Anda di halaman 1dari 1

Dari hasil Pengamatan Pengaruh Ekstrak Daun Kenikir Terhadap Hewan Uji ( Nyamuk )

didapatkan bahwa:
1. Pada penelitian pH, kontrol memiliki pH 7 yaitu netral sedangkan konsentrasi yang lain ber
pH 6 menurut kami larutan tersebut mengandung asam yang disebabkan oleh ekstrak daun
kenikir yaitu dapat digunakan sebagai repellent yang merupakan salah satu jenis pestisida rumah
tangga untuk melindungi tubuh (kulit) dari gigitan nyamuk
2. Pada penelitian semua konsentrasi memiliki suhu 30℃ yaitu suhu ruangan dengan kondisi
cuaca panas.
3. Pada gelas beaker kontrol memiliki 0% kematian hewan uji yaitu tidak ada hewan uji yang
mati.
4. Pada konsentrasi 20% memiliki 10% tingkat kematian hewan uji yaitu terdapat 2 hewan uji
yang mati pada durasi 30 menit (1) dan 1 jam (1) dari total pengamatan 20 hewan uji.
5. Pada konsentrasi 40% memiliki 20% tingkat kematian hewan uji yaitu 4 hewan uji yang mati
pada durasi 15 menit (1), 30 menit (1) dan 1 jam (2) dari total pengamatan 20 hewan uji.
6. Pada konsentrasi 60% memiliki 25% tingkat kematian hewan uji yaitu 5 hewan uji yang mati
pada durasi 15 menit (1), 30 menit (2) dan 1 jam (2) dari total pengamatan 20 hewan uji.
7. Pada konsentrasi 80% memiliki 40% tingkat kematian hewan uji yaitu 8 hewan uji yang mati
pada durasi 10 menit (1), 15 menit (2), 30 menit (2) dan 1 jam (3) dari total pengamatan 20
hewan uji.
8. Pada konsentrasi 100% memiliki 50% tingkat kematian hewan uji yaitu 10 hewan uji yang
mati pada durasi 5 menit (1), 10 menit (2), 15 menit (2), 30 menit (2) dan 1 jam (3) dari total
pengamatan 20 hewan uji.
9. Faktor lain dari penelitian yaitu kondisi hewan uji (nyamuk) saat praktikum yang mulai tidak
bagus karna praktikum sudah mulai siang.
10. Dari semua konsentrasi didapatkan bahwa konsentasi 100% lah yang paling efektif dalam
praktikum ekstrak daun kenikir
11. Faktor waktu memengaruhi kelangsungan hidup hewan uji (nyamuk)