Anda di halaman 1dari 6

Farmasains Vol. 3. No.

1, April 2016

UJI SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL 50% DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora (L.) Presl.)
TERHADAP SEL KANKER SERVIKS (Ca Ski Cell Line) SECARA IN- VITRO

IN-VITRO CYTOTOXIC ASSAY 50% ETHANOL EXTRACT KITOLOD (Isotoma longiflora (L.)
Presl.) LEAF AGAINST CERVICAL CANCER CELLS (Ca Ski Cell Line)

Aprilita Rina Yanti Eff


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul

Naskah diterima tanggal 22 Februari 2016

ABSTRACT
Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl.) is a traditional medicinal plant which is
efficacious as anticancer. Empirically kitolod had been used by Indonesian
people for the treatment of cancer, but this remains to be proven scientifically
through research. The objective of this research was to determine the
cytotoxic activity of 50% Ethanol Extract of Kitolod leaves at concentration of
25 g / mL, 50 g / mL, 75 g / mL, and 125 g/mL ont cervical cancer cells
(Ca Ski Cell Line) in vitro assay using red natural methods. Results of
Cytotoxic assay showed that IC50 values 50% Ethanol Extract of Kitolod
leaves in Ca Ski Cell Line was 55.78 ug/mL. Ethanol extract at concentration
of 25 g / mL, 50 g / mL, 75 g/mL, and 125 g / mL have cytotoxic effecst
on cervical cancer cells (Ca Ski Cell Line) and extract at concentration of 125
ug / mL indicates the largest percentage of cell death.

key words : Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl.), cytotoxic, Ca Ski Cell line,
natural red

ABSTRAK
Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl.) merupakan salah satu tanaman obat
tradisional yang berkhasiat sebagai antikanker. Secara empiris kitolod telah
digunakan sebagian masyarakat Indonesia untuk pengobatan penyakit
kanker, namun masih perlu dibuktikan secara ilmiah melalui suatu penelitian.
Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui aktivitas sitotoksik dari Ekstrak
Etanol 50% Daun Kitolod pada konsentrasi 25 µg/ml, 50 µg/ml, 75 µg/ml, dan
125 µg/m terhadap sel kanker serviks (Ca Ski Cell Line) secara in-vitro
menggunakan metode natural red assay. Hasil uji sitotoksik ekstrak etanol
50% daun kitolod pada sel kanker serviks (Ca Ski Cell Line) menunjukkan nilai
IC50 sebesar 55,78 µg/ml. Ekstrak etanol 50% daun kitolod (Isotoma longiflora
(L.) Presl) pada konsentrasi 25 µg/ml, 50 µg/ml, 75 µg/ml, dan 125 µg/ml
mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker serviks (Ca Ski Cell Line) dan
Ekstrak etanol 50% daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl) pada
konsentrasi 125 µg/ml menunjukkan persentase kematian sel Ca Ski yang
paling besar, yaitu 72,68%.

Kata kunci : Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl.), siotoksik, Ca Ski Cell line,
natural red

Alamat korespondensi :
Email: aprilita.rinayanti@esaunggul.ac.id

7
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 50% Daun Kitolod ...............(Aprilita Rina Yanti Eff)

PENDAHULUAN Daunnya mengandung alkaloid, saponin,


Kanker serviks atau karsinoma serviks flavonoid, dan polifenol. Secara empiris kitolod
merupakan jenis kanker kedua terbanyak pada telah digunakan sebagian masyarakat Indonesia
wanita di seluruh dunia setelah kanker untuk pengobatan terhadap penyakit antikanker
payudara. Penyakit kanker serviks dan atau antineoplastik, antiinflamasi atau
payudara merupakan penyakit kanker dengan antiperadangan, asma, analgesik atau
prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun penghilang rasa nyeri, hemostatik atau
2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8% dan menghentikan pendarahan, dan mengatasi
kanker payudara sebesar 0,5%. Provinsi gangguan pada mata (Ali, 2006; Dalimartha,
Kepulauan Riau, Provinsi Maluku Utara, dan 2004). Namun hal ini, masih perlu dibuktikan
Provinsi D.I. Yogyakarta memiliki prevalensi secara ilmiah melalui suatu penelitian. Salah
kanker serviks tertinggi yaitu sebesar 1,5 satu tahapan awal untuk menilai aktivitas kitolod
(Departemen Kesehatan, 2015). Kanker leher sebagai antikanker adalah melalui bioasai.
rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang Bioasai merupakan penelitian yang
tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian dilakukan untuk mengetahui aktivitas dari suatu
terendah dari rahim yang menempel pada tumbuhan atau zat yang berasal dari tumbuhan.
puncak vagina). Kanker ini umumnya tidak Bioasai zat sitotoksik pada tumbuhan dapat
tampak, tetapi dapat dirasakan oleh dilakukan baik secara in vivo maupun in vitro.
penderitanya. Kanker serviks biasanya Secara in vivo menggunakan hewan coba yaitu
menyerang pada wanita yang berusia antara mencit yang telah diinokulasi dengan sel kanker,
25-34 tahun dengan puncaknya pada usia 45-54 sedangkan secara in vitro menggunakan sel
tahun (American Cancer Society , 2001; Bruni et kanker tikus atau manusia dalam biakan sel.
al., 2016). Aktivitas antikanker dinyatakan dengan
Penyebab kanker serviks yang umum menentukan LC50 dari zat aktif murni atau
diketahui disebabkan oleh Human Papiloma ekstrak yang berasal dari tumbuhan. Menurut
Virus (HPV). Pengobatan kanker (khususnya National Cancer Institute (NCI), ekstrak yang
kanker serviks) secara medis yang biasa mempunyai LC50 ≤ 20 µg/ml dan zat aktif murni
dilakukan selama ini adalah dengan terapi yang nilai LC50 ≤ 4 µg/ml, maka dinyatakan aktif
pembedahan, penyinaran dan terapi kimia sebagai antikanker dan potensial untuk diteliti
menggunakan sitostatika (WHO, 2013). Tetapi lebih lanjut (Colegate dan Molyneux, 1993).
masyarakat banyak yang tidak mau melakukan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengobatan secara medis karena alasan-alasan efek sitotoksik Ekstrak Etanol 50% Daun Kitolod
tertentu seperti alasan psikologis, ekonomi, (Isotoma longiflora (L.) Presl) terhadap sel
adanya efek samping, serta karena tidak kanker serviks (Ca Ski Cell Line) secara in-vitro.
adanya jaminan kesembuhan. Penemuan
tanaman-tanaman obat yang menunjukkan efek METODOLOGI PENELITIAN
farmakologis terhadap penyakit kanker terutama Alat
yang telah mengalami uji secara ilmiah telah Tissue culture flask (Nunclon), tips pipet
memberikan alternatif dalam mengatasi dan kuning, tips pipet biru, plate 96 well (Nunclon),
mengobati penyakit kanker. Salah satu potensi pipet serologik glass 10 ml (Falcon), pipet
keanekaragaman flora di Indonesia yaitu serologik glass 5 ml (Falcon), autoklaf, Laminar
sebagai sumber obat. Tanaman obat Air Flow Biological safety Cabinet (Forma
merupakan tanaman yang digunakan untuk Scientific), timbangan elektrik (Satorius),
menjaga kesehatan dan menyembuhkan penangas air (medin), inkubator CO2 (Forma
penyakit pemakainya. Bagian yang biasanya Scientific), alat sentrifus (Porta Centrifuge), tube
digunakan untuk obat dapat berasal dari sentrifuse (Falcon), penyaring berpori dengan
rimpang, akar, kulit, buah, bunga, biji, daun diameter 0,2 µm steril (Nalgene), tangki nitrogen
ataupun batangnya (Witantri, 2015). cair (Locator JR Thermolyne), mikroskop (Nikon
Kitolod merupakan salah satu tanaman TMS), kaca objek hitung sel (Hemasitometer),
obat tradisional yang berkhasiat sebagai pipet Eppendorf kuning, pipet Eppendorf biru,
antikanker. Kitolod merupakan tumbuhan pendingin balik, vakum rotary evavorator,
semusim, tegak, tinggi sekitar 50 cm, bercabang ELISA plate Reader.
dari pangkalnya, berambut, bergetah warna Bahan
putih yang rasanya tajam dan beracun. Kitolod Ekstrak etanol 50% dari Daun Kitolod
sangat kaya kandungan kimia. Kandungan kimia (Isotoma longiflora (L.) Presl) dengan berbagai
yang sudah dikenal antara lain senyawa konsentrasi, sel kanker serviks (Ca Ski Cell
alkaloid, yakni lobelin, lobelamin, dan isotomin. Line), pelarut dimetil sulfoksid (DMSO) (Sigma),
8
Farmasains Vol. 3. No. 1, April 2016

medium kultur Rosewell Park Memorial Institute suhu 37oC dalam inkubator CO2 selama 1 hari
(RPMI 1640) (Sigma), HEPES (Flow Lab, (Freshney, 1994).
Sydney, Australia), Fetal Calf Serum (FCS), Sel yang telah dithawing selama 1 hari
dinatrium hydrogen fosfat (Na2HPO4), natrium dicuci sebanyak 3 kali dengan 10 ml PBS.
bikarbonat (NaHCO3), kalium dihidrogen fosfat Tuang cairan sel dalam flask, setelah itu
(KH2PO4), natrium klorida (NaCl), trypan blue, tambahkan 3 ml PBS dan 1 ml tripsin, kemudian
tripsin, natrium dodesil sulfat (SDS), natural red, diinkubasi selama 5 menit di inkubator CO2.
etanol 70%, Aquadest. Setelah 5 menit dilihat di bawah mikroskop
untuk memastikan sel sudah tidak melekat lagi
Metode pada dinding flask, kemudian tambahkan 1 ml
1. Pembuatan Ekstrak Etanol 50% Daun medium kultur (RPMI 1640). Setelah itu cairan
Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl) dikeluarkan dari dalam flask dan dimasukkan ke
Sejumlah 301,003 gram Daun kitolod dalam tube sentrifuse kemudian disuspensikan.
(Isotoma longiflora (L.) Presl) yang telah Selanjutnya suspensi sel disentrifuse dengan
dideterminasi diserbuk dan diekstraksi dengan kecepatan 1000 rpm selama 10 menit. Sel akan
cara refluks menggunakan pelarut etanol 50% mengendap di bawah tabung lalu mediumnya
hingga jernih. Ekstrak etanol yang diperoleh dibuang dan diganti dengan medium kultur
disaring, kemudian dipekatkan dengan bantuan (RPMI 1640) dan FCS 10% hingga 6 ml.
vakum rotary evavorator hingga diperoleh Suspensi sel dibagi dua bagian, kemudian
ekstrak kental . Nilai rendemen ekstrak dihitung dimasukkan ke dalam dua flask baru dan
dengan membagi berat hasil ekstraksi (ekstrak diinkubasi selama 2-3 hari pada suhu 37oC
kental) dengan berat awal simplisia. Dari dalam inkubator CO2 (Freshney, 1994).
perhitungan rendamen dapat diketahui nilai Sel yang telah di kultur 2-3 hari
kesetaraan tiap gram ekstrak kental dengan dikeluarkan, dan dihitung kepadatannya
simplisia (Departemen Kesehatan RI, 2000). menggunakan mikroskop kemudian diamati di
2. Pemeriksaan Kandungan Kimia Ekstrak bawah mikroskop (jika kepadatan sel baik maka
Meliputi pemeriksaan kandungan minyak dapat digunakan, sedangkan jika tidak maka
atsiri, alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan diinkubasi lagi hingga optimal). Setelah itu
steroid-triterpenoid , sel dihitung dengan menggunakan
3. Pembuatan Konsentrasi larutan uji hemasitometer untuk melihat sel yang hidup
Sebanyak 10 mg ekstrak kental etanol dengan menamnbahkan sebanyak 100 µl sel
daun kitolod ditimbang dan dilarutkan dalam 1 Ca Ski dengan 900 µl trypan blue.
ml DMSO, sehingga diperoleh ekstrak dengan Untuk keperluan bioassay sel diencerkan
konsentrasi 10 mg/ml ~ 10 μg/μl digunakan dengan medium RPMI 1640 dan ditambahkan
sebagai stok I. Sampel uji kemudian diambil 100 FCS 10% sampai jumlah sel menjadi 30.000
µl dari stok I dan ditambah 900 µl RPMI 1640, sel/ml.
sehingga diperoleh ekstrak dengan konsentrasi 5. Bioasai Sitotoksik Sel Ca Ski
1 mg/ml ~ 1μg/μl (1000 μg/ml) digunakan Sebanyak 100 µl Suspensi sel Ca Ski
sebagai stok II. Dari larutan stok II dibuat dimasukkan ke dalam masing-masing well
konsentrasi larutan uji yaitu 25 µg/ml, 50 µg/ml, Kemudian sebanyak 100 µl larutan uji
75 µg/ml dan 125 µg/ml. dimasukkan sesuai dengan konsentrasi yang
4. Persiapan Kultur Sel digunakan ke dalam tiap-tiap well yang sudah
Sel yang disimpan dalam nitrogen cair berisi sel Ca ski. Well yang diberi larutan DMSO
dibenamkan dalam es selama beberapa saat, berlaku sebagai kontrol negatif. Setelah selesai
kemudian pindahkan ke suhu ruangan hingga perlakuan, segera dimasukkan ke dalam
mencair. Cairan sel sebanyak 1 ml diambil lalu inkubator CO2 selama 24 jam pada suhu 370C
dimasukkan ke dalam tabung sentrifuse dan dan ditambahkan 100 µl natural red pada
ditambahkan 5 ml medium kultur (RPMI 1640) masing-masing well, kemudian diinkubasi lagi
kemudian suspensi sel di sentrifuse dengan selama 2 jam. Setelah itu medium kultur dituang
kecepatan 1000 rpm selama 10 menit. Sel akan dan well dicuci dengan PBS dan selanjutnya
mengendap di bawah tabung lalu mediumnya ditambahkan 300 µl SDS dan diinkubasi selama
dibuang dan diganti dengan medium kultur 30 menit. Persentase kematian sel diukur pada
(RPMI 1640) dan FCS 20% hingga 6 ml. Sel panjang gelombang 495 – 630 nm dengan
dimasukkan ke dalam flask dan di inkubasi pada menggunakan ELISA Plate Reader.

9
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 50% Daun Kitolod ...............(Aprilita Rina Yanti Eff)

% Kematian Sel = Serapan kontrol negatif – Serapan sampel uji x 100% ......(1)
Serapan kontrol negatif
Persentase kematian sel untuk tiap triterpenoid. Beberapa senyawa kimia dari
konsentrasi dapat dihitung dengan bahan alam terbukti memiliki efek antikanker,
menggunakan rumus (1) seperti senyawa alkaloid bekerja sebagai
antikanker dengan cara menginduksi apoptosis,
HASIL DAN PEMBAHASAN menurunkan adhesi sel dan menghambat
Hasil determinasi di Herbarium angiogenesis secara selekif. Steroid dapat
Bogoriense, Bogor menunjukkan bahwa menginduksi apoptosis dan meningkatkan
simplisia yang digunakan pada penelitian ini densitas matrik mitokondria, triterpenoid
adalah Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl) dari menginduksi apopotosis dan saponin dapat
suku Campanulaceae. menghambat angiogenesis dan reseptor tirosin
Hasil pemeriksaan kandungan kimia kinase (Bhanot, et al, 2011)
menunjukkan ekstrak etanol 50% Daun Kitolod Pada penelitian ini tidak menggunakan
(Isotoma longiflora (L.) Presl) menunjukkan kontrol positif karena dengan pengujian secara
adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, in vitro merupakan skrining awal untuk
saponin, tanin, dan steroid-triterpenoid. Ekstrak mengetahui zat antikanker. Dengan demikian
memiliki nilai rendemen sebesar 5,43%. jika terjadi penurunan jumlah pertumbuhan sel
Hasil perhitungan kematian sel Ca Ski kanker serviks (Ca Ski Cell Line) dapat
yang diberi ekstrak etanol 50% daun kitolod dikatakan bahwa ekstrak tersebut mempunyai
(Isotoma longiflora (L.) Presl) berdasarkan aktivitas sebagai antikanker (Mulyani, 2005).
rumus 1 dapat dilihat pada Tabel Pengembangan obat baru untuk
1.Berdasarkan perhitungan data kematian sel penyakit kanker melibatkan evaluasi preklinik
selanjutnya dibuat grafik hubungan linier senyawa kimia untuk membuktikan aktivitas
antara konsentrasi (µg/ml) dengan persentase antineoplastik. Pengujian sitotoksik secara in
kematian sel (%) yang ditunjukkan pada gambar vitro dengan menggunakan sel turunan dapat
1 dan diperoleh persamaan regresi y = 27,354 + digunakan sebagai skrining awal untuk
0,406 x. Dari persamaan regresi linier dapat mendeteksi senyawa-senyawa yang bersifat
dihitung nilai LC50 sebesar 55,78 µg/ml) dan sitotoksik. Pengujian secara in vitro ini lebih
koefisien korelasi sebesar 0,905 menunjukkan mudah dan murah jika dibandungkan dengan
bahwa ada hubungan yang sangat erat antara pengujian secara in vivo. Selain itu pengujian
konsentrasi (µg/ml) dengan dengan persentase secara in vitro dengan menggunakan sel
kematian sel. turunan manusia (human cell line) dapat
Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl) mengatasi masalah dari keterbatasan model
secara empiris berkhasiat sebagai obat hewan yang digunakan secara in vivo yang
antikanker atau antineoplastik, antiinflamasi berkaitan dengan perbedaan metabolisme
atau antiperadangan, asma, analgesik atau hewan tersebut dengan manusia (Freshney,
penghilang rasa nyeri, hemostatik atau 1994).
menghentikan pendarahan, dan mengatasi Kultur jaringan dengan metode in vitro
gangguan pada mata (Ali, 2006; Anonim, 2007; merupakan alternatif terbaik untuk mempelajari
Dalimartha, 2004). mekanisme pembentukan sel kanker maupun
Kitolod (Isotoma longiflora (L.) Presl) mekanisme aksi bahan obat terhadap sel
mengandung senyawa kimia antara lain sasaran (Ravi et al., 2014). Sel Ca Ski (Ca Ski
alkaloid, yakni lobelin, lobelamin, dan isotomin. Cell Line) berasal dari penderita kanker serviks
Daunnya mengandung alkaloid, saponin, yang mengandung virus papiloma manusia tipe
flavonoid, dan polifenol (Ali, 2006; Anonim, 16 (HPV 16) dan diambil dari tempat metastasis
2015; Dalimartha, 2004). Hasil penapisan kanker serviks, yaitu pada daerah epidermoid
fitokimia menunjukkan bahwa ekstra ketanol (Magaldi, 2012).
daun kitolod mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin, dan steroid-

10
Farmasains Vol. 3. No. 1, April 2016

Tabel 1. Persentase kematian sel Sel Ca Ski dari Ekstrak Etanol 50% Daun Kitolod (Isotoma
longiflora (L.) Presl) pada 24 Jam inkubasi

Konsentrasi (g/ml)
25% 50% 75% 125%
32.6 45.98 69.53 72.49
32.2 47.28 69.71 72.54
32.45 46.63 69.4 73
Rata-rata 32.41 46.63 69.55 72.68
SD 0.202 0.65 0.16 0.28

Uji sitotoksik natural red adalah diperiksa.


berdasarkan penggabungan pewarna natural Hasil pengamatan menunjukkan setelah
red dengan lisosom sel yang hidup setelah diinkubasi selama 24 jam, ekstrak etanol 50%
diinkubasi dengan bahan kimia yang toksik. daun kitolod dapat menghambat pertumbuhan
Sitotoksik suatu zat yang kita tambahkan pada sel kanker serviks pada konsentrasi 25 µg/ml,
kultur sel dan diinkubasi mengubah 50 µg/ml, 75 µg/ml, dan 125 µg/ml. Pada
keseimbangan permukaan sel atau pada konsentrasi 125 µg/ml nilai absorbansi lebih
membran sel yang sensitif misalnya lisosom dan kecil dan persentase kematian sel Ca Ski lebih
perubahan yang disebabkan aktivitas xenobiotik besar dibandingkan dengan konsentrasi 25
dengan memusnahkan plasma atau membran µg/ml, 50 µg/ml, dan 75 µg/ml.
lisosom. Sifat uji metode ini adalah memantau Aktivitas antikanker dinyatakan dengan
sel yang masih hidup. Natural red adalah menentukan LC50 dari zat aktif murni atau
pewarna yang bersifat kationik yang ekstrak yang berasal dari tumbuhan. Menurut
berpenetrasi ke dalam membran sel secara National Cancer Institute (NCI), ekstrak yang
difusi non ionik dan akan terakumulasi secara mempunyai LC50 ≤ 20 µg/ml dan zat aktif murni
intraseluler dalam lisosom (natural red berikatan yang mempunyai LC50 ≤ 4 µg/ml, maka
dengan sisi anionik pada lisosom) (Borenfreud dinyatakan aktif sebagai antikanker dan
dan Pruerne, 1985). Proses inilah yang potensial untuk diteliti lebih lanjut (Colegate dan
selanjutnya dideteksi dengan pengukuran Molyneux, 1993). Sedangkan American National
serapan menggunakan ELISA plate reader pada Cancer Institute menyatakan bahwa pada dosis
panjang gelombang 495 – 630 nm dengan yang kurang dari 30 µg/ml adalah dosis yang
pedoman seberapa besar sel yang hidup menjanjikan untuk diteliti lebih lanjut (Torres et
setelah perlakuan. Berdasarkan hal ini maka al, 2005)
akan didapatkan nilai Letal Concentration Pada penelitian ini nilai LC50 yang didapat
(LC50). LC50 adalah konsentrasi yang diberikan lebih besar dari nilai batas yang ditetapkan NCI,
dapat menyebabkan 50% kematian obyek yang yaitu 55,78 µg/ml. Hal ini berarti bahwa ekstrak

Gambar 1 Hubungan Antara Konsentrasi (μg/ml) dengan Persentase Kematian Sel (%)

11
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 50% Daun Kitolod ...............(Aprilita Rina Yanti Eff)

etanol 50 % daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) Dalimartha, S., 2004, Ramuan Tradisional untuk
Presl) memiliki efek sitotoksik yang lemah Pengobatan Kanker, Penerbit Penebar
terhadap sel kanker serviks. Swadaya, Jakarta: 1-14, 65-66.
.
Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter
KESIMPULAN Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.
Ekstrak etanol 50% daun kitolod (Isotoma
longiflora (L.) Presl) memiliki efek sitotoksikyang Departemen Kesehatan RI . 2015. Situasi
lemah terhadap sel kanker serviks. (Ca Ski ) Penyakit Kanker .Pusat Data dan Informasi
Kementerian Kesehatan RI.
www.depkes.go.id
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Iskandar. 2006. Khasiat dan Manfaat Freshney, I. 1994. Culture of animal Cells: A
Kitolod Penakluk Gangguan pada Mata. Manual of Basic Technique, 3rd ed.,
Edisi ke-3, Agromedia Pustaka, Jakarta: Wiley-Liss Inc., New York: 85-88, 154-
1-6. 155, 260-287.

American Cancer Society. 2001. Cervical Magaldi, G.T., Almstead, L.L., Bellone, S.,
Cancer What is cancer ? Prevat, G.E., et al. 2014. Primary human
http://www.cancer.org/. cervical carcinoma cells require human
papillomavirus E6 and E7 expression for
Anonim. 2007. Artikel Tentang Tanaman Obat ongoing proliferation. Virologi, 422(1),
Departemen Kesehatan RI, 114-124
http://iptek.apjii.or.id/artikel/ttg_tanaman_
obat/depkes/buku1/1-156.pdf, Jakarta, 7 Mulyani, E.T. 2005. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol
Januari 2015. Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria
[christm.] Roscoe) Terhadap Sel Kanker
Bhanot, A., Sharma, R., & Noolvi, M. N. 2011. Payudara (Sel MCF-7) Secara In Vitro.
Natural sources as potential anti-cancer Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas
agents: A review. International Journal of 17 Agustus 1945, Jakarta.
Phytomedicine, 3(1), 09–26.
Ravi, M., Parames, P., Kaviya, R.S., Anuradha,
Borenfreund E and Puerne AJ. 1985. Toxicity E., Solomon, P. 2014. 3D Cell Culture
determined in vitro by morphological Systems: Advantages and Applications.
alterations and neutral red absorption. Journal of Cellular Physiology, 230(1),
Toxicology Letters, 24 (2-3), 119-124. 16-26.

Bruni, L., Barrionuevo-Rosas, L., Albero, G., Torres, M.R., Sousa, A.P.A., Filho, E.A.T.S.,
Aldea, M., et. Al. 2016. ICO Information Moraes, M.E.A., Moraes, M.O., and
Centre on HPV and Cancer (HPV Costa–Laluto, L.V. 2005. Biological
Information Centre). Human activity of aqueous and organic extract of
Papillomavirus and Related Diseases in seaweeds from Ceara State, Brazil. Arq.
the World. Summary Report. 1-282 Cien. Mar. Fortaleza 38: 55–63.
Witantri, G.H., Ruspendi,A.C.E., dan
Colegate, S., & R. Molyneux, 1993, Bioactive Saputro,S.D. 2015. Keanekaragaman
Natural Product: Detection, Isolation, and pohon berpotensi obat antikanker di
Structural Determination, CRC Press, kawasan Kampus Kentingan Universitas
Inc: 199. Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah.
Prosiding Seminar Nasional
Masyarakat Biodiversiti Indonesia, 1(3),
477-483
.

12