Anda di halaman 1dari 5

Nama: Ananta Yudistira

NIM: 175020201111058

UTS Manajemen Kinerja

SOAL 1

1. Manajemen Kinerja ialah kegiatan Planning, Organizing, Actuaing, dan Controlling yang
berfokus pada suatu kinerja dari suatu organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Orang-orang yang terlibat di dalam suatu manajemen kinerja terdiri atas manajemen (top,
middle, dan low management) dan karyawan. Untuk tataran manajemen, mereka
memiliki porsi yang lebih banyak dalam membentuk suatu perencanaan, mengorganisir
sumber daya manusia, serta melakukan kontrol terhadap karyawan. Sedangkan karyawan
lebih fokus terhadap implementasi dari suatu perencanaan yang telah dibuat. Tentunya
perencanaan yang telah dibuat manajer sejalan dengan tujuan organisasi.

2. Manajemen kinerja menjadi suatu hal yang penting bagi suatu organisasi. Hal ini
dikarenakan untuk menjamin berjalannya suatu organisasi selaras dengan tujuan
organisasi. Pun adapula manfaat dari manajemen kinerja, baik secara organisasi, manajer,
maupun individu. Jika karyawan telah memahami tentang hal yang diharapkan dari
mereka dan mendapat dukungan dari pihak manajemen, tentunya hal tersebut akan
berdampak pada suatu hal yang positif, seperti peningkatan produktivitas karyawan,
motivasi, dan lain-lain.

3. Ada 10 prinsip dasar dalam manajemen kinerja, yaitu:


 Menghargai Kejujuran
Mengekspresikan pendapat, menyampaikan fakta, memberikan pertimbangan dan
perasaan. Hal ini digunakan untuk menggali kebenaran secara luas dan dalam
untuk memperoleh manfaat terbesar guna keberhasilan organisasi.

 Memberikan Pelayanan
Memberikan pelayanan yang maksimal kepada pekerja maupun konsumen.
Prinsip pelayanan merupakan tanda yang paling kuat untuk
pengukuran,perencanaan dan coaching pekerja.

 Tanggung jawab
Memahami dan menerima tanggung jawab atas apa yang dikerjakan
untukmencapai tujuan dan belajar tentang apa yang perlu diperbaiki.
 Dirasakan seperti bermain
Menikmati pekerjaan tanpa merasa terbebani oleh jobdesc yang diberikan.

 Adanya perasaan kasihan


Perlu adanya rasa simpati dan empati bagi karyawan kepada manajer maupun
manajer kepada karyawan. Hal ini guna menciptakan kondisi yang saling
memahami antara kedua pihak.

 Adanya perumusan tujuan


Tujuan yang sudah dirumuskan dirinci lebih lanjut menjadi tujuan ditingkat yang
lebih rendah, seperti tujuan divisi, departemen, tim, individu. Hal tersebut
dilakukan agar tujuan semua tingkatan manajemen yang lebih rendah memberikan
kontribusi pada pencapaian tujuan struktur di atasnya secara berjenjang.

 Terdapat konsensus dan kerja sama


Menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab dan respek terhadap atasan dan
pekerjaan untuk mengomunikasikan harapan dan pekerjaan dengan sebaik
mungkin untuk mencapai tujuan organisasi. Bekerja sama secara kolektif antara
manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

 Sifatnya berkelanjutan
Manajemen kinerja merupakan suatu proses yang sifatnya berlangsung secara
terus menerus dan dapat dievaluasi sehingga kinerja secara bertahap dapat
diperbaiki sehingga menjadi semakin baik.

 Terjadi komunikasi dua arah


Komunikasi dua arah antara manajer dan karyawan sangat penting dalam
penerapan manajemen kinerja. Hal ini guna mengevaluasi kinerja-kinerja ataupun
prosedur yang telah ditetapkan. Tujuannya ialah memberikan kenyamanan bagi
karyawan maupun manajer dalam bekerja, sehingga tujuan organisasi dapat
tercapai.

 Mendapatkan umpan balik


Biasanya digunakan untuk meninjau dan mengarahkan karyawan dalam
melakukan kinerjanya.

4. Tentunya perlu ada terlebih dahulu pemahaman mengenai teori manajemen kinerja guna
menunjang penerapannya. Hal-hal yang perlu dilakukan ketika ingin melakukan
manajemen kinerja termaktub di dalam teori-teori tersebut. Jadi, apabila kita tidak paham
mengenai teori tersebut, kita akan kesulitan dalam melakukan implementasi.
SOAL 2

 Dasar Perancangan
Dalam membentuk suatu sistem manajemen kinerja, diperlukan yang namanya suatu
dasar perancangan. Hal ini bisa didapat berdasarkan analisis internal organisasi dan
eksternal organisasi. Secara spesifik, dasar membentuk suatu manajemen kinerja bisa
dilihat dari evaluasi manajemen kinerja yang diterapkan sebelumnya, permasalahan, dan
kondisi eksternal.

 Tahapan Perancangan
Tahapan perancangan suatu sistem manajemen kinerja dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:
1. Tahap 0 (Fondasi)
2. Tahap 1 (Informasi Dasar)
3. Tahap 2 (Perancangan)
4. Tahap 3 (Penerapan)
5. Tahap 4 (Penyegaran)

 Fondasi
Fondasi adalah dasar yang digunakan dalam membentuk suatu perancangan sistem
manajemen kinerja. Ada empat hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini, yaitu:
1. Kemitraan  Implikasi pentingnya budaya perusahaan secara menyeluruh.
Prinsip ini perlu diterapkan agar masing-masing pihak dapat berperan
2. Pemberdayaan  Seluruh karyawan bekerja secara optimal
3. Perbaikan kinerja yang terintegrasi  Sistem manajemen kinerja dijalankan
oleh seluruh karyawan
4. Tim yang mandiri  Para karyawan ataupun tim menerapkan sistem manajemen
kinerja secara mandiri

 Informasi Dasar
Informasi dasar yang diperlukan sebagai masukan bagi perancangan Sistem Manajemen
Kinerja pada dasarnya menyangkut lingkungan usaha yang saat ini sedang digeluti, yang
terdiri dari informasi tentang industri, pemerintah dan masyarakat, pasar dan pesaing,
serta produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
SOAL 3
Variabel kinerja adalah suatu hal yang dijadikan indikator penilaian akan kinerja yang
dilakukan oleh karyawan. Untuk menentukan variable kinerja yang baik, perlu dilakukan
penelitian terhadap internal organisasi.

Pada dasarnya terdapat dua tipe variable kinerja, yaitu variable kuantitatif dan variable
kualitatif. Variable kinerja kinerja kuantitatif lebih disukai karena lebih objektif dan biasanya
tidak menghabiskan waktu untuk mengukur serta tidak diperlukan harus di hindari karena tidak
memberikan makna. Terdapat beberapa variabel kinerja dari berbagai pihak, seperti:

 Investor: Profitabilitas, likuiditas, aset, dan pertumbuhan bisnis.


 Pelanggan: Tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
 Pemasok: kemitraan, sharing profit, etika dan kepercayaan, keterlibatan, inisiatif
pengembangan, dan harga.
 Pemerintah dan masyarakat: Keterlibatan komunitas, limbah, tanggung jawab sosial,
kepemimpinan perusahaan.
 Pegawai: Kesejahteraan, jenjang karir, kenyamanan, keberartian, dan keadilan.

SOAL 4

A. Perencanaan kinerja adalah kegiatan merumuskan rencana kinerja sebagai penjabaran


dari tujuan atau sasaran organisasi telah ditetapkan dalam rencana stratejik. Sedangkan
pelaksanaan kinerja ialah kegiatan yang dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja yang
telah dibuat.

B. Manajemen kinerja berbasis perilaku tidak semata-mata berfokus pada faktor


karyawan, namun berkonsentrasi pada perilaku atau proses yang dilakukan seseorang
dalam melakukan kerja. Untuk menilai kinerja berdasarkan perilaku atau proses,
organisasi menentukan terlebih dahulu faktor kinerja sebagai dasar untuk menilai.

Manajemen kinerja berbasis pelaku merupakan manajemen kinerja model klasik yang
mendasarkan penilaian kinerja pada kualifikasi dan kinerja individual, seperti
penampilan, disiplin dan ketaatan terhadap peraturan, kemauan dan kemampuan belajar,
hubungan dengan pelanggan, bawahan, rekan kerja, dan atasan; motivasi diri; kecermatan
dan ketelitian; produktivitas/kecepatan dalam bekerja; kualitas kerja; pengetahuan dan
ketrampilan kerja; kemampuan beradaptasi; kemampuan bekerja sama dan kerja tim;
kemampuan mengatasi masalah; kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan;
kemampuan memimpin dan mengorganisasi; dan loyalitas.
C. Produktivitas total (total productivity), adalah perbandingan antara total output dengan
keseluruhan faktor input. Sedangkan produktivitas parsial (partial productivity), adalah
perbandingan antara output dengan salah satu input.