Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

PROYEKSI PENDUDUK

4.1. Proyeksi Penduduk


Dalam penentuan kebutuhan air minum untuk jangka waktu 10 tahun ke depan, maka
diperlukan jumlah penduduk pada tahun akhir perencanaan tersebut. Untuk mendapatkan
jumlah penduduk tersebut maka digunakan pendekatan dengan proyeksi jumlah penduduk
melalui beberapa metode. Adapun metode yang digunakan dalam proyeksi penduduk ini adalah
Aritmatika, Geometri, Logaritma, dan Eksponensial.

4.1.1 Metode Aritmatika


Metode ini sesuai untuk daerah dengan perkembangan penduduk yang selalu
meningkat/bertambah secara konstan. Pada metode ini proyeksi penduduk yang diperoleh
terlihat pada tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Metode Aritmatika


Penduduk
Xi Tahun Yrata-rata Xi2 Xi.Yi Y' (Yi - Y') (Yi -Y' )2 (Yi-Yrata) (Yi-Yrata)2 SD R
(Yi)

1 2009 21025 1 21025 20941.59 83.41 6957.2281 -1913.1 3659951.61


2 2010 21250 4 42500 21385.18 -135.18 18273.6324 -1688.1 2849681.61

3 2011 21891 9 65673 21828.77 62.23 3872.5729 -1047.1 1096418.41

4 2012 22253 16 89012 22272.36 -19.36 374.8096 -685.1 469362.01

5 2013 22617 25 113085 22715.95 -98.95 9791.1025 -321.1 103105.21 78.77


0.99828
6 2014 23287 22938.1 36 139722 23159.54 127.46 16246.0516 348.9 121731.21

7 2015 23609 49 165263 23603.13 5.87 34.4569 670.9 450106.81

8 2016 24048 64 192384 24046.72 1.28 1.6384 1109.9 1231878.01

9 2017 24482 81 220338 24490.31 -8.31 69.0561 1543.9 2383627.21

10 2018 24919 100 249190 24933.9 -14.9 222.01 1980.9 3923964.81

55 229381 385 1298192 229377.5 3.55 55842.5585 0.00 16289826.9


Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

a = 20498
b = 443.59
Y’ = 6044 + ( 208,40 . Xi)

IV-2

Metode Aritmatika

35000

R² = 0,99957

30000

25000

20000

15000
Hasil Proyeksi

Linear (Hasil Proyeksi)


10000

5000

0
2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

2023

2024

2025

2026

2027

2028
Gambar 4.1 Grafik Hasil Proyeksi dengan Metode Aritmatika
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-3

4.1.2 Metode Geometri


Proyeksi dengan metode ini dianggap bahwa perkembangan penduduk secara otomatis berganda dengan pertambahan penduduk. Hasil perhitungan
dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Metode Geometri
Penduduk
Xi Tahun ln Xi ln Xi2 ln Yi ln Xi ln Yi Y' (Yi - Y' ) (Yi - Y')2 Yrata-rata Yi-Yrata (Yi-Yrata)2 SD R
(Yi)
1 2009 21025 0.000 0.000 9.953 0.00 20272 753.00 567009.00 -1913.10 3659951.61
2 2010 21250 0.693 0.480 9.964 6.91 21438 -188.00 35344.00 -1688.10 2849681.61
3 2011 21891 1.099 1.208 9.994 10.98 22152 -261.00 68121.00 -1047.10 1096418.41
4 2012 22253 1.386 1.921 10.010 13.87 22671 -418.00 174724.00 -685.10 469362.01
5 2013 22617 1.609 2.589 10.026 16.13 23083 -466.00 217156.00 -321.10 103105.21 398.86 0.95504
22938.1
6 2014 23287 1.792 3.211 10.056 18.02 23426 -139.00 19321.00 348.90 121731.21
7 2015 23609 1.946 3.787 10.069 19.59 23719 -110.00 12100.00 670.90 450106.81
8 2016 24048 2.079 4.322 10.088 20.97 23975 73.00 5329.00 1109.90 1231878.01
9 2017 24482 2.197 4.827 10.106 22.20 24205 277.00 76729.00 1543.90 2383627.21
10 2018 24919 2.303 5.304 10.123 23.31 24413 506.00 256036.00 1980.90 3923964.81
55 229381 15.10 27.65 100.39 151.98 229354 27.00 1431869.00 0.00 16289826.9
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

a = 9.917

b = 0.0807 .

Y’= EXP (8,694 + (0.1211 . ln Xi))

IV-4

Metoda Geometri
30000

R² = 0,96437

25000

20000

15000

Hasil Proyeksi Power (Hasil Proyeksi)


10000

5000

0
2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

2023

2024

2025

2026

2027

2028
Gambar 4.2 Grafik Hasil Proyeksi dengan Metode Geometri
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-5

4.1.3 Metode Eksponensial


Proyeksi dengan metode ini bertujuan untuk mengetahui angka pertumbuhan penduduk yang lebih akurat lebih jelasnya perhitungan penduduk di
Kelurahan Pahlawan dengan metode eksponensial dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Metode Eksponensial


Penduduk
Xi Tahun Xi2 ln Yi Xi ln Yi Y' (Yi -Y' ) (Yi -Y' )2 Yi rata-rata (Yi -Yrata) (Yi -Yrata)2 SD R
(Yi)
1 2009 21025 1 9.95 9.95 20950 75.00 5625.00 -1913.10 3659951.61
2 2010 21250 4 9.96 19.92 21371 -121.00 14641.00 -1688.10 2849681.61
3 2011 21891 9 9.99 29.97 21801 90.00 8100.00 -1047.10 1096418.41
4 2012 22253 16 10.01 40.04 22239 14.00 196.00 -685.10 469362.01
5 2013 22617 25 10.03 50.15 22686 -69.00 4761.00 -321.10 103105.21 906.352
22938.1 0.9975
6 2014 23287 36 10.06 60.36 23142 145.00 21025.00 348.90 121731.21
7 2015 23609 49 10.07 70.49 23607 2.00 4.00 670.90 450106.81
8 2016 24048 64 10.09 80.72 24082 -34.00 1156.00 1109.90 1231878.01
9 2017 24482 81 10.11 90.99 24566 -84.00 7056.00 1543.90 2383627.21
10 2019 24919 100 10.12 101.20 25059 -140.00 19600.00 1980.90 3923964.81
55 229381 385 100.39 553.79 229503 -122.00 82164.00 0.00 16289826.9
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

a= 9.930

b= 0,0199

Y= EXP (8,721 + (0,0284 . Xi))

IV-6

Metode Eksponensial
35000
R² = 0,99941

30000

25000

20000

15000

Hasil Proyeksi Expon. (Hasil Proyeksi)


10000

5000

0
2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

2023

2024

2025

2026

2027

2028
Gambar 4.3 Grafik Hasil Proyeksi dengan Metode Eksponensial
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-7

4.1.4 Metode Logaritma


Metode Logaritma adalah metode ini didasarkan karena pertumbuhan penduduknya relatif sedikit, lebih jelasnya perhitungan penduduk di
Kelurahan Pahlawan dengan menggunakan metode Logaritma dapat dilihat pada tabel. 4.4
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Metode Logaritma
Penduduk Yrata-
Xi Tahun ln Xi ln Xi2 Yi ln Xi Y' (Yi-Y') (Yi-Y')2 (Yi-Yrata) (Yi-Yrata)2 SD R
(Yi) rata
1 2009 21025 0.000 0.00 0.00 20292 733.00 537289.00 -1913.10 3659952
2 2010 21250 0.693 0.48 14726.25 21506 -256.00 65536.00 -1688.10 2849682
3 2011 21891 1.099 1.21 24058.21 22218 -327.00 106929.00 -1047.10 1096418
4 2012 22253 1.386 1.92 30842.66 22721 -468.00 219024.00 -685.10 469362
5 2013 22617 1.609 2.59 36390.75 23112 -495.00 245025.00 -321.10 103105 432.19
22938.1 0.95
6 2014 23287 1.792 3.21 41730.30 23432 -145.00 21025.00 348.90 121731
7 2015 23609 1.946 3.79 45943.11 23702 -93.00 8649.00 670.90 450107
8 2016 24048 2.079 4.32 49995.79 23935 113.00 12769.00 1109.90 1231878
9 2017 24482 2.197 4.83 53786.95 24142 340.00 115600.00 1543.90 2383627
10 2019 24919 2.303 5.30 57388.46 24328 591.00 349281.00 1980.90 3923965
55 229381 15.10 27.65 354862.48 229388 -7.00 1681127.00 0 16289827
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

a = 20292

b = 1752.6

Y= 5957 + 816,10 . ln Xi

IV-8

Metode Logaritma
30000

R² = 0,95795

25000

20000

15000
Hasil Proyeksi

Log. (Hasil Proyeksi)

10000

5000

0
2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2022

2023

2024

2025

2026

2027

2028
Gambar 4.4 Grafik Hasil Proyeksi dengan Metode Logaritma
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-9

4.1.5 Perhitungan Nilai Koefisien


Perhitungan nilai koefisien untuk koefisien nilai a, b dan Y’ didapat dari hasil perhitungan
metode aritmatika, geometri, eksponensial dan logaritma.

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Koefisien a, b dan Y’


Koefisien
Metode
A b Y’
Aritmatika 20498 443.59 y’ = 6044 + (208,40 . Xi)
Geometri 9917 0.0807 y’ = EXP (8,694 + (0,1211 . ln Xi))
Eksponensial 9930 0,0199 y’ = EXP (8,721 + (0,0284 . Xi))
Logaritma 20292 1752.36 y’ = 5957 + 816,10 . ln Xi
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

4.1.6 Penentuan Metode Proyeksi Penduduk


Untuk menentukan metode paling tepat yang akan digunakan dalam perencanaan,
diperlukan perhitungan faktor korelasi, standar deviasi dan keadaan perkembangan kota
di masa yang akan datang. Koefisien korelasi dan standar deviasi diperoleh dari hasil
analisa dan perhitungan data kependudukan yang ada dengan data penduduk dari
perhitungan metode proyeksi yang digunakan.Berikut hasil perhitungan deviasi dan
korelasi untuk masing-masing metode yang digunakan.

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Standar Deviasi dan Korelasi “r” Masing-masing Metode

Perbandingan
Metoda Proyeksi
Nilai SD Nilai R
Aritmatika 78.77 0.99828
Geometri 398.86 0.95504
Eksponensial 906.352 0.99750
Logaritma 432.19 0.95000
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-10

4.1.7 Proyeksi Penduduk


Berikut hasil proyeksi penduduk 10 tahun mendatang dengan metode terpilih untuk tahun
2019-2028.
Tabel 4.7 Proyeksi Jumlah Penduduk Tahun 2019-2028 di Kecamatan Binjai Untung
Proyeksi Penduduk
No Tahun Penduduk
Aritmatika Geometri Eksponensial Logaritma
1 2009 21025 21025 21025 21025 21025
2 2010 21250 21250 21250 21250 21250
3 2011 21891 21891 21891 21891 21891
4 2012 22253 22253 22253 22253 22253
5 2013 22617 22617 22617 22617 22617
6 2014 23287 23287 23287 23287 23287
7 2015 23609 23609 23609 23609 23609
8 2016 24048 24048 24048 24048 24048
9 2017 24482 24482 24482 24482 24482
10 2018 24919 24919 24919 24919 24919
11 2019 25377 24600 25563 24494
12 2020 25821 24774 26077 24646
13 2021 26265 24934 26601 24787
14 2022 26708 25084 27136 24917
15 2023 27152 25224 27681 25037
16 2024 27595 25355 28237 25151
17 2025 28039 25480 28805 25257
18 2026 28483 25598 29384 25357
19 2027 28926 25710 29974 25452
20 2028 29370 25816 30577 25542
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-11

Grafik untuk metode proyeksi penduduk dengan ke-4 metode pada Kecamatan Medan Satu Rasa dapat dilihat pada gambar 4.5 sebagai berikut.

Proyeksi Penduduk Kecamatan Medan Satu Rasa


35000

30000

25000
Jumlah Penduduk(Jiwa)

20000

15000

10000

ARITMATIKA
5000 GEOMETRI
EKSPONENSIAL
LOGARITMA
0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ARITMATIKA 21025 21250 21891 22253 22617 23287 23609 24048 24482 24919 25377 25821 26265 26708 27152 27595 28039 28483 28926 29370
GEOMETRI 21025 21250 21891 22253 22617 23287 23609 24048 24482 24919 24600 24774 24934 25084 25224 25355 25480 25598 25710 25816
EKSPONENSIAL 21025 21250 21891 22253 22617 23287 23609 24048 24482 24919 25563 26077 26601 27136 27681 28237 28805 29384 29974 30577
LOGARITMA 21025 21250 21891 22253 22617 23287 23609 24048 24482 24919 24494 24646 24787 24917 25037 25151 25257 25357 25452 25542

Tahun

Gambar 4.5 Grafik dengan 4 Metode Proyeksi


Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

4.2 Proyeksi Sarana


Dalam penentuan kebutuhan air minum untuk jangka waktu 10 tahun kedepan, maka diperlukan jumlah sarana pada tahun akhir perencanaan
tersebut.
4.2.1 Fasilitas Niaga
Berikut ditampilkan hasil perhitungan proyeksi fasilitas niaga dan proyeksi kebutuhan air untuk masing-masing jenis fasilitas.

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Proyeksi Fasilitas Niaga di Kecamatan Medan Helvetia
Jumlah/Unit Total Kebutuhan Non Domestik
NO Jenis Fasilitas Kapasitas Unit Kebutuhan Air
Tahap I Tahap II Tahap I (l/det) Tahap II (l/det)
1 Perkantoran
a. Koperasi 11 11 15 jiwa/unit 20 l/o/h 0,038 0,039
2 Perdagangan/Komersil
a. Pasar 3 3 400 m2/unit 1,2 l/m2/h 0,017 0,018
b. Toko/Ruko 13 13 48 m2/unit 1,2 l/m2/h 0,009 0,009
c. Rumah Makan 74 76 25 meja/unit 75 l/meja/h 1,606 1,659
d. Swalayan 10 10 50 m2/unit 40 l/m2/h 0,231 0,239
e. Salon 38 39 1500 bus/hari 25 l/bus/h 16,493 17,036
f. Bengkel 17 18 1500 bus/hari 25 l/bus/h 7,378 7,621
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

IV-13

4.2.2 Fasilitas Instansi dan Institusi


Berikut ditampilkan hasil perhitungan proyeksi fasilitas instansi/institusi dan proyeksi kebutuhan air untuk masing-masing jenis fasilitas.
Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Proyeksi Fasilitas Instansi dan Institusi di Kecamatan Medan Helvetia
Jumlah/Unit Total Kebutuhan Non Domestik
NO Jenis Fasilitas Kapasitas Unit Kebutuhan Air
Tahap I Tahap II Tahap I (l/det) Tahap II (l/det)
1 Sekolah
a. SD 11 14 360 jiwa/unit 20 l/o/h 0,917 1,170
2 Kesehatan
a. Rumah Sakit 9 10 90 bed/unit 200 l/bed/h 1,875 2,174
b. Puskesmas 3 3 40 bed/unit 200 l/bed/h 0,278 0,322
c. Praktek Dokter 20 23 5 bed/unit 200 l/bed/h 0,231 0,268
d. Praktek Bidan 0 0 5 bed/unit 200 l/bed/h 0,000 0,000
e. Posyandu 27 31 10 bed/unit 200 l/bed/h 0,625 0,725
Sumber : Hasil Perhitungan, 2020

4.2.3 Fasilitas Peribadatan


Berikut ditampilkan hasil perhitungan proyeksi fasilitas peribadatan dan proyeksi kebutuhan air untuk masing-masing jenis fasilitas.

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Proyeksi Fasilitas Peribadatan di Kecamatan Medan Helvetia
Jumlah/Unit Total Kebutuhan Non Domestik
NO Jenis Fasilitas Kapasitas Unit Kebutuhan Air
Tahap I Tahap II Tahap I (l/det) Tahap II (l/det)
1 Peribadatan
a. Mesjid 37 41 235 m2/unit 20 l/m2/h 2,013 2,222
b. Mushalla 13 14 100 m2/unit 20 l/m2/h 0,301 0,332
c. Gereja 12 13 230 m2/unit 20 l/m2/h 0,639 0,705
d. Kelenteng 16 18 250 m2/unit 20 l/m2/h 0,926 1,022
f. Vihara 1 1 200 m2/unit 20 l/m2/h 0,046 0,051
Sumber: Hasil Perhitungan, 2020

IV-14