Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KELOMPOK

MK: STATISTIKA PENDIDIKAN


PRODI: DIKMAT-A / I

Skor Nilai:

STATISTIKA TERAPAN:
ANALISIS VARIANS KLASIFIKASI TIGA ARAH

Disusun Oleh:

Khairun Nisa Pulungan 8196171002


Nanda Tia Losi 8196171010
Yosephin Elisabeth Panggabean 8196171013
Dosen Pengampu:
Dr. Nerli Khairani, M.Si.
Matakuliah:
Statistika Pendidika Matematika

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
Bulan November 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah
tentang “Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah” sebagai pemenuhan tugas mata kuliah
Statistika Terapan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang telah membantu
hingga makalah ini dapat terselesaikan, terkhusus kepada ibu dosen pengampu atas
bimbingannya kepada penulis dalam merampungkan makalah ini. Terima kasih juga atas
masukan dari berbagai pihak termasuk teman-teman yang telah memberi berbagai gagasan
kontributifnya kepada penulis.
Sebagai sebuah karya manusia, tentunya makalah ini masih jauh dari unsur
kesempurnaan, untuk itu penulis memohon kontribusi pemikiran baik berupa saran dan
kritikan demi perbaikan makalah ini kedepannya hingga dapat lebih bermanfaat untuk kita
semua.

Medan, 25 November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah.............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C. Tujuan.......................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
1. Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah....................................................... 3
2. Langkah-Langkah Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah.........................
3. Contoh Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah dan Interpretasinya...........
4. Contoh Penelitian (Kasus)...........................................................................

BAB III PENUTUP.................................................................................................


A. Kesimpulan..................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Beberapa percobaan ada yang menggunakan analisis varians klasifikasi tiga arah.
Percobaan-percobaan tersebut melibatkan tiga factor sekaligus. Setiap factor memuat lebih
dari satu kategori. Apabila pada suatu percobaan memuat tiga factor sekaligus, factor
pertama memuat 2 kategori, factor kedua memuat 3 kategori dan factor ketiga memuat 4
kategori, maka diktakan percobaan tersebut memiliki ukuran percobaan 2 x 3 x 4 faktorial.
Data dalam percobaan 2 x 3 x 4 faktorial dapat digambarkan secara geometris membentuk
suatu bangun ruang balok berukuran 2 x 3 x 4 dengan dua baris, 3 kolom dan 4 lapisan.
Pada percobaan dengan klasifikasi tiga arah dan n data dalam tiap sel, jumlah kuadrat total
dipartisi kedalam delapan jumlah kuadrat yang independen. Kedelapan jumlah kuadrat
tersebut adalah jumlah kuadrat antar baris, jumlah kuadrat antar kolom, jumlah kuadrat
antar lapisan (ketiganya disebut jumlah kuadrat pengaruh utama, jumlah kuadrat antar baris
dan kolom, jumlah kuadrat antar baris dan lapisan, jumlah kuadrat antar kolom dan lapisan,
jumlah kuadrat antar baris, kolom dan lapisan (keempatnya disebut jumlah kuadrat
interaksi), dan jumlah kuadrat dalam sel. Setiap jumlah kuadrat berpadanan dengan jumlah
derajat bebasnya.
Sebagaimana pada analisis varians klasifikasi satu arah dan dua arah, penurunan
formula yang terdapat dalam table analisis varians diperoleh dari identitas matematika
yang dirancang sebelumnya yang mengarah kepada partisi jumlah kuadrat total menjadi
jumlah kuadrat antar baris, jumlah kuadrat antar kolom, dan seterusnya.

B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Analisis Varians Tiga Arah?
2. Apa langkah-langkah pengujian hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians
Tiga arah?
3. Bagaimana pengujian hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians Tiga Arah
dalam contoh dan interpretasinya?
4. Bagaimana penerapan uji hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians Tiga
Arah dalam sebuah penelitian?

C. Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dari penullisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memahami pengujian hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians Tiga
Arah.
2. Untuk megetahui langkah-langkah pengujian hipotesis dengan menggunakan
Analisis Varians Tiga arah.
3. Untuk mengetahui pengujian hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians Tiga
Arah dalam contoh dan interpretasinya.
4. Untuk mengetahui penerapan uji hipotesis dengan menggunakan Analisis Varians
Tiga Arah dalam sebuah penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah / Analisis Varians Tiga Arah


Analisis varians tiga arah atau disingkat ANOVA tiga arah dapat digunakan untuk
menguji hipotesis yang menyatakan perbedaan rata-rata variable kriterium di antara
kelompok-kelompok sampel yang dibentuk berdasarkan 3 (tiga) factor atau klasIfikasi baik
dalam factorial design maupun treatment by level design. Semua prinsip pada ANOVA
dua arah juga berlaku pada ANOVA tiga arah.
Essensi dari ANOVA tiga arah adalah adanya lebih dari satu interaksi. Dengan
ANOVA tiga arah, di samping ada tiga efek utama (main effect) A, B, dan C juga terdapat
dua macam interaksi. Pertama, interaksi antar pasangan efek utama atau interaksi tahap
pertama, yaitu AxB, AxC, dan BxC. Kedua, pengaruh bersama atau interaksi tahap kedua,
yaitu interaksi ABxC, ACxB, BCxA, dan AxBxC.
Dengan ANOVA tiga arah akan diperoleh informasi tentang:
1. Perbedaan rata-rata antara kelompok-kelompok sampel yang disebabkan oleh
masing-masing perlakuan dari ketiga perlakuan yang diamati.
2. Ada tidaknya pengaruh interaksi antara dua perlakuan atau pengelompokan dari C 23
perlakuan-perlakuan yang diselidiki.
Jika ketiga kelompok/perlakuan A, B, dan C yang diamati akan dilihat pengaruh
terhadap variable terikat, maka secara umum rancangan yang dianalisis dengan ANOVA
tiga arah adalah:
A
B C Σ
A1 A1 ... An
C1
C2
.
B1
.

Cn
C1
C2
.

Bn Cn
Σ

B. Langkah-Langkah Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah


Pengujian hipotesis dengan menggunakan ANOVA tiga jalan, dapat dilakukan
dengan pertama-tama menghitung Jumlah Kuadrat (JK) untuk beberapa sumber varians,
yaitu total, Antar A, Antar B, Antar C, interaksi AB, interaksi AC, interaksi BC, interaksi
ABC, dan dalam. Sumber-sumber variansi tersebut JK-nya berturut JK-nya berturut-turut
disimbol JKA, JKB JKC JKAB JKAC JKBC JKABC JKD dan JKT = JKA + JKB + JKC + JKAB + JKAC +
JKBC + JKABC. Adapun langkah-langkah dengan ANOVA tiga jalan adalah sebagai berikut.
1. Menentukan Jumlah Kuadrat (JK) beberapa sumber varians
Rumus-rumus untuk menghitung JK adalah sebagai berikut:
2
2 (∑ Y T )
JK T =∑ Y − T
nt
2 2
a
(∑ Y A ) (∑ Y T )
JK A =∑ −
i=1 na nt
2 2
b
(∑ Y B ) (∑ Y T )
JK B =∑ −
j=1 nb nt
2 2
a
(∑ Y C ) (∑ Y T )
JK C =∑ −
i=1 nc nt
2 2
ab
( ∑ Y AB ) ( ∑ Y T )
JK AB= ∑ − −JK A −JK B
i=1 , j=1 nab nt
2 2
ac
( ∑ Y AC ) (∑ Y T )
JK AC = ∑ − −JK A −JK C
i=1 , j=1 nac nt
2 2
bc
( ∑ Y BC ) (∑ Y T )
JK BC = ∑ − −JK B −JK C
j=1 ,k=1 n bc nt
2 2
abc
( ∑ Y ABC ) (∑ Y T )
JK ABC = ∑ − −JK A −JK B−JK C −JK AB −J K AC −JK BC
i=1 , j=1 , k=1 nabc nt
2

JK D =
abc


i=1 , j=1, k=1
{
∑Y 2
ABC −
( ∑ Y ABC )
nabc }
= ∑
abc

i=1 , j=1 ,k=1


y 2ijk

2. Menentukan derajat bebas (db) dan Rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK)


Setiap sumber varians memiliki derajat bebas (db), ditentukan sebagai berikut.
db(T) = nt – 1; db(A) = na – 1; db(B) = nb – 1; db(C) = nc – 1;
db(AB) = (na – 1) (nb – 1), db(AC) = (na – 1) (nc – 1), db(BC) = (nb – 1) (nc – 1);
db(AB) = (na – 1) (nb – 1) (nc – 1), dan db(D) = nt – (na ) (nb ) (nc ).
Selanjutnya dapat dihitung rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK) untuk masing-masing
sumber varians dengan cara membagi setiap jumlah kuadrat (JK) dengan derajat
bebas (db)-nya masing-masing. Semua hasil perhitungan dirangkum pada table
analisis varians (ANOVA) berikut.
3. Menyusun table ANOVA tiga jalan
Tabel ANOVA 3 Arah

Sumber JK db RJK Fo
Varians
Antar A JK(A) na – 1 RJK(A) Fo(A)
Antar B JK(B) nb – 1 RJK(B) Fo(B)
Antar C JK(C) nc – 1 RJK(C) Fo(C)
Int. AB JK(AB) (na – 1) (nb – 1) RJK(AB) Fo(AB)
Int. AC JK(AC) (na – 1) (nc – 1) RJK(AC) Fo(AC)
Int. BC JK(BC) (nb – 1) (nc – 1) RJK(BC) Fo(BC)
Int. ABC JK(ABC) (na – 1) (nb – 1) (nc – RJK(ABC) Fo(ABC)
1)
Dalam JK(D) nt – (na ) (nb ) (nc ) RJK(D) -
Total JK(T) nt – 1 - -

Harga Fo dihitung dengan rumus:


RJK ( A ) RJK ( B ) RJK ( C ) RJK ( AB )
Fo ( A )= ; Fo ( B )= ; Fo ( C )= ; Fo ( AB )= ;
RJK ( D ) RJK ( D ) RJK ( D ) RJK ( D )
RJK ( AC ) RJK ( BC ) RJK ( ABC )
Fo ( AC )= ; Fo ( BC )= ; Fo ( ABC ) =
RJK ( D ) RJK ( D ) RJK ( D )
Kriteria pengujiannya adalah, jika Fo > Ftabel pada taraf signifikan yang dipilih ,
dengan db yang sesuai, maka H0 diterima.
4. Teknik pengujian hipotesis
Cara pengujiannya adalah pertama-tama diuji F O ( AB ) , F O ( AC ) , dan F O (BC ) . Jika
F O ( AB ) , FO ( AC ) , dan F O (BC ) juga tidak signifikan maka selanjutnya dapat diuji

pengaruh utama (main effect), yaitu F O ( AB ) , F O ( AC ) , dan F O (BC ) .


Akan tetapi jika F O( ABC ) signifikan yang menunjukkan adanya pengaruh
interaksi antara factor atau perlakuan A,B, dan C maka yang harus diuji selanjutnya
ialah pengaruh sederhana (simple effect), yaitu melalui cara berikut:
a. Jika F O( ABC) signifikan, maka yang diuji ada 3 kemungkinan, yaitu
1) Perbedaan Antar A untuk setiap kelompok kombinasi BjCk ,
2) Perbedaan Antar B untuk setiap kelompok kombinasi AiCk ,
3) Perbedaan Antar C untuk setiap kelompok kombinasi AiBj .
b. Jika F O( AB) , F O( AC) , dan F O(BC ) tidak signifikan, tetapi F O(BC ) signifikan maka
yang diuji adalah perbedaan Antar B pada tiap kelompok Ck dan perbedaan
Antar C pada tiap kelompok Bj
c. Jika F O( AB) , F O( AC) , dan F O(BC ) tidak signifikan, tetapi F O( AC) signifikan maka
yang diuji adalah perbedaan Antar A pada tiap kelompok C k dan perbedaan
Antar C pada tiap kelompok Ai
d. Jika F O( AB) , F O( AC) , dan F O(BC ) tidak signifikan, tetapi F O( AB) signifikan maka
yang diuji adalah perbedaan Antar A pada tiap kelompok B j dan perbedaan Antar
B pada tiap kelompok Ai

C. Contoh Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah dan Interpretasinya


Contoh 1:
Suatu penelitian bertujuan mempelajari Pengaruh Metode Supervisi, Masa Kerja
dan Gender Terhadap Kinerja Karyawan. Faktor Metode Supervisi, Masa Kerja dan
Gender masing-masing terdiri dari dua kategori atau taraf. Rincian faktor atau variabel,
yaitu: Metodi Supervisi (A), yaitu Supervisi Partisipatif (A1) dan Instruktif (A2) Masa
Kerja (B), yaitu Masa Kerja > 10 Tahun (B1) dan Masa Kerja ≤ 10 Tahun (B2) Gender
(C), terdiri atas Pria (C1) dan Wanita (C2). Dengan data sebagai berikut:
A
B C JUMLAH
A1 A2
8 7
8 6
C1 7 7 72
8 7
9 5
B1
8 6
8 5
C2 7 5 65
8 6
7 5
9 7
7 6
C1 8 7 70
B2
7 7
7 5
C2 5 7 58
5 7
6 7
4 7
4 6
JUMLAH - 127 134 261

Penyelesaian:
Dengan menggunakan program SPSS versi 22.0, pengujian hipotesis dengan
menggunakan Analisis Varians Tiga Arah dalam contoh kasus diatas, diperoleh hasil
sebagai berikut:
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: Nilai

Type III Sum of


Source Squares df Mean Square F Sig.

Corrected Model 43,775a 7 6,254 11,370 ,000


Intercept 1755,625 1 1755,625 3192,045 ,000
A 5,625 1 5,625 10,227 ,003
B 2,025 1 2,025 3,682 ,064
C 9,025 1 9,025 16,409 ,000
A*B 13,225 1 13,225 24,045 ,000
A*C 4,225 1 4,225 7,682 ,009
B*C ,625 1 ,625 1,136 ,294
A*B*C 9,025 1 9,025 16,409 ,000
Error 17,600 32 ,550
Total 1817,000 40
Corrected Total 61,375 39

a. R Squared = ,713 (Adjusted R Squared = ,651)


Interpretasi:
Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh pada SPSS diatas, dapat disimpulkan
bahwa:
Pengaruh Utama (Main Effect):
1. Fo(A) = 10,227 dengan p-value = 0,003 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti metode supervisi berengaruh terhadap kinerja karyawan.
2. Fo(B) = 3,682 dengan p-value = 0,064 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti tidak terdapat pengaruh masa kerja terhadap kinerja karyawan.
3. Fo(C) = 16,409 dengan p-value 0,000 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti gender berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Interaksi (Interaction Effect):
1. Fo(AB) = 24,409 dengan p-value = 0,000 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti ada pengaruh interaksi antar faktor metode supervisi dan faktor masa kerja
terhadap kinerja karyawan. Artinya metode supervisi berpengaruh terhadap kinerja
karyawan bergantung pada masa kerja dan sebaliknya.
2. Fo(AC) = 7,682 dengan p-value = 0,009 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti ada pengaruh interaksi antar faktor metode supervisi dan faktor gender
terhadap kinerja karyawan. Artinya metode supervisi berpengaruh terhadap kinerja
karyawan bergantung pada gender dan sebaliknya.
3. Fo(BC) = 1,136 dengan p-value = 0,294 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti tidak ada pengaruh interaksi antar faktor masa kerja dan faktor gender
terhadap kinerja karyawan.
4. Fo(ABC) = 16,409 dengan p-value = 0,000 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal
ini berarti ada pengaruh interaksi antar faktor metode supervisi, faktor masa kerja
dan faktor gender terhadap kinerja karyawan. Besarnya pengaruh metode supervisi,
masa kerja, dan gender, serta interaksi antar ketiga variabel tersebut sebesar 71,3%.
Contoh 2:
Seorang guru ingin menganalisis perbedaan prestasi belajar siswa berdasarkan
metode (PBL dan CTL), kelas (regular dan ekstensi), dan jenis kelamin (laki-laki dan
perempuan). Untuk keperluan tersebut, diambil 40 sampel nilai acak. Dalam penelitian
tersebut digunakan taraf nyata sebesar 5%. Diperoleh data sebagai berikut:
Penyelesaian:
Dengan menggunakan program SPSS versi 22.0, pengujian hipotesis dengan
menggunakan Analisis Varians Tiga Arah dalam contoh kasus diatas, diperoleh hasil
sebagai berikut:
Interpretasi:
Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh pada SPSS diatas, dapat disimpulkan
bahwa:
Pengaruh Utama (Main Effect):
1. Fo(A) = 0,088 dengan p-value = 0,769 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa
ditinjau dari Metode.
2. Fo(B) = 3,518 dengan p-value = 0,070 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa
ditinjau dari kelas.
3. Fo(C) = 0,974 dengan p-value 0,331 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa
ditinjau dari jenis kelamin.
Pengaruh Interaksi (Interaction Effect):
5. Fo(AB) = 2,495 dengan p-value = 0,124 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa
ditinjau dari metode pembelajaran dan kelas.
6. Fo(AC) = 1,179 dengan p-value = 0,286 > 0,05 = α. Sehingga, H0 diterima. Hal ini
berarti Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa
ditinjau dari metode pembelajaran dan jenis kelamin.
7. Fo(BC) = 7,104 dengan p-value = 0,012 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat prestasi belajar siswa ditinjau
dari kelas dan jenis kelamin.
8. Fo(ABC) = 5,613 dengan p-value = 0,024 < 0,05 = α. Sehingga, H0 ditolak. Hal ini
berarti ada pengaruh interaksi antar faktor metode pembelajaran, faktor kelas dan
faktor jenis kelamin terhadap prestasi belajar. Besarnya pengaruh metode
pembelajaran, kelas, dan jenis kelamin, serta interaksi antar ketiga variabel tersebut
sebesar 39.6%.

D. Contoh Penelitian (Kasus)


Dalam melaksanakan suatu penelitian, peneliti diharapkan mengangkat suatu
permasalahan yang memungkinkan untuk tercapainya sebuah solusi. Pengujian hipotesis
menggunakan Analisis Varians Tiga Arah digunakan ketika peneliti melibatkan 3 faktor,
dimana masing-masing factor terdiri dari beberapa kategori. Dengan dilakukannya
pengujian hipotesis menggunakan analisis varians tiga arah, terindikasi bahwa peneliti
memilih 3 faktor atau 3 variabel bebas untuk melihat besarnya pengaruh maupun
kontribusinya terhadap variable terikat. Oleh karena itu, penelitian sejenis ini akan
menuntut peneliti untuk bekerja sedikit lebih ekstra dalam proses mengumpulkan data
maupun pada saat mengolah data.
Penulis, selaku penyusun makalah mengenai Analisis Varians Tiga Arah,
menemukan sebuah penelitian yang menggunakan 3 faktor atau 3 variabel bebas dalam
penelitiannya, yaitu:
Penelitian diatas merupakan disertasi yang disusun oleh Ming Chang Tomayko,
yang merupakan seorang mahasiswa program Doktor di University of Maryland. Disertasi
ini mengangkat masalah mengenai Pemeriksaan Kondisi Kerja, Tantangan yang dihadapi,
dan Tegangan yang dialami guru matematika terhadap kinerja guru.
Namun dalam pengujian hipotesis, dibandingkan menggunakan ANOVA tiga arah,
peneliti justru memilih untuk menggunakan ANOVA satu arah untuk membandingkan
rata-rata dari tiap variable. Hal ini dijelaskan didam pembahasan mengenai metodologi
penelitian pada disertasi ini.
“Next, I used one-way ANOVA procedures to compare means between
demographic subgroups to establish if differences in the strand scores existed. For
example, I used ANOVA to determine whether gender of the participant (an
independent variable) seemed to influence the perception of agency as measured by
the agency strand score (a dependent variable). I selected ANOVA rather than t-
tests because some of the independent variables have more than two groups. In
order to use t-tests with more than two groups, multiple t-tests would be necessary
and that would inflate the Type I error rate, the probability that the null hypothesis
is rejected when the null hypothesis is true.”
Penelitian ini menggunakan nilai alpha atau tingkat signifikansi sebesar 0.06.
dengan menggunakan ANOVA satu arah, peneliti membandingkan masing-masing factor
dengan variable terikat.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Analisis varians tiga arah digunakan untuk mengetahui semua pengaruh variabel
bebas terhadap variabel terikat serta untuk mengetahui pengaruh interaksi variabel-variabel
bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dengan ANOVA tiga jalan, dapat
dilakukan dengan pertama-tama menghitung Jumlah Kuadrat (JK) untuk beberapa sumber
variansi, interaksi ketiga variabel dan dalam. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan
derajat bebas (db) dan Rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK). Setelah memindahkan semua
hitugan kedalam table anava 3 arah, tahap yang harus dilakukan selanjutnya adalah
menentukan hipotesis.
Untuk menghindari adanya error saat proses perhitungan analisis varians tiga
variable dengan cara manual, pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis varians
tiga variable dapat menggunakan program SPSS. Kemudian menyimpulkan hipotesis
melalui hasil perhitungan dengan membandingkan F hitung dan F table, maupun taraf
signifikansi dengan alpha yang sudah diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA

Kadir. 2015. Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program
SPSS/Lisrel dalam Penelitian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.