Anda di halaman 1dari 10

Modul 5

Pemrograman Turbo C

Disusun Oleh :

Nama : Rudi Hidayat

NIM : 2014081101

Program Studi/ Jurusan: TI – C

Dosen/ Pengampu : Yati Nurhayati, M.Kom

LABORATORIUM ILMU KOMPUTER

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KUNINGAN

2014
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemrograman merupakan suatu kegiatan merancang dan menulis program.
Orang yang membuat program disebut dengan programmer. Di era sekarang
ini, kata program sudah tidak asing lagi, terlebih banyaknya programmer yang
bisa dikatakan sudah pandai yang membuat program melalui pemahaman
tentang bahasa pemrogramannya. Dan disini kita akan belajar mengenai
sebuah langkah dasar dalam pemrograman dalam bahasa pemrograman C/C+
+.

1.2 Tujuan
 Agar kita dapat mengenal dan mengetahui bahasa pemrograman.
 Kita dapat mengaplikasikannya dalam pemrograman turbo C/ C++.
BAB II
DASAR TEORI

A. Mengenal Pemrograman
Di dalam pemrograman, kita lebih menekankan pada pemecahan masalah,
sementara menulis kode program adalah aktivitas terakhir. Mula – mula kita
pikirkan rancangan pemecahan masalah tanpa bergantung pada bahasa
pemrograman yang digunakan atau computer yang menjalankan program itu
nanti. Rancangan tersebut berisi urutan langkah – langkah pencapaian solusi
yang biasanya ditulis dalam notasi – notasi deskriptif (notasi ini nanti kita
namakan notasi algoritmik). Karena belajar memprogram yang baik bukanlah
belajar membuat program “yang penting hasilnya benar”, tetapi perlu
dipikirkan membuat program dengan menggunakan skema yang benar. Hal
ini akan membuat program yang kita buat dapat bersih dari kesalahn yang
timbul pada waktu eksekusi.
B. Pengelompokan bahasa pemrograman
Pengelompokan ini dapat dibedakan menjadi :
1. Bahasa tingkat rendah
Bahasa ini dirancang agar setiap instruksinya langsung dikerjakan oleh
computer, tanpa harus melalui penerjemah (translator). Contohnya
adalah bahasa mesin (machine language).
2. Bahasa tingkat tinggi
Bahasa jenis ini membuat program menjadi lebih mudah dipahami,
lebih “manusiawi”, dan lebih dekat ke bahasa manusia (bahasa Inggris
terutama). Kelemahannya, program dalam bahasa tingkat tinggi tidak
dapat langsung dilaksankan oleh computer. Tetapi ia harus
diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang
disebut kompilator atau compiler) ke dalam bahsa mesin sebelum
akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh dari bahasa tinggi ini misalnya
adalah Pascal, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++, dan sebagainya.
BAB III
TUGAS MANDIRI SISWA

1. Memberikan nilai variable yang telah di deklarasikan,

Sebelum kita menuliskan program, terlebih dahulu kita tuliskan header di


awal program, yaitu #include<stdio.h>. Hal ini berfungsi untuk mengerjakan
instruksi – instruksi yang ada dibawahnya. Lalu tuliskan main () sebagai
pembuka ketika akan mendeklarasikan suatu bilangan atau variable. Dan
tanda { adalah sebagai pembuka.
Kemudian kita mulai mendeklarasikan dengan menuliskan int yang berarti
integer (bilangan bulat). Diatas dituliskan jumlah; bahwa jumlah itu
merupakan int (bilangan bulat), dan float adalah untuk menuliskan tipe
bilangan decimal.
Jumlah=10, hal ini memberikan bahwa jumlah telah memberikan nilai 10,
dan jangan lupa akhiri semi colon “;” setelah perintah dituliskan. Setelah
pemberian nilai lalu kita memberikan instruksi bahwa mengkalikan nilai
jumlah dan harga_per_unit memberikan hasil harga_total. Dan untuk
menampilkannya dengan cara menuliskan %f, yang artinya bahwa nilai harga
total itu bertipe float, dan kemudian memanggil harga_total tadi.
Hasil tampilan dari program diatas seperti ini.
2. Inisialisasi Variabel dengan memberikan nilai awal setelah dideklarasikan

Soal ini tipenya sama dengan soal sebelumnya, hanya saja perbedaan dari
keduanya hanya terletak pada peletakan pemberian nilainya saja, jika no. 1
nilai 10 pada “jumlah” diberikan setelah dideklarasikan, namun pada no. 2
ini, nilai 10 pada “jumlah” diberikan pada awal pendeklarasian.
Dan begitupun hasil dari tampilannya akan sama saja seperti ini.

3. Perbedaan Variabel bertipe float dan double


Pada soal sebelumnya kita telah mengenal bahwa variable bertipe float
memberikan nilai yang decimal, dan disinipun variable double memiliki
peranan yang sama seperti halnya float. Sebelum mengetahui jelas
perbedaannya kita lihat program ini.

Pada program diatas kita dapat melihat bahwa nilai x bertipe float, dan y
bertipe double, dan keduanya memberikan nilai yang sama yaitu
“56.0123456789123456789”. Setelah itu kita perlu memanggil terlebih
dahulu agar program yang kita tuliskan itu dapat keluar sesuai dengan apa
yang kita inginkan. Hal ini sama seperti sebelumnya, kita perlu menuliskan
“printf”, ini dikarenakan header yang digunakan adalah stdio.h. dan setelah
“printf” kita tuliskan, lalu kita panggil nilai x dan y nya. Diatas keduanya
dituliskan “%20.16f”, maksudnya adalah sisa pembagian/ modulus dari 56
tadi, dan 16f diatas juga maksudnya adalah nilai decimalnya terdiri dari 16
digit. Setelah itu panggil x dan y.
Untuk mengetahui hasil perbedaanya kita lihat hasil dari program.

Kita dapat melihat bahwa pada pembulatan di nilai x yang bertipe float hanya
terdapat 6 digit yaitu terdiri dari “12344”, sedangkan pada pembulatan nilay y
yang bertipe double, memiliki pembulatan 16 digit yaitu
“012345678913466”. Hal ini terbukti bahwa perbedaan tipe flaot dan double
terletak pada pembulatannya. Pada pembulatan double memiliki ketelitian
yang lebih banyak disbanding dengan tipe float.
4. Melengkapi potongan program berikut dan berapa hasil akhirnya
Int a=22
a=a+5;
a=a-2;
printf(“a=%d \n”,a);

Untuk melengkapi program diatas kita harus mengetahui letak kesalahannya.


Jika kita hanya menuliskan program tersebut maka akan muncul tulisan “type
name expected”, yang artinya bahwa program tidak mengharapkan/ dalam
arti lain tidak bisa menjalankannya. Karena program itu tidak disertai header
yang didukung. Jika kita masukan headernya adalah “#include<stdio.h>”,
maka apa yang terjadi?. Program tersebut masih merespon sama, itu karena
tidak ada fungsi “main () {” yang berfungsi sebagai pembuka atau awal
program yang akan dilakukan. Dan jangan lupa diakhir program kita tuliskan
“}”, sebagai tanda bahwa akhir dari program. Jika tidak maka akan muncul
pesan error ini “compound statement missing } in function main”, ini berarti
dia membutuhkan tanda kurung kurawal “}” pada akhir program.
Hasil dari itu semua dapat kita lihat program berikut.

Dan tampilan program ini akan seperti ini.

5. Berapa hasil akhir dari perhitungan berikut ini :


A) x 2 + 3 * 2
B) x=2 * 3 % 2

penyelesaian :

A) agar kita dapat mengetahui hasil dari program ini, terlebih dahulu kita
harus melengkapi program tersebut.
Lihat program dibawah ini !
Pada pendeklarasian ditulis a=2, dan x. Kemudian hal ini di intruksikan
pada pendeskripsian nilai yaitu x=a+3*a; dan untuk menampilkan ke layar
seperti biasa dengan menggunakan printf(“nilai x adalah : “); dan printf
(“%d”, x); sebagai pemanggilan fungsi diatas. %d diatas digunakan karena
nilai tersebut bernilai integer (bilangan bulat). Lalu tutup dengan “}”. Dan
di compile, maka program tersebut akan menampilan ke layar seperti ini.

B) Untuk mengerjakan soal ini sama halnya seperti program diatas no. 5 A,
yaitu kita terlebih dahulu memberikan header dan fungsi main ()
{ sebelum instruksi program yang akan dijalankan, lalu tuliskan juga tipe
datanya yaitu int a=2,x; dengan menggunakan variable masukan di awal
pendeklarasian. Dan setelahnya baru tuliskan intruksi x=2*3%2. Perlu
diingatkan bahwa % merupakan sisa pembagian.
Kemudian munculkan program dengan menggunakan perintah
“printf” sama seperti sebelumnya. Dan bentuk dari pemogramannya akan
seperti ini.
Kemudian tampilan dari programnya akan muncul seperti yang ada di
bawah ini.
BAB IV
KESIMPULAN

Dari pemaparan mengenai materi diatas kita dapat mempelajar bahwa


program utama dari belajar C++ adalah kita harus berusaha untuk lebih teliti
dalam pembuatan program, karena sedikit kesalahan pada tanda atau instruksi
lainnya, maka program akan terjadi error. Oleh karenanya kita diperlukan
kesabaran dalam proses pembuatan program yang akan kita buat.