Anda di halaman 1dari 5

Farmaka

Suplemen Volume 16 Nomor 2 28

ARTIKEL TINJAUAN: STUDI KIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI


TANAMAN SELEDRI (Apium Graviolens L.)

Nur Farah Aina Binti Faizal, Yoppi Iskandar


Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Jln. Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor 45363
farahainaafaizaal@gmail.com

ABSTRAK

Penggunaan tanaman sebagai obat untuk mengobati penyakit telah banyak digunakan sejak
zaman dahulu dan berbagai bagian tanaman dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat.
Tanaman seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat
antiinflamasi, antioksidan, antikalkuli, antidiare, dan juga antijamur. Ini adalah karena telah
dibuktikan bahawa tanaman seledri mempunyai kadar flavonoid yang tinggi. Aktivitas dari
tanaman seledri telah diamati. Tanaman seledri diketahui memiliki aktivitas antioksidan,
antiinflamasi, antikalkuli, antidiare, dan juga antijamur. Ianya mempunyai banyak flavonoid
sehingga banyak keuntungan darinya.
Kata kunci: Seledri, antiinflamasi, antioksidan, antikalkuli, antidiare, antijamur, flavonoid

ABSTRACT
The use of plants as medicine for treating diseases has been widely used since ancient times
and various parts of plants can be used for public health. Celery plants (Apium graveolens L.)
have the potential to be developed into anti-inflammatory, antioxidant, anticalculi,
antidiarrheal and antifugal drugs. This is because it has been demonstrated that celery plants
have high levels of flavonoids. The activity of the celery plant has been observed. Celery plants
are known to have antioxidant activity, anti-inflammatory, anticalculi, antidiarrheal, antifugal.
It has a lot of flavonoids so many advantages of it.
Keywords: Celery, anti-inflammatory, antioxidant, anticalculi, flavonoids, antidiarrheal,
antifugal
Diserahkan: 4 Juli 2018, Diterima 4 Agustus 2018

PENDAHULUAN daripada obat kimia dan atribut antioksidan


mereka mengurangi toksisitas obat-obatan
Penggunaan tanaman obat untuk
ini (Kooti W et al, 2014). Saat ini obat-
mengobati penyakit umum telah lazim sejak
obatan herbal digunakan sebagai alternatif
zaman dahulu dan berbagai bagian tanaman
untuk obat kimia dan alasan utamanya
digunakan untuk kesehatan masyarakat.
adalah tingkat efek sampingnya yang
Penggunaan perawatan menggunakan
rendah dibandingkan dengan obat kimia
tanaman adalah hemat biaya (Ghasemi,
(Grzanna R et al, 2005).
2009 ; Tang, 2010). Tumbuhan obat
memiliki lebih sedikit efek samping
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 2 29

Seledri (Apium graveolens L.), Apigenin


adalah satu jenis tanaman yang telah Apigenin adalah komponen
dikenali oleh masyarakat. Berdasarkan flavonoid pada seledri yang utama, dan
taksonominya, tanaman seledri ianya adalah termasuk ke dalam golongan
diklasifikasikan sebagai berikut flavon. Ketika dalam tubuh, apiin iaitu
(Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan glikosida flavonoid, asam lambung dapat
Sosial Republik Indonesia, 2011) menghidrolisis senyawa ini menjadi gula
dan aglikon apigenin. Dari proses hidrolisis
Kingdom : Plantae
apiin, apigenin telah terbentuk, dan proses
Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
ini dibantu oleh asam lambung (HCl)
Sub Divisi: Angiospermae
(Soedibyo, 1998). Didalam 2 jurnal yang
Kelas : Dicotyledonae (Berkeping dua)
telah diteliti, dibuktikan bahawa terdapat
Sub kelas : Dialipetalae
senyawa apigenin.
Famili : Umbelliferae (Apiaceae)
Genus : Apium Antioksidan
Spesies : Apium graveolens L.
Flavonoid adalah antioksidan yang
potensial untuk mencegah pembentukan
PEMBAHASAN
radikal bebas (Ronald et al.,2000). Radikal
Flavonoid bebas adalah molekul yang sangat reaktif
Seledri mempunyai kandungan karena memiliki elektron tidak berpasangan
minyak atsiri (Alinin dan alisin), flavonoid, dalam orbital luarnya, sehingga mudah
protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B, bereaksi dengan molekul-molekul
besi, kalsium, sulfur dan fosfor. Flavonoid penyusun sel tubuh dengan cara mengikat
bagi manusia, digunakan sebagai antialergi, elektron dari molekul tersebut (Alisyahbana
antiinflamasi, antivirus, dan dkk., 2001; Bruneton, 1998). Didalam 6
antikarsinogenik. Flavonoid merupakan artikel yang digunakan dapat diketahui
antioksidan yang potensial untuk mencegah bahawa terdapat senyawa flavonoid di
pembentukan radikal bebas (Ronald et dalam tanaman seledri yang dapat
al.,2000). Terkadang flavonoid digunakan sebagai antioksidan.
diketemukan pula pada sel kutikula Antioksidan merupakan senyawa yang
(Kardono dkk., 2004). Didalam 4 artikel dapat menghambat menghambat reaksi
yang digunakan dibuktikan bahawa terdapat oksidasi atau suatu zat yang dapat
flavonoid di dalam seledri. menetralkan atau menangkap radikal bebas
(Kumaran, 2006).
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 2 30

Antiinflamasi Diduga kandungan flavonoid di


Radang atau yang disebut inflamasi dalam seledri seperti apigenin dan apiin,
adalah satu dari respon utama sistem membantu meluruhkan dan mencegah
kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. penempelan kristal garam kalsium ataupun
Inflamasi dikatakan respon biologis magnesium yang dapat menyebabkan
kompleks dari jaringan vaskuler atas terbentuknya batu ginjal (Kolarovic J et
adanya bahaya seperti pathogen, kerusakan al,2010 ; Ratu G et al, 2006). Dari hasil
sel atau iritasi. Obat antiinflamasi non- pengujian dari 1jurnal, didapati pengujian
steroid (NSAID) adalah suatu kumpulan antikalkuli secara in vitro dapat
obat secara kimiawinya tidak sama, yang disimpulkan, bahwa herba seledri baik
berbeda aktivitas anti piretik, analgesik dan dalam sediaan infus (30 g segar/300mL)
antiinflamasinya (Gard, 2001). Telah maupun sediaan cair dari ekstrak kering
dibuktikan di dalam 2 artikel bahawa seledri fraksi air (0,5%) memiliki potensi sebagai
mempunyai kandungan yang dapat antikalkuli.
digunakan sebagai antiinflamasi. Flavonoid Antijamur
adalah senyawa yang telah dilaporkan Resistensi obat, khususnya
bahawa ianaya dapat mempengaruhi proses resistensi antijamur, merupakan masalah di
inflamasi dan juga memiliki efek dalam dunia kedokteran. C. albicans telah
antiinflamasi. mengalami resistensi terhadap beberapa
antijamur, seperti mikonazol, itrakonazol,
Antikalkuli
amfoterisin B dan flukonazol (Nurjanti,
Urolitiasis merupakan penyakit
2006). Menemukan obat baru dari tanaman
yang ditandai dengan pembentukan batu
obat merupakan salah satu solusi terhadap
dalam saluran kemih. Jika ditinjau dari
masalah tersebut. Senyawa aktif yang
lokasinya, urolitiasi terdiri dari urolitiasis
diduga memiliki efek antijamur terhadap C.
bagian atas dikenal sebagai batu ginjal
albicans adalah apigenin dan minyak
(nefrolitiasis) dan juga urolitiasis bagian
atsirinya. Seledri telah diteliti 1 artikel, terbukti
bawah biasa dikenal dengan sebutan batu
seledri memiliki efek antijamur terhadap C.
kandung kemih (vesikolitiasis) (Nahdi TF,
albicans karena apigenin juga terkandung
2013).
dalam daun seledri. (Phyllis, 2003;
Tanaman seledri mengandung Pudjaatmaka, 2002)
senyawa-senyawa flavonoid, alkaloid,
Antidiare
glikosida, terpenoid, tannin, dan polifenol
Diare merupakan suatu gejala klinis
(Shanmugapriya R et al, 2014).
dan gangguan saluran pencernaan yang
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 2 31

ditandai dengan bertambahnya frekuensi DAFTAR PUSTAKA


defekasi, disertai dengan perubahan Alisyahbana M., Ervina M., Sugiarso N.
konsistensi feses menjadi lebih cair/lembek 2001. Uji Antioksidan, Antiradikal
bebas dan Antiinflamasi Rimpang
(Yuliana, 2001). temu manga (Curcuma mangga Val.
et Zyp), SeminarTOI XVII,
Berdasarkan penelitian yang Puslibang Kimia Terapan LIPI,
Jakarta.
dilakukan oleh Wolski, T et al., 2002
Awal Prichatin Kusumadewi, Yuli
diperoleh bahwa seledri mengandung Widiyastuti. 2010. Uji Potensi
Antioksidan Herba Seledri (Apium
senyawa tanin dan flavonoid. Kedua
Graveolens L.) Secara In Vitro.
senyawa ini telah terbukti sebagai antidiare. Volume 3, No. 1.
Badan POM RI. 2010. Acuan Sediaan
(Wolski, T et al., 2002)
Herbal. Jakarta: Badan Pengawas
Obat dan Makanan RI. Hal.37-39
SIMPULAN Bruneton, J. 1998. Pharmacognosy.
Phytochemistry Medicinal Plants,
Aktivitas dari tanaman seledri telah 2nd Edition.
Gard, Paul. 2001. Human Pharmacology,
diamati. Tanaman seledri diketahui
Chapter IX. 135. Taylor & Francis.
memiliki aktivitas antioksidan, London, New York.
Ghasemi Pirbalouti A. 2009. Iranian
antiinflamasi, dan juga antikalkuli.
Medicinal and Aromatic Plants.
Tanaman seledri diketahui memiliki Shahrekord, Iran: Islamic Azad
University.
aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan
Grzanna R, Lindmark L, Frondoza C. 2005.
juga antikalkuli, dengan kadar flavonoid Ginger—an herbal medicinal
product with broad anti-
yang berada di dalam tanaman seledri.
inflammatory actions. J Med Food.
8:125-132
UCAPAN TERIMA KASIH Kardono, LB., Jamilah M. 2004. Aktivitas
Penulis ingin mengucap terima Antioksian Sari Buah Mahkota
Dewa, Prosiding Seminar Nasional
kasih kepada semua pihak yang telah XXV TOI, Tawangmangu, Jateng.
memberi peran secara langsung maupun Kolarovic J, Popovic M, Zlinská J, Trivic S,
Vojnovic M. 2010. Antioxidant
tidak langsung dalam terselesaikannya activities of celery and parsley
penulisan review artikel ini. juices in rats treated with
doxorubicin.Molecules.
KONFLIK KEPENTINGAN 15:6193−6204.
Penulis ingin menyatakan telah Kooti W, Ghasemiboroon M, Asadi-Samani
M, et al. 2014. The effects of hydro-
tidak terdapat sebarang potensi konflik alcoholic extract of celery on lipid
kepentingan dengan penelitian, kepenulisan profile of rats fed a high fat diet. Adv
Environ Biol. 8:325-330
(authorship), dan atau publikasi artikel ini. Kumaran A., Karunakaran RJ. 2006.
Antioxidant & Free Radical
Scavenging Activity or an Ekstract
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 2 32

of Coleus aromaticus. Journal Food Soedibyo,M., Dalimartha., S. 1998.


Chemistry 97:109-114 Perawatan Rambut dengan
Nahdi TF. 2013. Nefrolithiasis dan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen.
hidronefrosis sinistra dengan Jakarta :Swada
infeksi saluran kemih atas. Medula. Tang SY, Halliwell B. 2010. Medicinal
1(4):45−53. plants and antioxidants: what do we
Nurjanti L, Suyoso S, Ervianti E. 2006. learn from cell culture and
Kepekaan obat antijamur pada Caenorhabditis elegans studies?
spesies Candida uji in vitro dengan Biochem Biophys Res
metode makrodilusi pada kasus Commun.;394:1-5.
kandidiasis vulvovaginalis. Berkala Taofik Rusdiana , Sriwidodo , Jajan
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Solahudin, Eli Halimah, Aep W.
[diakses pada tanggal 4 juli 2018]; Irwan, Suseno Amin, Sri A.
18(1). Dapat diakses pada: Sumiwi, Marline Abdasah. 2015.
http://journal.lib.unair.ac.id. Pengujian Efek Antikalkuli dari
Patra Inova Ardelia, Fauzia Andrini, Herba Seledri (Apium graveolens
M.Yulis Hamidy. 2010. Aktivitas L.) secara In Vitro. IJPST. Volume
Antijamur Air Perasan Daun Seledri 2, Nomor 2.
(Apium graveolens L.) Terhadap Wesam Kooti, MSc and Nahid Daraei,
Candida albicans Secara In Vitro. MSc. 2017. A Review of the
JIK, Jilid 4, Nomor 2, Hal. 102-107 Antioxidant Activity of Celery
Ratu G, Badji A, Hardjoeno. 2006. Profil (Apium graveolens L). SAGE pub.
analisis batu saluran kemih di Phyllis A, Balch. 2003. Prescription for
laboratorium patologi klinik. dietary welleness. 2nd ed. New
Indonesian Journal of Clinical York: Penguin Group.8.
Pathology and Medical Pudjaatmaka AH, Qodratillah MT. 2002.
Laboratory. 12(3):114-117. Kamus kimia. cetakan kedua.
Ronald I., Prior C., Cao G. 2000. Jakarta: Balai Pustaka.
Antioxidant Phytochemicals in Fruit Fifteen Aprila Fajrin. 2012. Aktivitas
and vegetables: Diet and Health Antidiare Ekstrak Etanol Daun
Implications. Horticulture Science, Seledri (Apium Graveolens L) Pada
5(4): 588-592 Mencit Jantan. Vol.09 No. 01.
Sapri, Eka Siswanto S, Ariska Yulianti. Wolski,T., Dyduch,J., Najda,A. 2002.
2017. Uji Aktivitas Antiinflamasi “Evaluation of Content and
Fraksi Air Ekstrak Daun Seledri Composition of Phenolic Acids and
(Apium graveolens L.) Pada Mencit Tannins in Leaf Dry Matter of Two
Jantan. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 2 Celery Cultivars (apium graveolens
(1), 60-67 l. Var. Dulce mill. Pers.)”,
Shanmugapriya R, Ushadevi T. 2014. In Electronic Journal of Polish
vitro antibacterial and antioxidant Agricultural Universities (EJPAU) :
activities of Apium graveolens L. 5(1), Wydawnictwo Akademii
seed extracts. Int. J. Drug Dev. & Rolniczej we Wroclawiu.
Res. 6(3): 165−170.