Anda di halaman 1dari 24

STANDART STRATEGI PELAKSANAAN (SP) GENERALIS

TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GANGGUAN JIWA

DISUSUN OLEH:
TIM

DEPARTEMEN KEPERAWATAN JIWA


FAKULTAS
KATAILMU KESEHATAN
PENGANTAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2014
Kecenderungan individu mengalami masalah kesehatan jiwa saat ini jumlahnya
meningkat. Meningkatnya jumlah penderita gangguan jiwa menunjukkan bahwa masalah

1
kesehatan jiwa di era modern menjadi bagian dari masalah kesehatan di seluruh dunia,
terutama negara berkembang seperti Indonesia. Pemahaman tentang kesehatan jiwa dan
akibatnya penting bagi upaya rehabilitatif serta pencegahan gangguan kesehatan jiwa. Perlu
diperhatikan bahwa kepekaan orang terhadap kondisi stress berbeda-beda. Hal ini juga
bergantung pada mekanisme koping yang dimilik oleh masing-masing individu (Townsend,
Mary C. 2008).
Stressor yang meningkat dapat mengakibatkan reaksi negatif dan dapat
mengakibatkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengakibatkan
penurunan produktifitas individu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya gejala
gangguan kesadaran dan kurang perhatian. Kumpulan tanda gejala tersebut disebut sebagai
gangguan jiwa (Stuart & Sunden 2009). Gangguan jiwa memiliki beberapa gejala negatif
misalnyai afek tumpul dan datar, menarik diri, tidak ada kontak mata, tidak mampu
mengekspresikan perasaan, motivasi menurun serta perubahan perilaku yang menyipang
dari norma-norma di masyarakat. Masalah keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa
yang sering muncul antara lain harga diri rendah, isolasi sosial, defisit perawatan diri,
halusinasi, wham, resiko perilaku kekerasan dan resiko bunuh diri.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat, perlu adanya tindakan
keperawatan yang memberikan respon terhadap suatu masalah atau situasi tertentu melalui
komunikasi terapeutik. Tindakan generalis yang dilakukan pada klien dengan masalah
kesehatan jiwa adalah dalam bentuk strategi pelaksnanaa. Di dalam strategi pelaksanaan
terdapat tiga fase utama yaitu fase orientasi, fase kerja dan fase evaluasi. Setiap fase dari
masing-masing diagnosa keperawatan sangat berbeda-beda, tergantung dari tujuan yang
ingin dicapai pada saat melakukan interaksi. Semoga dengan standart yang kami buat
bersama tim di keperawatan jiwa FIKes UM Jember ini bisa membantu mahasiswa dalam
melakukan asuhan keperawatan khususnya pada pasien dengan gangguan jiwa di rumah
sakit.
Juni, 2014

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Cover 1
Kata Pengantar 2

2
Daftar Isi 3

SP Klien Harga Diri Rendah 4


SP Klien Isolasi Sosial 7
SP Klien Defisit Perawatan Diri 10
SP Klien Halusinasi 13
SP Klien Waham 16
SP Klien Resiko Perilaku Kekerasan 19
SP Klien Resiko Bunuh Diri 22

Daftar Pustaka 25

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HARGA DIRI RENDAH
(Pertemuan I)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/masalah/ keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/Tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

3
FASE KERJA :
1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien.
● Mendiskusikan bahwa sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
klien seperti kegiatan klien di rumah sakit, di rumah, dalam keluarga dan
lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat klien.
● Memberi pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu dengan
klien penilaian yang negatif.
2. Membantu klien menilai kemampuan yang dapat digunakan.
● Mendiskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini.
● Membantu klien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan
diri yang diungkapkan klien.
● Memperlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif
3. Membantu klien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih
● Mendiskusikan dengan klien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih
sebagai kegiatan yang akan klien lakukan sehari-hari.
● Membantu klien menetapkan kegiatan mana yang dapat klien lakukan secara
mandiri, mana kegiatan yang memerlukan bantuan minimal dari keluarga dan
kegiatan apa saja yang perlu batuan penuh dari keluarga atau lingkungan
terdekat klien. Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan
klien. Susun bersama klien dan buat daftar kegiatan sehari-hari klien.
4. Melatih kemampuan yang dipilih klien
● Mendiskusikan dengan klien untuk melatih kemampuan pertama yang dipilih
● Melatih kemampuan pertama yang dipilih
● Memberi dukungan dan pujian pada klien dengan latihan yang sudah dilakukan

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Validasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana tindak lanjut klien
- Latihan kemampuan pertama yang dipilih klien 2x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan melakukan kemampuan kedua yang dipilih

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HARGA DIRI RENDAH
(Pertemuan II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaaan/Masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala harga diri rendah kronik
5. Validasi kemampuan klien melakukan kegiatan pertama yang dilatih
6. Topik/Tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan Pertemuan

4
FASE KERJA
1. Membantu klien memilih kemampuan kedua yang akan dilatih
2. Melatih klien melakukan kemampuan kedua yang dipilih

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana tindak lanjut klien
- Latihan kemampuan pertama dan kedua masing – masing 2x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan melakukan kemampuan ketiga yang dipilih

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HARGA DIRI RENDAH
(Pertemuan III)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/Masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala harga diri rendah kronik
5. Validasi kemampuan klien melakukan kegiatan kedua yang dilatih
6. Topik/Tindaka yang dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Membantu klien memilih kemampuan ketiga yang akan dilatih
2. Melatih klien melakukan kemampuan ketiga yang dipilih

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana tindak lanjut klien
- Latihan kemampuan pertama, kedua dan ketiga masing – masing 2x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan melakukan kemampuan ke empat yang dipilih

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HARGA DIRI RENDAH
(Pertemuan IV)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/Masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat

5
4. Evaluasi tanda dan gejala harga diri rendah kronik
5. Validasi kemampuan klien melakukan kegiatan ketiga yang dilatih
6. Topik/ Tindakan yang dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Melatih kemampuan dalam melakukan kegiatan keempat yang dipilih

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana tindak lanjut klien
- Latihan kemampuan pertama, kedua, ketiga dan keempat masing – masing 2x
sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan melakukan kemampuan yang tidak terhingga yang dipilih

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


ISOLASI SOSIAL
(Pertemuan I)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/masalah/keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu, tempat
5. Topik / tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mengidentifikasi tanda dan gejala, penyebab (siapa yang serumah, siapa yang dekat,
siapa yang tidak dekat dan apa sebabnya) dan akibat isolasi sosial.
2. Mendiskusikan keuntungan memiliki teman dan bercakap-cakap.
3. Mendiskusikan kerugian tidak berteman dan tidak bercakap-cakap.

6
4. Melatih klien berkenalan dengan klien dan perawat dan berbicara saat melakukan
kegiatan harian.
5. Melatih klien memasukkan latihan berkenalan pada jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan berkenalan dengan klien atau perawat 2 x sehari
- Latihan berbicara saat melakukan kegiatan harian 2x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan berbicara dengan orang lain saat melakukan 2 kegiatan harian

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


ISOLASI SOSIAL
(Pertemuan II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala isolasi sosial
5. Validasi kemampuan klien dalam latihan berkenalan dan berbicara saat melakukan
kegiatan harian.
6. Topik / tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara berbicara dengan 2-3 orang saat melakukan kegiatan.
2. Melatih klien berbicara dengan 2-3 orang saat melakukan kegiatan.
3. Melatih klien berkenalan dengan 2-3 orang atau perawat.
4. Melatih klien memasukkan kegiatan berkenalan dan berbicara saat melakukan kegiatan
harian dalam jadual kegiatan harian.

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan berkenalan 2-3 orang 2 x sehari
- Latihan berbicara saat melakukan 2-3 aktvitas harian 2 x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan berkenalan 4-5 orang dan berbicara saat melakukan 2 aktivitas baru
lainnya.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


ISOLASI SOSIAL
(Pertemuan III)
7
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala isolasi sosial
5. Validasi kemampuan klien latihan berkenalan 2-3 orang dan berbicara saat melakukan
2-3 kegiatan harian.
6. Topik / tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara berbicara dengan 4-5 orang saat melakukan kegiatan.
2. Melatih klien berbicara dengan 4-5 orang saat melakukan kegiatan.
3. Melatih klien berkenalan dengan 4-5 orang atau perawat.
4. Melatih klien memasukkan kegiatan berkenalan dan berbicara saat melakukan kegiatan
harian dalam jadual kegiatan harian.

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Validasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan berkenalan 4-5 orang 2 x sehari
- Latihan berbicara saat melakukan 4-5 aktvitas harian 2 x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan berbicara sosial

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


ISOLASI SOSIAL
(Pertemuan IV)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala isolasi sosial
5. Validasi kemampuan klien latihan berkenalan 4-5 orang dan berbicara saat melakukan
4-5 kegiatan harian.
6. Topik / tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara berbicara sosial : meminta sesuatu dan menjawab pertanyaan.
2. Melatih klien cara berbicara sosial : meminta sesuatu dan menjawab pertanyaan
3. Melatih klien memasukkan latihan berbicara sosial pada jadwal kegiatan harian

8
FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (Objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan berkenalan 4-5 orang 2 x sehari
- Latihan berbicara saat melakukan 4-5 aktvitas harian 2 x sehari
- Latihan berbicara sosial
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


DEFISIT PERAWATAN DIRI
(Pertemuan I)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/masalah/keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

FASE KERJA

1. Mengidentifikasi tanda dan gejala, penyebab dan akibat defisit perawatan diri
2. Menjelaskan cara perawatan diri: mandi (Tanyakan alasan tidak mau mandi, berapa
kali mandi dalam sehari, manfaat mandi, peralatan mandi, cara mandi yang benar)
3. latih cara perawatan diri : Mandi
4. Melatih memasukkan kegiatan mandi ke dalam jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI
9
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Validasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan mandi yang benar 2x sehari.
4. Rencana tindakan perawatan lanjutan
- Latihan perawatan diri: berdandan

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


DEFISIT PERAWATAN DIRI
(Pertemuan II)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan , masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
5. Validasi kemampuan klien dalam melakukan latihan mandi serta manfaatnya
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara perawatan diri: mandi
2. Mendiskusikan cara perawatan diri berdandan (alat yang dibutuhkan, kegiatan
berdandan, cara melakukan berdandan, waktu berdandan, manfaat berdandan,
kerugian jika tidak berdandan).
3. Melatih cara berdandan
4. Melatih klien memasukkan kegiatan berdandan dalam jadwal kegiatan harian
FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan mandi 2x/hari
- Latihan berdandan (wanita/laki-laki) 2x/hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan perawatan diri: makan dan minum

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


DEFISIT PERAWATAN DIRI
(Pertemuan III)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala defisit perawatan diri
5. Validasi kemampuan klien latihan mandi, berdandan
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
10
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mendiskusikan cara perawatan diri; makan/minum (tanyakan alat-alat yang
dibutuhkan, cara makan minum, waktu makan minum, manfaat makan minum dan
kerugian jika tidak makan minum
2. Melatih cara perawatan diri: makan minum
3. Melatih klien memasukkan kegiatan makan/minum dalam jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI

1. Evaluasi perasaan (subjektif)


2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan mandi 2x/hari
- Latihan berdandan (wanita/laki-laki) 2x/hari
- Latihan makan minum sesuai jadwal
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan perawatan diri: BAB/BAK

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


DEFISIT PERAWATAN DIRI
(Pertemuan IV)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
5. Validasi kemampuan klien latihan mandi, berdandan, makan/minum
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mendiskusikan cara perawatan diri BAB/BAK (alat yang dibutuhkan, kegiatan
BAB/BAK, cara melakukan BAB/BAK, waktu BAB/BAK, manfaat BAB/BAK yang
benar, kerugian jika BAB/BAK tidak benar).
2. Melatih cara BAB/BAK dan berikan pujian
3. Melatih klien memasukkan BAB/BAK dalam jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI

11
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan keluarga (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan mandi 2x/hari
- Latihan berdandan 2x/hari
- Latihan makan/minum sesuai jadwal
- Latihan Bak/Bab sesuai jadwal
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HALUSINASI
(Pertemuan I)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan/masalah/keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan Pertemuan

FASE KERJA

1. Mengidentifikasi Halusinasi : isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan,


respon
2. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: menghardik, minum obat, bercakap-cakap,
melakukan kegiatan
3. Melatih klien cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
4. Melatih klien memasukan latihan menghardik dalam jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana Latihan Klien
12
- Latihan menghardik 2 x sehari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan (kedua)
- Latihan minum obat secara teratur menggunakan prinsip 6 benar

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HALUSINASI
(Pertemuan II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan/masalah/keluhan utama
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala halusinasi
5. Validasi kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi dengan menghardik
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan Pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi dengan cara minum obat secara teratur
menggunakan prinsip 6 benar
2. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan cara minum obat secara teratur
menggunakan prinsip 6 benar
3. Melatih klien memasukan kegiatan minum obat secara teratur kedalam jadual
kegiatan klien

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan menghardik 2x sehari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan (ketiga)
- Latihan mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HALUSINASI
(Pertemuan III)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan/masalah/keluhan utama
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala halusinasi
5. Validasi kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi dengan menghardik, minum
obat secara teratur
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan Pertemuan

13
FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
2. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap saat terjadi halusinasi
3. Melatih memasukkan kegiatan mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
kedalam jadual kegiatan klien

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan menghardik 2x sehari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat
- Latihan mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan (keempat)
- Latihan mengontrol halusinasi dengan kegiatan harian

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


HALUSINASI
(Pertemuan IV)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan/masalah/keluhan utama
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala halusinasi
5. Validasi kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi dengan menghardik, minum
obat secara teratur, bercakap-cakap
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan Pertemuan

FASE KERJA
1. Melatih cara mengontrol halusinasi dg melakukan kegiatan harian (mulai 2 kegiatan)
2. Melatih klien memasukkan kegiatan harian untuk mengontrol halusinasi dalam
jadual kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan menghardik 2x sehari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat
- Latihan mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
- Latihan mengontrol halusinasi dengan kegiatan harian

14
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan (kelima)
- Latihan mengontrol halusinasi dengan menghardik, minum obat secara teratur,
bercakap-cakap dan kegiatan harian

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


WAHAM
(Pertemuan I)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/Masalah/Keluhan Utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mengidentifikasi tanda dan gejala, penyebab dan akibat waham
2. Menjelaskan cara mengendalikan waham dengan orientasi realita: panggil nama,
orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan
3. Melatih klien orientasi realita: panggil nama, orientasi waktu, orang dan
tempat/lingkungan
4. Melatih klien memasukkan kegiatan orientasi realita dalam jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan orientasi realita 2x/hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan mengendalikan waham dengan minum obat sesuai prinsip 6 benar

15
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN
WAHAM
(Pertemuan II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan/masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala waham
5. Validasi kemampuan klien dalam latihan orientasi realitas dan memenuhi
kebutuhan yang tidak terpenuhi akibat wahamnya
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengendalikan waham dengan cara minum obat secara teratur
menggunakan prinsip 6 benar
2. Mendiskusikan manfaat minum obat dan kerugian tidak minum obat
3. Melatih cara minum obat secara teratur menggunakan prinsip 6 benar
4. Melatih klien memasukkan kegiatan minum obat secara teratur ke dalam jadual
kegiatan harian
FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan orientasi realitas 2x/hari
- Latihan memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi akibat wahamya 2 x/ hari
- Latihan minum obat (prinsip 6 benar minum obat) sesuai jadual minum obat.
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan membantu memenuhi kebutuhan klien yang tidak terpenuhi akibat
wahamnya

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


WAHAM
(Pertemuan III)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang diraskan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala waham
5. Validasi kemampuan klien latihan orientasi realita dan minum obat teratur (6 benar
minum obat)
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA

16
1. Menjelaskan cara memenuhi kebutuhan klien yang tidak terpenuhi akibat wahamnya
dan kemampuan memenuhi kebutuhannya
2. Melatih cara memenuhi kebutuhan klien yang tidak terpenuhi akibat wahamnya dan
kemampuan memenuhi kebutuhannya
3. Melatih klien memasukkan kegiatan memenuhi kebutuhan ke dalam jadwal kegiatan
harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan orientasi realita 2x/hari
- Latihan minum obat (6 benar minum obat) sesuai jadual minum obat.
- Latihan memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi 2x /hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan kemampuan positif yang telah dipilih

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


WAHAM
(Pertemuan IV)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu, tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala waham
5. Validasi kemampuan klien dalam membimbing klien latihan orientasi realita, minum
obat teratur (6 benar minum obat), latihan memenuhi kebutuhan dasar
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemua

FASE KERJA
1. Menjelaskan kemampuan positif yang dimiliki klien
2. Mendiskusikan kemampuan positif yang dimiliki klien
3. Memilih kemampuan positif yang dimiliki
4. Melatih kemampuan positif yang dipilih
5. Melatih klien memasukkan kemampuan positif yang dimiliki dalam jadual kegiatan
harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan
2. Evaluasi kemampuan klien
3. Rencana latihan klien
- Latihan membimbing klien orientasi realitas
- Latihan membimbing klien minum obat secara teratur sesuai jadwal
17
- Latihan membimbing klien memenuhi kebutuhan sesuai dengan jadwal
4. Menyepakati pertemuan selanjutnya
- Latihan kemampuan positif yang telah dipilih 2x/hari

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


RESIKO PERILAKU KEKERASAN
(Pertemuan I)
FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/masalah/keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mengidentifikasi tanda dan gejala, penyebab dan akibat perilaku kekerasan
2. Menjelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik 1: tarik nafas
dalam dan fisik 2: pukul kasur/bantal
3. Malatih klien cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara fisik 1: tarik nafas
dalam dan fisik 2: pukul kasur/bantal
4. Melatih memasukkan kegiatan tarik nafas dalam dan pukul kasur/ bantal ke dalam
jadwal kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2.
3. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
4. Rencana latihan klien
- Latihan tarik nafas dalam 2x/hari
- Latihan pukul kasur/bantal 2x/hari
5. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan minum obat sesuai prinsip 6 benar

18
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN
RESIKO PERILAKU KEKERASAN
(Pertemuan II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
5. Validasi kemampuan klien dalam melakukan latihan tarik nafas dan pukul
kasur/bantal serta manfaatnya
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara minum obat secara
teratur menggunakan prinsip 6 benar
2. Mendiskusikan manfaat minum obat dan kerugian tidak minum obat
3. Melatih cara minum obat secara teratur menggunakan prinsip 6 benar
4. Melatih memasukkan kegiatan minum obat secara teratur ke dalam jadual kegiatan
harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan tarik nafas dalam 2x/hari
- Latihan pukul kasur/bantal 2x/hari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat.
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara verbal/bicara baik-baik

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


RESIKO PERILAKU KEKERASAN
(Pertemuan III)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
5. Validasi kemampuan klien latihan tarik nafas dan pukul kasur/bantal, minum obat
secara teratur
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

19
FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan verbal/bicara baik-baik
2. Melatih cara verbal/bicara baik-baik
3. Melatih memasukkan kegiatan bicara baik-baik ke dalam jadual kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan tarik nafas dalam 2x/hari
- Latihan pukul kasur/bantal 2x/hari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat.
- Latihan verbal/bicara baik-baik 2x/hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan
- Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


RESIKO PERILAKU KEKERASAN
(Pertemuan IV)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi Perasaan dan masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala perilaku kekerasan
5. Validasi kemampuan klien latihan tarik nafas dan pukul kasur/bantal, minum obat
secara teratur dan verbal/bicara baik-baik
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan cara spiritual
2. Melatih cara spiritual
3. Melatih klien memasukkan kegiatan spiritual ke dalam jadual kegiatan harian

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subjektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (objektif)
3. Rencana latihan klien
- Latihan tarik nafas dalam 2x/hari
- Latihan pukul kasur/bantal 2x/hari
- Latihan minum obat secara teratur sesuai dengan jadual minum obat.
- Latihan verbal/bicara baik-baik 2x/hari
- Latihan cara spiritual 2x/hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjutan

20
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN
RESIKO BUNUH DIRI
(Pertemuan I)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/masalah/keluhan utama
3. Validasi kemampuan klien
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Topik/tindakan yang akan dilakukan
6. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Mengidentifikasi beratnya masalah risiko bunuh diri: isarat, ancaman, percobaan
tanda, gejala, penyebab dan akibat dari resiko bunuh diri (jika percobaan segera
rujuk)
2. Mengidentifikasi benda-benda berbahaya dan mengamankannya (lingkungan aman
untuk pasien)
3. Menjelaskan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek
positif diri sendiri,
4. Melatih klien cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek
positif diri sendiri,
5. Melatih klien afirmasi/berpikir aspek positif yang dimiliki
6. Melatih klien memasukan latihan mengendalikan dengan membuat daftar aspek
positif diri dan latihan afirmasi positif ke dalam jadwal kegiatan harian klien.

Fase Terminasi
1. Evaluasi perasaan (subyektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (obyektif)
3. Rencana latihan klien pasien
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek
positif diri sendiri 2x/hari
- Latihan afirmasi/berpikir aspek positif yang dimiliki 2x /hari

21
4. Rencana tindakan keperawatan lanjut
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat
daftar aspek positif keluarga dan lingkungan,
- Latihan afirmasi/berpikir aspek positif keluarga dan lingkungan

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


RESIKO BUNUH DIRI
(Pertemuam II)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan/ masalah yang dirasakan
3. Kontrak waktudan tempat tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala resiko bunuh diri
5. Validasi kemampuan klien berpikir positif tentang diri sendiri, beri pujian
6. Topik/ tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Menjelaskan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek
positif keluarga dan lingkungan
2. Melatih cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek positif
keluarga dan lingkungan,
3. Melatih afirmasi/berpikir aspek positif keluarga dan lingkungan
4. Melatih klien memasukan latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri:
membuat daftar aspek positif keluarga dan lingkungan, dan melatih afirmasi/ berpikir
aspek positif keluarga dan lingkungan ke dalam jadwal kegiatan harian klien.

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subyektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (obyektif)
3. Rencana latihan klien pasien
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek positif
diri sendiri 2x/hari
- Latihan afirmasi/berpikir aspek positif yang dimiliki 2x /hari
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar aspek positif
keluarga dan lingkungan, 2x /hari

22
- Latih afirmasi/berpikir aspek positif keluarga dan lingkungan 2 x /hari
4. Rencana tindakan keperawatan lanjut
- Latih cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara bertahap (setahap demi
setahap)
- Latih klien memasukan latihan cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara
bertahap (setahap demi setahap)

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN


RESIKO BUNUH DIRI
(Pertemuam III)

FASE ORIENTASI
1. Salam
2. Evaluasi perasaan dan masalah yang diraakan
3. Kontrak waktu dan tempat
4. Evaluasi tanda dan gejala resiko bunuh diri
5. Validasi kemampuan klien valuasi kegiatan berpikir positif tentang diri, keluarga dan
lingkungan. Beri pujian
6. Topik/tindakan yang akan dilakukan
7. Tujuan pertemuan

FASE KERJA
1. Bersama klien mendiskusikan harapan dan masa depan
2. Bersama klien mendiskusikan cara mencapai harapan dan masa depan
3. Menjelaskan cara mencapai harapan dan masa depan secara bertahap (setahap demi
setahap)
4. Melatih cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara bertahap (setahap demi
setahap)
5. Melatih klien memasukan latihan cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara
bertahap (setahap demi setahap)

FASE TERMINASI
1. Evaluasi perasaan (subyektif)
2. Evaluasi kemampuan klien (obyektif)
3. Rencana latihan klien pasien
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar
aspek positif diri sendiri 2x/hari
- Latihan afirmasi/berpikir aspek positif yang dimiliki 2x /hari
- Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar
aspek positif keluarga dan lingkungan, 2x /hari
- Latih afirmasi/berpikir aspek positif keluarga dan lingkungan 2 x /hari
- Latih cara-cara mencapai harapan dan masa depan secara bertahap
23
(setahap demi setahap)
4. Rencana tindakan keperawatan lanjut

24