Anda di halaman 1dari 19

MENGENAL AGAMA

HINDU & BUDDHA


MAKALAH AGAMA

UNIVERSITAS ATMAJAYA YOGYAKARTA


MENGENAL AGAMA
HINDU & BUDDHA

Disusun oleh :

Monica Putri Guru E / 170217038

Briyan Bernard Bandhaso E / 170217062

Silvester Dennas Theora Mas F / 170217085

Tio, Jose Alvaro Triono F / 170217092

Andika Damanik F / 170217102

Erick Zeng F / 170217103

Felicia Rininta Putri Sitohang F / 170217124


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Saat ini di Indonesia sangat memiliki banyak sekali agama. Agama adalah sebuah
koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang
menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama
memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna
hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan
mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum
agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama
di dunia.
Saat ini toleransi di Indonesia bahkan di seluruh dunia sangat miris adanya. Kurangnya
rasa toleransi yang tinggi mengakibatkan banyak sekali masalah yang ditimbulkan dan juga
keegoisan yang tinggi terhadap kepercayaan pribadinya sendiri. Sekarang banyak sekali
masyarakat yang kurang memiliki pendidikan tentang agama sehingga mereka masih
memiliki rasa yang tinggi terhadap kepemilikannya sendiri. Memiliki banyak agama di
Indonesia, bukan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya dan agama,
malah sebaliknya. Mereka tidak menganggap Perbedaan Agama Sebagai salah satu
keunikan atau ciri khas yang dimiliki negaranya tersebut. Bahkan rasa bangga akan
kekayaan yang di miliki negaranya.
Pada kesempatan ini, kami dari kelompok 2 (Pendidikan Agama) akan membahas
tentang salah dua dari agama yang ada di Indonesia yaitu “Peran Agama Budha dan Hindu
Dalam Kehidupan Masyarakat di Dunia.”

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian agama Buddha dan Hindu?
2. Bagai mana Adat dan Budaya Agama Buddha dan Hindu?
3. Bagaimana Agama Buddha dan Hindu berperan di Kehidupan Manusia?
4. Bagaimana menumbuhkan sikap toleransi umat beragama?
C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang kami harapkan dalam penelitian ini adalah:


1. Menambah wawasan kepada pembaca dalam memahami pengertian dan ajaran
Agama Hindu dan Buddha
2. Menginformasikan peran Agama Hindu dan Buddha kepada pembaca
3. Menjadikan Para umat Hindu semakin Hindu dan Buddha semakin Budha
4. Memberi pengetahuan mengenai kasus intolerasi terhadap agama Hindu dan Buddha
dan bagaimana menubuhkan rasa toleransi umat beragama di Indonesia
5.
BAB II
LANDASAN TEORI

Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi


tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci.
Praktik agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa
atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan,
meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari kebudayaan manusia.
Definisi tentang agama di sini sedapat mungkin sederhana dan meliputi. Definisi ini
diharapkan tidak terlalu sempit maupun terlalu longgar, tetapi dapat dikenakan kepada agama-
agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Agama merupakan
suatu lembaga atau institusi yang mengatur kehidupan rohani manusia. Untuk itu terhadap apa
yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan
keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya.
Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang
luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri.
Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya
saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan
cara menghambakan diri, yaitu:

 Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari
Tuhan
 Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan
A. Mengenal Sejarah & Ajaran Agama Hindu

Sumber ajaran agama hindu antara lain terdapat pada kitab suci Weda, Brahmana,
Aryanaka, dan Upanisad. Kitab suci Brahmana hanya merupakan tafsir dari Weda. Kitab
suci Aryanaka tambahan dari Weda dan merupakan hasil perenungan dalam hutan.
Upanisad berarti duduk dekat guru untuk menerima wejangan. Oleh karena itu, Upanisad
berisi dasar filsafat tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan. Kata Weda
berartipengetahua(Wid= tahu). Kitab suci Weda terdiri dari empat bagian, yaitu :

• Reg Weda, kata reg yang berarti memuja. Reg Weda berisi syair-syair yang memuja
para dewa agar mereka memberikan kebahagiaan.
• Sama Weda, berasal dari kata sama yang berarti lagu. Sama Weda berisi syair-syair
seperti yang terdapat dalam Reg Weda, hanya saja syair-syair ini harus dinyanyikan
dalam upacara-upacara agama.
• Yajur Weda, berisi mantra yang harus diucapkan pada waktu upacara
kurbanAtharwa Weda, berisi mantra-mantra untuk penyembuhan penyakit, menolak
mara bahaya, mantra-mantra ilmu sihir, dan sebagainya.

2.1. Mengenal Dewa Tertinggi Agama Hindu


Penganut agama hindu mengakui dan menyembah adanya tiga dewa yang disebut Trimurti,
yaitu:
 Dewa Brahma, bertugas menciptakan alam dan dilambangkan sebagai dewa
berkepala empat, bertangan empat dan berkendaraan angsa. Istrinya bernama
saraswati (dewi kecantikan dan kesenian)
 Dewa Wisnu, bertugas memelihara alam semesta, dilambangkan sebagai dewa
berkepala satu, bertangan empat, dan berkendaraan burung garuda. Istrinya bernama
dewi sri atau laksmi (dewi kemakmuran)
 Dewa Syiwa, terkenal sebagai dewa perusak, dilambangkan sebagai dewa bertangan
empat dan memakai candrakapala yang ada gambar tengkorak, berkendaraan lembu.
Istrinya bernama dewi durga (dewi kematian) atau parwati.
2.2. Ilustrasi mengenai Adat dan Upacara Agama Hindu

Dewa tertinggi Agama Hindu Upacara Agama Hindu

Pura tempat Upacara Agama Hindu dilaksanakan


B. Mengenal Sejarah & Ajaran Agama Buddha

Pengertian Agama Buddha :


 Agama Buddha diasaskan oleh Siddharta Gautama pada abad ke-6 SM.
 Salah satu agama yang tertua dan terbesar di dunia yang masih mempunyai
penganut yang ramai.
 Selain itu, asal-usul agama Buddha juga banyak dipengaruhi oleh Agama Hindu.
 Sepanjang masa perkembangan agama Buddha, unsur kebudayaan India ditambah
dengan unsur-unsur kebudayaan Yunani, Asia Tengah, Asia Timur, dan Asia
Tenggara.
 Sebuah agama yang lebih mementingkan pemahaman diri dan pengajaran hidup.
 Penganut agama Buddha menyembah Gautama Buddha sebagai seorang 'Guru'.
 'Buddha' sebuah perkataan Sanskrit yang bererti "ia yang sedar" (dari kata budhta).

2.3. Mengenal Siddharta Gautama


• Pengasas: Siddharta Gautama (623 Masihi)
• Baginda dilahirkan di Kapalistiva, India ( Selatan Pergunungan Himalaya)
• Raja Suddhodana (Bapa) Permaisuri Maya (Ibu) .
• Siddharta dipelihara dengan baik dan hidup dalam kemewahan .
• Beliau mendapat pelajaran yang sebaik-baiknya.

Gambar Sidharta Gautama saat lahir Gambar Putra Sidharta


2.4. Mengenal Sistem Kasta

Sistem kasta yaitu perbedaan taraf kedudukan setiap rakyat dimalkan di India.

Kasta dalam Strata Piramida

Semakin tinggi letak Strata Kastanya, maka golongan mereka lebih di hormati dan lebih
ditinggikan.

2.5. Ajaran Budha Secara Umum

• Empat Kebenaran Ariya (Cattari Ariya Saccani)


- Kebenaran Ariya tentang Dukkha
- Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha
- Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha
- Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha
• Jalan Mulia Berunsur Delapan
- Pengertian (Pandangan) Benar
- Pikiran Benar
- Ucapan Benar
- Perbuatan Benar
- Pencaharian (Penghidupan) Benar
- Daya upaya Benar
- Perhatian Benar
- Konsentrasi Benar
• Karma
• Kelahiran kembali (Pali : Punabbhava)
• Lima Sila (Pancasila Buddhis)
 Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami
 Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
 Kamesu Micchacara Veramani Sikhapadam Samadiyami
 Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyami
 Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
 Yang artinya:
 Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.
 Aku bertekad akan melatih diri menghindari pencurian/mengambil barang
yang tidak diberikan.
 Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila
 Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perkataan dusta
 Aku bertekad akan melatih diri menghindari makanan atau minuman yang
dapat menyebabkan lemahnya kesadaran.

2.6. Ilustrasi mengenai Adat dan Upacara Buddha

Salah Satu Upacara agama Budha yang dilakukan


Tempat Ibadah Agama Buddha

Peninggalan Sejarah Agama Budha

C. Masuknya Agama Hindu – Buddha ke Indonesia

2.7. Ada 2 pendapat yang dikemukakan para ahli sejarah :

1. Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya kedua agama ini, bangsa
Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa Indonesia dianggap hanya sekedar menerima
budaya dan agama dari India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini, yaitu teori
Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.

2. Pendapat yang kedua menyebutkan bahwa bangsa Indonesia juga bersifat aktif dalam
proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu Budha. Dua teori yang menyokong
pendapat ini adalah teori arus balik dan teori Sundra.
2.8. Sejarah Masuknya Agama Hindu Budha ke Indonesia

Sejak zaman prasejarah orang Indonesia dikenal sebagai pelaut ulung yang gemar
mengarungi samudra. Bahkan menurut beberapa ahli sejarah, hubungan dagang antara India
dengan Indonesia telah terjalin. Hubungan ini kemudian berkembang tidak hanya pada
perdagangan saja, tetapi juga terjadi interaksi antar budaya dan kepercayaan.

Hal ini di sebabkan perdagangan itu tidak hanya mempunyai maksud untuk berdagang,
tetapi juga untuk menyebarkan agama Hindu. Dari hubungan ini kemudian terjadi beberapa
perubahan dalam masyarakat Indonesia, misalnya sebagai berikut :

1. Semula hanya mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme, kemudian mengenal


dan menganut agama Hindu-Buddha.
2. Semula belum mengenal aksara/tulisan, menjadi mengenal aksara/tulisan dan dari
tulisan itu Indonesia mulai memasuki zaman Sejarah.

Akulturasi budaya adalah pencampuran antara dua atau lebih kebudayaan yang saling
bertemu dan saling memengaruhi. Bukti adanya hubungan dagang tersebut dapat diketahui
dari Kitab Jataka dan Kitab Ramayana.

Kitab Jataka menyebut nama Swarnabhumi, sebuah negeri emas yang dapat dicapai
melalui perjalanan jauh dan penuh bahaya. Swarnabhumi yang dimaksud adalah Pulau
Sumatra. Sedangkan kitab Ramayana menyebut Jawadwipa dan Swarnadwipa. Menurut
ahli ilmu bahasa kuno, nama Jawadwipa berarti Pulau Padi yang subur. Ini diduga adalah
sebutan untuk Pulau Jawa. Sedangkan Swarnadwipa berarti Pulau Emas dan Perak, diduga
adalah sebutan untuk Pulau Sumatra.

Dalam buku sastra kuno India, Mahaniddesa disebutkan bahwa India telah mengenal
beberapa tempat di Indonesia pada abad ke 3 masehi. Namun, masuknya pengaruh dari India
di perkirakan mulai sejak abad ke 2 masehi. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang ada
dimana pengaruh Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia berasal dari India Selatan.
Bukti-bukti tersebut yakni sebagai berikut :

1. Dipakainya nama berakhiran “warman” yang merupakan tradisi bagi orang India Selatan.

2. Dipakainya huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang berasal dari Kerajaan Palla di India
Selatan pada prasasti-prasasti di Indonesia.

Agama Hindu dan Buddha berasal dari Jazirah India yang sekarang meliputi wilayah
negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul pada dua waktu yang
berbeda (Hindu: ±1500 SM, Budha: ±500 SM), namun berkembang di Indonesia pada
waktu yang hampir bersamaan. Munculnya agama Hindu dan Budha di Indonesia berawal
dari hubungan dagang antara pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan
Nusantara. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari
wilayah Hindu Budha inilah yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama
Hindu dan Budha lambat laun mulai berkembang di Nusantara.
Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua
samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur
perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain
seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang
asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin
interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-
pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan
Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa
sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia.
Berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha
di indonesia.

1. Teori Brahmana
Teori yang diprakarsai oleh Van Leur ini menyatakan bahwa kaum Hindu dari kasta
Brahmanalah yang mempunyai peran paling besar dalam proses masuknya agama dan
budaya Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Kitab Weda ditulis dengan Bahasa
Sansekerta yang hanya dipahami oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang berasal dari
pusat-pusat Hindu di dunia ini datang karena undangan para penguasa lokal yang ingin yang
ingin mengetahui lebih lanjut mengenai agama Hindu. Para raja/penguasa pribumi tersebut
adalah penganut kepercayaan animisme dan dinamisme sebelum datangnya pengaruh Hindu
dan Budha. 

2. Hipotesa Ksatria
Menurut teori yang diusung oleh C.C. Berg ini, agama Hindu dibawa ke Indonesia
oleh kaum ksatria (kaum prajurit kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi
sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi perang antargolongan di
negeri ini. Para prajurit perang yang terdasak musuh atau telah jenuh berperang akhirnya
meninggalkan tanah air mereka. Diantara para ksatria yang mencari tempat pelarian ini,
sebagian ada yang mencapai Indonesia. Mereka inilah yang kemudian membuat koloni dan
beralkulturasi dengan penduduk lokal. Hal ini membuat semakin banyak masyarakat lokal
yang menganut agama Hindu, pada perkembangan berikutnya, akhirnya lahirlah kerajaan
Hindu di Nusantara.

3. Hipotesa Waisya
Menurut teori ini, kaum Hindu dari kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam
penyebaran agama Hindu di Indonesia. Kaum Waisya adalah mereka yang berasal dari
kalangan pekerja ekonomi seperti pedagang dan saudagar. Para pedagang yang berasal dari
India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan
masyarakat atau penguasa pribumi. Hali inilah yang membuka peluang bagi masuknya
agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya ini diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.

4. Hipotesa Sudra
Orang-orang yang tergolong dalam Kasta Sudra adalah mereka yang dianggap
sebagai orang buangan. Kaum Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya
atau Ksatria. Karena datang dalam jumlah yang sangat besar, kaum Sudra inilah yang telah
memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu ke Indonesia. Meskipun
disampaikan oleh para ahli, keempat teori diatas tetap mempunyai kelemahannya masing-
masing. Hal tersebutkarena kitab Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu ditulis
menggunakan bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikuasai oleh kaum
Brahmana. Kaum Ksatria, Waisya, dan Sudra tentu saja akan sangat kesulitan menyebarkan
agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak memahami Bahasa Sansekerta yang
merupakan bahasa dalam kitab Weda. Namun demikian, menurut kepercayaan India kuno,
kaum Brahmana tidak boleh menyeberangi lautan sehingga hampir mustahil untuk kaum
Brahmana menyebarkan Hindu di Indonesia Secara langsung.

5. Teori Arus balik


Karena keempat teori yang saya sampaikan diatas memiliki banyak kelemahan,
maka muncullah teori lain yaitu teori arus balik.
Teori ini dicetuskan oleh F.D.K Bosch, menurutnya Agama Hindu masuk ke Indonesia
karena dibawa oleh orang Indonesia sendiri. Orang-orang Indonesia yang membawa Agama
Hindu ke Indonesia ini berasal dari golongan pemuda yang memang sengaja dikirim oleh
para penguasa pribumi untuk mempelajari agama Hindu dan Budha di India. Setelah selesai
belajar di India, mereka kemudian pulang ke Nusantara lalu mulai menyebarkan agama
Hindu atau Budha.
BAB III
ANALISA PERMASALAHAN SIKAP INTOLERANSI
TERHADAP AGAMA HINDU DAN BUDDHA

Indonesia adalah negara yang sangat bhinneka. Kebhinnekaan Indonesia itu terdapat


dalam hampir seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam hal agama. Republik
Indonesia mengakui enam agama sebagai agama resmi yakni Islam, Katolik, Kristen
Protestan, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu (Confucianism), dan juga aliran-aliran
kepercayaan lainnya. Agama menjadi salah satu hal yang sensitif bila dikaitkan dengan
keharmonisan dan toleransi. Tentu saja, dengan adanya keberagaman masyarakat Indonesia
ini seringkali terjadi gesekan-gesekan. Akar dari gesekan-gesekan tersebut adalah
perbedaan-perbedaan paham dalam melihat sesuatu hal, yang mana ini sangat kental
terdapat di dalam agama. Toleransi dan intoleransi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh hal
itu.
Seperti contoh kasus berikut yang masih menandakan adanya sikap intoleransi
agama yang ada di Indonesia

Buku SKI Kemenag Picu Intoleransi terhadap Hindu dan Buddha


Kamis, 18 September 2014 03:0

Bagikan  

Jakarta, NU Online

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama berpandangan, buku ajar Sejarah


Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah Kelas VII terbitan Kementerian Agama
RI yang menyebut penganut agama Hindu dan Buddha sebagai penyembah
berhala memiliki tendensi untuk menumbuhkan sikap intoleransi di kalangan
peserta didik terhadap penganut agama lain yang diakui di negara ini.

Materi sentimen agama yang dimuat di halaman 13-14 tersebut tercantum dalam
pembahasan “Perbedaan Antara Kondisi Kepercayaan Masyarakat Makkah
sebelum Islam dengan Masyarakat Sekarang”. Secara eksplisit, buku itu menyebut
tiga hal bahwa berhala dilakukan oleh agama selain Islam yaitu Hindu, Buddha;
berhala sekarang adalah kuburan para wali; dan istilah dukun berubah menjadi
paranormal atau guru spiritual.
Menurut LP Ma’arif NU, jika hal ini dibiarkan maka peserta didik di madrasah
yang notabene adalah generasi muda NU akan menganggap amaliah NU sebagai
amaliah yang sesat.

“Dan menganggap penganut agama lain, tidak menutup kemungkinan juga kaum
Nasrani, akan dinilai sebagai penyembah berhala yang harus diperangi,” sambung
Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dalam siaran pers yang
diterima NU Online, Rabu (17/9). Pihaknya juga mendesak pemerintah meninjau
ulang seluruh buku ajar keagamaan, termasuk buku ajar non-Islam.

LP Ma’arif NU menambahkan, upaya revisi Kemenag dengan menerbitkan Surat


Edaran Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor:
SE/Dj.l/HK.00.7/133/2014 tertanggal 15 September 2014 dinilai belum cukup.
Perubahan terjadi pada redaksi saja tapi tak menyentuh substansi makna awal.

Atas kasus ini, Menteri Agama RI Lukman Hakin Saifuddin di media massa dan
jejaring media sosial sudah meminta maaf. Ia mengaku telodor dan berjanji akan
bertanggung jawab dengan menarik peredaran buku-buku tersebut. (Mahbib
Khoiron)

Dari kasus tersebut dapat kita simpulkan bahwa dalam hidup bedrkomunitas maupun
bermasyarat, kita selalu dihadapkan dengan berbagai macam halangan yang dapat membuat
kita sendiri goyah dalam menjalani hidup. Sama halnya kita dalam menjalankan agama dan
kepercayaan masing – masing sebagai pedoman hidup kita. Kelompok 2 mengangkat tema
“ Peran Agama Budha dan Hindu Dalam Kehidupan Masyarakat di Dunia” ini sendiri
karena Kedua agama ini merupakan agama paling tua di dunia. Dan oleh sebab itu juga kita
harus mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama. Sikap- sikap ini dapat kita
kembangkan dengan pendidikan toleransi yang seharusnya sudah ditekankan sejak dini
mulai dari lingkungan keluarga karena keluarga adalah agen pertama pendidikan kita.
Kedua, pendidikan toleransi juga harus ditekankan di sekolah dasar hingga menengah.
Sistem pendidikan harus disusun agar dapat menerapkan rasa toleransi sejak dini. Apabila
masyarakat sudah terbentuk menjadi masyarakat yang toleran, tentu pemerintah akan
membuat kebijakan berkeadilan yang tidak hanya memihak satu pihak. Dengan demikian
hukum akan tegak karena kesadaran masyarakatnya.
Tidakan intoleransi itu kemudian tidak disertai dengan penegakan hukum, yang
kemudian membuat kelompok-kelompok ini seolah-olah dibenarkan, dibenarkan oleh
tindakan-tindakan mereka karena tidak ada kemudian hukum yang memprosesnya.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

 Berkaitan dengan kasus yang dianalisa tentang kurangnya toleransi terhadap agama
Hindu dan Buddha di Indonesia, dapat kita simpulkan bahwa hidup di Indonesia yang
penuh dengan keanekaragaman dalam hidup bermasyarakat ini membutuhkan
keterbukaan dan sikap toleransi. Peran Agama Hindu dan Buddha dalam kehidupan
masyarakat di dunia ini juga karena kedua agama ini merupakan agama aling tua di
dunia. Sikap – sikap toleransi sangat dibutuhkan bila tinggal di dalam negara yang kaya
akan kebudayaan dan pluralitas. Sikap – sikap tersebut dapat dikembangkan melalui
pendidikan karakter dan pendidikan agama yang dianut. Terlebih seharusnya sudah
ditekankan sejak dini melalui lingkungan keluarga, karena keluarga adalah tempat
pertama pendidikan kita.
 Keberbedaan seharusnya membuat kita untuk lebih terbuka dan dapat mempelajari
berbagai perbedaan, karena dengan begitu ajaran tentang cinta kasih dan kedamaian
yang kita dapat dalam ajaran agama kita, dapat kita terapkan demi kesejahteraan
bersama, dan bukannya memecah belah. Sebagai warga negara Indonesia yang
berpendidikan dan berkarakter baik, kita perlu menghargai, mamahami dan membawa
kedamaian di dalam negri ini. Terlebih dengan mengamalkan peranan ideologi negara
kita, yaitu Pancasila, terutama dalam hal ini terdapat dalam sila pertama.

B. Saran

Dalam pembuatan makalah ini tentunya kami sangat menyadari bahwasannya masih
terdapat banyak kesalahan. Untuk itu, kami sebagai penulis meminta saran yang
membangun dari para pembaca sekalian guna memotivasi kami untuk lebih baik lagi dalam
penyusunan makalah yaang akan datang.
Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian saudara-saudara
sekalian yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca makalah kami ini. Semoga
makalah kami ini bermanfaat guna menambah pengetahuan para pembaca.
BAB V
KEPUSTAKAAN

 https://id.wikipedia.org/wiki/Agama
 http://iwak-pithik.blogspot.co.id/2012/07/sejarah-masuknya-hindu-budha-
indonesia.html
 http://www.nu.or.id/post/read/54539/buku-ski-kemenag-picu-intoleransi-
terhadap-hindu-dan-buddha