Anda di halaman 1dari 8

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENUNJANG DALAM

PEKULIAHAN ANGGARAN PERUSAHAAN


DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

Heni Mulyani

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media


sosial sebagai penunjang dalam perkuliahan serta dampak yang ditimbulkan dari
penggunaan media sosial tersebut dalam perkuliahan mata kuliah anggaran
perusahaan di program studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI. Penelitian ini
menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group only design
dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi dengan
instrumen lembar pengamatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penggunaan media sosial (khusunya facebook) dapat menjadi penunjang yang
efektif dalam proses perkuliahan karena aktivitas belajar bisa dilakukan kapan
saja dan dimana saja. Facebook dapat mengatasi permasalahan ruang dan waktu
yang terbatas di dalam kelas. Mahasiswa dan dosen dapat melanjutkan interaksi
perkuliahan secara online untuk membahas permasalahan terkait materi
perkuliahan. Mahasiswa dapat menanyakan dan mengemukakan pendapat
serta saling membantu dalam memahami materi perkuliahan. Penggunaan
facebook sebagai penunjang dalam perkuliahan akan memberikan dampak yang
positif apabila dikelola dengan baik dan diberikan batasan-batasan yang jelas
dalam melakukan interaksi, karena dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif
sehingga mempermudah mereka dalam memahami materi melalui intensitas
komunikasi dan interaksi yang dilakukan di luar jam perkuliahan.

Kata Kunci : Media Sosial, Penunjang Perkuliahan

33
Pendahuluan dengan penggunaan media jejaring sosial
Salah satu perkembangan teknologi ini jarak dan waktu bukan menjadi
dan informasi yang sangat akrab dengan halangan. Siswa dapat berkomunikasi
kehidupan para mahasiswa adalah media dengan guru setiap saat dan dimanapun
sosial. Tingkat akses internet didominasi berada (Anonim, 2012).
oleh situs-situs jejaring sosial, hal ini Proses pembelajaran dapat
disebabkan oleh adanya dukungan dari dilakukan dimana saja dan kapan saja baik
operator dengan banyaknya perangkat secara formal mauapun informal.
komunikasi yang cerdas dan relatif murah. Pembelajaran dapat dilakukan secara
Penelitian dari Firefly Milward Brown mandiri salah satunya dengan cara mencari
menggambarkan media sosial di Indonesia informasi yang bisa diperoleh melalui
adalah sebagai alat untuk memperoleh banyak sumber salah satunya adalah
pengakuan secara sosial dalam bentuk internet. Dengan demikian, perlu adanya
pengakuan dan pujian, media sosial juga strategi dalam pembelajaran yang dapat
digunakan untuk berbagi dan mengakomodasi dan mengarahkan para
mengakrabkan diri dengan orang lain mahasiswa dalam memanfaatkan
(zdnetasia, 2011). kemudahan yang disediakan oleh
Pengguna media sosial di Indonesia perkembangan teknologi informasi yang
adalah kedua terbesar di dunia. Sebanyak semakin canggih tersebut dan relatif mudah
35.482.400 pengguna berasal dari didapat.
Indonesia dan 85% pengguna berumur Belum lama ini, muncul sebuah
kurang dari 35 tahun., mayoritas berasal media sosial yang dikhususkan untuk
dari golongan umur 18-24 tahun dengan digunakan dalam proses pendidikan. Media
jumlah 41%. Umur tersebut merupakan sosial ini menyediakan ruang bagi
golongan umur pelajar dan mahasiswa. mahasiswa dan dosennya untuk
Usia yang sangat potensial untuk melakukan komunikasi dua arah secara
mengembangkan kemampuan dan online, sehingga perkuliahan tidak hanya
pengetahuan melalui proses pembelajaran. dilakukan di dalam ruang kuliah tetapi juga
Media sosial menjadi sebuah ironi, dapat dilakukan di luar ruang kuliah.
dikarenakan fasilitas yang kerap digunakan Proses perkuliahan melibatkan
justru fasilitas yang tidak begitu bermanfaat banyak waktu baik di dalam maupun di luar
atau hanya sekedar just for fun. Pada kampus. Idealnya, perkuliahan dilakukan di
umumnya yang lebih disukai adalah dalam ruang kuliah, untuk kemudian
fasilitas memainkan game, kuis yang tidak mahasiswa melakukan dan melatih kembali
jelas tujuan dan manfaatnya, atau sekedar materi perkuliahan yang akan atau yang
chatting dengan topik yang tidak perlu. telah dibahas dalam proses perkuliahan.
Kegiatan seperti ini tentu saja akan banyak Selama perkuliahan di dalam kelas,
membuang waktu dan memboroskan uang mahasiswa dengan mudah melakukan
saja, terutama bagi remaja-remaja usia komunikasi dua arah dengan dosen
sekolah. Dengan adanya perbedaan antara maupun dengan dengan mahasiswa lain,
harapan dan kenyataan tersebut, timbullah namun saat melakukan tugas dan
sebuah kesenjangan. pendalaman materi diluar ruang kuliah,
Di sisi lain kita berharap mahasiswa akan mendapatkan beberapa
perkembangan teknologi akan membantu masalah dalam hal komunikasi untuk
atau memberikan kemudahan. Tetapi menyelesaikan tugasnya.
kenyataan di lapangan banyak juga yang Berdasarkan penjelasan diatas,
menyalah gunakan mdia sosial untuk hal- maka peneliti merasa perlu untuk
hal yang kurang baik. Dari kesenjangan mengujicobakan penggunaan media sosial
tersebut, langkah apa yang perlu di lakukan sebagai salah satu penunjang dalam
seorang pendidik sebagai upaya untuk proses perkuliahan, untuk kemudian
memberikan pendidikan kepada diperoleh informasi dampak yang
mahasiswa (Pieter Silitonga, 2012). dihasilkan dari penggunaan media sosial
Tren pemanfaatan social network ini tersebut dalam perkuliahan.
sebenarnya menjadi peluang yang cukup Tujuan daari penelitian ini adalah
menarik untuk dimanfaatkan dalam dunia untuk menganalisis efektivitas penggunaan
pendidikan sebagai salah satu penunjang media sosial sebagai penunjang dalam
dalam proses pembelajaran. Dalam perkuliahan dan mengidentifikasi dampak
pembelajaran konvensional waktu tatap penggunaan media sosial dalam
muka dosen dengan siswa sangat terbatas, perkuliahan.
tetapi dengan pembelajaran online seperti

34
Landasan Teori siswa untuk belajar. Sementara itu
Belajar pada hakikatnya merupakan Schramm berpendapat bahwa media
suatu aktivitas untuk memperoleh merupakan teknologi pembawa informasi
perubahan tingkah laku pada dirinya baik atau pesan instruksional yang dapat
potensial maupun aktual, yaitu perubahan dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
secara kognitif, afektif, maupun Dengan demikian media pembelajaran
psikomotorik. Perubahan tersebut terjadi adalah sebuah alat yang berfungsi untuk
karena usaha sadar yang dilakukan oleh menyampaikan pesan pembelajaran
individu yang sedang belajar. Belajar (Wisnu Adi Parwatha, 2012).
merupakan proses sepanjang hayat dan Media itu bisa berbentuk softwere
tidak terbatas pada ruang dan waktu, atau maupun hardware dan sebagai alat bantu
dengan kata lain belajar dapat dilakukan proses belajar mengajar baik di dalam kelas
dimana saja dan kapan saja. Sagala (2010 maupun di luar kelas yang berfungsi
: 12) mengemukakan bahwa “Dalam sebagai menyalurkan pesan yang dapat
implementasinya, belajar adalah kegiatan merangsang pikiran, perasaan, perhatian
individu dalam memperoleh pengetahuan, dan kemauan siswa sehingga dapat
perilaku, dan keterampilan dengan cara mendorong terjadinya proses belajar pada
mengolah bahan belajar”. diri siswa (Miftakhul Anwar, 2012).
Didalam proses pembelajaran tidak Media sosial adalah sebuah media
terlepas dari konsep-konsep ataupun asas online, dengan para penggunanya bisa
(kaidah dasar) yang harus diterapkan oleh dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan
guru maupun siswa. Riyanto (2010:62) menciptakan isi meliputi blog, jejaring
menjelaskan “Maksudnya adalah bahwa sosial, forum dan dunia virtual. Dalam
pendidik akan dapat melaksanakan dunia pendidikan media sosial pun ikut
tugasnya dengan baik apabila dapat berperan penting dalam peningkatan
menerapkan cara mengajar sesuai dengan kualitas pelajar.
prinsip-prinsip belajar”. Andreas Kaplan dan Michael
Dimyati dan Mudjiono (2009 : 42-50) Haenlein mendefinisikan media sosial
mengemukakan bahwa prinsip belajar sebagai "sebuah kelompok aplikasi
terdiri dari : berbasis internet yang membangun di atas
a. Perhatian dan Motivasi dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 yang
b. Keaktifan memungkinkan penciptaan dan pertukaran
c. Keterlibatan user generated content".
d. Pengulangan Sosial media dipahami sebagai
e. Tantangan sekelompok jenis media online, yang
f. Balikan dan Penguatan terbagi atas lima karakteristik (yang dikutip
g. Perbedaan Individual dari tulisan Lester Voit dalam website
isnare.articles.com) yaitu :
Dapat disimpulkan bahwa prinsip (1) Partisipasi.
belajar berkaitan dengan perhatian dan (2) Keterbukaan
motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung (3) Percakapan
atau pengalaman, pengulangan, (4) Komunitas
tantangan,balikan dan penguatan (law of (5) Keterhubungan
effect) serta perbedaan individual dimana
prinsip tersebut harus dilaksanakan oleh Ada beberapa keunggulan media
guru maupun siswa demi tercapainya sosial antara lain bahwa media sosial
pembelajaran yang efektif. merupakan sebuah alat yang dapat
Pembelajaran yang efektif harus digunakan untuk mempublikasikan diri,
ditunjang dengan media pembelajaran pekerjaan, pendapat pribadi, kejadian
sebagai alat yang mempunyai fungsi sehari-hari dari diri sendiri. Bagi
menyampaikan pesan (Bovee, 1997). perusahaan berarti menambah koneksi
Media merupakan bentuk jamak dari kata ataupun pelanggan dan calon pelanggan.
“medium” yang berasal dari bahasa latin Hal ini disebabkan koneksi berarti potensi
yang berarti “antara”. Istilah media dapat untuk meraih pembeli dan selanjutnya
kita artikan sebagai segala sesuatu yang dapat berarti potensi meningkatnya
menjadi perantara atau penyampai pendapatan bagi perusahaan. Selain itu
informasi dari pengirim pesan kepada perusahaan dapat memperoleh informasi
penerima pesan. Briggs menyebutkan dari demografi mereka. Selain itu juga,
bahwa media adalah segala alat fisik yang kemudahan untuk membuat grup dan
dapat menyajikan pesan serta merangsang membentuk komunitas.

35
Dengan media sosial, berkomunikasi Facebook. Facebook telah menjadi bagian
secara online dapat dilakukan dengan lebih dari kehidupan sehari-hari, demikian pula
mudah dan murah daripada harus bertatap oleh para mahasiswa. Mereka menciptakan
muka. Kemudian kolaborasi dan kehidupan online yang berbaur dengan
komunikasi antar wilayah, antar benua dunia offline mereka. Tanggung jawab
(lintas batas) dapat dimungkinkan dalam sebagai dosen untuk membantu mereka
media sosial ini, hal tersebut berarti lebih memanfaatkan media ini. Seorang
menghilangkan hambatan-hambatan bagi dosen sebaiknya mampu mengadaptasi
orang-orang yang ingin berhubungan metode dan sesuai dengan perkembangan
dengan orang lain, tanpa memperhitungkan zaman dan kebutuhan mahasiswa.
hambatan jarak, hambatan waktu, Penggunaan Facebook di bidang
hambatan biaya, hambatan sosial budaya, pendidikan merupakan tantangan besar,
termasuk hambatan gender dan usia. Salah tetapi tidak terelakkan, kemudian
satu bentuk media sosial adalah situs mengubahnya menjadi alat belajar yang
jejaring sosial, berguna untuk memudahkan hebat bagi para mahasiswa.
pencarian informasi tentang subjek dan
objek apapun juga dan dari mana saja. METODOLOGI PENELITIAN
Dengan demikian dapat memberikan Metode yang digunakan dalam
konteks dan nilai tambah pengetahuan dan penelitian ini adalah quasi experiment atau
dunia pendidikan. Khusus untuk dunia eksperimen semu. Menurut Sugiyono
pendidikan bisa digunakan untuk (2009:114):
penerbitan dan berbagi konten. Dalam metode quasi experiment ini
Selain keunggulan, ada beberapa hal memiliki kelompok kontrol, sehingga tidak
yang perlu diperhatikan terkait kekurangan dapat berfungsi sepenuhnya untuk
dari media sosial, yaitu penyalahgunaan mengontrol variabel-variabel luar yang
media sosial untuk melakukan kejahatan, mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.
sebagai contoh pemalsuan identitas untuk Metode ini dikembangkan untuk
penipuan. Akan tetapi, baru-baru ini telah mengatasi kesulitan dalam menentukan
ada peraturan/undang-undang terkait kelompok kontrol dalam penelitian.
dengan Informasi dan Transaksi Elektronik Adapun desain penelitian yang
(ITE) yang sudah menaungi dan proses digunakan adalah Non equivalent Group
bisnis dan komunikasi sosial dalam dunia Design. Desain ini hampir sama dengan
maya, termasuk media sosial ini. Di pretest-posttest one group only design,
Indonesia peraturan tersebut adalah hanya pada desain ini kelompok
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 eksperimen maupun kelompok kontrol tidak
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dipilih secara random. Desain penelitian
(ITE). tersebut dapat digambarkan seperti tabel
Selain itu dengan adanya media berikut ini:
sosial maka komunikasi dan diskusi akan
sangat intens, sehingga bisa saja Tabel 1
seseorang larut dalam kebisingan Desain Penelitian
komunikasi itu, dan tidak lagi fokus dalam
konteks yang awal didiskusikan. Kelas Pre Treatment Post
Test Test
Kerangka Pemikiran
Dalam perkuliahan, Eksperimen O1 X O2
sumber/referensi-nya tidak hanya sekedar
berasal dari buku, tetapi juga diperoleh dari
interaksi dan komunikasi. Sampai beberapa Keterangan
dekade yang lalu aspek terakhir dari O1 : Nilai Pretest (sebelum perlakuan)
pembelajaran terbatas pada ruang fisik pada kelas eksperimen
ruang kelas. Namun sekarang, media sosial O2 : Nilai Posttest (setelah perlakuan)
telah memperluas dimensi dari ruang yang pada kelas eksperimen
tersedia untuk komponen sosial X : Perkuliahan dengan
pembelajaran. Media Sosial dalam menggunakan media sosial
pendidikan, menjadi konsep yang relatif
baru telah menjadi pusat perhatian banyak
DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
pendidik, dosen dan orang tua.
Sebelum pelaksanaan perkuliahan
Salah satu media sosial yang dapat
dengan menggunakan media sosial
digunakan dalam proses pendidikan adalah
sebagai penunjangnya, dosen harus

36
melaksanakan beberapa tahapan, memberikan komentar atau
diantaranya adalah menetapkan bahan pertanyaan melalui fasilitas komentar.
ajar, menetapkan rancangan perkuliahan, f. Dosen dapat membuka forum diskusi
menetapkan media sosial yang akan melalui fasilitas-fasilitas yang telah
digunakan dalam perkuliahan. Dan setelah disediakan pada facebook seperti
penyelenggaraan perkuliahan, tahapan pada fasilitas forum dan bisa juga
terakhir adalah menyiapkan kriteria melalui wall.
evaluasi untuk mengukur hasil belajar g. Banyak aplikasi yang dapat
siswa setelah menerapkan perkuliahan diintegrasikan dengan facebook dan
dengan menggunakan media sosial dapat digunakan untuk media
sebagai penunjang dalam proses pembelajaran seperti Study Groups,
perkuliahan. CoursFeed dan lain sebagainya
Pada tahapan pertama, dosen h. Mahasiswa dituntut aktif untuk mencari
harus menetapkan bahan ajar terlebih bahan yang terkait dengan materi
dahulu, kegiatan dosen diantaranya adalah pembelajaran dan melakukan sharing
: dengan temannya.
1. Dosen menganalisis silabus i. Menindaklanjuti semua kegiatan
pembelajaran dan menentukan materi tersebut dalam pertemuan tatap muka.
pembelajaran j. Evaluasi dilaksanakan dengan tatap
2. Dosen menentukan buku sumber yang muka secara offline
digunakan dan membuat resume
materi perkuliahan sebagai hand out PEMBAHASAN
mengenai materi anggaran Penggunaan Facebook di bidang
perusahaan pendidikan merupakan tantangan besar,
3. Dosen menyiapkan video tetapi tidak terelakkan, kemudian
pembelajaran yang terkait dengan mengubahnya menjadi alat belajar yang
anggaran penjualan hebat bagi para mahasiswa. Ada beberapa
Setelah menetapkan bahan ajar, manfaat yang bisa didapatkan dari
tahap kedua dosen menetapkan penggunaan facebook yang efektif antara
rancangan perkuliahan dengan dosen dengan mahasiswa. Santai, ramah
menggunakan media sosial. Dalam dan mengundang suasana yang
perkuliahan anggaran perusahaan ini mendorong partisipasi dan keterlibatan
digunakan media sosial yang sangat akrab mahasiswa. Facebook dapat meningkatkan
digunakan oleh semua mahasiswa yaitu kerjasama dan interaksi sosial antara
facebook. mahasiswa. Mahasiswa merasa nyaman
Selanjutnya, dalam implementasi belajar melalui Facebook karena
perkuliahan menggunakan Facebook kebanyakan dari mereka
sebagai penunjang dalam perkuliahan menggunakannya sehari-hari. Mahasiswa
adalah sebagai berikut : merasa terus terlibat untuk belajar
a. Dosen membuat akun facebook dan meskipun di luar kelas.
group facebook, masing-masing siswa Beberapa cara menggunakan
harus sudah mempunyai akun Facebook untuk tujuan pendidikan seperti
facebook. untuk membuat grup untuk kelas dan
b. Dosen dalam hal ini harus bertindak memperkuat komunikasi antara dosen
sebagai administrator dan dengan mahasiswa, menjadwalkan acara
memasukkan siswa ke dalam group. untuk seluruh kelas, menggunakan utilitas
c. Dosen dapat menyediakan materi pesan di Facebook untuk pesan absen tak
pembelajaran/tugas melalui fasilitas- terduga, penjadwalan ulang ujian, berbagi
fasilitas yang sudah disediakan oleh konten pembelajaran multimedia seperti
facebook group seperti catatan (note), video, foto, klip dan banyak lagi dengan
pada wall, file-file lampiran, gambar seluruh kelas, mem-posting catatan kelas
dan video. bagi mahasiswa untuk review bahan ajaran
d. Untuk memberikan tugas yang dalam kasus mereka tidak hadir, membagi
berbeda pada setiap mahasiswa, konten online dengan mahasiswa seperti
dosen dapat melakukannya melalui website yang menarik, blog, wiki, dan
pesan inbox bisa ditulis langsung atau banyak lagi, serta menggunakan event di
dalam bentuk lampiran file inbox. facebook untuk mengingatkan mahasiswa
e. Mahasiswa mempelajari materi yang mengenai kunjungan lapangan mendatang.
telah diberikan dosen dan dapat Dan masih banyak lagi yang dapat
dilakukan dengan aplikasi ini.

37
Sebelum menggunakan facebook dapat melakukan pemantauan kapan saja
sebagai penunjang dalam perkuliahan, terhadap aktivitas yang dilakukan
dosen membuat account terpisah hanya mahasiswa.
untuk kelas, mengelola pengaturan privasi Jika digunakan dengan baik,
untuk menjaga kehidupan profesional dan facebook dapat menjadi penunjang yang
pribadi terpisah. Dosen membentuk efektif dalam proses perkuliahan karena
sebuah kelompok kelas privat untuk aktivitas belajar bisa dilakukan kapan saja
berkomunikasi dengan mahasiswa. Dosen dan dimana saja. Facebook dapat
memberikan instruksi yang jelas kepada mengatasi permasalahan ruang dan waktu
mahasiswa mengenai hal apa saja yang yang terbatas di dalam kelas. Mahasiswa
boleh dan tidak boleh di-share di Facebook. dan dosen dapat melanjutkan interaksi
Dosen harus rajin mengawasi jenis foto apa perkuliahan secara online untuk
yang boleh di-share di Facebook. Dosen membahas permasalahan terkait materi
harus mengajarkan mahasiswa tentang perkuliahan. Mahasiswa dapat
etika berinternet Selanjutnya jangan menanyakan dan mengemukakan
menambahkan mahasiswa sebagai teman pendapat serta saling membantu dalam
di account pribadi dan selalu jaga jarak, memahami materi perkuliahan.
jangan terlibat dalam kehidupan pribadi Dari hasil eksperimen yang telah
mahasiswa dan tidak boleh ada mahasiswa dilakukan, dapat diketahui kelebihan
yang harus dipaksakan untuk menambah facebook apabila digunakan sebagai
satu sama lain sebagai teman. Di lain pihak penunjang dalam perkuliahan :
mahasiswa tidak diperbolehkan a. Tidak tergantung pada ruang dan
memposting ancaman, bahan rasis, atau waktu dimanapun kapanpun proses
pencemaran nama baik dan selalu libatkan pembelajaran dapat berlangsung.
mahasiswa dalam perdebatan yang baik b. Mudah mendapatkan bahan/informasi
dan terhormat. Ingatkan mahasiswa untuk yang berhubungan dengan materi
bertanggung jawab sendiri secara online. pembelajaran.
Mahasiswa wajib berbuat lebih baik ketika c. Facebook adalah situs pertemanan
berkomunikasi dalam dunia maya dan yang banyak diminati oleh remaja usia
merasa bertanggung jawab untuk sekolah sehingga kita bisa
pembelajaran mereka. Gunakan mengarahkan mereka untuk
pengaturan privasi secara fleksibel di menggunakan facebook pada hal-hal
Facebook untuk memilih siapa yang dapat yang lebih bermanfaat seperti
melihat apa yang di halaman profil; serta menggunakannya sebagai media
yang terakhir sangat diharapkan dosen pembelajaran.
akan selalu tetap terlibat. d. Ada kalangan tertentu yang
Perkuliahan berlangsung melalui memandang negatif facebook
pertemuan tatap muka di kelas antara dsen sehingga dengan memanfaatkan
dan mahasiswa. Sebelum pertemuan tatap facebook dalam pembelajaran dapat
muka di kelas, dosen sudah terlebih dahulu membuktikan bahwa facebook juga
memposting bahan perkuliahan di facebook dapat dimanfaatkan pada hal-hal yang
supaya dapat dipelajari oleh mahasiswa. lebih berguna.
Setelah setiap pertemuan atap muka di e. Dapat mengurangi dampak negatif dari
kelas selesai dilaksanakan, mahasiswa dan facebook akibat penggunaannya pada
dosen dapat melanjutkan ineraksi hal-hal yang negatif seperti saling ejek,
perkuliahan dengan menggunakan penipuan, dan lain sebagainya.
facebook, yaitu untuk membahas kesulitan f. Dapat membimbing siswa secara lebih
yang diaami oleh mahasiswa dalam intensif.
mengerjakan tugas perkuliahan. g. Banyak aplikasi yang dapat
Interaksi yang terjadi lebih banyak diintegrasikan dengan facebook dan
pada membahas kesulitan dalam dapat digunakan untuk media
menyelesaikan tugas yang diberikan. pembelajaran seperti Study Groups,
Komunikasi antar dosen dan mahasiswa CoursFeed dan lain sebagainya.
serta antar mahasiswa dengan mahasiswa Sedangkan kelemahan Facebook
berjalan dengan menyenangkan, walaupun sebagai penunjang dalam perkuiahan
pada awalnya tidak semua mahasiswa ikut adalah sebagai berikut :
terlibat dalam berdiskusi. Dosen tdak dapat a. Meskipun facebook dapat diakses
setiap saat melakukan percakapan online melalui HP tetapi pembelajaran
sehingga terkadang mahasiswa melakukan dengan facebook baru bisa efektif jika
diskusi antar mahasiswa saja, tetapi dosen menggunakan perangkat

38
komputer/Laptop sehingga mereka dalam memahami materi
memberikan keleluasaan sehingga melalui intensitas komunikasi dan
mengharuskan semua siswa memiliki interaksi yang dilakukan di luar jam
komputer/laptop. perkuliahan.
b. Perlu dukungan akses internet,
sehingga memerlukan biaya untuk SARAN
akses internet. Dari hasil penelitian yang telah
c. Sulit membuat siswa untuk konsentrasi dilakukan dapat diberikan beberapa saran,
pada materi pembelajaran, karena ada sebagai berikut :
banyak hal lain yang tidak ada 1. Media sosial (facebook) dapat
hubungannya dengan pembelajaran digunakan sebagai penunjang dalam
lebih menarik perhatian siswa. perkuliahan untuk membantu
Penggunaan media sosial memfasilitasi mahasiswa dalam
khusunya facebook sebagai penunjang memahami materi dan mengatasi
dalam perkuliahan dapat membantu kesulitan yang dihadapi dalam
mahasiswa untuk dapat berinteraksi lebih pengerjaan tugas di luar jam
sering dan terbuka di luar jam perkuliahan perkuliahan.
untuk membahas materi perkuliahan yang 2. Mencoba untuk menggunakan media
belum dipahami dan sharing pendapat sosial lainnya (selain facebook)
mengenai kesulitan yang dihadapi dalam sebagai penunjang dalam perkuliahan.
perkuliahan.
Penggunaan facebook sebagai
penunjang dalam perkuliahan akan
memberikan dampak yang positif apabila REFERENSI
dikelola dengan baik dan diberikan
batasan-batasan yang jelas dalam
melakukan interaksi, karena dapat Anonim. (2012). Pembelajaran Dengan
memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif Facebook.
sehingga mempermudah mereka dalam
memahami materi melalui intensitas Anonim. (2010). Kajian Model Konseptual
komunikasi dan interaksi yang dilakukan di Materi e-Pembelajaran, Laporan
luar jam perkuliahan. Akhir

KESIMPULAN Furqon, (2008), Statistik Terapan untuk


Berdasarkan hasil penelitian yang Penelitian. Bandung : Alphabeta
telah dilakukan, maka dapat diambil Ganisa, A. Kelebihan dan Kekurangan
beberapa kesimpulan berikut ini : Facebook, Twitter, dan Google Plus,
1. Penggunaan media sosial (khususnya http://informatika.blogspot.com/2011/
facebook) dapat menjadi penunjang 12/kelebihan-dan-kekurangan-
yang efektif dalam proses perkuliahan facebook.html, diakses tanggal 1
karena aktivitas belajar bisa dilakukan September 2014.
kapan saja dan dimana saja. Facebook
dapat mengatasi permasalahan ruang Kaplan, A dan Haenlein, M. Media sosial.
dan waktu yang terbatas di dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sos
kelas. Mahasiswa dan dosen dapat ial, diakses 5 September 2014
melanjutkan interaksi perkuliahan
secara online untuk membahas Lester Voit, Participation, Openness,
permasalahan terkait materi Coversation, Community,
perkuliahan. Mahasiswa dapat Connectedness . Yes, That Whats
menanyakan dan mengemukakan Social Media is all Media About,
pendapat serta saling membantu http://www.isnare.com/?aid=595202
dalam memahami materi perkuliahan. &ca=Marketing, diakses tanggal 5
September 2014
2. Penggunaan facebook sebagai
penunjang dalam perkuliahan akan
Mayfield, A. What is Social Media.
memberikan dampak yang positif
http://www.icrossing.co.uk/fileadmin/
apabila dikelola dengan baik dan
uploads/eBooks/What_is_Social_Me
diberikan batasan-batasan yang jelas
dia_iCrossing_ebook.pdf, diakses
dalam melakukan interaksi, karena
tanggal 4 September 2014
dapat memotivasi mahasiswa untuk
lebih aktif sehingga mempermudah

39
Mardiyah, R. Manfaat Jejaring Sosial Untuk
Pendidikan,
http://rifamardiyah.blogspot.com/201
3/07/manfaatmedia-sosial-
dalamdunia_10.html, diakses tanggal
1 September 2014

Mc Leod Jr., R. & Schell, G. 2008. Sistem


Informasi Manajemen, Edisi ke-10,
Edisi Penerbit Salemba Empat.

Nurhakim, N. Kelebihan dan Kekurangan


Facebook, http://nurmannurhakim.
blogspot.com/2010/05/kelebihan-
dan-kekurangan-facebook.html,
diakses 4 September 2014

O’Brien, M. (2009). Management


Information Systems, McGraw Hill
International Edition, Ninth Edition

Pieter Silitonga, 2012. Hindari Dampak


Negatif Facebook dengan
Menjadikannya Sebagai Media
Pembelajaran,
piterbizz.blokspot.com

Riduwan. (2011). Dasar-Dasar Statistika.


Bandung : Alfabeta

Renata. 2012. Pembelajaran Bebasis


Facebook,www.wordpress.com

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian


Pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta
________. (2011). Statistika Untuk
Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta

Sutarno. (2012). Pembelajaran Berbasis


Facebook. www.formulasi.or.id

Tejo Nurseto. (2011). Membuat Media


Pembelajran Yang Menarik, Jurnal
Ekonomi & Pendidikan, Volume 8
Nomor 1, April 2011

Wisnu Adi Parwatha, 2012. Optimalisasi


Facebook Sebagai Media
Pembelajaran. Program Studi
Bahasa Inggris Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas
Mahasaraswati, Denpasar.

Wikipedia, 2012. Sejarah Facebook.


www.wikipedia.org.

40