Anda di halaman 1dari 21

Panduan

KEBERSIHAN TANGAN
(HAND HYGIENE)

Jl. Madya Kebantenan No.4, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing,


Provinsi DKI Jakarta Telepon :021-4412889, Email :rsukcilincing@gmail.com
Jakarta Utara
14130
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II TUJUAN 2
A. RUANG LINGKUP 2
B. TANGGUNG JAWAB ORGANISASI 2
BAB III TATA LAKSANA 5
1. MENCUCI TANGAN 5
2. KESEMPATAN CUCI TANGAN 7
3. CUCI TANGAN PEMBEDAHAN 9
4. AGEN – AGEN PENCUCI TANGAN 10
5. AGEN – AGEN PENGERING TANGAN 10
6. KEBERSIHAN TANGAN PASIEN / PENGUNJUNG 10
7. PENGAWASAN DAN PENGONTROLAN 11
8. PENGELOLAAN KINERJA – ESKALASI 11
9. EDUKASI BAGI STAFF 11
LAMPIRAN 1.DEFINISI 12
LAMPIRAN 2. TAHAPAN MENCUCI TANGAN 13
LAMPIRAN 3. LOKASI SABUN 15
LAMPIRAN 4. TEKNIK CUCI TANGAN PEMBEDAHAN DENGAN ALKOHOL 16
DAFTAR PUSTAKA 17
BAB IV PENUTUP 18

KATA PENGANTAR

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing i


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
ijinNya Panduan Kebersihan Tangan (Hand Hygine) di Rumah Sakit Umum Daerah
Cilincing dapat dibuat. Panduan ini akan dijadikan panduan dalam operasional
pelayanan pasien maupun pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.
Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang
terlibat dalam penyusunan Panduan Kebersihan Tangan (Hand Hygine) di Rumah Sakit
Umum Daerah Cilincing, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
khususnya sumber daya manusia sesuai standar.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik agar kami dapat
memperbaiki.
    Akhir kata kami berharap semoga panduan akreditasi ini dapat bermanfaat untuk
pelayanan di RSUD Cilincing.

Jakarta, 28 desember 2018

Netty Siahaan
NIP.196104241987112001

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing ii


BAB I
PENDAHULUAN

a. Kebersihan tangan adalah satu-satunya cara yang paling efektif dan sederhana
untuk mencegah infeksi Healthcare Aquired Infections ( HAI).
b. Kebersihan tangan harus dilakukan pada saat yang tepat dan menggunakan teknik
yang benar.
c. Tangan para petugas kesehatan adalah media yang paling umum untuk perpindahan
mikroorganisme dari satu pasien ke pasien yang lainnya, dari satu bagian tubuh ke
bagian tubuh lainnya pada pasien yang sama, dan dari lingkungan yang tercemar ke
pasien.
d. Flora normal pada kulit merupakan mikroorganisme penghuni kulit kita, dan bisa
menjadi penyebab infeksi silang jika anggota tim kesehatan gagal untuk mengatasi
pencemaran tangan mereka.
e. Mikroorganisme sementara bisa hadir pada permukaan kulit dan dapat berupa virus
atau bakteri. Mikroorganisme tersebut disebut sementara karena bisa menularkan
melalui cara kontak langsung dengan peralatan, lingkungan atau individu.
Mikroorganisme tersebut tidak seperti mikroorganisme penghuni yang lebih mudah
dibersihkan dengan pembersih tangan yang akan mengurangi resiko penularan.
f. Mencuci tangan dengan efektif menggunakan sabun cair akan menghilangkan
mikroorganisme transient dan membuat tangan bersih. Penggunaan cairan antiseptik
akan menghilangkan mikroorganisme transient dan mengurangi mikroorganisme
resident sebelum prosedur asepsis dan selama isolasi. Pembersih tangan yang
berbahan dasar alkohol merupakan salah satu alternative yang praktis dan diterima
sebagai pencuci tangan di antara pasien, prosedur dan lingkungan. Namun demikian
alkohol tidak efektif dalam membersihkan debu, material organik atau spora seperti
Clostridium difficile

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 1


BAB II
TUJUAN

a. Kebijakan ini bertujuan menjamin semua staff klinis maupun non klinis yang bekerja
di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing terbisaa dalam mempraktekkan teknik
kebersihan tangan yang baik.Semua anggota staff yang bekerja di area klinik juga
harus memenuhi 5 momen kebersihan tangan. Hal ini penting untuk menjamin
lingkungan yang aman bagi pasien, pemberi pelayanan, public dan staff dalam
rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran infeksi.
b. Prinsip-prinsip kunci dan tujuan dari kebijakan ini adalah mencapai dan
mempertahankan minimum 90% kesesuaian audit kebersihan tangan ( kesempatan,
dan teknik )
c. Mengurangi angka Healthcarel Acquired infection
d. Menjamin semua staff mendapatkan training kebersihan tangan sebagai bagian dari
training wajib dan induksi pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit
Umum Daerah Cilincing.

A. RUANG LINGKUP
Kebijakan ini berlaku untuk semua staff klinis dan non klinis termasuk staff yang
bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.

B. TANGGUNG JAWAB ORGANISASI


a. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing bertanggung jawab untuk
menjamin bahwa mekanisme telah tersedia untuk keseluruhan pelaksanaan,
pengawasan, dan peninjauan kebijakan ini. Direktur mendelegasikan seluruh
tanggung jawab pelaksanaan dan implementasi kepada Kepala Bidang
Pelayanan dan Penunjang Medis.

b. Kepala Seksi Pelayanan dan Penunjang Medis Rumah Sakit Umum Daerah
Cilincing bertanggung jawab untuk menjamin bahwa semua Kordinator Unit:
1) Menyebarluaskan kebijakan di area tanggung jawabnya.
2) Menerapkan kebijakan ini dalam area tanggung jawabnya.
3) Mengidentifikasi dan mengalokasikan sumber-sumber agar sesuai dengan
kebijakan.
4) Menjamin semua staff diinformasikan mengenai kebijakan ini.
5) Menjamin semua staff di bawah pengawasan mereka telah mendapat
pelatihan sesuai kebutuhan kebijakan ini.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 2


c. Kordinator unit bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan dalam
pengelolaan di lingkungan mereka dan harus memastikan bahwa :
1) Semua staff baru maupun yang lama mempunyai akses ke Kebijakan
Kebersihan Tangan dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.
2) Tersedia SPO tertulis yang mendukung pengawasan dan kepatuhan
terhadap kebijakan cuci tangan.
3) Semua suplai ( sabun antiseptik, kertas tissue, dsb ) yang diperlukan untuk
mencuci tangan tersedia dan diganti bila sudah habis di tempatnya.
4) Menjamin semua staff termasuk staff outsourcing (kontraktor) pelayanan
terbisaa dengan kebijakan ini
5) Menjamin bahwa staff dijadwalkan untuk mengikuti training, termasuk
training tentang hygiene tangan.
d. Semua staff bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan dan harus
menjamin :
1) Semua mengerti dan melakukan cuci tangan sesuai dengan SPO
2) Semua staff bertanggung jawab atas kebersihan tangannya dan
menganjurkan petugas kesehatan lainnya melakukan hal yang sama.
3) Menasehati pasien dan pengunjung untuk ikut serta melakukan tindakan
pencegahan pengendalian infeksi antara lain dengan cara cuci tangan.
4) Menjamin suplai cairan pembersih tangan dan material lainnya, seperti kertas
tissue selalu tersedia, termasuk untuk pengunjung.
5) Melaporkan ke Kordinator Unit ketika ada kekurangan pengetahuan atau
faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kebersihan tangan, terutama yang
meliputi fasilitas / peralatan atau insiden-insiden yang menyebabkan
kontaminasi silang.
6) Semua staff harus hadir dalam pelatihan / edukasi pengendalian infeksi.

e. Kepala Bagian Umum


Semua suplai pencuci tangan di area publik disediakan oleh Bagian Sarana dan
Prasarana dan segera diganti bila sudah habis.

f. Farmasi
1) Farmasi bertanggung jawab dalam pengadaan sabun, sabun antiseptik,
pencuci tangan yang mengandung alkohol, berdasarkan nama yang telah
direkomendasi oleh Komite Pengendalian Infeksi.
2) Farmasi bertanggung jawab mensuplai barang-barang tersebut ke ruang rawat
inap.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 3


g. Panitia Pengendalian Infeksi
Panitia Pengendalian Infeksi bertanggung jawab untuk :
1) Menjamin bahwa kebijakan ini sesuai dengan nasihat dan panduan yang
ditetapkan oleh Departemen Kesehatan and Lembaga Internasional.
2) Tinjau ulang kebijakan jika menerima perubahan nasihat atau panduan dari
Departemen Kesehatan dan lembaga lainnya.
3) Mengembangkan dan melaksanakan semua SPO yang mendukung kebijakan
ini.

A. Area mencuci tangan adalah di semua unit di RSUD Cilincing.


Cuci tangan dilakukan pada 5 saat: saat bersentuhan dengan pasien, setelah
bersentuhan dengan pasien, setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien,
sebelum dan setelah melakukan tindakan aseptik.
B. Area disinfeksi permukaan adalah:
1 Rawat Inap : Tempat tidur pasien, lemari pasien, meja
. pasien, timbangan, lantai yang terkena
muntahan atau percikan darah/cairan tubuh
pasien lainnya
2 Ruang : Tempat tidur pasien, meja periksa bayi, lemari
. Bersalin pasien, meja pasien, timbangan, lantai yang
terkena muntahan atau percikan darah/cairan
tubuh pasien lainnya
3 IGD : Tempat tidur pasien, meja pasien, timbangan,
. lantai yang terkena muntahan atau percikan
darah/cairan tubuh pasien lainnya
4 Rawat : Lantai yang terkena muntahan atau percikan
. Jalan darah/cairan tubuh pasien lainnya
5 Laundry : Lantai yang terkena muntahan atau percikan
. darah/cairan tubuh pasien lainnya
6 Ruangan : Lantai yang terkena muntahan atau percikan
. tunggu darah/cairan tubuh pasien lainnya

BAB III
TATA LAKSANA

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 4


1. MENCUCI TANGAN
a. Prinsip-prinsip :
1) Kedua tangan harus dicuci berdasarkan 5 momen cuci tangan
2) Kedua tangan harus harus dicuci berdasarkan 5 momen cuci tangan.
3) Kebersihan tangan dapat dilakukan dengan menggunakan pembersih tangan
yang mengandung alkohol, sabun cair atau cairan antiseptik. Pilihan cairan
tergantung aktivitas yang dilakukan.
4) Semua staff harus sesuai kebijakan dan panduan mencuci tangan; semua
jam tangan dan perhiasaan harus dilepaskan saat cuci tangan
5) Kuku harus dipotong pendek (0,5 cm). kuku palsu dan pewarna kuku tidak
boleh dipakai saat kontak langsung dengan pasien.
6) Luka sayat dan luka lecet harus ditutup dengan plester kedap air.

b. Teknik
1) Teknik mencuci tangan yang efektif terdiri atas 3 tahap : persiapan,
pencucian, dan pengeringan (harus dalam waktu 40-60 detik)
2) Basahilah kedua tangan dibawah air mengalir sebelum menggunakan sabun
cair atau sediaan antimikroba
3) Gunakan sabun secukupnya sampai mengenai seluruh permukaan tangan.
4) Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri dan sela-sela jari
dan sebaliknya.
5) Gosokkan telapak tangan yang satu dengan telapak tangan lainnya dan sela-
sela jari dari kedua telapak tangan.
6) Gosok punggung jari-jari ke telapak tangan dengan saling berlawanan dan
jari-jari saling bertautan
7) Gosok dengan memutar ibu jari tangan kiri dalam genggaman tangan kanan
dan sebaliknya.
8) Gosok dengan memutar ke depan dan kebelakang dengan posisi jari-jari
tangan kanan terkunci pada lelapak tangan kiri dan sebaliknya.
9) Cuci kedua tangan di bawah air mengalir
10)Keringkan kedua tangan dengan tissue sekali pakai.
11)Gunakan siku atau bekas tissue lap tangan untuk menutup kran.
12)Tangan harus digosok bersama-sama selama minimum 40-60 detik, dengan
perhatian ujung-ujung jari, kedua ibu jari, dan di sela-sela jari.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 5


c. Alkohol Hand Rub ( lihat diagram di atas ini )
1) Bila menggunakan pencuci tangan yang mengandung alkohol, maka tangan
harus bersih dari debu dan material organic. Kedua tangan harus digosok
bersama-sama selama minimum 20-30 detik,perhatikan khususnya ujung-

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 6


ujung jari tangan, kedua ibu jari, dan area di antara jari-jari dan sampai cairan
sudah menguap dan kedua tangan dibiarkan mengering sendiri.
2) Basahi telapak tangan dengan alkohol handrub secukupnya sampai mengenai
seluruh permukaan kedua tangan.
3) Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri dan sela-sela jari
dan sebaliknya
4) Gosokkan telapak tangan yang satu dengan telapak tangan lainnya dan sela-
sela jari dari kedua telapak tangan.
5) Gosok punggung jari-jari ke telapak tangan dengan saling berlawanan dan
jari-jari saling bertautan.
6) Gosok dengan memutar ibu jari tangan kiri dalam genggaman tangan kanan
dan .sebaliknya.
7) Gosok dengan memutar kedepan dan kebelakang dengan posisi jari-jari
tangan kanan terkunci pada telapak tangan kiri dan sebaliknya.
8) Biarkan tangan mengering sendiri.

2. KESEMPATAN CUCI TANGAN


a. Hal ini berdasarkan 5 momen untuk kebersihan tangan dari WHO, semua petugas
kesehatan harus memperhatikan kebersihan tangan dalam semua aktivitas, ini
berlaku di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.
b. Lima kesempatan / momen untuk kebersihan tangan dari WHO terlampir di sini.
Kebersihan tangan harus dilakukan sebagai berikut : ( liat diagram di bawah ini )
1) Sebelum menyentuh pasien
2) Sebelum melakukan tindakan bersih/aseptic
3) Sesudah terpapar dengan cairan tubuh pasien yang beresiko
4) Sesudah menyentuh pasien
5) Sesudah menyentuh benda-benda di sekeliling pasien

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 7


c. Indikasi Kebersihan tangan
1) Cuci tangan dengan sabun dan air jika tangan tampak kotor
2) Cuci tangan dengan sabun desinfektans dan air jika tangan terkena darah
atau cairan tubuh lainnya
3) Jika tangan tidak tampak kotor,gunakan alkohol hand rub untuk dekontaminasi
tangan secara rutin pada keadaan dibawah ini:
a. Sebelum dan sesudah menyentuh pasien
Misalnya menjabat tangan, menolong memindahkan posisi pasien,
memandikan pasien, mengukur tanda-tanda vital pasien : suhu, tensi,
pernafasan, denyut jantung, memakai dan melepas sarung tangan.
b. Sebelum menangani alat invasive saat perawatan / tindakan pada pasien.
Misalnya : Perawat mulut dan gigi, perawatan luka.
c. Mengganti balutan, memberikan injeksi sub cutan, memasang infuse,
membuka aliran infus, menyiapkan makanan, menyiapkan obat,
menyiapkan alat ganti balutan, sebelum menyiapkan semua alat-alat
invasive untuk perawatan/ tindakan pada pasien, sebelum tangan
berpindah dari area tubuh yang terkontaminasi ke area tubuh yang bersih
d. Sesudah kontak dengan cairan tubuh, membrane mukosa, kulit yang tidak
utuh atau mengganti balutan
Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 8
e. Misalnya : Perawat mulut dan gigi, mengisap slym pasien, perawatan luka,
mengganti balutan, memberikan injeksi sub cutan, mengambil sampel
specimen, cairan apapun, membuka aliran infus, memasang dan melepas
slang endotracheal, mengeluarkan urine dari kantong urine,
membersihkan urine, faeces, dan muntahan, menangani sampah
( pembalut, napkin, pembalut inkontinensia ), membersihkan material atau
area yang terkontaminasi dan tampak kotor ( kamar kecil/ kamar mandi,
dirty room, instrument medik )
f. Sedudah kontak dengan lingkungan pasien dan benda –benda di sekitar
pasien. Misalnya : mengganti linen tempat tidur, menghitung atau
mengatur tetesan infuse, membenarkan posisi selang infuse, memegang
papan tempat tidur, meja makan pasien, meja bedside pasien, nurse call,
selimut pasien.
g. Sebelum tangan berpindah dari area tubuh yang terkontaminasi ke area
tubuh yang bersih.
h. Sebelum menangani obat atau persiapan makan pasien.
i. Sesudah melepas sarung tangan steril maupun non steril.
4) Sabun dan alkohol tidak diperbolehkan digunakan bersamaan.
5) Jika ada pasien dengan Clostridium difficile-associated diare, maka lakukan
cuci tangan dengan sabun dan air.
6) Di klinik gigi, kebersihan tangan harus dilakukan sebelum dan sesudah kontak
dengan pasien dan area kerja. Hal ini meliputi kursi, lampu, peralatan, tempat
duduk tanpa sandaran dan meja / siku.

3. CUCI TANGAN PEMBEDAHAN


a. Lakukan cuci tangan antisepsis pembedahan dengan menggunakan sabun
antimicrobial atau alkohol handscrub. Tetapi lebih dianjurkan menggunakan produk
yang mempunyai daya aktif lebih panjang seperti chlorhexidine 4%.
b. Jika melakukan cuci tangan antisepsis pembedahan menggunakan sabun
antimicrobial, sikat tangan dan lengan dibawah siku selama 2-5 menit.
c. Tidak dianjurkan penggunaan penggunaan kombinasi cuci tangan pembedahan
dengan sikat dan alkohol handscrub secara berurutan.
d. Jika cuci tangan pembedahan menggunakan alkohol handscrub, gunakan
secukupnya agar tangan dan lengan dibawah siku tetap basah. Tehnik yang
digunakan untuk ackohol handscrub seperti dalam lampiran 4.
e. Sesudah menggunakan alkohol handscrub biarkan tangan kering sendiri sebelum
menggunakan sarung tangan steril.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 9


4. AGEN-AGEN PENCUCI TANGAN
Ada 3 tipe agen yang dapat digunakan untuk menyingkirkan mikroorganisme dari
tangan : sabun, pembersih tangan yang mengandung alkohol ( alkohol handscrub )
dan cairan antiseptik
a. Sabun
Akan menyingkirkan mikroorganisme transien secara mekanik, tetapi sedikit efeknya
terhadap mikroorganisme residen. Namun demikian, mencuci tangan dengan sabun
secara keseluruhan penting untuk mencegah infeksi silang selama kontak sosial. Ini
dapat dilakukan sebelum melakukan tugas-tugas rutin di unit perawatan dan setelah
setiap kontak dengan pasien. Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
merekomendasi penggunaan sabun cair dalam kontainer dengan dosis terukur.
b. Cairan Antiseptik
1) Akan menyingkirkan mikroorganisme transien dan mengurangi mikroorganisme
residen. Sediaan yang menggandung bahan dasar Chlorhexidine terbukti lebih efektif
dibandingkan dengan cairan berbahan dasar iodine karena ini mengandung efek
residu yang mempengaruhi waktu kesempatan hidup dari banyak mikroorganisme
pada permukaan tangan.
2) Agen antimikroba harus digunakan dalam situasi-situasi yang membutuhkan
pengurangan mikroba residen, misalnya di ruang operasi atau unit-unit yang serupa,
ketika menjumpai pasien di ruang isolasi, selama wabah infeksi dan sebelum
melakukan prosedur invasive.
c. Pencuci Tangan Berbahan Dasar Alkohol
Dapat digunakan dengan cepat tanpa perlu air. Namun demikian tidak efektif
menyingkirkan kotoran tanah / spora dan hanya boleh digunakan jika tangan tampak
bersih. Pencuci tangan berbahan dasar alkohol tidak boleh digunakan pada pasien
yang teridentifikasi / dicurigai positif terdapat bakteri Clostridium difficule.

5. AGEN-AGEN PENGERING TANGAN


Di area klinik kertas tissue harus tergantung di dinding untuk mengeringkan tangan.
Kertas tissue yang berdaya serap tinggi akan menyingkirkan beberapa organism
transien yang masih tertinggal setelah selesai cuci tangan. Penggunaan pengering
tangan yang panas tidak boleh digunakan di area klinik karena akan menyebarkan
bakteri di udara oleh udara lingkungan sekitar yang bersirkulasi kembali.

6. KEBERSIHAN TANGAN PASIEN / PENGUNJUNG


Semua pasien / pengunjung harus dianjurkan memperoleh standar kebersihan
tangan yang baik untuk mencegah penularan infeksi. Staff harus menjamin bahwa
pasien / pengunjung ditawarkan kesempatan mencuci tangan pada saat yang tepat.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 10


7. PENGAWASAN DAN PENGONTROLAN
Pengontrolan kebersihan tangan berfokus pada pemenuhan
a. Teknik kebersihan tangan
b. Kesempatan membersihkan tangan berdasarkan “ 5 momen kebersihan tangan “
c. Kebersihan tangan ini menjadi “quality indicator” dari “infection prevention and
control”
d. Kesesuaian dengan kesempatan dan teknik kebersihan tangan akan diaudit setiap
bulan. Semua unit ikut aktif melakukan audit sendiri di unitnya. Hasil audit
disampaikan ke Departement Quality dan Infection Control Nurse.
e. Hasil dari audit akan dipresentasikan ke Komite Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi dan manajemen.
f.Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi akan melakukan pengawasan dan
mengawasi kemajuan.

8. PENGELOLAAN KINERJA – ESKALASI


a. Audit Kesempatan kebersihan tangan
Pencapaian 90% atau lebih, diperlukan pada setiap Audit Kesempatan
Membersihkan Tangan. Jika target 90% tidak terpenuhi, maka lakukan analisa akar
masalah, rencana tindak lanjut dan laksanakan rencana tersebut untuk selanjutnya di
evaluasi kembali
b. Teknik Kebersihan Tangan
1) Pencapaian 90% atau lebih, diperlukan bagi semua kelompok staff untuk semua
tahapan proses membersihkan tangan ( mencuci tangan dan penggunaan alkohol ).
Semua staff yang mengalami kontak langsung dengan pasien atau benda-benda di
sekitar paien harus menggunakan teknik yang benar.
2) Dokter , kepala Unit/ Perawat Senior, Perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
dan staff clinical support dan staff lainnya akan melakukan tinjau ulang bersama
Manager masing-masing setiap bulan. Jika gagal mencapai 90%, maka lakukan
analisa akar masalah, rencana tindak lanjut dan laksanakan rencana tersebut untuk
selanjutnya di evaluasi kembali.

9. EDUKASI BAGI STAFF


a. Edukasi staff tentang isi kebijakan ini, tekankan pada aktifitas pelayanan yang dapat
mengkontaminasi tangan petugas dan tentang keuntungan dan kerugian dari setiap
jenis cuci tangan yang dipakai demi kebersihan cuci tangan
b. Edukasi pasien dan keluarga serta pengunjung akan pentingnya kebersihan tangan
dan melakukan cuci tangan

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 11


c. Semua karyawan baru termasuk karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing
akan mendapatkan training kebersihan tangan ini.

Lampiran 1 – Definisi
Istilah Definisi
Kebersihan Tangan Adalah istilah untuk setiap tindakan membersihkan
(hand hygiene) tangan (cuci tangan, anti septic pencuci tangan dan
hand rub antiseptis tangan untuk operasi)
Membersihkan Suatu tindakan melakukan kebersihan tangan secara
tangan fisik atau mekanik yang bertujuan menghilangkan
kotoran atau mikroorganisme.
Mencuci tangan Mencuci tangan dengan sabun antimikroba dan air.
Antiseptis tangan Mengurangi atau menghambat pertumbuhan
mikroorganisme dengan cara menggunakan handrub
atau antiseptik pencuci tangan
Menggosok tangan Tindakan penggunaan produk pencuci tangan
( hand rubbing ) berbahan dasar alkohol (tanpa air)
Pengeringan tangan Mengeringkan seluruh air yang ada di tangan.
Sabun Adalah pembersih dengan bahan dasar deterjen dalam
bentuk batang dan cairan. Sabun di gunakan terutama
untuk menyingkirkan kotoran dan mikroorganisme.
Sabun akan menyingkirkan bakteri transien, tapi
membunuh bakteri residen.
Sabun antimikroba Mengandung unsur (contoh : chlorhexidine) yang
membunuh atau menghambat pertumbuhan
mikroorganisme di kulit.
Microorganisme Sebuah organisme yang hanya bisa terlihat dengan
mikroskop. Mikroorganisme meliputi : bakteri, protozoa
(hewan bersel satu), jamur dan virus.
Petugas kesehatan Semua karyawan yang bekerja di rumah sakit
Alkohol handrub Adalah cairan pencuci tangan yang berisi alkohol
Microorganisme Adalah mikroorganisme sementara yang berpindah ke
transien tangan kita dan akan hilang setelah kita mencuci
tangan
Microorganisme Adalah flora normal yang ada di tubuh kita
residen

Lampiran 2 – Tahapan Mencuci Tangan


MENCUCI ALKOHOL PROSEDUR CUCI
TANGAN HAND RUB DAN CUCI TANGAN
RUTIN/SOSIAL TANGAN BEDAH

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 12


Tujuan Menyingkirkan Menyingkirka Menyingkirkan Menyingkirka
mikroorganisme n mikroorganism n semua
semntara mikroorganis e sementara mikroorganis
me sementara dan beberapa me sementara
dan beberapa mikroorganism dan sebagian
mikroorganis e penghuni besar
me penghuni mikroorganis
me penghuni
Desinfe Sabun Alkohol 70% Chlorhexidine Chlorhexidine
ktan 2% 4%
yang
digunak
an
Lamany 20 detik 20 detik 60 detik 2 – 5 menit
a
Indikasi Sebelum: Sebelum : Sebelum : Sebelum:
1. Memegang 1. Kontak 1. Kontak dengan Prosedur
makanan atau langsung pasien dengan aseptik
makan dengan gangguan utama,
2. Setelah kontak pasien sistem misalnya di
dengan pasien Setelah : kekebalan ruang operasi
3. Sebelum 1.kontak 2. Melakukan
prosedur non langsung prosedur Sesudah :
aseptik dengan kulit aseptic mengenakan
pasien (memasukan sarung tangan
Sesudah : 2.Kontak kateter urin steril ketika
1. Menggunakan dengan objek/ indwelling,katet memasukan
toilet atau benda mati er vena perifer, kateter
membantu secara dsb) intravascular
pasien di toilet langsung di sentral,
2. Kontak dengan sekitar pasien selang ke
pasien 3.kontak dada, rongga
3. Kontak dengan dengan cairan pleura, dll.
peralatan bekas tubuh,
pakai membran
4. Kontak dengan mukosa, kulit
hidung atau yang tidak
mulut utuh, dan
(misalnya: pembalut luka

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 13


bersin atau jika kedua
batuk) tangan tidak
5. Kontak dengan nampak kotor
kotoran : debu 4.
atau oli melepaskan
6. Setelah sarung tangan
merawat pasien 5.ketika
yang tercemar memindahkan
Clostridium dari bagian
difficule tubuh yang
7. Ketika kedua kotor ke
tangan terlihat bagian tubuh
kotor yang bersih
selama
perawatan
pasien
6. jika setelah
terjadi kontak
dengan
lingkungan
pasien, maka
kedua tangan
harus di
bersihkan
ketika
meninggalkan
tempat tidur
atau kamar
pasien
Mengeri Menggunakan Tidak ada Menggunakan Menggunakan
ngkan kertas tissue kertas tissue kertas tissue handuk steril
tangan

Lampiran 3 – Lokasi Sabun


Sabun Antiseptik dan Alkohol Hand rub di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.
Semua toilet akan dilengkapi dengan sabun dan kertas tissue, semua tempat cuci
tangan klinikal dilengkapi dengan sabun, cairan chlorhexidine dan kertas tissue,
kecuali untuk tempat-tempat yang memerlukan tambahan chlorhexidine 4% :
1. Emergensi – ruang resusitasi

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 14


2. Emergensi – ruang tindakan
3. Poliklinik gigi
4. Poliklinik – ruang tindakan / pengobatan
5. Poliklinik – ruang tindakan / pengobatan kasus gastrointestinal
6. HCU – tempat cuci tangan .ukuran sedang
7. HCU – ruang isolasi
8. Kamar Bersalin

Tempat cuci tangan di ruang operasi – hanya chlorhexidine 4% yang diizinkan. Di


semua ruang kotor dilengkapi dengan sabun, cairan disinfektans cuci tangan yang
mengandung chlorhexidine 2% dan kertas tissue dekat tempat cuci tangan.
Alkohol hand rub ditempatkan di :
1. Semua kamar operasi
2. Setiap Poliklinik
3. Setiap tempat tidur - di HCU
4. Setiap tempat tidur pasien di ruang rawat inap
5. Di Nurse station
6. Di ruang kerja klinik lainnya
7. Di area pengunjung dan ruang tunggu

Poster
1. Tempatkan Poster teknik cuci tangan di semua wastafel
2. Tempatkan poster “5 moments for hand hygiene in health care” di semua area klinik

Lampiran 4 – teknik cuci tangan pembedahan dengan alkohol

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 15


DAFTAR PUSTAKA

Depkes ( 2007 ), Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit


dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya.

World Alliance for Patient Safety. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Healthcare.
First Global Patient Safety challenge, Clean Care is Safer Care. World Health
organization (2009).

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 16


Boyce JM, Pittet D, et al, CDC Guideline for Hand Hygiene in Health-Care Setiings.

Recommendations of the Healthcare Infection control Practices Advisory Committee


and the HICPAC/SHEA/APIC/IDSA Hand hygiene Task force. Morbid Mortal Wkly
Rep. 2002; 51(RR16);1-45

Hertfordshire Partnership NHS http;//www.hertsparts.nhs.uk/handhygienePolicv


November 2005

BAB IV
PENUTUP

Panduan Kebersihan Tangan (Hand Hygine) ini disusun agar dapat


digunakan sebagai pegangan dan acuan oleh personil Komite Mutu dan PPI dalam
meningkatkan mutu dan keselamatan pasien RSUD Cilincing.
Dengan adanya Panduan Kebersihan Tangan (Hand Hygine) ini diharapkan
agar setiap personil mengetahui car mencuci tangan yang benar sehingga kegiatan

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 17


pelyanan rumah sakit dapat terlaksana dengan baik serta terhindar dari infeksi
nosokomial.
Panduan Kebersihan Tangan (Hand Hygine) ini masih harus terus di pantau dan
di perbaharui demi terciptanya pengendalian infeksi nosokomial di lingkungan RSUD
Cilincing.

Dokumen Akreditasi RSUD Cilincing 18