Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ALDA GAFITA SARI

NIM : 4301417092

QL JUMAT (KAMIS)

KEAJAIBAN MEMORI SMA KELAS XI

Struktur ingatan dapat dibedakan menjadi tiga sistem, yaitu: (a) sistem ingatan sensorik
(sensory memory), (b) sistem ingatan jangka pendek atau short term memory (STM), dan (c) sistem
ingatan jangka panjang atau long term memory (LTM). Sistem ingatan tersebut dikenal sebagai model
paradigma Atkinson dan Shiffrin yang telah disempurnakan oleh Tulving dan Madigan.
Dalam ingatan jangka pendek Informasi yang disimpan pada short term memory, hanya
dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Informasi yang individu dapatkan
melalui indera banyak sekali, tetapi tidak semua informasi tersebut akan masuk kedalam memori,
bahkan orang cenderung cepat lupa terhadap informasi- informasi yang baru diterimanya. Seperti
yang telah dipaparkan di atas, penyebab kegagalan mengingat pada short term memory
diantaranya displacement, interference, decay (Bhinnety,2015).
a. Displacement, yaitu kegagalan mengingat yang disebabkan karena informasi yang lama
digantikan dengan informasi yang baru saja diterima.
Dari saya sendiri terkadang gagal mengingat materi sebelumnya karena terlalu fokus pada
materi yang baru datang sehingga perlu untuk mereview materi sendiri sebelumnya guna
untuk mengingat materi sebelumnya.
b. Interference, yaitu proses lupa yang terjadi karena informasi yang satu mengganggu proses
mengingat informasi yang lain. Bisa terjadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu
proses mengingat informasi yang lama, tetapi bisa juga terjadi sebaliknya. Bila informasi yang
baru diterima menyebabkan sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori maka
terjadilah interferensi retroaktif. Jika informasi yang disimpan dalam memori mengganggu proses
mengingat informasi baru ini disebut interferensi proaktif, misalnya ketika individu mengalami
kesulitan dalam mempelajari bahasa baru.
Interference bagi saya sendiri kadang juga terjadi dikarenakan masih terngiang ngiang
oleh materi sebelumnya sehingga dalam menerima materi berikutnya suka bercampur
dengan materi sebelumnya.
c. Decay, teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu
ketika tidak pernah diulang kembali. Setiap informasi yang disimpan akan meninggalkan jejak
(memory trace), jejak-jejak ini akan rusak atau bahkan menghilang jika tidak pernah dipakai lagi.
Seperti hal nya ingatan akan mata pelajaran lain, karena sekarang saya menempuh pendidikan
kimia otomatis hal yang telah saya pelajari saat SMA contohnya pelajaran fisika tentunya
hanya sekilas sekilas saja yang tertinggal tidak semuanya.
Menurut Bloom (dalam Suhadianto, 2016) individu akan dapat memperoleh memori yang baik jika
dapat menggunakan proses memori yang baik. Proses memori yang dimaksudkan adalah tahap
penyandian informasi, tahap penyimpanan informasi dan tahap pemanggilan kembali informasi yang
telah dipelajari sebelumnya (Atkinson, 1987). Douglas (1996) mengatakan, informasi yang tersimpan
dalam memori dapat terserap menjadi memori jangka panjang tergantung pada seberapa besarnya
anak menaruh perhatian. Lebih lanjut menurut Jansen dan Markowitz (1999) dalam prosesnya memori
akan dipengaruhi oleh tingkat perhatian, minat, konsentrasi, emosi dan kelelahan. Informasi yang
memiliki muatan emosi cenderung lebih mudah diproses dalam memori, dibanding informasi yang
tidak memiliki muatan emosi.
Sternberg menyatakan memori jangka panjang merupakan sistem penyimpanan
informasi jangka panjang dengan kapasitas yang sangat besar dan dapat diungkap sewaktu-waktu.
(Suparmi,2010)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Memori Jangka Panjang
a. Stimulus itu sendiri
Hunt & Ellis menyatakan informasi yang dianggap penting atau menarik akan lebih
diperhatikan dan diingat oleh individu dibandingkan informasi yang dianggap kurang penting
atau tidak menarik. (Sujarwo et al,2017)
Menurut saya pribadi, penyampaian dari guru sendiri yang menyenangkan tentang kimia
tentunya akan memancing stimulus saya dan menuju pemikiran saya untuk menyukainya
dan tentunya hal tersebut akan membuat saya terus mengingat penyampaian tersebut.
b. Proses masuknya informasi ke memori jangka panjang:
1. Pengulangan (rehearsal) pemberian bahan materi Individu dapat menganalisis
informasi berdasarkan tingkatan pemrosesan yang berbeda, yaitu: 1) shallow processing,
artinya individu menganalisis stimulus secara fisik melalui sensori, 2) depth processing,
artinya individu mampu menganalisis informasi secara mendalam sehingga diperoleh makna
(meaning) suatu kata
atau kalimat. Informasi yang diproses secara mendalam ini akan tersimpan di dalam memori
jangka panjang.
Menurut saya sendiri dengan metode pengulangan pada pelajaran kimia tentunya akan
dapat membuat saya tetap mengikat materi pda pelajaran kimia tersebut dengan hal
tersebut tentunya saya tidak lupa akan materi tersebut
2. Metode Mnemonic
Metode mnemonic adalah strategi mengingat berdasarkan ide bahwa memori yang berupa
bacaan bisa ditingkatkan dengan cara mengorganisasikan bacaan tersebut secara sistematis dalam
beberapa jaringan yang bermakna
Menurut saya,dengan banyak membaca buku buku kimia pada saat SMA saya sendiri
membuktikan bahwa saya bisa berada jauh didepan teman teman kelas saya. Ya memang
benar membaca adalah jembatan ilmu yang tentunya dapat memberikan wacana dan
wawasan yang mumpuni bagi pembacanya.
3. Frekuensi Pemberian Tes
Menurut Roediger & Karpicke (2006a; 2006b), frekuensi pemberian tes secara berulang akan
mampu meningkatkan memori jangka panjang terhadap materi yang diberikan, jika dibandingkan
membaca ulang materi. Gejala meningkatnya memori jangka panjang akibat frekuensi pemberian
tes yang disebut testing effect. (Jayani,2011)
Guru saya semasa SMA sering memberikan soal soal yang harus
dipecahkan hal tersebut tentu dapat memicu daya ingat saya pada
materi yang telah disampaikan oleh guru saya. Terlebih lagi saat saya
mengikuti seleksi OSN di sekolah saya dimana setiap pertemuan selalu
diberikan soal soal yang terbilang banyak dan cukup fantastis yang
harus dikerjakan hal tersebut tentunya berdampak baik bagi daya
ingat saya tentang materi materi kimia tersebut contohnya stoikiometri
kelas OSN.
DAFTAR PUSTAKA

Bhinnety,M.2015.Struktur dan Proses Memori. Buletin Psikologi. Vol. 16,No.2, 74-88.

Jayani, S. 2011.Pengaruh Frekuensi Pemberian Tes terhadap Memori Jangka Panjang Bacaan
pada Siswa SMA. Jurnal Psikologi. Vol. 6,No.2, 430-441.

Suhadianto. 2016.Pengaruh Musik Mozart terhadap Memori pada Pelajaran Menghafal di SMP
Tamiriyah Surabaya. Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 5,No.2, 126-136.

Sujarwo, S; Oktaviana, R. 2017. Pengaruh Warna terhadap Short Termasuk Memory pada Siswa
Kelas VIII SMPN 37 Palembang. Jurnal Psikologi Islami. Vol. 3,No.1, 33-42.

Suparmi. 2010. Studi Metal Analisa: Strategi Rehearsal dan Memori Jangka Pendek. Jurnal
Psikologi. Vol. 5,No.2, 289-310.