Anda di halaman 1dari 5

Analisa Keselamatan Kesehatan Kerja Pada Pelaksanaan

Proyek Konstruksi

NAMA KELOMPOK ​:
❖ KHAIRUDDIN
❖ RONY TUA POHAN
❖ BOY WAHYU
❖ RIZKA HANA MANJA

Pengertian Proyek Konstruksi


Proyek Konstruksi​ adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya
pembangunan sesuatu bangunan, mencakup pekerjaan pokok dalam bidang teknik sipil dan
arsitektur, meskipun tidak jarang juga melibatkan disiplin lain seperti teknik industri, mesin,
elektro, geoteknik, maupun lansekap.

Jenis Proyek Konstruksi​ adalah sebagai berikut :


A. Proyek Bangunan Perumahan atau Bangunan Pemukiman (Residential
Construction)
Adalah suatu proyek pembangunan perumahan atau pemukiman berdasarkan pada tahapan
pembangunan yang serempak dengan penyediaan prasarana penunjang. Jenis proyek
bangunan
perumahan atau pemukiman ini sangat membutuhkan perencanaan yang baik dan matang
untuk infrastruktur yang ada dalam lingkungan pemukiman tersebut seperti jalan, air bersih,
listrik dan lain sebagainya.

B. Konstruksi Bangunan Gedung (Building Construction)


Adalah tipe proyek konstruksi yang paling banyak dikerjakan.
Tipe konstruksi bangunan ini menitik beratkan pada pertimbangan konstruksi,
teknologi praktis, dan pertimbangan pada peraturan.

C. Proyek Konstruksi Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)


Adalah proses penambahan infrastruktur pada suatu lingkungan terbangun (built
environment).
Pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah baik pada tingkat nasional atau daerah.
Pada proyek ini elemen desain, finansial dan pertimbangan hukum tetap menjadi
pertimbangan penting,
walaupun proyek ini lebih bersifat non-profit dan mengutamakan pelayanan masyarakat
(public services).
Contoh proyek konstruksi yang termasuk pada jenis proyek teknik sipil ini antara lain proyek
pembangkit listrik,
proyek jalan raya, proyek rel kereta api, proyek pembuatan bendungan, dan lain sebagainya.

Jenis Bahaya Konstruksi


• Terbentur
Kecelakaan ini terjadi pada saat seseorang yang tidak diduga ditabrak atau ditampar sesuatu
yang bergerak. Contohnya: terkena pukulan palu, ditabrak kendaraan, benda asing material.

• Membentur
yang selalu timbul akibat pekerja yang bergerak terkena atau bersentuhan dengan beberapa
objek. Contohnya:terkena sudut atau bagian yang tajam, menabrak pipa-pipa.

• Terperangkap (caught in, caught on, caught between)


Contoh dari ​caught in ​adalah kecelakaan yang akan terjadi bila kaki pekerja tersangkut
diantara papan-papan yang patah di lantai.
Contoh dari ​caught on ​adalah kecelakaan yang timbul bila baju dari pekerja terkena pagar
kawat.
Sedangkan contoh dari ​caught between​ adalah kecelakaan yang terjadi bila lengan atau kaki
dari pekerja tersangkut bagian mesin yang bergerak.

• Jatuh dari ketinggian


Kecelakaan ini banyak terjadi, yaitu jatuh dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih
rendah. Contohnya: jatuh dari tangga atau atap.

• Jatuh dari ketinggian yang sama


Beberapa kecelakaan yang timbul pada tipe ini seringkali berupa tergelincir, tersandung, jatuh
dari lantai yang sama tingkatnya.

• Pekerjaan yang terlalu berat


Kecelakaan ini timbul akibat pekerjaan yang terlalu berat yang dilakukan pekerja seperti
mengangkat, menaikkan, menarik benda atau material yang dilakukan diluar batas
kemampuan.

• Terkena aliran listrik


Luka yang ditimbulkan dari kecelakaan ini terjadi akibat sentuhan anggota badan dengan alat
atau perlengkapan yang mengandung listrik.

• Terbakar
Kondisi ini terjadi akibat sebuah bagian dari tubuh mengalami kontak dengan percikan bunga
api, atau dengan zat kimia yang panas

Sebab Kecelakaan Konstruksi


1.Faktor Manusia
• Sangat dominan dilingkungan konstruksi.
• Pekerja Heterogen, Tingkat skill dan edukasi berbeda.
• Pengetahuan tentang keselamatan rendah, Perlu penanganan khusus
Pencegahan :
• Pemilihan Tenaga Kerja, Pelatihan sebelum mulai kerja
• Pembinaan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung

2.Faktor Lingkungan
• Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya suara bising yang berlebihan dapat
mengakibatkan terganggunya konsentrasi pekerja.
• Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, sehingga menurunkan efektivitas
kerja.
• Cuaca (panas, hujan)
Pencegahan:
• Dianjurkannya menggunakan penutup telinga dan masker pada pekerja.

3.Faktor Teknis
• Berkaitan dengan kegiatan kerja Proyek seperti penggunaan peralatan dan alat berat,
penggalian, pembangunan, pengangkutan dan sebagainya.
• Disebabkan kondisi teknis dan metode kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Pencegahan:
• Perencanaan Kerja yang baik
• Pemeliharaan dan perawatan peralatan
• Pengawasan dan pengujian peralatan kerja
• Penggunaan metode dan teknik konstruksi yang aman
• Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Strategi Penerapan K3 di Proyek Konstruksi


1.Kebijakan K3
• Merupakan landasan keberhasilan K3 dalam proyek.
• Harus disosialisasikan kepada seluruh pekerja dan digunakan sebagai landasan kebijakan
proyek lainnya.

2.Administratif dan Prosedur


• Menetapkan sistim organisasi pengelolaan K3 dalam proyek.
• Menetapkan personal dan petugas yang menangani K3 dalam proyek.
3.Identifikasi Bahaya
• Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui
potensi bahaya dalam setiap pekerjaan.
• Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement.

4.Pembinaan dan Pelatihan


• Pembinaan dan Pelatihan K3 untuk semua pekerja dari level terendah sampai level tertinggi.
• Dilakukan pada saat proyek dimulai dan dilakukan secara berkala, Pokok Pembinaan dan
Latihan :Kebijakan K3 proyek:
-Cara melakukan pekerjaan dengan aman
-Cara penyelamatan dan penanggulangan darurat

5.Sistem Ijin Kerja


• Untuk mencegah kecelakaan dari berbagai kegiatan berbahaya, perlu dikembangkan sistim
ijin kerja.
• Semua pekerjaan berbahaya hanya boleh dimulai jika telahmemiliki ijin kerja yang
dikeluarkan oleh fungsi berwenang(pengawas proyek atau K3)
.
6.Keselamatan Transportasi
• Kegiatan Proyek melibatkan aktivitas transportasi yang tinggi.
• Pembinaan dan Pengawasan transportasi diluar dan didalam lokasi Proyek.
• Semua kendaraan angkutan Proyek harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

7.Pengelolaan Lingkungan
• Kegiatan proyek menimbulkan limbah dalam jumlah besar,dalam berbagai bentuk.
• Limbah harus dikelola dengan baik sesuai dengan jenisnya.Limbah harus segera
dikeluarkan dari lokasi proyek.

8.Keadaan Darurat
• Perlu disusun Prosedur keadaan darurat sesuai dengan kondisidan sifat bahaya proyek
misalnya bahaya kebakaran,kecelakaan, peledakan, dll.

Alat Pelindung Diri


Perlengkapan wajib yang digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk
menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang disekelilingnya. Adapun bentuk peralatan
dari alat pelindung:
a) Safety helmet
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang dapat melukai kepala.

b) Safety belt
Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat trasportasi.

c) Penutup telinga
Berfungsi sebagai penutup telinga ketika bekerja ditempat yang bising.

d) Kacamata pengamanan
Berfungsi sebagai pengamanan mata ketika bekerja dari percikan.

e) Pelindung wajah
Berfungsi sebagai pelindung wajah ketika bekerja.

f) Masker
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihisap ditempat yang kualitas udaranya kurang
bagus.

g) Safety Shoes
Berfungsi mengurangi dampak dan menghindarkan terlukanya jari-jari kaki dari
hantaman,tusukan atau timpaan benda yang berat dan keras pada saat terjadi kecelakaan kerja