Anda di halaman 1dari 9

BAHAN DISKUSI ANALISIS KELARUTAN FASE

Artikel 1
Judul: Improvement in solubility and dissolution rate of flavonoids by complexation with -cyclodextrin
Prosedur studi kelarutan fase:
Hesperetin atau naringenin dalam jumlah berlebih ditambahkan ke dalam tabung yang berisi 10 ml
larutan -CD berbagai konsentrasi (0 – 0,014 M), kemudian diagitasi pada suhu 25 oC, 35oC, 45oC,
dan 55oC. Setelah mencapai kesetimbangannya, yaitu 72 jam, alikuot dari tiap vial disaring kemudian
dianalisis menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 289 nm untuk mengukur
konsentrasi hesperetin atau neringenin yang terlarut. K C (konstanta stabilitas) dapat dihitung dari garis
lurus pada diagram kelarutan fase berdasarkan persamaan Higuchi-Connors yaitu
slope
Kc =
intercept (1−slope)
(Tommasini et al., 2004)
Diagram kelarutan fase:

Keterangan: diagram kelarutan fase hesperetin dengan -CD dalam air pada suhu 25oC
Keterangan: diagram kelarutan fase hesperetin dengan -CD dalam air pada suhu 25oC

Artikel 2

(Al-Marzouqi, Shehatta, Jobe, & Dowaidar, 2006)


Artikel 3

(Figueiras, Sarraguc, Carvalho, Pais, & Veiga, 2007)

Artikel 4

(Eduardo et al., 2010)


Artikel 5

(Alatas, Soewandhi, Sasongko, & Ismunandar, 2018)


Artikel 6
(Ono, Hirayama, Arima, & Uekama, 2001)
Artikel 7

(Sbarcea et al., 2011)


Artikel 8

(Worthington, Glass, Penkler, Box, & Elizabeth, 1996)


Artikel 9

(Gökbulut & Özdemİr, 2017)


Artikel 10

(Waleczek, Marques, Hempel, & Schmidt, 2003)