Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM II

KIMIA ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF


‟KESADAHAN AIR (HARDNESS)”
Disusun oleh :
Nama : Virginia Feronicha Assa
NIM : 18101101002
Jurusan : Kimia
Kelompok : II (Dua)

Tanggal :
Acc :

Dosen/Asisten

LABORATORIUM KIMIA ANALISIS


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2019
KESADAHAN AIR (HARDNESS)
I. Tujuan

1.1 Menganalisa nilai kesadahan dari beberapa air minum dalam kemasan
(AMDK) yang beredar disekitar kampus.

II. Dasar Teori

Air tanah pada umumnya memiliki tingkat kesadahan yang tinggi karena adanya
kontak langsung dengan batuan kapur yang mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).
Penghilangan kesadahan dengan proses pemanasan air tanah dapat membentuk garam yang
tidak larut dan mengendap. Garam ini dapat berpengaruh terhadap kadar garam kalsium
dalam urin sehingga menyebabkan Mg harus nol karena dapat menimbulkan kerak pada
sistem peralatan yang mengganggu proses pemanasan dan juga merusak peralatan (Aidha,
2013).
Kesadahan pada air merupakan masalah utama yang sering dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari, hal ini disebabkan oleh adanya kandungan ion logam Ca2+ dan Mg2+ yang cukup
tinggi. Kandungan logam-logam penyebab kesadahan air yang tinggi tersebut dapat
menyebabkan masalah seperti berkurangnya pembasahan sehingga proses pencucian tidak
maksimal, perabotan rumah tangga cepat berkarat dan rusak serta pemborosan sabun
(Putranto et al., 2015).
Air sadah tidak begitu bahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa
masalah. Air sadah juga dapat menyebabkan beberapa masalah yaitu pengendapan mineral,
yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga dapat menyebabkan pemborosan
sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan
yang sukar/sulit untuk dihilangkan. Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi
dengan ketat untuk mencegah kerugian. Untuk menghilangkan kesadahan biasanya digunakan
berbagai zat kimia, ataupun dengan menggunakan resin penukaran ion. Air sadah digolongkan
2+¿ ¿
menjadi dua jenis anion yang diikat oleh kation Ca 2+¿ , Mg ¿
(Daud, 2007).
Adanya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalam air akan menyebabkan sifat
kesadahan terhadap air tersebut. Air yang mempunyai tingkat kesadahan yang terlalu tinggi
sangat merugikan karena beberapa hal diantaranya dapat menimbulkan karatan/korosi pada
alat-alat yang terbuat dar besi, menyebabkan sabun kuruang berbusa sehingga meningkatkan
konsumsi sabun dan dapat menimbulkan endapan atau kerak-kerak di dalam wadah-wadah
pengolahan (Fardiaz, 1992).
Menurut Chandra (1968), kesadahan air dapat bersifat :
a. Sementara (Temporary)
b. Menetap (Permanen)
Kesadahan pada air yang bersifat sementara disebabkan ooleh adanya persenyawaan
kalsium dan magnesium dengan bikarbonat dan pada kesadahan air yang bersifat permanen
bila terdapat persenyawaan lkalsium dan magnesium dengan sulfat, nitrat dan klorida
(Chandra, 1968).
Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu dalam air, umumnya ion
calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras
adalah air yang memiiki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan
kadar mineral yang rendah. Penyeban kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun
garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan
air adalah dengan sabun. Dalam air lunak, sabun akan menghasilkan busa banyak. Pada air
sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Dalam air
lunak, sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Pada air sadah, sabun tidak akan
menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit busa. Kesadahan air total dinyatakan dalam
satuan ppm berat per volum (w/v) dan CaCo3 kemudian untuk mengetahui jenis kesadahan air
adalah dengan pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan, sabun tetap sukar
berbuih, berarti air yang digunakan adalah air sadah tetap. Air sadah tidak terlalu berbahaya
untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan
pengendapan mineral yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga menyebabkan
pemborosan sabun dirumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun tidsk dapat
membentuk busa, tetapi malah mengendap membentuk soap scum (sampah sabun) yang sukar
dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+ menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan
membentuk endapan padat (sampah sabun) (Semishin,1995).
Air keras disebut keasadahan ataiu hardness mrmiliki banyak dampak kerugian bagi
PDAM, kesehatan dan kerugian ekonomi. Karena jika tinggi kadar kesadahan dalam air baku
PDAM, maka tinggi pula biaya operasi instalasinya sehingga mengurangi laba bersihnya. Tak
hanya dampak kesehatan, kerugian ekonomi pun juga terjadi karena kesadahan air. Banyak
masyarakat mengeluh karena peralatan banyak berkerak dan kotor. Dan jika alat tersebut
dicuci terlalu keras maka akan bocor. Inilah salah satu dampak buruk kesadahan air terhadap
peralatan dapur yang sering digunakan untuk memanaskan air. Dampak berikutnya ialah
boros sabun mandi. Sebab, sabun natrium (sodium soap) lebih dulu bereaksi dengan kation
penyebab hardness (kesadahan) dan membentuk endapan sehingga tidak bisa berbusa sampai
semua ion kesadahannya habis bereaksi.
Menurut Cahyana (2010), reaksi antara sabun natrium dengan ion kesadahan adalah
sebagai berikut:
2NaCO12C17H33 (sabun) + Kation Kesadahan → Kat(CO12C17H33)→ (endapan) + 2Na+
Parahnya lagi, endapan itu dapat melekat dan mengotori serat kain, porselen, keramik,
dan alat seperti wastafel, kloset, bathtub, urinal, dan lain-lain. Selain disinyalir bisa
menyumbat pori-pori kulit sehingga terasa kasar dan tidak nyaman, air sadah pun dikaitkan
dengan penyempitan pembuluh darah dan penyakit jantung (kardiovaskuler) (Cahyana, 2010).
Kesadahan dalam tingkat tertentu akan bermanfaat bagi kesehatan, namun ketika
kesadahan menjadi tinggi dan dikonsumsi manusia dalam jangka waktu yang lama akan dapat
mengganggu kesehatan. Secara khusus kelebihan unsur kalsium akan menjadikan batu ginjal
dan jaringan otot rusak. Kelebihan logam magnesium dalam darah akan mempengaruhi syaraf
otot dan otot jantung yang ditandai lemahnya refleksi dan berkurangnya rasa sakit pada otot
yang rusak, ini merupakan kekhasan dari kelebihan magnesium dalam darah juga ditandai
adanya keluarnya cairan asetil cholin pada otot (Bobihu, 2012)
Air tanah pada umunya mengandung bahan – bahan metal terlarut, seperti Na, Mg, Ca,
dan Fe. Air yang mengandung komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah
(Bobihu, 2012).
Kesadahan atau hardness adalah gambaran kation logam divalent (valen dua). Kation –
kation ini dapat beraksi dengan sabun membentuk endapan (prespitasi) maupun dengan anion
– anion yang terdapat dalam air membentuk endapan atau karat pada peralatan logam
(Bobihu, 2012).
Menurut Tim Penyusun (2019), pembagian jenis kesadahan air digolongkan meenjadi
2+ ¿¿
2 berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation ( Ca2+¿ atauMg ¿
), yaitu air sadah sementara
dan air sadah tetap. Berdasarkan sifatnya, kesadahan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
:
1. Air Sadah Sementara
Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HC O 3−¿¿),
atau boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium karbonat (Ca( HC O3)2 ¿ dan atau
magnesium karbonat (Mg( HC O 3)2 ¿ . Air yang mengandung ion atau senyawa-senyawa
tersebut disebut air sadah sementara karena jika dipanaskan kesadahannya akan hilang,
sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca2+¿ ¿ dan Mg 2+¿¿.
2. Air Sadah Tetap
Air sadah tetap adalah air sadah yang mengandung anion selain anion bikarbonat, dapat
beripa ion Cl−¿¿ NO 3 SO 42−¿¿. Air-air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut
−¿¿

air sadah tetap, karena kesadahannya tidak bisa dihilangkan dengan pemanasan, untuk
membebaskan air tersebut dari kesadahan harus dilakukan engan cara kimia, yaitu dengan
mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adaah larutan
karbonat yaitu Na2 CO 3 atau K 2 CO3. Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk
mengendapkan ion Ca2+¿ ¿ dan Mg 2+¿. ¿
Dengan Reaksi :
CaCl2 + Na2 CO 3 → CaCO 3 + 2NaCl
Mg( N O 3)2 + K 2 CO3 → MgCO 3 + 2 KN O3
Dengan terbentuknya endapan CaCO 3 atau MgCO 3 berarti air tersebut telah terbebas dari ion
Ca2+¿ ¿ dan Mg 2+¿¿.
Kesadahan air dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu kesadahan sementara (temporer)
dan kesadahan tetap (permanen). Kesadahan sementara disebabkan oleh garam-garam
karbonat (C O 32−¿¿ dan bikarbonat (HC O3) dari kalsium dan magnesium, kesadahan ini dapat
dihilangkan dengan cara pemanasan atau dengan pembubuhan kapur tohor. Kesadahan tetap
disebabkan oleh adanya garam-garam khlorida (Cl) dan sulfat (SO 42−¿¿ dari kalsium dan
magnesium. Kesadahan ini disebut juga kesadahan non karbonat yang tidak dapat dihilangkan
dengan cara pemanasan, tetapi dapat dihilangkan dengan cara pertukaran ion (Rivai, 2006).
Berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+), air sadah
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap. Air sadah
sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO3-), khususnya senyawa
kalsium bikarbonat (Ca(HCO3)2) dan atau magnesium bikarbonat (Mg(HCO3)2). Disebut air
sadah sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan air
membebaskan ion Ca2+ dan atau Mg2+. Selanjutnya, senyawa-senyawa tersebut akan
mengendap pada dasar ketel (Sulisryani et al., 2012).
Menurut Sulisryani et al. (2012), persamaan reaksi antara kalsium bikarbonat dan
magnesium bikarbonat pada proses pemanasan, sebagai berikut:
Ca(HCO3)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
Mg(HCO3)2(aq) → MgCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
Air sadah tetap adalah air sadah yang mengandung anion selain ion bikarbonat,
misalnya dapat berupa ion Cl-, NO3- dan SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi
berupa kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), kalsium sulfat (CaSO4),
magnesium klorida (MgCl2), magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4).
Air yang mengandung senyawasenyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya
tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan. Kesadahan tetap dapat dihilangkan
dengan mereaksikan air tersebut dengan zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah
larutan karbonat: Na2CO3 (aq) atau K2CO3 (aq) (Sulisryani et al., 2012).
Menurut Sulisryani et al. (2012), Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk
mengendapkan ion Ca2+ dan atau Mg2+, sehingga terjadi persamaan reaksi berikut:
CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) → CaCO3(s) + 2NaCl(aq)
Mg(NO3)2(aq) + K2CO3(aq)→MgCO3(s) + 2KNO3(aq).
Menurut Fardiaz (1992), air sadah digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan jenis
anion yang diikat oleh kation ¿ ¿, Mg 2+¿¿, yaitu :
a. Air Sadah Sementara
Mengandung garam hidrokarbonat seperti Ca( HC O3)2. Air sadah sementara dapat
dhilangkan kesadahannya dengan cara :
1. Dipanaskan
Dipanaskan air tersebut sehingga garam karbonatnya mengendap, reaksinya :
Ca( HC O 3)2(aq ) CaCO 3(s) + H 2 O (l) + CO 2(g )
Mg ( HC O 3 )2(aq) Mg CO 3(s ) + H 2 O (l) + CO 2(g )
2. Selain dengan memanaskan air, sadah sementara juga dapat dihilangkan kesadahannya
dengan mereaksikan larutan yang mengandung HC O3/Ca( HC O3)2atau Mg ( HC O 3 )2
dengan kapur (Ca ( OH )2 ) :
Ca( HC O 3)2(aq )+ Ca (OH )2(aq) → 2 CaCO 3(s) + 2 H 2 O (l )
b. Air Sadah Tetap
Mengandung garam sulfat (CaSO 4 atau MgSO4 ) terkadang juga mengandung garam
khlorida (Ca Cl2 ) atau ( Mg Cl 2). Air sadah tetap dapat dihilangkan kesadahannya
menggunakan cara :
1. Mereaksikan dengan sodda Na2 CO 3 dan kapur Ca (OH )2 , supaya terbentuk endapan
garam karbonat dan atau hidroksida :
CaSO 4(aq ) + Na 2 CO 3(aq) → CaCO 3(s) + Na 2 SO 4(aq)
2. Proses Zeolit
Proses Zeolit dengan Natrium Zeolit (suatu silikat) maka kedudukan akan digantikan
ion kalsium dan ion magnesium atau kalsium zeolite.
Zeolit merupakan salah satu mineral yang mempunyai kemampuan sebagai bahan
penyaring dalam suatu media air. Kemampuan tersebut diunjukkan oleh tingkat kapasitas
tukar kation (KTK) yang dimiliki zeolit sehingga material dan kontaminan yang ada dalam air
akan dapat diikat oleh zeolit aktif (Marsidi, 2001).
Penghilang kesadahan dapat dilakukan di dalam instalasi pengolahan (treatment plant)
untuk kapasitas yang besar atau dalam skala rumah tangga untuk skala yang kecil. Penghilang
kesadahan dengan cara pemanasan hanya dapat menghilangkan kesadahan sementara yakni
garam Ca( HC O3)2 dan Mg( HC O 3 )2. Untuk kesadahan yang tinggi umumnya dilakukan
diinstalasi pengolahan air sampai derajat kesadahan moderat yakni 50-150 mg/l kesadahan.
Untuk skala rumah tangga penghilangan kesadahan atau kandungan kapur yang berlebih
umumnya dilakukan dengan cara pertukatan ion (Idaman dan Ruliasih, 2011).
Tingkat kesadahan di berbagai tempat perairan berbeda-beda. Pada umumnya air tanah
mempunyai tingkat kesadahan yang tinggi, hal ini terjadi karena air tanah mengalami kontak
dengan batuan kapur yang ada pada lapisan tanah yang dilalui air. Air permukaan tingkat
kesadahan-nya rendah (air lunak). Kesadahan non karbonat dalam air permukaan bersumber
dari Kalsium sulfat yang terdapat dalam tanah liat dan endapan lainnya (Marsidi, 2001).
Menurut Chandra (1768), standar internasional air minum menurut WHO (1971),
kesadahan air dinyatakan dalam milliequivalent per liter (mEq/L). Dengan 1 mEq/L ion
penghasil kesadahan air sebanding dengan 50 mg CaCO 3 (50 ppm) di dalam 1 liter air. Air
dengan batasan kesadahan air 1-3 mEq/L (50-150 ppm). Air dengan batasan kesadahan lebih
dari 3 mEq/L (150 ppm) akan menimbulkan kerugian-kerugian sebagai berikut :
Lunak <1 m Eq/L (50 ppm)
Agak Sadah 1-3 m Eq/L (50-150 ppm)
Sadah 3-6 m Eq/L (150-300 ppm)
Sangat Sadah >6 m Eq/L

Menurut Fardiaz (1992), kesadahan tetap disebabkan oleh adanya garam-garam


klorida(Cl-) dan sulfat(SO4) dari kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).
Derajat Kesadahan CaCO3 (ppm) Ion Ca- (ppm)
Lunak <50 <2,9
Agak sadah 50-100 2,9-5,9
Sadah 100-200 5,9-11,9
Sangat sadah >200 >11,9
Kesadahan karena garam-garam tersebut bersifat tetap dan sangat sukar dihilangkan.
Berdasarkan tingkat kesadahannya air dapat dibedakan atas beberapa macam yaitu air lunak,
air agak keras(sadah), air sadah dan air sangat sadah.
Eriochrome Black T (EBT) adalah indikator kopleksometri yang merupakan bagian
dari pengompleksian, contohnya proses determinasi kesadahan air. Di dalam bentuk protonate
EBT berwarna biru. Lalu berubah menjadi warna merah ketika membentuk komplek dengan
kalsium, magnesium, dan ion logam lainnya. Nama lain dari Eriochrome Black T adalah
Solochrome Black T atau EBT. Satu kelemahan EBT adalah larutannya tidak stabil. Bila
disimpan, akan terjadi penguraian secara lambat, sehingga setelah jangka waktu tertentu
indikator tidak berfungsi lagi (Baroroh, 2004).
EBT adalah karsinogik azo-komponen. EBT sering digunakan untuk determinasi
kalsium, magnesium, mangan, zinc, nikel, tembaga, thalium dan kobalt (Chang, 2003).
EDTA adalah singkatan dari Ethylene Diamine Tetra Acid, yaitu asam amino yang
dibentuk dari protein makanan. Zat ini sangat kuat menarik ion logam berat dalam jaringan
tubuh dan melrutkannya, untuk kemudian dibuang melalui urine (Khopkar, 1990).
III. Alat dan Bahan

I.1 Alat
 Botol Selai
 Gelas Ukur
 Pipet tetes
 Spatula
I.2 Bahan
 Buffer pH 10±0,1
 EDTA 0,01 M
 Indikator EBT
 Sampel AMDK

IV. Prosedur Kerja

1. Diambil 100 mL sampel (240 mL, 600 mL, 1500 mL) dan masukkan kedalam
botol selai kosong.
2. Ditambahkan 1 mL buffer pH 10.
3. Indikator EBT ditambahkan sebanyak 0,1 gram.
4. Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M dari warna ungu menjadi warna biru.
V. Hasil Pengamatan

Tabel Pengamatan

Volume Sampel Nilai Kesadahan


No. Jenis Sampel Perubahan Warna
(mL) (ppm)

64 tetes = 3,2 mL
1 Oasis (330 mL) 100 mL 21,168 ppm
Warna ungu → Warna biru

68 tetes = 3,4 mL
Oasis (600 mL) 100 mL 22, 491 ppm
2 Warna ungu → Warna biru

60 tetes = 3 mL
3 Oasis (1500 mL) 100 mL 19,845 ppm
Warna ungu → Warna biru

RON 88 (380 38 tetes = 1,9 mL


4 100 mL 12,568 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

RON 88 (600 45 tetes = 2,25 mL


5 100 mL 14,883 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

RON 88 (1500 46 tetes = 2,3 ml


6 100 mL 15,214 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

Indomaret (330 80 tetes = 4 mL


7 100 mL 26,460 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

Indomaret (600 55 tetes = 2,75 mL


8 100 mL 18,191 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

Indomaret (1500 45 tetes = 2,25 mL


9 100 mL 14,883 ppm
mL) Warna ungu → Warna biru

1. Air minum dalam kemasan bermerek Oasis


 Oasis (330 mL)
Diketahui : mL EDTA = 3,2 mL
M EDTA = 0,01 M
mL asampel = 100 mL
Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?
Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel
3,2mL x 0,01 M x 66,15 x 1000
=
100 mL
2116,8
= =21,168 ppm
100
 Oasis (600 mL)
Diketahui : mL EDTA = 3,4 mL
M EDTA = 0,01 M
mL asampel = 100 mL
Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?
Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel
3,4 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000
=
100 mL
2249,1
= =22,491 ppm
100
 Oasis (1500 mL)

Diketahui : mL EDTA = 3 mL

M EDTA = 0,01 M

mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?

Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

3 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1984,5
= =19,845 ppm
100

2. Air minum dalam kemasan bermerek RON 88


 RON 88 (380 mL)
Diketahui : mL EDTA = 1,9 mL

M EDTA = 0,01 M

mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?

Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

1,9 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1256,85
= =12,568 ppm
100

 RON 88 (600 mL)

Diketahui : mL EDTA = 2,25 mL

M EDTA = 0,01 M

mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?

Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

2,25 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1488,375
= =14,883 ppm
100

 RON (1500 mL)

Diketahui : mL EDTA = 2,3 mL

M EDTA = 0,01 M
mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?

Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

2,3 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1521,45
= =15,214 ppm
100

3. Air minum dalam kemasan bermerek indomaret


 Indomaret (330 mL)

Diketahui : mL EDTA = 4 mL
M EDTA = 0,01 M
mL asampel = 100 mL
Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?
Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel
4 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000
=
100 mL
2646
= =26,460 ppm
100
 Indomaret (600 mL)
Diketahui : mL EDTA = 2,75 mL

M EDTA = 0,01 M

mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?


Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

2,75 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1819,125
= =18,191 ppm
100

 Indomaret (1500 mL)

Diketahui : mL EDTA = 2,25 mL

M EDTA = 0,01 M

mL asampel = 100 mL

Ditanya : Hardness (ppm) = . . . ?

Penyelesaian :

mL
mL x M EDTA x 66,15 ( bst ) x 1000
L
Hardness ( ppm )=
mL sampel

2,25 mL x 0,01 M x 66,15 x 1000


=
100 mL

1488,375
= =14,883 ppm
100
VI. Pembahasan

Pada praktikum kesadahan ini sampel yang digunakan adalah Air Mineral Dalam
Kemasan (AMDK). Dalam hal ini digunakan tia Merk dagang yang diteliti nilai
kesadahannya. Merk dagang tersebut adalah Oasis, RON 88, dan Indomaret. Nilai kesadahan
dari masing – masing merk berbeda-beda. Itu menunjukkan bahwa kandungan mineral dari
ketiga merk Air Mineral ini juga berbeda-berbeda tingkatnya.
Nilai kesadahan yang diperoleh dari masing-masing merk dagang adalah sebagai
berikut :
Oasis 330 mL : 21, 168 ppm, Oasis 600 mL : 22, 4991 ppm, Oasis 1500 mL : 19, 845 ppm,
Ron 88 380 mL : 12,568, Ron 88 600 mL : 14, 883 ppm, Ron 88 1500 mL : 15, 214 ppm ,
Indomaret 330 mL : 26,460 ppm, Indomaret 600 mL : 18,191 ppm, Indomaret 1500 mL :
14,883 ppm.
Perlakuan yang dilakukan pada masing-masing sampel adalah sama. Dapat dilihat dari
data yang dihasilkan bahwa nilai kesadahan dari masing-masing merk berbeda. Selain itu
meskipun dengan merk yang sama, tapi dengan volume yang berbeda, terdapat pula nilai
kesadahan yang berbeda . Satuan yang digunakan untuk menyatakan kesadahan adalah part
per million (ppm).
Tujuan untuk mengambil volume yang berbeda – beda pada tiap merek adalah untuk
mengetahui nilai kesadahan pada tiap merek ternyata walaupun sama atau berada dalam merk
yang sama tapi tiap volume memeiliki nilai kesadahan yang berbeda.
Dapat dilihat pada hasil pengamatan, bahwa pada merk Oasis 330 mL, Oasis, 600 mL,
Oasis 1500 mL, nilai kesadahan yangv paling tinggi adalah pada volume 100 mL dengnan
jenis sampel Oasis 330 mL. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar mL sampel Oasis maka
nilai kesadahannya semakin turun.
Untuk merek Ron 88, dapat dilihat pada hasil pengamatan, bahwa nilai kesadahan
yangv paling tinggi yaitu pada Ron 88 1500 mL. Berbanding terbalik dengan merek Oasis,
Ron 88 dapat disimpulkan bahwa semakin besar mL sampel maka nilai kesadahannya
semakin tinggi
Sebaliknya pada merek Indomaret dapat dilihat pada hasil pengamatan, yakni sama
dengan Oasis bahwa merek sampel paling rendahh memilki nilai kesadahan yang paling
tinggi atau besar (600 mL dan 1500 mL) memilki nilai kesadahan yang paling rendah. Jadi
pada merek Indomaret nilai kesadahan pada mL sampel kecil ke mL sampel besar, nilai
kesadahan menjadi semakin kecil atau turun.
Pada hasil pengamatan masing – masing nilai kesadahan, yang dapat dilihat pada hasil
pengamatan mungkin terjadi kesalahan karena mungkin karena terdapat kesalahan dari proses
titrasi dengan EDTA. Mungkin factor pengamatan dalam perubahan warna yang agak keliru,
pada saat melakukan titrasi yang seharusnya perlahan-lahan menajdi terburu-buru, pada saat
pengambilan larutan yang tidak tetap atau lebih sedikit dari batas pengukuran juga dapat
mempengaruhi hasilnya. Namun hasil yang didapat bisa dikatakan baik karena selisih atau
perbandingannya tidak terlalu jauh.
Ketika ditambahkan sedikit indicator EBT pada masing-masing sampel yang telah
diberikan larutan buffer, maka perubahan warna yang terjadi adalah dari ungu menjadi warna
biru. Lalu setelah dilakukan proses titrasi dengan EDTA maka terdapat perubahan warna yang
konstan yaitu menjadi warna biru.
Hasil dari kesadahan praktikum ini yakni Indomaret 330 mL adalah nilai kesadahan
yang paling tinggi. Namun hasil ini masih dikatakan air lunak, karena berada di bawah
ambang batas kesadahan.
Sulitnya perubahan ini terjadi dikarenakan indikator EBT yang terlalu banyak
sehingga terjadi ketidakseimbangan pada banyaknya volume yang dititrasi dengan larutan
EDTA. Air yang berubah warna ketika dititrasi EDTA dikarenakan larutan EDTA berhasil
mengikat kation bervalensi dua.
VII. Penutup
7.1 Kesimpulan
1. Nilai kesadahan dari beberapa sampel air minum dalam kemasan (AMDK)
yang beredar disekitar kampus, yaitu: Oasis 330 mL: 21, 168 ppm, Oasis 600
mL: 22,491 mL, Oasis 1500 mL: 19,845 ppm; RON 88 380 mL: 12,568 mL,
RON 88 600 mL: 14,883 ppm, RON 88 1500 mL: 15, 214 ppm; Indomaret 330
mL: 26, 460 mL, Indomaret 600 mL: 18, 191 ppm, Indomaret 1500 mL: 14,
883 ppm. Nilai kesadahan tertinggi adalah Indomaret 330 mL.
7.2 Saran
Sebaiknya saat praktikum berlangsung, praktikan berhati-hati dalam
menggunakan alat-alat ataupun bahan-bahan yang ada dalam laboratorium.
DAFTAR PUSTAKA
Aidha, N. N. 2013. Aktivitas Zeolit Secara Fisika Dan Kimia Untuk Menurunkan Kadar
Kesadahan (Ca Dan Mg) Dalam Air Tanah. Jurnal Kimia Kemasan. 35(1) : 58-64.
Baroroh. 2004.  Diktat Kimia Dasar 1. Banjar Baru : Universitas Lambung
Mangkurat.
Bobihu, R. 2012. Uji Kesadahan Air Minum Pada Kejadian Penyakit Batu Saluran Kemih.
Jurnal Public Health. 1(1) : 61-69
Cahyana, G. H. 2010. Variasi teknologi pengurangan kesadahan dalam pengolahan air
minum. Jurnal Sosioteknologi Terapan. 15(1) : 39-49.
Chandra, B. 1968. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta : Kedokteran EGC.
Chang. 2003. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
Daud, A. 2007.  Aspek Kesehatan Penyediaan Air Bersih. Makassar : CV Healthy &
Sanitation.
Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta : Kanisius.
Harjadi, W. 2006. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT.Gramedia.
Idaman dan Ruliasih. 2011. Penghilanan Keasadahan di dalam Air Minum. Jurnal Kimia
Lingkungan. 7(3) : 1-2.
Khopkar.1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Marsidi, R. 2001. Zeolit untuk Mengurangi Kesadahan Air. Jurnal Teknologi
Lingkungan.2(1) : 2-4.
Moore.2010. Kimia for Dummies. Bandung : Pakar Raya.
Putranto, V. H., Kusumastuti, E., Junaeri. 2015. Pemanfaatan Zeolite Abu Sekam Padi
Dengan Aktivitas Asam Untuk Penurunan Kesadahan Air. Jurnal MIPA. 38(2) : 150-
159.
Rivai, H. 2006. Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta :UI Press.
Semishin, V. 1975. Laboratory Exercise in General Chemistry. Moscow : Peace Publisher.
Sulistyani, Sunarto, Fillaeli, A. 2012. Uji Kesadahan Air Tanah Di Daerah Sekitar Pantai
Kecamatan Remabang Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sains Dasar. 1(1) : 33-38.
Tim Penyusun. 2019. Penuntun Praktikum Kimia Analisis Kualitatif dan Kuantitatuf.
Manado: FMIPA UNSRAT.
LAMPIRAN

Sampel AMDK Buffer pH 10 Indikator EBT

Oasis Setelah dititrasi RON 88 setelah dititrasi

Indomaret setelah di
titrasi