Anda di halaman 1dari 7

Tugas!

Membuat Resume Tentang Fosfor

Asam Fosfat

Asam fosfat, juga disebut asam ortofosfat (H3PO4). Asam fosfat murni adalah
kristal padat (titik leleh 42,35 °C atau 108,2 °F). Asam fosfat membentuk tiga jenis
garam sesuai dengan penggantian satu, dua, atau tiga atom hidrogennya. Di antara
garam fosfat penting adalah natrium dihidrogen fosfat (NaH2PO4), natrium fosfat
(Na3PO4), kalsium superfosfat (Ca [H2PO4].

Gambar Batuan Fosfat


Molekul asam fosfat berinteraksi dalam kondisi yang sesuai, seringkali pada suhu
tinggi, untuk membentuk molekul yang lebih besar. Dengan demikian, difosforik, atau
asam pirofosfat (H4P2O7) terbentuk dari dua molekul asam fosfat, kurang satu
molekul air. Ini adalah yang paling sederhana dari serangkaian homolog molekul
rantai panjang yang disebut asam polifosfat, dengan rumus umum H(HPO3) , di mana
n = 2, 3, 4,. . . . Asam metafosfat, (HPO3) n, dimana n = 3, 4, 5,. . . , adalah jenis lain
dari polimer asam fosfat. Asam metafosfat ditandai dengan struktur molekul siklik.
Asam metafosfat ini digunakan juga untuk merujuk kepada kekentalan, zat lengket yang
merupakan campuran dari kedua rantai dan cincin bentuk panjang (HPO3) n. Berbagai
bentuk polimer dari asam fosfat juga disiapkan oleh hidrasi fosfor oksida. Asam fosfat
murni merupakan padatan kristal tidak berwarna, mempunyai titik leleh 42,35 °C. Pada
suhu rendah, asam fosfat bersifat sangat stabil dan tidak mempunyai sifat oksidator,
sedangkan pada suhu tinggi cukup reaktif terhadap logam yang mereduksinya.
Asam fosfat diperoleh dengan cara mereaksikan langsung batuan fosfat dengan
asam sulfat pekat. Reaksi:
Ca3(PO4)2(s) + 3 H2SO4(aq) + 6 H2O → 3 CaSO4·2H2O(s) + H3PO4(aq)
Jika ke dalam asam fosfat ditambahkan gerusan apatit, akan diperoleh pupuk
dengan kadar fosfat yang tinggi disebut TSP (triple superfosfat).
Reaksi antara batuan fosfat (fluorapatite) dengan asam sulfat sebagai
berikut :

Batuan fosfat adalah senyawa kompleks, kandungan mineral yang prinsip yaitu
flourapatite, yang mengandung calsium, fosfat, flouride dan elemen atau grup yang
lain dan terikat bersama-sama di dalam latice kristal. Jika batuan direaksikan dengan
asam mineral yang kuat, maka latice kristal dipecah dan kandungan fosfat akan
terlarut sebagai asam fosfat.
Di luar kegunaannya sebagai bahan pupuk, fosfat dalam bentuk senyawa
lain digunakan dalam berbagai industri. Asam fosfat direaksikan dengan soda abu atau
batu kapur, akan diperoleh senyawa fosfat tertentu. Asam fosfat dengan batugamping
akan membentuk dikalsium fosfat yang merupakan bahan dasar pasta gigi dan
makanan ternak. Reaksi sederhananya sebagai berikut:
Ca3 (PO4)2 + CaCO3 =====> Ca HPO4 (dikalsium fosfat)
Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan fungsi
berbeda. Reaksi sederhananya sebagai berikut :
H3 PO4 + Soda abu ======> a, b, dan c.
a. Sodium tripoly phosphate digunakan sebagai bahan detergent
b. Sodium triotho phosphate digunakan sebagai pelembut air
c. Tetra sodium pyro phosphate digunakan sebagai industri keramik.
Proses Pembuatan Asam Fosfat
Proses pembuatan asam fosfat secara umum dikelompokkan menjadi 2
golongan yaitu pembuatan asam fosfat dengan proses basah (wet process) dan
pembuatan dengan tungku listrik.
Pembuatan asam fosfat dengan proses basah
Pembuatan asam fosfat dengan proses basah menggunakan bahan
baku batuan fosfat yang telah dihaluskan, kemudian direaksikan dengan asam sulfat.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Reaksi berlangsung sangat cepat, dan reaksi tersebut menghasilkan


produk samping berupa gypsum dan hidrogen flourida. Campuran hasil reaksi
akan membentuk slurry sehingga proses pemisahan dilakukan dengan filtrasi.
Asam fosfat yang melewati filter kemudian ditampung sebagai produk, dengan
metode ini dapat dihasilkan asam fosfat dengan kadar 94-98% dan kandungan
P2O5 sebanyak 30-38%.
Beberapa proses yang dikembangkan berdasarkan proses basah ini antara
lain:
1) Proses Prayon Dihydrate
2) Proses Jacob Dorr Dihydrate
3) Proses Central Prayon Dihydrate
4) Proses Nissan
Deskripsi untuk masing-masing proses yakni:
1) Proses Prayon Dihydrate
Proses ini dikembangkan oleh Prayon dari Belgia. Perkembangan teknologi
proses selanjutnya diutamakan pada agitasi dan pola aliran slurry yang
saat ini digunakan filter vacum tilting pan. Filtrasi yang baik dicapai melalui
semakin banyaknya kristal yang hilang.
2) Proses Jacob Dorr Dihydrate
Proses ini digunakan di Amerika Serikat dengan produksi asam fosfat lebih
dari 3 juta ton per tahun. Proses ini menggunakan reaktor yang terdiri dari
dua buah reaktor yang berbentuk silinder dengan pendingin vacum. Proses
ini menggunakan berbagai macam filter.
3) Proses Central Prayon Dihydrate
Proses central-prayon merupakan gabungan antara proses prayon dengan
central glass, biasanya berkapasitas 750.000 ton per tahun. Proses
pemanasan dipenuhi dengan adanya steam dan juga panas reaksi dengan
asam sulfat berkadar 10-15%.
4) Proses Nissan
Proses reaksi dijaga pada suhu 85-105 °C terjadi pembentukan silika setelah
mendapat tambahan flouride dan komponen lainnya. Biasanya
berkapasitas sedang, dan juga merupakan proses yang paling banyak
digunakan.
Pembuatan asam fosfat dengan tungku listrik
Pembuatan asam fosfat dengan tungku listik dilakukan dengan memasukkan
batuan fosfat ke dalam tungku pembakar listrik dimana terjadi reaksi sebagai berikut:

Gas P4 dibakar dengan udara dan oksida yang dihasilkan selanjutnya


direaksikan dengan air untuk mendapatkan H3PO4, dengan metode tungku listrik dapat
dihasilkan asam fosfat dengan kadar kemurnian kurang lebih 85%, dimana kandungan
P2O5 sebanyak 75%.
Uraian Proses atau Flowsheet Asam Fosfat
Batuan fosfat dari gudang di haluskan di dalam ballmill sebelum direaksikan
dengan larutan asam sulfat. Reaksi ini dijalankan di dalam reaktor alir tangki
berpengaduk. Hasil reaksi yang berupa latutan asam fosfat dan padatan gipsum
dipisahkan di filter. Gipsum sebgai hasil samping disimpan di gudang, filtrat yang
mengandung asam sulfat dipekatkan di evaporator sampai konsentrasi asam fosfat
menjadi 75 %, dan cairan hasil pencucian cake di recycle ke reaktor.

Batuan fosfat diumpankan dalam bentuk bongkahan kedalam sistem penghancur


yaitu ball mill setelah memiiki ukuran 8 mesh batuan fosfat diumpankan ke
dalam digester bersamaan dengan pengumpanan asam sulfat. Dalam digester
terjadi pengadukan dan pencampuran antara kedua material tersebut. Dilakukan
pendinginan dengan vacuum cooler sehingga produk asam fosfat yang telah
didinginkan tersebut dapat dilakukan filtrasi pada Filter 1. Pada filter 1 akan didapat
asam fosfat murni dan pengotor- pengotor lain akan lolos terfiltrasi ke tahap berikutnya.
Tahap berikutnya dilakukan penambahan Silica slurry. Silica merupakan bahan
baku yang penting sekaligus bertindak sebagai asam dan fluks (zat dalam sebuah
reaksi yang berfungsi untuk menyerap zat pengotor dalam reaksi). Dari fluor yang
terdapat di dalam batuan fosfat, kira-kira 20% terkonversi menjadi SiF4 dan menguap.
Reaksi berlangsung cepat, ketika penambahan Silica Slurry yang berasal dari AlF Plant
dilakukan filtrasi kembali pada Filter II sehingga didapatkan produk samping yaitu
Gypsum Dihydrate.
Kegunaan Fosfat
1. Pupuk Fosfat
Penggunaan paling umum dari fosfat adalah sebagai pupuk. Umumnya pupuk
yang dipakai untuk tanaman adalah SP36 dengan kadar P2O5 sebesar 36% dan
pupuk TSP meskipun jenis TSP sudah absen dari di pasar Indonesia. Pupuk
tersebut diproduksi dengan bahan baku dari tambang fosfat. Manfaat fosfat
untuk tanaman melalui pupuk fosfat adalah untuk menyuplai unsur fosfor (P)
yang mana unsur ini sangat penting bagi tanaman. Unsur tersebut adalah
penyusun material genetik dari tanaman dan menjadi komponen penghantar
energi untuk tanaman.
2. Korek Api
Sebelum masyarakat mengenal korek api gas, tentunya korek api geseklah yang
digunakan, walaupun saat ini pun korek jenis tersebut masih dapat ditemukan di
pasaran. Manfaat fosfat untuk bahan korek api ini didapat dengan mengolah
fosfat yang didapat di alam menjadi senyawa fosfor pentasulfida (P2S5) dan
fosfor sesquisulfida (P4S3) yang digunakan untuk melapisi ujung batang dan
pinggiran kertas pada korek api. Jenis korek api ini dianggap aman karena hanya
dapat menyala pada permukaan khusus, sehingga sering disebut juga sebagai
safety match.
3. Cat dan Pelapis
Manfaat dari fosfat selanjutnya adalah untuk industri cat dan pelapis. Cat dan
pelapis yang memanfaatkan fosfat sebagai komponennya adalah yang berbasis
air (lihat tentang massa jenis air), bukan cat berbasis minyak. Penggunaan
utama dari fosfat ini adalah untuk membasahi pigmen dan filler, memecahkan
gumpalan yang terjadi, serta sebagai penstabil pigmen dalam suspensi dari cat.
Polifosfat yang didapatkan dari pengolahan fosfat juga digunakan untuk
mencegah terjadinya pembentukan gel pada cat, terutama apabila cat
menggunakan tambahan senyawa oksida seng.
4. Produksi Keramik
Beberapa jenis fosfat digunakan dalam pemrosesan berbagai jenis keramik.
Manfaat fosfat dalam produksi keramik adalah untuk membantu proses
manufaktur pada keramik serta memberikan sifat fungsional pada keramik.
Proses produksi keramik biasanya diawali dengan bahan mentah berupa lempung
yang cenderung cair, beberapa jenis polifosfat digunakan untuk mengontrol
kekentalan dari bahan mentah tersebut. Beberapa jenis ortofosfat juga
ditambahkan pada keramik untuk menguatkan ikatan kimia dari keramik yang
dihasilkan.
5. Pemadam Api dan Perlindungan terhadap Api
Beberapa jenis turunan fosfat juga memiliki sifat tahan api yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat fosfat untuk perlindungan terhadap
kebakaran contohnya adalah penggunaan amonium polifosfat untuk melindungi
komponen-komponen pada bangunan, pelapis, dan seal yang ada pada
bangunan.Umumnya alat pemadam api untuk skala rumah tangga juga
mengandung amonium fosfat dalam kandungannya. Untuk kebakaran skala
besar pun, fosfat masih digunakan sebagai pemadam kebakaran, seperti
contohnya pada kebakaran hutan. Pada penanganan kebakaran hutan, amonium
fosfat akan disebarkan dari jalur udara menggunakan pesawat ke area vegetasi
yang ditentukan untuk mencegah meluasnya kobaran api.
6. Pengolahan Air
Senyawa fosfat juga banyak digunakan dalam pengolahan air, terutama untuk air
dengan kualitas untuk air minum (lihat pengertian air). Fosfat digunakan untuk
mencegah warna merah dari oksida besi dan warna hitam dari unsur mangan
pada air. Fosfat juga berfungsi untuk menahan pembentukan endapan mineral
dan korosi pada sistem distribusi air. Timbal  dan tembaga (lihat kegunaan
tembaga) yang terlarut pada air juga dapat dikurangi dengan penambahan
fosfat.