Anda di halaman 1dari 3

Nama : Kartika Tanamal

Jurusan : Magister SDM

Kata motivasi memiliki kata dasar motif yang berarti dorongan, sebab atau alasan
seseorang melakukan sesuatu. Dengan demikian motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong
atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara
sadar. Motivasi terdiri dari teori kepuasan dengan teori proses. Kedua teori tersebut berbeda dalam
menuju kata “motivasi” namun memiliki tujuan yang sama. Dalam teori kepuasan, motivasi
diperlukan untuk mencapai sesuatu kebutuhan dan kepuasan, sedangkan teori proses,motivasi
tidak datang begitu saja dengan tiba-tiba namun bertahap

Teori Motivasi Kepuasan


Teori ini mendasarkan pendekatannya atas faktor–faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang
menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu.
1. Teori Motivasi Klasik, Teori motivasi klasik (teori kebutuhan tunggal) ini dikemukakan oleh
Frederick Winslow Taylor. Teori ini menunjukkan bahwa motivasi para pekerja hanya untuk dapat
memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis saja, yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk
mempertahankan kelangsungan hidup seseorang.
2. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Need Hierarchy Theory), Maslow mendasarkan
konsep hirarki kebutuhan pada dua prinsip. Pertama, kebutuhan-kebutuhan manusia dapat disusun
dalam satu hirarki dari kebutuhan terendah sampai kebutuhan tertinggi. Kedua, suatu kebutuhan
yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivator utama dari perilaku. Manusia akan didorong
untuk memenuhi kebutuhan yang paling kuat sesuai waktu, keadaan dan pengalaman yang
bersangkutan mengikuti suatu hirarki.
3. Teori Dua Faktor Dari Herzberg (Herzberg’s Two Factor Theory), Teori ini mengemukakan
bahwa ada dua faktor yang berkaitan dengan kepuasan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Kedua
faktor tersebut adalah :
a. Faktor yang dapat memotivasi (motivation factor) adalah faktor-faktor yang mendorong
seseorang untuk memiliki pekerjaan dengan kepuasan yang menantang agar benar-benar
termotivasi, sehingga menambah kepuasan kerja, faktor ini meliputi faktor prestasi,
pengakuan/penghargaan, tanggung jawab, faktor pekerjaan serta faktor memperoleh kemajuan dan
perkembangan dalam bekerja.
b. Faktor Kebutuhan Kesehatan Lingkungan Kerja (hygiene factor) adalah faktor-faktor yang
bersifat mencegah penurunan semangat kerja dan dapat menghindarkan kekacauan yang menekan
Nama : Kartika Tanamal
Jurusan : Magister SDM

produktivitas, faktor ini dapat berbentuk upah/gaji, hubungan antar pekerja, supervisi teknis,
kondisi kerja, kebijaksanaan perusahaan dan proses administrasi di perusahaan.
4. Teori Prestasi Dari Mc Clelland (Mc. Clelland’s Achievement Motivation Theory), Mc
Clelland mengelompokkan tiga tingkatan kebutuhan manusia yang dapat memotivasi gairah
bekerja, yaitu kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan afiliasi (need for
affiliation) dan kebutuhan akan kekuasaan (need for power). Mc Clelland menyatakan bahwa
ketika muncul suatu kebutuhan yang kuat di dalam diri seseorang, kebutuhan tersebut memotivasi
dirinya untuk menggunakan perilaku yang dapat mendatangkan kepuasannya.
5. Teori Keberadaan, Afiliasi dan Kemajuan dari Alderfer (Alderfer’s Existence, Relatedness and
Growth (ERG) Theory), Alderfer mengemukakan bahwa ada tiga kelompok kebutuhan
yang utama, yaitu kebutuhan akan keberadaan (existence needs) yang berhubungan dengan
kebutuhan dasar, kebutuhan akan afiliasi (relatedness needs) yang menekankan akan pentingnya
hubungan antar individu dan bermasyarakat serta kebutuhan akan kemajuan (growth needs).
6. Teori Motivasi Human Relation, Teori ini mengutamakan hubungan seseorang dengan
lingkungannya dan menekankan peranan aktif pimpinan organisasi dalam memelihara hubungan
dan kontak-kontak pribadi dengan bawahannya yang dapat membangkitkan gairah kerja.
7. Teori Motivasi Claude S. George, Teori ini menyatakan bahwa seseorang mempunyai
kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja, yaitu
upah yang layak, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan kerja, tempat
kerja yang baik, penerimaan oleh kelompok, pengakuan yang wajar dan pengakuan atas prestasi.

Teori Motivasi Proses


Teori motivasi ini merupakan proses “sebab dan akibat” bagaimana seseorang bekerja serta
hasil apa yang akan diperolehnya. Teori motivasi proses dikenal antara lain:
1. Teori Harapan (Expectancy Theory), Teori ini menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi
seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal-
balik antara apa yang ia inginkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu.
2. Teori Keadilan (Equity Theory), Teori motivasi ini menyatakan bahwa keadilan merupakan
daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang.
3. Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory), Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan
akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi.
Nama : Kartika Tanamal
Jurusan : Magister SDM

Referensi:

Modul EKMA5101

Algifari, 2000, Analisis Regresi, Teori, Kasus, dan Solusi, edisi 2, Jogjakarta: BPFE.