Anda di halaman 1dari 4

FARMASI FISIKA PRAKTEK (TUGAS PERSONAL)

Dosen: Leonard Kristofel Letelay S.Si.,M.Si

DATA MAHASISWA
Nama / NIM : Henny Indra / 01175190002
Jurusan / Fakultas : D3 Farmasi Kelas Karyawan
Mata Kuliah : FARMASI FISIKA PRAKTEK
No. Kelas : P1 4025
Waktu Kuliah : Online

1. Berdasarkan interaksinya dari fase dispersi dengan medium

pendispersi, urutkan kecepatan interaksi antara bahan-bahan

berikut(jelaskan berdasarkan referensi minimal 3); Na2SO4, Gelatin,

FeCl3, Susu bubuk, Alkohol. 

 JAWAB

Alkohol, FeCl3, Na2SO4, Susu bubuk dan Gelatin

Penjelasan : Koloid yang memiliki medium dispersi cair

dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Suatu koloid disebut

koloid liofil apabila terdapat gaya tarik-menarik yang cukup besar

antara zat terdispersi dengan mediumnya. Liofil berarti suka cairan

(Yunani: lio = cairan, philia = suka). Sebaliknya, suatu koloid disebut

koloid liofob jika gaya tarik-menarik tersebut tidak ada atau sangat

lemah. Liofob berarti tidak suka cairan (Yunani: lio = cairan, phobia

= takut atau benci). Jika medium dispersi yang dipakai adalah air,

maka kedua jenis koloid di atas masing-masing disebut koloid

hidrofil dan koloid hidrofob.

Contoh:

•Koloid hidrofil: sabun, detergen, agar-agar, kanji, dan

gelatin.
•Koloid hidrofob: sol belerang, sol Fe(OH)3, sol-sol sulfida,

dan sol-sol logam.

Koloid liofil/hidrofil lebih mantap dan lebih kental daripada

koloid liofob/ hidrofob. Butir-butir koloid liofil/hidrofil membungkus

diri dengan cairan/air mediumnya. Hal ini disebut solvatasi/hidratasi

dengan cara itu butir-butir koloid tersebut terhindar dari agregasi

(pengelompokkan). Hal demikian tidak terjadi pada koloid

liofob/hidrofob. Koloid liofob/hidrofob mendapat kestabilan karena

mengadsorpsi ion atau muatan listrik. Sebagaimana telah dijelaskan

bahwa muatan koloid menstabilkan sistem koloid.

Sol hidrofil tidak akan menggumpal pada penambahan sedikit

elektrolit. Zat terdispersi dari sol hidrofil dapat dipisahkan dengan

pengendapan atau penguapan. Apabila zat padat tersebut

dicampurkan kembali dengan air, maka dapat membentuk kembali

sol hidrofil. Dengan perkataan lain, Sol hidrofil bersifat  reversibel.

Sebaliknya, sol hidrofob dapat mengalami koagulasi pada

penambahan sedikit elektrolit. Sekali zat terdispersi telah dipisahkan,

tidak akan membentuk sol lagi jika dicampur kembali dengan air.

Haryono, Heny Ekawati, 2019, KIMIA DASAR,


DEEPUBLISH : Yogyakarta.

Iskandar, Soetyono, 2015, ILMU KIMIA TEKNIK,

DEEPUBLISH : Yogyakarta.

Sumardjo, Damin, 2006, PENGANTAR KIMIA : BUKU

PANDUAN KULIAH MAHASISWA KEDOKTERAN DAN

PROGRAM STRATA 1 FAKULTAS BIOEKSAKTA, Buku

Kedokteran EGC : Jakarta.

2. Bagaimana kecepatan difusi suatu partikel jika memiliki ukuran

10 μm, jelaskan!

 JAWAB

Suatu partikel dengan ukuran 10µm dapat disebut sebagai

koloid (dispersi koloid) untuk kecepatan difusi ada yang sukar,

lambat, rendah walaupun dibantu dengan penyaringan dan ada pula

yang tidak terdifusi tergantung jenis, bentuk dan sifat zat, contohnya

susu dapat larut dalam air namun tidak menimbulkan warna bening

melainkan keruh. Campuran air dan susu adalah campuran heterogen

dengan sistem dua fase. Ukuran partikel koloid 1µm - 100µm. Dua

fase ini meliputi zat terlarut sebagai partikel koloid atau yang sering

dikenal dengan fase terdispersi serta zat yang merupakan fase kontinu

dimana partikel koloid terdispersi yang disebut medium pendispersi.

Ukuran partikel ini yang membedakan koloid dengan larutan dan

suspensi dalam kecepatan difusi.

Jika ukuran partikel semakin kecil bisa lebih cepat larut dan

mempengaruhi kecepatan dalam proses difusi. Proses difusi terjadi

karena adanya pergerakan suatu partikel dalam zat, partikel ini

bergerak dalam konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, sehingga


proses ini disebut proses transportasi atau perpindahan, dalam proses

difusi ini tidak diperlukan energi, tetapi ada salah satu faktor yang

perlu diperhatikan agar partikel ini tidak memerlukan energi yaitu

partikel harus berukuran lebih kecil dari air dan lemak, sehingga

partikel bisa larut.

3. Suatu zat 0,1 N memiliki berat ekivalen sebesar 56 g/mol, dan akan

digunakan untuk membuat suatu partikel koloid dalam 50 mL air.

Hitunglah berapa % zat tersebut yang harus digunakan untuk larutan

koloid 50 mL?

 JAWAB

V1(AIR) X N1 (AIR) = V2 (KOLOID) X N2 (KOLOID)

50 ml X 0,1 N = 50 ml x N2 (KOLOID)

5 ml = 50 ml X N2 (KOLOID)

N2 (KOLOID) = 5 /50 = 0,1 N

Volume 50 ml = 0,05 Liter

N = ek/V

0,1 = ek/0,05

ek = 0,005 mol

M = m/Mr

0,005 = m/56

m = 0,28 gram x 100 %, jadi 28% zat tersebut yang harus

digunakan untuk larutan koloid 50 ml.