Anda di halaman 1dari 2

MANUSIA MEMPUNYAI KESEMPATAN KEDUA

Sore itu,kami duduk dengan teman teman di tepi jalan,seperti biasa kami lakukan.Tiba
tiba HP ku berdering, pada saat itu datanglah 2 orang pria bersepeda motor “dek, dimana rumah
pak RW? Belum sempat ku jawab,tiba tiba sreett... secepat kilat HP ku direbutnya dan kedua
orang itu langsung tancap gas.Aku terbengong bengong,mulutku seakan terkunci karena
kejadian itu terjadi secara tiba tiba dan luar perkiraanku.Aku pun hanya bisa berdoa dalam hati
kepada allah SWT, “Ya allah kalau itu memang rezeki ku, aku ikhlas dan pasrah
kepadamu”.Kawan kawan pun memberi semangat agar aku ikhlas.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, akupun pulang kerumah dengan memikirkan apa
yang harus aku katakan kepada orang tuaku dengan apa yang terjadi pada hari ini.Aku pun
akhirnya sampai di depan pintu, jantungku mulai berdetuk kencang dan keringatku pun mulai
bercucuran.Tetapi, aku harus jujur kepada orang tuaku walaupun itu
menyakitkan.“Assalamualaikum ma,” (sambil mengetuk pintu rumah).“Waalaikumsalam”
(sambil mama mebuka pintu) “dari mana aja kamu nak”? (dengan wajah cemas mama bertanya
pada ku) “aku tadi pergi bersama sama teman ku ke tempat nongkrong, maaf ya tadi aku pergi
tidak izin dahulu sama mama” (sambil mencium tangan mama) “iya nak, gak papa lain kali kalau
mau pergi izin dulu ya biar mama gak khawatir sama kamu” (sambil mengusap rambutku).

Belum sempat aku memberitahu kepada mama atas kejadian tadi, tiba tiba terdengar
klason dari luar rumah dan ternyata ayah ku baru pulang dari kantor. Mama pun langsung ke
depan untuk membuka pagar rumah.Jantungku pun mulai berdetak kencang seakan mau cepat
rasanya, karna kedua orangtua ku sudah di rumah. Ayah an mama ku pun heran melihat sikapku
yang cemas. “Nak, ada apa dengan mu?” (tanya ayahku sambil mengajakku duduk di
sampingnya).Aku pun memberanikan diri untuk jujur kepada orang tuaku. Aku pun menjawab,
“Yah, hp ku hilang di ambil 2 orang laki laki pada saat aku berkumpu bersama teman temanku.
Aku pun menceritakan dari awal kejadian sampai akhir kepada ayahku. Ayahku pun bertanya
“Nak, apakah kamu mengigat waja 2 orang tersebut atau plat motornya?”. “Aku tidak ingat
wajahnya, tapi aku ingat plat nomor motor maling tersebut” jawabku.

Aku pun memberitahu ayahku plat nomor motor maling tersebut dan langsung ayahku
menelpon polisi untuk melaporkan kejadian yang aku alami tadi.“Ayah tidak marah”? tanyaku
dengan nada takut.“Tidak nak, ayah tidak marah.Asal kamu baik baik saja itu udah lega ayah,
lain kali kamu hati hati ya kalau kamu ketemu orang yang tidak kamu kenal.” Ayahku memeluk
sambil mengusap rambutku. “Iya yah,besok aku akan berhati hati apabila ketemu dengan orang
yang tidak ku kenal”.Jawabku Ayahku pun langsung menyuruhku untuk mandi dan istirahat
setelah 3hari atas kejadian yang aku alami,ayahku mendapatkan telpon dari polisi yang
memberitahu bahwa maling nya sudah tertangkap.Aku pun di ajak ayah untuk pergi ke kantor
polisi.Sesampainya disana,aku dan ayah langsung bertemu 2 orang yang maling hpku.Mereka
menyatakan bahwa,kalau mereka pengangguran dan tidak mempunyai uang untuk makan.
Jadi,dari maling tersebut mereka membeli makanan.

Aku pun sedih mendegar cerita kedua maling tersebut,aku pun bertanya kepada
ayahku.“Ayah,boleh gak kita cabut tuntutan kita dan kita ajak mereka untuk bekerja di rumah
sebagai sopir dan tukang kebun”. “Apakah kamu yakin nak?” tanya ayahku.“Yakin yah, kan
setiap orang behak mendapatkan kesempatan kedua untuk berubah” jawabku.Ayahku pun
menyetujui usulanku, dan kedua maling tersebut berkata” Terima kasih ya dek, pak. Kalian
berhati mulia, kami tidak akan mengecewakan kalian dan kami berjanji untuk berubah”. “Sama
sama, jangan pernah melakukan perbuatan itu lagi ya.” Jawabku sambil tersenyum.Kedua maling
tersebut pun bebas dari penjara dan bekerja di rumahku dan mereka pun bertaubat.