Anda di halaman 1dari 6

Nama: Indriyani Eka Lani Oematan

NIM: 01.2.17.00609

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS II


Perbedaan ASKEP Individu- ASKEP Keluarga- dan ASKEP Komunitas, terkait proses
keperawatan
1. PENGKAJIAN
ASKEP INDIVIDU
Tahapan pengkajian keperawatan ini mencakup tiga kegiatan, yaitu:
 Pengumpulan Data
pengumpulan data ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai
masalah kesehatan dan masalah keperawatan yang ada pada pasien sehingga
dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah
tersebut yang menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual serta faktor
lingkungan yang mempengaruhinya
 Analisis Data
Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir
rasional sesuai dengan latar belakang ilmu pengetahuan.
 Penentuan Masalah kesehatan serta keperawatan
Masalah kesehatan tersebut ada yang dapat diintervensi dengan Asuhan
Keperawatan (Masalah Keperawatan) tetapi ada juga yang tidak dan lebih
memerlukan tindakan medis.
ASKEP KELUARGA
Pengkajian pada askep keluarga, terdiri dari:
 Mengidentifikasi data demografi dan sosio kultural
 Data lingkungan
 Struktur dan fungsi keluarga
 Stres dan strategi koping yang digunakan keluarga
 Perkembangan keluarga
ASKEP KOMUNITAS
Pengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan
sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah
kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau
kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, sosial
ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan. Dalam tahap pengkajian ini
terdapat 5 kegiatan, yaitu :
 Pengumpulan data
 Pengolahan data
 Analisis data
 Perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan
 Prioritas masalah

2. PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


ASKEP INDIVIDU
Perumusan Diagnosa Keperawatan meliputi dari hal sebagai berikut :
 Aktual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik
yang ditemukan.
 Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak
dilakukan intervensi.
 Kemungkinan : Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk
memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
 Wellness : Keputusan klinik tentang keadaan individu, keluarga atau
masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat
sejahtera yang lebih tinggi.
 Syndrom : diagnose yang terdiri dari kelompok diagnosa keperawatan
actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul/timbul karena suatu
kejadian atau situasi tertentu.
ASKEP KELUARGA
Perumusan diagnose keperawatan keluarga, meliputi:
 Problem (masalah): gambaran keadaan klien dimana tindakan
keperawatan dapat diberikan.
 Etiologi (penyebab): penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang
memberikan arah terhadap terapi keperawatan.
 Sign dan symptom (tanda dan gejala): ciri tanda atau gejala yang
merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis
keperawatan.
ASKEP KOMUNITAS
Diagnosa keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik
yang aktual maupun potensial.
 Aktual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian
 Potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian

3. INTERVENSI
ASKEP INDIVIDU
Berikut beberapa hal yang terkait dengan pembuatan rencana keperawatan
yaitu :
 Rencana keperawatan adalah semua tindakan yang dilakukan oleh
perawat untuk membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini
kestatus kesehatan yang di uraikan dalam hasil yang di harapkan.
 Pedoman tertulis untuk perawatan klien. Rencana perawatan
terorganisasi sehingga setiap perawat dapat dengan cepat
mengidentifikasi tindakan perawatan yang diberikan.
 Rencana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan tepat
memfasilitasi kontinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke
perawat lainnya. Sebagai hasil, semua perawat mempunyai
kesempatan untuk memberikan asuhan yang berkualitas tinggi dan
konsisten.
ASKEP KELUARGA
Perencanaan disusun dengan menyusun prioritas
 Menetapkan tujuan
 Identifikasi sumber daya keluarga, dan
 Menyeleksi intervensi keperawatan
ASKEP KIMUNITAS
Dalam perencanaan keperawatan komunitas antara lain sebagai berikut:
 Identifikasi alternatif tindakan keperawatan
 Tetapkan tehnik dan prosedur yang akan digunakan
 Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perencanaan
melalui kegiatan musyawarah masyarakat desa atau lokakarya mini
 Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersedia
 Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan
yang sangat dirasakan masyarakat
 Mengarah kepada tujuan yang akan dicapai
 Tindakan harus bersifat realistis, dan
 Disusun secara berurutan

4. IMPLEMENTASI
ASKEP INDIVIDU
Adapun Tahapan Implementasi Keperawatan adalah sebagai berikut :
 Persiapan
Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut perawat untuk
mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap perencanaan.
 Intervensi
Fokus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan dan
pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk memenuhi kebutuhan
fisik dan emosional. Pendekatan tindakan keperawatan meliputi
tindakan : independen, dependen, dan interdependen.
 Dokumentasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang
lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.
ASKEP KELUARGA
Implementasi pada askep keluarga adalah sebagai berikut:
 Membantu dalam aktivitas kehidupan sehari-hari
 Konseling
 Penyuluhan
 Memberikan asuhan keperawatan secara langsung
 Kompensasi untuk reaksi yang merugikan
 Teknik tepat dalam memberikan perawatan dan menyiapkan klien
untuk prosedur
 Mencapai tujuan keperawatan
 Mengawasi dan mengevaluasi kerja dari anggota keluarga
ASKEP KOMUNITAS
Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan, perawat kesehatan masyarakat
harus bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lainya. Dalam hal ini
melibatkan pihak Puskesmas, Bidan desa dan anggota masyarakat. Prinsip
yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada
keperawatan komunitas adalah:
 Inovative (mempunyai wawasan yang luas)
 Integrated (mmapu bekerja sama dengan profesi lainnya)
 Rasional (dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan
pengetahuan secara rasional)
 Mampu dan mandiri (mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam
melakukan asuhan keperawatan)
 Ugem (harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak
dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan
tercapai)

5. EVALUASI
ASKEP INDIVIDU
Perencanaan evaluasi memuat kriteria keberhasilan proses dan keberhasilan
tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan
membandingkan antara proses dengan pedoman / rencana proses tersebut.
Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara
tingkat kemandirian pasien dalam kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan
kesehatan pasien dengan tujuan yang telah di rumuskan sebelumnya.
ASKEP KELUARGA
Pada tahapan evaluasi, perawat melakukan penilaian terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan pada keluarga.
ASKEP KOMUNITAS
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan.
Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses
dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan
tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian
masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan
kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau
dirumuskan sebelumnya. Pada tahap eveluasi pad askep komunitas ini juga
dilihat dari beberapa tahap yaitu:
 Membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang
telah ditetapkan.
 Menilai efektifitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian
sampai dengan pelaksanaan.
 Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan perencanaan
selanjutnya apabila masalah belum teratasi.
 Perlu dipahami bersama oleh perawat kesehatan masyarakat bahwa
evaluasi dilakukan dengan melihat respon komunitas terhadap