Anda di halaman 1dari 3

Rencana Kerja dan Syarat-syarat ( RKS ) Dinding & Kolom

Bahan :
 Bataringan 10 cm + space PMortar
 Plesteran Ex Pmortar – 210 tebal 1 cm 1 sisi
 Perekat Bata Ringan MU-380 per sak 40 kg
 Semen
 Pasir pasang
Alat :
 Sekop
 Papan plester

Cara kerja :

1. siapkan material berupa bata ringan, semen instan, serta air.


2. gunakan benang untuk menentukan arah kerataan dinding.
3. Buat perekat bata ringan dari campuran air dengan semen instan. Rasio campuran adalah 9,5 –
10,5 liter air untuk 40 kg semen instan.
4. Gunakan air bersih agar daya rekat semen instan dapat maksimal.
5. Rendam bata ringan dalam air untuk mencegah pengerasan semen terlalu cepat. Bata ringan
cukup direndam beberapa saat saja.
6. Siapkan perekat dengan ketebalan 3 mm pada tiang kolom serta 10-20 mm untuk bagian alas
bata ringan. Pasang mulai dari sudut dinding. Gunakan palu untuk meratakan pemasangan
dengan cara mengetok-ngetok bata ringan.
7. Gunakan perekat setebal 3 mm antar pasangan bata. Pastikan pasangan bata terpasang dengan
rapi dan rata.
8. Gunakan waterpass untuk memastikan kerataan pasangan bata.
9. Diamkan bata selama 24 jam agar mengering sempurna sebelum siap untuk diplester.
Setelah menyelesaikan pemasangan bata ringan, berikutnya dinding bata ringan diberikan plester.
Fungsi dari plester adalah untuk menutup pasangan bata tadi. Dengan diplester, dinding akan menjadi
rata dan lebih kokoh.
1. dinding bata ringan dibersihkan terlebih dahulu. Caranya bisa dengan disiram atau diperciki air
secukupnya. Dengan dibasahi, plesteran juga akan terikat semakin kuat serta tidak cepat kering
saat dipasang.
2. memasang papan pembatas bidang kerja pada tepi dinding. Lajur dipasang setiap ±1 meter
dengan ketebalan sekitar 10mm (sesuai ketebalan plesteran).
3. plesteran dibuat dengan campuran air dan semen instan dengan rasio 6 – 6,5 liter air untuk 40 kg
semen. Ketebalan yang disarankan adalah 10 mm.
4. dinding terpapar matahari, gunakan pelindung atau terpal untuk melindungi dinding dari sinar
matahari agar tidak mengering terlalu cepat.
5. Diamkan plesteran selama 2 – 3 minggu ketika penyusutan telah berhenti. Apabila pengacian
dilakukan ketika plesteran masih basah, akan berpotensi menimbulkan retak rambut pada
dinding akibat penyusutan pada material plesteran.
6. Setelah diplester, dinding bata ringan perlu diberikan lapisan acian. Acian berfungsi untuk
menutupi pori-pori pada dinding dan membuat dinding terlihat lebih halus. Acian juga melindungi
dinding dari lembab karena terbukanya pori-pori pada dinding.
7. acian dibuat dengan campuran semen instan dan air dengan rasio 13,5 – 14,5 liter air untuk 40
kg semen instan. Ketebalan yang disarankan adalah 1 mm – 3 mm. Namun, apabila Anda ingin
membuat acian dengan ketebalan 3 mm, pengacian perlu dilakukan dalam dua tahap. Pertama,
dibuat acian dengan ketebalan sekitar 1 – 1,5 mm, kemudian dibiarkan mengering. Setelah itu,
diberi lapisan acian lagi hingga mencapai ketebalan 3 mm.
8. Gunakan roskam untuk mengaplikasikan acian.
9. Acian diaplikasikan dengan gerakan searah. Kemudian, acian dihaluskan dengan kuas basah
dan digosok dengan kertas semen.
Cara membuat kolom beton bertulang

1. Pada tahap perencanaan kita buat gambar desain bangunan untuk


menggambarkan bentuk konstruksinya dan menentukan letak kolom struktur.
2. Selanjutnya melakukan perhitungan struktur bangunan untuk mendapatkan
dimensi kolom dan bahan bangunan yang kuat untuk digunakan namun tetap
ekonomis.
3. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk menentukan posisi kolom bangunan, ini
harus pas sesuai dengan gambar rencana. apalagi pada gedung bertingkat tinggi
yang angka toleransi kesalahan hanya beriksar 1 cm, jika salah dalam
mengukur maka ada resiko keruntuhan gedung.
4. Menghitung kebutuhan besi tulangan dan bentuk potongan besi yang perlu
dipersiapkan. ini sering disebut sebagai bestek besi.
5. Merangkai potongan besi sesuai dengan bentuk kolom yang telah direncanakan.
6. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi kolom yang akan dibuat.
7. Membuat bekisting / cetakan. bisa terbuat dari kayu, plat alumunium atau media
lain yang mampu menahan saat proses pekerjaan pengecoran beton.
8. Memasang bekisting sehingga membungkus besi tulangan.
9. Melakukan pengecekan posisi bekisting apakah sudah sesuai dengan ukuran
rencana, dan apakah sudah benar-benar tegak.
10. Menghitung kebutuhan beton yang dibutuhkan.
11. Membuat adukan beton atau memesan beton precast dengan kualitas sesuai
hasil perhitungan semula. misalnya mau menggunakan mutu beton K-250, K-
300, K-400 dan seterusnya.
12. Melakukan pekerjaan pengecoran kolom, penentuan tinggi cor bisa dilakukan
dengan berpedoman pada ukuran bekisting atau mengukur sisa cor dari ujung
atas bekisting.