Anda di halaman 1dari 36

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP

KETERAMPILAN MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI


SMA NEGERI 1 LEMBAH GUMANTI

PROPOSAL PENELITIAN

MELANI SASKIA KHADIJAH


NPM 16080053

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan

rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan proposal penelitian

yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping Terhadap

Keterampilan Memproduksi Teks Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1

Lembah Gumanti”. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih

kepada Rahayu Fitri M. Pd yang telah membimbing, mengarahkan dan memberikan

masukan dalam menyelesaikan penulisan proposal penelitian ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari

kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari Pembaca demi

kelengkapan laporan ini

Padang, Januari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................i

DAFTAR ISI...................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................1

A. Latar Belakang Masalah.................................................1

B. Identifikasi Masalah........................................................4

C. Batasan Masalah.............................................................4

D. Rumusan Masalah...........................................................5

E. Tujuan Penelitian............................................................5

F. Manfaat Penelitian..........................................................6

G. Definisi Operasional.......................................................6

BAB II KAJIAN PUSTAKA........................................................8

A. Kajian Teori....................................................................8

1. Hakikat Menulis........................................................8

a. Pengertian Menulis.............................................8

b. Tujuan Menulis..................................................9

2. Hakikat Teks............................................................10

a. Pengertian Teks..................................................10
b. Jenis Dan Struktur Teks Sastra..........................11

3. Hakikat Teks Cerpen................................................12

a. Pengertian Teks Cerpen.....................................12

b. Ciri-Ciri Teks Cerpen........................................13

c. Struktur Teks Cerpen.........................................14

d. Indikator Pengukuran Keterampilan

Teks Cerpen.......................................................14

4. Mind Mapping..........................................................15

a. Pengertian Mind Mapping..................................16

b. Cara Membuat Mind Mapping...........................16

c. Manfaat Mind Mapping.....................................17

5. Pembelajaran Memproduksi Teks Cerita Pendek

Teknik Mind Mapping.............................................18

B. Penelitian Yang Relevan................................................18

C. Kerangka Konseptual.....................................................20

D. Hipotesis Penelitian.......................................................21

BAB III METODELOGI PENELITIAN.......................................22

A. Jenis Penelitian...............................................................22

B. Metode Penelitian..........................................................22

C. Populasi Dan Sampel ....................................................23


D. Instrumen Penelitian......................................................24

E. Variabel Dan Data..........................................................24

F. Teknik Pengumpulan Data.............................................24

G. Teknik Analisis Data......................................................25

KEPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Teks pada pembelajaran bahasa Indonesia ada teks sastra dan non sastra.

Dalam teks sastra ada teks penceritaan ulang, anekdot, eksemplum, pengisahan,

cerpen, novel, dongeng, cerita petualangan, cerita fantasi, fabel, sejarah dan

biografi. Teks cerita pendek merupakan cerita rekaan yang mengungkapkan

unsur-unsur karya sastra secara padat, ringkas dan langsung menghadirkan

konflik pada tokohnya. Menulis teks cerpen bermanfaat untuk melatih siswa

dalam mengungkapkan perasaan, ide dan gagasannya ke dalam sebuah tulisan.

Selain itu pembelajaran menulis teks cerita pendek di sekolah dapat

memunculkan minat dan bakat menulis untuk dibina secara khusus supaya

menjadi penulis yang profesional. Apabila kemampuan menulis tidak

ditingkatkan, maka kemampuan siswa untuk mengungkapkan pikiran atau

gagasan melalui bentuk tulisan akan semakin berkurang atau tidak berkembang.

Dalam proses pembelajaran di kelas, guru dituntut agar mampu melatih

siswa terampil dalam menulis terutama menulis teks cerpen. Hal ini dapat

dilakukan dengan menerapkan berbagai metode, teknik, dan strategi yang sesuai

dengan materi yang diajarkan serta media yang dibutuhkan. Selain itu, guru harus
memberikan masukan terhadap hal baru dalam pembelajaran menulis teks cerita

pendek. Kemampuan menulis teks cerita pendek tidak secara otomatis dapat

dikuasai oleh siswa, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan

teratur sehingga siswa akan lebih mudah berekspresi dalam kegiatan menulis.

Dalam proses pembelajaran teks cerita pendek guru juga jarang sekali

menggunakan teknik, padahal teknik pembelajaran merupakan salah satu hal

penting dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan teknik pembelajaran yang

menarik dan efektif akan mudah diterima oleh siswa sehingga siswa akan mudah

menerima pelajaran yang diberikan. Dalam pemilihan teknik pembelajaran harus

disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari.

Buzan (2006:12) menyatakan bahwa mind mapping adalah sistem

penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan

raksasa yang sebenarnya ada dalam otak anda yang menakjubkan. Mind mapping

bisa juga dikategorikan sebagai teknik mencatat kreatif. Dalam hal ini siswa

disuruh untuk menulis mind mapping sebagai pedoman dalam menulis, dengan

adanya mind mapping siswa mendapat kemudahan untuk mengembangkan ide,

pikiran, gagasan, dan pendapatnya. Dalam mind mapping, ide-ide pokok dibuat

dalam bentuk persegi empat atau uentuk lain sedangkan beberapa kata yang lain

dituliskan pada garis-garis penghubung. Garis-garis pada mind mapping

menunjukkan hubungan antara ide. Kata-kata yang ditulis pada garis

menunjukkan hubungan antara konsep-konsep. Sehingga secara langsung siswa


dapat melihat bagian dari teks cerpen dan siswa juga memerhatikan kriteria dalam

bentuk indikator-indikator yang dijelaskan guru.

Di dalam kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yaitu

memproduksi teks cerita pendek di ajarkan di kelas XI semester ganjil. Hal ini

dapat dilihat pada Kompetensi Inti (KI) ke-4 yang terkait dengan memproduksi

cerpen tersebut adalah “Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah

konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya

di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu

menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan” dan Kompetensi Dasar (KD) ke-

4.2 yaitu memproduksi teks cerita pendek yang koheren sesuai dengan

karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

Berdasarkan KI dan KD tersebut hasil belajar yang diharapkan adalah

siswa terampil menulis teks cerpen. Namun kenyataan di lapangan belum seperti

yang diharapkan. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran

Bahasa Indonesia kelas XI di SMA Negeri 1 Lembah Gumanti diperoleh

informasi bahwa minat siswa dalam keterampil memproduksi teks cerpen masih

rendah. Masalah yang ditemui adalah siswa kesulitan dalam menyampaikan ide

pikirannya ke dalam bentuk tulisan, siswa kurang memahami ciri kebahasaan dan

struktur cerpen, minimnya kosa kata yang dimiliki siswa, model atau teknik yang

digunakan guru kurang bervariasi dalam pembelajaran memproduksi teks cerita


pendek, sehingga siswa sulit untuk mengembangkan pikirannya dalam bentuk

tulisan.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa

kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti, diperoleh informasi bahwa mereka

kesulitan untuk memilih kosakata yang akan ditulis. Siswa juga kesulitan dalam

menentukan struktur teks cerpen, serta siswa kesulitan menentukan masalah yang

akan ditulisnya. Berdasarkan masalah tersebut penting dilakukan penelitian

tentang Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping Terhadap Keterampilan

Memroduksi Teks Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, identifikasi masalah yang

ditemukan adalah pertama, siswa kesulitan dalam menyampaikan ide pikirannya

ke dalam bentuk tulisan. Kedua, siswa kurang memahami ciri kebahasaan dan

struktur teks cerpen. Ketiga, minimnya kosa kata yang dimiliki siswa. Keempat,

model atau teknik yang digunkan guru kurang bervariasi dalam pembelajaran

memproduksi teks cerita pendek, sehingga siswa sulit untuk mengembangkan

pikirannya dalam bentuk tulisan.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, batasan masalah dalam

penelitian ini adalah Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping terhadap


Keterampilan Memproduksi Teks Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1

Lembah Gumanti, ditinjau dari aspek struktur teks cerpen.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah

penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimakah keterampilan memproduksi teks cerita pendek siswa kelas XI

SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sebelum menggunakan teknik mind

mapping?

2. Bagaimanakah keterampilan memproduksi teks cerita pendek siswa kelas XI

SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sesudah menggunakan teknik mind

mapping?

3. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan memproduksi teks

cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sebelum dan

sesudah menggunakan teknik mind mapping.?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut ini :

1. Mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks cerita pendek siswa kelas

XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sebelum menggunakan teknik mind

mapping
2. Mendeskripsikan keterampilan memproduksi teks cerita pendek siswa kelas

XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sesudah menggunakan teknik mind

mapping

3. Mendeskripsikan pengaruh yang signifikan keterampilan memproduksi teks

cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sebelum dan

sesudah menggunakan teknik mind mapping.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak berikut

ini :

1. Guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lembah Gumanti, dapat dijadikan

sebagai informasi dalam pengajaran memproduksi teks cerpen.

2. Siswa yang bersangkutan dapat dijadikan sebagai bahan dalam meningkatkan

keterampilan memproduksi teks cerita pendek.

3. Bagii peneliti sendiri sebagai bahan kajian akademik dan bekal pengetahuan

lapangan

4. Peneliti lain, sebagai bahan rujukan dan perbandingan dalam melakukan

penelitian selanjutnya tentang menulis teks cerpen

G. Definisi Operasional

1. Mind mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan anakes yang

luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak anda

yang menakjubkan
2. Teks adalah satuan bahasa yang digunakan sebagai ungkapan suatu kegiatan

sosial baik secara lisan maupun tulis dengan struktur berpikir lengkap.

3. Cerita pendek (cerpen) merupakan cerita rekaan yang mengungkapkan unsur-

unsur karya sastra secara padat, ringkas dan langsung mengahadirkan konflik

pada tokohnya.

4. Memproduksi adalah menghasilkan atau mengeluarkan hasil.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori

Berkaitan dengan masalah penelitian, teori yang akan diuraikan adalah

teori yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Teori yang dimaksud yaitu :

(1) Hakikat Menulis, (2) Hakikat Teks, (3) Hakikat Teks Cerita Pendek, (4) Mind

Mapping, (5) Pembelajaran Memproduksi Teks Cerita Pendek dengan Teknik

Mind Mapping.

1. Hakikat Menulis

Teori yang akan dijelaskan pada bagian ini yaitu : (a) pengertian menulis,

(b) tujuan menulis.

a. Pengertian Menulis

Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan

melalui aspek bahasa yang digunakan dalam komunikasi agar dimengerti oleh

orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Tarigan (2008:21) bahwa menulis

adalah menemukan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang

menggambarkan suatu yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat

membaca lambang-lambang grafik tersebut, kalau mereka memahami bahasa dan


gambaran grafik itu. Selanjutnya Semi (2003:2) menyatakan bahwa menulis pada

hakikatnya merupakan pemindahan pikiran dan perasaan ke dalam bentuk

lambang-lambang bahasa. Sementara itu, Keraf (1994:3) menyatakan

bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa untuk berkomunikasi secara

tidak langsung dan tidak bertatap muka dengan lawan bicara. Berdasarkan

pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa merupakan kegiatan

menyampaikan pikiran, perasaan dan pesan ke dalam bentuk tulisan sehingga

pembaca dapat memahami isi dari pesan yang disampaikan. Dengan kata lain,

menulis merupakan serangkaian kegiatan yang akan melahirkan pikiran dan

perasaan melalui tulisan untuk disampaikan kepada pembaca.

b. Tujuan Menulis

Sebelum melakukan kegiatan menulis, seorang penulis harus menyadari

apa tujuannya dalam menulis. Semi (2003 : 14-15) mengatakan tujuan menulis

secara umum ada lima yaitu : (1) memberikan arahan, yakni memberikan

petunjuk kepada orang lain dalam mengerjakan sesuatu. (2) menjelaskan sesuatu,

yakni memberikan uraian atau penjelasan tentang suatu hal yang harus diketahui

orang lain. (3) menceritakan kejadian, yakni mmeberikan informasi tentang suatu

hal yang berlangsung disuatu tempat pada suatu waktu. (4) meringkas, yaitu

membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat. (5)

meyakinkan, yaitu tulisa yang berusaha meyakinkan orang lain agar setuju atau

sependapat dengannya.
Melalui tulisan seseorang mampu mengungkapkan argumentasi dengan

teratur. Menurut Tarigan (2008:26) tujuan menulis ada tujuh, yaitu : (1)

penugasan, tujuan ini untuk memenuhi tugas seoranfg pelajar seperi mahasiswa

yang ditugaskan untuk merangkum sebuah buku, (2) alturistik, tujuan ini untuk

menghibur pembaca, (3) persuasif, tujuan ini untuk meyakinkan pembaca akan

kebenaran gagasan yang disampaikan, (4) informasional, tujuan ini untuk

menyampaikan informasi atau keteranngan kepada pembaca, (5) kreatif, tujuan ini

untuk menuangkan kreatifitas diri, (6) pemecahan masalah, tujuan ini untuk

memecahkan masalah dengan melakukan penelitian.

Berdasarkan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis

adalah untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan oleh seorang

penulis terhadap tulisan yang ditulisnya.

2. Hakikat Teks

Teori yang akan dijelaskan pada bagian yaitu : (a) pengertian teks, (b)

jenis-jenis dan struktur teks sastra.

a. Pengertian Teks

Halliday dan Ruqaidah (dalam Mahsun, 2014:1) mengungkapkan bahwa

teks merupakan jalan menuju pemahaman tentang bahasa. Semua contoh bahasa

hidup yang mengambil bagian tertentu dalam konteks situasi disebut teks. Bahasa

yang digunakan dengan tujuan sosial tertentu itulah yang melahirkan teks.
Dengan demikian, teks adalah satuan bahasa yang digunakan sebgai ungkapan

kegiatan sosial baik secara lisan maupun tulis dengan struktur berpikir yang

lengkap.

b. Jenis Dan Struktur Teks Sastra

Menurut Mahsun (2014:15) secara umum teks dapat diklasifikasikan atas

teks tunggal dan teks majemuk. Istilah tunggal dan majuemuk sama dengan

konsep tunggal dan majemuk beranologi pada konsep tunggal dan majemuk

dalam kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal adalah kalimat

yang memiliki satu pola dasar kalimat inti, minimal memiliki subjek dan predikat

untuk kalimat tunggal yang berwatak intransitif atau memiliki subjek, prediket

dan objek untuk kalimat tunggal yang berwatak transitif. Adapunn kalimat

majemuk adalah kalimat yang memiliiki lebih dari satu pola dasar kalimat inti.

Dalam konteks teks majemuk, analogi semacam itu dimaksudkan sebagai bentuk

penggabungan beberapa jenis teks tunggal untuk mengisi keseluruhan struktur

teks majemuk tersebut. Teks majemuk merupakan sebuah teks kompleks dengan

struktur yang lebih besar dan tersegmentasi ke dalam bagian-bagian yang dapat

berupa bab, subbab atau seksi, subseksi. Termasuk dalam kategori teks

majemuk/genre makro ini adalah teks-teks naskah akademik, seperti teks usul

penelitian (proposal).

Secara garis besar teks dapat dibagi atas teks sastra dan nonsastra. Teks

sastra dikelompokkan ke dalam teks naratif dan non naratif. Adapun teks non
sastra dikelompokkan ke dalam teks jenis faktual yang di dalamnya terdapat

subkelompok teks transaksional dan ekspositori jenis teks berdasarkan genre

sastra adalah teks penceritaan ulang, anekdot, eksemplum, pengisahan, cerpen,

novel, dongeng, cerita petualangan, cerita fantasi, fabel, sejarah dan biografi.

Teks cerita pendek adalah teks yang tujuan sosialnya menceritakan kejadian.

Sedangkan struktur teks cerita pendek adalah pengenalan (orientasi), masalah

(komplikasi), dan pemecahan masalah (resolusi).

3. Hakikat Teks Cerpen

Pada bagian ini diuraikan teori tentang (a) pengertian teks cerpen, (b) ciri-

ciri kebahasaan teks cepren, (c) struktur teks cerpen, (d) indikator pengukuran

keterampilan memproduksi teks cerita pendek.

a. Pengertian Teks Cerita Pendek

Teks verita pendek merupakan cerita rekaan yang mengungkapkan unsur-

unsur karya sastra yang scera padat, ringkas dan langsung menghadirkan jenis

prosa fiksi. Mahsun (2014:18) menyatakan teks cerpen adalah jenis teks sastra

naratif yang tujuan sosialnya menceritakan kejadian. Selanjutnya, Priyatni

(2014:143) menyatakan bahwa teks cerpen adlaah cerita yang mengisahkan

konflik kehidupan para pelaku/tokoh cerita secara singkat, padat dan

mengesankan. Berdasrkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa


cerpen adalah suatu jenis prosa fiksi yang bentuknya pendek dan menggambarkan

sebuah pengalaman serta langsung menghadirkan konflik pada tokohnya.

b. Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Cerpen

Priyatni (2014:144) mengemukakan beberpa ciri-ciri bahasa teks cerpen,

yaitu : (a) memuat kata-kata untuk mendeskripsikan pelaku, penampilan fisik,

atau kepribadiannya, (b) memuat kata-kat deskriptif untuk menggambarkan latar

(waktu, tempat dan suasana), (c) memuat kata kerja yang mennunjukkan

peristiwa-peristiwa yang dialami para pelaku, (d) memuat sudut pandang

pengarang (point of view). Selain itu, Waluyo (2014:204) menngungkapkan unsur

kebahasaan teks cerpen adalah sebagai berikut, (a) penggunaan kata sifat untuk

mendeskripsikan watak tokoh dan latar cerita, (b) penggunaan kata keterangan

untuk menggambarkan latar (waktu, tempat dan suasana), (c) penggunaan kata

kerja untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi pada cerita.

Teks cerita pendek mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan

teks yang lain. Adapun ciri-ciri teks cerpen adalah sebagai berikut : (1) benetuk

tulisan singkat, padat dan lebih pendek daripada novel, (2) tulisan kurang dari

10.000 kata, (3) sumber cerita kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri

maupun orang lain, (4) tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya karena

mengangkat masalah tunggal atau sarinya saja, (5) habis dibaca sekali duduk, (6 )

tokoh-tokoh yang dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya,

(7) kata-kata yang digunakan sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat, (8)
menimbulkan kesan yang mendalam dan efek pada pembaca, (9) menceritakan

satu kejadian dari terjadinya perkembangan jewa dan kritis tetapi tidak

menimbulkan perubahan nasib pelakunya, (10) beralur tunggal dan lurus, (11)

penokohannya sangat sederhan, singkat dan tidak mendalam. (kemedikbud,

2014:6).

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri

cerpen adalah memuat kata pendek, padat, padu dan menggunakan unsur

kebahasaan teks cerita pendek.

c. Struktur Teks Cerita Pendek

Struktur teks cerita pendek dapat dibagi ke dalam enam bagian, yaitu : (1)

abstrak, merupakan ringkasan atau inti cerita, (2) orientasi, berisi pengenalan latar

cerita berkaitan dengan waktu, ruang, kejadian, setiap kejadian dihubungkan

secara sebab akibat, (4) evaluasi, pada tahap evaluasi ini konflik yang terjadi

diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesainnya, (5)

resolusi pada tahap ini pengarang mengungkapkan solusi dari bernagai konflik

yang dialami tokoh, (6) koda, merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat

dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen.

d. Indikator Pengukuran Keterampilan Memproduksi Teks Cerpen Pendek

Berdasarkan teori yang telah diungkapkan sebelumnya, maka menilai

sebuah teks cerpen dapat dilihat dari struktur teks cerpen. Indikator penilaian
keterampilan menulis teks cerpen adalah mampu mengungkapkan struktur teks

cerpen melalui kegiatan memproduksi teks cerpen. Menilai sebuah teks cerpen

dapat dilihat dari struktur teks cerpen yang merujuk kepada buku siswa yang

disusun Kemendikbud (2014:13) tentang struktur teks cerita pendek. Pertama,

abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita.abstrak bersifat opsional, artinya

sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini. Kedua, orientasi berisi

pengenalan latar cerita berkaita dengan waktu, ruang dan suasana terjadinya

peristiwa dalam cerpen. Ketiga, komplikasi berisi urutan kejadian, setiap kejadian

itu dihubungkan secara sebab akibat. Keempat, evaluasi. Apada tahap ini konflik

yang terjadi diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak

penyelesaiannya. Kelima, resolusi pada tahap ini pengarang mengungkapkan

solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh. Resolusi berkaitan dengan koda.

Ada juga yang menyebut koda dengan istilah reorientasi. Keenam, koda

merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari subuah

teks cerpen. Dalam penelitian ini, indikator yang digunakan adalah struktur teks

cerita pendek, namun tidka semua struktur tersebut dijadikan indikator penilaian.

Di antara struktur teks cerpen tersebut, indikator yang digunakan adlah orientasi,

komplikasi, dan resolusi.

4. Mind Mapping

Pembahasan teori pada media Mind mapping ini adalah : (a) pengertian

mind mapping (b) cara membuat mind mapping (c) manfaat mind mapping.
a. Pengertian Mind Mapping

Buzan (2006:12) menyatakan bahwa mind mapping juga dimaksudkan

sebagai sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk

perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak anda yang menakjubkan.

Dengan kalimat mind mapping dapat diartikan sebagai media yang berupa

ilustrasi grafis yang digunakan untuk menghubungkan konsep-konsep ke dalam

konsep-konsep lain pada kategori yang sama. mind mapping adalah suatu media

pembuatan catatan yang dopat digunakan pada situasi, kondisi tertentu seperti

dalam pembuatan perencanaan, penyelesaian masalah, membuat ringkasan,

membuat struktur, pengumpulan ide-ide, untuk mebuat catatan, kuliah, rapat,

debat dan wawancara.

b. Cara Membuat Mind Mapping

Cara yang dilakukan dalam pembuatan mind mapping ialah dengan suatu

sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atau suatu

topik tertentu dihubungkan satu sama lain.

Buzan (2006:15) menerangkan bahwa ada tujuh langkah dalam membuat

mind mapping, yaitu

a) Mulailah dari tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar.

Dengan memulai dari tengah-tengah permuakaan kertas akan memberikan


kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah utuk mengungkapan

dirinaya dengan lebih bebas dan alami.

b) Gunakan gambar untuk ide sentral. Karena sebuah gambar bermakna seribu

kata dan mebantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan

lebih menarik, membuat kita tetatp fokus, membantu konsentrasi dan

mengaktifkan otak.

c) Gunakanlah warna. Karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar.

Warna membuat mind mapping lebih hidup, menambah energi pada

pemikiran kreatif dan menyenangkan.

d) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-

cabang tingkat satu dan dua dan seterusnya.

e) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus akrena garis lurus

akan membosankan bagi otak.

f) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Karena jata kunci tunggal

memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind mapping

g) Gunakan gambar, karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna

seribu kata.

c. Manfaat Mind Mapping

Mind mapping dapat membantu kita dalam banyak hal. Menurut Buzan

(2006:6-9) manfaat mind mapping adalah sebagai berikut : (1) merencana, (2)

menjadi lebih kreatif, (3) menghemat waktu, (4) menyelesaikan masalah, (5)
memusatkan perhatian, (6) menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, (7)

mengibgat lebih baik, (8) belajar lebih cepat dan efisien, (8) melihat gambar

keseluruhan.

5. Pembelajaran Memproduksi Teks Cerita Pendek Dengan Teknik Mind

Mapping

Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh

pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan sehingga siswa dapat belajar

secara efektif untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Cara seorang guru

dalam pembelajaran memproduksi teks cerita pendek dengan menggunakan

teknik mind mapping, seorang guru menjelaskan teknik mind mapping yang

berkaitan dengan materi yang akan diajarkan, yaitu memproduksi teks cerita.

Pada hakikatnya teks cerita pendek merupakan cerita rekaan yang

mengungkapkan unsur-unsur karya sastra secara padat, ringkas dan lanngsung

menghadirkan konflik pada tokohnya.

Setelah materi untuk teks cerita pendek dijelaskan dengan menggunakan

tekni mind mapping lalu peserta didik dituntut untuk memahami materi dengan

baik. Kemudian guru menugaskan siswa untuk menulis teks cerita pendek dengan

memeprhatikan aspek dan indikator yang diteliti.

B. Penelitian Yang Relevan


Penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan yakni,

penelitian yang dilakukan oleh Irwan (2014) mahasiswa UNP dengan judul

“Pengaruh Penggunaan Teknik Bercerita Berpasangan (Paired Story Telling)

Terhadap Keterampilanmenulis Teks Cerita Pendek Siswa Kelas VII SMP Negeri

9 Pariaman”. Dalam penelitiannya, Irwandi menyimpulkan bahwa dengan

menggunakan teknik bercerita berpasangan keterampilan menulis cerita pendek

peserta didik lebih baik hasilnya jika dibandingkan sebelum menggunakan teknik

bercerita berpasangan.

Selanjutnya, penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan

dilakukan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Fimansyah (2014) mahasiswa

UNP dengan judul “Pengaruh Penggunaan Teknik Copy The Master Berbantuan

Media Comic Strip Terhadap Keterampilan Menulis Teks Cerita Pendek Sisiwa

Kelas VII SMP Negeri 2 Batusangkar”. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa

adanya peningkatan keterampilan menulis teks cerita cerpen dengan

menggunakan teknik Teknik Copy The Master Berbantuan Media Comic Strip.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Sinta Devi Eka Putri (2013)

mahasiswa STKIP PGRI dengan judul “Pengaruh Penggunaan Teknik Mind

Mapping Terhadap Kemampuan Menulis Resensi Siswa Kelas XI IPA SMA

Negeri 7 Padang”. Dalam penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengna

menggunakan teknik mind mapping dalam pembelajaran menulis resensi dapat

meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis resensi.


Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya. Perbedaannya yaitu

populasi dan fokus penelitian. Populasi penelitian ini yaitu SMA Negeri 1

Lembah Gumanti, sedangkan fokus peneltiannya yaitu “Pengaruh Penggunaan

Teknik Mind Maping Terhadap Kemampuan Memproduksi Teks Cerita Pendek ”

C. Kerangka Konseptual

Teks cerita pendek adalah cerita rekaan yang mengungkapkan unsur-unsur

karya sastra secara padat, ringkas, dan langsung menghadirkan konflik pada

tokohnya. Teknik pembelajaran yang digunakan adlah mind mapping. Mind

mapping memuat ide-ide pokok yang dibuat dalam bentuk persegi empat atau

bentuk lain, sedangkan beberapa kata yang lain dituliskan pada garis-garis

penghubung. Dengan menggunakan tekni mind mapping membantu siswa untuk

mudah menempatkan informasi ke dalam otak. Jadi dengan teknik mind mapping

penulis berharap akan membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan

menulis siswa SMA Negeri 1 Lembah Gumanti terutama dalam memproduksi

teks cerita pendek.

Keterampilan Menulis Teks Cerpen

Pembelajaran memproduksi teks Teknik mind mapping


cerpen sebelum menggunakan teknik
mind mapping
Indikator penilaian menulis teks cerita pendek adalah
struktur teks cerpen (orientasi : pengenalan latar
waktu, tempat dan suasana. Komplikasi : peristiwa
dan resolusi : pemecahan masalah)

Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping


Terhadap Keterampilan Memproduksi Teks Cerita
Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lembah
Gumanti

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang akan diuji kebenarannya

melalui peneltian. Dalam penelitian ini akan diuji hipotesis nol (H0) dan hipotesis

alternatif (H1) sebagai berikut :

H0 = tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan

memproduksi teks cerita pendek menggunakan teknik mind mapping siswa kelas

XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti

H1 = terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan memproduksi teks

cerita pendek menggunakan teknik mind mapping siswa kelas XI SMA Negeri 1

Lembah Gumanti
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan

pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif menurut Arikunto (2002:22)

adalah penelitian yang menggunakan angka, dimulai dari pengumpulan data,

kemudian penafsiran data dan terakhir ditampilkan hasilnya.

B. Metode Penelitian

Menurut Sugiyono (2010:72) peneltian eksperimen adalah metode

peneltian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tertentu

terhadap hasil lain dalam kondisi yang terkendalikan. Dikatakan metode

eksperimen karena peneltian ini bertujuan untuk mengontrol atau

mengendalikan setiap gejala yang terjadi. Penelitian eksperimen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Tujuan penelitian

eksperimen semu ini adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan

perkiraan bagi informas yang diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya

dalam keadaaan yang tidak memungkan untuk mengontrpl dan memanipulasi

semua variabel yang relevan.


C. Populasi Dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1

Lembah Gumanti. Jumlah siswa 242 orang yang tersebar pada 7 kelas. Mengingat

populasi lebih dari 1000 orang, perlu dilakukan penarikan sampel. Dari tujuh

kelas tersebut ditetapkan satu kelas sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini

adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Lembah Gumanti yang berjumlah 34

orang.

Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel bertujuan

(purposive sampel). Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek

bukan atas strata, random, daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.

Arikunto (2010:183) mengemukakan bahwa teknik ini biasanya dilakukan karena

beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana

sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Peneliti memiliki

pertimbangan-pertimbangan dalam memilih sampel. Kelas XI IPA 3 diambil

sebagai sampel karena siswa di kelas memiliki kemampuan akademik yang

berbeda. Dalam proses pembelajaran, kelas tersebut lebih aktif bila dibandingkan

dengan kelas lainnya, hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya siswa yang aktif,

misalnya siswa serign mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran


berlangsung. Umumnya pendapat yang disampaikan tidak melenceng dari materi

yang disampaikan. Selain itu, apabila diberikan tugas siswa kelas XI IPA 3 juga

lebih banyak yang mengerjakannya.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes unjuk kerja

untuk melihat keterampilan memproduksi teks cerpen siswa, (2) format penilaian

sikap siswa dalam memproduksi teks cerpen sebelum menggunakan tekni mind

mapping.

E. Variabel Dan Data

Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu keterampilan memproduksi teks

cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti sebelum dan

sesudah menggunakan teknik mind mapping. Sedangkam data dalam penelitian

ini adalah skor keterampilan memproduksi teks cerita pendek siswa kelas XI

SMA 1 Negeri Lembah Gumanti sebelum dan sesudah menggunakan teknik mind

mapping.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sebagai berikut.

Pertama, tes awal (pretest) menulis teks cerita pendek. Setelah selesai, lembar

kerja siswa dikumpulkan untuk diperiksa sesuai indikator yang ditetapkan

sebelumnya. Kedua, guru menjelaskan pembelaran dengan menggunakan teknik


mind mapping. Ketiga guru memberikan tes akhir menulis teks cerita pendek

berdasarkan mind mapping yang dibuat siswa untuk mencari tahu kemampuan

akhir memproduksi teks cerita pendek. Ketiga mengumpulkan hasil tes siswa

tentang memproduksi teks cerita pendek setelah diberi perlakuan menggunakan

teknik mind mapping. Keempat, hasil tes tersebut diperiksa sesuai indikator

yang telag ditetapkan.

G. Teknik Analisis Data

Sistematika penganalisisan data penelitian ini adalah sebagai berikut :

pertama, membaca teks cerpen yang telah ditulis oleh siswa. Kedua, memeriksa

hasil tulisan siswa dengan indikator yang dinilai yaitu struktur teks cerita pendek

dengan menggunakan rubrik penilaian

Format penilaian keterampilan memproduksi teks cerita pendek


n Kode Struktur teks cerpen Sko Nilai
o sampe r
l
Orientasi Komplikasi Resolusi
1 2 3 1 2 3 1 2 3

Keterangan:

Indikator aspek penilaian orientasi


Skor 1 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat oleh siswa memuat satu

dari tiga aspek orientasi yang ditulis siswa (latar waktu, tempat dan

latar suasana)

Skor 2 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat oleh siswa memuat dua dari

tiga aspek orientasi yang ditulis siswa (latar waktu, tempat dan latar

suasana)

Skor 3 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat oleh siswa memuat semua

aspek orientasi yang ditulis siswa (latar waktu, tempat dan latar

suasana)

Indikator aspek penilaian komplikasi

Skor 1 : diberikan apabila teks cerpen yang ditulis siswa tidak terdapat

kejadian dan tidak ada hubungan sebab akibat

Skor 2 : diberikan apabila teks cerpen yang ditulis siswa terdapat kejadian dan

tidak ada hubungan sebab akibat

Skor 3 : diberikan apabila teks cerpen yang ditulis siswa terdapat kejadian dan

ada hubungan sebab akibat

Indikator aspek penilaian resolusi

Skor 1 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat siswa tidak memuat aspek

resolusi (pemecahan masalah yang dialami tokoh dalam cerita)


Skor 2 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat siswa tidak memuat aspek

resolusi (pemecahan masalah yang dialami tokoh dalam cerita) tetapi

tidak sesuai dengan konflik dalam cerita

Skor 3 : diberikan apabila teks cerpen yang dibuat siswa terdapat aspek

resolusi (pemecahan masalah yang dialami tokoh dalam cerita) yang

sesuai dengan konflik dalam cerita

Ketiga, mengubah skor mentah menjadi nilai, untuk mengubah skor

menjadi nilai, menurut Nurgiyantoro (dalam Abdurrahman dan Ellya Ratna,

2003:264) dapat digunakan rumus :N = SM


S 1 x Smax

Keterangan :

N = tingkat penguasaan
SM = skor mentah, skor yang dicapai siswa (sampel)
S1 = skor yang harus dicapai dalam suatu tes
Smak = skala yang digunakan
Keempat, menentukan nilai rata-rata hitung kemampuan memproduksi

teks cerita pendek dengan menggunakan rumus. menurut Nurgiyantoro (dalam

∑ fx
Abdurrahman dan Ellya Ratna, 2003:270) dapat digunakan rumus : M =
N

Keterangan :
M = mean (nilai rata-rata)
F = frekuensi nilai siswa
X = skor
N = jumlah sampel
Kelima, mengkonversikan hasil nilai memproduksi teks cerpen siswa ke

tabel skala 10 berikut ini :

Tabel pedoman konversi skala 10


Rentang Skor Klasifikasi Kualifikasi
96-100% 10 Sempurna
86-95% 9 Baik sekali
76-85% 8 Baik
66-75% 7 Lebih dari cukup
56-65% 6 Cukup
46-55% 5 Hampir cukup
36-45% 4 Kurang
26-35% 3 Kurang sekali
16-25% 2 Buruk
0-15% 1 Buruk sekali

Keenam, membuat grafik kemampuan menulis cerpen siswa untuk

masing-masing indikator.

Ketujuh, menlakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji

homogenitas dan uji normalitas data. Rumus uji homogenitas dengan varians

terbesar dibanding varians terkecil :

varians terbesar
Fhitung =
varians terkecil

Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel dengan rumus :

dk pembilang = n – 1 = (untuk varian terbesar)


Dk penyebut = n – 1 = (untuk varians terkecil)

Kriteria pengujian jika Fhitung ≥ Ftabel berarti tidak homogen dan jika Fhitung ≤

Ftabel berarti homogen

Rumus uji normalitas :

∑ fi xi
Langkah 1 : mencari rata-rata dengan nilai rumus :
n

xi−x
Langkah 2 : mencari Zi dengan rumus :
s

fk
Langkah 3 : mencari s.Zi dengan rumus :
n

Langkah 4 : mencari tabulasi dengan tabel penolong

Langkah 5 : mencari simpangan baku

Langkah 6 : dengan memperhatikan tabel penolong dapat dilihat hasil akhir

dnegan angka tertinggi dinyatakan Lo

Langkah 7 : membandingkan X 2 hitung dengan X 2 tabel. Jika X 2 hitung ≥ X 2 tabel, artinya

distribusi data tidak normal dan jika X 2 hitung ≤ X 2 tabel artinya data berdistribusi

normal. Selanjutnya data dimasukkan ke dalam rumus uji-t


(x 1−x 2)
t= s2 s2
√ +
N1 N2

jika t hitung lebih besar dari t tabel maka (H1) diterima dan apabila t

hitung lebih kecil dari t tabel maka (H0) ditolak. Penafsiran ke dalam t tabel

menggunakan derajat kebebasan (dk) (n1-1) + (n2-1) dan taraf kepercayaan

kedelapan, membahas analisis data. Kesembilan, menyimpulkan hasil pembahasa.

KEPUSTAKAAN

Abdurrahman Dan Ellya Ratna. 2003. Evaluasi Pembelajaran Bahasa Dan Sastra

Indonesia (Nuku Ajar.). Padang : UNP PRESS

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Buzan, Tony. 2006. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : Gramedia

Tarigan, Hendri Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung : Angkasa.

Semi, M Atar. 2003. Menulis Kreatif. Padang : UNP Press

Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Jakarta : Nusa Indah.

Mahsun. 2014. Teori Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013.

Jakarta : Rajawali
Priyatni, Endah Putri, Dkk. 2014. Bahasa Dan Sastra Indonesia. Jakarta : Bumi

Aksara

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatankuantitatif Kualitatif Dan

R & D. Bandung : Alfabet

Waluyo Budi. 2014. Buku Teks Siswa. Jakarta : PT Raja Grafindo