Anda di halaman 1dari 16

PERKEMBANAGAN FILSAFAT ILMU DIDUNIA ISLAM

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Nilai Plagirism Checker
sebagai syarat kelulusan Pelatihan ICT 2019

Oleh

DANI RAMDANI
NIM. 1175010029

BANDUNG
2019 M/1441 H
DAFTAR ISI

PERKEMBANAGAN FILSAFAT ILMU DIDUNIA ISLAM 1


DAFTAR ISI 2
KATA PENGANTAR 3
BAB I 3
A. Latar belakanng 3
B.Rumusan Masalah 3
C.Tujuan Penulisan 3
BAB II 3
A. Filsafat 3
B.Ilmu 3
C.Hubungan Filsafat dan Ilmu. 3
D. Filsafat Ilmu Didunia Islam 3
BAB III 3
A. Kesimpulan 3
B.Saran 4
DAFTAR PUSTAKA 6

2
KATA PENGANTAR

Puji hanya milik Allah SWT, yang mana atas berekat rahmat dan karunia Nya
lah kita dapat melaksanakan segala aktifitas. Tidak lupa shalwat serta salam semoga
terlimpah curah selalu kepada baginda nabi Muhammad SAW, dan semoga kita
mendapat syafaat dari beliau.
Penulis menyadari betul atas apa kekurangan yang penulis miliki, untuk dapat
menyelsaikan tugas makalah sebagai tugas besar ICT 2019, maka penulis tidak bisa
melakukannya sendirian, tanpa bantuan dari orang lain, untuk itu dalam menyusun
makalah yang berjudul perkembangan filsafat ilmu didunia Islam, untuk mengetahui
dasar perkembangan dari filsafat yang ada didunia Islam itu sendiri. penulis
mengucapkan banyak terimakasih kepada pembing-bing dan semua yang terlibat
untuk dapat dan bisa menyelsaikan makalah ini.

Bandung, November 2019


Ttd
Dani Ramdani

3
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakanng
Filsafat adalah metode berfikir kritis untuk menemukan sebuah kebenaran, dengan
memakai sarana akal yang telah diberikan kepada manusia. Dalam pemaparannya
filsafat mengkaji tentang sistem berfikir untuk memaksimalkan daya otak dan melatih
serta mengelola akal dengan semestinya. Pengembangan berfikir ini telah lahir sejak
zaman Yunani kuno sekitar abad ke-5 SM. Salah satu tokoh yang paling terkenal
adalah Socrates yang diperkirakan lahir pada tahun 469 SM, ia adalah filsafat Yunani
yang terkemuka dan telah mendapat gelar mahaguru di Athena.

Seiring berjalannya waktu kaidah-kaidah filsafat ini dikembangkan oleh para


pemikir Islam pada zaman Dinasti Abbasiyah seprti Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina,
Al-Ghazali dan lain sebagainya. Saat Islam sedang berada pada masa kejayaannya
yaitu sebelum abad ke – 13 M dan dengan perkenmbangan Islam mengalami
ketrpurukan setelahnya.

Maka dari itu untuk mengetahui bagaimana perkembangan filsafat ilmu didunia
Islam dapat kita lihat dari bagaimana seseorang menggunakan daya pikirnya
terhaddap apa yang mereka pikirkan kepada dunia islam apakah mereka berpikir
sesuai dengan sariat Islam atau tidak sesuai, karena tujuan dari berfilsafat adalah
untuk menemukan kebijaksanaan dari suatu hal yang sedang dipermasalahkan.

B. Rumusan Masalah

Apa itu yang dimaksud dengan Filsafat ?


Apa itu yang dimaksud dengan Ilmu ?
Apa hubungan filsafat dan Ilmu ?
Bagaimana perkembangannya di dunia Islam ?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat agar supaya kita dapat memahami perkembangan Filsafat Ilmu
didunia Islam dan untuk memenuhi tugas individu matakuliah Filsafat Ilmu.

5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Filsafat

Filsafat dalam pandangan barat diperkirakan muncul pada abad ke- 7 SM di


Yunani. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir dan berdiskusi akan keadaan
alam, dunia, dan lingkungan disekitar mereka, tidak menggantungkan diri kepada agama
lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Banyak yang bertanya mengapa
filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia,
Yudea (Israel) bahkan atau Mesir. Jawabannya sederhana, di Yunani, tidak seperti di
daerah lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.
Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filosof ialah Thales dari Mileta,
sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filosof Yunani yang terbesar tentu saja ialah:
Socrates, Plato, dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah
murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah
“komentarkomentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat
1
besar pada sejarah filsafat.
Secara etimologis, kata filsafat memiliki arti yang sepadan dengan kata falsafah
(Arab) atau kata philosphy (Inggris), atau kata philoshopie (Prancis) dan (Belanda), atau
philoshophier dalam bahasa Jerman. Semua kata tersbut berasal dari kata Latin
philosophia. Kata philosphia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni philein (mencintai)
atau philia (persahabatan, atau tertarik kepada…) dan sophos (kebijaksanaan, ketrampilan,
pengalaman praktis, dan intelgensi).

Dengan demikian, secara etimologis kata filsafat dapat diartikan sebagai cinta atau
kecenderungan akan kebijaksanaan, atau cinta pada pengetahuan yang bijaksana, atau dapat
diartikan pula sebagai cinta secara mendalam akan kebijaksanaan atau cinta
sedalam-dalamnya akan kearifan.

Jadi secara etimologis, kata filsafat dapat diartikan sebagai cinta atau
kecenderungan akan kebijaksanaan.

Menurut Aristoteles Filsafat adalah memiliki kewajiban untuk menyelidiki sebab


dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas
penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

Menurut Ibnu Sina Hal pertama yang dihadapi seorang filsuf adalah bahwa yang
ada berebeda-beda, terdapat ada yang hanya “mungkin ada”

1
Louis O. Kattsoff. 1986. Pengantar Filsafat, ahli Bahasa Soejono Soemargono. Yogyakarta : Tirta Kencana.
Hal. 1.
Menurut Francis Bacon Filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu dan filsafat
2
menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

Sedangkan dalam islam filsafat adalah sebuah integral ilmu dari yang namanya
3
tasawuf, tasawuf menurut Al-Gazali, ia menyimpulkan bahwa jalan yang paling benar
4
dalam menggapai kebahagian yang hakiki, tapi bukan berarti jalan yang lain salah.

B. Ilmu
5
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ilmu dengan sipat kesempurnaan,
jadi salah satu hal yang Allah ciptakan dalam kedaan sempurna adalah yang bernama Ilmu.
6
Ilmu secara bahasa diambil dari bahasa Arab yaitu Alima, Yalamu, Ilaman. Yang artinya
sudah tahu, akan mengetahui dan tahu.​ Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang
disusun secara bersistem menurut ​metode​ tertentu yang dapat digunakan untuk
7
menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Ilmu merupakan pengetahuan
8
yang kita gemuli sejak bangku sekolah dasar sampai perguruan tnggi.
Menurut The liang gie, ilmu adalah rangkaian aktifitas manusia yang rasional dan
kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah, sehingga
menghasilkan kumpulan ​pengetahuan​ yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman,
kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh
9
pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan. Ilmu merupakan
suatu hasil kesimpulan yang berupa pengetahuan yang dapat diandalkan. Berpikir bukan
satu-satunya cara mendapatkan pengetahuan, demikian juga ilmu bukan satu-satunya
produk dari kegiatan berfikir. Ilmu merupakan produk dari proses berfikir menurut
10
langkah-langkah tertentu yang secara umum dapat disebut sebagai berfikir ilmiah.
Dalam agama Islam ilmu menempati posisi yang sangant penting, ajaran islam menekankan kepada
umatnya untuk memnuntut ilmu sangat jelas terlihat melewati kitab sucinya yaitu Al-Quran dan Sabda dari
Baginda Nabi Muhammad S.A.W. yaitu Hadits, antara lain banyak yang kita kenal, ​“menuntut ilmu wajib

2
https://www.zonareferensi.com/pengertian-filsafat/
3
Menurut Ust. Yahya waloni dalam sebuah ceramahnya. http:youtube.com ketika berkomentar tentang
Prof. Roky.
4
Himawijaya. 2004. ​Mengenal Al-Gazali Keraguan Adalah Awal Keyakinan​. Bandung : Mizan Media Utama
5
Muhammad Nawawi Bin Umar Al – Jawi, Talif Sihabudin Ahmad Bin Hajar Al – Asqalani (773 – 852 H).
Nasoih Al – Ibad.​ Semrang : Karya Toha Putra. Hal. 2
6
Ibnu Hasan Ali bin Hisam Al – Kailani. ​Al - Ilmu Al – Alamat Al – Khabar​. Semarang : Karya Toha Putra. Hal.
3. Lihat juga KH. Khairul Afandi. Matan Al - Bina. Manonjaya – Tasikmalaya : Miftah Al – Huda. Bab ke – 4 .
Hal. 17.
7
​Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
8
Jujn S. Suriaumantri.1982​. Filsafat Ilmu, Sebuah Penghantar Populer​. Jakarta : Pustaka Sirna Hrapan. Hal.
19
9
​The liang gie, ​pengantar filsafat ilmu.​ (Yogyakarta: Liberty, 1991) hlm. 89
10
​Jujun S.Suriasumantri, ​Filsafat ilmu:Sebuah pengantar popular.​ Jakarta: PT Penebar Swadaya. Hal 273

7
11
bagi setiap muslim.” ​Sedangkan dalam Al-Quran juga adalah wahyunya yang diturunkan pertama kali yaitu
12
Q.S. al-Alaq : 1-5.

​“ Bacalah dengan “menyebut” nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajarkan
13
(manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahunya.”

Menurut Prof. Dr. Afif Muhammad, MA., bagi umat Islam sendiri haru menaati
al-Quran dan Hadits ini karena ini merupakan suatu pedoman hidup untuk kaum Muslim
sejak saat diturunkan hingga hari kiamat. Yang mana al –Quran mengajarkan nilai – nilai
yang ideal yang harus dimiliki ileh setiap Muslim. Dan menurut Murthada Mutahahhari,
14
Islam yang ideal yang terdapat dalam al-Quran merupakan Islam Cita.

C. Hubungan Filsafat dan Ilmu.


Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren
(“bertalian”) tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. Antara definisi fisafat dengan
ilmu pengetahuan lebih hampir mirip namun kalau kita menyimak bahwa di dalam definisi
ilmu pengetahuan lebih menyoroti kenyataan tertentu yang menjadi kompetensi bidang
ilmu pengetahuan masing-masing, sedangkan filsafat lebih merefleksikan kenyataan secara
umum yang belum dibicarakan di dalam ilmu pengetahuan.Walaupun demikian, ilmu
pengetahuan tetap berasal dari filsafat sabagai induk dari semua ilmu pengetahuan yang
berdasarkan kekaguman atau keheranan yang mendorong rasa ingin tahu untuk
menyelidikinya, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan. Pendapat H.J. pos, beliau
menandaskan bahwa abad ke-19 dan 20, dan bahkan sampai sekarang, diidentifikasi
sebagai suatu abad yang ditandai oleh dominasinya peran ilmu pengetahuan dalam
15
kehidupan umat manusia.  
Gerard​ ​Beekman dalam bukunya (1973) filsafat, para filsuf, berfilsafat menyatakan
bahwa filsafat memainkan peranan dalam hubungannya dengan semua ilmu
pengetahuan. Filsafat tidak harus mengirim imformasi dari sisi ilmu pengetahuan, tapi
16
harus memberikan ilmu pengetahuan.
Ilmu dapat dibedakan dengan filsafat. Ilmu bersifat pasteriori. Kesimpulannya ditarik
setelah melakukan pengujian-pengujian secara berulang-ulang. Untuk kasus tertentu, ilmu
bahkan menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan
esensinya. Sedangkan filsafat bersifat priori, yakni; kesimpulan-kesimpulannya ditarik

11
Hadit ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dituliskan dalam Kitab ​al Muqodimah​ bab ​Fadl al – Ulama wa
al – Hadits ala talab al – Ilm​ no. 224. Dari kitabnya Abu Abdilah Muhammad bin Yazid Al- Qazwini. 1995.
Sunan Ibnu Majah.​ Beirut : Dar al – Fikr, jilid I. Hal 81. Dan menurut Syaikh al-Albani Ia menilai hadits ini
shahih dalam kitab Shaih wa Da if al-Jami al-Shagir. No. 7360, al-Maktabah al-Samilah.
12
DR. Adian Husaini. 2015. ​Filsafat Ilmu Persepektif Barat Dan Islam​. Jakarta : Gema Insani. Hal. 51.
13
Al-Quran dan terjemahan Departemen Agama RI. 2005. ​Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.​ Bandung : CV.
J-ART. Hal.598.
14
Dr. Ajid Thohir.2014​. Sirah Nabawiyah Nabi Muahammad Saw dalam Kajian Ilmu Sosial-Humaniora.​
Bandung : Penerbit Marja.
15
Artikel Wibisono.1997.​Gagasan Strategik Tentang Kultur Keilmuan Pada Pendidikan Tinggi.
16
Ahmad Tafsir. 2000. Ilmu Pendidikan dalam Persepektif Islam. Bandung :Remaja Rosdakarya.

8
tanpa pengujian. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris seperti dimiliki
ilmu. Karena filsafat bersifat spekulatif dan kontemplatif yang ini juga dimiliki ilmu.
Filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of science)
dapat menjadi pembuka dan sekaligus ilmu pamungkas keilmuan yang tidak
dapatdiselesaikan oleh ilmu. Kenapa demikian? Sebab filsafat dapat merangsang lahirnya
sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang
17
melahirkan berbagai pencabangan ilmu.
Menurut Permakalah, untuk mengetahui hubungan antara filsafat dan ilmu kita
harus mengetahui terlebih dahulu pengertian filsafat dan ilmu pengetahuan.
Filsafat adalah buah pemikiran seseorang yang mengkaji tentang masalah yang
berkenan dengannya dalam segala sesuatu secara benar, agar menemukan hakikat yang
sebenarnya.
Ilmu adalah sebuah pengetahuan yang pasti secara beraturan, secara ilmiah, dan
mencakup kebenaran umum mengenai objek studi.
Antara filsafat dan ilmu ini memiliki hubungan dan persamaan, keduanya ini
meupakan hasil ciptaan kegiatan pemikiran manusia, yaitu berfikir filosofis dan empiris
ilmiah. Filsafat menentukan tujuan hidup dan ilmu menentukan sarana untuk hidup. Jadi,
antara filsafat dan ilmu pengetahuan ini sangatlah berkaitan erat, filsafat ini disebut
sebagai patokan ilmu pengetahuan
Selanjutnya, dalam bukunya yang berjudul Efistimologi Dasar, J. Sudarminta
mengatakan bahwa ciri-ciri hakiki manusia yaitu: kepastian mutlak tentang kebenaran
segala pengetahuan kita memang tidak mungkin, sebab manusia adalah makhluk
contingent dan fallible. Tetapi ini tidak berarti bahwa semua pengetahuan manusia pantas
dan perlu dipergunakan kebenarannya. Maka, skeptisisme mutlak pantas ditolak.
Subjek berperan aktif dalam kegiatan mengetahui dan tidak hanya bersifat pasif
menerima serta melaporkan objek apa adanya. Tetapi ini tidak berarti bahwa pengetahuan
manusia melulu bersifat subjektif. Maka, subjektivisme radikal juga pantas disangkal. 
Pengetahuan manusia memang bersifat rasional dan kontekstual, tetapi itu tidak
berarti bahwa objektivitas dan universalitas opengetahuan menjadi tidak mungkin. Menurtu
Sudarminta berbagai bentuk relativisme ilmu pengetahuan, walaupun punya sumbangan
yang berharga, merupakan suatu pandangan tentang pengetahuan yang tidak bisa diterima.
18
 

D. Filsafat Ilmu Didunia Islam

Kurangnya wawasan keislaman pada umat Islam, dan adanya dikotomi-dualisme


sistem pendidikan modern sekuler dengan sistem pendidikan Islam. pengembangan
keilmuan dalam gagasan Islamisasi ilmu sangat membutuhkan filsafat ilmu sebagai

17
Rika yulianti. 2015. ​Makalah Hubungan Filsafat Dan Ilmu Pengetahuanhubungan Filsafat Dan Pandangan
Dunia Agama, Kebudayaan, Ideologi​. Di akses pada :
http://artikelrikayuliati.blogspot.com/2015/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html​.
18
J. sudarminta. 2002. ​Epistimilogi dasar.​ Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Hal. 60

9
perspektifnya. Ini karena filsafat ilmu adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang tumbuh
paling belakangan sebagai kesadaran untuk menyatukan kembali ikatan-ikatan antara ilmu
pengetahuan dengan filsafat (sebagai sumber dari ilmu). Filsafat ilmu diterapkan dalam
Islamisasi ilmu dengan cara dijadikan sebuah sudut pandang, tolok ukur, atau “posisi
berdiri” kita untuk menganalis dan menyusun ​framework​ pengembangan keilmuan Islam,
19
dengan menggunakan pendekatan dan metodologi yang tersedia dalam filsafat.
Dalam rekaman sejarah terjadinya kontak antara ummat Islam dengan filsafat dan
ilmu pengetahuan Yunani didahului oleh kontak langsung antara dunia Arab dan Yunani
sebelum Islam melalui daerah Siria, Mesopotamia, dan Mesir. Filsafat dan Ilmu
Pengetahuan Yunani datang ke daerah-daerah ini ketika penakhlukan oleh Alexander
Agung ke timur pada abad ke empat ( 331 SM). Alexander Agung mempersatukan
orang-orang Yunani dan Persia dalam satu negara besar dengan cara sebagai berikut:
a. Mengangkat pemuka dan pembantunya dari orang Yunani dan Persia.
b. Mendorong perkawinan campuran antara Yunani dan Persia, bahkan ia pernah
menyelenggarakan perkawinan massal 24 Jendral dan 10.000 prajuritnya dengan
wanita-wanita Persia di Susa.
c. Alexander Agung sendiri kawin dengan Statira, putri Darius, raja Persia yang kalah
perang.
d. Mendirikan kota-kota dan pemukiman-pemukiman yang dihuni bersama oleh
20
orang-orang Yunani dan Persia. .
Sebuah catatan sejarah menyatakan, ketika datang ke Timur Tengah pada abad
keempat sebelum Masehi, Alexander Agung tidak hanya membawa kaum militer, tetapi
juga kaum sipil. Tujuannya bukan hanya melakukan ekspansi daerah kekuasannya keluar
Macedonia, tetapi juga menanamkan kebudayaan Yunani di daerah-daerah yang
dimasukinya. Untuk itu, ia adakan pembauran antara orang-orang Yunani yang dibawanya
dengan penduduk setempat. Dengan jalan demikian, maka berkembanglah filsafat dan
ilmu pengetahuan Yunani di Timur Tengah dan timbullah pusat-pusat peradaban Yunani
seperti Iskandariyah di Mesir, Antokia di Suria, Selopsia serta Jundisapur di Irak dan Baktra
21
(sekarang Balkh) di Iran. Di antara bekas-bekas pengaruh Hellenisme di daerah-daerah
ini ialah bahasa administrasi yang dipakai adalah bahasa Yunani, bahkan di Mesir dan
Suria bahasa ini tetap dipakai sesudah masuknya Islam di kedua daerah ini hingga abad ke
22
tujuh oleh Khalifah Abdul Malik Ibnu Marwan (685-705 M) diganti dengan bahasa Arab.
Boleh dikatakan hal ini merupakan awal persentuhan filsafat dan ilmu pengetahuan
Yunani dengan dunia Arab, yang dapat pula diartikan sebagai babak pendahuluan
masuknya filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani ke dunia Islam.

19
Syarif Hidayatullah​. 2013. ​Islamisasi Ilmu Dalam Perspektif Filsafat Ilmu.
Diakses.https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/32969
20
Harun Nasution. 1985. ​Akal dan Wahyu Dalam Islam​. Jakarta : Universitas Indonesia. Hal. 54.
21
Pradana Boy. 2003. Filsafat Islam. Jakarta. Logos Wacana Ilmu. Hal. 31.
22
Harun Nasution. 1973. Falsafah dan Misticme Dalam Islam. Jakarta : Universitas Indonesia. Hal.8.

10
Sementara itu pada sisi lain, seperti telah diungkapkan sejarah, telah terjadi
pelenyapan semua akademi filsafat Yunani dan pengusiran para filosofnya oleh kaisar
Justianus dari Bizantium pada tahun 529 Masehi. Menurut kaisar ini ajaran filsafat
bertentangan dengan agama Masehi. Pada umumnya para filosof Yunani lari ke
Jundisapur dan dierima baik oleh maharaja Persia. Kasus ini dapat diartikan bahwa
kegiatan filsafat dan ilmu pengetahuan sudah pindah dari Yunani (Barat) ke Jundisapur
23
dan daerah-daerah lainnya di Timur.
Dari kata ​“Iqra’ ” i​ ni, kemudian lahir berbagai makna seperti, menelaah,
mendalami, meneliti, membaca ayat yang tertulis (ayat Al-Qur’aniyyah) maupun yang
tidak tertulis (ayat al-kauniyyah), dan sebagainya. Tidak sedikit ayat Al-Qur’an maupun
hadits Rasululah SAW, yang mengemukakan tentang keutamaan ilmu pengetahuan.
Demikian pula halnya dengan filsafat atau cara berfikir filafati.

Dalam sejarah peradaban manusia, amat jarang ditemukan suatu kebudayaan


yang asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain, yang kemudian
24
menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofisnya.
Satu hal yang mesti diingat bahwa sejak zaman Nabi SAW dan ​Khulafa
​ ertumbuhan ilmu pengetahuan berlangsung sangat pesat.
Al-Rasyidin p
Tahapan penting berikutnya dalam proses perkembangan dan tradisi keilmuan
Islam adalah masuknya unsur-unsur dari luar ke dalam Islam. Ketika Mesir akhirnya
takhluk kepada kekuasaan Arab tahun 641 M, Iskandariyah tetap berkembang sebagai
25
pusat filsafat kedokteran dan ilmu pengetahuan Yunani. Interaksi intelektual
orang-orang muslim dengan dunia pemikiran Hellenik terjadi antara lain di Iskandaria
(Mesir), Damaskus, Syiria, Mesopotamia, dan Jundisapur (Persia). Di tempat-tempat itulah
lahir dorongan pertama untuk kegiatan penelitian dan penterjemahan karya-karya filsafat
dan ilmu pengetahuan Yunani kuno, yang kelak didukung dan disponsori oleh para
26
penguasa muslim.

23
Sirajuddin Zar. 2009. Filsafat Islam. Jakarta : PT. Grafindo Persada. Hal. 34
24
Amsal Bakhtiar. 2009​. Filsafat Ilmu​. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Hal. 35.
25
Pradana Boy. 2003. ​Filsafat Islam.​ Jakarta. Logos Wacana Ilmu. Hal. 31.
26
Majid Fakhri. 1987. ​Sejarah Filsafat Islam. Diterjemahkan oleh R. Mulyadhi Karanegara​. Jakarta : PT. Dunia
Pustaka Jaya. Hal. 219.

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri.
Fenomena alam yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan manusia menimbulkan
keheranan dan berbagai pertanyaan. Dengan kekuatan akalnya manusia terus berusaha
mencari jawaban tentang segala sesuatu atau kekuatan yang ada dibalik peristiwa alam
yang serba misterius tersebut. Usaha manusia untuk mencari jawaban dari pertanyaan
yang ditimbulkan oleh rasa heran itu kemudian mendorongnya untuk menemukan
hukum-hukum kesamaan dan urutan logis dalam fakta-fakta untuk mengetahui hakikat
segala sesuatu. Dengan kata lain, karena hal-hal sebagaimana tersebut, maka
terdoronglah manusia untuk melakukan kegiatan filsafat.
Penggunaan kata ​Philosophia​ (filsafat), yang berarti cinta kebenaran atau cinta
kebijaksanaan untuk yang pertama kalinya, seiring dengan pertumbuhan filsafat zaman
Yunani kuno (± 600 SM). Dalam sejarah filsafat Yunani kuno (± 600 SM – 200 M), terdapat
tiga periode yaitu; periode awal, periode keemasan dan periode Hellenitas dan Romawi.
Periode awal ditandai dengan munculnya para filosof seperti, Thales, Anaximenes,
Anaximandros dan lain-lain. Adapun periode keemasan juga ditandai munculnya tiga
nama besar, yakni Plato, Aristoteles dan Sokrates yang karya-karya mereka masih terus
dibicarakan orang sampai sekarang ini. Kecuali tiga nama besar tersebut masih ada
banyak lagi deretan nama-nama filosof yang muncul pada masa ini. Masa berikutnya
adalah masa ​Hellenitas​ dan Romawi yang tidak dapat dilepaskan dari peran raja Alexander
Agung. Raja yang agung ini berhasil mendirikan kerajaan besar yang berkuasa tidak hanya
di Yunani, tetapi juga di daerah-daerah sebelah timurnya. Pada masa itu kebudayaan
Yunani menjadi kebudayaan supra nasional yang disebut dengan ​Hellenitas​ yang berarti,
berbahasa Yunani atau menjadikan Yunani.
Persinggungan dunia Islam dengan filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani didahului
oleh kontak langsung dunia Arab dengan peradaban Yunani sebelum Islam melalui Siria,
Mesopotamia dan Mesir. Hal ini terjadi ketika Alexander Agung menakhlukkan
daerah-daerah tersebut. Raja Agung ini tidak hanya menakhlukkan, tetapi juga membawa
misi untuk menanamkan budaya Yunani di daerah-daerah yang dimasukinya.
Sementara itu Islam semenjak kelahirannya telah memberikan penghargaan yang
begitu besar terhadap Ilmu pengetahuan dan termasuk juga filsafat. Masuknya
unsur-unsur dari luar ke dalam tradisi keilmuan Islam semakin tampak jelas setelah
penakhlukan Mesir pada tahun 641 M. Pada masa Daulah Umawiyyah, pengaruh filsafat
dan ilmu pengetahuan Yunani sedah tampak jelas, namun belum begitu populer. Hal ini
dikarenakan pada masa itu, kecuali masih sibuk dengan urusan penakhlukan dan
perluasan wilayah, juga karena kegiatan kaum muslimin masih banyak mengacu kepada
kebudayaan Arab.

12
Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan Islam mencapai keemasannya pada
masa Daulah Abbasiyyah, bertepatan dengan dicapainya Zaman kejayaan Islam. Pada
masa ini banyak dilakukan kegiatan penerjemahan filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani
ke dalam bahasa Arab, yang pada gilirannya hal ini banyak melahirkan filosof dan ilmuwan
Islam sehingga peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya. Selama berabad-abad
peradaban Islam berada pada puncak kejayaannya yang cemerlang, di mana pada saat
yang sama wilayah yang jauh dari kekuasaan Islam masih berada pada masa kegelapan.
B. Saran

Penulis sangat menyadari betul akan kekurangan dalam menyusun makalah ini
untuk itu kami memerlukan saran dan keritik yang membanguan dari para pembaca.

13
14
DAFTAR PUSTAKA

Louis O. Kattsoff. 1986. Pengantar Filsafat, ahli Bahasa Soejono Soemargono.


Yogyakarta : Tirta Kencana.
Ust. Yahya waloni. http:youtube.com
Himawijaya. 2004. ​Mengenal Al-Gazali Keraguan Adalah Awal Keyakinan.​ Bandung :
Mizan Media Utama
Muhammad Nawawi Bin Umar Al – Jawi. Sihabudin Ahmad Bin Hajar Al – Asqalani.
Nasoih Al – Ibad.​ Semrang : Karya Toha Putra.
Ibnu Hasan Ali bin Hisam Al – Kailani. ​Al - Ilmu Al – Alamat Al – Khabar​. Semarang :
Karya Toha Putra.
KH. Khairul Afandi. Matan Al - Bina. Manonjaya – Tasikmalaya : Miftah Al – Huda.
Bab ke – 4 .
Jujn S. Suriaumantri.1982​. Filsafat Ilmu, Sebuah Penghantar Populer​. Jakarta :
Pustaka Sirna Hrapan.
The liang gie. 1991. ​pengantar filsafat ilmu.Y​ ogyakarta: Liberty.
Sunan Ibnu Majah. ​al Muqodimah​ bab ​Fadl al – Ulama wa al – Hadits ala talab al –
Ilm.​
Abu Abdilah Muhammad bin Yazid Al- Qazwini. 1995. ​Sunan Ibnu Majah.​ Beirut : Dar
al – Fikr.
Syaikh al-Albani. ​Shaih wa Da if al-Jami al-Shagir.​ al-Maktabah al-Samilah.
DR. Adian Husaini. 2015. ​Filsafat Ilmu Persepektif Barat Dan Islam.​ Jakarta : Gema
Insani.
Al-Quran dan terjemahan Departemen Agama RI. 2005. ​Seuntai Mutiara Yang Maha
Luhur​. Bandung : CV. J-ART.
Dr. Ajid Thohir.2014​. Sirah Nabawiyah Nabi Muahammad Saw dalam Kajian Ilmu
Sosial-Humaniora.​ Bandung : Penerbit Marja.
Artikel Wibisono.1997.​Gagasan Strategik Tentang Kultur Keilmuan Pada Pendidikan
Tinggi.
Ahmad Tafsir. 2000. Ilmu Pendidikan dalam Persepektif Islam. Bandung :Remaja
Rosdakarya.
J. sudarminta. 2002. ​Epistimilogi dasar.​ Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Harun Nasution. 1985. ​Akal dan Wahyu Dalam Islam​. Jakarta : Universitas Indonesia.
Pradana Boy. 2003. Filsafat Islam. Jakarta. Logos Wacana Ilmu.
Harun Nasution. 1973. Falsafah dan Misticme Dalam Islam. Jakarta : Universitas
Indonesia.
Sirajuddin Zar. 2009. Filsafat Islam. Jakarta : PT. Grafindo Persada.
Amsal Bakhtiar. 2009​. Filsafat Ilmu​. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Majid Fakhri. 1987. ​Sejarah Filsafat Islam. Diterjemahkan oleh R. Mulyadhi
Karanegara.​ Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya. Hal. 219.

15
Sirajuddin Zar. 2009. ​Filsafat Islam.​ Jakarta : PT. Grafindo Persada.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
https://www.zonareferensi.com/pengertian-filsafat/
Rika yulianti. 2015. ​Makalah Hubungan Filsafat Dan Ilmu Pengetahuanhubungan
Filsafat Dan Pandangan Dunia Agama, Kebudayaan, Ideologi.​ Di akses
pada :
http://artikelrikayuliati.blogspot.com/2015/09/normal-0-false-false-false-
en-us-x-none.html​.
Syarif Hidayatullah​. 2013. ​Islamisasi Ilmu Dalam Perspektif Filsafat Ilmu.
Diakses.​https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/32969

16