Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

HERBAL MEDICINE

DISUSUN OLEH :

AURELIA REGINE ONIBALA (17011101110)

RICHARD DAVID LINTANG (17011101112)

ERALD JONATHAN LANES (17011101114)

ARJILIO TIMOTHY ZACHARY RUNTUKAHU (17011101115)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

MANADO

2019
Laporan Praktikum

I. Tujuan
 Untuk mengetahui zat kimia yang ada dalam seledri (Apium graveolens)
 Untuk mengetahui seledri (Apium graveolens) sebagai bakteriostatik
(menghambat pertumbuhan Bakteri)
II. Landasan Teori
Seledri (Apium graveolens) merupakan tanaman yang dapat tumbuh baik di
dataran rendah maupun dataran tinggi. Di Indonesia, daun seledri dimanfaatkan
sebagai pelengkap sayuran. Menurut Ixoranet, seledri mengandung flavonoid,
saponin, tanin, apiin, minyak atsiri, apigenin, kolin, vitamin A, B, C, zat pahit
asparagin. Diantara kandungan yang dimiliki seledri, flavonoid, saponin, dan tanin
merupakan senyawa yang bersifat antibakteri.
Mekanisme antibakteri dari flavonoid ada tiga macam, yaitu dengan cara
menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sitoplasma, dan
menghambat metabolisme energi. Saponin memiliki kemampuan antibakteri dengan
memberikan perlindungan terhadap patogen potensial selain itu saponin akan
mengganggu tegangan permukaan dinding sel. Tanin memiliki aktivitas antibakteri
dengan cara dinding bakteri yang telah lisis akibat senyawa saponin dan flavonoid,
sehingga menyebabkan senyawa tanin dapat dengan mudah masuk ke dalam sel
bakteri dan mengkoagulasi protoplasma sel bakteri.
Terdapat penelitian mengenai daun seledri diantaranya adalah daun seledri yang
diekstraksi menggunakan etanol 95% dengan metode ekstraksi maserasi memiliki
daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan
konsentrasi sebesar 100%, 75%, 50%, dan 25%. Daun seledri yang di ekstraksi
dengan cara maserasi menggunakan larutan CO2 memiliki kemampuan antibakteri
melawan Escherichia coli, Listeriamonocytogenes, Citrobacter freundii, Hafnia alvei,
Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Enterococcus faecalis, Enterobacter
aerogenes, Staphylococcus aureus. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut serta
mengacu pada petunjuk pembuatan ekstrak, maka peneliti menggunakan metode
ekstraksi maserasi dengan konsentrasi pelarut etanol 96 %.
Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campuran dengan
menggunakan pelarut yang sesuai. Ketika kesetimbangan antara konsentrasi senyawa
dalam pelarut dengan penyaringan tanaman tercapai maka proses ekstrasi dihentikan.
Setelah proses ekstraksi, selanjutanya pelarut dipisahkan dari sampel dengan
penyaringan.

Beberapa proses ekstraksi yang bahannya berasal dari tumbuhan adalah sebagai
berikut :
1. Pengelompokan bagian tumbuhan (daun, bunga, dll), pengeringan dan
penggilingingan bagian tumbuhan.
2. Pemilihan pelarut.
3. Pelarut polar: air, etanol, methanol, dan sebagainya.
4. Pelarut semipolar: etil asetat, diklorometan, dan sebagainya.
5. Pelarut non polar: n-heksan, petroleum eter, kloroform, dan sebagainya.
Metode yang digunakan berupa metode maserasi. Prinsip maserasi adalah ekstraksi zat
aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk dalam pelarut yang sesuai
selama beberapa hari pada temperature kamar terlindung dari cahaya, pelaut akan
masuk ke dalam sel tanaman melewati diding sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan
konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang konentrasinya tinggi akan
terdesak keluar dan diganti oleh pelarut dengan konsentrasi rendah proses difusi. peristiwa tersebut
akan berulang sampai terjadi keseimbangan antara larutan di dalam sel dan larutan di luar sel.

III. Prosedur Percobaan


A. Alat dan Bahan
1. Alat
- Gelas Beker
- Gelas Ukur
- Pengaduk
- Corong gelas
- Timbangan
- Petri dish
- Oven
- Inkubator
- Autoclave
- Blender
2. Bahan
- Seledri
- Alkohol 96%
- Air
- Kertas saring
- Aluminum Foil
B. Cara Kerja
1. Seledri sebanyak 100 gram disiapkan lalu dicuci dan dihaluskan dengan
blender tanpa air
2. Seledri yang sudah diblender, diambil sebanyak 50 gram
3. Larutan alkohol 96% dimasukkan dalam gelas beker dan seledri yang telah
disiapkan, dimasukkan ke dalam larutan alkohol tersebut
4. Alkohol 96% dan seledri diaduk sampai homogen
5. Gelas beker ditutup dengan alumunium foil
6. Dibiarkan selama 3 hari
7. Larutan alkohol dan seledri disaring dengan menggunakan corong dan kertas
penyaring dalam gelas kimia
8. Hasil saringan diletakkan dalam petri dish kemudian dimasukkan ke dalam
oven
9. Bubuk stafilokokus diukur sebanyak 2.80 gram lalu dilarutkan dengan air
dalam gelas ukur
10. Alat (gelas ukur untuk pembenihan bakteri) disterilisasi dalam autoclave
selama 30 menit
11. Hasil pengeringan larutan alkohol dan seledri diambil lalu ditimbang
sebanyak 0.5 gram
12. Air sebanyak 1 ml ditambahkan ke dalam 0.5 gram hasil pengeringan larutan
alkohol dan seledri, kemudian diaduk sampai merata dalam petri dish
13. Cakram diletakkan dalam petri dish dan petri dish ditutup dengan aluminum
foil
14. Setelah disterilisasi, larutan streptomisin diletakkan dalam wadah
pembenihan bakteri
15. Cakram dipindahkan ke dalam wadah larutan streptomisin dengan diberikan
kontrol ciprofloxacin di tengah wadah
16. Wadah pembenihan bakteri diletakkan dalam inkubasi
17. Dilakukan pengamatan

IV. Hasil Pengamatan

Dari hasil percobaan didapatkan bahwa seledri tidak dapat menghambat bakteri/
gagal. Bawang putih mengandung dua senyawa organ sulfur penting, yaitu asam
amino y-glutamil-S-alk(en)il-L-sisten dan minyak atsiri atau allin. Allin akan diubah
oleh enzim alinase menjadi allicin yang berdaya antibakteri dan bersifat mudah
menguap, enzim alinase dapat berkeja dengan air. Bawang putih lebih efektif pada
bakteri gram positif daripada negative dikarenakan dinding sel bakteri gram negative
sulit dipenetrasi oleh zat antibakteri dibandingkan dengan gram positif. Hasil
percobaan gagal diduga dapat terjadi karena terjadi kesalahan dalam pemberian 2
cakram yang berdekatan dalam wadah pembenihan atau masih ada alat-alat yang

tidak steril selama cara kerja.


Lampiran
Sumber

https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/59328/Dewi%20Majidah.pdf?
sequence=1

http://repository.unpas.ac.id/36430/5/Bab%20II.pdf