saja meng-
akhlak yang baik dan menjaga lalu, yang sampai sekarang hancur-
harga dirinya. Lebih menjaga diri masih efektif dan kontekstu- k a n
dari keserakahan serta memiliki al untuk diterapkan di zaman
visi yang jauh ke depan.” milenial. Pesan-pesan yang
sarat akan nilai-nilai produk-
Serta berpesan mengenai mer- tifitas kerja ini perlu dan harus
eka: diterapkan untuk memotivasi
kinerja karyawan. Sumber daya
“Berikanlah kepada mereka manusia yang produktif dan
upah yang maksimal. Karena profesional merupakan salah
hal itu menguatkan kesejahter- satu prasyarat agar pemer-
aan hidup mereka dan lebih intahan yang inovatif bisa
mengoptimalkan kinerja mere- beroperasi dengan baik.
ka. Sehingga mereka tidak perlu Untuk itu perlu profesion-
untuk korupsi apa yang berada alitas dan pengidentifi-
di bawah pengawasannya dan kasian masalah dengan
menutup dalih bagi mereka jika cermat agar hal-hal yang
mereka menyalahgunakan ke- mengganggu kinerja para
percayaanmu.” pegawai dan karyawan
Dan memerintahkan untuk bisa segera diatasi.
mengontrol kinerja mereka: Kembali ke surat Imam Ali
“Sering-seringlah mengevaluasi as kepada Malik Asytar,
kinerja mereka. Utuslah penga- mengenai pajak dan petu-
was dari orang-orang yang jujur gas pengumpul pajak, ia
dan penuh integritas untuk mel- menulis: “Aturlah dengan
aporkan kinerja mereka. Karena baik pengurusan pajak
pengawasanmu secara rahasia sehingga mendatangkan
akan mendukung kinerja mere- manfaat bagi para pemba-
ka untuk selalu bekerja dengan yar pajak. Karena manfaat
penuh amanah dan lebih mer- pajak sama pentingnya
akyat. Awasilah para pemban- bagi diri mereka dan man-
tu bidang. Jika salah seorang faatnya tidak akan kem-
menjulurkan tangannya untuk bali kecuali kepada diri
melakukan pengkhianatan yang mereka sendiri. Karena
terbukti dari laporan data dari pengelolaan masyarakat
para pengawasmu, maka data sepenuhnya bergantung
itu telah cukup bagimu. Beri- pada pendapatan pa-
kanlah baginya hukuman fisik. jak dan kesadaran para
Sitalah hartanya sebagai gan- pembayar pajak. Usa-
hakan perhatianmu un-

_30
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepa-
da Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
_31
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepada
Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

negeri itu, membinasakan rakyatnya dan meruntuhkan dipercaya. Karena hal itu sebagai bukti ketulusanmu
negara tersebut dalam waktu yang singkat. kepada Allah, kepada rakyat dan kepada orang-orang
yang mempercayakan kekuasaannya kepadamu. Ja-
Jika rakyatmu mengeluh akan beratnya beban pajak dikanlah orang yang berkompeten sebagai ketua di
atau karena serangan hama tanaman atau terhentin- setiap urusan dari berbagai programmu, sehingga dia
ya pengairan dan hujan atau rusaknya ladang dikare- mampu menangani urusan yang berat dan tidak men-
nakan banjir atau kekeringan maka sudah sepatutnya jadi lemah karena mengelola pekerjaan yang menum-
engkau memberikan keringanan pada mereka (da- puk. Bila ada cacat pada sekretarismu lalu engkau
lam membayar pajak). Sehingga kehidupan mereka abaikan maka itu akan menjadi tanggung jawabmu.”
lebih sejahtera. Jangan sungkan untuk memberikan
keringanan pada rakyatmu karena hal itu akan men- Kemudian beliau melanjutkan menyebutkan ele-
jadi investasi bagimu ketika kamu ingin membangun men-elemen yang ada dalam masyarakat Mesir dan
negaramu serta sangat membantu proses kemajuan sebagai penopang hidup masyarakat secara umum, ia
negara.” berkata:
Dan pesan mengenai para pegawai administrasi: “Dan golongan-golongan ini (rakyat, tentara dan peja-
bat peradilan) tidak mungkin ada tanpa adanya para
“Berilah perhatian khusus kepada para pegawai ad- pelaku pasar dan industri yang menyuplai kebutuhan
ministrasi. Angkatlah sekretaris dari orang-orang yang mereka, mendistribusikan barang dan jasa yang tidak
baik untuk mengelola persuratan dan dokumentasi memungkinkan bagi masyarakat untuk memproduk-
rahasia. Pilihlah dari mereka orang-orang yang pro- sinya sendiri secara mandiri.”
fessional. Yang memiliki kepribadian dan moralitas.
Yang tidak mudah terpengaruh dan tidak menyalah Dan mengenai para pengusaha dan pedagang ia ber-
gunakanjabatan yang diamanahkan padanya olehmu kata:
sehingga berani berbuat lancang padamu di hadapan
publik, atau kurang cekatan menjawab persuratanmu “Adapun tentang para pengusaha dan entrepeneur,
atau kurang terampil dalam membalas surat dengan maka sampaikanlah nasehat motivasi kepada mere-
jawaban yang akurat bagimu, yaitu persuratan yang ka dengan cara yang baik. Yaitu para pengusaha yang
dikirim untukmu dan yang diterima atas stempel menetap di suatu tempat atau mereka yang bepergian
namamu. Bukan mereka yang lemah dalam hal per- berdagang di berbagai tempat dengan membawa ser-
suratan transaksi yang menguntungkan bagimu dan ta modalnya, atau yang berpenghasilan karena meng-
bukan pula yang kurang terampil dalam negosiasi gunakan skill yang dimilikinya, mereka adalah sumber
yang akan merugikanmu. Jangan pula engkau memi- devisa dan kantung-kantung kesejahteraan.”
lih orang-orang yang tidak mengetahui potensi dirinya Kemudian melanjutkan, “Pedulilah terhadap urusan
di segala urusan. Karena orang yang tidak mengetahui mereka dimana pun mereka berada di wilayahmu.
potensi dirinya maka dia akan lebih tidak mengetahui Ketahuilah, diantara mereka ada pula yang berke-
juga potensi yang dimiliki oleh orang lain. Jangan pula lakuan buruk. Yang serakah dan suka menimbun ba-
engkau memilih sekretaris berdasarkan firasat atau rang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat
persangkaan baikmu padanya. Karena kadang ada umum kemudian menjualnya dengan harga yang
pejabat yang mempengaruhi firasatmu dengan ber- mereka kehendaki (seenaknya). Sementara itu ada-
pura-pura berbaik hati padamu, sementara dihatinya lah kerugian bagi publik secara umum dan aib bagi
sama sekali tidak ada niat yang tulus dan amanah pemerintah. Laranglah praktek penimbunan barang.
sedikitpun. Oleh karena itu pilihlah orang-orang yang Karena Rasulullah SAW telah melarangnya. Lakukan-
baik yang telah dipilih oleh orang-orang sebelummu lah transaksi jual beli yang memudahkan dan dengan
(dalam memangku jabatan tersebut). Angkatlah sek- timbangan yang benar serta harga-harga yang tidak
retaris dari orang-orang yang memiliki kredibilitas mencekik penjual maupun pembeli. Dan barangsiapa
yang baik di mata rakyat dan orang yang paling bisa yang melakukan praktek penimbunan setelah hal itu
_32
Pedoman Manajerial Imam Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Ali as dalam suratnya kepada
Malik Asytar An-Nakhai Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

dilarang maka hukumlah ia dengan hukuman yang lain. Penuhilah hak-hak mereka sehingga engkau ter-
membuatnya jera tanpa melampaui batas.” hindar dari tuntutan Allah. Perhatikan pula anak-anak
yatim dan juga orang-orang berusia lanjut yang tidak
Sementara mengenai kaum miskin kota dan lapisan ada yang menanggungnya serta tidak bisa memper-
bawah masyarakat Imam Ali bin Abi Thalib as menga- tahankan hidupnya selain mengemis, sementara hat-
takan dengan nada serius: inya tidak rela untuk berbuat yang demikian..”
“Waspadalah dan takutlah kepada Allah dari mas- Jiwa kepemimpinan dan manajerial inilah yang telah
yarakat lapisan bawah. Dari orang-orang yang termar- melekat dalam diri Imam Ali yang tumbuh secara nat-
jinalkan. Dari orang-orang yang miskin. Orang-orang ural dan sebagai bakat alami keimamahan ataupun
yang membutuhkan bantuan. Mereka yang dihimpit bentukan gurunya, Sang Pengkader ulung Rasulullah
kesulitan serta mereka yang tidak mampu. Termasuk SAW. Pedoman ini memberikan pelajaran bagi kita
pula mereka yang mengemis dan yang menahan diri bahwa seorang leader yang visioner itu bisa menja-
dari mengemis. Jadilah engkau seorang yang menja- di spirit dan embun penyegar di tengah kegersangan
min hak-hak mereka sebagamana (hak-hak mereka sahara dunia yang penuh dengan perangkap keser-
itu) sudah ditentukan oleh Allah SWT. ” akahan serta orang-orang yang haus kedudukan dan
Masih dalam konteks masyarakat miskin dan lapisan kekuasaan.
bawah, Imam as kemudian menginstruksikan Malik Jiwa kepemimpinan dan keterampilan itu bisa diben-
Asytar selaku gubernur Mesir dan sebagai petugas re- tuk dan dikondisikan. Beliau bukan saja seorang pemi-
smi Baitul Mal untuk: mpin yang mampu mengambil keputusan dengan be-
“Tunaikanlah amanah yang telah dititipkan Allah ke- nar. Namun beliau juga seorang manajer mahir yang
padamu mengenai hak-hak mereka. Alokasikan dana pandai mengelola potensi orang-orang yang dipimp-
dari Baitul Mal untuk mereka dan juga bagian zakat innya serta organisasi yang dibawahinya dalam men-
serta hasil bumi dari setiap wilayah-wilayah Islam. gatasi kompleksitas zamannya. Beliau adalah seorang
Karena orang-orang yang daerahnya jauh sama hal- arsitek sekaligus motivator inovatif yang menginspi-
nya mereka yang daerahnya dekat. Masing-masing rasi.
sudah dijatah hak-hak dan kebutuhannya. Janganlah Inilah leadership dan landasan hak asasi manusia yang
kamu disibukkan oleh jabatan dan kemewahan seh- diajarkan oleh Amirul mukminin sebelum seorang pun
ingga kamu lupa melayani mereka. Jangan pula en- penyanjung HAM menyuarakan dan memiliki konsep
gkau beranggapan bahwa engkau tidak dituntut dise- tentang Hak-hak Asasi Manusia dengan sempurna.
babkan melalaikan hal-hal yang kecil karena sibuk
menyempurnakan berbagai urusan yang besar dan Kata-kata inilah yang dicetuskan Ali as sejak 14 abad
penting. silam, sosok yang melampaui zamannya yang mem-
buat terperangah para pengusung hak asasi manusia
Jangan sekali-kali engkau tidak memperhatikan mer- di era millennium. Ia memandang martabat manusia
eka dan jangan pula berpaling dari mereka. Perhati- secara egaliter, sebagai saudara seagama atau sesa-
kanlah urusan orang-orang yang tidak mendekatimu ma makhluk Tuhan.
karena penampilan mereka yang buruk dipandang
mata dan disepelekan oleh orang-orang. Utuslah Imam Ali terbunuh dikarenakan getol menyuarakan
orang-orang yang dapat kamu percaya dari mereka keadilan dan kemanusiaan.
yang takut akan Tuhan dan tawadhu’ untuk memantau
keadaan mereka supaya bisa memberikan keterangan “Ketahuilah, kebaikan kalian kepada rakyat akan me-
yang sebenarnya supaya dapat dipenuhi kebutuhann- malingkan hati mereka pada kalian. Cita-cita yang
ya, sebagai pertanggung jawabanmu kelak di hadapan paling mulia dari seorang pemimpin adalah tegaknya
Allah. Karena jelas bahwa mereka lebih membutuh- keadilan di seluruh negeri ini dan tumbuhnya kecinta-
kan keadilan daripada (golongan masyarakat) yang an di hati rakyat mereka.”

_33
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Sesungguhnya perkata-
an orang bijak itu apabi-
la benar adanya, maka ia
adalah obat. Namun apa-
bila salah adanya, maka ia
adalah penyakit.

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 265


_34
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
_35
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Memotret Prinsip-Prinsip
Pemimpin Ideal: Perspektif Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran I : +98 905 915 6293
w
Al-Farabi

Oleh: Nurul Khair

Memotret Prinsip-Prinsip Pemimpin Ideal Perspektif Al-Farabi:

ANALISIS TERHADAP
SIKAP KEPEMIMPINAN
ALI IBN ABI THALIB AS
K
onsep pemimpin merupakan salah satu isu yang Emile Durkheim dalam teori fungsionalisme agama
senantiasa dikaji dan dibahas dalam beberapa menjelaskan fungsi atau peran agama, ialah mengar-
cabang ilmu pengetahuan, seperti sosial, agama, ahkan setiap individu untuk bersatu dan bergerak se-
dan filsafat.1 Dalam kajian ilmu sosial, konsep pemimp- cara bersama-sama menuju fase kesempurnaan yang
in dipahami sebagai sosok atau substansi yang meng- direfleksi melalui pembimbing seorang pemimpin atau
arahkan suatu kontruksi sosial yang terdiri dari ragam ketua kaum. 4
individu yang berbeda-beda untuk mencapai visi ber- Adapun, konsep pemimpin dalam dimensi filsafat
sama.2 Sedangkan diskursus keagamaan, pemimpin dipahami secara radikal atau mendalam, yaitu suatu
dipahami sebagai suatu individu memperoleh perintah entitas yang mengarahkan sekumpulan individu dalam
dari-Nya untuk mengarahkan individu lain menuju fase tatanan masyarakat menuju sebuah cita-cita bersama,
ketakwaan di realitas. 3 yaitu kebahagiaan. Sebagaimana pandangan Al-Farabi

1
S. Maemonah, Analisis Peranb Pemimpin dalam Upaya Kebangkitan Kembali di KSPS BMT BEN Taqwa (Semarang: UIN Walisongo, 2014), hal. 17: Lihat juga Isjoni,
Manajemen Kepemimpinan dalam Pendidikan (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2007), hal. 3
2
Salusu, Pengambilan Keputusan Strategi untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit (Jakarta: PT. Gramedia Widiarsana, 1996), hal. 191
3
Huston Smith, Agama-Agama Manusia (Jakarta: Serambi Ilmu, 2015), hal. 10
4
Emile Durkheim, The Elementary Forms of the Religious Life (Yogjakarta: IRCiSoD, 2011), hal, 131
_36
Memotret Prinsip-Prinsip Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Pemimpin Ideal: Perspektif Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran I : +98 905 915 6293
w
Al-Farabi

yang bahwa kebahagiaan merupa-


kan tujuan atau cita-cita setiap in-
dividu yang bersifat universal dan
harus direalisasikan oleh setiap
pemimpin untuk mencapai sebuah
negara ideal di realitas.
Kebahagiaan Sebagai Tujuan
Universal dan Kriteria Pemi-
mpin Ideal
Kebahagiaan dapat dipahami
melalui dua domain, yaitu materi
dan immateri. Kebahagiaan materi
ialah terpenuhnya ragam kebutu-
han individu yang bersifat materia-
lis mulai dari yang paling sederhana
seperti pangan, sandang dan papan
hingga yang paling tersier. Sedang-
kan, kebutuhan immateri merupa-
terebut secara mandiri.”7
kan sebuah kebutuhan yang hadir
setelah kebutuhan materialis sep- Sikap kerjasama setiap individu dalam struktur masyarakat mendeskripsikan
erti ketenangan, kesejahteraan dan sebuah cara bijak untuk mencapai sebuah cita-cita atau tujuan hidupnya di
keamanan. realitas. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa setiap individu membutuhkan se-
buah arahan dan refleksi dari seorang pemimpin yang memiliki kesempur-
Melalui konsepsi ini, dapat kita pa-
naan dari dua kriteria dalam dirinya, yaitu ilmu pengetahuan dan moral, untuk
hami bahwa kebutuhan immateri
membimbing setiap individu untuk saling bekerjasama menuju tujuannya.8
adalah sesuatu yang ingin dicapai
oleh setiap individu setelah men- Dengan demikian, dapat diketahui bahwa beberapa cabang ilmu pengeta-
yadari bahwa kebutuhan materi huan, baik filsafat, sosial, dan agama meniscayakan eksistensi seorang pemi-
merupakan sesuatu yang tidak mpin untuk membimbing dan mengarahkan setiap individu untuk mencapai
bersifat real atau nyata bagi ke- suatu tujuan atau cita-cita dalam hidupnya. Al-Farabi mematok syarat krite-
hidupannya di realitas.5 Kebutuhan ria seorang pemimpin ideal pada dua poros utama: pengetahuan yang men-
hakiki manusia ialah kebutuhan cakup sektor teori dan moral yang teraktualisasi di tataran praktis.
immaterialnya dimana pemenu- Pemimpin dan Problem Masyarakat Kontemporer
han kebutuhan materi adalah salah
satu faktor pertama untuk mereal- Berdasarkan ragam penjelasan di atas, dapat diketahui pembahasan bahwa
isasikan kebutuhan immateri. konsep pemimpin dalam wacana ilmu pengetahuan dilatarbelakangi oleh
ragam cita-cita masyarakat yang tidak dapat direalisasikan tanpa adanya
Lebih lanjut, realisasi kebahagiaan hubungan kerjasama. Hubungan kerjasama yang terjadi dalam struktur so-
materi dan immateri dapat dicapai sial dapat terealisasi melalui sebuah arahan yang memberikan seluruh per-
secara kerjasama antara individu intah untuk membimbing masyarakat menuju tujuan hidupnya di realitas.9
di realitas.6 Al-Farabi dalam mag-
num opusnya berjudul Madinah Akan tetapi, latarbelakang kehadiran pemimpin di tengah masyarakat un-
al-Fadilah menyebutkan bahwa tuk membimbing setiap individu menuju tujuan hidupnya telah mengalami
“Setiap individu membutuhkan in- distorsi di era kontempoter. Sebab, diketahui ragam praktik kepemimpinan
dividu lain untuk memenuhi suatu tidak mengarahkan masyarakat pada cita-cita utamanya, yaitu pemenuhan
kebutuhan dalam dirinya. Sebab, ia kebutuhan materi dan immateri.
tidak dapat memenuhi kebutuhan ICW dalam penelitiannya berjudul Laporan Tren Penindakan Kasus Ko-

5
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah (Beirut: Dar al-Masyriq, 2002), cet 8, hal. 113
6
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet 8, hal. 118
7
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet 8, hal. 118
8
Mulyadhi Kartanegara, Menembus Batas Waktu Panorama Filsafat Islam (Jakarta: Mizan, 2002), hal. 69-70
9
Endrika Widdia Putri, “Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Farabi” (Yogjakarta: Jurnal Thaqafiyyat, 2018), hal. 103
10
Wana Alamsyah dkk, Laporan Trend Penindakan Kasus Korupsi Tahun 2018 (Jakarta: ICW, 2018), hal. 4-5
_37
Memotret Prinsip-Prinsip Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Pemimpin Ideal: Perspektif Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Al-Farabi ifty w

rupsi Tahun 2018 menyebutkan ka- Berpengetahuan, ialah


sus korupsi di Indonesia pada tahun menyadari suatu re-
2017 terjadi sebanyak 576.10 Kasus alitas, dengan mel-
korupsi sebanding dengan peningka- ibatkan aktualitas
tan kriminalitas di tahun 2017, yaitu akal teoritis manusia
336.632.11 Tingginya tingkat krim- secara pasti untuk
inalitas yang tersebar di Indonesia mengarahkan dan
mendeskripsikan tidak terwujudnya membimbing setiap
kebahagiaan sebagai tujuan hidup in- individu. Sedangkan,
dividu. bermoral merupakan
Tentu data tersebut, telah menggam- hasil dari berpengeta-
barkan tidak terealisasi pemenuhan huan yang mengarah-
kebutuhan setiap individu secara kan masyarakat untuk
sempurna, baik sisi materi maupun bertindak dan berper-
immateri. Tidak terpenuhinya kebu- ilaku berdasarkan ke-
tuhan masyarakat akan berdampak sadarannya di realitas.
pada tataran praktis yang meniscay- Korespondensi dua
akan sebuah pemberontakan untuk kriteria pemimpin
meraih setiap kebutuhan sebagai ci- ideal dalam perspek-
ta-cita setiap individu di realitas. tif Al-Farabi memiliki
Karl Marx dalam sistem Filsafat Ma- keselarasan dengan 3
terialisme memandang bahwa jika sikap kepemimpinan
kebutuhan materi setiap individu ti- Imam Ali as, yaitu
dak terpenuhi, maka individu harus melakukan sebuah egalitarian15, karismatik16 dan moral. Meskipun
pergerakan untuk merampas kebutuhan materi yang di- terjadi pemi- sahan pada 3 sikap kepemi-
miliki oleh orang lain secara paksa.12 Akibatnya, tatanan mpinan Imam Ali as, perlu diketahui bahwa sikap
masyarakat tidak dapat tercipta secara tentram dan se- egalitarian dan karismatik merupakan sebab
jahtera. Implikasinya, pemimpin tidak dapat mengayomi utama bagi praktik moral, sebagaimana penjelasan
kebutuhan dan menyatukan setiap individu untuk men- Al-Farabi dalam Madinah al-Madilah.
capai cita-cita hidup mereka, sebagaimana pandangan Praktik egalitar- ian dalam kepemimpinan Imam
Al-Farabi.13 Ali merupakan sebuah proses untuk menyatu-
Berdasarkan penjelasan di atas, tentu perlu pemahaman kan setiap eksistensi masyarakat, diperoleh
dan analisis lebih dalam untuk mengatasi ragam perma- melalui refleksi eksternal dengan mel-
salahan yang terjadi dalam lingkup sosial. Dalam diskur- ibatkan instrument materi, seperti pan-
sus filsafat Islam, konsep pemimpin dikaji secara radikal caindra.17 Imam Ali bin Abi Thalib as menyadari
untuk mengetahui potret atau kriterianya dalam struktur bahwa setiap masyarakat menginginkan sebuah persat-
sosial. uan dalam kehidupannya untuk membangun sebuah
konstruksi sosial yang lebih baik dan mapan.
Eksistensi Pemimpin Ideal Sebagai Solusi
Setelah terealiasasinya persatuan di tengah masyarakat,
Al-Farabi telah menjelaskan standarisasi potret seo- selanjutnya penerapan sikap karismatik untuk memaha-
rang pemimpin yang memiliki tingkat kridibilitas untuk mi setiap kebutuhan masyarakat, termaksud mengetahui
mewujudkan cita-cita setiap individu dalam tatanan sebuah kebutuhan bersifat universal dipandang sebagai
masyarakat. Kredibilitas pemimpin dalam pandangan tujuan hidup bersama.18
Al-Farabi dapat dikaji melalui dua kriteria utama, yaitu
berpengetahuan (teoritis) dan bermoral (praktis).14 Ragam pemahaman dan pengetahuan yang diper-
oleh pada sikap egalitarian dan karismatik diaktualkan

11
Subdirektorat, Statistik Politik dan Keamanan, Statistik Kriminal 2018 (Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2018), hal. 10
15
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet.8, hal. 146; Lihat juga Ali Audah, Ali Bin Abi Thalib
12
Irzum Farihah, “Filsafat Materialisme Karl Marx: Epistemologi Dialectical and Historical Materialism” (Kudus: Jurnal Fikrah, 2015), hal. 439: sampai Kepada Hasan dan Husain, hal. 34
Lihat juga D.W. Hamlyn, The Penguin History of Westren Philosophy (London: The Penguin Books, 1987), hal. 326
16
Ahmad Zainal Abidin, Negara Utama (Jakarta: Kinta, 1968), hal. 112
13
Ibid
17
Muhammad Fanshobi, Konsep Kepemimpinan dalam Negara Utama Al-Farabi, hal. 61
14
Akbar Dwianto, Konsep Negara Utama Al-Farabi dan Relevansinya bagi Negara Indonesia (Lampung: UIN Raden Intan, 2018), hal. 21
18
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet.8, hal. 118
_38
Memotret Prinsip-Prinsip Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Pemimpin Ideal: Perspektif Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Al-Farabi ifty w

melalui proses analisis seluruh pecah belah. Sebab, terpecahnya Jika pada suatu wilayah tidak ter-
data yang ada di realitas. Analisis setiap individu dalam lingkup so- dapat kesatuan antara pemerin-
data-data yang diperoleh melibat- sial mendeskripsikan tidak tereal- tah dan masyarakat, maka bisa
kan instrument immateri dalam diri isasinya cita-cita yang bersifat uni- dikatakan bahwa wilayah terse-
manusia. versal.20 Cita-cita universal dapat but tidak memiliki cita-cita bersa-
Akal menganalisis ragam permas- tercapai melalui kesatuan pan- ma. Keadaan ini mengindikasikan
alaan yang terjadi di realitas, sep- dangan atau ide (Ârā) dalam ke- adanya sikap egoisme untuk
erti tingginya pertumbuhan praktik hidupan manusia di realitas. Hal ini menyempurnakan dirinya mas-
KKN yang terjadi pada masa Khi- pun telah dipertegas oleh Al-Farabi ing-masing.23
lafah Utsman ibn Affan19, untuk dalam Madinah al-Fadilah bahwa Keniscayaan sikap egoisme da-
dikaji dan ditelaah sebagai cara “Setiap individu membutuhkan in- lam diri setiap individu akan mere-
mendapatkan sebuah solusi. Se- dividu lain untuk memenuhi suatu alisasikan tindakan kriminalitas,
bagaimana Imam Ali as menurunk- kebutuhan dalam dirinya. Sebab, ia seperti KKN yang akan mengarah
an beberapa Gubernur yang men- tidak dapat memenuhi kebutuhan pada pemberontakan dan ker-
jabat pada masa Khalifah Ketiga terebut secara mandiri.”21 usuhan demi mencapai hasrat
yang dipandang sebagai salah satu Penjelasan Al-Farabi menge- serta keinginan egoismenya di re-
akar masalah yang menyebabkan nai pemimpin ideal dan sikap alitas. Sikap pemberontakan dan
kesenjangan antara masyarakat kepemimpinan Imam Ali as telah kerusuhan dalam lingkup sosial
dan pemerintah, serta perpecahan mendeskripsikan bahwa tugas uta- mendeskripsikan hilangnya keten-
antara individu di lingkup sosial. ma seorang pemimpin ialah men- traman dan kebahagiaan sebagai
Pemecatan ini dilakukan sebagai yatukan pandangan antara pemer- tujuan hidup utama setiap mas-
langkah awal dalam kepemimp- intah dan masyarakat. Upaya ini yarakat yang disebabkan tidak
in Imam Ali merupakan cara bi- adalah proses untuk membangun adanya potret dan prinsip dalam
jak untuk menumbuhkan kembali sebuah tujuan yang bersifat univer- diri seorang pemimpin, sebagaima-
kesalarasan antara masyarakat sal dan dipandang sebagai cita-cita na yang dijelaskan oleh Al-Farabi
dan pemimpin tanpa harus ter- universal.22 dan yang telah terjadi di masa khi-
lafah sebelum Imam Ali as.24

19
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet.8, hal. 113 22
Ali Audah, Ali Bin Abi Thalib sampai Kepada Hasan dan Husain, hal. 63:
20
Muhammad Fanshobi, Konsep Kepemimpinan dalam Negara Utama Al-Farabi, hal. 53 Lihat juga Muhammad Fanshobi, Konsep Kepemimpinan dalam Negara Utama Al-Farabi, hal. 66
21
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, cet.8, hal. 146; Lihat juga Imam Ma’ruf, 23
Endrika Widdia Putri, “Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Farabi”,
Kepemimpinan Khalifah Ali Ibn Abi Thalib dan Relevansinya dalam Nilai- hal. 103; Lihat juga Nurcholish Majid, Fiqh Siyasah, Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, hal. 88
Nilai Pendidikan Islam, (Ponogoro: STAIN Ponogoro, 2016), hal. 36 24
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, hal. 118
_39
Memotret Prinsip-Prinsip Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Pemimpin Ideal: Perspektif Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Al-Farabi ifty w

Karenanya, dapat diketahui bahwa keakuaan setiap individu dapat diketahui bahwa ia berusaha untuk
peran dan tugas seorang pemimp- memahami satu-sama lain tanpa membangun kembali negara ideal
in ideal ialah merealiasikan tujuan harus meraih suatu tujuan melalui dalam pandangan Islam setelah
universal dalam konteks sosial. jalur pemberontakan dan kerusu- mengalami instabilitas politis dan
Realisasi tujuan universal mengha- han di realitas.26 sosial di masa khilafah Usman ibn
ruskan seorang pemimpin memiliki Terciptanya status yang aman dan Affan.
kesempurnaan teoritis dan praktis. damai, serta terpenuhinya setiap Aktualitas seluruh potret kepemi-
Sebab, kesempurnaan teoritis akan kebutuhan masyarakat melalui mpinan Imam Ali bertujuan un-
membantunya menemukan solusi kebijakan pemimpin mengindi- tuk membangun kesejahteraan
dari problematika yang dihadapi di kasikan adanya kebahagiaan dalam dan ketentraman setiap individu
tataran praktis. kehidupan manusia dalam sebuah dalam lingkup masyarakat. Ter-
Sepak Terjang Imam Ali Se- komunitas. Sebagaimana yang su- bentuknya kesejahteraan dan
bagai Potret Kepemimpinan dah disinggung bahwa Al-Farabi ketenraman dalam diri setiap indi-
Ideal Menurut Al-Farabi mengartikan kebahagiaan sebagai vidu mendeskripsikan kebahagiaan
Dalam potret kepemimpinan Imam tujuan atau cita-cita setiap individu yang dipandang oleh Al-Farabi se-
Ali, sikap egalitarian dan karismatik yang bersifat universal yang harus bagai cita-cita atau tujuan hidup
direaliasikan melalui sikap praktis, direaliasikan oleh setiap pemimp- suatu masyarakat bersifat univer-
seperti menyejahterakan kebu- in untuk mencapai sebuah negara sal.
tuhan kaum fakir dan anak yat- ideal di realitas.
27
Dengan demikian, dapat diketahui
im-piatu. Hal ini merupakan salah Karenanya, jika diperhatikan bahwa sikap pemimpinan Imam Ali as
satu cara menyamakan kedudu- kepemimpinan Imam Ali as mer- merupakan potret pemimpian ide-
kan setiap individu di realitas.25 Di upakan langkah untuk membimb- al dalam perspektif Al-Farabi yang
satu sisi, sikap moralitas bertujuan ing dan mengantarkan setiap indi- memiliki kesalarasan satu sama
untuk mematikan seluruh paradig- vidu untuk mencapai kebahagiaan lain untuk membangun sebuah
ma keakuaan dalam diri individu. yang dipandang oleh Al-Farabi se- peradaban yang maju dalam ke-
Dengan mematikan paradigma bagai tujuan universal, maka dapat hidupan umat Muslim.

25
Ali Audah, Ali Bin Abi Thalib sampai Kepada Hasan dan Husain, hal. 63: Lihat juga Muhammad Fanshobi, Konsep Kepemimpinan dalam Negara Utama Al-Farabi, hal. 66
26
Endrika Widdia Putri, “Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Farabi”, hal. 103; Lihat juga Nurcholish Majid, Fiqh Siyasah, Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, hal. 88
27
Al-Farabi, Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah, hal. 118

_40
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Doa yang diajarkan Imam Ali


as ketika mendengar pujian
dari orang lain. “Ya Alah ses-
ungguhnya engkau lebih tahu
keadaanku daripada diriku
sendiri sedang aku lebih men-
getahui keadaanku daripada
mereka. Ya Allah jadikanlah
aku lebih baik daripada yang
mereka kira. Dan ampunilah
(dosa-dosaku) yang mereka
tidak ketahui”
Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 100
_41
Mengenal Penulis Al-Ghadir, Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Antologi Riwayat Penjelas Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Suksesor Nabi ifty w

D
i kalangan cendikiawan Syiah dan cend-
ikiawan Muslim secara umum, pembaca
tentu sudah sangat familiar dengan sosok
Allamah Amini. Ya, ia adalah ulama Syiah yang
buku-bukunya kerap menjadi rujukan. Ia juga
dikenal sebagai penulis kitab Al-Ghadir yang no-
tabene merupakan magnum opus-nya.
Abdul Husain Amini Najafi, atau yang lebih dike-
nal sebagai Allamah Amini adalah salah satu ula-
ma Syiah kenamaan abad empat belas. Konon,
ia adalah ulama yang sangat disegani, mengingat
keilmuannya yang mendalam dan juga perangai
akhlaknya yang amat mulia. Keilmuannya ter-
ekam lewat karya-karyanya, sedang perangainya
dapat kita lihat—di antaranya— melalui ketawad-
huan, kezuhudan dan kewaraannya sebagaimana
yang telah tercatat pena sejarah.
Ia lahir pada tahun 1320 H di kota Tabriz, Iran. Be-

MENGENAL
liau tumbuh-kembang di bawah didikan ayahnya,
Syekh Ahmad Amini yang tak lain adalah seorang
ulama tersohor zaman itu. Allamah Amini mener-

PENULIS
ima ilmu dasar-dasar Islam, seperti ilmu akidah,
fikih, sastra Arab mencakup nahwu, sharaf dan
balaghah serta mantiq (baca: logika) dan yang

AL-GHADIR, lainnya, langsung di bawah bimbingan sang ayah,


hingga akhirnya, ia hijrah ke kota Najaf, Irak tepat
di usianya yang ke-16 tahun.
Antologi Riwayat Penjelas
Suksesor Nabi Selama pengembaraanya di Najaf, ia mengha-
biskan waktunya dengan belajar di bawah bimb-
ingan para ulama besar. Di antaranya ada Sayy-
id Muhammad Al-Husaini Furuabadi, Ayatullah
Sayyid Abu Turab Khansari, Ayatullah Mirza bin
Abdul Husain Irwani dan Ayatullah Mirza Abul
Husan bin Abdul Husain Misykini dan ulama lain-
nya.
Di usianya yang ke-32 tahun ia kembali ke tem-
pat kelahirannya. Selama di sana, ia mengajar-
kan kepada orang-orang sekitarnya apa yang ia
peroleh selama belajar di Najaf. Di samping itu,
ia juga masih sibuk dengan penelitian dan kajian
terhadap literatur-literatur penting ilmu pengeta-
huan. Tak lama tinggal di Tabriz, ia memutuskan
untuk kembali ke negeri 1001 malam itu.
_42
Mengenal Penulis Al-Ghadir, Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Antologi Riwayat Penjelas Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Suksesor Nabi ifty w

Pengembaraan dan Safari Makrifah Sang Alim Al-Ghadir, selama empat bulan berada di sebuah per-
Sesampainya di Najaf, ia memulai penelitian dan tel- pustakaan di India, selama itu pula ia berhasil menulis
aah yang kemudian menghasilkan karya-karya besar, kitab tersebut sebanyak empat ribu halaman. Di ten-
salah satunya kitab Syuhada’ul Fadilah. Karya itu beri- gah panasnya udara di India, setiap harinya ia sisih-
si tentang kisah 130 ulama Syiah abad keempat hing- kan waktu selama enam belas jam untuk melakukan
ga abad keempat belas yang syahid. Karya lain yang penelitian dan pengkajian. Itu salah satu rekam jejak
menjadi karya utama dan magnum opus adalah beli- tentang kerja kerasnya menghasilkan sebuah kerya,
au al-Ghadir fil Kitab wa Sunnah wal Adab atau yang yang hinggi kini bisa dinikmati manfaatnya.
lebih dikenal Al-Ghadir. Meski tema utamanya adalah peristiwa Ghadir Khum
Boleh dikata, gaung nama Allamah Amini tak lain ber- yang identik dengan paham Syiah, menariknya, sum-
kat kitab al-Ghadir yang ditulisnya. Hingga kini, kitab ber-sumber rujukan yang dipakai di dalam kitab
itu masih menjadi rujukan cendekiawan muslim. Di Al-Ghadir kebanyakan diadopsi dari kitab-kitab susu-
dalamnya, ia menulis tentang riwayat-riwayat tentang nan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dalam satu an-
peristiwa penting sejarah yaitu Ghadir Khum dimana tologi sistematis sebanyak 11 jilid. Melalui kitab terse-
peristiwa itu Imam Ali adalah tanda suksesi kepemi- but, ia menyuguhkan riwayat dari 120 Sahabat, 84
mpinannya pasca Rasulullah Saw. Tak main-main, Tabi’in dan 360 ulama abad kedua hingga keempat
untuk menulis kitab tersebut, ia rela melakukan safar Hijriah yang kesemuanya bersaksi atas peristiwa Gh-
lintas negara dengan kurun waktu yang tak sebentar. adir Khum.
Irak, India, Pakistan, Suriah, Mesir dan Maroko adalah Boleh dikata, melalui kitab Al-Ghadir yang digoresnya,
di antara negara-negara yang pernah ia sambangi dan Allamah Amini hendak melawan derasnya arus dis-
menjadi saksi bisu penulisan kitab Al-Ghadir. torsi sejarah dan membuka tirai sejarah yang sesung-
Alkisah, suatu hari di saat ia berada di India dalam guhnya tentang siapa sesungguhnya pemimpin yang
rangka melakukan penelitian untuk penulisan kitab telah ditentukan oleh langit untuk melanjutkan misi
Nabi Saw atas kaum muslimin.
_43
Mengenal Penulis Al-Ghadir, Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Antologi Riwayat Penjelas Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
Suksesor Nabi ifty w

Di antara karyanya yang lain,


Al-Ghadir adalah kitab yang
proses penulisannya butuh
waktu yang bertahun-tahun.
Dibutuhkan waktu kurang leb-
ih empat puluh tahun untuk
merampungkan kitab terse-
but. Bahkan dalam salah satu
ungkapannya yang masyhur
terkait dengan penulisan ki-
tab al-Ghadir, ia pernah ber-
kata begini, “Aku telah meng-
habiskan sepuluh ribu buku
untuk menulis kitab al-Ghadir
yang semuanya telah kuba-
ca dari bismillah (awal) hing-
ga tamat (akhir), dan aku tel-
ah merujuk sebanyak seratus
ribu buku.”
Tentu, mendengar pernyata-
an itu membuat kita berde-
cak kagum. Dan tak heran,
dari segitu banyaknya refe-
rensi yang ia baca dan kaji,
kitab tersebut menjadi ruju-
kan banyak orang. Lebih-leb-
ih bagi mereka yang hendak
mengetahui siapa suksesor
pribadi suci Muhammad Saw
yang sesungguhnya.
Senja Sang Alim
Sepulang dari pengembaraan
ilmiah-nya di negara-neg-
ara Timur Tengah dan Af-
rika Utara, dan juga berkat kaki, dan juga gerakan tubuhnya sungguh berjasa bagi
kedekatannya dengan dunia literasi, ia mendirikan Islam dan umat manusia.
sebuah perpustakaan di Najaf. Konon, perpustakaan
Dikatakan, kabar tentang meninggalnya sungguh
yang diberi nama Al-Imam Amirul Mukminin itu dino-
mengagetkan, sebab saat itu ia masih terlihat sehat
batkan sebagai perpustakaan terbesar di Najaf. Pada
dan tidak terlihat tanda-tanda sakit di tubuhnya ba-
1396 H, perpustakaan tersebut tercatat memiliki em-
rang sejengkal tangan. Konon wafatnya disebabkan
pat puluh dua ribu jilid buku, dan juga terdapat empat
keuletannya dalam membaca, mengkaji dan menulis
ribu manuskrip dan empat ratus poto.
tanpa pernah sedikit pun merasakan lelah yang berar-
Keberadaan perpustakaan yang ia dirikan, tentu men- ti. Ia pada akhirnya mengucapkan selamat tinggal ke-
jadi magnet tersendiri bagi mereka yang punya ke- pada alam fana ini di usianya yang ketujuh puluh pada
dekatan dengan dunia keilmuan dan literasi. Alhasil, tahun 1390 H di Teheran. Lalu, sesuai wasiat yang ia
selama hidupnya, Allamah Amini mewakafkan dirinya tulis, jasadnya dikebumikan di sebuah ruangan yang
di jalan Ahlulbait dan Islam. Tak sedikit manfaat yang berada di dalam perpustakaan yang ia dirikan itu. Al-
bisa kita ambil darinya. Maka—tidak berlebihan—un- lahumarhamhu. Lahul fathihah!
tuk mengatakan, bahwa setiap helaan napas, langkah
_44
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Barangsiapa yang berprasangka baik


padamu, maka wujudkanlah dan bukti-
kanlah prasangkanya itu

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 248


_45
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Berkenalan dengan gerakan Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
“Nahdhah Nahjul Balaghah” ifty w

Berkenalan dengan Gerakan


“Nahdhah Nahjul
Balaghah”
“George Jordac yang merupakan orang
Kristen saja mengatakan bahwa ia telah
membaca Nahjul Balaghah lebih dari 200
kali saking kuatnya daya tarik yang dimiliki
perkataan Amirul Mukminin as. Saya yang
seorang muslim. Saya yang mengaku se-
bagai pecinta dan pengikut Ali bin Abi Thal-
ib as, apakah pernah saya mengkhatam-
kan Nahjul Balaghah walau hanya sekali?”
- Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad
Dashti dalam pengantar terjemahan bahasa
Persia yang dia tulis untuk Nahjul Balaghah.
_46
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Berkenalan dengan gerakan Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
“Nahdhah Nahjul Balaghah” ifty w

Bisa kita bayangkan perasaan yang in Jin dan Manusia, Ali as. Jordac Apakah mungkin kita bisa
membuat HI Dashti sampai berka- berkata bahwa Nahjul Balaghah mengkhatamkan Nahjul Balaghah?
ta demikian. George Jordac adalah memiliki daya tarik luar biasa yang Meskipun di dalamnya tersa-
dosen sastra bahasa Arab di Leba- memantik gairah berapi-apinya se- ji makrifah Alawi, bukankah itu
non. Ia adalah satu diantara sekian hingga ia mampu mengkhatamkan adalah kitab yang sulit dipaha-
orang yang jatuh hati dengan bunga Nahjul Balaghah sampai lebih dari mi? Aforismenya yang pendek-
rampai perkataan Sang Pemimp- 200 kali. pendek saja sudah sukar dipahami.
_47
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Berkenalan dengan gerakan Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
“Nahdhah Nahjul Balaghah” ifty w

Bagaimana dengan surat-suratn- mang mengandung poin-poin de- dan inspiratif dari ilmu Imam Ali
ya? Apalagi khotbah-khotbahnya tail yang harus dijelaskan bahkan AS yang saat ini sampai ke tangan
yang panjang. ditafsirkan seorang ulama. Namun kita. Boleh jadi lawan bicara Imam
bukan berarti kandungannya sama as saat itu adalah orang lain, akan
Jawabannya tentu Iya! Setiap sekali tak dapat disentuh oleh kita. tetapi sejatinya pesan-pesan yang
orang bisa mengkhatamkan Nah- Nahjul Balaghah merupakan sa- disampaikan tidak terbatas hanya
jul Balaghah. Nahjul Balaghah me- ripati yang manis, komprehensif untuk mereka. Bukankah ia ada-
lah pintu ilmu Rasulullah? Dimana
siapa saja yang hendak memasuk-
inya harus melalui pintunya? Nah-
jul Balaghah adalah warisan aba-
di pintu ilmu Rasulullah itu untuk
seluruh umat manusia.

Namun sayangnya kita lalai dari


harta karun khazanah keilmuan
Alawi yang satu ini. Entah kare-
na kita tak memiliki waktu untuk
membacanya barang sejenak atau
kita masih belum percaya bahwa
kitapun dapat menyelami samud-
era tak bertepi pengetahuan Alawi
itu.

Tak perlu khawatir, gerakan yang


akan kami perkenalkan dalam ke-
sempatan kali ini memiliki jawa-
bannya! Gerakan itu bernama ger-
akan Nahdhah Nahjul Balaghah
(Kebangkitan Nahjul Balaghah).
Gerakan ini diprakarsai oleh salah
satu aktivis Hauzah, yaitu Hujjat-
ul Islam wal Muslimin Mahdawi
Arfa’. Beliau mengawali gerakan ini
dari lingkungan terdekatnya dan
mengembangkannya hingga ke
skala nasional bahkan internasion-
al. Silahkan cek di www.nahjolbala-
gheiha.ir.

Gerakan ini adalah satu gera-


kan populer (dari rakyat oleh
rakyat, swadaya masyakarat dan
non profit) yang berupaya untuk
memperkenalkan, menyebarluas-
kan dan mempromosikan Nahjul
Balaghah ke khalayak ramai. Motto
dari gerakan ini adalah “Saya juga
membaca Nahjul Balaghah”. Tujuan
dari gerakan ini pada fase pertama
adalah pengajaran cara membaca
_48
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Berkenalan dengan gerakan Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
“Nahdhah Nahjul Balaghah” ifty w

Nahjul Balaghah secara mudah. dan pengajar yang telah mengkaji Nah-
jul Balaghah secara mendalam. Berikut
Sejauh ini aktivitas Nahdhah Nahjul adalah metode yang direkomendasikan:
Balaghah dapat dibilang cukup intens.
Mereka mengadakan kajian-kajian Nah- Membaca secara individu:
jul Balaghah di berbagai masjid, huseini-
yyah hingga majelis pengajian dari ru- 1. Jika tidak bisa bahasa Arab, baca saja
mah ke rumah di seluruh penjuru Iran. terjemahan Nahjul Balaghah. Down-
Gerakan ini juga mengirim beberapa load terjemahan bahasa Indonesia dis-
eksemplar kitab Nahjul Balaghah leng- ini http://almawaddah.info/bukuonline/
kap dengan Ustadz dan staff pengajar lalu klik NAHJUL BALAGHA
khusus untuk penyelenggaraan majelis
2. Biasakan setidaknya 10 menit setiap
pengkajian Nahjul Balaghah secara gra-
hari sebagai permulaan
tis di daerah-daerah yang membutuh-
kan. 3. Mulai dari bagian Aforisme/kutipan
hikmah. Karena lebih praktis/aplikatif
Salah satu terobosan yang mereka buat
dan mudah.
adalah metode mudah untuk mengkha-
tamkan Nahjul Balaghah. Metode ini tel- a. Baca bagian aforisme dari awal
ah diterapkan dalam berbagai kegiatan hingga akhir sebanyak dua kali.
yang diselenggarakan oleh aktivis Nah-
dhah. Metode ini dapat dilakukan secara b. Setelah itu baca bagian surat dari
individu maupun berkelompok. Metode bagian palng terakhir hingga yang
ini bertujuan untuk memudahkan pem- pertama.
baca menelaah Nahjul Balaghah. Untuk
menyelami kedalamannya tentu mem- c. Baca bagian khutbah dari yang ter-
butuhkan arahan dari seorang Ustadz akhir hingga yang pertama
_49
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Berkenalan dengan gerakan Kontak kami: www.hpiiran.com I @hpiiran I : +98 905 915 6293
“Nahdhah Nahjul Balaghah” ifty w

4. Jangan paksakan diri anda untuk meng- Pada fase pertama pembaca tidak diha-
hafal atau membuat catatan pribadi dari ruskan untuk memahami penjelasan dan
setiap bagian yang anda baca. Tapi jika itu
tafsiran dari perkataan Imam as. Karena tu-
tidak memberatkan, silahkan. juan di fase pertama ini hanya untuk berke-
nalan dengan kalam Imam as. Teruslah
5. Baca dengan perlahan, dalami keindahan membaca, jika ada yang tidak anda pahami.
bahasa dan kedalaman maknanya. ang- Tandai dan lewatilah. Bisa jadi anda akan
gaplah diri anda adalah orang yang sedang menemukan jawabannya pada bagian-ba-
diajak bicara oleh Imam. gian yang lain.
5. Jika anda menemui bagian-bagian yang Setelah mengkhatamkan Nahjul Balaghah,
sulit dipahami atau anda memiliki per- anda akan saksikan dan rasakan sendiri
tanyaan, tandai bagian tersebut lalu lewa- bahwa lebih dari 70 persen dari kitab terse-
ti saja. Bisa jadi anda justru menemukan but dapat anda pahami. Tidak seperti apa
jawabannya di bagian-bagian selanjutnya. yang selama ini disampaikan oleh orang-
orang bahwa Nahjul Balaghah itu sulit dipa-
Membaca secara berkelompok
hami, terlalu berat dan lain sebagainya.
1. Ajak anggota keluarga, teman dekat atau
Coba ulang lagi baca Nahjul Balaghah dari
siapapun yang berminat dalam kegiatan ini.
awal. Susuri lagi kata demi katanya. Anda
2. Atur waktunya. Sepakati bersama dan pasti akan merasa lebih memahami dari-
berhentilah sesuai dengan waktu yang tel- pada putaran pertama. Lanjutkan saja tel-
ah disepakati. Ingat, dalam melaksanakan aah anda atas kitab ini. Pada putaran kedua,
segala sesuatu secara berkelompok, yang anda mungkin akan tergerak untuk mem-
paling penting adalah konsistensi. Selama buat catatan, merenung, membuka buku-
semua anggota konsisten, kegiatan anda buku syarah atau bahkan bertanya kepada
akan langgeng dan efektif. Asatidz. Lanjutkan saja. Jika berminat dan
ingin serius, anda bisa mulai menapak ke
3. Tentukan mekanisme bergantiannya. fase berikutnya: pendalaman.
Siapa yang baca pertama, siapa yang kedua
dan seterusnya. Untuk fase berikutnya, gerakan ini menye-
diakan fasilitas berupa staff pengajar. Fase
4. Baca Nahjul Balaghah dengan cara yang ini tidak mengenal batas waktu. Semakin
sudah dijelaskan di bagian individu. alim sang pengajar, bisa jadi semakin da-
lam pula penggalian makna yang dilakukan
5. Jika ada seseorang dari kelompok terse- atas satu poin pembahasan. Namun pada
but yang memiliki kemampuan/pegeta- dasarnya, yang menjadi tujuan utama gera-
huan lebih, mintalah ia untuk memantik/ kan ini, adalah membuat masyarakat untuk
menyodorkan pertanyaan provokatif untuk melangkahkan kakinya pada fase pertama.
kemudian dicari jawabannya dalam Nahjul Yaitu bersentuhan langsung dengan kalam
Balaghah. Imam as. Siapapun dia dan dimanapun dia
berada.
Beberapa catatan:
Tertarik menjadi bagian dari gerakan ini?
Bacalah dengan wudhu, bacalah dengan Jika ya, katakan “Saya juga baca Nahjul
niat yang tulus. Yakinlah bahwa apabila kita Balaghah!”
benar-benar tulus Allah akan izinkan kita
untuk mencicipi makrifat Imam.
_50
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293

Berhati-hatilah! Sesungguhnya Allah


menutupi aib-aib seseorang seakan-akan
Ia telah mengampuninya.

Nahjul Balagha: Kutipan Hikmah 30


_51
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
Puisi

Sang putra By.Ka’ba h Kelahiran


Ali Hadi Demak yang Dibanggakan
By. Z.K
Kilasan sejarah masa lalu, seolah be-
rulang lagi dipelupuk mataku. Di pertengahan Rajab, purnama bertaruh
pada angin
Kisah yang ditulis oleh sejarah dengan Tentang sebuah nama, yang sebentar lagi
tinta emasnya. akan lahir
Tidak akan ada yang seindah ia
Peristiwa nan agung, semenjak kelahi-
ran Nabiyul ummi.
Kemudian angin bertaruh pada awan
Apa kau temukan, manusia dipersilah- Tentang sebuah nama, yang telah membu-
kan untuk lahir di rumah-Nya. ka mata
Tidak akan ada yang selembut ia
Tak akan pernah kau temukan seorang
pun, kecuali dia!
Lalu awan bertaruh pada hujan
Dialah yang dipilih Sang Maha, sebagai Tentang seorang hamba, yang bersimpuh
penerus Muhammad. tenggelam di mihrabnya
Tidak ada yang sederas tangisnya
Dialah sang jawara laga, dalam setiap
peperangan.
Hujan pun bertaruh pada batu
Dialah pendamping hidup Az-Zahara, Tentang seorang ksatria, singa medan laga
yang dinikahkan Tuhan. Tiada yang setangguh ia
Mengangkat khaibar dengan satu tangan
Dialah yang namanya bersanding di
Arsy bersama Tuhan dan utusan-Nya. satu hentakan

Dialah neraca beriman atau tidaknya Ka’bah diam-diam paling jumawa


seseorang hamba Tuhan. Bayi yang dibicarakan purnama, awan dan
hujan
Dialah yang mengetahui dhahir dan
batinny Al-Quran. malam ini lahir di pelukannya

Dialah yang namanya kan selalu abadi


sepanjang masa. Dua Fathimah membersamai bergantian
Dua Hasanain meneruskan penjagaan beri-
Dialah dermaga tempat berlabuhnya
seluruh sifat mulia. ringan
Kufah dan Najaf, dua kota yang kultus karna
Dialah sang putra Ka’bah, Ali Bin Abi kehadiran dan kematian
Thalib as.

Qom-14-februari-2020
Nantikan
Buletin Digital triwulan HPI-Iran
edisi selanjutnya yang akan terbit
pada bulan Agustus 2020.
Kritik dan saran dari pembaca dapat
disampaikan ke email: redaksibuletinhpiiran@gmail.com
_53
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Selayang Pandang
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
HPI Iran

Selayang Pandang HPI Iran


Bulan Mei tahun 2000 merupakan momentum yang dibagikan. Dari jumlah 45 pelajar putra saat
penting bagi para talabeh (sebutan untuk pelajar itu, 41 orang membubuhkan tanda-tangan per-
Hauzah) Hauzah Ilmiah di Iran. Di bulan itu lahir setujuan.
sebuah Organisasi Pelajar Indonesia terbesar di
Republik Islam Iran, yang kelahiran dan kebera- Dari hasil referendum itu, beberapa orang yang
dannya tidak saja berangkat dari prinsip-prin- mempunyai komitmen dalam permasalahan ke-
sip kebutuhan sosial, juga sebagai wadah untuk organisasian kemudian bergerak merealisasikan
membangun sebuah kesadaran organisme secara keinginan bersama tersebut. Disusunlah lang-
kolektif. kah-langkah struktural dengan membentuk
Steering Committee (SC). SC kemudian menga-
Berangkat dari prinsip itu, salah satu pelajar me- dakan sebuah Lokakarya untuk membahas ma-
munculkan sebuah gagasan untuk membentuk salah keorganisasian pelajar. Setelah mengalami
sebuah wadah bagi pelajar melalui cara yang beberapa kali penundaan, Lokakarya itu akhirnya
sangat praktis dan demokratis. Langkah pertama berhasil digelar pada tanggal 18 Agustus tahun
yang dilakukan adalah melalui penjajakan dengan 2000.
mengedarkan surat pernyataan tanda persetu-
juan untuk didirikannya wadah tersebut. Dalam Lokakarya itu menghasilkan sebuah Badan Peker-
proses ini, hasilnya hanya sedikit yang mem- ja (BP) yang beranggotakan lima orang untuk
bubuhkan tanda tangan surat edaran tersebut. menyusun Draft Tata Tertib Musyawarah Ang-
Meski dengan jumlah relatif sedikit itu, namun gota, AD/ART, Mekanisme Pemilihan Ketua, Job
ketika diadakan sebuah “referendum”, hasilnya Deskripsi, serta Garis-Garis Besar Program Ke-
sangat mengejutkan. Mayoritas mutlak pelajar giatan Organisasi. Forum pada saat itu menyepa-
(putra) menandatangani surat tanda pernyataan kati Ustaz Abdullah Beik, Ustaz Ibrahim al-Hab-
_54
Buletin Digital HPI Iran - Relijius, Progresif dan Menggerakkan I Edisi-4: Ali Simbol Kepemimpinan
Selayang Pandang
Kontak kami: www.hpiiran.com I ifty @hpiiran Iw : +98 905 915 6293
HPI Iran

syi, Ustadz Thaha Musawa, Ustaz Otong Sulaeman, dan Ustaz


Mukhtar Lutfi sebagai anggota BP. Mereka terpilih melalui voting.
Setelah BP terbentuk, mereka menggelar dua kali pertemuan in-
tensif pada tanggal 21 dan 23 Agustus pada tahun yang sama.
Seluruh draft sebagaimana yang diamanatkan dalam Lokakarya
berhasil diselesaikan dan diajukan ke forum umum. Maka, proses
pembentukan organisasi pun memasuki babak baru yang paling
signifikan dan menentukan.

Tepatnya hari Jumat, 25 Agustus 2000. Dilihat dari daftar had-


ir Musyawarah Anggota, tercatat 40 pelajar hadir dalam Musy-
awarah Anggota. Artinya, dari seluruh penanda tangan surat
pernyataan, hanya satu orang yang tidak hadir. Mereka semua
menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah yang sedang berlangsung.
Lewat rangkaian sidang yang maraton, alot, menegangkan,
sekaligus melelahkan (dimulai jam 8 pagi sampai jam 9 malam),
Musyawarah berhasil menyusun AD/ART dan memilih tiga
orang sebagai anggota Presidium sebagai berikut; Ustaz Ibrahim
al-Habsyi, Ustaz Thaha Musawa, dan Ustaz Abdullah Beik. Un-
tuk membuat nama organisasi dan logo, dilakukan melalui pros-
es demokrasi dengan membuat perlombaan pembuatan nama
dan logo sekaligus yang diedarkan ke seluruh pelajar. Seminggu
kemudian, akhirnya disepakati nama Organisasi yang bernama
Himpunan Pelajar Indonesia yang disingkat (HPI) dan menyepa-
kati logo resmi yang saat ini menjadi lambang HPI. Waktu terus
bergulir, kegiatan terus berlangsung, namun pada saat yang sama,
berbagai kendala terus menghadang. Secara umum, kendala itu
ada dua, pertama, muncul pemahaman falas tentang organisasi
dan penentangan eksistensi HPI dengan berbagai alasan.

Kedua, alasan tersitanya waktu belajar, yang dihabiskan untuk


kegiatan organisasi. Tetapi, semua itu justru membuat organisasi
HPI bertambah matang dan terus membangun kesadaran kolek-
tif organisme bagi anggotanya. Saat ini HPI sudah berumur 19
tahun lebih, yang artinya selama perjalanan itu tentu banyak
penyempurnaan- penyempurnaan baik dari sisi AD/ART maupun
sistem keorganisasiannya. Dan yang terpenting dari itu semua
adalah, sel-sel organisme kehidupan organisasi sudah “ternikah-
kan” secara batin dengan para anggotanya. Dan selama 19 tahun
eksistensinya itu, HPI bukan hanya sekedar menjadi wadah dan
majlis ilmu saja, tetapi di dalamnya terdapat kumpulan nilai-nilai
kehidupan yang stabil dan tempat bagi tumbuh kembangnya nu-
ansa kepekaan rasa terhadap setiap gejala dan getar kehidupan
sosial. Dengan demikian, bagaimana mungkin kita bisa mem-
bayangkan “bubarnya” sesuatu yang sama sekali tidak dipersat-
ukan oleh sel-sel organisme asing, tetapi oleh kedalaman batin.
Bisakah kita menceraikan pertautan batin ini?! Vivat HPI! []