Anda di halaman 1dari 5

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sub Kelas Sympetalae

Tumbuhan yang tergolong dalam anak kelas ini mempunyai ciri utama adanya bunga dengan
hiasan bunga yang lengkap, terdiri atas kelopak dan mahkota, dengan daun-daun mahkota yang
berlekatan menjadi satu. Sub kelas dari sympetalae itu sendiri terbagi menjadi 10 ordo, antara
lain: ordo Plumbaginales, ordo Primulales, ordo Ebenales, ordo Ericales, ordo Campanulatae
(Asterales, Synandrae), ordo Rubiales, ordo Ligutrales (Oleales), ordo Contortae (Apocynales),
ordo Tubiflorae (Solanales, Personatae) dan ordo Cucurbitales

B. Ordo Plumbaginales

Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku saja, yaitu: plumbaginaceae yang mempunyai cirri-ciri
sebagai berikut: berupa semak-semak atau terna, kadang-kadang merupakan tumbuhan
memanjat, dengan daun-daun tunggal, yang duduknya tersebar atau diatas tanah berupa roset
akar, tanpa daun penumpu. Bunga majemuk berganda, banci, aktinomorf. Kelopak seperti
selaput, berigi-rigi, berbagai 5. Mahkota terdiri atas 5 daun mahkota yang berlekatan, kadang-
kadang bebas. Benang sari 5, berhadapan dengan daun mahkota. Bakal buah menumpang,
beruang 1, tiap ruang dengan 1 bakal biji, dengan tembuni pada dasar ruang. Tangkai putik 5,
bebas. Buahnya berjenis buah kendaga atau buah keras. Biji dengan endosperm atau tidak,
lembaga agak besar. Suku ini meliputi ± 260 jenis yang terbagi dalam 10 marga tersebar
diseluruh dunia, banyak warganya yang berupa halofit atau xerofit. Contoh dari bangsa (ordo)
plumbaginales ialah Armeria maritima, Armeria alpinadan Plumbugo indica.Plumbugo indica

Akar binasa adalah tumbuhan perenial,juga semak belukardengan tinggi 0,6-1,5m. Perakaran
membuat pembengkakan.Batangnyategak, seringkali memanjat ataupun menjajak; dengan
batang yang tumbuh dari tanah.Kemudian,daunnyaberselang-seling, tunggal, dan tangkainya
pendek. Helaian daunnya ini berbentuk bulat telur lancip, agak bulat telur elips dengan ukuran 5–
15cm X 2–8cm.Bunganyaberwarna merah, dengan jumlah kelopak bunga 5. Perbungaannya
uniseksual dengan ukuran tangkai 0,1mm. Kelopaknya selembutbulu, dan mirip telinga dengan
panjang 2,5-4,5cm.Perbungaannyarasemat, dan batang akarnya harum. Ia berbunga sepanjang
tahun dan tidak didapati tumbuhan ini berbuah.Nama daerah: Daun srunen, plumbago, akar
binasa (Indonesia); ceraka merah, akar binasa (Sumatera); daun srunen, plumbago (Jawa);
mehulatu, metuhana hane, nehulatu, auwarian (Ambon). Bagian yang digunakan yaitu akar,
getah dan daun. Manfaat: Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat perangsang kulit, luka
bakar, sakit gigi, peluruh kandungan, cacingan, penyakit kusta, bisul dan kelenjar membengkak.
Tumbuhan ini berasal dari Asia Tropika, kemudian menyebar ke daerah-daerah tropik lainnya.
Persebaran tumbuhan ini di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi, Ambon dan Maluku.8.Ordo PrimulalesOrdo primulales ini berupa terna, semak atau
perdu, dengan daun-daun tunggal tanpa daun penumpu. Bunga banci atau berkelamin ganda,
aktinomorf, jarang zigomorf, berbilangan 4→5, daun mahkota hamper selalu berlekatan. Benang
sari dalam 1 lingkaran, tertanam pada pangkal daun mahkota dan berdiri berhadapan dengan
daun mahkota. Sebagian benang sari mandul, berupa staminodium yang letaknya berseling
dengan benang-benang sari yang fertile. Bakal buah menumpang atau tenggelam, beruang 1,
dengan tembuni pada dasar ruang dengan 1→banyak bakal biji, masing-masing dengan 2
integumen. Tangkai putik 1. Biji kecil dengan atau tanpa endosperm, lembaga lurus.

Plumbugo indica

Akar binasa adalah tumbuhan perenial,juga semak belukardengan tinggi 0,6-1,5m. Perakaran
membuat pembengkakan.Batangnyategak, seringkali memanjat ataupun menjajak; dengan
batang yang tumbuh dari tanah.Kemudian,daunnyaberselang-seling, tunggal, dan tangkainya
pendek. Helaian daunnya ini berbentuk bulat telur lancip, agak bulat telur elips dengan ukuran 5–
15cm X 2–8cm.Bunganyaberwarna merah, dengan jumlah kelopak bunga 5. Perbungaannya
uniseksual dengan ukuran tangkai 0,1mm. Kelopaknya selembutbulu, dan mirip telinga dengan
panjang 2,5-4,5cm.Perbungaannyarasemat, dan batang akarnya harum. Ia berbunga sepanjang
tahun dan tidak didapati tumbuhan ini berbuah.Nama daerah: Daun srunen, plumbago, akar
binasa (Indonesia); ceraka merah, akar binasa (Sumatera); daun srunen, plumbago (Jawa);
mehulatu, metuhana hane, nehulatu, auwarian (Ambon). Bagian yang digunakan yaitu akar,
getah dan daun. Manfaat: Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat perangsang kulit, luka
bakar, sakit gigi, peluruh kandungan, cacingan, penyakit kusta, bisul dan kelenjar membengkak.
Tumbuhan ini berasal dari Asia Tropika, kemudian menyebar ke daerah-daerah tropik lainnya.
Persebaran tumbuhan ini di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi, Ambon dan Maluku.

C. Ordo Primulales

Ordo primulales ini berupa terna, semak atau perdu, dengan daun-daun tunggal tanpa daun
penumpu. Bunga banci atau berkelamin ganda, aktinomorf, jarang zigomorf, berbilangan 4→5,
daun mahkota hamper selalu berlekatan. Benang sari dalam 1 lingkaran, tertanam pada pangkal
daun mahkota dan berdiri berhadapan dengan daun mahkota. Sebagian benang sari mandul,
berupa staminodium yang letaknya berseling dengan benang-benang sari yang fertile. Bakal buah
menumpang atau tenggelam, beruang 1, dengan tembuni pada dasar ruang dengan 1→banyak
bakal biji, masing-masing dengan 2 integumen. Tangkai putik 1. Biji kecil dengan atau tanpa
endosperm, lembaga lurus

a. Suku Primulaceae

Suku ini memiliki cirri-ciri, diantaranya terna atau semak-semak kecil, daun-daun tunggal duduk
tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf,
kebanyakkan berbilangan 5, kadang-kadang berbilangan 4→9. Kelopak berlekuk atau berbagi 4,
yang letaknya abbaksial sedikit banyak berlekatan. Mahkota berlekatan, kadang-kadang hamper
bebas. Benang sari 4, melekat pada buluh mahkota dan berhadapan dengan daun-daun mahkota,
ada kalanya berseling dengan benang-benang sari yang mandul. Bakal buah menumpang atau
setengah tenggelam. Dalam daun-daunnya seringkali terdapat sel-sel kelenjar atau ruang-ruang
kelenjar. Suku ini mrliputi ± 500 jenis yang terbagi dalam 20 marga, sebagian besar tumbuh
didaerah iklim sedang dan iklim dingin.

Primula denticulate
asli daerah alpine lembab Asia, dari Afghanistan ke Tibet bagian timur, Burma dan China. Ini
adalah herba abadi yang tumbuh hingga 45 cm (18 in) tinggi dan lebar, dengan mawar daun oval
dan batang kokoh bantalan umbels bulat bunga ungu di akhir musim semi dan awal musim
panas. Tumbuhan yang termasuk dalam suku ini ialah Primula officinalis, Primula sinensis dan
Primula denticulate.

b. Suku Myrcinaceae

Suku Myrcinaceae tumbuhan berbatang berkayu yang berupa semak atau pohon, daun tunggal
tersebar. Bunga banci atau berkelamin ganda, aktinomorf. Daun kelopak bebas atau berlekatan.
Mahkota berlekatan, benang sari berhadapan dengan daun-daun mahkota jumlahnya sama
dengan daun mahkota, tangkai sari melekat pada mahkota, sering diselingi oleh benang sari yang
mandul. Buahnya berupa buah batu. Suku ini mempunyai warga yang cukup banyak yaitu sekitar
1000 jenis yang terbagi dalam 40 marga. Kebanyakkan tersebar didaerah tropika. Contohnya
adalah tumbuhan Aegiceras malus, Ardisia humilis.
Ardisia elliptica