Anda di halaman 1dari 26

KARBOHIDRAT

Dosen : Rabiah Afifah Daulay, M.Pd.

Mata Kuliah : Biokimia

Disusun Oleh :

Kelompok 2 ( III / P. BIOLOGI 1 )

1. Baharuddin Hasibuan (0310183128)


2. Chandrini Faiza Ananda (0310182084)
3. Ernita Jahara Parapat (0310181010)
4. Fauziyah Rahmawaty (0310183126)
5. Fera Hastini (0310182094)
6. Nurin Firzanah (0310182054)

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

MEDAN

2019
Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kami kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah kami yang berjudul “Karbohidrat“.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rabiah Afifah Daulay, M.Pd
selaku dosen mata kuliah Biokimia di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
atas dorongan, bimbingan dan bantuannya, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah ini dengan baik.

Disadari bahwa dalam penyelesaian dan penyusunan makalah ini banyak


terdapat kekurangan.Disamping itu juga diperlukan lebih banyak referensi dalam
penulisan makalah ini.Kritik dan saran sangat kami perlukan, agar makalah ini
menjadi lebih baik ke depannya. Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi
mahasiswa/i dalam proses pembelajaran, dan kiranya dapat digunakan juga sebagai
bahan dalam penyelesaian persoalan.

Medan, 7 Oktober 2019

Penulis

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................ i

Daftar Isi.................................................................................................. ii

BAB 1 PENDAHULUAN .....................................................................

A. Latar Belakang ...................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................. 1
C. Tujuan .................................................................................. 1

BAB 2 PEMBAHASAN ........................................................................

A. Pendahuluan ............................................................................... 3
B. Monosakarida .............................................................................. 4
C. Disakarida ................................................................................... 4
D. Polisakarida ................................................................................. 7
E. Reaksi-Reaksi Karbohidrat ........................................................ 9
F. Metabolisme Karbohidrat ........................................................... 9
G. Uji Karbohidrat ........................................................................... 11
H. Integrasi Ayat Al-Quran Terkait Karbohidrat ............................. 12
I. Current Issues Terkait Karbohidrat ............................................. 16

BAB 3 PENUTUP..................................................................................

Simpulan ..................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 20


GAMBAR REFERENSI YANG DIGUNAKAN ................................ 21
DOKUMENTASI .................................................................................. 23

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada umumnya bahan makanan itu mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia,
yaitu karbohidrat, protein dan lemak atau lipid. Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu
pada dasarnya berasal dari energi matahari. Karbohidrat, dalam hal ini glukosa, dibentuk dari
karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Selanjutnya
glukosa yang terjadi diubah menjadi amilum dan disimpan pada bagian lain, misalnya pada
buah atau umbi. Proses pembentukan glukosa dari karbon dioksida dan air disebut proses
fotosintesis.
Secara biokimia, karbohidrat merupakan polihidroksi aldehida atau keton, atau senyawa
yang menghasilkan senyawa bila dihidrolisa. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan
untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus(CH2O)n ,yaitu senyawa-senyawa yang n
atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula
karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen,
fosforus, atau sulfur. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh
makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrient utama sel.
Secara umum terdapat tiga macam karbohidrat berdasarkan hasil hidrolisisnya, yaitu
monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Oligosakarida adalah rantai pendek unit
monosakarida yang terdiri dari 2 sampai 10 unit monosakarida yang digabung bersama-sama
oleh ikatan kovalen dan biasanya bersifat larut dalam air. Polisakarida adalah polimer
monosakarida yang terdiri dari ratusan atau ribuan monosakarida yang dihubungkan dengan
ikatan 1,4-a-glikosida (a=alfa).
Didalam dunia hayati, kita dapat mengenal berbagai jenis karbohidrat, baik yang berfungsi
sebagai pembangun struktur maupun yang berperan fungsional dalam proses metabolisme.
Berbagai uji telah dikembangkan untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif terhadap
keberadaan karbohidrat, mulai dari yang membedakan jenis-jenis karbohidrat dari yang lain
sampai pada yang mampu membedakan jenis-jenis karbohidrat secara spesifik. Uji reaksi
tersebut meliputi uji Molisch, Barfoed, Benedict, Selliwanof dan uji Iodin.

1
Kedudukan karbohidrat sangatlah penting pada manusia dan hewan tingkat tinggi lainnya,
yaitu sebagai sumber kalori. Karbohidrat juga mempunyai fungsi biologi lainnya yang tak
kalah penting bagi beberapa makhluk hidup tingkat rendah, ragi misalnya, mengubah
karbohidrat (glukosa) menjadi alkohol dan karbon dioksida untuk menghasilkan energi.
2C6H12O6 ——> 2C2H5OH + 2CO2 + energi

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi karbohidrat?
2. Apa fungsi karbohidrat?
3. Bagaimana klasifikasi karbohidrat?

C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari karbohidrat
2. Mengetahui fungsi karbohidrat
3. Mengetahui klasifikasi karbohidrat

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendahuluan

Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Maidah: 88,

َ‫اّللَ ا لَّ ِذ ي أ نْ تُ ْمَ بِ ِهَ ُم ْؤ ِم نُون‬ َّ َ‫و ُك لُوا ِِمَّا رزق ُك ُم‬
َّ ‫اّللَُ ح َل ًلَ ط يِ بً ا َ ۚ واتَّ ُق وا‬
Artinya: “ Dan makanlah yang halal dan baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu,
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.
Makanan yang dimaksud pada ayat diatas adalah makanan yang halal dan baik. Yang
berguna untuk tubuh manusia dan mengandung zat yang diperlukan oleh tubuh seperti protein,
lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Karbohidrat atau disebut juga hidrat arang atau sakarida ( dari Bahasa Arab, sakkar yang
berarti gula, Aceh: saka ) terbentuk dari molekul -molekul sakarida yang disebut
monosakarida.1 Karbohidrat adalah kelompok senyawa yang mengandung unsur C, H, dan O.
senyawa-senyawa karbohidrat memiliki sifat pereduksi karena adanya gugus karbonil dalam
bentuk aldehid atau keton.2
Suatu senyawa dikatakan karbohidrat bukan hanya berdasarkan rumus empiris saja
melainkan juga karena memiliki 3 gugus fungsi. Ketiga gugus fungsi karbohidrat adalah
biomolekul turunan hidrokarbon yang disebut polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton.
Berdasarkan reaksi hidrolisis, karbohidrat terbagi menjadi monosakarida, disakarida, dan
polisakarida. Karbohidrat merupakan produk dari reaksi fotosintesa yang berlangsung pada
daun tanaman hijau yang mengandung klorofil. Melalui reaksi fotosintesa ini sebahagian
karbohidrat disimpan pada sel tanaman yang berupa pati, selulosa (polisakarida) dan glukosa
(monosakarida).3
Fungsi biologi karbohidrat4
a. Tongkat kehidupan bagi kebanyakan organisme

1
Azhar Amsal. 2012. Konsep Dasar Biokimia dan Nutrisi dalam Alquran. Banda Aceh: Penerbit PeNa. Hlm.15-16.
2
Yohanis Ngili. 2009. Biokimia: struktur dan Fungsi Biomolekul. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hlm.1
3
Rabiah Afifah Daulay. 2019. Biokimia Terintegrasi Alquran. Medan: CV. Pusdika Mitra Jaya. Hlm.63.
4
Tatang S. Julianto. 2015. Biokimia: Biomolekul dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta: Deepublish. Hlm.30.

3
b. Pusat metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lainnya
c. Pati dan glikogen berperan sebagai penyedia sementara glukosa
d. Polimer protein berperan sebagai unsur structural dan penyangga dalam dinding sel bakteri
dan tumbuhan pada jaringan pengikat dan dinding sel organisme hewan
e. Karbohidrat berfungsi sebagai pelumas sendi kerangka
f. Karbohidrat berfungsi sebagai pserekat diantara sel
g. Karbohidrat berfungsi sebagai pemberi spesifitas biologi pada permukaan sel hewan.

B. Monosakarida

Monosakarida sering disebut gula sederhana (Simple Sugars) adalah


karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana
lagi. Monosakarida tidak berwarna merupakan kristal padat, yang mudah larut
dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut non polar. Kebanyakan monosakarida
mempunyai rasa manis, dengan rumus emperis (CH2O) n, dimana n = 3 , atau
jumlah yang lebih besar lainnya. Berdasarkan banyaknya atom karbon (C) di dalam
melekulnya, monosakarida dapat dibedakan menjadi triosa (3 atom C), tetrosa (4 atom C),
pentosa (5 atom C), heksosa (6 atom C) dan heptosa (7 atom C). Berdasarkan
gugus karbonil fungsionalnya, maka monosakarida dibedakan menjadi aldosa,
jika mengandung gugus aldehida dan ketosa, jika mengandung gugus keton.5

C. Disakarida

Disakarida (C12H22O11) adalah dimer dari monosakarida. Monosakarida membentuk


disakarida dengan melepas satu molekul air dari dua gugus hidroksi membentuk ikatan
glikosida (glikosidik). Ikatan glikosidik terjadi melalui sintesis dehidrasi dengan cara
melepaskan satu atom hydrogen dari salah satu monomer disakarida dan satu gugus OH dari
monomer sakarida lainnya, pelepasan tersebut membentuk air.6 Jenis ikatan glikosidik yang
ada di polimer karbohidrat yakni ikatan 1-4 α, 1-4 β, dan 1-6 α. Beberapa contoh jenis ikatan
glikosidik terjadi melalui sintesis dehidrasi dengan cara melepaskan satu atom hydrogen dari

5
A. A. Putu Putra Wibawa. 2017. Karbohidrat. Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas
Udayana. Hlm.7
6
Rabiah Afifah Daulay. 2019. Biokimia Terintegrasi Alquran. Medan: CV. Pusdika Mitra Jaya. Hlm.69-70.

4
salah satu monomer sakarida dan satu gugus hidroksil (OH) dari monomer sakarida yang lain.
Pelepasan satu atom hydrogen dan gugus hidroksil (OH) selanjutnya membentuk air. Reaksi
hidrolisis pada dua monomer sakarida yang lain. Pelepasan satu atom hydrogen dan gugus
hidroksil (OH) selanjutnya membentuk air. Reaksi hidrolisis pada dua monomer sakarida
dapat terjadi berbalik arah atau yang biasa disebut reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis terjadi
dari pemecahan dua monomer yang telah berikatan dengan ikatan glikosidik akibat
penambahan molekul air.7

Disakarida terdiri dari dua unit monosakarida yang berikatan kovalen satu sama lain, gugus
hidroksilsalah satu gula bereaksi dengan karbon anomer pada gula kedua, disebut ikatan O-
glikosida, yang segera terhidrolisa oleh asam tetapi tahan terhadap basa.8

Disakarida yang banyak terdapat di alam9:

• Maltose, terdiri dari D-glukosa -D-glukosa


• Lakstosa, terdiri dari D-galaktosa-D-glukosa
• Sukrosa, terdiri dari D-fruktosa-D-glukosa
1. Sukrosa
Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula
meja (table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Mempunyai 2 (dua)
molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
Gula pasir terdiri atas 99 % sukrosa dibuat dari kedua macam bahan makanan tersebut
melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Gula merah dibuat dari kelapa, tebu atau enau
melalui proses penyulingan tidak sempurna. Sukrosa juga banyak terdapat di dalam buah,
sayuran dan madu. Bila dihidrolisis atau dicernakan, sukrosa pecah menjadi satu unit
glukosa dan fruktosa.10 Sumber: tebu (100% mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%),
jam, jelly.

7
Aung Sumbono. 2016. Biokimia Pangan Dasar Edisi 1 Cetakan I. Yogyakarta: Deepublish. Hlm. 46.
8
Tatang S. Julianto. 2015. Biokimia: Biomolekul dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta: Deepublish. Hlm.41-42.
9
Ibid. hlm.42.
10
Nurhamida Sari Siregar. 2014. Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 13(2). Hlm.39

5
2. Maltosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa.
Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltosa terbentuk pada setiap
pemecahan pati. Bila dicernakan atau dihidrolisis, maltosa pecah menjadi dua unit
glukosa.11 Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah
dicerna dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi
warna biru.
Amilum terdiri dari 2 fraksi (dapat dipisah kan dengan air panas):
a. Amilosa : larut dengan air panas dan mempunyai struktur rantai lurus.
b. Amilopektin: tidak larut dengan air amil pektin terlihat pada serelia. Contohnya
beras, semakin kecil kandungan amilosa atau semakin tinggi kandungan
amilopektinnya, semakin lekat nasi tersebut. Pulut sedikit sekali amilosanya (1-
2%), beras mengandung amilosa > 2%. Berdasarkan kandungan amilosanya, beras
(nasi) dapat dibagi menjadi 4 golongan:
-amilosa tinggi 25-33%
-amilosa menengah 20-25%
-amilosa rendah 09-20%
-amilosa sangat rendah < 9%
Secara umum penduduk di negara-negara Asean, khususnya Flipina, Malaysia,
Thailand dan Indonesia menyenangi nasi dengan kandungan amilosa medium,
sedangkan Jepang dan Korea menyenangi nasi dengan amilosa rendah.
3. Laktosa

Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa
dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air. Laktosa(gula susu) hanya
terdapat dalam susu. Banyak orang, terutama yang berkulit berwarna (termasuk orang
Indonesia) tidak tahan tehadap susu sapi, karena kekurangan enzim laktase yang dibentuk
di dalam dinding usus dan diperlukan untuk pemecahan laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa. Kekurangan laktase ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa.
Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran

11
Ibid, hlm.39

6
pencernaan. Hal ini mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh, yang
menyebabkan gejala kembung, kejang perut dan diare. Ketidaktahanan terhadap laktosa
lebih banyak terjadi pada orangtua.12

Kadar laktosa pada susu sapi yaitu 6,8 gr/100ml, sedangkan dalam ASI
yatiu4,8gr/100ml. Hidrolisis laktosa menghasilkan glukosa dan galaktosa.

Glukosa + fruktosa → sakarosa

Glukosa + galaktosa → laktosa

Glukosa + glukosa → maltose13

D. Polisakarida

Polisakarida terbentuk dari rangkaian banyak monosakarida. Rangkaian polisakarida


sama halnya oligosakarida atau pun disakarida terjadi akibat adanyalikosidik. Ikatan glikosidik
pada polisakarida karena reaksi kondensasi. Pembentukan ikatan glikosidik pada polisakarida
dapat menimbulkan rantai polimer lurus atau bercabang yang kompleks. Polisakarida
terbentuk dari gabungan monosakarida yang monosakarida-monosakarida yang tidak sama
disebut heteropolisakarida. Ikatan gliosidik yang ada di polisakarida dapat berupa glikosidik-
α atau glikosidik-β. Ikatan glikosidik α(1→4) membentuk rangkaian polimer polisakarida
bercabang, sedangkan ikatan glikosidik α(1→6) dan β(1→6) membentuk rangkaian
polisakarida rantai lurus. Polisakarida memiliki jenis-jenis yakni pati, glikogen, agarosa, dan
selulosa.14

1) Pati
Pati merupakan polimer dari α-D-glukosa. Pati memiliki ikatan glikosidik-α dari
sambungan rantai cabang. Jenis pati dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan rantai
percabangannya. Salah satunya adalah amilosa. Amilosa merupakan polimer glukosa
linear, dengan semua residu dihubungkan oleh ikatan α(1→4). Jenis pati lainnya yakni

12
Ibid, hlm.39
13
Azhar Amsal. 2012. Konsep Dasar Biokimia dan Nutrisi dalam Alquran. Banda Aceh: Penerbit PeNa. Hlm.21.
14
Aung Sumbono. 2016. Biokimia Pangan Dasar. Yogyakarta: Deepublish. Hal 50-54.

7
amilopektin. Mailopektin adalah rantai polimer bercabang, dengan cabang-cabang mulai
α(1→6) keterkaitan di sepanjang rantai α(1→4).
2) Glikogen
Glikogen merupakan polimer bercabang-rantai α-D-glukosa, dan dalam hal ini mirip
dengan fraksi amilopektin pati. Glikogen terdiri dari rantai berikatan α(1→4) dengan yang
berikatan α(1→6) pada titik cabang.
3) Agarosa
Agarosa atau yang biasa disebut agar-agar oleh orang awam adalah zat yang biasanya
berupa gel yangdiolah dari rumput laut atau alga. Jenis rumput laut yang biasa diolah untuk
keperluan ini adalah Eucheuma spinosum (Rhodophycophyta). Agarosa sebenarnya adalah
karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Agarosa
merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Gel terbentuk karena
pada saat dipanaskan di air, molekul Agarosa dan air bergerak bebas. Ketika didinginkan,
molekul-molekul agarosa mulai saling merapat, sehingga terbentuk system koloid padat-
cair. Agarosa apabila dilarutkan dalam air panas dan didinginkan, agar-agar bersifat seperti
seperti gelatin: padatan lunak dengan banyak pori-pori di dalamnya sehingga bertekstur
“Kenyal”.
4) Selulosa
Selulosa adalah homopolisakarida lurus dari β-D-glukosa, dan semua berikatan β(1→4).
Rantai satuan polisakarida terdapat ikatan hydrogen bersama. Ikatan hydrogen ini
membuat serat tanaman memiliki karakter yang kuat pada tanaman.
5) Pektin
Pectin disusun polimer asam D-galakturonat, yang terikat dengan glikosidik (α-1,4).
Pertama kali diisolasi oleh Henri Braconnot tahun 1825.
6) Kitin
Sebuah polisakarida yang mirip dengan solulosa dalam struktur dan fungsi kitin, yang juga
merupakan homopolisakarida lurus dengan semua satuan molekul berikatan glikosidik
β(1→4). Kitin monomernya adalah N-asetil-β-D-glukosamin.15

15
Ibid. Hlm.

8
E. Reaksi-Reaksi Karbohidrat
Reaksi sakarida dari pangan yang sangat berperan dalam biokimia yakni reaksi
oksidasi dan reduksi. Reaksi oksidasi sakarida menghasilkan sejumlah energi bagi manusia
untuk melakukan aktivitas dan kelangsungan hidup. Reaksi oksidasi yang paling banyak
menghasilkan energi yakni reaksi sakarida yang teroksidasi sempurna atau habis bereaksi
menjadi karbondioksida (CO2) dan molekul air (H2O). hal itu terjadi pada metabolism sel
manusia. Reaksi lain yang terjadi pada monosakarida yakni reaksi esterifikasi. Reaksi
esterifikasi terjadi terjadi gugus-gugus hidroksil bereaksi dengan asam dan turunan asam,
seperti halnya dengan yang terjadi pada semua senyawa alcohol. Reaksi esterifikasi
monosakarida yang terjadi pada manusia yakni pembentukan ester fosfat. Ester fosfat
dibentuk dari transfer gugus fosfat dari ATP (Adenosin Trifosfat) untuk memberikan gula
terfosforilasi dan ADP (Adenosin difosfat).

F. Metabolisme Karbihdirat
pada metabolisme karbohidrat terdapat jalur reaksi biokimia, antara lain yaitu jalur
glikolisis, oksidasi piruvat, dan siklus asam sitrat. Ketiga jalur metabolisme ini merupakan
jalur reaksi oksidasi glukosa yang berperan penting sebagai jalur penghasil energi. Hasil
pencernaan makanan berupa glukosa akan diserap dan masuk kedalam darah. Selanjutnya
glukosa akan didistribusikan keseluruh tubuh, terutama otak, serta hati, otot, sel darah merah,
ginjal, jaringan lemak dan ke jaringan lainnya. Tubuh sangat membutuhkan glukosa terutama
untuk menghasilkan energi.16
Seluruh tubuh manusia juga bisa menghasilkan glukosa dari senyawa non karbohidrat,
antara lain dari lemak (gliserol) serta lakta, melalui jalur reaksi gluconeogenesis.
Gluconeogenesis merupakan upaya tubuh untuk meningkatkan kadar glukosa terjadi di hati,
sehingga bila terjadi penyakit hati yang berat, dapat terjadi gangguan proses gluconeogenesis
yang mengakibatkan penurunan kadar glukosa darah. Sebagian glukosa yang masuk ke dalam
hati dan otot skeletal akan diubah menjadi glikogen, melalui proses glikogenesis. Glikogen
merupakan simpanan karbohidrat di hati dan otot skeletal yang berperan sebagai cadangan
energi saat tidak ada asupan makanan. Apabila diperlukan, maka glikogen akan dipecah
melalui proses glikogenolisis, untuk menghasilkan glukosa sebagai sumber energi. Glukosa

16
Novi Khila Firani. 2017. Metabolisme Karbohidrat Tinjauan Biokimia dan Patologis. Malang: UB Press. Hlm.2.

9
di hati sebagian juga diubah menjadi asam glukoronat melalui jalur uronat. Asam glukoronat
ini bereran penting untuk proses konjugasi bilirubin. Bilirubin yang terkonjugasi
menyebabkan bilirubin menjadi larutan dalam air, sehingga dapat diekskresikan ke dalam usus
melalui saluran empedu.17
Di jaringan lemak, glukosa dapat diubah menjadi lemak berupa triasilgliserol. Melalui
jalur glikolisis akan menghasilakn dihidroksiaseton fosfat, yang selanjutnya diubah oleh
enzim gliserol-3-fosfat dehydrogenase menjadi gliserol-3-fosfat, yang merupakan bahan baku
sintesis triasil gliserol. Triasilgliserol merupakan bahan cadangan energi yang ditimbun dalam
jaringan lemak. Oleh karenaitu kelebihan makan makanan yang mengandung karbohidrat juga
bisa memicu kegemukan, akibat timbunan triasilgliserol di jaringan lemak.18
Glukosa bisa diubah menjadi fruktosa, melalui reaksi yang menghasilkan sorbitol
terlebih dahulu, yang dikatalisis oleh enzim sorbitol dehydrogenase. Jalur reaksi ini terutama
meningkat pada kondisi penyakit tertentu, yaitu diabetes mellitus. Peningkatan sorbitol
mendasari timbulnya berbagai komplikasi pada penyakit diabetes mellitus. Glukosa juga
dibutuhkan untuk sintesa laktosa. Jalur reaksi ini sangat penting utntuk wanita yang sedang
menyusui. Sebaliknya, galaktosa yang berasal dari pencernaan laktosa bisa diubah menjadi
glukosa di hati. Jalur-jalur metabolisme karbohidrat yang telah dilutiskan diatas dapat
dirangkum dan digambarkan pada gambar dibawah ini.19

17
Ibid. hlm.3
18
Ibid.
19
Ibid. hlm.3-4

10
Keterangan : glukosa dapat mengalami berbagai jalur reaksi seperti glikolisis, oksidasi
piruvat, siklus asam sitrat, jalur Hexose Monophosphat pathway (HMP), jalur uronat,
glikogenesis, glikogenolisis, maupun sintesis fruktosa, galaktosa dan laktosa. Reaks
pembentukan glukosa dari gliserol dan asam laktat disebut reaksi pembentukan glukosa dari
gliserol dan asam laktat disebut gluconeogenesis. Glukosa juga sebagai penghasil ribose untuk
sintesis DNA dan RNA yang penting untuk sintesis protein)20

G. Uji karbohidrat

Uji molisch

1. Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat
2. Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi
pentosa menghasilkan senyawa furfural
3. uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara ular atau
hidroksimetil furfural dengan alfa naftol dalam reaksi molisch

Uji seliwanoff

1. Uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa
2. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasilkan warna
merah pada larutan nya

Uji Benedict

1. Uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas
2. Uji Benedict berdasarkan reduksi cu 2 + menjadi cu + oleh gugus aldehid atau keton bebas
dalam suasana alkalis.biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tartrat
untuk mencegah terjadinya pengendapan cuco3
3. Uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau merah bata
serta adanya endapan.

20
Ibid. hlm.4

11
Uji barfoed

1. Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel


2. Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange

Uji lodin

1. Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida


2. Amilum dengan iodin dapat membentuk kompleks biru
3. amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu sedangkan dengan glikogen
dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat

Uji fehling

1. Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa,


maltosa, dll)
2. Uji positif ditandai dengan warna merah bata

H. Integrasi Ayat Al-Quran Terkait Karbohidrat


Al-Qur’an memberikan contoh sumber karbohidrat dalam tanaman yang merupakan
nikmat yang diberikan oleh Allah kepada makhluk-Nya.

QS. Ar-Ra’d (13) : 421

َ‫ضَ قِ ط عَ ُم ت ج ا ِوراتَ وج نَّاتَ ِم ْنَ أ ْع ن ابَ وز ْرعَ و َنِ يلَ ِص نْ و انَ و غ ْيَُ ِص نْ وان‬
ِ ‫وِفَ ْاْل ْر‬

َ‫ض ُلَ ب ْع ض ه ا ع ل َٰىَ ب ْع ضَ ِفَ ْاْلُ ُك ِلَ َ ۚ إِ َّنَ ِفَ َٰذ لِ كَ َل َي ت‬ ِ ‫ي س ق ىَ ِِب اءَ و‬
ِ ‫اح دَ و نُ ف‬ َٰ ْ ُ

َ‫لِ ق ْو مَ ي ْع ِق لُون‬

Dan dibumi ini terdapat bagian-biagian yang berdampingan, dan kebun-kebun


anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan tidak bercabang,
disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanaman-tanaman itu atas

21
Tatang S. Julianto. 2015. Biokimia: Biomolekul dalam perspektif Al-Quran. Yogyakarta: Deepublish. Hlm.31

12
sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Tafsir Quraish Shihab

Bumi juga mengandung berbagai keajaiban. Ada kepingan-kepingan tanah yang saling
berdekatan. Meskipun demikian, jenis tanahnya dapat berbeda-beda. Ada yang kering tandus,
ada pula yang basah subur. Ada pula tanah yang, kalaupun jenisnya sama, menjadi lahan
perkebunan anggur, lahan persawahan, dan lahan perkebunan korma. Kebun-kebun itu ada
yang berkumpul di atas satu area, ada pula yang tumbuh berpisah-pisah. Selain itu, meskipun
kebun-kebun itu disiram dan tumbuh dari sumber air yang sama, rasa yang dihasilkan oleh
buah-buahannya beraneka ragam. Sungguh, di dalam keajaiban alam itu, benar-benar terdapat
bukti yang jelas atas kemahakuasaan Allah bagi orang yang memiliki akal dan mau berfikir.

Ayat ini mengisyaratkan adanya ilmu tentang tanah (geologi dan geofisika) dan ilmu
lingkungan hidup (ekologi) serta pengaruhnya terhadap sifat tumbuh-tumbuhan. Sudah
diketahui secara ilmiah, bahwa tanah persawahan terdiri atas butir-butir mineral yang
beraneka ragam sumber, ukuran dan susunannya; air yang bersumber dari hujan; udara; zat
organik yang berasal dari limbah tumbuh- tumbuhan dan makhluk hidup lainnya yang ada di
atas maupun di dalam lapisan tanah. Lebih dari itu, terdapat pula berjuta-juta makhluk hidup
yang amat halus yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, karena ukurannya yang
sangat kecil. Jumlahnya pun sangat bervariasi, berkisar antara puluhan juta sampai ratusan
juta pada setiap satu gram tanah pertanian. Sifat-sifat tanah yang bermacam-macam itu, baik
secara kimia, fisika maupun secara biologi, menunjukkan kemahakuasaan Allah Sang
Pencipta dan kesempurnaan penciptaan-Nya. Tanah, seperti dikatakan sendiri oleh para
petani, benar-benar berbeda dari satu jengkal ke satu jengkal lainnya. Para ahli menyatakan
bahwa kekurangan salah satu zat utama yang diperlukan sebagai bahan makanan, akan
mengakibatkan perubahan yang berpengaruh pada tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu, para
petani umumnya menggunakan pupuk yang sesuai dengan jenis tanah. Hal itu ternyata cukup
berpengaruh pada buah yang dihasilkan, baik buah yang dihasilkan oleh pohon yang berasal
dari satu jenis, maupun yang berbeda jenisnya. Allah Mahasuci, yang memiliki kerajaan
segala sesuatu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

13
QS. Al-Mu’minun ayat 19

َ‫ف أ نْ ش أْ نَ ل ُك ْمَ بِ ِهَ ج نَّاتَ ِم ْنَ َنِ يلَ وأ ْع ن ابَ ل ُك ْمَ فِ يه ا ف واكِ هَُ ك ثِيةَ و ِم نْ ه ا َتْ ُك لُون‬

“Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur;
di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari
buah-buahan itu kamu makan”

Tafsir Jalalayn

(Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur) kedua
jenis buah-buahan ini kebanyakan terdapat di negeri Arab (di dalam kebun-kebun itu kalian
peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kalian makan) di waktu
musim panas dan musim dingin.

Dari kedua ayat diatas diketahui bahwa Allah menumbuhkan pohon kurma pada bumi
yang tandus. Masyarakat setempat melakukan pertanian kurma untuk memenuhi kebutuhan
hidup dan juga sebagai makanan pokok masyarakat Timur Tengah. Kurma memiliki
kandungan gizi yang mampu menggantikan energi dalam tubuh dengan cepat tanpa harus
meningkatkan kadar gula darah. Inilah yang menjadi alas an mengapa Rasulullah
menganjurkan kita untuk mengonsumsi kurma ketika berbuka puasa. Karbohidrat yang
terkandung pada kurma terdapat 75,03 gram karbohidrat. Angka tersebut telah memenuhi
hampir 30% kebutuhan karbohidrat harian orang dewasa. Asupan karbohidrat yang tidak
diperhitungkan sebagai penyumbang energi terbesar akan meningkatkan asupan karbohidrat
dalam tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan asupan gizi dalam tubuh tidak seimbang karena
karbohidrat yang terlalu banyak.

QS. An-Nahl ayat 69

ِ ُ‫كَ ذُ لُ ًَلَ َ ۚ َيْرجَ ِم نَ ب ط‬


َ‫وِن ا ش راب‬ ِ ‫ُثََّ ُك لِ ي ِم نَ ُك ِلَ ال ثَّم ر‬
ِ ِ‫اتَ ف اس لُ ِك ي س ب لَ رب‬
ُ ْ ُُ ُُ ْ ْ
َ‫َّاسَ َ ۗ إِ َّنَ ِفَ ذَٰ لِ كَ َل ي ةًَ لِ ق ْو مَ ي ت ف َّك ُرون‬
ِ ‫ُمُْ ت لِ فَ أ لْوا نُهَُ فِ ِيهَ ِش ف اءَ لِ ل ن‬

14
“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu
yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Tafsir Jalalayn

(Kemudian makanlah dari setiap buah-buahan dan tempuhlah) masukilah (jalan Rabbmu)
jalan-jalan yang telah ditunjukkan oleh-Nya kepadamu di dalam mencari rezekimu (yang telah
dimudahkan) lafal dzululan ini adalah bentuk jamak dari lafal tunggal dzaluulun;
berkedudukan menjadi hal dari lafal subula rabbiki. Artinya jalan yang telah dimudahkan
bagimu sehingga amat mudah ditempuh sekali pun sangat sulit dan kamu tidak akan sesat
untuk kembali ke sarangmu dari tempat itu betapa pun jauhnya. Akan tetapi menurut pendapat
yang lain dikatakan bahwa lafal dzululan ini menjadi hal daripada dhamir yang terdapat di
dalam lafal uslukiy sehingga artinya menjadi: yang telah ditundukkan untuk memenuhi
kehendakmu. (Dari perut lebah itu keluar minuman) yakni berupa madu (yang bermacam-
macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) dari berbagai
macam penyakit. Menurut suatu pendapat dikatakan dari sebagian penyakit saja karena
ditunjukkan oleh pengertian ungkapan lafal syifaaun yang memakai nakirah. Atau sebagai
obat untuk berbagai macam penyakit bila digabungkan dengan obat-obat lainnya. Aku katakan
bila tidak dicampur dengan obat yang lain, maka sesuai dengan niat peminumnya. Sungguh
Nabi saw. telah memerintahkan untuk meminum madu bagi orang yang perutnya kembung
demikianlah menurut riwayat yang telah dikemukakan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi
orang-orang yang memikirkan) ciptaan-Nya.

Adapun madu merupakan campuran dari fruktosa dan glukosa serta zat lainnya. Madu
dapat dimanfaatkan sebagai obat yang menyembuhkan, sebagaimana telah disebutkan pada
firman Allah diatas.

15
I. Current Issues

Sagu Hapus Mag 15 Tahun22

Gangguan lambung selama 15 tahun pulih berkat konsumsi sagu. Masalah lambung
menjadi “teman” sehari-hari Dra. Nuraeni sejak 15 tahun terakhir. Semula pengajar salah satu
sekolah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat itu kersp merasakan nyeri di sisi kiri
perut. Lama-lama gejala itu disertai pusing. Nuraeni tidak perbikir mengidap penyakit serius.
Maklum usianya saat itu baru 35 tahun.

Sebagai guru muda, Ia aktif menjalani berbagai tugas sekolah selain tugas mengajar.
Tambahan tugas itu kerap membuatnya baru beranjak dari sekolah 2-3 jam setelah jam
pelajaran. Kesibukan padat kerap membuat ibu 2 anak itu acap melewatkan waktu makan. Ia
baru menyantap makan siang ketika sore. Begitu dokter mendiagnosis ganggan lambung, Ia
berusaha mengatur pola makan. Saat intensitas pekerjaan tinggi, terutama terutama pada akhir
tahun ajaran, magnya sering kambuh. Apalagi Nuraeni gemar makan makanan pedas atau
masam. Beberapa hari pascakonsultasi dokter, Nuraeni rutin mengonsumsi obat. Ketika
setelah obat habis dan lambungnya sudah merasa membaik, ia pun kembali makan semangkuk
bakso pedas. Kerap kali ia menakmati bakso pedas pada siang hari sedangkan pagi
harinyatidak sarapan. Makanan pedas memicu produksi asam lambung.

“sekadar membatasi tidak terlalu sering makan makanan pedas atau masam”, kata
suami Nuraeni, Ir. Erik Makmun. Lima tahun terakhir, mag itu makin mengganggu Nuraeni.
Ia kerap mengunjungi dokter dan harus opname di sebuah rumah sakit di Kabupaten Dompu.
Dokter penganjur herbal di Jakarta, dr. Willie Japaris MARS menyatakan, setiap orang bisa
mengidap mag. Gangguan itu akibat pola hidup tidak teratur seperti telat makan dan makan
sembarangan.

Menurut Willie konsumsi makanan pedas atau masam turut merangsang asam
lambung. Mag dapat menjadi semakin parah karena tekanan pekerjaan, stress, dan iritasi zat
makanan. Penyebab lain, serangan bakteri Helicobacter pylori di lambung akibat penurunan

22
Argohartono Arie Raharjo. 2019, Februari. Sagu Hapus Mag 15 Tahun. Trubus. Hlm. 112-113.

16
kekebalan tubuh. “Mikrob pathogen mengiritasi lapisan lambung sehingga terjadi inflamasi,”
kata Willie. Efeknya muncul sensasi kembung, diare, bahkan kejang ulu hati.

Dalam kasus inflamasi akut, peradangan menembus dinding lambung. Willie


menyatakan, pada tahap it bisa terjadi kebocoran lambung yang menyebabkan nyeri perut
mendadak atau keracunan. Pengobatan terlambat atau tidak tepat bisa menyebabkan penderita
menemui kematian. Nuraeni masuk rumah sakit selama 2-3 hari setiap bulan, kadang 2 kali
sebulan. Itu belum termasuk obat-obatan yang harus ritun ia konsumsi.

“Segala obat sepertinya tidak lagi mempan,” kata Makmun. Ia berupaya mencari
alternative dan menganjurkan sang istri mengonsumsi beberapa herbal atas anjuran peracik
herbal setempat. Saying upaya itu belum membawa kesembuhan bagi sang istri. Pada awal
2018, Makmun bertemu pegiat sagu di Pusat Teknologi Agroindustri, Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (PTA BPPT), Serpong, Prof. Dr. Bambang Hariyanto, M.Si. saat itu
Bambang berkunjung ke Dompu untuk membawakan materi pangan di salah satu instansi.
Bambang menyarankan makmun agar memberikan sagu untuk Nuraeni. Sekembalinya ke
Serpong, Bambang lantas mengirimkan sereal sagu dan daun kelor racikan periset PTA
kepada Makmun. Nuraeni mengonsumsi sagu bersama Cersa Mori-akronis dari cereal sagu
dan moringa- itu pada Juni 2018.

Nuraeni tetap makan nasi 3 kali sehari seperti biasa sembari mengonsumsi sereal sagu
di sela waktu makan. Baru 2 hari mengonsumsi khasiatnya langsung terasa. Seingat Makmun,
nafsu makan istrinya membaik. Pusing atau sakit perut pun reda meski kadang-kadang muncul
kembali. Nuraeni meneruskasn mengonsumsi hingga sebulan. “sekarang tidak pernah opname
lagi,” ujar Makmun.

Prof. Bambang menyatakan, pengidap sakit mag aman mengonsumsi sagu lantaran
pati dari batang pohon Metroxylon sagu itu bebas gluten. Kelebihan utama sagu adalah
kandungan pati tahan cerna (PTC), yang di dalam saluran pencernaan menjadi substrat bagi
mikrob probotik. Periset Department of Crop Science Universiti Putra Malaysia, Serawak,
N.H Arshad dan rekan menyebutkan, sagu menjadi substrat (tempat berkembang) bakteri
golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria. Keduanya probiotik yang menyehatkan saluran
cerna. Sementara itu, kandungan nutrisi dalam tepung moringa membantu pemulihan organ

17
yang rusak. Menurut dokter penganjur herbal di Bintaro, Tangerang Selatan, dr. Prapti Utami,
herbal yang efektif meredakan sakit mag antara lai kunyit dan temulawak. Masalahnya tidak
semua orang bisa menerima rasa kunyit atau temulawak yang cenderung hambar.

18
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

- Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang terdiri dari unsur karbon, hydrogen, dan
oksigen.
- Karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
- Karbohidrat merupaka produk hasil reaksi fotosintesis yang berlangsung pada daun
tanaman hijau yang mengandung klorofil.
- Untuk menguji karbohidrat dilakukan melalui uji Molisch, uji seliwanoff, uji benedict, uji
fehling, uji barfoed, dan uji iodin.
- Karbohidrat sangat dibutuhkan manusia karena merupakan sumber energi.

19
Daftar Pustaka

Amsal, A. (2012). Konsep Dasar Biokimia dan Nutrisi dalam Alquran. Banda Aceh: Penerbit
PeNa.

Firani, N. K. (2017). Metabolisme Karbohidrat Tinjauan Biokimia dan Patologis. Malang: UB


Press.

Daulay, R. A. (2018). Kimia Terintegrasi Alquran. Medan: CV. Widya Puspita.

Daulay, R. A. (2019). Biokimia Terintegrasi Alquran. Medan: CV. Pusdika Mitra Jaya.

Julianto, T. S. (2015). Biokimia: Biomolekul dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta:


Deepublish.

Ngili, Y. (2009). Biokimia: struktur dan Fungsi Biomolekul. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Raharjo, A. A. (2019). Sagu Hapus Mag 15 Tahun. Trubus, 591 Februari 2019/L, hlm.112-113.

Siregar, N. S. (2014). Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan. 13(2), 38-44.

Sumbono, A. (2016). Biokimia Pangan Dasar Edisi 1 Cetakan I. Yogyakarta: Deepublish

20
Gambar Buku dan jurnal yang diguankan

21
22
Dokumentasi
Senin, 7 Oktober 2019
Gedung kuliah FITK Perpustakaan UINSU

Rabu, 9 Oktober 2019


Pusbinsa Lantai II

23