Anda di halaman 1dari 8

RENCANA STUDI

Minimnya institusi penyelenggara program studi teknik tekstil di Indonesia beserta


profesional yang bergerak di bidang ini, memotivasi saya untuk menjadi salah satu
pionir yang akan berkontribusi dalam pengembangannya. Padahal hampir semua aspek
kehidupan manusia dikembangkan oleh teknik tekstil, mulai dari pakaian, tas, sepatu,
rumah, mobil, jalan raya, hingga pesawat ulang-alik. Tekstil yang dianggap populer
pada jaman sekarang adalah hanya pada fashion yang terbatas sebagai sandang. Lebih
dari itu, amat banyak bidang yang dapat dikembangkan dari tekstil yang banyak orang
belum mengetahuinya.
Beberapa bidang tekstil yang berpotensi dikembangkan di Indonesia namun masih
sedikit penelitian dan produksinya adalah tekstil medikal (seperti pembuatan ginjal dan
jantung buatan), proteksi (rompi anti peluru), transportasi (komposit sebagian besar
bagian mobil, kapal, pesawat), dan geotekstil (sistem drainase, jalan tol, hingga rumput
buatan). Seperti pengalaman saya sewaktu praktek kerja lapangan di sebuah perusahaan
Indonesia dalam bidang kedirgantaraan (industri perakit pesawat terbang). Sebagian
besar material didatangkan dari luar negeri sehingga memakan waktu dan biaya yang
tidak sedikit. Fakta yang menarik adalah bahan penyusun material tersebut sebenarnya
bisa diolah sendiri oleh Indonesia, namun karena keterbatasan kapabilitas intelek dan
professional dalam proses, maka Indonesia masih harus mengimpor material tersebut.
Dengan latar belakang pendidikan Strata-1 saya yang ditempuh dengan program double
degree dalam program studi Teknik Kimia konsentrasi Teknik Tekstil di Indonesia,
serta Teknik Tekstil dan Managemen di Belanda, memacu saya untuk lebih
memperdalam ilmu ini dengan mengambil Teknologi Tekstil di University of
Manchester, Inggris. Setelah melakukan riset di berbagai perguruan tinggi di dunia,
Inggris merupakan negara yang memiliki 5 universitas dari 10 universitas terbaik
program teknik tekstil di dunia. Tak diragukan dengan potensi tersebut, penelitian dan
produktivitas dalam bidang teknik tekstil di Inggris menjadi acuan di dunia. University
of Manchester salah satu yang memiliki teknologi paling mutakhir khususnya dalam
teknologi tekstil, dan studi riset hingga doktoral sehingga pilihan saya jatuh pada
perguruan tinggi ini yang merupakan rangking ke 27 dalam bidang Material Sciences
(QS World University Rankings 2015/2016) dan masuk dalam 10 besar textile
engineering terbaik di dunia.

Program pascasarjana Textile Technology di University of Manchester mempunyai masa


studi 1 tahun dengan berbagai macam kajian ilmu. Setelah mempelajari keseluruhan
silabusnya, saya yakin program ini mampu mengakomodasi aspirasi saya baik teori
maupun praktek, terlebih dengan adanya salah satu topik yang saya sudah lakukan
penelitian di jenjang pendidikan sebelumnya yaitu komposit. Dengan adanya pusat riset
dan kajian komposit tekstil, saya akan bergabung dan mengambil topik ini sebagai
disertasi saya. Berdasarkan pengalaman magang di perusahaan perakit pesawat di
Indonesia serta perusahaan kimia pembuat rompi anti peluru dan kincir angin di
Belanda yang keduanya dalam topik komposit, saya percaya disertasi yang akan saya
lakukan nantinya berkontribusi dalam dunia tekstil Indonesia. Topik yang saya ajukan
adalah pembuatan komposit dari percampuran serat alami dan buatan. Dari segi serat
buatan, saya akan memanfaatkan limbah plastik, khususnya yang berbahan HDPE (High
Density Polyethylene) yang menjadi polemik di masyarakat karena masalah degradasi
bahan ini yang membutuhkan waktu lama sedangkan pembuangannya tiap hari hingga
puluhan ton. Dari segi serat alami, saya akan menggunakan batang bambu karena selain
tanaman ini merupakan tanaman termudah di dunia untuk ditanam dimanapun, bambu
juga memiliki kandungan anti bakteri dan sifat mekanik yang bagus. Kedua bahan ini
kemudian akan dicampurkan sedemikian rupa menjadi komposit sebagai pengganti dari
bahan pembuat langit-langit, dinding dan lantai rumah yang di Indonesia dan negara-
negara berkembang masih banyak menggunakan asbestos. Di negara- negara maju,
penggunaan asbestos sudah dilarang dengan ketetapan dari peraturan pemerintah karena
terbukti asbestos dapat membahayakan kesehatan manusia. Pengujian komposit akan
dilakukan dari segi kekuatan mekanik, perlakuan kimia serta durabilitas material.
Ada tiga kelebihan dari produk penelitian disertasi yang akan saya rancang. Pertama,
secara ekologi akan membantu pengurangan limbah plastik dan penanaman bambu akan
meminimalisir erosi tanah dan pengurangan emisi karbondioksida. Kedua, secara biaya
produksi rendah dan harga beli akan menguntungkan bagi kelas menengah kebawah.
Ketiga, secara teknologi pembuatan komposit ini menggunakan desain terbaru dari
potongan batang bambu sehingga selain meminimalisir bahan penyusun, desain ini
menambah kestabilan dan kekuatan komposit sehingga cocok untuk daerah yang rawan
gempa bumi seperti di Indonesia.

Selain menjalani perkuliahan sebagai civitas akademik, saya juga akan bergabung
dengan tim riset dari kajian bidang komposit, serta mengikuti berbagai aktivitas di luar
kampus. Seperti yang saya sudah lakukan ketika di Belanda bergabung dengan Radio
PPI Belanda, saya akan bergabung dengan Radio PPI Dunia untuk saling membagikan
ilmu dan memberikan inspirasi kepada seluruh pendengar di dunia secara online. Saya
juga akan berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan positif dari PPI Manchester.
Indonesia melaju pesat dalam Global Competitiveness Index dari tahun 2010 yang
menempati posisi 54 menjadi 34 di tahun 2014. Hal ini merupakan prestasi emas
karena Indonesia sebagai negara berkembang mampu melesat 20 angka hanya dalam
kurun waktu 4 tahun. Peningkatan angka daya saing ini disebabkan oleh salah satu
faktor yaitu meningkatnya kekuatan institusi pendidikan dengan semakin banyaknya
mahasiswa Indonesia berperan di kancah internasional dan hasil riset para peneliti muda
yang produktif dan inovatif yang mampu berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.
Maka rencana saya pasca studi adalah dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas
institusi pendidikan tinggi dalam hal penelitian bidang teknik tekstil di Indonesia
dengan menjadi praktisi sebagai dosen dan peneliti di universitas asal yang juga menjadi
jembatan kolaborasi antara institusi-industri-pemerintah serta berperan aktif dalam
komunitas sosial di lingkungan masyarakat.
DESKRIPSI MATA KULIAH

Program pascasarjana Textile Technology terdiri dari enam mata kuliah dan lima bulan
disertasi. Berikut adalah penjelasan masing-masing mata kuliah :

Mata Kuliah Kredit Sifat Penjelasan

Mencakup berbagai macam topik dalam bidang material


tekstil, peningkatan performa, dan pengujian menndasar
Textile
untuk penggunaan yang efektif baik secara teknik dalam
Materials &
15 Wajib segala macam bentuk tekstil ataupun yang berhubungan
Performance
dengan materialnya, termasuk serat alami maupun buatan,
Evaluation
secara mikroskopi dan analisis permukaan serta sifat-sifat
mekaniknya.

Yarn Persiapan serat, teknologi pemintalan modern, tekstur dan


15 Wajib
Technology kontrol kualitas benang.

Termasuk teknologi kain yang mendasar dan terbaru,


Applied
perannya dalam bidang sandang dan sektor teknik tekstil
Manufacturing 15 Wajib
serta teknologi gabungan. Intinya ada pada produk dan
Processes
hubungannya dengan penggunaan akhir

Advanced Prinsip pewarnaan serat selulosa dengan pewarna non-ion


Coloration and maupun reaktif, pewarnaan serat sintetik dan pemudaran
15 Wajib
Performance warna.
Evaluation

Perkembangan mutakhir pada teknik tekstil termasuk


Technical nonwoven, komposit, geotekstil, tekstil pada otomotif,
15 Wajib
Textiles proteksi terhadap benturan, penggunaan dalam olahraga,
serta tekstil dalam bidang medis.

Sistem rajut 3D terbaru, teknologi tenun terkini, dan


Advanced
penggunaan sistem CAD (Computer Aided Desaign).
Manufacturing 15 Wajib
CAD/CAM yang terdepan digunakan untuk mengkonversi
Techniques
kain 2 dimensi menjadi produk 3 dimensi.

Kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah


didapat dengan lima bulan pengerjaan projek teknik
Dissertation 90 Wajib tekstil. Penelitian ini juga berguna sebagai wadah
pengembangan pengetahuan dan keahlian dalm bidang
yang dipilih dengan konsultasi pada dosen pembimbing.
ANGGARAN BIAYA

Biaya per
minggu
Komponen Biaya Total Referensi
(berdasarkan
52 minggu)
Akomodasi (self-catered) £6,400 £123.07 Laman Univesity of
Manchester/Living Cost
Konsumsi (tidak termasuk £1,985 £38 Laman Univesity of
makanan luar) Manchester/Living Cost
Biaya Mata Kuliah (tidak £420 Laman Univesity of
termasuk tuition fee) Manchester/Living Cost
Sandang £520 Laman Univesity of
Manchester/Living Cost
Transportasi lokal £390 £7.50 Laman Univesity of
Manchester/Living Cost
Lain-lain (pulsa telepon, £2,080 £40 Laman Univesity of
sosialisasi, laundry, Manchester/Living Cost
fotokopi, percetakan)
Total Biaya Hidup £11,795 Laman Univesity of
Manchester/Living Cost
Visa Pelajar (Tier 4) £328 Laman Imigrasi UK
Immigration Health £225 Laman Imigrasi UK
Surcharge (Tier 4)
Deposit Pendaftaran £1,000 Laman University of
Manchester/Course Profile
Tuition Fee £21,000 Laman University of
Manchester/Course Profile
PP Penerbangan CGK- £967.17 Laman skyscanner/Qatar Airways
MAN-CGK
Grand Total £352,315.17 1 GBP = Rp 16,079.70
= Rp 567,857,339 (Laman kurs Bank Indonesia per
10 Oktober 2016)
Rerata Biaya Hidup Per £982,92 Total Biaya Hidup : 12 bulan
Bulan = Rp 15,805,005
SUKSES TERBESAR DALAM HIDUP

Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi manusia lain, merupakan kutipan klise
namun menginspirasi sekaligus menjadi ambisi terbesar dalam hidup saya. Walaupun
sejak ditingkat SD saya selalu juara kelas dan mengikuti banyak olimpiade, saya tidak
pernah merasa sukses karena dahulu yang saya tahu hanyalah mengejar prestasi dan
membanggakan orang tua, tanpa tahu arti kata manfaat. Saat SMP, saya baru mengerti
arti kata lain yaitu kepemimpinan. Saya masih mempertahankan juara kelas, namun
berbagai macam kegiatan kepemimpinan saya ikuti, hingga akhirnya saya menjadi ketua
penggalang di pramuka sampai berpartisipasi dalam jambore nasional, dan berturut-
turut menjadi wakil dan ketua OSIS. Beriringan dengan rasa kepemimpinan yang
muncul, saya merasakan bahwa memimpin bukan hanya memerintah, tapi bagaimana
menggerakkan orang bersama-sama untuk membawa manfaaat bagi sekitar. Segala
aktivitas yang terbilang baru di sekolah pun saya pelopori seperti adanya mading, buka
puasa bersama, hingga class meeting yang sampai sekarang terus menjadi tradisi
sekolah.

Beranjak SMA, saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang bermanfaat
terhadap lingkungan. Karena saya memutuskan untuk menjadi santri di salah satu
pondok pesantren yang sangat tinggi kedisiplinannya, ruang saya juga hanya sebatas
pagar asrama. Tapi ini tak menghalangkan saya untuk berprestasi, beberapa di antaranya
menjadi Ketua Bidang Pendidikan, Ketua Pengembangan Bahasa Asing, hingga potensi
saya menjadi master of ceremony selalu diasah dalam berbagai kegiatan pondok sampai
tiga tahun berturut-turut menjadi MC dalam acara besar tahunan pondok pesantren.
Saya tidak merasa itu sebuah kesuksesan besar, karena ada selalu rasa ingin menjadi
lebih baik. Sehingga saya memutuskan untuk keluar dari ruang nyaman, mendaftarkan
diri dalam pertukaran pelajar ke Amerika.

Program pertukaran pelajar selama setahun, membuat saya harus menempuh masa SMA
selama 4 tahun. Namun tak ada penyesalan, karena saya percaya bahwa pertukaran
pelajar ini merupakan ketapel, saya ditarik satu tahun kebelakang untuk di lempar
sejauh-jauhnya. Terbukti bahwa kesempatan emas ketika itu, membawa saya pada
kemampuan berinteraksi dalam lingkup internasional, memiliki pengalaman hidup yang
tak pernah terbayang sebelumnya, hingga menginspirasi santri lain untuk melanjutkan
jejak saya ke luar negeri.

Namun studi ke Amerika bukan menjadi kesuksesan terbesar saya. Itu adalah titik awal
saya berusaha meraih kesuksesan di masa akan datang. Saya berhasil mendapatkan
Beasiswa Santri Unggulan dari Kemendikbud selama studi Strata-1. Sejak TK hingga
kuliah, saya tidak pernah bersekolah di sekolah/PT negeri populer karena menurut saya
bersekolah dimanapun asal memberikan manfaat bagi orang lain, saya yakin akan nilai
kesuksesan. Maka selama saya menempuh masa perkuliahan, saya tidak hanya
mempertahankan prestasi saya dalam bidang akademik, namun juga saya aktif dalam
berbagai kegiatan di kampus maupun luar kampus. Beberapa aktivitas relawan dan
kepanitiaan saya jalani seperti menjadi tutor untuk dasar pendidikan agama di kalangan
mahasiswa baru selama tiga tahun, mengajar di komunitas kreatif anak dalam bidang
seni, menjadi moderator acara di berbagai macam seminar dan pelatihan, serta menjadi
pembicara kelas inspirasi keliling SMA yang diadakan fakultas, hingga yang paling
sederhana yaitu menjadi tutor teman-teman ketika mendekati masa ujian.

Di tahun keempat, setelah melewati seleksi dan pencarian beasiswa yang cukup
memakan tenaga dan pikiran, saya berkesempatan untuk mengikuti program double
degree ke Belanda selama setahun. Tak hanya duduk di bangku kuliah tapi juga
merasakan magang di perusahaan multi-nasional dengan gaji bulanan yang tidak sedikit.
Semua hal-hal yang positif selalu saya bagikan kepada orang lain, bukan hanya
perbincangan melalui tatap muka, tapi saya juga berusaha memberikan manfaat untuk
orang lain melalui tulisan. Beberapa essay dan artikel saya kirim pada majalah SMA
saya, beberapa tulisan dalam blog dan media sosial, sampai keikutsertaan saya dalam
penulisan pada buku Negeri Van Holland yang akan diterbitkan oleh PPI Belanda.
Hingga saya pulang ke Indonesia dan meraih beberapa penghargaan serta predikat
cumlaude, saya tetap membagikan ilmu yang saya dapat, kapanpun dan dimanapun.

Segala sesuatu yang saya raih bukan merupakan keberuntungan, namun semuanya
adalah titipan dari Allah setelah niat dan tekad yang kuat, perencanaan dan usaha yang
semaksimal mungkin dengan diiringi doa serta restu orang tua dan guru. Kesuksesan
bukan pula hasil yang diraih, tapi seberapa besar usaha dalam proses menuju
pencapaian, dengan motivasi yang merubah halangan menjadi tantangan untuk
ditaklukan dan ujian menjadi batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. Kesuksesan
terbesar tak akan pernah tercapai karena sukses tak terikat oleh waktu dan tak bisa
dihentikan oleh selesainya pencapaian. Namun, hingga pencapaian tersebut membawa
manfaat bagi orang lain, itulah arti kesuksesan yang sebenarnya.
KONTRIBUSIKU BAGI INDONESIA
Menjadi perwakilan sekolah dalam sebuah perlombaan mungkin sesuatu hal yang
lumrah dan mudah untuk dilakukan. Namun tanggung jawab semakin besar jika bukan
hanya membawa nama sekolah, tapi juga bangsa dan negaranya. Sesuatu yang
sebenarnya hanya tindakan individual, akan dianggap sebagai keseluruhan sikap dari
tanah air asal dirinya, bahkan tak jarang jika akan dilabel mewakili akhlak dari
agamanya. Itulah yang saya alami sebagai duta negara Indonesia dari berbagai
kesempatan sejak saya mengikuti pertukaran pelajar di Amerika dan program double
degree di Belanda yang keduanya dijalani selama satu tahun. Saya selalu berusaha
menjadi individu terbaik, dan menunjukkan tata prilaku yang sopan namun aktif dalam
segala kesempatan. Sehingga meski di luar negeripun, saya diberi kesempatan untuk
tidak hanya mewakili Indonesia, tapi mewakili pelajar lokal untuk mewakili pihak
sekolah.
Tahun 2011 di Amerika, saya mewakili La Quinta High School dalam ajang kreavitas
seni tingkat nasional, yang membawa saya dan tim menjadi juara I kreasi stop motion
video. Satu momen yang cukup mengharukan bagi saya adalah ketika bukan cuma
mewakili Indonesia, tapi juga mewakili orang islam Indonesia pada perlombaan
bernuansa islam yang pertama kalinya diadakan di karisidenan California Selatan. Saya
meraih juara I dengan hadiah sebuah iPad dan mendapat sebuah penghargaan platinum
sebagai cendikiawan muda muslim terbaik mengalahkan keturunan Pakistan, Palestina,
Iran dan India yang lahir dan besar di Amerika.
Tahun 2016 di Belanda, sebuah kehormatan juga bagi saya dengan mewakili program
studi dalam Startup Challenge yang diadakan oleh pihak kampus. Saya mendapat
penghargaan sebagai penggagas ide terbaik, baik secara tim maupun individu.
Kontribusi tak hanya saya lakukan sebagai duta Indonesia di kancah internasional,
namun juga dalam segala kegiatan yang dilakukan PPI kota, saya selalu berperan aktif
hingga saya diangkat menjadi sekretaris panitia sekaligus MC dalam acara Indonesia
Evening yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai macam bangsa, pihak universitas-
universitas di kota, dan juga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda.
Ilmu-ilmu yang saya dapatkan tidak pernah berhenti untuk diri saya sendiri, namun saya
aktif dalam menulis artikel baik di blog, majalah sekolah serta laman resmi PPI
Belanda. Tak hanya tertulis, saya juga menjadi penyiar Radio PPI Belanda dengan
program berbagi kabar terbaru dari Belanda dan Indonesia sehingga bisa disimak oleh
seluruh pendengar di seluruh dunia secara online.

Kontribusi yang saya lakukan tak terbatas ketika saya di luar negeri. Selain sebagai
mahasiswa yang aktif dalam kepanitiaan acara kampus, saya juga ikut turun tangan ke
SMA di sekitar wilayah Yogyakarta untuk memberikan inspirasi dan semangat untuk
terus belajar dan berkarya hingga memiliki mimpi ke luar negeri dengan penguasaan
bahasa asing. Sebagai seorang santri sejak SMA hingga kini, saya selalu mengajarkan
bahwa sebagai seorang wanita terlebih sebagai santri putri, menuntut ilmu tidak ada
batas gender, status maupun ruang. Indonesia Belajar 2020 yang saya rintis bersama
kawan-kawan di tahun 2014 akhirnya dapat membawa kemanfaatan sehingga satu per
satu dari kami berhasil mengikuti konferensi, pertukaran mahasiswa, ataupun
melanjutkan studi ke luar negeri. Konsen saya terhadap pendidikan juga saya salurkan
dengan mengajar di salah satu sekolah swasta di Yogyakarta, serta menjadi relawan
dalam komunitas kreativitas anak dalam bidang seni. Berbekal bidang keilmuan teknik
tekstil, saya bersama tim melakukan penelitian dan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK
Desa Galur, Kulon Progo mengenai manfaat daun indigo yang menjadi kekayaan alam
setempat sebagai bahan pewarna alami batik untuk mendukung perekonomian
masyarakat.

Sebagai kontribusi saya sekarang dalam instansi adalah penelitian yang bekerjasama
dengan dosen di universitas asal di bidang teknik tekstil, dan memberikan kuliah-kuliah
singkat untuk civitas akademik dengan topik mata kuliah dan pengalaman saya selama
di Belanda.
Mimpi saya untuk Indonesia adalah pemanfaatan sumber daya alam dengan
keseimbangan sumber daya manusia yang berkualitas menghasilkan berbagai macam
produk inovatif sehingga bisa memenuhi kebutuhan industrinya sendiri khususnya
dalam bidang teknik tekstil. Hal ini tak lepas dari peran serta perguruan tinggi serta
fasilitas dari pemerintah. Sehingga perlu adanya kesinambungan dalam kerjasama
antara ketiganya, institusi-industri-pemerintah. Sumber daya manusia yang berkualitas
juga tak lepas dari peran pendidikan di lingkungannya.
Maka dari itu, aspirasi peran saya bagi Indonesia adalah menjadi pionir dalam
pengembangan bidang teknik tekstil dengan mendikasikan diri menjadi dosen dan
peneliti serta relawan dalam komunitas sosial.
Beberapa langkah yang akan saya lakukan dalam mewujudkan mimpi dengan peran
tersebut adalah :
- Menjadi dosen yang suportif dan inspiratif
- Melakukan analisa, kajian dan penelitian yang berkaitan dengan penyelesaian
masalah di masyarakat seperti pemanfaatan limbah plastik
- Aktif dalam penyuluhan dan pelatihan di masyarakat mengenai pemanfaatan
sumber daya alam dan limbah sekitar sebagai bahan dasar tekstil
- Merintis pusat studi teknologi tekstil di universitas asal
- Tetap berperan aktif dalam instansi pendidikan dasar dan menengah serta
komunitas sosial di lingkungan masyarakat sekitar
Saya percaya dengan mimpi besar saya akan terwujud dengan salah satu jalan untuk
mewujudkannya adalah dengan proses pengembangan kapabilitas intelektual dan
profesional saya dalam menyelesaikan program pascasarjana Textile Technology di
University of Manchester dengan menjadi bagian pula dari Beasiswa Pendidikan
Indonesia.