Anda di halaman 1dari 49

MODUL

SISTEM INFORMASI PERENCANAAN


ANALISIS SPASIAL

Di susun oleh :

OKTAVIANI MADUT 1824008

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2020
2

LAPORAN

BAB I

ANALISIS ARGIS

1.1 Pengertian Argis


Proses analisis dengan ArcGIS adalah proses menggabungkan informasi
dari beberapa layer data yang berbeda dengan menggunakan operasi spatial
tertentu dimana kita memulai dari ide yang kita kembangkan dan
diaplikasikan dalam berbagai hal. Proses analisis untuk menjawab pertanyaan
yang terkait dengan ruang disebut juga analisis spatial. Analisis spatial ini
dilakukan dengan menggunakan analisis data vector, analisis data citra satelit
dan analisis data tabular yang ada.

Dalam melakukan analisis dilakukan beberapa langkah:

1. Menentukan permasalahan/pertanyaan kunci


2. Mengumpulkan dan Menyiapkan data
3. Menentukan metode dan alat analisis
4. Melakukan proses analisis
5. Memeriksan dan memperbaiki hasil-hasil analisis tersebut.

Analisis dilakukan dengan tahapan tersebut dengan diawal oleh menentukan


permasalahan atau pertanyaan kunci sebagai leading dalam melakukan analisis.

Dalam proses selanjutnya dilakukan pengumpulan dan pengecekan data,


dimana data-data yang dibutuhkan dalam analisis GIS dikumpulkan dan kemudian
dilakukan pengecekan dalam beberapa aspek seperti format data, skala, sumber,
tinkat kedetailan (skala), dll. Sesudah proses ini dilakukan proses penyiapan data
berupa penyamaan format, system koordinat, dan kemudian melengkapi data-data
yang diperlukan dari berbagai sumber data atau membangun data yang ada
sendiri.

Penentuan metode analisis dilakukan sesidah semua data yang dibutuhkan


untuk analisis sudah tersedia. Analisis yang dilakukan terdiri atas berbagai jenis
analisis, dengan menggunakan metode analisis yang sesuai dalam menjawab
semua pertanyaan tersebut.
3

Selanjutnya adalah proses analisis, proses ini dilakukan dengan


menggunakan data dan metode yang telah diisi. Proses analisis dapat dilakukan
menggunakan metode yang telah ditetapkan dalam menjawab pertanyaan. Proses
analisis bisa sederhana atau kompleks, misalnya pertanyaan tutupan lahan yang
ada? Dijawab dengan mengunakan analisis citra satelit kemudian dioleh dengan
software remote sensing dan menghasilkan tutupan lahan yang ada. Berbeda
dengan pertanyaan bagaimana penggunaan lahan? Ini membutuhkan analisis yang
kompleks karena penggunaan lahan membutuhkan proses verifikasi di lapangan
dengan menggunakan survey dan pengolahan data yang kompleks.

Hasil analisis harus kemudian diperiksa kembali misalnya hasil akhir zonasi
yang dikeluakan kemudian di cross check kembali secara baik. Hasil analisis yang
menggabungkan banyak data, ada kemungkinan kesalahan seperti kesalahan
koordinat atau kesalahan menentukan parameter. Pengecekan dilakukan dengan
merunut baik data serta metode yang digunakan.

1.2 Langkah Langkah Analisis dalam Argis


Analisis yang akan dibahas dalam modul ini adalah analisis dengan
menggunakan ArcGIS. Analisis yang dilakukan terbatas pada analysis tools dalam
arctoolbox, yang terdiri atas:

1. Extract
2. Overlay
3. Proximity
4. Statistic

Dalam ArcGIS fungsi ini analisis ini terbagi lagi dalam banyak fungsi
misalnya untuk extract kemudian dibagi lagi atas clip, select, split dan table
select. Demikian juga degan overlay, proximitt dan statistics terdiri atas
beberapa pilihan analisis.

Tampilan Analysis Tools

Akan muncul pilihan Extract, Overlay, Proximity, Statistic yang kemudian


bisa di klik lagi untuk memunculkan fungsi-fungsi clip, erase, buffer atau
frequency dari masing-masing pengelompokan analisis tersebut.
4

Di bawah ini adalah tampilan menu Analysis Tools

A. CLIP
Clip adalah proses memotong satu dataset dengan dataset lain untuk mendapatkan
dataset baru dengan bidang luasan sama dengan dataset pemotongnya. Analisis

ini dilakukan misalnya untuk mendapatkan data jalan di Kab Berau dengan
mengambil data

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian tentang penggunaan lahan di kota Malang maka dari itu ia
perlu untuk mempunyai SHP Lnaduse kota Malang tapi karena kurang data maka
ia pun menggunakan SHP Landuse Jawa timur untuk mengetahui penggunaan
lahan kota Malang untuk itu ia pun memotong SHP Jawa timur untuk SHP kota
Malang dengan menggunakan Clip
5

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Masukan SHP kota Malang dan SHP Landuse

Langkah 2: buka arc toolbox kemudian pilih extrat lalu pilih clip
6

Langkah 3: akan muncul menu sperti ini, pada menu input feature masukan
SHP landuse kemudian pada clip features masukan SHP kota Malang dan pada
output features masukan nama file yang akan di simpan hasil clipnya

Langkah 4: ini adalah hasil dari proses Clip


7

Langkah 5: kemudian hapuslah SHP Landuse

Langkah 6: Kemudian klik kana pada hasil Clip dan akan muncul menu
seperti ini kemudian klik propertis
8

Langkah 7: seteleah klik menu propertis akan muncul menu seperti ini
kemudian klik simbology lalu pilih categoris terus pilihlah warna untuk
penggunaan lahan dan pilih add all values terus klik Ok

Langkah 8: maka jadilah proses Clip untuk penggunaan laahan kota Malang
9

B. SELECT
Fungsi ini adalah fungsi Query Database (SQL), Merupakan proses
pemilihan suatu feature dengan mengunakan SQL berupa expression yang
ditentukan.

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian di kota Malang tapi ia lebih focus di 2 kecamtan di Kota
Malang untuk itu ia perlu select ke dua kecamatan ini dari SHP kota Malang

Langkah Langkahnya adalah:

Langkah 1. Langkah pertama adalah memasukan SHP admin kecmatan


kota malang kemudian kita klik kanan pada SHP admin kecamtan setelah
itu klik menu open atribut table

Langkah 2: pada menu artibut tabel pilih kecamatan yang akan di selectdan
saya memimilih 2 kecamatan
10

Langkah 3: setelah itu kita buka menu arc toolbox terus kita buka analysis
tools lalu pilih select
11

Langkah 4. Inilah hasil dari analysis select

Langkah 5. Kemudian kita remove admin kecamtan dan yang hanya akan tampil
adalah kecamtan yang telah kita select tadi.

C. SPLIT
Fungsi ini adalah untuk memecah input feature (layer) ke dalam beberapa
kelas output (beberapa layer) dengan menggunakan poligon. Beberapa hal yang
perlu untuk diperhatikan:
12

1. Data yang menjadi clip feature-nya (split) harus mempunyai kolom pada
tabel atribut atau sifat yang memiliki type record dalam bentuk karakter
2. output tersimpan didalam folder, dan hasilnya adalah terpisah untuk tiap
feature split

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian tentang penggunaan lahan di kota Malang maka dari itu ia
perlu untuk mempunyai SHP Lanaduse kota dari SHP ia menfokuskan untuk
penelitiannya terhadap karakter landuse kota maka dari itu ia perlu pembagian
Zona dengan menggunakkan Split

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1. Masukan SHP landuse kota Malang


13

Langkah 2. Membuka arc toolbox kemudian pilih data management tools


kemudian pilih features class lalu pilih create fishnet

langkah 3: setelah klik create fishnet kemudian muncul menu sperti di


bawah ini kemudian isilah di output features class dan di templatw extent
masukan same as layer SHP landuse kota malang
14

Langkah 4: masih lanjutan di menu create fishnet masukan di cell size width
dan cell size height masing 1000 kemudian centangkan di create label
points dan yang terakhir di geometry type masukan Poligon setelah itu klok
Ok

Langkah 5. Inilah hasil dari gridnya , gridnya ada yaitu grid table dan grid
terus kita remove yang grid table dan tetap aktifkan gridnya kemudian ubah warna
grid
15

Langkah 6. Setelah di ubah warna gridnya jadi yang transparan maka


landuse kota malangnya terlihat, setelah kita mengetahui zona mana yang
akan kita split maka nonaktifkan landuse kota malangnya

Langkah 7: kemudian gunakan select features dengan menggunakan select


features rectangle dan buatlah 4 zona menggunakan rectangle kemudian di
grid klik kanan kemudian pilih data dan export data dengan nama filie split
16

Langkah 8: untuk memudahkan kita kita nonaktifkan saja grid tadi sehingga
hanya ada split kemudian di split klik kanan dan buak open atribut table
maka muncullah menu atribut table

Langkah 9. Di bagian pojok kiri atas table options pilih add field
17

Langkah 10. Maka akan muncul menu seperti ini di Name kita kketik Zona
dan di Type kita masukan text lalu klik Ok

Langkah 11: kemudian kita aktifkan kembali landuse kota Malang untuk
melihat zona yang kita masukan kemudian masukan di atribut tablenya dari
kiri atas sampe kanan bawah yaitu 1, 2 ,3 dan 4.
18

Langkah 12: Kemudian klik arc toolbox dan klik extract dan pilih split dan
akan muncul menu split di input features masukan landuse kota malang dan
di split features masukan split tadi dan pilih tempat penyimpanananya
setelah tersimpan kita buka file yang kita simpan file zona split dan kita add
ke lagi .

Langkah 13. Kita masukan SHP zona splitnya


19

Langkah 14. Maka akan muncul zona splitnya kemudian kita nonaktifkan
landuse kota Malang maka di bawah inilah tampilan splitnya

D. TABLE SELECT
Memilih catatan tabel yang cocok dengan ekspresi Structured Query Language
(SQL) dan menulisnya ke tabel output.

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian untuk membantu penelitiannya maka ia perlu tabel batas
kecamtan kota Malang sedangkan iaa hanya mempunyai SHP kota Malang maka
dari itu ia perlu mengubah data SHPnya ke tabel excel dengan menggunakan
analylisis table select

Langkah Langkahnya adalah:


20

Langkah 1: Masukan SHP batas admin kecamatan kota Malang di arcmap

Langkah 2: kemudian klilk arc toolbox kemudian klik extract dan pilih table
select.
21

Langkah 3: setelah itu muncul menu table select dan masukan di input
features batas Admin kecamtan Malang dan pilihlah file peyimpanannya

Langkah 4: dan akan muncul batas admin kecamtan table select dan table
selecetnya sudah berhasil
22

Langkah 5: kemudian export data dengan klik kanan admin kecamtan table
select dan klik data dan mulai untuk export data

Langkah 6: kemudian simpanlah hasil export data


23

Langkah 7: untuk export data ke excell maka klik arc toolbox kemudian klik
conversion tools dan klik excel pilih export to excell

Langkah 8: maka akan muncul menu seperti dan input filenya dan pilih
penyimpanannya
24

langkah 9: kemudia kita buka export tadi, dan filenya sekarang jadi excell

E. SELECT BY LOCATION
Select by location digunakan apabila kita ingin memilih salah satu atau
sekumpulan data yang memilki suatu informasi tertentu. Selection Tools
memudahkan untuk memilih future (artibute) berupa point.line dan polygon dari
database atau table suatu layer dengan menggunakan Query adalah kemampuan
untul diolah lebih lanjut yang biasanya diambil dari tabel tabel dalam database

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian di Kelurahan Dinoyo tentang penggunaan lahan Untuk
bangunan di Kelurahan ini, namun ia hanya memiliki data penggunaan lahan
Bangunan Kota Malang saja, karena ia hanya ingin penggunaan lahan bangunan
kelurahan dinoyo saja dengan jumlah luas serta jumlah bangunan yang ada maka
ia pun menggunakan analysis select by location.

Langkah langkahnya adalah:


25

Langkah 1: Masukan SHP desa di Kota Malang kemudian select Kelurahan


dinoyo

Langkah 2: kemudian klik kanan pada SHP desanya kemudia export datanya dan
pilih penyimpanananya.
26

Langkah 3: kemudian masukan SHP bangunan setelah kelurahan Dinoyonya


muncul di arcmap

Langkah 4: kemudian pada selection klik selection by Location dan akan muncul
menu seperti ini kemudian centanglah pada bangunan dan di source layer pilihlah
keluran dinoyo
27

Langkah 5: setelah itu klik di kanan Bangunan pilih export data

Langkah 6: pilihlah penyimpanan untuk export datanya


28

Langkah 7: setelah itu maka muncul SHP baru select by location terus klik kanan
terus klik open atribut table

Langkah 8: maka muncul menu atribut table lalu di table option di pojok kiri atas
kemudian pilih add field
29

Langkah 10: kemudian muncul menu ini, isilah di Name dengan Luas kemudian
di type pilih double lalu klik ok

Langkah 11: kemudian klik 2 kali di luar maka akan muncul menu seperti di
bawah ini kemudian pilih calculate geometry
30

Langkah 12: maka akan muncul menu spserti di bawah ini dan di units masukan
pilih atau masukan Meters

Langkah 13: kemudian akan muncul tabel dengan jumlah luas dan jumlah jumlah
bangunan yang ada di kelurahan Dinoyo.

F. INTERSECT
Teknik yang di gunakan untuk overlay peta yakni Intersect ,Overlay
merupakan tumpang susun peta dengan skala yang sama dengan tujuan untuk
menghasilkan informasi baru, spatial analysis merupakan suatu teknis analisa
untuk menentukan jarak terdekat, three dimention untuk menampakkan gambar
tiga dimensi suatu daerah, yaitu dengan kenampangan panjang, lebar, dan tinggi.
31

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian tentang penggunaan lahan di kota Malang maka dari itu ia
perlu untuk mempunyai SHP Lnaduse kota Malang tapi karena kurang data maka
ia pun menggunakan SHP Landuse Jawa timur untuk mengetahui penggunaan
lahan kota Malang untuk itu ia pun memotong SHP Jawa timur untuk SHP kota
Malang dengan menggunakan Clip

Langkah langkahnya Adalah:

Langkah 1: Masukan SHP kota Malang di arcmap


32

Langkah 2: kemudian masukan SHP landuse kota Malang di arc map maka akan
seperti di bawah ini.

Langkah 3: kemudia kliklah arc tollbox kemudian klik overlay dan pilihlah
intersect

Langkah 4: kemudian masukan di input features kota mlang dan landusenya


kemudian klik ok
33

Langkah 5: maka akan muncul hasil dari intersectnya

G. IDENTITY
Identity membuat sebuah thema baru dari overlay dua buah thema dimana
salah satunya adalah poligon. Hasil dari overlay adalah seluruh bagian thema
input, dan hanya poligon yang bertampalan saja dari poligon overlay.
34

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian temtang kemiringan lereng di kota Malang untuk itu perlu
perlu SHP kemiringan lereng tapi yang di adapt Cuma Polygon maka dari itu ia
perlu melakukan overlay polygon kelerangan dan shp kota Malang dengan
menggunakan Identity.

Langkah langkahnya adalahLangkah 1: masukan SHP kelerengan kota


Malang di Arcmap
35

Langkah 2: kemudian klik arc toolbox kemudian klik overlay dan pilihlah identity

Langkah 3: di menu identity input SHP kelerangan


36

Langkah 4. dan di identity features masukan SHP kota Malang

Langkah 5: maka inilah hasil dari analysis indentity

Langkah 6: pada SHP hasil indentity klik kanan dan klik open atributs table maka
akan muncul hasil dari analysis Indentity
37

H. SYMMETRICAL DIFERENCE
Fungsi dari perintah ini adalah untuk membuang lokasi yang tercakup oleh
dua buah layer. Perintah ini adalah kebalikan dari fungsi Intersect.

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang akan
melakukan penelitian kemudian mendapat tugas untuk membuat lokasi yang
tercakup 2 layer untuk menggabungkan dari 2 layer tersebut maka perlu
melakukan analysis yaitu analisis Symmetrical Diffrence

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Masukan SHP admin kecamtan kota Malang


38

Laangkah 2: Masukan SHP kelurahan Dinoyo


39

Langkah 3: klik Arc toolbox kemudian klik overlay lalu pilih symmetrical
diference

Langkah 4: maka akan di tampilkan hasil symmetrical diference


40

I. UPTADE
Update adalah tool untuk membuat shp baru yang awalnya tumpang tindih
menjadi 1 shp tetapi batasnya sesuai dengan shp awal

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang akan
melakukan penelitian iaa ingin membuat peta penggunaan lahan di kota malang,
dan setelah dia melakukan survey, ternyata ada lahan persawahan baru yang
setengahnya masuk ke admin kota malang dan setengahnya lagi masuk ke admin
kabupaten malang. Maka untuk membuat shp persawahan baru tersebut masuk ke
kota malang sesuai dengan batas admin,

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:


41

Langkah 1: masukan SHP admin kecamtan kota Malang di arcmap

Lnagkah 2: kemudian masukan SHP Agrisawah kota Malang


42

Langkah 3: klik arc toolbox kemudian klik overlay kemudian pilih update

Langkah 4: Maka muncull hasil update


43

J. ERASE
Erase adalah proses menghapus sebagian dari layer dengan menggunakan
layer lain sebagai pembatas wilayah yang dihapus. Proses analisis ini misalnya
dilakukan untuk mengurangi luas kawasan tertentu dengan dengan menghapus
bagian tertentu

STUDI KASUS: Dalam melakukan Tugasnya sebagai seorang planner,


Genes ingin membuat Kota Malang tanpa adanya daerah persawahan untuk itu dia
menggunakan analisis erase untuk menghapus polygon daerah persawahan untuk
itu ia perlu menganalisisnya dalam aplikasi Argis.

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1:

Membuka aplikasi argis kemudian memasukan batas administrasi kota


Malang dan Penggunaan lahan Kota Malang
44

Langkah 2:

Klik menu ArcToolbox, Analysis Tools, Overlay, (double klik pada Erase)

Akan muncul menu seperti di bawah ini


45

Langkah 3:

Kemudian masukan di Input features admin kota Malang, kemudian


masukan di Erase Features yang akan di Hapus yaitu AGRISAWAH_AR_25 K
kemudian klik OK

Setelah itu maka muncul hasil dari Erase, Dimana yang di masukan di erase
features polygon AGRISAWAH_AR_25 K sudah tidak ada lagi
46

K. UNION
Menghitung penyatuan geometris dari fitur input. Semua fitur dan
atributnya akan ditulis ke kelas fitur output.

STUDI KASUS: Genes adalah salah satu mahasiswa ITN yang sedang
melakukan penelitian di Kota Malang, ia ingi meyatukan SHP kota Malang
dengan Shp Kelurahan yang ada di kota Malang kemudian dia mengambil sampel
Kelurahan Dinoyo untuk menghitung penyatuan geometrisnya maka ia pun
mengunakan analysis Union

Langkah Langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Masukan SHP Kota Malang di arcmap


47

Langkah 2: Masukan SHP kelurahan Dinoyo di Arcmap

Langkah 3: Klik geoprocessing lalu klik union


48

Langkah 4: lau akan muncul menu di bawah ini kemudian input features
masukan SHP kota Malang dan SHP Dinoyo

Langkah 5: maka proses analysis unionnya telah jadi


49