Anda di halaman 1dari 3

10 LEMBAGA NONKEMENTRIAN DI INDONESIA

1. Badan Ekonomi Kreatif

adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab


kepada Presidenmelalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Badan
Ekonomi Kreatif merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui
Peraturan Presiden no. 6 tahun 2015. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian
Pariwasata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2011 sampai
2014. Saat ini Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Triawan Munaf. Badan Ekonomi Kreatif
mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan
sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior,
desain komunikasi visual, desain produk,fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik,
penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

2. Badan Intelijen Negara,

disingkat BIN, adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan


tugas pemerintahan di bidang intelijen. Kepala BIN sejak 9 September 2016 adalah Jenderal Polisi Budi
Gunawan.

3. Badan Kepegawaian Negara,

Badan Kepegawaian Negara, disingkat BKN, adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian 


Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang manajemen kepegawaian negara.
Untuk dapat menyelenggarakan fungsinya, BAKN mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Merencanakan pembinaan kepegawaian sesuai dengan kebijaksanaan Presiden;


2. Merencanakan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian;
3. Menyelenggarakan tata usaha kepegawaian dan tata usaha pensiun;
4. Menyelenggarakan pengawasan, koordinasi dan bimbingan terhadap pelaksanaan peraturan
perundang-undangan di bidang kepegawaian dan pensiun pada departemen-departemen dan
lembaga-lembaga negara/Lembaga-lembaga Pemerintah Non departemen.

4. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (disingkat BNPP) adalah Lembaga Pemerintah


Nonkementerian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan
(Search And Rescue/SAR). Sebelumnya BNPP bernama Badan SAR Nasional (Basarnas). Basarnas
mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR
dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi
bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan, serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah
lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah
penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya
dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang
dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue). Dalam melaksanakan
tugas penanganan musibah pelayaran dan penerbangan harus sejalan dengan IMO dan ICAO.

5. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, disingkat Bappenas, adalah Lembaga Pemerintah


Nonkementerian Indonesia yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden[1].
Jabatan Kepala Bappenas dijabat oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang sejak 27 Juli
2016 dipimpin Bambang Brodjonegoro menggantikan Sofyan Djalil. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan
nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Bappenas menyelenggarakan fungsi:

1. pengkajian, pengoordinasian, dan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan


nasional, strategi pembangunan nasional, arah kebijakan sektoral, lintas sektor, dan lintas
wilayah, kerangka ekonomi makro nasional dan regional, analisis investasi proyek infrastruktur,
kerangka regulasi, kelembagaan, dan pendanaan, serta pemantauan, evaluasi dan pengendalian
pelaksanaan pembangunan nasional;
2. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan perencanaan dan penganggaran pembangunan
nasional;
3. penyusunan rencana pembangunan nasional sebagai acuan penetapan program dan kegiatan
Kementerian/Lembaga/Daerah;
4. penyusunan, pengoordinasian, dan pengendalian rencana pembangunan nasional dalam
rancangan anggaran pendapatan belanja negara yang dilaksanakan bersama Kementerian
Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;
5. penyusunan RAPBN bersama-sama dengan Kementerian Keuangan;
6. pengoordinasian pelancaran dan percepatan pelaksanaan rencana pembangunan nasional;
7. pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan rencana pembangunan nasional;
8. pengoordinasian, fasilitasi, dan pelaksanaan pencarian sumber-sumber pembiayaan dalam dan
luar negeri, serta pengalokasian dana untuk pembangunan bersama-sama instansi terkait;
9. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Bappenas;
10. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan Bappenas;
11. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Bappenas; dan
12. pelaksanaan pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Bappenas

6. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (disingkat BNPT) adalah sebuah lembaga pemerintah


nonkementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPT dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan. BNPT dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada presiden. Pada awalnya jabatan Kepala BNPT setingkat eselon I.a. Namun sejak
diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden
Nomor 46 Tahun 2010 Tentang Badan Penanggulangan Terorisme, jabatan Kepala BNPT naik menjadi
setingkat menteri. BNPT dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010. Sebelumnya
cikal bakal lembaga ini adalah Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT). BNPT mempunyai
tugas:

 Menyusun kebijakan, strategi, dan program nasional di bidang penanggulangan terorisme;


 Mengkoordinasikan instansi pemerintah terkait dalam pelaksanaan dan melaksanakan kebijakan
di bidang penanggulangan terorisme;
 Melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan terorisme dengan membentuk satuan-satuan
tugas yang terdiri dari unsur-unsur instansi pemerintah terkait sesuai dengan tugas, fungsi, dan
kewenangan masing-masing. Bidang penanggulangan terorisme meliputi pencegahan, perlindungan,
deradikalisasi, penindakan, dan penyiapan kesiapsiagaan nasional.

7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (disingkat BNPB) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non


Departemen yang mempunyai tugas membantu Presiden Republik Indonesia dalam: mengkoordinasikan
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu; serta
melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi
bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.BNPB dibentuk
berdasarkan Undang Undang no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan
Presiden Nomor 8 Tahun 2008. Sebelumnya badan ini bernama Badan Koordinasi Nasional
Penanggulangan Bencana yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005,
menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang
dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2001.

8. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG), sebelumnya bernama Badan
Meteorologi, dan Geofisika(disingkat BMG) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang
mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

9. Badan Standardisasi Nasional


Badan Standardisasi Nasional merupakan Lembaga pemerintah non-kementerian Indonesia dengan
tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di negara Indonesia. Badan ini
menggantikan fungsi dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN). Dalam melaksanakan tugasnya Badan
Standardisasi Nasional berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang
Standardisasi Nasional. Badan ini menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang digunakan
sebagai standar teknis di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional dibentuk dengan Keputusan Presiden
No. 13 Tahun 1997 yang disempurnakan dengan Keputusan Presiden No. 166 Tahun 2000 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non
Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah dan yang terakhir dengan Keputusan Presiden No.
103 Tahun 2001, merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dengan tugas pokok
mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di Indonesia[1].
Pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Standardisasi Nasional di bidang akreditasi dilakukan oleh
Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN mempunyai tugas menetapkan akreditasi dan memberikan
pertimbangan serta saran kepada BSN dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi. Sedangkan
pelaksanaan tugas dan fungsi BSN di bidang Standar Nasional untuk Satuan Ukuran dilakukan oleh Komite
Standar Nasional untuk Satuan Ukuran (KSNSU). KSNSU mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan
saran kepada BSN mengenai standar nasional untuk satuan ukuran.Sesuai dengan tujuan utama
standardisasi adalah melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek
keamanan, keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan, pengaturan standardisasi secara
nasional ini dilakukan dalam rangka membangun sistem nasional yang mampu mendorong dan
meningkatkan, menjamin mutu barang dan/atau jasa serta mampu memfasilitasi keberterimaan produk
nasional dalam transaksi pasar global. Dari sistem dan kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan
daya saing produk barang dan/atau jasa Indonesia di pasar global.

10. Lembaga Administrasi Negara (LAN)


Lembaga Administrasi Negara (LAN) merupakan salah satu Lembaga Pemerintah
Nonkementerian yang didirikan pada tahun 1957untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
administrasi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kantor LAN
Pusat berlokasi di Jakarta Pusat dan memiliki 4 Kantor Perwakilan yang disebut PKP2A (Pusat Kajian dan
Pendidikan dan Pelatihan Aparatur) masing-masing di Bandung, Makassar, Samarinda dan Aceh. LAN juga
memiliki STIA (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi) dengan jenjang D3, S1 & S2 yang terdapat
di Jakarta, Bandung dan Makassar