Anda di halaman 1dari 6

Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

K11 Malrotasi intestinal, manaj perforasi, bedah atresia


dr. Ferdi
Terutama yg perforasi hollow viscus..akan sangat banyak ditemui kasus tersebut
pada saat adik2 lulus dokter
1. Apakah tidak ada menegement yang lebih konservatif untuk penderita malrotasi
intestinal selain tindakan operasi dokter?
 Pilihan utama : tindakan operatif, karena terjadi terpelintir pada tractus digest
(pasase makanan, aliran shg dapat myb obstruksi), vascularisasi terpelintir (aliran
darah a/v terganggu dpt myb suply darah dan O2 berkurang hasil akhirnya
nekrosis tract digest -> perforasi -> peritonitis)-> shg sangat berbahaya.
2. Pada pemeriksaan fisik hollow viscus, di ppt disebukan auskultasi dihalukan hati2
sesuai denagn atls, maksudnya bagaimana nggih dok?

 Ut trauma tumpul abdomen (memang sangat kontroversial dilakukan pada setting


trauma, utamanya trauma tumpul) mungkin pada trauma thorax auskultasi justru
sangat penting, sama pentingnya dg inspeksi palpasi perkusi e.c
pneumothorax,hematothorax,tamponade mutlak perlu auskultasi. Tapi untuk
trauma tumpul abdomen, sbnrnya tidak perlu dilakukan, tapi dilakukan tidak apa2.
3. Masih pada pemeriksaan fisik hollow viscus, subtle sign of peritonitis, involuntary
muscle guarding itu bagaimana nggih dok? Digital rectal examination apakah sama
dengan RT nggih dok?
 Ex. Ada trauma tumpul (pasien mengendarai mobil, lalu KLL tabrakan
berhadapan mobil dg mobil, lalu perut menghantam setir kemudian bisa terjadi
apa saja -> rupture solid organ (ex. rupture hepar, ginjal,mesenterial, atau terjadi
kebocoran organ hollow viscus/organ berongga)). Yang ditanyakan adl
involuntary muscle garding, reborn tenderness itu maksudnya adl PF yang
dilakukan pada palpasi itu ya defans muscularnya itu, ketika ada cairan yang
Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

bukan semestinya ada di intra abdomen (ex. Cairan peritoneum kalo itu normal
biasanya bening) , namun dalam hal setting trauma misal trjadi perdarahan atau
bocor rongga tsb. Dg adanya darah/cairan dari organ usus/lambung myb inflamasi
intra abdomen -> rangsang peritoneal -> saat palpasi otot pasti akan melindung
shg dalamnya tidak termanipulasi apapun, ex. Ditekan akan ada kontraksi dari otot
perut atau pada perubahan posisi akan terasa nyeri DAN biasanya pasien akan
mempertahankan posisi paling nyaman ex telentang saja, dikarenakan adanya
cairan bebas tsb (darah/dari tract digestivus).

4. Kenapa jika ditemukan diffuse abdominal tenderness positif segera di OR? hal
tersebut mengindikasikan apa nggih dok?
 Jika sudah ada defans muscular maka artinya ada rangsang peritoneal intra
abdomen, penyebabnya macam2 bisa darah (trauma), atau infeksi ex perforasi
organ hollow viscus misal yang bocor di usus halus/besar brrt feses ikut keluar.
Indikasi? Adanya peritonitis yang sifatnya generalisata, yang sudah meliputi
seluruh cavum intraabdomen jd mutlak harus dilakukan OP Laparotomi eksplorasi
sourch control=artinya menghentikan sebab kebocoran tsb. Ex kasus trauma ada
robekan di usus halus ileum (harus diperbaiki) ex jika robekan sedikit, maka
dijahit dg simple closure, atau benar2 sudah terputus antara proksimal dan distal
maka harus di reseksi artinya dipotong dan dilakukan anastomosis, artinya
dilakukan penyambungan usus tsb.
Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

Jika difus abdominal tenderness positif artinya ads rangsang peritonitis artinya ada
defans muscular -> maka artinya tjd peritonitis generalisata -> mutlak harus OP ->
dilakukan source kontrol.
Apabila kasus trauma, tanda DPA + -> ex. Pasien datang stelah perutnya terbentur
stang motor, namun hasil PF tidak begitu jelas defans muscular/rangsang
muscularnya/rangsang muscularnya, tapi tensi tidak stabil, ex dbn 120/80 tapi ini
100/80, Agak pucat, tapi PF palpasi abdomen defans muscular tidak trll jlas,
sesuai dalam algoritma kita lakukan DPA -> membuat suatu irisan di
umbilical/supra/intra umbilical 2-5cm (yang penting bisa ekspose) ->Memasukan
semacam NGT/DC dalam intraperitoneal -> ambil 10cc ut sample, kemudian
diperiksa/ Jika SDM 100.000, atau >SDP 500, maka DPA +. Namun jika di
supra/infra umbilical isinya darah/feses/cairan kehijauan bisa jd dari tract biliaris
atau robekan cbd common biliar duct -> masuk ke duodenum, MAKA AUTO
HASIL + DPA -> tindakan langsung OP.
5. DPA dilakukan untuk kasus hemodinamik yang tidak stabil disebabkan oleh penyebab
lain. Penyebab lainnya itu seperti apa nggih dok? kemudian hasil DPA positif itu
mengindikasikan apa nggih dok?
 Disini settingnya abdomen/organ berongga/perut, maka di algoritma hemodinamik
yang labil/tidak stabil, lalu ada 2 bagan, under cause of hemodinamic lability
reason jd bisa saja krn sebab lain myb hemodinamic tidak stabil ex. Fractur pelvis
(sring), fraktur femur (jarang) ex tertutup tapi perdarahan banyak. Ex. Pasien
datang dg PF perut tidak begitu jelas, defans muscular tapi TD turun terus, 90/70.
Nadi 130 tapi tidak defans muscular, nah itu maksudnya. Jika tidak jelas DM
maka dilakukan DPA. Untuk menyingkirkan apakah ada penyebab trauma yang
lain disitu. Nah jika Defans muscular tidak jelas, DPA -, maka kemungkinan
penyebab/cedera yang lain tersering ex. Fraktur pelvis yang ga keliatan, atau
mungkin hematothorax di regip hemithorax yang tidak terdeteksi saat pasien
datang.
6. Komplikasi postoperative tidak didapat fungsi normal dalam 3 minggu apakah untuk
evaluasi harus menunggu 3 minggu dok?

 iya ..untuk menilai respon post operasi pada bayi 2-3 minggu...
7. Utuk pemeriksaan FAST hasil negatif tergantung skenario klinis maksudnya
bagaimana nggih dok?
Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

 Untuk pasien2 trauma (belajar ATLS) pemeriksaan harus dilakukan 1 orang, tidak
boleh bergantian. Shg harus diperiksa oleh 1 operator (nanti dinilai), FAST =
USG trauma, jd misal hasil FAST -, kemudian periksa 6 jam kemudian, hasilnya
defans muscular +, ditambah hemodinamik tidak stabil yang tadinya sempat baik
namun stelah di eval makin jelek, maka tidak perlu berpatokan pada FAST lg krn
hy sbg tools, dan Pemeriksaan USG sgt operator dependent/subjektif. Nah FAST
+ jika ada cairan bebas >50-100cc dalam perut itu baru keliatan dan itupun sgt
operator dependend, jd tergantung clinical skenario/kondisi pasien tsb. Jika
hemodinamik makin tidak stabil, TD drop, nadi makin meningkat kemudian PF
abdomen defans muscular jelas sekali maka tidak perlu mikir FAST -> itu udh
peritonitis, jika darah brrt sebabnya perdarahan peritoneal, dsb
8. Narkose umum apakah sama dengan anestesi umum dok?
 Iya sama.
9. Abdominal compartemen syndrome itu bagaimana nggih dok
 Sesuai slide, intra abdominal hipertensi, ACS itu adl intra abdominal hipertensi
yang dapat disebabkan, ex. Rupture/perforasi gaster shg ada udara bebas disitu,
saat hirup udara, ngomong kan ada udara masuk dalam sal. Cerna/lambung, nah
ketika lambung bocor maka cairan lambung akan keluar dan ada udara bebas
Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

disitu. Bayangkan jika cavum intra abdomen kan luasnya terbatas, udh ada isi
usus, pemb darah dan cavitas peritoneal serta solid organ, ditambah lagi dg adanya
perforasi gaster, dg udara atau pada kasus trauma ada perdarahan maka isi cavum
intra abdomen makin luas, jika udara maka akan tambah kembung/besar. Cairan
lambung sama juga, perutnya membesar atau mengembang. Maka akan emnekan
bagian anterior perut terlihat kembung, ke superior maka mendesak diafragma,
harusnya paru bisa mengembang sempurna, karena ada peningkatan tekanan intra
abdomen maka akan ada gangguan breathing dan pengembangan paru, shg pasien
jd sesak kem. Menekan kearah posterior, ada pemb. Darah besar (aorta abdominal,
vena cava) nah bisa terkenal karena IAH, shg preload ber – after load ber -,
semprotan darahs edikit shg tjd gg perfusi, *sangat berbahaya* maka dibuatlah
diluar negeri guidline IAH. Berdasarkan grade. Dikatakan ACS jika grade 3
keatas (grade 3,4) > 21-25 mmHg. Apa sja yang harus dilakukan? Berdasar
guideline. Paling gampangnya jika TIA tinggi, maka pasang/dekompresi
utamanya isi lambung dan buli2, pasang DC, poli kateter shg tekanan intra
abdomen berkurang. Pasang NGT ut kurangi tekanan.

10. EDGT itu apakah end goal direct therapy dok? Maksudnya bagaimana
 Early Gold Direct Therapy -> mrp terapi2 pasien sepsis, banyak guidelinenya di
Inet jd cari ya, kata kunci “surviving sepsis campaign” ex ada laktat (measurement
lactat level), pengambilan kultur, pemberian AB, pasien syok lakukan resusitasi.
Jika makin drop berikan vasopresor. Tujuanya EGDT ut memperbaiki kondisi2
pasien yang sedang sepsis. Ex pasien di IGD dg peritonitis generalisata, sudah
Bismillah semangat ;( kalo mau A ya belajar!

dirawat di puskesmas slm 6hr padahal ada perforasi hollow viscus, kondisi sudah
mau sepsis berat, maka tujuan EGDT memperbaiki pasien sepsis tsb shg kondisi
optimal jika hendak dilakukan OP.