Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ath Thaariq Rifqi Oktafri

NIM : 21040119140168
Kelas :C
Mata Kuliah : Geologi Lingkungan
No. urut : 57

Analisis Bentuk Lahan dengan Penggunaan Lahan di Kabupaten Kendal

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap kabupaten memiliki penggunaan lahan berfungsi untuk aktivitas manusia dalam kawasan
tersbeut, misalnya lahan permukiman, perkotaan, dan persawahan. Tetapi penggunaan lahan tidak
terkontrol karena ada faktor yang utama yaitu jumlah kependudukan terlalu banyak akibat
penggunaan lahan tidak terkendali sehingga bisa terjadi bentuk lahan, misalnya longsor, tebang
hutan sehingga banjir, dan lain-lainnya. Setiap kawasan memiliki luas wilayah dengan batas
penggunaan lahan dan batas kependudukan agar lahan terkontrol. Jika berlebihan jumlah
kependudukan sehingga lahannya berkurang atau tidak ada tempat untuk lahan tersebut.

B. Rumusan Masalah
 Apa pengertian Bentuk lahan?
 Apa Pengertian Penggunaan Lahan?
 Bagaiaman hasil analisis Bentuk lahan dengan Penggunaan Lahan?

C. Rumusan Masalah
 Mendeskripsi pengertian dari Bentuk Lahan.
 Mendeskripsi pengertian dari Penggunaan Lahan.
 Mendeskripsi hasil analisis tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Bentuk Lahan memiliki arti sama dengan Geomorfologi merupakan ilmu tentang roman muka
bumi beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Geomorfologi bisa juag merupakan salah satu
bagian dari geografi, di mana geomorfologi yang merupakan cabang dari ilmu geografi,
mempelajari tentang bentuk muka bumi, yang meliputi pandangan luas sebagai cakupan satu
kenampakan sebagai bentang alam (landscape) sampai pada satuan terkecil sebagai bentuk lahan.

Penggunaan lahan merupakan aktivitas pada manusai dan dalam kaitannya dengan lahan, yang
baisanya tidak secara langsung tampak dari citra. Penggunaan lagan telah dikaji dari beberapa
sudut pandang yang berlainan, sehingga tidak ada satu definis yang benar-benar tepat di dalam
keseluruhan konteks yang berbeda. Hal ini mungkin, misalnya melihat penggunaan lahan dari
sudut pandang kemampuan lahan dengan jalan mengevaluasi lahan dalam hubungannya dengan
bermacam-macam karakteristik alami yang disebutkan diatas. Penggunaan lahan berkaitan dengan
kegiatan manusia yang bidang lahan tertantu, misalnya daerah permukiman, perkotaan, dan
persawahan. Penggunaan lahan juga merupakan pemanfaatkan lahan dan lingkungan dalam
aktivitas manusia dalam kehidupan tersebut.

Dalam penulisan ini menentang analisis bentuk lahan dengan pengunaan lahan di kabupaten
Kendal. Kabupaten Kendal salah satu provinsi Jawa Tengah yang menjadi bagian dari PKN
kawasan Semarang-Kendal-Demak-Ungaran-Purwodadi. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah
sebesar 1.002,23 km2 untuk daratan dan luas wilayah sebesar 313,20 km2 totalnya seluas 13,15,43
km2 yang terbagi menjadi 20 kecamatan dengan 265 desa serta 20 kelurahan. Kabupaten Kendal
juga memiliki kota Kendal yang merupakan kota metropolitan setelah Jakarta, Semarang, dan lain-
lainnya. Kabupaten tempat dekat dengan laut utara sehingga memiliki rawa-rawa untuk penyangga
dan juga pencegahan terjadinya erosi karena air lautnya.

B. Analisis
Metode analisis menggunakan aplikasi ArcGis untuk membuat peta kawasan bentuk lahan dan
penggunaan lahan di kabupaten Kendal. Data penelitian dari file SHP dengan khusus untuk
aplikasi Arcgis untuk mendeskripsi pada simbol dengan warna berbeda masing-masing bentuk
lahan dan penggunaan lahan di kabupaten Kendal. Ketika data di ArcGis sudah mendeskripsikan
dengan simbol dengan warna akan di layout untuk melihat analisis tersebut.

C. Hasil dan Pembahasan


a. Bentuk Lahan di Kabupaten Kendal

Gambar 1. Peta Bentuk Lahan di Kabupaten Lahan

Pada Gambar 1. Ini Bentuk Lahan di Kabupaten Kendal memiliki 6 bentuk lahan yaitu Dataran
Fluvial, Pantai, Gunung api, Kerucut dan Lereng Gunung Api, Pegunungan Lipatan, dan
Perbukitan Struktural Lipatan. Bagian utara tepat dekat laut memiliki dataran rendah yaitu dataran
pantai yang memiliki pasir dan rawa-rawa. Berada kota Kendal tepat bentuk lahan Dataran Fluvial
merupakan dataran yang trebentuk akibat proses-proses geomorfologi yang lebih didominasi oleh
tenaga eksogen antara lain iklim, curah hujan, angina, jenis batuan, topografi, suhu, yang
semuanya akan mempercepat proses pelapukan dan erosi. Bagian warna merah tepat selatan dari
dataran Fluvial itu dataran perbukitan structural lipatan merupakan pegunungan lipatan yang
terjadi karena adanya tekanan pada satu titik saja tingginya lebih 500 m disebut pegunungan
monoklinal, kurang 500 m disebut perbukitan monoklinal. Bagian selatan yang berwarna kuning
ini dataran kaki gunung api tepat posisi dataran lebih tinggi tetapi berada di bawah gunung api.
Setelah kaki gunung api itu dataran lereng gunung api tepat berada dataran lebih tinggi dari pada
kaki gunung api karena lereng gunung api berada sebelum puncak gunung api tersebut.
b. Hasil Penggunaan Lahan di kabupaten Kendal

Pada Gambar 2. Ini merupakan peta penggunaan lahan di kabupaten Kendal yang sangat
banyak penggunaan lahan ini untuk aktivitas manusia. Secara topografi di kabupaten Kendal
memiliki rendah di titik dekat laut hingga selatan akan dataran tinggi secara perlahan karena
bagian selatan terjadi adanya gunung tetapi tepat diluar kabupaten Kendal. Bagian utara tepat
tepi laut merupakan dataran pantai yang sering digunakan lahan tambak ikan/udang, lahan
tanaman semusim lahan kering, dan pelabuhan.. Setelah dataran pantai itu, Dataran Fluvial
memiliki guna lahan sawah, perkebunan, sawah, lading, dan lain-lainnya yang berhubungan
pelapukan dan erosi tetapi ada beberapa titik tempat permukiman dan aktivitas manusia.
Tempat pegunungan lipatan yang digunakan untuk lahan hutan lahan tinggi yang berada
topografi tinggi atau dataran tinggi berarti secara dataran meningkat tinggi lahannya sampai
puncak gung tersebut. Terjadi di dataran tinggi sangat berbahaya bagi aktivitas manusia karean
posisi topografi sangat tinggi sehingga dekat dengan puncak gunung dan apalagi dataran tinggi
sangat berbahaya bisa mengakibatkan longsor jika ada guna lahan permukiman. Dataran tinggi
sangat biasanya tempat hutan lahan tinggi tersebut. Tetapi hasil di peta tersebut bahwa tampat
lahan lereng gunung api ada beberapa tempat permukiman dan bangunan industri maupun
non-industri.
BAB III

KESIMPULAN DAN DAFTAR PUSTAKA

A. Kesimpulan
Hasil kesimpulan dari pembahasan ini bahwa lahan di Kabupaten Kendal yang sangat luas yaitu
dataran fluvial karena tempat penggunaan lahan adalah permukiman dan perkebungan apa pun.
Terjadi tempat permukiman dan perkebunan merupakan aktivitas manusia untuk perindustrian
bagi kabupaten Kendal dan biasanya tempat permukiman memiliki lahan datar atau rendah
karena tempat perumahan atau tinggal lebih berkonsisten dan rapih sehingga sangat mudah
membangun infrastruktur, apalagi biaya juga sangat murah untuk membangun infrastruktur
dengan cepat yang tepat waktu.

B. Daftar Pustaka
Raharjo, Puguh Dwi. 2013. “Pengunaan Data Penginderaan Jauh Dalam Analisi Bentukan
Lahan Asal Proses Fluvial di wilayah Karasambung” dalam J Jurnal Geografi Volume 10
(hal 167-174). Semarang: Kantor Staff Universitas Negeri Semarang.
Suharsono, Prapto. 1999. “Identifikasi Bentuklahan dan Interpretasi Citra Untuk
Geomorfologi”. Fakultas Geografi:Universitas Gadjah Mada.
Mulawardhani, Aditya. 2009. “Bentang Alam Fluvial”,
http://adityamulawardhani.blogspot.com/2009/02/bentang-alam-fluvial.html, diakses pada
tanggal 16 Maret pukul 21.25.