Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KONSEP DASAR MANUSIA (KDM)

"KONSEP DIRI"

Kelompok 3

Nama Anggota :

Atika Mitra Elwinda

Elvina

Inee Delia

Lara Anggraini

Rika Utami

Windi Fitria Ningsi

DOSEN PEMIMBING
EPTI YORITA SST, M.PH

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Jl.indragiri NO.03 Padang Harapan kota Bengkulu 38225


KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha
Pemurah karena berkat kemurahan-Nya makalah sistem integumen ini dapat kami
selesaikan sesuai yang diharapkan. Kami menyadari, bahwa proses penulisan
makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik materi maupun cara penulisannya.

Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan


pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya,
kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan
usulan guna penyempurnaan makalah ini di kemudian hari. Kami sadari pula, bahwa
dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu
dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Bengkulu, Januari 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................i

Daftar isi..................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang....................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................. 2

1.3 Tujuan Masalah...................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Konsep Diri...........................................................3

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhu Konsep Diri....................3

2.3 Komponen- komponen Konsep Diri........................................4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan..............................................................................7

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah konsep


diri. Konsep diri (self concept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap
pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik
pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk
hidup lainnya. Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan
aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk
berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya.
Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri
individu yang bersangkutan.

Perasaan individu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang ia miliki.


Padahal segala keberhasilan banyak bergantung kepada cara individu memandang
kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas
kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai
suatu hal yang sulit untuk diselesaikan, maka dari itu sangatlah penting untuk
memahami konsep diri. Memahami diri sendiri terlebih dahulu baru bisa memahami
klien.
Konsep diri adalah manusia, dan Manusia adalah makhluk biopsikososial yang
unik dan menerapkan system terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selaulu
berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang
dipertahankan oleh setiap individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Konsep diri belum ada saat dilahirkan, tetapi dipelajari dari
pengalaman unik melalui eksplorasi diri sendiri hubungan dengan orang dekat dan
berarti bagi dirinya. Dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman berhubungan
dengan orang lain. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana
individu.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari konsep diri?

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri?

3. Apa saja komponen konsep diri?

1.3 Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui apa itu konsep diri.

2. Untuk mengetahui faktor- faktor mempengaruhi konsep diri.

3. Untuk mengetahui komponen konsep diri.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Konsep Diri

Konsep diri merupakan terjemahaan dari kata self concept.konsep diri adalah citra diri(self
image)yang mempersatukan gambaran mental tiap-tiap individu terhadap dirinya sendiri,termasuk
aspek penilaian diri dan penghargaan terhadap dirinya (Gibson 1980).batasan yang hampir senada
dikemukakan oleh hardi dan hayes 1979 yang mengatakan bahwa konsep diri tersusun atas dua
aspek yaitu citra diri(self-image)dan harga diri(self-esterm)dilukuskan secara secara
sederhana,misalanya saya seorang mahasiswa,tinggi badan 160 cm,sedangkan harga diri merupakan
deskripsi diri secara lebih mendalam karena sudah terdapat penilaian terhadap diri sendiri.misalanya
saya adalah mahasiswa yang berprestasi baik ,ulet dan keluarga saya menghargai prestasi yang saya

2.2 Faktor- faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri

1. Peranan kemampuan dan penampilan fisik

Merupakan cara bagi seseorang melihat fisiknya,yang meliputi tidak hanya apa yang dilihat dari
pantulan cermin tetapi juga berdasarkan pengalaman melalui refleksi orang ini. menurut
Fisher(dalam eastwood,1983)tidak ada yang lebih menarik dilihat dari citra fisik,misalnya foto
orang biasanya menimbulkan keinginan bagi orang tersebut untuk melihat dirinya.remaja cenderung
merasa tidak merasa bahagia bila ada hambatan dalam penampilan fisik dan kadang-kadang
menimbulkan ketidakpuasan,oleh karena itu setiap individu berusaha untuk mencapai patokan tubuh
ideal karena akan mendapat tanggapan positif dari individu lain bila ia berhasil mencapai.

2. Peranan keluarga

Orang yang pertama dikenal anak adalah orang tuanya dan anggota-anggota keluarga yang
lain.dalam proses pengembangan anak mulai berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas
misalnya teman sekolah atau teman bermain.ole karena konsep diri itu terbentuk melalui interaksi
dan pengalaman dengan orang-orang yang berarti dalam kehidupannya,maka orang-orang tersebut
adalah berperan penting dalam pembentukan konsep diri anak.

3. Peranan kelompok teman sebaya

Teman sebaya merupakan salah satu kelompok sosial yang berperan penting dalam proses
sosialisasi anak.anatara lain sebagai suatu sumber untuk memperoleh status,membantu anak
menyelesaikan konflik dengan orang tuanya,agen sosialisasi dan sebagai tempat pembentukan
identitas social jadi kelompok teman sebaya(juga teman bermain)merupakan arena bagi anak ntuk
belajar menerima dan diterima teman-temannya.anak yang ditolak cenderung untuk
mengekspresikan perasaan kurang positif terhadap orang lain,han ini merupakan salah satu tanda
mentalnya tidak sehat(Johnson dan medinnus,1976)

4.peran harga diri

Harga diri adalah deskripsi secara lebih mendalami mengenai citra diri,yang merupakan
penilaian terhadap diri sendiri.menurut maslow (1970)penghargaan terhadap diri sendiri dan
penghargaan dari orang lain terhadap diri sendiri berasal dari kepercayaan diri,kemandirian diri dan
kebebasan.kepuasan diri dicapai oleh orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik serta
terhindar dari rasa cemas,keraguan dan simtom dan pisikomatik.disamping itu penelitian yang
dilakukan dali dan burton(1983)adanya korelasi negatif antara harga diri dan perasaan tidak
rasional.apabila seseorang memiliki taraf harga diri yang tinggi maka ia dapat menyusun konsep diri
yang positif yang berkaitan dengan aktualisasi diri jadi dapat dikatakan bahwa harga diri yang tinggi
akan menimbulkan pertumbuhan konsep diri yang positif.

2.3 Komponen Konsep Diri

konsep diri terbagi menjadi beberapa bagian pembagian konsep diri tersebut dikemukakan oleh
stuart & sudeen(1998)yang terdiri dari:

1.dentitas diri

Identitas diri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari observasi
dan penelitian terhadap dirinya,menyadari individu bahwa dirinya berbeda dengan orang
lain.identitas diri merupakan sintesin dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang
utuh,tidak dipengaruhi oleh pencapaian tujuan,atribut atau jabatan dan peran.seseorang yang
mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang
lain,dan tidak ada duanya.kemandirian timbul dari perasaan berharga (respon pada diri
sendiri),kemampuan dan penguasaan diri.identitas diri berkembang sejak masa kanak-kanak
bersamaan dengan perkembangan konsep diri.dalam identitas diri ada otonomi yaitu mengerti dan
percaya diri,respek terhadap diri,mampu menguasai diri dan menerima diri

Ciri individu dengan identitas diri yang positif:

a. Mengenai diri sebagai organisme yang utuh terpisah dari orang lain

b. Mengakui jenis kelamin sendiri

c . Memandang berbagai aspek dalam dirinya sebagai suatu keseleraan

d. Menilai diri sendiri sesuai dengan penilaian masyarakat


e. Menyadari hubungan masa lalu,sekarang dan yang akan dating

f. Mempunyai tujuan yang bernilai yang dapat dicapai atau direalisasikan

2.gambaran diri(boddy image)

Citra tubuh adalah sikap individu terhadap tubuhnya baik disadari atau tidak disadari meliputi
persepsi masa lalu atau sekarang mengenai ukuran dan bentuk,fungsi,penampilan dan potensi
tubuh.citra tubuh sangan dinamis karena secara konstan berubah seiring dengan persepsi dan
pengalaman-pengalaman baru.citra tubuh harus realistis karena semakin dapat menerima dan
menyukai tubuhnya individu akan lebih bebas dan merasa aman dari kecemasan.cara individu
memandang diri mempunyai dampak yang penting pada aspek psikologinya.individu yang
stabil,realistis dan konsisten terhadap citra tubunya akan memperlihatkan kemampuan terhadap
realisali yang akan memacu sukses didalam kehidupan.

3.peran diri

Peran diri adalah serangkaian pola sikap perilaku,nilai dan tujuan yang diharapkan oleh
masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu didalam kelompok sosialnya .peran memberikan
sarana untuk berperan serta dalam kehidupan social dan merupakan cara untuk menguji identitas
dengan mampalidasi pada orang yang berarti.

4.harga diri

Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa
jauh prilaku mengenai ideal diri(stuart dan sudeen,1998).frekuensi tujuan akan menghasilkan harga
diri yang rendah atau harga diri yang tinggi.jika individu sering gagal maka cenderung harga diri
rendah.harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain.aspek utama adalah dicintai dan
menerima penghargaan dari orang lain karaktersitik gangguan harga diri meliputi: tampak atau
tersebunyi menyatakan kekurangan dirinya,mengekspresikan rasa malu dan bersalah,menilai diri
sebagai individu yang tidak memiliki kesempatan ,ragu-ragu untuk mencoba sesuatu atau situasi
yang baru,mengingkari maslah yang nyata pada orang lain dan melemparkan tanggung jawab
terhadap masalah,mencari alasan untuk kegagalan diri,sangat sensitive terhadap kritikkan merasa
hebat. Harga diri ada dua macam:

1. Harga diri rendah kronis adalah suatu kondisi penilaian diri yang negatif
berkepanjangan pada seseorang atas dirinya.

2. Harga diri rendah situasional suatu keadaan dimana seseorang memiliki persaan-
perasaan yang negatif tentang dirinya dalam berespon terhadap pristiwa
(kehilangan,perubahan
BAB III

PENJUTUP

3.1 Kesimpulan

Konsep diri adalah cara seseorang untuk melihat dirinya secara utuh dengan
semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu dalam
berhubungan dengan orang lain. Sangatlah penting bagi seorang perawat untuk
memahami konsep diri terlebih dahulu harus menanamkan dalam dirinya sendiri
sebelum melayani klien, sebab keadaan yang dialami klien bisa saja mempengaruhi
konsep dirinya, disinilah peran penting bagi kita selain memenuhi kebutuhan dasar
fisiknya yaitu membantu klien untuk memulihkan kembali konsep dirinya.

Ada beberapa komponen konsep diri yaitu identitas diri yang merupakan
intenal idividual, citra diri sebagai pandangan atau presepsi, harga diri yang menjadi
suatu tujuan, ideal diri menjadi suatu harapan, dan peran atau posisi di dalam
masyarakat.Untuk membangun konsep diri kita harus belajar menyukai diri sendiri,
mengembangkan pikiran positif, memperbaiki hubungan interpersonal ke yang lebih
baik, sikap aktif yang positif, dan menjaga keseimbangan hidup.
DAFTAR PUSTAKA