Anda di halaman 1dari 13

Implementasi Media Pembelajaran Menggunakan Mobile Learning Berbasis

Android Pada Materi Ikatan Kimia Kelas X SMA/MA


Ove Roza Putri R.Linge1⃰ , Syafsir Akhlus2, Inelda Yulita2, M. Tohir
Karjono3, Nur Aisyah3
⃰e-mail korespondensi: ovelinge.18@gmail.com
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jl. Politeknik Senggarang,
Tanjungpinang Kepulauan Riau
2
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jl. Politeknik Senggarang,
Tanjungpinang Kepulauan Riau
3
Guru Kimia SMAN 1 Tanjungpinang, Jl. Dr. Soetomo, Tanjungpinang
Kepulauan Riau

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan untuk mengetahui kevalidan dan
kepraktisan media pembelajaran menggunakan mobile learning berbasis android pada
materi ikatan kimia kelas X SMA/MA. Penelitian ini tahap ke 4 dari model ADDIE.
Subjek uji coba produk pegembangan ini adalah 38 peserta didik kelas X dan 1 orang
guru kimia di SMAN 1 Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan lembar angket dengan skala Likert 1-4. Hasil penelitian menunjukan
bahwa media pembelajaran menggunakan mobile learning berbasis android pada
materi ikatan kimia kelas X SMA/MA dinyatakan valid dan sangat praktis. Hal
tersebut berdasarkan: 1) Penilaian oleh ahli materi sebesar 78,12% dengan kategori
valid dan ahli media sebesar 70,00% dengan kategori valid; 2) Persentase praktikalitas
peserta didik dan guru terhadap produk yang dikembangkan masing-masing sebesar
89,63% dan 90,62% dengan kategori keduanya sangat praktis, sehingga dapat
disimpulkan pengembangan media pembelajaran menggunkan mobile learning
berbasis android pada materi ikatan kimia kelas X SMA/MA layak dijadikan sebagai
media pembelajaran.

Kata Kunci: Mobile Learning, Android, Media Pembelajaran, Ikatan Kimia

ABSTRAK
This study aims to develop and to find out the validity and practicality of
instructional media using Android-based mobile learning on the chemical bond
material of class X SMA / MA. This development research uses ADDIE model which
consists of 5 stages of development, namely Analysis, Design, Development,
Implementation and Evaluation, in this study only used until the implementation stage.
The subjects of this development product trial were 38 students of class X and 1
chemistry teacher at SMAN 1 Tanjungpinang. Data collection techniques in this study
used interview sheets and questionnaires with a Likert scale of 1-4. The results showed
that the learning media using Android-based mobile learning on class X chemistry
bond material SMA / MA was declared valid and very practical. This is based on: 1)
Assessment by material experts at 78.12% with a valid category and media experts at
70.00% with a valid category; 2) The percentage of practicality of students and
teachers of the products developed respectively by 89.63% and 90.62% with both
categories very practical, so it can be concluded that the development of learning
media using android-based mobile learning on chemistry bond materials in class X
SMA / MA deserves to be used as a learning medium.

Keywords : Mobile Learning, Android, Learning Media, Chemical Bond

PENDAHULUAN untuk menyalurkan informasi dari

Perkembangan teknologi sumber informasi ke penerima

informasi dan komunikasi di era informasi[ CITATION Win12 \l 1033 ].

globalisasi saat ini mengalami Berdasarkan hasil wawancara

perkembangan yang sangat pesat, yang dilakukan di SMAN 1

hal ini dapat dirasakan baik secara Tanjungpinang, didapatkan bahwa

individu maupun kelompok. Salah banyak bahwa, 100% peserta didik

satunya adalah bidang pendidikan memiliki smartphone yang

yang tak luput dari perkembangan digunakan 2-8 jam perhari, namun

tersebut, hal ini ditandai dengan hanya 20% dimanfaatkan peserta

beberapa materi membutuhkan didik untuk keperluan belajar,

perantara yang bertujuan untuk lebihnya banyak digunakan untuk

memudahkan dalam proses sekedar hiburan seperti membuka

pembelajaran dan lahirnya konsep aplikasi whatsapp, instagram, game

mobile learning sebagai bentuk dan toko belanja online. Di sisi lain

teknologi informasi yang diterapkan peserta didik juga mengungkapkan

di dunia pendidikan[ CITATION Tri161 bahwa masih kurang paham dan

\l 1033 ]. Perantara tersebut dikenal sering salah konsep pada materi

sebagai media pembelajaran. Media ikatan kimia. Hal ini disebakan oleh

pembelajaran merupakan perantara waktu yang kurang dan letak materi


di akhir semester ganjil, serta guru saja dan kapan saja dan memberi

yang masih menggunakan metode kesempatan kepada peserta didik

ceramah dengan menggunakan untuk belajar mandiri[ CITATION

minim media pembelajaran berbasis Roh13 \l 1033 ].

android. Berdasarkan pembahasan

Berdasarkan masalah tersebut maka dibuatlah suatu

tersebut, perlunya pengembangan penelitian dan pengembangan yaitu

media pembelajaran inovatif yang pengembangan media pembelajaran

bisa dikonkritkan dengan menggunakan mobile learning

memanfaatkan perkembangan berbasis android pada materi ikatan

teknologi dibidang pendidikan, kimia kelas X SMA/MA dengan

salah satu contohnya adalah media melihat tingkat kevalidan dan

pembelajaran berbasis android kepraktisan media yang diharapkan

[ CITATION Jok18 \l 1033 ]. dapat menjadi media belajar

Android merupakan sebuah mandiri bagi peserta didik baik di

sistem operasi yang bersifat open sekolah maupun di luar sekolah

source untuk perangkat mobile serta menjadi media yang dapat

berbasis linux yang mencangkup mempermudah guru dalam proses

sistem operasi middware dan pembelajaran.

aplikasi[ CITATION Lau13 \l 1033 ] . METODE PENELITIAN

Android dapat di manfaatkan Jenis penelitian yang

sebagai alternatif dalam proses digunakan adalah Research and

pembelajaran dikarenakan dapat Development (R&D) atau Penelitian

melakukan pembelajaran dimana dan Pengembangan yang menurut


Sugiyono (2013) merupakan metode animasi untuk media

penelitian yang digunakan untuk c.Penyiapan instrument penilaian

menghasilkan produk tertentu, dan media

menguji keefektifan produk 3. Tahap Development,

tersebut. meliputi:

Model pengembangan yang a. Pembuatan produk media

digunakaan dalam penelitian ini pembelajaran sesuai dengan

adalah model ADDIE yang storyboard

dikembangkan oleh Lee dan Owens[ b. Penilaian oleh ahli materi dan

CITATION Fat16 \l 1033 ] yang terdiri ahli media

dari 5 tahap yaitu Analysis, Design, 4. Tahap Implementation,

Development, Implementation dan meliputi:

Evaluation, namun dalam penelitian a. Uji coba praktikalitas produk

ini hanya sebatas tahap kepada 38 peseta didik dan seorang

Implementation karna keterbatasan guru kimia

waktu pada saat penelitian. Berikut Data yang digunakan dalam

tahap-tahap dari model ADDIE: penelitian dan pengembangan ini

1. Tahap Analysis, meliputi: adalah data kualitatif dan

a. Analisis kebutuhan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh

b. Analisis materi dari hasil wawancara guru dan

2. Tahap Design, meliputi: peserta didik serta kritik dan saran

a.Pembuatan storyboard media perbaikan penilaian dari validator

b. Penyiapan materi, gambar materi, media dan praktikalitas

dan guru. Data kuantitatif diperoleh dari


penilaian validator media dan Setelah nilai %validitas dan

validator materi serta penilain dari %praktikalitas didapat, selanjutnya

lembar praktikalitas peserta didik nilai dikonversi dengan

dan guru. menggunakan acuan dari Akbar

Penilaian pada lembar (2013) sebagai berikut:

validitas dan lembar praktikalitas Tabel 2. Konversi Nilai dan Kriteria


Penilaian
menggunakan skala likert 1 sampai N Persentase Kriteria Penilaian
o
1. 81,25%- Sangat Valid dan
4, berikut tabel skala Likert yang
100,00% Sangat Praktis
2. 62,50%- Vaid dan Praktis
digunakan: 81-25%
3. 43,75%- Kurang Valid dan
Tabel 1. Skala Likert 62,50% Cukup Prakts
N Pernyataan Skor 4. 25,00%- Tidak valid dan
o 43,75% Tidak Praktis
1. Sangat Setuju 4 Sumber : (Akbar, 2013)
2. Setuju 3
3. Kurang 2 HASIL DAN PEMBAHASAN
Setuju
4. Tidak Setuju 1 Penelitian dan
Sumber : ( (Sugiyono., 2013)

pengembangan ini menghasilkan


Data yang diperoleh dari
produk media pembelajaran
angket validitas dan praktikalitas
menggunakan mobile learning
dianalisis menggunakan rumus dari
berbasis android pada materi ikatan
Akbar (2013) sebagai berikut:
%Validitas(%)= kimia kelas X SMA/MA, berikut

tampilan pada produk yang


skor yang diperoleh
× 100 % dikembangkan:
skor maksimal
%Praktikalitas (%) =

skor yang diperoleh


× 100 %
skor maksimal

Gambar 1. Gambar 2.
Halaman Halaman
Login Media Intro Media
Media pembelajaran yang

telah dikembangkan selanjutnya

divalidasi oleh ahli media dan ahli

materi. Adapun rincian dari hasil


Gambar 3. Gambar 4.
Tampilan Tampilan validasi ahli media dan ahli materi
Menu Utama Sub Menu
Media Materi
dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. Hasil validasi media


pembelajaran oleh ahli media
Aspek Valida Perse
Indikator
Kriteria si ntase
1. Bahasa
yang
digunakan 3
mudah
dipahami
2. Ketepatan
pemilihan
3
jenis dan
ukuran huruf
3. Ketepatan
pemilihan
warna tulisan
Gambar 5. 3
Gambar 6. sesuai
Tampilan Isi Komunika dengan
Tampilan 62,50
Menu si Visual background
Isi Materi %
Kompetensi (Media) 4. Ketepatan
Dasar tata tulisan
2
sesuai
dengan EYD
5. Keseimban
gan proporsi 2
animasi
6. Ketepatan
penempatan
animasi
sesuai 2
Gambar 7. Gambar 8. dengan
Tampilan Isi Tampilan Isi kebutuhan
Menu Chem Menu Evaluasi materi
Teknologi 7. Kemudahan 81,25
In Life dalam %
pengoperasia 3
n media
pembelajaran
8. Tombol
navigasi
media 3
berguna
dengan baik
9. Media
bisa
Gambar 9. Tampilan digunakan
Isi Menu Profil kapan saja
dan dimana 4
saja untuk
belajaa
mandiri oleh
peserta didik
10. Kemampu 3
an media Tabel 4. Hasil validasi media
pembelaja
ran kimia pembelajaran oleh ahli materi
untuk Aspek Indikator Valida Perse
mengulan Kriteria si ntase
g apa yang 1. Kesesuaian
telah materi
dipelajari pembelajaran 3
Jumlah 28 dengan KI
Persentase 70,00% dan KD
Tingkat Validitas Valid 2. Kesesuaian
materi 75,00
Kurikulu
dengan 3
m %
indikator
Berdasarkan hasil yang pembelajaran
3. Kesesuaian
materi
diperoleh diketahui bahwa hasil dengan 3
kurikulum
yang berlaku
validaitas ahli materi memperoleh 4. Penyajian
materi yang
2
disusun
hitungan untuk aspek kurikulum secara runut
Penyajian 75,00
5. Keterkaitan
Materi %
materi
yaitu 75,00%, aspek penyajian dengan 4
kehidupan
sehari-hari
materi yaitu 75,00% dan aspek 6. Penggunaan
bahasa yang
sesuai
bahasa yaitu 83,33%. Jika dengan Ejaan 4
Yang
Disempurnak
disesuaikan dengan tabel kriteria an (EYD)
7. Kesesuaian
penggunaan 83,33
penilaian oleh Akbar (2013), Bahasa
bahasa %
dengan
3
tingkat
maka aspek kurikulum dan aspek perkembanga
n peserta
didik
penyajian materi termasuk dalam 8. Kalimat
mudah 3
dipahami
kategori valid, sedangkan aspek
Jumlah 25

bahasa termasuk dalam kategori Persentase 78,12%


Tingkat Validitas Valid
sangat valid. Untuk nilai yang

diperoleh dari keseluruhan aspek Pada hasil validitas ahli

yaitu 78,12% yang jika media diperoleh nilai, untuk aspek

dicocokkan pada tabel kriteria komunikasi visual (media)

penilaian berada pada kategori memperoleh nilai 62,50% dan

valid. aspek teknologi memperoleh nilai

81,25%. Jika dicocokkan dengan


tabel kriteria penilaian oleh Akbar media
pembelaja
ran mobile
(2013), maka aspek kurikulum learning
berbasis
android
termasuk dalam kategori valid, 5. Ketepatan
dalam
penggunaa
sedangkan aspek teknologi n jenis dan
ukuran
huruf pada
termasuk dalam kategori sangat media
6. Kepahama
n peserta
valid. Untuk nilai keseluruh aspek didik
terhadap
materi
memperoleh nilai 70,00% yang dengan
bantuan
media
jika dicocokkan pada tabel kriteria 7. Menamba
h
pengetahu
Pembelaja Sangat
penilaian berada pada kategori ran
an 91,44%
Praktis
terhadap
materi
valid. dengan
bantuan
media
Data kepraktisan media 8. Pembelaja
ran
mandiri
pembelajaran yang sedang oleh
peserta
didik
dikembangkan dapat diperoleh dari Jumlah 1090
Persentase 89,63%
Tingkat Kepraktisan Sangat Praktis
penilaian praktikalitas oleh peserta
Hasil praktikalitas peserta didik
didik dan guru. Berikut tabel yang
terhadap media yang
menampilkan analisis kepraktisan
dikembangkan menunjukkan
media oleh peserta didik dan guru:
bahwa aspek rekayasa media
Tabel 5. Analisis kepraktisan media
oleh Peserta didik
Aspek Indikator Persen Ketera meperoleh nilai 90,13%, aspek
tase ngan
1. Kemudaha
n peserta komunikasi visual meperoleh nilai
didik pada
penggunaa
Rekayasa n media Sangat 87,50% dan aspek pembelajaran
90,13%
Media pembelaja Praktis
ran
2. Tombol memperoleh nilai 91,44%. Jika
navigasi
media
Komunika 3. Bahasa 87,50% Sangat
dicocokkan pada tabel kriteria
si yang Praktis
Visual digunakan
mudah
penilaian oleh Akbar (2013) ketiga
dipahami

4. Tampilan
aspek tersebut masuk dalam
kategori sangat praktis. Untuk nilai n jenis
huruf,
ukuran
keseluruhan aspek pada huruf dan
warna
huruf jelas
praktikalitas peserta didik Jumlah 29
Persentase 90,62%
Tingkat
Sangat Praktis
memperoleh nilai 89,63%, jika Kepraktisan
Hasil praktikalitas guru
dicocokkan dengan tabel kriteri
terhadap media pembelajaran
penilaian masuk dalam kategori
mobile learning berbasis android
sangat praktis.
ini menunjukan bahwa aspek

manfaat media memperoleh nilai

100,00%, aspek penyajian materi


Tabel 6. Analisis kepraktisan media
oleh guru memperoleh nilai 83,3% dan aspek
Aspek Indikator Skor Persentase
1. Sumber
belajar kualitas tampilan meperoleh nilai
alternatif 4
yang
Manfaat menarik 91.67%. Jika dicocokan dengan
2. Kemudaha 100%
Media n
penggunaa
4
tabel kriteria penilaian oleh Akbar
n media
pembelaja
ran (2013) ketiga aspek tersebut masuk
3. Keruntuna
n alur 3
materi kedalam kategori sangat praktis.
4. Materi
memiliki
keterkaita Untuk keseluruhan aspek
3
Penyajia n dengan
kehidupan 83,3%
n Materi sehari-hari memperoleh nilai 90,62% yang
5. Penyajian
materi
pada termasuk dalam kategori sangat
4
media
pembelaja
ran praktis.
Kualitas 6. Kemudaha 91,67%
n
Tampila
penggunaa Berdasarkan hasil validitas dan
n n tombol
4
pada
media hasil praktikalitas yang telah
pembelaja
ran
7. Bahasa dikemukakan, dapat disimpulkan
yang
digunakan 4
mudah bahwa media pembelajaran
dipahami
8. Ketepatan 3
penggunaa
menggunakan mobile learning
berbasis android pada materi DAFTAR PUSTAKA

ikatan kimia kelas X SMA/MA

yang dikembangkan valid dan

sangat praktis untuk digunakan

dalam proses pembelajaran.

KESIMPULAN

Media pembelajaran

menggunkan mobile learning

berbasis android pada materi

ikatan kimia kelas X SMA/MA

yang dikembangkan valid dan

sangat praktis untuk digunakan

dalam proses pembelajaran. Hal ini

dibuktikan dari hasil penilaian oleh

ahli materi sebesar 78,12% dengan

kategori valid dan ahli media

sebesar 70,00% dengan kategori

valid, serta hasil praktikalitas

peserta didik dan guru terhadap

produk yang dikembangkan

masing-masing sebesar 89,63%

dan 90,62% dengan kategori

keduanya sangat praktis.


Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Jakarta: PT Remaja
Roskarya.
Fatmala, D. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif
Berbasis Android Pada Materi Plantae Untuk. Jurnal BIODIK Volume II
Nomor 1 ISSN. 2460-2612, 1-5.
Krisnawati, T. A. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning
Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Di Smk
Negeri 3 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, Volume 05 Nomor 02
2016, 1-10.
Kuswanto, J. (2018). Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Mata
Pelajaran Sistem Operasi Jaringan Kelas XI. Jurnal Media Infotama Vol. 14
No. 1, ISSN 1858 - 2680, 15-20.
Lauren, M. &. (2013). Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Budaya
Indonesia Untuk Anak Sekolah Dasar Berbasis Android. Jurnal Ilmiah
Komputasi.Vol 12 (No 2), 2.
Purbasari, R. J. (2013). Pengembangan Aplikasi Android sebagai Media
Pembelajaran Matematika pada Materi Dimensi Tiga untuk Siswa SMA
Kelas X. Jurnal Online Universitas Negeri Malang Vol. 1. No. 4., 4-10.
Sanjaya, W. (2012). Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Prenada Media Grup.
Sugiyono. (2013). Metode Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R
& D. Bandung: Alfabeta.