Anda di halaman 1dari 9

Nama : Retno Diana Sari

NIM : 1920208024
TUGAS KIMIA LINGKUNGAN

Petunjuk :
Kerjakan tugas ini secara individu, diketik dikertas a4. Selamat
mengerjakan 

1. Air dapat terkategori sebagai air murni dan air terkontaminasi. Jelaskan
alasan air dinyatakan murni ? dan jelaskan indikator air terkontaminasi?
Jawaban :
Air murni ialah air yang tidak ada senyawa atau mineral/unsur lain yang
terdapat didalamnya. May Nyman, seorang profesor kimia di Oregon State
University, mengatakan kepada Live Science bahwa air menyedot ion terlalu
mudah dari lingkungan sekitarnya untuk memungkinkan air benar-benar murni.
Molekul air menggunakan ikatan hidrogen yang bermuatan itu untuk berinteraksi
dan saling melekat satu sama lain, tetapi molekul tersebut juga menempel pada
molekul yang mendekati mereka. Hal itu membuat sangat mungkin air akan
membubarkan sedikit dari benda yang ditemuinya sendiri. Dan sampel air yang
lebih murni, semakin kuat akan mencoba membubarkan ion dari benda yang
ditemuinya. Itu membatasi kemampuan manusia untuk menghasilkan air murni,
karena pada titik tertentu akan mulai melarutkan dinding wadahnya.
 Indikator air terkontaminasi
1. Terdapat warna pada air. Air yang sehat terlihat jernih dan tidak berwarna.
Ketika air yang seharusnya jernih atau tidak berwarna ini tiba- tiba
berubah warna, maka hal ini menandakan bahwa air beresiko tercemar.
Perubahan warna ini terjadi karena ada zat yang mencemari tersebut atau
polutan. Berbagai polutan yang mencemari air dan dapat membuat
perubahan pada warna air ini ada bermacam- macam, seperti limbah
industri.
2. Terdapat bau aneh pada air.Ketika kita menemui air yang memiliki bau
maka air itu beresiko tercemar oleh zuatu zat polutan tertentu. Biasanya
bau yang ditimbulkan dari air yang tercemar ini adalah bau yang aneh,
menyengat, ataupun busuk. Ada banyak polutan yang menyebabkan air ini
mengalami perubahan pada bau, diantaranya adalah limbah industri,
pertanian, atau rumah tangga.
3. Air mempunyai rasa. Air yang sehat adalah air yang tidak memiliki rasa,
atau hambar. Sehingga apabila kita menemukan air yang memiliki rasa
tertentu (dengan catatan bahwa air tersebut tidak sengaja ditambah dengan
zat perasa), maka air tersebut dipertanyakan kemurniannya, baik rasa
manis, asin, pahit dan sebagainya.
4. Derajat keasaman atau pH air tidak netral. pH ini adalah derajat keasaman
yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman ataupun tingkat
kebebasan yang ada pada suatu larutan. Air yang normal memiliki pH
netral, yakni sekitar 7. Ketika air tersebut tercemar oleh suatu polutan
maka air tersebut mempunyai pH yang kurang atau lebih dari pH normal,
yakni berkisar antara 4 hingga 6 atau 8 atau 9. Organisme yang hidup di
air lebih menyukai suhu yang mendekati netral. Sehingga apabila pH di air
tersebut semakin jauh dari netral maka bisa saja mengganggu
kelangsungan hidup organisme yang notabeb adalah makanan bagi ikan-
ikan.
5. Terdapat perubahan pada suhu air. Air mempunyai suhu yang rendah
apabila dibandingkan dengan suhu lingkungan. Oleh karena itulah air
terasa dingin apabila kita sentuh. Pada kondisi normal, air mempunyai
suhu yang lebih rendah daripada suhu lingkungan. Misal suhu pada
lingkungan kita dapati sebesar 30 derajat Celcius, maka suhu air normal di
lingkungan tersebut sekitar 25 sampai 27 derajat Celcius. Nah, apabila kita
menemui air yang tidak dipanaskan atau dalam kondisi normal ini
mempunyai perbuhan suhu, maka hal ini mengindikasikan bahwa air bisa
saja tercemar.
6. Terdapat endapan atau bahan terlarut Endapan adalah bahan- bahan yang
terdapat di dasar air. Sedangkan bahan terlaruh merupakan bahan atau zat
yang dapat bercampur menjadi satu dengan air tanpa kita sadari, yang
tidak menimbulkan sisa (endapan atau ampas). Kedua bahan pencemar ini,
yakni endapan dan bahan terlarut sangat bisa menimbulkan perubahan
pada warna, rasa, bau, dan pH atau derajat keasaman pada air.
7. Kelebihan jumlah mikroorganisme. Sampah atau limbah padat yang
menjadi polutan di adalam air ini tetap diuraikan oleh mikroorganisme.
Akibatnya, semakin banyak sampah maka akan semakin banyak pula
mikroorganisme yang hidup di air. Mikroorganisme yang datang tersebut
tidak semuanya bersifat baik, ada beberapa yang mungkin bersifat sebagai
patogen, yakni pembawa penyakit. Dalam menguraikan sampah,
mikroorganisme membutuhkan jumlah oksigen yang banyak. Akibatnya
julah oksigen yang ada di perairan tersebut akan semakin sedikit. karena
oksigen yang tersedia semakin sedikit, maka akan memgganggu
kelangsungan hidup ikan, binatang lainnya, serta tumbuhan yang hidup di
perairan tersebut.
8. Meningkatnya radioaktivitas air.Zat radioaktif yang berasal dari berbagai
aktivitas manusia ini sangat mungkin menyebabkan berbagai macam
kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar. Sehingga apabila
terdapat banyak zat radioaktif di suatu air, maka air tersebut sangat
beresiko tercemar.

2. Jelaskan lima unsur logam, ambang batas (mg/L), pengaruh terhadap


kehidupan ?
Jawaban :
1. Air limbah industri yang masih mengandung residu logam berat dapat
penyebabkan pencemaran dan merembas ke lapisan tanah sehingga
mengkontaminasi air sumur warga, apabila dimanfaatkan manusia akan
menimbulkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan.
2. Limbah tersebut jika langsung dibuang ke saluran peresapan, riol, tanah
atau ke lingkungan sekitar akan berpotensi mencemari air dan sungai.
3. Sebagian besar limbah domestik mengandung logam berat, bersifat racun,
tahan lama, dan dapat memasuki tubuh atau organ serta tinggal menetap
didalam tubuh dalam jangka waktu yang lama.
4. Dampak akut dari logam berat adalah pusing, mual, keram perut dampak
dkronis terjadinya kerusakan organ jaringan seperti gangguan ginjal dan
liver. Sehingga diperlukan upaya pengendaliannya.
5. Limbah merkuri yang dibuang ke sungai, laut, dan danau dapat
mengkontaminasi ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya. Jika manusia
mengonsumsi makanan hasil laut yang terkontaminasi merkuri akan
menyebabkan koma dan kematian.

3. Jelaskan keterkaitan BOD, COD dan DO air relatif bersih dan air terpolusi ?
Jawaban :
Mutu atau kualitas air ditentukan berdasarkan DO, BOD, COD,
serta nilai pH maupun sifat fisis dan biologis air. Air bersih memiliki
persyaratan:
⇒ DO tinggi, minimal 5 ppm
⇒ BOD dan COD rendah, dengan BOD kurang dari 1 ppm
⇒ pH sekitar 7
⇒ jernih, tidak berasa dan tidak berbau, bebas dari zat-zat pencemar
terlarut .
Penjelasan mengenai DO, BOD, dan COD
DO (Dissolved Oxygen) ⇒ jumlah oksigen yang larut dalam air.
Air harus mengandung DO sekurangnya 5 ppm. Jika tidak, maka ikan akan
mati, dan bakteri yang membutuhkan oksigen kurang dari 5 ppm akan
berkembang. Ketika air banyak mengandung bahan organik, maka bakteri
aerob akan berkembang dan kadar oksigen terlarut berkurang. Sementara
bakteri anaerob (tak memerlukan oksigen bebas) membantu penguraian
sampah organik. Makin besar DO, kualitas air makin baik.
BOD (Biochemical Oxygen Demand) ⇒ jumlah oksigen yang
dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan zat-zat organik pencemar
(polutan), atau ukuran banyaknya oksigen yang digunakan dalam reaksi
oksidasi oleh bakteri. Makin rendah BOD, kualitas air makin baik atau air
makin bersih.
COD (Chemical Oxygen Demand) ⇒ jumlah oksigen yang
dibutuhkan untuk menguraikan zat-zat anorganik pencemar (polutan).
Sama seperti BOD, makin rendah COD kualitas air makin baik atau air
makin bersih. Perlu diperhatikan, air limbah yang belum memenuhi
standar kualitas yang telah ditetapkan, tidak boleh langsung dibuang ke
lingkungan sebelum melalui pengolahan terlebih dahulu.

4. Apa yang dimaksud dengan kesadahan air dan bagaimana cara


menghilangkan kesadahan air?
Jawaban :
Air sadah ialah air yang mengandung sejumlah mineral tertentu di dalam
air. Secara umum, Ca (ion kalsium) dan Mg (magnesium) dalam wujud
karbonat.Air sadah ataupun air keras ialah air yang mempunyai kadar mineral
yang tinggi, sementara air lunak ialah air yang mempunyai kadar mineral rendah.
Selain magnesium dan ion kalsium, penyebab kesadahan dapat pula berbentuk ion
logam alin maupun garam garam bikorbonat serta sulfat.

Cara Menghilangkan Sifat Kesadahannya

a. Kesadahan sementara dapat dihilangkan dengan pemanasan. Air sadah


sementara adalah air yang mengandung ion Mg2+ dan Ca2+ dengan anion
bikarbonat.

b. Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan menambahkan natrium


karbonat dan dipanaskan. Air sadah tetap adalah air yang mengandung ion
Mg2+ dan Ca2+ dengan anion karbonat dan sulfat.

5. Salah satu sisa buangan limbah rumah tangga yaitu detergen dari sisa
pencucian. Detergen dapat mencemari lingkungan. Jelaskan struktur kimia
dari deterjen? Mengapa detergen tersebut dapat mencemari lingkungan ?

Jawaban :

Rumus Kimia dari detergen :


Deterjen jenis keras = C6H4C12H25SO3H
Deterjen jenis lunak = NaC12H25SO4
Molekul sabun dan detergen mempunyai kesamaan,yaitu berupa molekul
berbentuk panjang dengan dua ujung yang berbeda sifat.Ujung yang satu
bersifat sukar air(gugus hidrofil),sedangkan ujung yang lain bersifat menolak
air (gugusan hidrofob).Ujung hidrofil tertarik ke lingkungan
berair.Sebaliknya,gugus hidrofob cenderung menjauhi lingkungan berair dan
tertarik ke minyak (lemak).

Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan deterjen terhadap lingkungan. 

1. EutrophicationBuangan hasil deterjen ke danau atau sungai dapat membawa


nutrien (makanan) ke air yang bisa mengakibatkan tumbuh subur ganggang serta
tumbuhan air seperti enceng gondok. Pada saat tumbuhan mati maka bakteri akan
memakan tumbuhan yang mati. Proses ini membutuhkan oksigen hingga air akan
kekurangan oksigen terlarut. Hal ini mengakibatkan matinya ikan dan binatang
air lainnya akibat kekurangan oksigen. Akibat kekurangan oksigen pula tumbuh
bakteri anaerobic yang menghasilkan toksin serta bau yang menyengat.
2. Senyawa yang diketahui menghasilkan nutrien terutama adalah senyawa yang
mengandung fosfor misalnya natrium tripolifosfat, Senyawa fosfat penting
sebagai builder yang membantu menghilangkan kesadahan air serta
menghilangkan kotoran-kotoran anorganik misalnya tanah.
3. Senyama Toksin Beberapa senyawa kimia dalam jumlah tertentu akan
memberikan dampak sebagai racun pada air buangan. Senyawa yang toksik
biasanya sudah dihindari pada pembuatan formulasi deterjen. Oleh karena itu
pemerintah menerbitkan ketentuan standar mutu demi melindungi konsumen
untuk produk-produk semisalnya deterjen atau pembersih lainnya dalam bentuk
Standar Nasional Indonesia (SNI).

6. Polusi udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan


manusia.Salah satunya dalah gas karbon monoksida. Bagaimana mekanisme
reaksi karbon monoksida mempunyai pengaruh toksik kepada makhluk
hidup ?
Jawaban :
Karbon monoksida banyak dihasilkan dari kendaraan berbahan bakar bensin. Indonesia
sendiri masyarakatnya cenderung menggunakan bensin. Menandakan semakin besarnya
karbon monoksida yang di hasilkan. Belum lagi jumlah kendaraan yang terus meningkat.
Tak terbayang risiko keracunan bagi pengguna jalan. Seperti pengguna kendaraan
bermotor sendiri, pengguna mobil, dan juga orang di pinggir jalan.

Dampak bagi tubuh apabila karbon monoksida terhirup :

1. Menghambat pasokan oksigen untuk tubuh : Afinitas karbon monoksida (CO)


dengan hemoglobin (Hb) 200 kali lebih cepat dari pada afinitas oksigen (O2)
dengan hemoglobin (Hb). Proses ini akan membentuk karboksihemoglobin
(COHb). Reaksi ini yang menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Jantung
dan otak merupakan organ yang butuh oksigen dalam jumlah yang cukup.
2. Mengganggu fungsi saraf : Ketika kadar COHb dalam darah berkisar 2-5% akan
mengganggu fungsi saraf sentral, mengganggu fungsi indra tubuh, dan
penglihatan akan kabur.
3. Mengganggu fungsi jantung : Fungsi jantung akan mengalami perubahan ketika
kadar COHb >5%. Tubuh juga mengalami gangguan pulmonary atau paru-paru.
4. Dalam jumlah banyak : Seseorang yang mengalami keracunan CO dengan kadar
tinggi dapat tidak sadarkan diri, lemas, mual, pusing, dan juga sesak napas. Lebih
dari itu dapat mengalami kematian.

7. Jelaskan mekanisme hujan asam dalam bisofer kehidupan manusia?


Jawaban :
Hujan asam ini dapat terbentuk akibat dari proses reaksi gas yang mengandung
sulfat. Sulfat dioksida (SO2) yang bereaksi dengan Oksigen (O2) dengan bantuan
dari sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Proses ini akan
menghasilkan sulfat trioksida (SO3) yang menyatu setelah reaksi tersebut, yakni
melalui air laut yang naik ke udara dengan tujuan menghasilkan asam sulfida
(H2SO4), proses ini kemudian menyatu dengan gas yang terdapat di udaraseperti
amonia yang menghasilkan susunan partikel baru yaitu asam sulfat amonia.
Partikel yang tersisa dan mengendap di udara akan membentuk tetesan halus yang
dipindahkan oleh angin dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Ketika tempat
jatuhnya air hujan sudah tepat, maka tetesan asam belerang (sulfat) dan butiran-
butiran sulfat amonia akan terurai di air hujan dan jatuh ke permukaan bumi
menjadi hujan asam.

8. Sekarang ini dunia sedang dihadapkan dengan wabah virus covid-19. Hingga
hari ini virus corona di dunia yaitu 331.273 orang terinfeksi. Jelaskan
penyebab, dampak, serta penanganan virus covid-19secara kimiawi dalam
lingkungan.
Jawaban :
Penyebab :Virus Corona sendiri pertama kali diidentifikasi pada 1960-an.
Umumnya, Virus Corona ditemukan pada spesies hewan yang berbeda, termasuk
unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Hal ini sejalan dengan tempat bermula
terjadinya kasus Virus Corona yang adalah pasar hewan di Wuhan, China.

Namun, Virus Corona yang sedang mewabah saat ini merupakan jenis virus baru,
yaitu COVID-19. “Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini, yaitu
COVID-19,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Director General of
the World Health Organization kepada wartawan di Jenewa mengutip dari The
Guardian. Tedros menjelaskan bahwa "co" adalah singkatan dari "corona", "vi"
untuk "virus" dan "d" untuk "penyakit", sementara "19" adalah untuk tahun itu,
karena wabah pertama kali diidentifikasi pada 31 Desember.
Dampak :Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat
menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam.
Kondisi ini bisa menjadi lebih parah bagi beberapa orang dan dapat menyebabkan
pneumonia atau kesulitan bernafas.
Penyakit ini jarang berakibat fatal. Orangtua dan orang-orang yang mempunyai
riwayat medis sebelumnya, seperti diabetes dan penyakit jantung, lebih rentan
mengalami kondisi parah jika terkena virus ini Beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:
1. Mencuci Tangan. Cara pencegahan yang paling utama adalah mencuci
tangan dengan air bersih dan sabun minimal 20 detik. Hal ini perlu
dilakukan karena virus dapat menyebar dari orang ke orang melalui
droplet pernapasan.Karena kita tidak pernah mengetahui apa yang orang
tularkan dan sentuh. Jadi, pastikan jangan menyentuh mata, hidung, mulut
Anda sebelum mencuci tangan.
2. Bagi yang mengalami gejala batuk, diharapkan untuk memakai masker.
Dan selalu mencuci tangan setiap habis bersin atau batuk. Tutupi mulut
dan hidung dengan siku tangan atau tisu setiap bersin atau batuk.
3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Hal ini dikarenakan tangan
menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah
terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau
mulut. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat kamu sakit.
4. Lakukan kebersihan pernapasan. Pastikan kamu dan orang-orang di sekitar
mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut
dan hidung kamu dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat kamu batuk
atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.
5. Tetap di rumah jika kamu merasa tidak sehat. Namun, jika kamu
mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan
hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.
6. Penuhi Kebutuhan Nutrisi. Cara mencegah penularan Virus Corona
berikutnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi. Penuhi kebutuhan nutrisi
dengan pola makan seimbang, istirahat cukup dan berhenti merokok bagi
perokok. Pastikan untuk tidak memgonsumsi makan makanan mentah
terutama dari hewan.
7. Menghindari Kontak Langsung dengan Orang Menderita Demam dan
Batuk
8. Menggunakan Masker. Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa masker
dapat mencegah tertular virus. Karena masker bisa saja tidak pas di wajah,
sehingga ada jalan masuk menghirup droplet orang yang terinfeksi.
9. Cerdas Memilih Perjalanan. Pemerintah menggunakan skala 4 tingkat
untuk menentukan peringkat risiko. Level 1 adalah risiko terendah dan
level 4 yang tertinggi atau terparah. CDC menyarankan orang dewasa dan
lansia yang memiliki kondisi medis kronis harus mempertimbangkan
untuk menunda perjalanan yang tidak penting.