Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

TRIAGE

Disusun Oleh
Nama : St. Nurema
Stambuk : 14420191021
Kelompok : I (Satu)

Preceptor Institusis

( Sudarman, S.Kep,Ns.M.Kes )

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DAN DISASTER


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2020
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

TRIAGE BERDASARKAN SNARS (Standar Akreditasi RS Indonesia) dan


CTAS (Canada Triage & Acuity Scale)

1. PENGERTIAN
Triage adalah sistem seleksi pasien yang dating berobat ke IGD dalam
keadaan sehari-hari atau dalam keadaan bencana.

2. TUJUAN
Menyeleksi dan melayani pasien berdasarkan kegawatan dan
kedaruratanya, bukan berdasarkan urutan kedatangan pasien.

3. PROSEDUR
1) Pasien datang diseleksi/ ditriase berdasarkan kegawatannya, dengan
kategori :
a. Biru : Darurat, Tidak sadar (Waktu respon : Segera)
b. Merah : Darurat, mengancam jiwa (Waktu respon : < 15 menit)
c. Kuning : Gawat, tidak mengancam jiwa (Waktu respon : < 30
menit)
d. Hijau : Tidak gawat, cedera ringan (Waktu respon : < 60 menit)
e. Hitam : Mati/ DOA (Death On Arrival) (Waktu respon : 120
menit)
2) Setelah diseleksi pasien :
a. Biru : Mengalami gagal jantung paru, cardiac arrest
disalurkan ke ruang resusitas
b. Merah : Tidak mengalami gagal jantung paru disalurkan ke
tempat periksa/ ruang tinadakan bedah.
c. Kuning : kasus bedah ke ruang tindakan bedah/ observasi,
non-bedah ke tempat periksa/ observasi
d. Hijau : pada jam kerja disalurkan ke poliklinik, diluar jam kerja
dilayani seperlunya setelah kasus-kasus gawat darurat terlayani.
e. Hitam : Pasien datan dengan meninggal (DOA) disalurkan ke
kamar jenazah