Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MINGGU 1 TENTANG VIRUS CORONA

Nama : Khairina Nabila Najla


Kelas : XI AP 2

KEGIATAN PEMBELAJARAN :
1. Terjemahkanlah, cermati dan pahami artikel berjudul INTERNATIONAL
PROTOCOL TO RESPONSE COVID-19 untuk memahami virus Corona.

Protokol Internasional untuk mencegah covid - 19


Virus COVID-19 adalah patogen baru yang sangat menular, dapat menyebar dengan
cepat, dan harus dianggap mampu menyebabkan dampak kesehatan, ekonomi, dan
sosial yang sangat besar di lingkungan mana pun. Ini bukan SARS dan itu bukan
influenza. Membangun skenario dan strategi hanya atas dasar patogen yang terkenal
risiko gagal mengeksploitasi semua langkah yang mungkin untuk memperlambat
transmisi virus COVID-19, mengurangi penyakit dan menyelamatkan nyawa.

COVID-19 bukan SARS dan bukan influenza. Ini adalah virus baru dengan
karakteristiknya sendiri. Misalnya, penularan COVID-19 pada anak-anak tampaknya
terbatas dibandingkan dengan influenza, sementara gambaran klinis berbeda dari
SARS. Perbedaan seperti itu, walaupun didasarkan pada data yang terbatas, mungkin
memainkan peran dalam kemanjuran yang nyata dari tindakan kesehatan
masyarakat non-farmasi yang diterapkan secara ketat untuk memutus rantai
penularan dari manusia ke manusia dalam berbagai rangkaian di Cina. Virus COVID-
19 adalah unik di antara coronavirus manusia dalam kombinasi transmisibilitas
tinggi, hasil fatal yang substansial dalam beberapa kelompok berisiko tinggi, dan
kemampuan untuk menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi yang besar. Untuk
tujuan perencanaan, harus diasumsikan bahwa populasi global rentan terhadap virus
ini. Karena asal hewan dari virus COVID-19 saat ini tidak diketahui, risiko reintroduksi
ke daerah yang sebelumnya terinfeksi harus selalu dipertimbangkan. Sifat novel, dan
pemahaman kita yang terus berkembang, tentang coronavirus ini menuntut
kelincahan luar biasa dalam kapasitas kita untuk dengan cepat beradaptasi dan
mengubah kesiapan kita dan perencanaan tanggapan seperti yang telah dilakukan
secara terus menerus di Cina. Ini adalah prestasi luar biasa bagi negara berpenduduk
1,4 miliar orang.

2. Carilah berbagai sumber belajar tentang Virus Corona, dapat bersumber dari guru
atau hasil browsing oleh siswa sendiri.

 https://en.wikipedia.org/wiki/Coronavirus_disease_2019&hl=id&sl=en&tl=id
&client=srp
 https://news.detik.com/berita/d-4941084/apa-itu-virus-corona-dan-covid-19-ini-info-yang-
perlu-diketahui
 https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/events-as-they-
happen
 https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/17/052500965/-populer-tren-gejala-awal-
infeksi-virus-corona-kasus-covid-19-di-indonesia
 https://manado.tribunnews.com/2020/03/13/pengertian-suspect-virus-corona-dan-
berbagai-pertanyaan-tentang-covid-19

3. Virus memiliki beberapa jenis, secara umum memiliki karakteristik, klasifikasi dan
penyakit-penyakit yang dapat disebabkannya yang khas . Analisislah karakteristik
virus berdasarkan :
a. Ciri-ciri virus

 Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel).


 Berukuran sangat kecil atau mikroskopik yaitu sekitar 20-300 milimikron.
 Hanya hidup di dalam sel hidup .
 Pada umumnya virus berupa hablur (krital).
 Virus hanya dapat mampu memiliki salah satu macam dari asam nukleat RNA
atau DNA saja. 
 Tidak melakukan aktivitas metabolisme .
 Bentuk bervariasi, mulai dari bentuk oval, silinder, polihedral, dan kompleks
 Virus tidak bergerak, tidak membelah diri. 
 Virus dapat dikristalkan.
b. Bentuk virus

c. Struktur virus

 Kepala Virus, Bentuk berupa persegi 8 yang di dalamnya terdapat materi


genetik (asam nukleat) virus (DNA/RNA).
 Kapsid, Kapsid merupakan selubung luar virus yang mengandung banyak
subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid terdiri dari beberapa
bentuk, sehingga berpengaruh pada bentuk virusnya.
 Leher Virus, Leher merupakan penghubung antara kepala dan ekor. Leher
berfungsi sebagai saluran keluarnya asam nukleat menuju ekor.
 Ekor Virus, Ekor virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar. Ekor ini
berfungsi untuk menempel pada inang.
 Berikut ini merupakan struktur virus selain bakteriofag yang telah
ditemukan.

d. Cara hidup virus


Virus hanya dapat hidup dalam sel hidup organisme tertentu yang cocok sehingga
virus sering disebut sebagai parasit intraseluler obligat bila sel hidup yang
ditumpanginya itu mati, maka virus pun akan mati. Sel hidup yang menjadi
tempat tinggalnya disebut dengan sel inang
e. Perkembangbiakan virus
Perkembangbiakan virus dikenal dengan istilah replikasi atau perbanyakan diri.
Bagi virus, sel inang merupakan sumber energi untuk sintesis protein.
Perkembangbiakan virus dibagi menjadi dua, yaitu daur litik dan lisogenik.
 Daur Litik,Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih
lemah daripada daya infeksi virus.
 Daur Lisogenik, Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat
daripada daya infeksi virus. Pada daur ini sel inang masih bisa
bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah.

f. Klasifikasi Virus
Proses pemberian nama dan pengelompokan virus berdesarkan karakter yang
dimiliki.
g. Penyakit yang disebabkan virus
 Flu
 Flu Burung
 Cacar Variola
 Campak
 AIDS
 HIV
 Rabies
 Rubella

4. Virus Corona merupakan satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit dan
sedang mewabah. Evaluasilah berdasarkan berbagai sumber belajar terkait
dengan

a. Latar Belakang mewabahnya virus corona,


WHO menyatakan wabah penyakit akibat infeksi virus corona tipe baru,
Covid-19, sebagai pandemi. Status itu ditetapkan setelah melihat penyebaran
virus yang cepat di Eropa dalam beberapa hari terakhir dan penyebarannya ke
114 negara.
b. gejala terinfeksi virus corona,
1. Susah nafas
2. Peradangan pada saluran pernafasan
3. Penumonia atau paru-paru berlendir
4. Demam dengan suhu badan tinggi

c. cara penyebaran Virus Corona,


 Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk
penderita COVID-19.
 Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu
setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita
COVID-19.
 Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan
atau berjabat tangan.

d. pencegahan terhadap terjangkitnya Virus Corona


 Mencuci tanga dengan benar.
 Memakai masker.
 Menjaga daya tahan tubuh.
 Tidak bepergian berlebihan.
 Menghimdari kontak dengan hewan.

e. Cara penanganan
Secepat mungkin menelpon pihak penanganannya dan diusahakan selalu
menggunakan masker.
5. Setelah memcermati dan mempelajari materi “ Protokol Penanganan Virus
Corona “ dari materi alternative atau sumber lain,
a.Rancanglah media informasi sederhana tentang tahapan menerapkan
protokol penanganan virus Corona dalam media tertulis. (Dikerjakan dalam
lembar Terpisah).

1. Protokol penanganan kesehatan

Disebutkan dalam dokumen yang diterima Liputan6.com, jika anda merasa tidak
sehat dengan kriteria demam 38 derajat celcius disertai batuk dan pilek, maka
disarankan istirahat yang cukup di rumah.

Bila keluhan berlanjut dan disertai sesak nafas, maka disarankan untuk segera
periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pada saat berobat disarankan
menggunakan masker, jika tak memiliki masker, saat batuk atau bersin
disarankan menutupnya dengan punggung tangan.

"Diusahakan tidak menggunakan transportasi massal," demikian tertulis dalam


dokumen yang dilihat dari http://ksp.go.id/waspada-corona/.

Setelah di lokasi fasyankes, nantinya petugas akan melakukan screening suspect


corona. Jika memenuhi kriteria suspect Covid 19, maka anda akan dirujuk ke
salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan Covid 19.

Jika tidak memenuhi kriteria suspect Covid 19, maka anda akan dirawat inap
atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes. Jika
anda memenuhi kriteria suspect corona akan diantar ke RS rujukan
menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh tenaga kesehatan yang
menggunakan alat pelindung diri.

Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan


laboratorium dan dirawat di ruang isolasi. Spesimen akan dikirim ke Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil
pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam setelah spesimen diterima.
Jika hasilnya positif, maka akan dinyatakan sebagai penderita corona. Sampel
akan diambil setiap hari, dan akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika
pemeriksaan sampel dua kali berturut-turut hasilnya negatif.

"Jika hasilnya negatif, anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit,"
kata siaran pers tersebut.
 
Siapa bilang hoaks enggak bisa membunuh? Ayo cegah kematian sia-sia gara-
gara hoaks dengan menjadi Pegiat Cek Fakta Liputan6.com!

Daftar di sini
2 dari 6 halaman
2. Protokol Komunikasi Publik

Penumpang KRL mendapatkan sosialisasi pencegahan virus corona melalui Rail


Clinic di stasiun kereta Depok, Jumat (6/3/2020). PT KAI Daop 1 melakukan
kegiatan sosialisasi mengenai penyebaran virus corona dengan menghadirkan
kereta kesehatan Rail Clinic. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Untuk protokol komunikasi publik, disebutkan jika kepercayaan publik perlu


dibangun dan dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat. Salah
satu instruksi yang diberikan Presiden Joko Widodo adalah harus menunjukan
bahwa pemerintah serius, pemerintah siap dan pemerintah mampu untuk
menangani ini.

Tujuan komunikasi publik ini untuk menciptakan masyarakat yang tenang, dan
paham apa yang mereka harus lakukan bagi lingkungan terdekatnya. Serta
membangun persepsi masyarakat bahwa Negara hadir dan tanggap dalam
mengendalikan situasi krisis yang terjadi.

Pemerintah pusat dalam hal ini wajib membentuk tim komunikasi, menujuk juru
bicara dari Kementerian Kesehatan yang memiliki artikulasi dan kemampuan
dalam menghadapi media. Membuat media center, membuat website sebagai
rujukan informasi utama, serta menyampaikan data harian nasional secara
berkala melalui konferensi pers yang dilakukan hanya oleh Juru Bicara Covid
19.
Dalam dokumen ini juga menerangkan komunikasi yang harus dilakukan
pemerintah daerah. Yakni membentuk Tim Komunikasi yang diketuai oleh
Pimpinan Daerah, menunjuk Juru Bicara dari Dinas Kesehatan yang memiliki
artikulasi dan kemampuan dalam menghadapi media.

"Informasi berkaitan dapat disampaikan setelah mendapat persetujuan dari


Pemerintah Pusat, dan hanya disampaikan oleh Juru Bicara COVID-19
Pemerintah Daerah," tulis dalam dokumen tersebut.

Data dan identitas pasien juga tidak disebarkan ke publik.

3 dari 6 halaman
3. Protokol Transportasi dan Area Publik

Petugas mesosialisasikan pencegahan virus corona yang digelar PT KAI Daop 1


melalui Rail Clinic di stasiun kereta Depok, Jumat (6/3/2020). PT KAI Daop 1
melakukan kegiatan sosialisasi mengenai penyebaran virus corona dengan
menghadirkan kereta kesehatan Rail Clinic.(Liputan6.com/Herman Zakharia)

KSP meminta seluruh area dan transportasi umum bersih dengan melakukan
pembersihan menggunakan desinfektan minimal 3 kali sehari terutama pada
waktu aktivitas padat seperti pagi, siang dan sore hari di setiap lokasi
representatif seperti pegangan pintu, tombol lift, pegangan eskalator, dan
lainnya.

Dalam dokumen itu juga diminta untuk terus mendeteksi suhu tubuh di setiap
titik pintu masuk tempat umum dan transportasi umum. Jika suhu tubuh
masyarakat terdeteksi 38 derajat celcius, dianjurkan untuk segera
memeriksakan kondisi tubuh ke fasyankes dan tidak diperkenankan untuk
memasuki tempat umum atau menggunakan transportasi umum.

"Pastikan ruang isolasi tersedia di acara besar seperti konser, seminar, dan lain-
lain," tulis dokumen tersebut.

Memastikan ada pos pemeriksaan kesehatan, ruang transit dan petugas


kesehatan di setiap acara besar. Jika pada saat acara, ada peserta yang sakit
segera dilakukan pemeriksaan, jika kondisinya memburuk, pidahkan ke ruang
transit dan segera rujuk ke RS rujukan.

Promosikan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh, mensosialisasikan etika


batuk atau bersin di tempat umum dan transportasi umum, memperbaharui
informasi tentang Covid-19 secara reguler dan menempatkan di area yang
mudah dilihat oleh pengunjung dan penumpang.

Menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai


pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lokasi strategis di setiap tempat
umum dan transportasi umum.

Bila sedang dalam kondisi tidak sehat, jangan mengemudikan kendaraan.


Sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasyankes. Terapkan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan menggunakan air dan sabun,
membuang sampah di tempat sampah, tidak merokok dan mengonsumsi
NAPZA, tidak meludah di sembarang tempat, hindari menyentuh area wajah
yang tidak perlu.

Penumpang yang mengalami demam, batuk atau flu, sebaiknya menggunakan


masker selama berada di dalam kendaraan. Lakukan pembersihan
menggunakan desinfektan terutama setelah mengangkut penumpang yang
mengalami demam, batuk atau flu.

"Saat mengangkut penumpang dengan gejala mirip flu, sarankan penumpang


untuk mengenakan masker. Jika penumpang tidak memiliki masker, berikan
masker kepada penumpang," tulis dokumen tersebut.

Ukur suhu tubuh setidaknya dua kali sehari pada saat sebelum dan sesudah
mengemudi, terutama setelah membawa penumpang yang mengalami
demam, batuk atau flu.

Untuk penyelenggaraan acara yang dengan jumlah peserta yang besar,


disarankan untuk melakukan screening awal melalui pemeriksaan suhu tubuh
dan orang dengan gejala pernapasan seperti batuk/flu/sesak napas.
Jika ditemukan individu yang tidak sehat, sebaiknya tidak mengikutsertakan
dalam kegiatan dan merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke
fasyankes.

Memastikan peserta yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari
negara dengan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 hari terakhir tidak
menghadiri acara. Hal ini diinformasikan melalui pemberitahuan di area pintu
masuk dan pendaftaran.

Memastikan lokasi acara memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas
memadai untuk mencuci tangan. Memastikan ketersediaan sabun dan air
untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol.

Meningkatkan frekuensi pembersihan area yang umum digunakan, seperti


kamar mandi, konter registrasi dan pembayaran, dan area makan terutama
pada jam padat aktivitas.

Jika selama acara berlangsung, terdapat staf atau peserta yang sakit maka tidak
melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasyankes.

Peserta yang kembali dari negara dengan transmisi lokal Covid 19 dalam 14 hari
terakhir sebaiknya menginformasikan kepada panitia penyelenggara.

4 dari 6 halaman
4. Protokol Area Institusi Pendidikan

Para pemain Ludogorets mengenakan masker saat tiba di bandara Malpensa di


Milan, Italia (26/2/2020). Wabah virus corona COVID-19 yang melanda Italia,
membuat pemain Ludogorets mengenakan masker jelang bertanding
melawan Inter Milan pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa. (Ludogorets
FC via AP)

Untuk protokol area institusi pendidikan, Dinas Pendidikan melakukan


koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau
kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid 19.
Menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau
pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai
dengan jumlah yang dibutuhkan.

Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan


air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih
sehat seperti makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat,
olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali


sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer,
meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.

Memonitor absensi warga sekolah, Jika diketahui tidak hadir karena sakit
dengan gejala demam/ batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas
disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan
diri.

Memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/
batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah
dengan tidak banyak kontak dengan orang lain.

Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta
tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada).

Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan
dengan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan
setempat.

Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada


tenaga kependidikan lain yang mampu. Pihak institusi pendidikan harus bisa
melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan
sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas
Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang


sehat dan sudah dimasak sampai matang. Menghimbau seluruh warga
sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan,
minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya
penularan penyakit.

Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik


langsung bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya. Menunda
kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar
sekolah seperti berkemah dan studi wisata.

Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu
yang datang ke institusi pendidikan. Warga sekolah dan keluarga yang
berpergian ke negara dengan transmisi lokal Covid-19 dan mempunyai gejala
demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak
napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada
di area sekolah.

5 dari 6 halaman
5. Protokol Pintu Masuk Wilayah Indonesia

Petugas karantina membenarkan kamera termografi ekstra untuk memantau


para pelancong dari Wuhan China dan kota-kota lain di Bandara Internasional
Narita, Narita, Tokyo, Kamis (23/1/2020). Jepang meningkatkan pengamanan
untuk mewaspadai penyebaran virus corona asal China. (AP Photo/Eugene
Hoshiko)

Manajemen cegah tangkal di Pintu Masuk Negara (Bandara, Pelabuhan dan


PLBDN) dalam mengantisipasi Covid 19 harus mendeteksi dini pelaku
perjalanan yang diduga sakit.

Wawancara pelaku perjalanan yang sakit untuk memastikan kemungkinan


adanya gejala Covid 19 di ruang pemeriksaan. Pelaporan kasus-kasus Pelaku
Perjalanan yang diduga terjangkit Covid 19 kepada PHEOC.

"Rujuk untuk isolasi lelaku perjalanan yang diduga terjangkit Covid-19 ke RS


rujukan dengan menggunakan ambulans yang sesuai kriteria,"

Terdapat jumlah personel yang cukup dan terlatih dengan memperhatikan


volume pelaku perjalanan dan kompleksitas kegiatan di pintu masuk negara.
Pintu Masuk dengan jumlah pelaku perjalanan besar harus memiliki minimal
dua petugas kesehatan di lokasi pintu kedatangan pelaku perjalanan

"Petugas kesehatan mempunyai kemampuan dalam melakukan pencegahan


penyakit Infeksi Covid-19,"

Pemeriksaan suhu tubuh pelaku perjalanan wajib menggunakan thermo gun dan
thermal scanner. Tersedianya tempat untuk melakukan pemeriksaan suhu
tubuh dengan menggunakan thermo gun.

Tersedianya tempat yang memenuhi standar untuk meletakkan Thermal


scanner. Tersedianya ruang pemeriksaan untuk melakukan anamnesa dan
wawancara terhadap pelaku perjalanan yang diduga terinfeksi Covid-19.

Tersedianya alat pelindung diri (APD) yang akan digunakan dalam melakukan
pengawasan dan pemeriksaan. Tersedianya desinfektan, antiseptik dan
tempat pembuangan sampah medis yang mencukupi untuk melakukan
tindakan kekarantinaan kesehatan.

Tersedianya Health Alert Card (HAC), tersedianya area atau ruangan untuk
melakukan disinfeksi alat angkut dan barang serta limbah medis.

Deteksi dini COVID-19 terhadap pelaku perjalanan, dilakukan dengan cara


berkoordinasi dengan pihak Airline/agent kapal yang berasal dari negara
dengan transmisi lokal Covid-19 untuk memberikan pengumuman,
membagikan dan mengisi HAC kepada seluruh pelaku perjalanan termasuk
kru.

Melakukan skrining suhu dengan menggunakan Thermal scanner dan Thermal


gun di tempat yang sudah ditentukan dengan menggunakan APD.

Bila ditemukan ada peningkatan suhu tubuh 38 derajat celcius maka dilakukan
anamnesa dan wawancara untuk menentukan apakah memenuhi kriteria
kasus Covid 19 di ruang pemeriksaan dengan menggunakan APD.

Kepada pelaku perjalanan yang tidak terdeteksi peningkatan suhu tubuh bisa
dipulangkan dengan edukasi dan HAC tetap dibawa oleh pelaku perjalanan.
Setiap HAC dilakukan penyobekan dan dilakukan pemantauan HAC dengan
berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Bila pelaku lerjalanan terindikasi sebagai suspect Covid 19 maka dilakukan


rujukan ke RS rujukan menggunakan ambulans yang sesuai kriteria dan
petugas menggunakan APD untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bila pelaku perjalanan memenuhi kriteria orang dalam pemantauan maka pelaku
perjalanan harus melakukan isolasi diri dan petugas kesehatan setempat
melakukan pemantauan selama 14 hari.

"Pertimbangan lokasi dapat dilakukan di rumah, fasilitas umum, atau alat angkut
dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi setempat,"

Tersedia tempat untuk melakukan wawancara bagi pelaku perjalanan yang


merupakan suspect dengan jarak minimal 1 meter di antara para pelaku
perjalanan dan dengan petugas ketika sedang menunggu wawancara.

Memiliki kapasitas ruangan untuk melakukan isolasi sementara setelah


wawancara, ketika mereka menunggu transportasi untuk menuju ke RS
Rujukan.

"Tersedianya instrumen wawancara dan anamnesa serta SOP Rujukan kasus


suspek dan Daftar Rumah Sakit Rujukan. Tersedia fasilitas karantina kesehatan
yang terpisah dari titik masuk seandainya ada kebutuhan mengakomodasi
kontak erat, dan kasus suspek dengan jumlah besar," tulis dokumen tersebut.

b. Bagaimana harus menanggapi secara bijak saat ada stigma di masyarakat


tentang virus corona ?
tenang dan tidak panik, menjaga kebersihan, boleh khawatir asal jangan
berlebihan
6. Setelah mencermati dan mempelajari materi tentang Cara Hidup Sehat,
rancanglah media informasi sederhana tentang bagaimana
mengimplementasikan cara hidup sehat. (Dikerjakan dalam lembar terpisah).
Materia media informasi memuat :

a. Menjaga kebersihan diri.


 sikat gigi,menjaga kebersihan rambut,mandi 2kali sehari,cuci tangan dan
sabun.
b. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
 buang sampah pada tempatnya,jaga kebersihan rumah,daur ulang
sampah dan kerja bakti.
c. Cara menjaga kesehatan
 Mengonsumsi, makanan dan sayuran & buah, menjaga berat badan, Rutin
minum air hangat.
d. Olahraga yang aman dan sehat
 Berenang, Tai chi, Latihan beban, Berjalan

7. Setelah mencermati dan mempelajari tentang virus Corona dan merebaknya


informasi di berbagai media yang belum tentu kejelasannya atau kebenarannya.
Jika menjadi Agen Informasi Covid-19, Jelaskan bagaimana cara bersosialisasi
yang bijak di masyarakat agar tindakan dan informasi yang disampaikan saat
bersosialisasi membantu pencegahan menyebarnya wabah penyakit yang
disebabkan virus Corona ?
Memberikan pengetahuan tentang bahayanya virus itu dan memberikan tips untuk
penanganan wabah virus corona,agar tidak terjadinya penyebaran wabah penyakit
itu,sehingga masyarakat dapat mengetahui gejala gejala yang di alami ketika seseorang
terkena wabah penyakit itu